Ada beberapa hal yang sedang saya gumulkan beberapa bulan belakangan ini. Seringkali pergumulan itu menghasilkan kebingungan. Katanya, kalau bingung, bawalah hal itu dalam doa. Sesudah berdoa, baca Alkitab untuk mengerti apa kata Tuhan tentang pergumulan itu. Sesudah itu, lakukan lah yang terbaik.
Seperti yang saya sudah pernah tulis beberapa post sebelumnya, salah satu hal yang saya gumulkan adalah tentang “apa” dan “dimana”. Kemarin ini, datang tawaran yang mungkin seolah menjawab pergumulan saya, untuk kedua kalinya ditawari pekerjaan di perusahaan A, di kota B. Apakah ini jawaban doa saya? Cukup membingungkan.
Continue reading »
The Jakarta Post – 13 January 2010
Wimar Witoelar
After the disastrous machine gun attack on the Togolese national football team’s bus on the Angola border, Arsenal manager Arsene Wenger said the African Cup of Nations should continue despite the fact the attack killed several people. “I don’t believe you can just stop a competition because of an incident as I think that would reward the people who provoked the incident and could mean that any competition is stopped at any time,” added Wenger, who has Arsenal players Alex Song (Cameroon) and Emmanuel Eboue (Ivory Coast) playing for their national teams in the finals. Arsenal Wenger has got it right. It’s not only about winning. It’s about doing the right thing.
There is more than a touch of surrealism in the events unfolding today. We remember that President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) won his second term with a majority of more than 60 percent. In addition, he has done nothing wrong. Even if he was at fault in the Bank Century allegations, it happened in 2008, the year before the political parties initiated the parliamentary proceedings supported by the media group that is owned by tax evaders.
Continue reading »
Many nights we’ve prayed with no proof anyone could hear. In our hearts a hopeful song, we barely understood. Now we are not afraid, although we know there’s much to fear. We were moving mountains long before we knew we could.
In this time of fear when prayers so often proves in vain. Hope seems like the summer birds, too swiftly flown away. Yet now I’m standing here. My heart’s so full I can’t explain. Seeking faith and speaking words I never thought I’d say.
Sambil kerja di kantor pas weekend seperti hari ini. Saya menyempatkan diri untuk bengong (baca: menatap langit dengan pandangan jauh menembus cakrawala. halah) tentang kesuksesan. Sukses. Apa arti sukses?
Konon bagi perusahaan saya, kesuksesan adalah kepuasan customer (dan tentunya profit). Konon bagi pelajar, kesuksesan adalah lulus cum laude. Konon bagi orang tua, salah satu kesuksesan hidup adalah menyekolahkan anak, mendidik anak agar bisa jadi “orang” (lah skrg anaknya bukan orang?). Konon bagi orang yang lagi pacaran, kesuksesan adalah menikah. Konon bagi yang baru lulus kuliah, kesuksesan adalah mendapatkan pekerjaan. Konon bagi professional sudah bekerja, kesuksesan adalah mencapai posisi tinggi dalam pekerjaan. Masih banyak patokan kesuksesan di sekitar kita.
Kalo boleh menyimpulkan, sukses artinya mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan ekspektasi terbaik kita (atau orang di sekitar kita). Kesuksesan bersifat subjektif. Tidak ada orang yang ingin disebut gagal. Orang takut gagal. Bisa dibilang, (hampir) semua orang hidup untuk mengejar sukses. Kesuksesan sering jadi motivasi utama hidup.
Continue reading »
