<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung batu &#187; Events</title>
	<atom:link href="http://gunung-batu.com/category/events/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gunung-batu.com</link>
	<description>tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 07:54:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Reformasi itu mahal</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 05:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1832</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2004 setelah Micheil Saakashvili menjadi presiden Georgia, dia mereformasi lembaga penegak hukum. Kepala dari semua lembaga penegak hukum dipecat. Polisi lalu lintas menjadi salah satu tujuan utama dari reformasi. Presiden baru memberi ultimatum &#8211; jika setelah dua hari suap tidak berhenti &#8211; semua petugas polisi akan dipecat juga. Dan gimana hasilnya? Setiap polisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/02/georgianpolice-63.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1833" title="georgianpolice-63" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/02/georgianpolice-63-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Pada tahun 2004 setelah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikhail_Saakashvili" target="_blank">Micheil Saakashvili</a> menjadi presiden Georgia, dia mereformasi lembaga penegak hukum. Kepala dari semua lembaga penegak hukum dipecat. Polisi lalu lintas menjadi salah satu tujuan utama dari reformasi. Presiden baru memberi ultimatum &#8211; jika setelah dua hari suap tidak berhenti &#8211; semua petugas polisi akan dipecat juga. Dan gimana hasilnya?</p>
<p>Setiap polisi yang terlihat untuk mengambil suap 50 dolar dikirim ke penjara selama 10 tahun. Untuk hari pertama undang-undang baru tentang 15,000 polisi kehilangan pekerjaan mereka. Setelah beberapa minggu berikutnya &#8211; 15,000 lagi. Sekitar 3 bulan Georgia hidup tanpa polisi lalu lintas. Sekarang, 85% dari semua polisi di Georgia adalah polisi muda yang baru dilatih. Korupsi berhasil diberantas, walaupun dengan harga yang mahal.</p>
<p>Jadi ingat Indonesia, kalau reformasi di atas diterapkan, bisa-bisa Indonesia hanya tinggal rakyatnya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiadaban masih terjadi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 20:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1825</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang Kristen atas setiap bencana yang ada (banjir, kekeringan, kelaparan, wabah, gempa bumi, dll), semuanya adalah salah orang Kristen yang telah menghina pada dewa (baca: berhala) mereka.</p>
<p>Mungkin dalam bayangan kita sekarang, &#8220;Ah, dibunuh itu paling seperti adegan di film-film perang jaman dulu, dibunuh pake pedang&#8221;. Padahal sebenarnya jauh lebih keji. Tercatat di buku sejarah, orang-orang Kristen itu dibakar, dijadikan obor hidup buat jadi penerangan, dijadikan santapan binatang buas di sirkus. Hal ini berlangsung tiga tahun, sampai tahun 67. Cerita ini adalah catatan kelam dalam perjalan orang Kristen.</p>
<p>Yang mengagetkan, hal serupa terjadi di Indonesia belakangan ini. Barusan saya melihat video <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6956899">insiden Cikeusik</a> (catatan: jangan lihat videonya kalo ngga tahan liat kekerasan/darah/mayat). Orang-orang Ahmadiyah dipukulin seperti binatang, orang tak bernyawa pun masih dipukulin. Biadab dan terkutuk! Bagaimana mungkin bisa terjadi, bahkan di video itu ada polisi. Menyedihkan. Tak hanya aparat, tapi rakyat pun mengebiri hak kebebasana beragama. Ahmadiyah dibunuhin, gereja dibakar. Kerusuhan antar umat beragama gak pernah beres di Indonesia. Kayanya kok seperti bom waktu yang tunggu meledak. Dan pada akhirnya bisa ditebak, kaum minoritas yang selalu jadi korban.</p>
