Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya.
Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat tulis. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari infrastruktur, teknologi, akses kesehatan, pendidikan yang ada. Dia cerita bagaimana mereka menikmati perubahan yang ada. Anak-anaknya sekolah di rumah (home-schooled). Perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu 10 menit, melewati daerah-daerah super miskin. Atau cerita lucu bagaimana di atap rumahnya ada banyak monyet yang suka nyuri makanan.
Saya jadi berpikir, betapa saya kita di North America ini sangat mudah mengeluh, padahal kondisi secara kasat mata jauh lebih baik dibanding Afrika. Sedikit-sedikit mengeluh, entah mengeluh karena cuaca, karena pekerjaan, karena tugas menumpuk, dan seringkali hal-hal kecil juga bisa bikin kita mengeluh. Juga ternyata, mengeluh itu menular, tinggal di lingkungan yang sering mengeluh itu bikin kita sulit bersyukur.
Cerita lain masih dari Afrika juga. Baru tadi pagi baca di CNN, menurut survey dan studi yang ada, orang Afrika ternyata sangat religius. Hmmm…mungkin ini akibat situasi yang susah disana. Di sisi lain, ada banyak orang Kristen di North America yang masi percaya sama astrologi. Hmmm…orang Afrika sungguh-sungguh ikut Tuhan, orang North America malah semakin menurun.
***
Cerita kedua dari Indonesia. Dua minggu lalu saya dibikin miris setelah baca berita di Detik.com dan nonton video bocah 4 thn yang gemar dan bangga merokok & ngomong kotor. Yang bikin miris, orang di sekitar bocah tsb yang malah mendukung kelakuan seperti itu.
Minggu ini cerita tentang penertiban lahan di Tanjung Priok yang makan korban jiwa. Entah siapa yang salah, tapi kekerasan terjadi. Di Indo segitu gampangnya menghilangkan nyawa orang. Yang bikin lebih parah, setelah kerusuhan yang ada, orang-orang menjarah kantor Pelindo di dekat situ, truk-truk polisi yang udah dibakar dipreteli onderdilnya. Bejat. Mungkin hal-hal seperti ini yang bikin saya sulit untuk membayangkan diri saya tinggal di Indonesia.
Belum lagi cerita makelar kasus, pemerasan, korupsi, penyuapan sana sini yang bikin muak. Emang rasanya terlalu absurd jika saya bilang hal itu hanya terjadi di Indonesia. Di North America pun hal seperti ini ada, tetapi mungkin dalam bentuk yang berbeda.
***
Hidup cukup keras di belahan dunia yang lain. Setiap orang punya pergumulan masing-masing, dan gak ada yang salah dengan itu. Namun sebelum kita mulai mengeluh, mungkin ada baiknya kita melihat dulu kesulitan orang lain di belahan dunia lain.
