Doa, Lagu, dan Jawaban Doa

On November 22, 2009, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Sebuah perenungan minggu pagi…tentang doa, lagu, dan jawaban doa.

Suatu minggu pagi di tahun 2008, saya bangun dengan hati yang letih, gak ada semangat karena lagi ada masalah yang sulit dimengerti, cukup overwhelmed, malas rasanya pergi ke gereja. Tuhan seolah tidak menjawab seruan minta tolong, Tuhan terasa jauh. Saya meneruskan tidur, ambil ipod dan shuffle lagu hymn. Satu jam kemudian, “Ah ya sudah lah, pergi ke gereja aja…masih bisa datang ke kebaktian kedua” pikir saya singkat. Di rumah juga udah sepi, semua housemate dah pada pergi ke gereja masing-masing.

Di gereja pas lagi mulai nyanyi dibikin kagum (juga merinding) ketika semua lagu yang didengar di ipod sebelumnya, semua dinyanyikan di acara kebaktian. Lagu pertama “His eye is on the sparrow”…dalam hati wah ini lagu yang tadi pagi didengerin, trus dilanjutkan lagu “be still my soul”..wah, lagu ini juga, kemudian lagi “how can I keep from singing”. Hah, kok bisa seperti ini? Lagu-lagunya, urutannya…kok bisa sama? Terlepas itu Tuhan yang atur atau sekedar kebetulan, pas perhatiin lirik lagunya ternyata artinya cukup dalam dan menjawab doa waktu itu…”why should I be discouraged?”…cerita di balik lirik itu ada disini.

Continue reading »

Tagged with:  

Teknologi mengubah hidup

On November 21, 2009, in Indonesian, Techno, by adimulia

koprol

Dalam relasi satu dengan yang lain, setiap orang ada suatu batas/tembok/jarak yang dibangun. Makin dekat seseorang dalam suatu relasi, jelas batas yang ada semakin tipis, semakin terbuka seseorang. Tapi, batas itu tetap ada, biarpun hubungan suami istri sekalipun, tetap ada. Ketika kita membangun relasi, pasti ada titik dimana kita mentok gak bisa kenal lebih jauh. Ya mungkin karena gak ada kecocokan, status orang itu udah married/pacaran sama orang lain, usia orang itu beda jauh, orang itu emang cuma sekedar teman kerja aja, karena emang orang itu yang gak mau membangun relasi lebih jauh, atau emang karena beberapa orang emang butuh waktu (gampang deket sama orang ato ngga), dsb.

Seiring perkembangan teknologi belakangan ini, rasanya batas itu dibuat semakin hilang. Dulu jauh sebelum masa internet, saya ingat saya masi suka kirim surat sama sahabat semasa SD yang pindah ke Jogja. Udah ada email, komunikasi makin gampang, makin mudah tuk berelasi. Jaman friendster di awal2nya, wah keren banget nih bisa ketemu temen2 lama. Friendster berlalu, facebook pun tiba, lebih keren lagi nih, bisa update status segala.

Continue reading »

Tagged with:  

Apakah Tuhan itu adil?

On November 20, 2009, in Indonesian, My thought, by adimulia

Seringkali saya bertanya, apakah ada keadilan di dunia ini? Di dunia ini kita selalu ditanamin konsep tentang keadilan. Orang berbuat jahat akan dihakimi dan diberi konsekuensi. Tapi itu dari perspektif hukum. Bagaimana dengan persepektif Alkitab? Menarik. Apakah yang Alkitab bilang adil itu ketika kita disuru kasi pipi kanan klo pipi kiri ditampar? Itukah adil? Lalu bagaimana dengan hukum tabur tuai? Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Bukan kah itu lebih terdengar adil?

Mungkin bagian2 dari Alkitab yang saya sebutkan di atas masih abstrak untuk dibayangkan. Kemudian saya coba comot beberapa cerita di Alkitab. Doa Yabes (1 Tawarikh 4:10) yang isinya permohonan agar kita diberkati, fokus pada diri sendiri, eh Tuhan kabulkan. Musa cuman kesalahan kecil, gak masuk Kanaan (Bilangan 20:11). Stefanus mati dilemparin batu (Kis 8:1). Cerita tentang pelayan istri Naaman yang mengalami penderitaan tapi gak pendendam (2 Raja-raja 5). Dan juga cerita-cerita lainnya.

Continue reading »

Tagged with:  

Sedalamnya hatiku

On November 13, 2009, in Indonesian, Poem, by adimulia

Tiada tempat beristirahat kekal di dunia ini
Bercerita tuk dimengerti, mendengar tuk mengerti
Mengadu dan memaknai hidup yang singkat ini

Semua datang pada waktunya
Dan kan pergi pada saatnya
Aku disini menyambut datang melepas pergi

Kutengadah pandang langit malam berhias bintang
Pejamkan mata berdoa dalam kesunyian
Engkau kah dia?

Bimbang menyeruak kalbu
Tembok China berdiri kokoh di hatinya
Benar misteri adalah isi
Saat semua terungkap, usailah kisah

Tagged with:  
Weboy