<p>Oh Indonesiaku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Just the way he is: God&#8217;s good design in a father</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 20:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1538</guid>
		<description><![CDATA[Hari ayah yang cukup unik. Tadi di gereja, ada lagu yang sudah lama saya tidak dengar. Lagu ini ada di NKB (Nyanyikanlah Kidung Baru) yaitu buku hymnalnya yang biasa dipakai di GKI. Lalu saya kirim sms ke papa yang kira2 isinya bilang happy father&#8217;s day, sama minta papa mama nyanyi lagu Janji Yang Manis pas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ayah yang cukup unik. Tadi di gereja, ada lagu yang sudah lama saya tidak dengar. Lagu ini ada di NKB (Nyanyikanlah Kidung Baru) yaitu buku hymnalnya yang biasa dipakai di GKI. Lalu saya kirim sms ke papa yang kira2 isinya bilang happy father&#8217;s day, sama minta papa mama nyanyi lagu Janji Yang Manis pas mereka baca Alkitab bersama pagi-pagi.</p>
<p>Dan papa langsung membalas dengan bahasa Inggris seadanya juga, &#8220;Yesterday night we song janji yg manis and mukjizat itu nyata after we read the bible. Thank u for happy fathers day&#8221;. Wah, bisa klop gini? Ternyata mereka uda nyanyi lagu itu kemarinnya. Padahal jarang-jarang nyanyi lagu itu =)<span id="more-1538"></span></p>
<p>Janji yang manis: &#8220;Kau tak Kulupakan&#8221;,<br />
tak terombang-ambing lagi jiwaku;<br />
Walau lembah hidupku penuh awan,<br />
nanti &#8216;kan cerahlah langit diatasku.</p>
<p>Refrein: &#8220;Kau tidak &#8216;kan Aku lupakan,<br />
Aku memimpinmu, Aku membimbingmu;<br />
Kau tidak &#8216;kan Aku lupakan,<br />
Aku penolongmu, yakinlah teguh&#8221;.</p>
<p>Yakin &#8216;kan janji: &#8220;Kau tak Kulupakan&#8221;,<br />
dengan sukacita aku jalan t&#8217;rus;<br />
Dunia dan kawan tiada kuharapkan,<br />
satu yang setia: Yesus, Penebus.</p>
<p>Dan bila pintu sorga dibukakan,<br />
selesailah sudah susah dan lelah;<br />
&#8216;Kan kudengarlah suara mengatakan:<br />
&#8220;Hamba yang setiawan, mari masuklah&#8221;.</p>
<p>Syair dan lagu: I Will Not Forget, Charles H. Gabriel (1856-1932),<br />
terj. EL Pohan (1917-1993)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Publik</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/etika-publik/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/etika-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 01:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1522</guid>
		<description><![CDATA[Kekuasaan Dalam kesempatan beberapa minggu di Indonesia, ada beberapa peristiwa menarik di panggung politik Indonesia. Menurut hemat saya, kebanyakan dari peristiwa itu sambung menyambung. Dengan analisa awam misalnya, Sri Mulyani (SMI) ingin mereformasi birokrasi salah satunya penegakan pajak. (Yang diduga) pengemplang pajak terbesar di Indonesia, yaitu AB terusik kepentingannya oleh SMI. Dari sinilah &#8220;permainan&#8221; kekuasaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekuasaan</p>
