Eat Pray Love

On August 25, 2010, in Indonesian, Movies, by adimulia

Spoiler alert buat yang belum nonton film Eat, Pray, Love. Kemarin saya dan pacar nonton filmnya Julia Roberts: Eat, Pray, Love.

Filmnya bagus, cukup menghibur (terutama bagian yang di Bali), dan sukses mempromosikan nilai-nilai self-help. Tema “follow your heart” cukup ditekankan di film ini. Untuk sinopsis filmnya seperti apa, mungkin bisa dibaca di wikipedia saja ya. Selama menonton film ini, ada beberapa hal yang saya sempat terpikir:

  • Ada adegan awal di mana Julia Robertsnya malam-malam berdoa sambil nangis, minta tolong pada Tuhan yang dia tidak pernah kenal sebelumnya. Dia dengan risau bertanya “Siapakah aku?”….suatu tahap yang setiap manusia lalui: mencari identitas. Dan biasanya…manusia sampai di suatu titik dimana dia menyadari keterbatasan dirinya sebagai manusia.
  • Pernikahan digambarkan sebagai sesuatu alat untuk mencapai kebahagian. Kalau tidak bahagia, ya tidak perlu dilanjutkan. Kira-kira, karena pemikiran seperti ini juga kali ya kenapa orang makin gampang kawin-cerai. Saya pribadi melihat pernikahan sebagai suatu covenant, sesuatu yang unconditional, sama seperti Tuhan membuat covenant dengan Israel.
  • Di film ini digambarkan kalau jaman sekarang sepertinya wajar sekali untuk menjalin hubungan tanpa status. Wedew…
  • Cukup miris rasanya melihat orang bisa begitu devoted menyembah foto seseorang yang dijadikan sebagai “guru”. Bertemu dengan guru itu aja belum pernah, sudah menyembah segitunya. Insecurity manusia: Tuhan dibikin ada, supaya manusia bisa merasa aman. Fokusnya: manusia…bukan Tuhannya.
  • Pas di Bali, yang ditekankan life balance. Pagi2 disuru meditasi dengan cara apapun, siang2 disuru enjoy life, malam-malam beda lagi. Bisa ya hidup dikotak2in seperti itu…hmmm.

Yang saya belajar inti dari film ini: manusia dijadikan pusat segalanya. Yang penting manusianya merasa enak, bahkan kalau perlu ciptakanlah Tuhan. Ada-ada saja…masa manusia yang ciptakan Tuhan. Tapi sekarang gaya hidup seperti ini semakin ngetrend?

Tagged with:  

Comments are closed.

Free WordPress Themes