Ajarlah Kami Berdoa

On March 4, 2010, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” >> Lukas 11:1

Kita biasanya meminta tips/kiat/saran (terbaik) dari seorang pakar (yang memang ahli di bidangnya), ya kan? Misalnya saja:

  • Kepada Bill Gates (pengusaha yang sukses), kita meminta, “Ajarkan kami cara berwirausaha.”
  • Kepada Mozart (musikus legendaries, seandainya masih ada), “Ajarkan kami cara menikmati musik.”
  • Kepada Peter F. Saerang (salah satu ahli tata rambut terbaik di Indonesia), “Ajarkan kami cara memotong rambut.”
  • Kepada Janggeum (sekiranya masih hidup, Tabib Agung dinasti Chosun, Korea, perawat perempuan pertama yang melayani kaisar), “Ajarkan kami cara mendiagnosa penyakit.”

Continue reading »

Tagged with:  

Ada kasih, ada pengorbanan

On March 4, 2010, in Events, Indonesian, by adimulia

Someone said, “Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.”

Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, “Mau punya adik gak?”. Cici jawab, “Mau…mau adik cewe”. Abang jawab, “ga ah, cowo aja”. Mereka ngotot2an ala anak kecil dan kita semua pada akhirnya tau, *jreng2* lahirlah saya. Saya baru ingat lagi sama cerita itu hari ini, hari anniversary mama papa. Beberapa tahun terakhir, terutama setelah kita semua udah tinggal terpencar, saya merasa bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang lebih dari yang saya sebelumnya harapkan. Keluarga bukan sekedar ada karena “request minta adik” di atas.

Continue reading »

Tagged with:  

Mengalami Tuhan

On March 1, 2010, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Hidup beriman saya tuh datar-datar saja. Tidak ada yang istimewa. Sangat biasa. Oleh karena itu, saya ingin sekali mengalami mukjizat. Biar saya bisa merasakan kuasa Tuhan yang nyata, dan sungguh-sungguh mengalami kehadiran-Nya,” begitu seorang pemuda pernah berkata. Rupanya di benak pemuda itu, yang namanya “mengalami Tuhan” mesti melalui kejadian spektakuler; hal-hal di luar jangkauan akal. Bisa jadi tidak sedikit pula orang yang beranggapan seperti itu.

Padahal tidak selalu demikian. Betul, Tuhan bisa menyatakan diri melalui peristiwa yang menakjubkan. Namun, kenyataan menunjukkan, Dia lebih kerap menyatakan diri melalui peristiwa biasa, dalam kejadian sehari-hari; entah udara segar yang kita hirup, hamparan pemandangan yang indah, kicau burung yang merdu di pepohonan, atau juga tawa riang gembira anak-anak yang tengah bermain.

Continue reading »

Tagged with:  
Premium WordPress Themes