<p>Dalam kesempatan beberapa minggu di Indonesia, ada beberapa peristiwa menarik di panggung politik Indonesia. Menurut hemat saya, kebanyakan dari peristiwa itu sambung menyambung. Dengan analisa awam misalnya, Sri Mulyani (SMI) ingin mereformasi birokrasi salah satunya penegakan pajak. (Yang diduga) pengemplang pajak terbesar di Indonesia, yaitu AB terusik kepentingannya oleh SMI. Dari sinilah &#8220;permainan&#8221; kekuasaan yang cukup nasty dimulai.</p>
<p>Oh well&#8230;berikut kuliah umum yang dibawakan SMI sebelum beliau berangkat menjadi ke Washington buat kerja di World Bank. Pidatonya cukup panjang, tapi bagus untuk dibaca dan membuat kita sadar betapa ketamakan, kekuasaan, dan kebobrokan moral adalah hal yang jamak hari gini.<span id="more-1522"></span></p>
<p>***</p>
<p>Saya rasanya lebih berat berdiri disini daripada waktu dipanggil pansus<br />
Century. Dan saya bisa merasakan itu karena sometimes dari moral dan<br />
etikanya jelas berbeda. Dan itu yang membuat saya jarang sekali merasa grogi<br />
sekarang menjadi grogi. Saya diajari pak Marsilam untuk memanggil orang<br />
tanpa mas atau bapak, karena diangap itu adalah ekspresi egalitarian. Saya<br />
susah manggil &#8216;Marsilam&#8217;, selalu pakai &#8216;pak&#8217;, dan dia marah. Tapi untuk<br />
Rocky saya malam ini saya panggil Rocky (Rocky Gerung dari P2D) yang baik.<br />
Terimakasih atas&#8230;&#8230; (tepuk tangan)</p>
<p>Tapi saya jelas nggak berani manggil Rahmat Toleng dengan Rahmat Tolengtor,<br />
kasus. Terimakasih atas introduksi yang sangat generous. Saya sebetulnya<br />
agak keberatan diundang malam hari ini untuk dua hal. Pertama karena<br />
judulnya adalah memberi kuliah. Dan biasanya kalau memberi kuliah saya<br />
harus, paling tidak membaca textbook yang harus saya baca dulu dan kemudian<br />
berpikir keras bagaimana menjelaskan.</p>
<p>Dan malam ini tidak ada kuliah di gedung atau di hotel yang begitu bagus tu<br />
biasanya kuliah kelas internasional atau spesial biasanya. Hanya untuk<br />
eksekutif yang bayar SPP nya mahal. Dan pasti neolib itu (disambut tertawa).<br />
Oleh karena itu saya revisi mungkin namanya lebih adalah ekspresi saya untuk<br />
berbicara tentang kebijakan publik dan etika publik.</p>
<p>Yang kedua, meskipun tadi mas Rocky menyampaikan, eh salah lagi. Kalau tadi<br />
disebutkan mengenai ada dua laki-laki, hati kecil saya tetap saya akan<br />
mengatakan sampai hari ini saya adalah pembantu laki-laki itu (tepuk<br />
tangan). Dan malam ini saya akan sekaligus menceritakan tentang konsep etika<br />
yang saya pahami pada saat saya masih pembantu, secara etika saya tidak<br />
boleh untuk mengatakan hal yang buruk kepada siapapun yang saya bantu. Jadi<br />
saya mohon maaf kalau agak berbeda dan aspirasinya tidak sesuai dengan<br />
amanat pada hari ini.</p>
<p>Tapi saya diminta untuk bicara tentang kebijakan publik dan etika publik.<br />
Dan itu adalah suatu topik yang barangkali merupakan suatu pergulatan harian<br />
saya, semenjak hari pertama saya bersedia untuk menerima jabatan sebagai<br />
menteri di kabinet di Republik Indonesia itu.</p>
<p>Suatu penerimaan jabatan yang saya lakukan dengan penuh kesadaran, dengan<br />
segala upaya saya untuk memahami apa itu konsep jabatan publik. Pejabat<br />
negara yang pada dalam dirinya, setiap hari adalah melakukan tindakan,<br />
membuat pernyataan, membuat keputusan, yang semuanya adalah dimensinya untuk<br />
kepentingan publik.</p>
<p>Disitu letak pertama dan sangat sulit bagi orang seperti saya karena saya<br />
tidak belajar, seperti anda semua, termasuk siapa tadi yang menjadi MC,<br />
tentang filosofi. Namun saya dididik oleh keluarga untuk memahami etika di<br />
