Dua tahun lalu, saya mengambil kelas “Effective Business Communication”. Kelasnya required buat kelulusan, makanya saya ambil. Ternyata kelas ini bisa jadi salah satu kelas yang paling saya suka selama kuliah. Jauh dari judulnya yang terdengar formal, di kelas itu kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain.
Buku text yang dipakai pun sangat bagus, buku-nya Dale Carnegie: “How to win friends and influence people“. Jadi dari buku itu ada banyak prinsipnya. Yang lebih menarik lagi, setiap minggu saya harus mengapplikasikan prinsip itu satu per satu, dan menulis jurnal.
Continue reading »
The more we understand, the better the chances for us to make a right decision
Pakailah waktu anugrah Tuhanmu
Hidupmu singkat bagaikan kembang
Mana benda yang kekal dihidupmu?
Hanyalah kasih tak akan lekang
Tiada yang baka didalam dunia
S’gala yang indahpun akan lenyap
Namun kasihMu demi Tuhan Yesus
Sungguh bernilai dan tinggal tetap
Jangan menyia-nyiakan waktumu
Hibur dan tolonglah yang berkeluh
Biarlah lampumu t’rus bercahaya
Muliakanlah Tuhan dihidupmu
Terkadang, saya bertanya-tanya pada diri sendiri: Tuhan akan bentuk saya jadi orang seperti apa ya? Ini pertanyaan random yang rasanya saya tidak akan pernah bisa menjawab secara detail. Pas kecil, ngga punya cita-cita khusus. Pelajaran di sekolah selalu pas-pasan (namun anehnya selalu masuk ranking 10 besar). Pas sma ngga suka ngapalin, jadi memutuskan ngambil IPA. Ketika memilih jurusan, cukup bingung, akhirnya (lagi-lagi karena males ngapalin), memutuskan untuk masuk jurusan teknik. Entah teknik apapun ngga masalah, diterima di teknik industri, menclok ke teknik perminyakan, sampai akhirnya sekarang beres kuliah information technology. Saya suka belajar ini itu. Sampai kadang saya sendiri berpikir, saya terlalu easy-going sama interest saya.
Fiuhh, sekarang ngga kerasa udah empat tahun kerja di bidang IT. Lagi-lagi karena interest dan kesempatan yang ada, belum ada posisi yang specific yang saya dalami. Lazimnya, orang kerja di IT mulai di bidang quality analysis (QA), lalu dari situ barulah loncat ke developer, atau ke dunia analyst. Sedangkan saya, kerjaan pertama jadi systems analyst, dari situ malah loncat ke developer, dan sekarang di dunia support engineer. Pengalaman gado-gado ini ada bagusnya, ada jeleknya. Bagusnya, segala bisa. Jeleknya, semua skill gak sampai dalam-dalam banget.
Continue reading »
