Bagaimana jadi orang sukses? Kalau kita ke toko buku, mungkin ada ribuan buku yang bahas segala macam cara buat sukses. Saking banyaknya, sampai kita bisa bingung sendiri.haha. Di episode Kick Andy, saya belajar ada dua macam perspektif orang sukses. Orang yang suka bikin rencana, dan orang yang spontan.
Yang pertama, Ciputra. Apa kiat sukses? Beliau bilang bahwa entrepreneur bukan bakat, bukan gen, bukan turunan, itu bisa dipelajari. Ada tiga hal yang kita perlu: keinginan besar, semangat kerja keras, keyakinan. Continue reading »
Ide di bawah ini belakangan hilir mudik dalam pikiran sih. Dibilang hilir mudik karena sebentar kepikir, sebentar ngga, terus kepikir lagi, terus ngga. Jadi sekarang lebih baik ditulis aja biar gak lupa.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)
Continue reading »
Dua minggu lalu saya bersama teman-teman nonton film Shutter Island. Katanya itu film thriller, oh oke lah saya pikir, tar saya siapkan diri secara saya gak terlalu suka nonton film horor ataupun film sadis berdarah-darah. Ternyata itu film tentang orang sakit jiwa, model-model kaya di film Beautiful Mind. Nama penyakitnya itu Schizophrenia? Filmnya cukup intense. Intinya sih tentang cerita orang waras yang datang buat menyelidiki kasus pasien jiwa hilang, tapi kemudian dengan konspirasi dan obat-obatan yang ada orang waras ini diyakinkan bahwa dia jadi gila, ujung2nya jadi dirawat di rumah sakit jiwa itu. Gara-gara nonton film ini, sempet bertanya, “hidup saya sekarang ini real gak ya? apa saya berhalusinasi kekita melihat teman-teman saya?”. Sedikit serem juga nih film, ngajak penonton jadi berpikir tentang kegilaan. Sedikit banyak, orang itu jadi gila karena lingkungannya yang mengondisikan demikian.
Ketika matahari parahyangan meredup Continue reading »
Sinarnya tak lagi terik, tapi tetap indah
Jalan menjadi gelap, tapi janganlah takut
Ada pelita yang kan terus menerangi setiap pijakan
Hari ini saya makan siang “soupe de nouilles avec des boulettes de viande” alias “mie baso”.lol. Temen kantor berceloteh, “wow you always have interesting lunch I wish I could…”. Yah, maklumlah…lunch saya sebenernya biasa-biasa aja tapi mungkin emang keliatan menarik buat coworker bule. Sedangkan dia lunch tiap hari selalu sama (senen-jumat), sandwich. Paling isinya yang beda-beda.
Kejadian di atas contoh mentalitas manusia: membandingkan diri sendiri dan orang lain. Saya juga kadang tanpa sadar bandingkan diri saya dengan orang lain. In a good way ya bisa positif, jadi termotivasi untuk jadi lebih baik. Tapi kalo overdone ya negative, berujung ke rasa iri.
Continue reading »