dalam pemahaman seperti yang saya ketahui. Bahwa sebagai pejabat publik,<br />
hari pertama saya harus mampu untuk membuat garis antara apa yang disebut<br />
sebagai kepentingan publik dengan kepentingan pribadi saya dan keluarga,<br />
atau kelompok.</p>
<p>Dan sebetulnya tidak harus menjadi muridnya Rocky Gerung di filsafat UI<br />
untuk pintar mengenai itu. Karena kita belajar selama 30 tahun dibawah rezim<br />
presiden Soeharto. Dimana begitu acak hubungan, dan acak-acakan hubungan<br />
antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi. Dan itu merupakan modal<br />
awal saya untuk memahami konsekuensi menjadi pejabat publik yang setiap hari<br />
harus membuat kebijakan publik dengan domain saya sebagai makhluk, yang juga<br />
punya privacy atau kepentingan pribadi.</p>
<p>Di dalam ranah itulah kemudian dari hari pertama dan sampai lebih dari 5<br />
tahun saya bekerja untuk pemerintahan ini. Topik mengenai apa itu kebijakan<br />
publik dan bagaimana kita harus, dari mulai berpikir, merasakan, bersikap,<br />
dan membuat keputusan menjadi sangat penting. Tentu saya tidak perlu harus<br />
mengulangi, karena itu menyangkut, yang disebut, tujuan konstitusi, yaitu<br />
kepentingan masyarakat banyak. Yaitu mencapai kesejahteraan rakyat yang adil<br />
dan makmur.</p>
<p>Jadi kebijakan pubik dibuat tujuannya adalah untuk melayani masyarakat,<br />
Kebijakan publik dibuat melalui dan oleh kekuasaan. Karena dia dibuat oleh<br />
institusi publik yang eksis karena dia merupakan produk dari suatu proses<br />
politik dan dia memiliki kekuasaan untuk mengeluarkannya. Disitulah letak<br />
bersinggungan, apa yang disebut sebagai ingridient utama dari kebijakan<br />
publik, yaitu unsur kekuasaan. Dan kekuasaan itu sangat mudah<br />
menggelincirkan kita.</p>
<p>Kekuasaan selalu cenderung untuk corrupt. Tanpa adanya pengendalian dan<br />
sistim pengawasan, saya yakin kekuasaan itu pasti corrupt. Itu sudah dikenal<br />
oleh kita semua. Namun pada saat anda berdiri sebagai pejabat publik,<br />
memiliki kekuasan dan kekuasan itu sudah dipastikan akan membuat kita<br />
corrupt, maka pertanyaan &#8216;kalau saya mau menjadi pejabat publik dan tidak<br />
ingin corrupt, apa yang harus saya lakukan?&#8217;</p>
<p>Oleh karena itu, di dalam proses-proses yang dilalui atau saya lalui, jadi<br />
ini lebih saya cerita daripada kuliah. Dari hari pertama, karena begitu<br />
khawatirnya, tapi juga pada saat yang sama punya perasaan anxiety untuk<br />
menjalankan kekuasaan, namun saya tidak ingin tergelincir kepada korupsi,<br />
maka pada hari pertama anda masuk kantor, anda bertanya dulu kepada sistem<br />
pengawas internal anda dan staff anda. Apalagi waktu itu jabatan dari<br />
Bappenas menjadi Menteri Keuangan. Dan saya sadar sesadar sadarnya bahwa<br />
kewenangan dan kekuasaan Kementrian Keuangan atau Menteri Keuangan sungguh<br />
sangat besar. Bahkan pada saat saya tidak berpikir corrupt pun orang sudah<br />
berpikir ngeres mengenai hal itu.</p>
<p>Bayangkan, seseorang harus mengelola suatu resources yang omsetnya tiap<br />
tahun sekitar, mulai dari saya mulai dari 400 triliun sampai sekarang diatas<br />
1000 triliun, itu omset. Total asetnya mendekati 3000 triliun lebih.(batuk2)<br />
Saya lihat (ehem!) banyak sekali (ehem lagi) kalau bicara uang terus<br />
langsung&#8230;. (ada air putih langsung datang diiringi ketawa hadirin).<br />
Saya sudah melihat banyak sekali apa yang disebut tata kelola atau<br />
governance. pada saat seseorang memegang suatu kewenangan dimana melibatkan<br />
