Sebuah artikel pengantar menarik dari GRII Sydney..
Baru-baru ini ada satu film yang dibuat di Jerman berjudul “The Counterfeiter” yang dibuat sebagai hasil dari satu program dokumentari CBS tahun 1999 yang menguak rahasia terbesar yang disimpan oleh Nazi. Film ini diangkat dari satu diary dari seorang Yahudi yang bernama Adolf Burger dimana dia terlibat di dalam satu operasi penting yang bernama “Operation Bernard.” Dia bersama satu orang Yahudi lain adalah orang yang ahli memalsukan uang dan mencetak uang palsu. Sebenarnya dua orang ini hendak dibunuh di camp contentration di Auschwitz tetapi tidak jadi sebab mereka memberitahu keahlian khusus mereka. Maka Nazi menempatkan mereka ke dalam satu perusahaan rahasia untuk mencetak uang palsu. Tahun 1999 CBS mengadakan satu eksplorasi di danau Toplitz sebab telah beredar satu isu bahwa di dasar danau itu tersimpan harta karun milik Hitler. Danau itu tidak besar, 1600m panjangnya tetapi kedalamannya mencapai 100m lebih, tempat yang paling sempurna untuk menyimpan rahasia. Kemudian CBS menyewa jasa perusahaan eksplorasi laut Oceaneering. Mereka menyelusuri dasar danau itu berbulan-bulan tetapi tidak menemukan apapun. Akhirnya mereka menggunakan sistem teknologi dengan robot penyelam dan kapal selam bermuatan satu orang dan akhirnya menemukan banyak tumpukan kertas di dasar danau. Ketika kertas-kertas itu diangkat, langsung hancur lebur menjadi bubur.
Singkat cerita, mereka berhasil mengangkat satu tumpuk kertas ke permukaan. Setelah dibersihkan dengan teliti, di atas kertas itu muncul tulisan “Bank of England.” Ternyata kotak-kotak yang tersimpan di dasar danau itu adalah 180 juta mata uang palsu poundsterling. Di dalam film “The Counterfeiter” sdr akan melihat bahwa sebelum tentara sekutu datang, tempat percetakan uang palsu itu dibersihkan total, itu sebab kenapa rahasia ini tersimpan sampai 50 tahun lebih tanpa ketahuan. Sebenarnya uang poundsterling palsu itu sudah dibuktikan begitu mirip dengan yang asli sebab menurut cerita Adolf Burger agen rahasia Jerman telah pergi ke Bank of England menyetor uang itu dan petugas bank tidak menemukan bahwa uang itu adalah uang palsu. Operation Bernard adalah satu operasi yang berencana untuk membawa uang palsu itu ke Inggris dan melemparkannya dari udara. Tujuannya cuma satu, kalau mata uang palsu itu berhasil bercampur dengan uang asli, maka tidak akan ada transaksi bisnis dan ekonomi akan lumpuh sehingga seluruh perekonomian Inggris akan collapse. Hitler tahu untuk mengalahkan Inggris bukan dengan senjata tetapi dengan kehancuran ekonomi.
Di dalam film itu dikatakan sebenarnya mereka sudah selesai mencetak uang poundsterling dan hendak mulai mencetak dollar Amerika tetapi keburu dikalahkan dengan sekutu. Puji Tuhan, operation Bernard tidak berhasil dijalankan, namun sdr bisa bayangkan kalau itu berhasil, saya percaya sejarah dunia akan berbeda. Adolf Burger melakukan sabotase sehingga men-delayed operasi itu dan saya percaya juga ada tangan Tuhan yang tidak mengijinkan peristiwa itu terjadi. Kalau operasi itu berhasil, dunia akan mengalami perubahan total.
Ini yang saya sebut sebagai kebahayaan di dalam counterfeit. Dia bisa menciptakan sesuatu yang begitu mirip dengan aslinya tetapi sebenarnya palsu adanya. Kalau hal seperti itu terjadi di dalam kehidupan kita beriman, apa jadinya Kekristenan dan apa jadinya iman kita? Itu sebab tidak heran salah satu panggilan hidup orang Kristen yang penting adalah panggilan untuk menjadi orang Kristen yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dan kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah adalah salah satu ciri dari orang Kristen yang dewasa rohaninya.
Trailer film The Counterfeiter
