Perpisahan

On November 6, 2009, in Indonesian, My thought, by adimulia

Di majalah National Geographic edisi bulan November ini, ada foto sekumpulan simpanse yang terlihat sedih ketika melihat salah satu dari mereka meninggal dan akan dikubur. Wow, simpanse pun bisa merasa kehilangan. Cerita selengkapnya bisa dibaca dsini. Lalu bagaimana dengan manusia?

chimps_grievingSejak tinggal di luar negeri enam tahun belakangan ini, airport bukan lah suatu tempat yang asing, bahkan tidur di kursi airport pun udah dua kali *krn terpaksa*. Saya suka airport, suka duduk2 di airport, sekedar duduk sambil minum kopi atau baca buku sambil melihat pesawat mendarat atau terbang. Di airport ada moment 2-5 menit yang bisa jadi pelajaran berharga, yaitu moment ketika kita harus berpisah dengan orang yang mengantar (biasanya pas kita harus masuk tuk boarding). Gak jarang orang menangis disitu, umumnya orang berpelukan, say good bye. Di situlah paling terasa, betapa kadang kita terlalu sering “take for granted” kasih sayang, perhatian, dan keberadaan dari orang2 yang mengasihi kita. Ada rasa sedih atau kehilangan karena kita gak akan merasakan lagi keberadaan mereka secara fisik, tapi di sisi lain selalu ada harapan tuk bertemu kembali. Yang juga menarik untuk diamati ketika kita pergi ke bagian arrival, dmana yang jemput biasanya udah siap menyambut. Ada kebahagiaan di arrival, ada kesedihan di departure.

Continue reading »

Tagged with:  

Santai sejenak

On November 3, 2009, in Activities, Indonesian, Songs, by adimulia

Santai sejenak di tengah kesibukan…rasanya udah beresin banyak kerjaan tapi hari gak maju-maju, masi hari Selasa juga. Yah biarin begitu, syukurnya masi ada waktu buat break bentar kaya sekarang ini.

Continue reading »

Tagged with:  

Untuk apa beriman?

On November 1, 2009, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Sebuah renungan bagus dari e-RH hari ini.

FaithUntuk apa Anda beriman? “Supaya saya mengalami mukjizat Tuhan”, “Supaya setiap kali berdoa, Tuhan mengabulkan doa saya”, “Supaya Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi saya dari bahaya”, “Supaya kalau mati saya masuk surga.” Ungkapan-ungkapan tersebut kedengarannya sangat baik. Namun, sebetulnya itu mencerminkan pendangkalan makna. Kalau kita bekerja supaya mendapatkan upah, itu wajar. Akan tetapi, kalau kita beriman supaya mendapatkan apa-apa yang kita inginkan, itu menunjukkan iman yang tidak tulus, berpamrih, dan kekanak-kanakan.

Continue reading »

Tagged with:  
Weboy