uang yang begitu banyak. Tidak mudah mencari orang yang tidak tergiur,<br />
apalagi terpeleset, sehingga tergoda bahwa apa yang dia kelola menjadi<br />
seoalh-olah menjadi barang atau aset miliknya sendiri.</p>
<p>Dan disitulah hal-hal yang sangat nyata mengenai bagaimana kita harus<br />
membuat garis pembatas yang sangat disiplin. Disiplin pada diri kita sendiri<br />
dan dalam, bahkan, pikiran kita dan perasaan kita untuk menjalankan tugas<br />
itu secara dingin, rasional, dengan penuh perhitungan dan tidak membolehkan<br />
perasaan ataupun godaan apapun untuk, bahkan berpikir untuk meng-abusenya.<br />
Barangkali itu istilah yang disebut teknokratis. Tapi saya sih menganggap<br />
bahwa juga orang yang katanya berasal dari akademik dan disebut tekhnokrat<br />
tapi ternyata &#8216;bau&#8217;nya tidak seperti itu. Tingkahnya apalagi lebih-lebih.<br />
Jadi saya biasanya tidak mengklasifikasikan berdasarkan label. Tapi<br />
berdasarkan genuine product nya dia hasilnya apa, tingkah laku yang<br />
esensial.</p>
<p>Nah, di dalam hari-hari dimana kita harus membicarakan kebijakan publik, dan<br />
tadi disebutkan bahwa kewenangan begitu besar, menyangkut sebuah atau nilai<br />
resources yang begitu besar. Kita mencoba untuk menegakkan rambu-rambu,<br />
internal maupun eksternal.</p>
<p>Mungkin contoh untuk internal hari pertama saya bertanya kepada Inspektorat<br />
Jenderal saya. &#8220;Tolong beri saya list apa yang boleh dan tidak boleh dari<br />
seorang menteri.&#8221; Biasanya mereka bingung, tidak perndah ada menteri yang<br />
tanya begitu ke saya bu. Saya menetri boleh semuanya termasuk mecat saya.<br />
Kalau seorang menteri kemudian menanyakan apa yang boleh dan nggak boleh,<br />
buat mereka menjadi suatu pertanyaan yang sangat janggal. Untuk kultur<br />
birokrat, itu sangat sulit dipahami. Di dalam konteks yang lebih besar dan<br />
alasan yang lebih besar adalah dengan rambu-rambu. Kita membuat standart<br />
operating procedure, tata cara, tata kelola untuk membuat bagaimana<br />
kebijakan dibuat. Bahkan menciptakan sistem check and balance.<br />
Karena kebijakan publik dengan menggunakan elemen kekuasaan, dia sangat<br />
mudah untuk memunculkan konflik kepentingan. Saya bisa cerita berhari-hari<br />
kepada anda. Banyak contoh dimana produk-produk kebijakan sangat<br />
memungkinkan seorang, pada jabatan Menteri Keuangan, mudah tergoda. Dari<br />
korupsi kecil hingga korupsi yang besar. Dari korupsi yang sifatnya hilir<br />
dan ritel sampai korupsi yang sifatnya upstream dan hulu.<br />
Dan bahkan dengan kewenangan dan kemampuannya dia pun bisa menyembunyikan<br />
itu. Karena dengan kewenangan yang besar, dia juga sebetulnya bisa membeli<br />
sistem. Dia bisa menciptakan network. Dia bisa menciptakan pengaruh. Dan<br />
pengaruh itu bisa menguntungkan bagi dirinya sendiri atau kelompoknya.<br />
Godaan itulah yang sebetulnya kita selalu ingin bendung. Karena begitu anda<br />
tergelincir pada satu hal, maka tidak akan pernah berhenti.<br />
Namun, meskipun kita mencoba untuk menegakkan aturan, membuat rambu-rambu,<br />
dengan menegakkan pengawasan internal dan eksternal, sering bahwa pengawasan<br />
itu pun masih bisa dilewati. Disinilah kemudian muncul, apa yang disebut<br />
unsur etika. Karena etika menempel dalam diri kita sendiri. Di dalam cara<br />
kita melihat apakah sesuatu itu pantas atau tidak pantas, apakah sesuatu itu<br />
menghianati atau tidak menghianati kepentingan publik yang harus kita<br />
