21011

Suatu sore di akhir bulan Oktober 2008, saya berjalan pulang dari kampus menuju tempat parkir mobil di Banff Trail. Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil, “Martin, apa kabar?”. Rupanya seorang kawan lama. Singkat cerita saya bercerita tentang kondisi dan situasi saya secara umum yang emang lagi banyak beban masalah. Selang beberapa minggu kemudian, beliau kirim email kepada saya menanyakan kabar dan kemudian membalas email saya demikian:

Saya mengerti perasaan kamu, kandang-kadang kita bingung perjalanan hidup kita, banyak hal sulit dimengerti. tapi satu hal yg pasti: Tuhan tahu apa yg terbaik. Lihat perjalanan Yusuf, justru pada saat paling gelap (difitnah dan dipenjara), saat itu merupakan titik balik. Serahkan pada Tuhan dengn penuh penyerahan, minta pengampungan pada Tuhan kalau ada hal yg tidak berkenan padaNya. Pasti dia akan buka jalan.

Yup, tentang Yusuf! Selama ini bagian favorit saya tentang Yusuf adalah bagian pembelaan. Bagaimana Tuhan menyertai Yusuf yang mengalami kepahitan. Minggu kemarin saya mendapat hadiah sebuah buku berjudul asli “God meant it for good” karangan RT. Kendall. Saya baru mulai membaca buku ini, dan isinya mengupas kisah tentang Yusuf dari awal sampai akhir. Sekilas dan saya kira pada umumnya, kita selalu melihat sosok Yusuf yang mendapat perlakuan tidak adil, sampai-sampai harus difitnah. Tapi pernah kah kita dalami lagi dan melihat sisi Yusuf yang pada awalnya “sedikit” pamer akan jubah dan karuniaNya bermimpi?

Buku ini membawa kita lebih dalam memahami lika-liku hidup sebagai orang yang dipanggil untuk pekerjaan Tuhan. Ada banyak hal yang kita bisa belajar dari hidup Yusuf. Secara garis besar, Yusuf bukan orang sempurna namun tetap dipakai Tuhan. Untuk beberapa blog entry ke depan, saya akan berusaha membagikan apa yang saya dapat dari buku ini.

Tagged with:  

Comments are closed.

WordPress Themes