Ada kasih, ada pengorbanan

On March 4, 2010, in Events, Indonesian, by adimulia

Someone said, “Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.”

Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, “Mau punya adik gak?”. Cici jawab, “Mau…mau adik cewe”. Abang jawab, “ga ah, cowo aja”. Mereka ngotot2an ala anak kecil dan kita semua pada akhirnya tau, *jreng2* lahirlah saya. Saya baru ingat lagi sama cerita itu hari ini, hari anniversary mama papa. Beberapa tahun terakhir, terutama setelah kita semua udah tinggal terpencar, saya merasa bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang lebih dari yang saya sebelumnya harapkan. Keluarga bukan sekedar ada karena “request minta adik” di atas.

Lucu kalo ngebayangin jaman masi SD misalnya. Rutinitas pagi, lima orang siap2 di waktu yang sama. Tiga anak masuk pagi semua, sekolahnya beda. Sarapan di mobil sambil ngantuk2. Bikin PR di mobil. Kadang saya terlambat gara2 dianterin paling terakhir. Pake sepatu di mobil. Malah pernah suatu hari, sepatu ketinggalan sebelah di rumah. Haha, hal-hal kaya gini kalo diliat sekarang terasa lucu dan bikin kangen.

Ada kasih, ada pengorbanan. Jaman sekarang ungkapan itu semakin terdengar klise. Apa masih ada orang tulus jaman sekarang ini? Tapi ketika saya ingat orang tua, ungkapan di atas adalah kenyataan hidup. Bagaimana orang tua membesarkan kami semua, mengusahakan yang terbaik untuk kami semua. Untuk apa gitu mereka mau cape-cape mencurahkan kasih, sekarang kita semua udah pada besar dan “meninggalkan” mereka untuk memulai hidup masing-masing. Orang tua tidak pernah hitung2an akan pengorbanan mereka.

Pas mama mengandung, dia uda jaga pola makannya. Ketika ngidam, papa bahkan untuk hal yang terlihat konyol selalu usahain, katanya biar anaknya gak ngeces/ngacai terus. Belum lagi proses ngelahirinnya. Belum lagi mendidiknya, kasi makannya. Belum lagi kalo lagi bandel2nya. Lagi gak nurut2nya. Konsep mengasihi yang saya belajar dari orang tua adalah selalu memberi tanpa mengharap balik. Mengasih dengan memberi. Terdengar berlawanan tapi sebenarnya tidak.

Terima kasih Tuhan atas cintaMu, atas berkatMu, dan atas segalanya yang telah Kauberikan padaku.

***

Ada forward2an dari teman beberapa hari lalu…

10 Tip Pernikahan Bahagia

  1. Jangan marah pada waktu yang sama. Kasian tetangga.
  2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali ada maling atau kebakaran.
  3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. Kan ada pepatah: “yang waras ngalah”.
  4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. Kalo perlu tegur sambil “kasih” cek atau berlian (Hmmm…mauuu dunk).
  5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. Yang perlu diingat tuh: masa2 romantis. Hmmmm…
  6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda. (Tapi jangan lupa mandi, apalagi sampe lupa kasih uang bulanan).
  7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. Kecuali kalau anda bisa menahan matahari untuk tidak terbenam.
  8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda. Kalau perlu nyanyiin walaupun fals.
  9. Bersedia mengakui kesalahan. (Yah, paling ditempeleng atau di’ngambek’in. .. He he)
  10. Dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dia-lah yang salah.(Untuk nutupin kesalahan tuh……. Ha ha ha).
Tagged with:  

2 Responses to “Ada kasih, ada pengorbanan”

  1. snow_drops says:

    Hohoho.. tips-tips nya lucu tapi bener.

    And I love the love puzzle!! Foto sendiri? Keren abis!

  2. adimulia says:

    Thank you ci!
    Bukan…itu dari google images.

Weboy