layani. Apakah kita punya keyakinan bahwa kita tidak sedang menghianati<br />
kebenaran. Etika itu ada di dalam diri kita.</p>
<p>Dan kemudian kalau kita bicara tentang total, atau di dalam bahasa ekonomi<br />
yang keren namanya agregat, setiap kepala kita dijumlahkan menjadi etika<br />
yang jumlahnya agregat atau publik, pertanyaannya adalah apakah di dalam<br />
domain publik ini setiap etika pribadi kita bisa dijumlahkan dan<br />
menghasilkan barang publik yang kita inginkan, yaitu suatu rambu-rambu norma<br />
yang mengatur dan memberikan guidance kepada kita.</p>
<p>Saya termasuk yang sungguh sangat merasakan penderitaan selama menjadi<br />
menteri. Karena itu tidak terjadi. Waktu saya menjadi menteri, sering saya<br />
harus berdiri atau duduk berjam-jam di DPR. Disitu anggota DPR bertanya<br />
banyak hal. Kadang-kadang bernada pura-pura sungguh-sungguh. Merek<br />
emngkritik begitu keras. Tapi kemudian mereka dengan tenangnya mengatakan<br />
&#8216;Ini adalah panggung politik bu.&#8217;</p>
<p>Waktu saya dulu masuk menteri keuangan pertama saya masih punya dua Dirjen<br />
yang sangat terkenal, Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai saya. Mereka sangat<br />
powerfull. Karena pengaruhnya, dan respectability karena saya tidak tahu<br />
karena kepada angota dewan sangat luar biasa. Dan waktu saya ditanya,<br />
mulainya dari&#8230;? Segala macem. Setiap keputusan, statemen saya dan yang<br />
lain-lain selalu ditanya dengan sangat keras. Saya tadinya cukup naif<br />
mengatakan, &#8220;Oh ini ongkos demokrasi yang harus dibayar.&#8221; Dan saya legowo<br />
saja dengan tenang menulis pertanyaan-pertanya an mereka.<br />
Waktu sudah ditulis mereka keluar ruangan, nggak pernah peduli mau dijawab<br />
atau tidak. Kemudian saya dinasehati oleh Dirjen saya itu, &#8220;Ibu tidak usah<br />
dimasukkan ke hati bu. Hal seperti itu hanya satu episod drama saja. &#8221; Tapi<br />
kemudian itu menimbulkan satu pergolakan batin orang seperti saya. Karena<br />
saya kemudian bertanya. Tadi dikaitkan dengan etika publik, kalau orang bisa<br />
secara terus menerus berpura-pura, dan media memuat, dan tidak ada satu<br />
kelompokpun mengatakan bahwa itu kepura-puraan maka kita bertanya, apalagi?<br />
siapa lagi yang akan menjadi guidance? yang mengingatkan kita dengan, apa<br />
yang disebut, norma kepantasan. Dan itu sungguh berat. Karena saya terus<br />
mengatakan kalau saya menjadi pejabat publik, ongkos untuk menjadi pejabat<br />
publik, pertama, kalau saya tidak corrupt, jelas saya legowo nggak ada<br />
masalah. Tapi yang kedua saya menjadi khawatir saya akan split personality.<br />
Waktu di dewan saya menjadi personality yang lain, nanti di kantor saya akan<br />
menjadi lain lagi, waktu di rumah saya lain lagi. Untung suami dan anak-anak<br />
saya tidak pernah bingung yang mana saya waktu itu. Dan itu sesuatu yang<br />
sangat sulit untuk seorang seperti saya untuk harus berubah-ubah. Kalau pagi<br />
lain nilainya dengan sore, dan sore lain dengan malam. Malam lain lagi<br />
dengan tengah malam. Kan itu sesuatu yang sangat sulit untuk diterima. Itu<br />
ongkos yang paling mahal bagi seorang pejabat publik yang harus menjalankan<br />
dan ingin menjalankan secara konsisten.</p>
<p>Nah, oleh karena itu, didalam konteks inilah kita kan bicara mengenai<br />
kebijakan publik, etika publik yang seharusnya menjadi landasan, arahan bagi<br />
bagaimana kita memproduksi suatu tindakan, keputusan, yang itu adalah untuk<br />
urusan rakyat. Yaitu kesejahteraan rakyat, mengurangi penderitaan mereka,<br />
