Jun 28

Saya masuk angin. Lalu saya segera minum obat. Dua jam kemudian saya sembuh. Saya melanjutkan aktifitas seperti biasa.

Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Tetapi uda 6 jam gak ada tanda membaik. Lalu saya berdoa. Setelah itu saya sembuh. Saya bersyukur karena Tuhan sembuhkan saya. 

Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Saya berdoa. Tiga hari kemudian belum sembuh juga. Pacar saya mengantar saya ke dokter. Lalu saya sembuh. Saya bersyukur atas pacar yang pengertian dan juga Tuhan yang menyembuhkan saya. 

Saya masuk angin. Uda tiga hari belum membaik. Setiap hari berdoa. Pacar mengantar ke dokter. Rupanya harus dirawat inap selama satu minggu. Orang tua saya menelpon, mendoakan. Teman-teman mulai membesuk di rumah sakit. Akhirnya saya sembuh. Saya bersyukur atas pacar yang pengertian, orang tua yang masi pedulikan saya, teman masih ingat sama saya, dokter yang memberi obat, dan juga tentunya pada Tuhan yang menyembuhkan saya.

Kalau Tuhan mau, dalam hitungan detik pun Dia bisa sembuhkan saya, kalau ujungnya saya akan sembuh juga, kenapa gak langsung aja disembuhkan? Hmmm…Tuhan selalu punya rencana yang lebih indah melampaui pikiran saya. Ketika saya bangun dari tidur dengan tubuh yang sehat, saya jadi lebih sadar betapa itu adalah sebuah anugerah. Ketika saya masih dikelilingi orang tua, pacar dan teman-teman yang masih peduli, itu moment yang indah.

***

Tuhan kita bukan Tuhan yang “gampangan”, Dia juga bukan Tuhan yang serba “instant”. Kalau dari awal Tuhan mau kita ada bersamaNya di surga, hal itu sangat mungkin Tuhan lakukan. Tetapi kita tidak akan pernah tau seberapa besarNya kasih Allah, sampai Dia harus menunjukkan kasihNya di kayu salib.

Mungkin Abraham tidak akan mendapat julukan bapa orang beriman kalau Tuhan langsung memberi Ishak tanpa Abraham harus menunggu seratus tahun. Mungkin bangsa Israel sudah mati kelaparan kalau Yusuf tidak dijual saudaranya, difitnah, dipenjara, lalu sampai bisa jadi penguasa Mesir. Dan ada banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang lain di Alkitab.

Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melewati setiap proses hidup yang ada. Proses sekolah, proses mencari kerja, proses pacaran, proses mendidik anak, proses melayani Tuhan, dll. Di setiap proses itu hendaklah kita terus bergantung pada Tuhan dan berikan yang terbaik. Mungkin Tuhan sedang mengajak kita untuk menikmati hidup ini melaui berbagai macam proses, bertemu bermacam-macam orang, menghadapi bermacam-macam masalah, kita diajak melihat hal-hal yang tidak akan kita bisa lihat kalau kita jadi anak “gampangan”.

Leave a Reply

preload preload preload