Numbered like the stars, no matter where we are.
Let the tress clap their hands, let the deepest water dance.
Beberapa hari lalu saya bilang sama teman saya, “Perasaan saya aneh, sedikit bingung. Kok rasanya sekarang ini sangat comfort sekali, udah lama sekali gak merasa seperti ini”. Saya sendiri bingung kenapa hati ini rasanya kok plong, released, treasured. Apakah ini sugesti karena dalam beberapa hari saya akan pindah ke Vancouver? Antara iya dan tidak, yang jelas masa setumpuk hal yang masih harus saya urus untuk urusan pindah kota ini. Dari pertama, urusan packing barang2 yang tak terduga banyaknya. Urusan ganti alamat, urusan cari kost, urusan move out dari kost skrg yg baru bbrp hari, urusan makan bertemu teman & kerabat, sampai ke beban-beban pikiran yang sebelumnya sudah ada.
Masalah selalu ada, tapi bagian terpenting adalah bagaimana Tuhan memampukan kita untuk melewati setiap masalah itu. Itulah filosofi saya dalam menghadapi masalah. Saya selalu berusaha bertanya, “dalam masalahnya ini, apa yang Tuhan mau saya untuk belajar?”. Syukur2 saya bisa belajar sesuatu. Dengan filosofi demikian, gak jarang muncul rasa sedih, pahit ketika saya harus mengalami sesuatu yang tidak saya harapkan.
Cik Vonny pernah bilang sama saya, “Kau sedih/stress itu wajar. Tapi setelah itu kau liat, Tuhan sudah bukakan pintu yang lain untuk kau. Kau jangan diam di pintu yang sudah ditutup itu”. Yah, hal ini benar. Tapi ketika mengalami lagi, tetap saja ada tantangannya. Hmmm…makanya sdikit aneh saya ketika Tuhan “menghibur” saya di sela-sela masalah yang saya hadapi, rasa syukur menghias hati.

[...] saya tau pasti ada challenge sendiri disana nantinya. Dalam dua minggu terakhir di Calgary, begitu merasa treasured, karena lebih banyak diisi waktu dengan makan bareng dengan temen dan juga orang-orang yang udah [...]