menaikkan suasana atau situasi yang baik di masyarakat, namun di sisi lain<br />
kita harus berhadapan dengan konteks kekuasaan dan struktur politik. Dimana<br />
buat mereka norma dan etika itu nampaknya bisa tidak hanya double standrart,<br />
triple standart.</p>
<p>Dan bahkan kalau kita bicara tentang istilah dan konsep mengenai konflik<br />
kepentingan, saya betul-betul terpana. Waktu saya menjadi executive director<br />
di IMF, pertama kali saya mengenal apa yang disebut birokrat dari negara<br />
maju. HAri pertama saya diminta untuk melihat dan tandatangan mengenai etika<br />
sebagai seorang executive director, do dan don&#8217;ts. Disitu juga disebutkan<br />
mengenai konsep konflik kepentingan. Bagaimana suatu institusi yang<br />
memprodusir suatu policy publik, untuk level internasional, mengharuskan<br />
setiap elemen, orang yang terlibat di dalam proses politik atau proses<br />
kebijakan itu harus menanggalkan konflik kepentingannya. Dan kalau kita ragu<br />
kita boleh tanya, apakah kalau saya melakukan ini atau menjabat yang ini<br />
apakah masuk dalam domain konflik kepentingan. Dan mereka memberikan counsel<br />
untuk kita untuk bisa membuat keputusan yang baik.</p>
<p>Sehingga bekerja di institusi seperti itu menurut saya mudah. Dan kalau<br />
sampai anda tergelincir ya kebangetan aja anda. Namun waktu kembali ke<br />
Indonesia dan saya dengan pemahaman pengenai konsep konflik kepentingan,<br />
saya sering menghadiri suatu rapat membuat suatu kebijakan, dimana kebijakan<br />
itu akan berimplikasi kepada anggaran, entah belanja, entah insentif, dan<br />
pihak yang ikut duduk dalam proses kebijakan itu adalah pihak yang akan<br />
mendapatkan keuntungan itu. Dan tidak ada rasa risih. Hanya untuk<br />
menunjukkan yang penting pemerintahan efektif, jalan. Kuenya dibagi ke siapa<br />
itu adalah urusan sekunder.</p>
<p>Anda bisa melihat bahwa kalau pejabat itu adalah background nya pengusaha,<br />
meskipun yang bersangkutan mengatakan telah meninggalkan seluruh bisnisnya,<br />
tapi semua orang tahu bahwa adiknya, kakaknya, anaknya, dan teteh, mamah,<br />
aa&#8217; semuanya masih run. Dan dengan tenangnya, berbagai kebijakan, bahkan<br />
yang membuat saya terpana, kalau dalam hal ini apa disebutnya? kalau dalam<br />
bahasa inggris apa disebutnya?i drop my job atau apa..bengong itu.<br />
Kita bingung bahwa ada suatu keputusan dibuat, dan saya banyak catatan<br />
pribadi saya di buku saya. Ada keputusan ini, tiba-tiba besok lagi keputusan<br />
itu ternyata yang menimport adalah perusahaannya dia.</p>
<p>Nah ini merupakan sesuatu hal yang barangkali tanpa harus mendramatisir yang<br />
dikatakan oleh Rocky tadi seolah-olah menjadi the most reason phenomena.<br />
Kita semua tahu, itulah penyakit yang terjadi di jaman orde baru. Hanya dulu<br />
dibuatnya secara tertutup, tapi sekarang dengan kecanggihan, karena<br />
kemampuan dari kekuasaan, dia mengkooptasi decision making process juga.<br />
Kelihatannya demokrasi, kelihatannya melalui proses check and balance, tapi<br />
di dalam dirinya, unsur mengenai konflik kepentingan dan tanpa etika begitu<br />
kental. Etika itu barang yang jarang disebut pak.</p>
<p>Ada suatu saat saya membuat rapat dan rapat ini jelas berhubungan dengan<br />
beberapa perusahaan. Kebetulan ada beberapa dari yang kita undang, dia<br />
adalah komisaris dari beberapa perusahaan itu. Kami biasa, dan saya<br />
mengatakan dengan tenang, bagi yang punya aviliasi dengan apa yang kita<br />
