Japanese Art of Public Apology

On February 5, 2010, in Events, Indonesian, by adimulia

Belakangan ini di media lagi rame ngomongin tentang recall Toyota. Sebenernya udah dari Agustus tahun kemarin sih, di San Diego empat orang meninggal yang kemungkinan gara2 pedal gas nyangkut di floor mat. Terus sejak itu, media mulai rame, GM bikin incentive program, Honda yang notabene saingan Toyota pasang iklan yang lumayan “mengejek” Toyota.

Mungkin karena peristiwa di atas, semua mata mengarah ke Toyota. Yang pada akhirnya ktemu lagi defects lain. Sekarang, masalahnya bukan cuma floor mat, tapi juga masalah pedal gas, juga masalah rem. Alhasil, 8 juta mobil di-recall, konon biayanya sampai $2 billion. Di Jepang sendiri, hampir setengah penduduknya pakai Toyota. Dari Kaisar, pejabat pemerintah, sampai orang biasa. Perusahaan Jepang terbesar (by market capitalization) ya Toyota.

Yang menarik buat saya di balik recall ini, efek psikologis: global humiliation of Toyota. Bagaimana perusahaan otomotif terbesar dunia diolok-olok oleh saingannya. Mungkin orang Jepang sendiri lebih terasa bagaimana rasanya. Hmmmm.

Saya melihat sisi positifnya sih. Toyota berani ambil langkah buat benerin masalah ini, walaupun menanggung malu. Saya yakin kalau kita mau memberi perhatian yang sama pada GM atau merk lain, kita bisa ketemu defects yang lebih banyak dari Toyota.

Nah, yang menarik dan orang masih menanti. Akan kah Akio Toyoda membuat public apology untuk recall ini? Orang Jepang biasanya gak segan untuk mengakui kesalahan. Sifat yang saya kagumi. Berbeda jauh dengan orang US yang paling anti kalo ngomong “I’m sorry”. Seorang teman kerja di perusahaan retail US, salah satu peraturan kerja adalah, apapun yang terjadi walaupun kita salah, jangan bilang “I’m sorry” pada customer. Karena kalo kita bilang itu, artinya kita yang salah, dan mungkin karena terbiasa dengan budaya tuntut menuntut, perusahaan itu bisa dituntut habis2an.

But still…mengakui kesalahan, minta maaf, dan bayar harga patut diacungin jempol. Yombre!

Links:
Toyota’s Influence Looms Over Japan
Japanese Art of Public Apology

Update Jumat Siang setelah artikel ini ditulis (y’bre!) :
Akio Toyoda, president of Toyota Motor Corp., broke his public silence Friday on the safety crisis battering his company, offering a “heartfelt apology” to customers. Mr. Toyoda said Friday he considers the company’s priority to be on safety rather than sales and profit. “Quality is our lifeline,” he said.

Tagged with:  

Comments are closed.

WordPress主题