Ada lima fase yang terjadi ketika kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kehilangan seseorang, patah hati, atau kecewa di tempat kerja.
Respon pertama biasanya adalah S (shock). Kaget, tidak pernah membayangkan bahwa hal itu akan/bisa terjadi. Dari kaget, biasanya dilanjutkan dengan A (angry). Marah atas apa yang terjadi, bisa marah terharap diri sendiri, keluarga, teman kerja, dll. Kemudian R (resist), menolak kenyataan dan bertanya-tanya “kenapa? kok bisa-bisanya? padahal kita kan sudah…”.
Ini tahap krusial. Banyak orang berhenti di tahap ini dan menjadi pahit. Kepahitan bisa menjelma menjadi dendam atau setidaknya mengganggu konsentrasi di pekerjaan.
Fase berikutnya A (accept). Menerima kenyataan akan apa yang sudah terjadi, bahwa kita bisa jadi ikut bersalah akan apa yang sudah terjadi. Ada banyak hal yang berada di luar kendali kita sebagai manusia. Menerima bahwa tidak ada yang sempurna. Menerima bahwa Tuhan tetap berdaulat penuh atas apa yang terjadi dan Dia berkuasa untuk mengubah segala hal menjadi sesuatu yang BAIK bagi kita. Accept the fact that God never makes mistakes.
Fase terakhir, H (hope). Terus percaya sama Tuhan. Mata Tuhan tidak terpejam. Telinga Tuhan sudah mendengar jerit kita minta tolong. Dia tahu dan Dia mengerti. Karena kita berharga di mata-Nya, apa yang merisaukan kita juga merisaukan Tuhan. Tuhan punya rencana indah untuk dan rencana-Nya akan terlaksana.
Ada beberapa peristiwa dalam hidup ini yang sulit untuk dimengerti. Ada waktu di hidup saya dimana pencobaan berat menekan. Ada waktu dimana saya tidak melihat tuntunan tangan Tuhan. Tapi Tuhan sendiri lah yang memberikan iman untuk terus berharap padaNya. Jika saya tidak melihat sinar matahari, bukan berarti matahari tidak ada dan lenyap. Matahari pasti akan bersinar, mungkin sebuah pelangi pun akan tampak

[...] dua ayat di atas, segalanya itu untuk kemuliaan Tuhan. Di tengah-tengah kondisi sulit, teruslah berharap padaNya karena Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatang kebaikan, the ultimate good from [...]