Kemarin sempat ngobrol tentang ini sama Loren. Kita selalu dihadapkan pada pilihan. Mau makan siang ada pilihan, mau malas-malasan itu pilihan, mau kecewa sama orang pun itu pilihan, bahkan Tuhan mau menyayangi kita pun itu pilihanNya secara kita gak layak. Aspek memilih jadi menarik ketika kita mengikutsertakan Tuhan ketika memilih.

Nah, ini bagian menariknya. Kadang orang sering banget bilang, “Tuhan bilang sama saya kalau saya harus milih A”. Apakah iya? Hmmmm…kalau gak hati-hati, kita cenderung jadi orang yang suka merohanikan segala hal. Saya percaya Tuhan berbicara pada kita melalui Alkitab, atau mengajarkan kepada kita melalui pengalaman di masa lalu.

Lima tahun lalu, wrist band karet yang tulisannya WWJD cukup populer. Jadi sekiranya ketika kita membuat keputusan, kita jadi ingat, What would Jesus do. Kurang lebih approach seperti ini yang saya coba belajar sekarang. Doakan dan lakukan saja, jangan sampai jadi merohanikan semua pilihan.

Tagged with:  

2 Responses to “Pilihan Tuhan atau pilihan kita”

  1. binn says:

    Yoi abis. Yg kemarin kita bahas yg Lot knp pilih lembah Yordan yg keliatannya indah dan makmur. Tetap minta Tuhan yang memilih… =) (well, malas2an, makan apa >> tricky yaaaaaaa… hoo!)

    Saya akan merampungkan buku nya. Ntar bagi2 lagi ke kamu. Basically, hampir sama ama yg kapan hari ko Abadi bicarain di kp. Hmmm..

  2. adimulia says:

    ^ ditunggu ceritanya klo dah beres baca bukunya, non =)

WordPress Blog