diskusikan silahkan keluar dari ruangan. Memang itu adalah tradisi yang coba<br />
kita lakukan di kementrian keuangan. Kebetulan mereka adlaah teman-teman<br />
saya. Jadi teman-teman saya itu dengan bitter mengatakan, &#8220;Mba ani jangan<br />
sadis-sadis amat lah kayak gitu. Kalaupun kita disuruh keluar juga diem-diem<br />
aja. Nggak usah caranya kayak gitu.&#8221;</p>
<p>Saya ingin menceritakan cerita seperti ini kepada anda bagaimana ternyata<br />
konsep mengenai etika dan konflik kepentingan itu, bisa dikatakan sangat<br />
langka di republik ini. Dan kalau kita berusaha untuk menjalankan dan<br />
menegakkan, kita dianggap menjadi barang yang aneh. Jadi tadi kalau MC nya<br />
menjelaskan bahwa saya ingin menjelaskan bahwa di luar gua itu ada sinar dan<br />
dunia yang begitu bagus, di dalam saya dianggap seperti orang yang cerita<br />
yang nggak nggak aja. Belum kalau di dalam konteks politik besar, kemudian,<br />
wah ini konsep barat pasti &#8216;Lihat saja Sri Mulyani, neolib.&#8217;</p>
<p>Jadi saya mungkin akan mengatakan bagaimana ke depan di dalam proses<br />
politik. Tentu adalah suatu keresahan buat kita. Karena episod yang terjadi<br />
beberapa kali adalah bahwa di dalam ruangan publik, rakyat atau masyarakat<br />
yang harusnya menjadi the ultimate shareholder dari kekuasaan. Dia memilih,<br />
kepada siapapun CEO di republik ini dan dia juga memilih dari orang-orang<br />
yang diminta untuk menjadi pengawas atau check terhadap CEO nya.<br />
Dan proses ini ternyata juga tidak murah dan mudah. Sudah banyak orang yang<br />
mengatakan untuk menjadi seorang jabatan eksekutif dari level kabupaten,<br />
kota, propinsi, membutuhkan biaya yang luar biasa, apalagi presiden<br />
pastinya. Dan biayanya sungguh sangat tidak bisa dibayangkan untuk suatu<br />
beban seseorang. Saya menteri keuangan saya biasa mengurusi ratusan triliun<br />
bahkan ribuan, tapi saya tidak kaget dengan angka. Tapi saya akan kaget<br />
kalau itu menjadi beban personal.</p>
<p>Seseorang akan menjadi kandidat mengeluarkan biaya sebesar itu. Kalkulasi<br />
mengenai return of investment saja tidak masuk. Bagaimana anda mengatakan<br />
dan waktu saya mengatakan sya lihat struktur gaji pejabat negara sungguh<br />
sangat tidak rasional. Dan kita pura-pura tidak boleh menaikkan karena kalau<br />
menaikkan kita dianggap mau mensejahterakan diri sebelum mensejahterakan<br />
rakyat. Sehingga muncullah anomali yang sangat tidak bisa dijelaskan oleh<br />
logika akal sehat, bahkan Rocky bilangnya ada akal miring. Saya mencoba<br />
sebagai pejabat negara untuk mengembalikan akal sehat dengan mengatakan<br />
strukturnya harus dibenahi lagi. Namun toh tetap tidak bisa menjelaskan<br />
suatu proses politik yang begitu sangat mahalnya.</p>
<p>Sehingga memunculkan suatu kebutuhan untuk berkolaborasi dengan sumber<br />
finansialnya. Dan disitulah kontrak terjadi. Di tingkat daerah, tidak<br />
mungkin itu dilakukan dengan membayar melalui gajinya. Bahkan melalui APBD<br />
nya pun tidak mungkin karena size dari APBN nya kadang-kadang tidak sebesar<br />
atau mungkin juga lebih sulit. Sehingga yang bisa adalah melalui policy.<br />
Policy yang bisa dijual belikan. Dan itu adalah adalah bentuk hasil dari<br />
suatu kolaborasi.</p>
<p>pertanyaan untuk kita semua, bagaimana kita menyikapi hal ini didalam<br />
konteks bahwa produk dari kebijakan publik, melalui sebuah proses politik<br />
yang begitu mahal sudah pasti akan distated dengan struktur yang membentuk<br />
awalnya. KArena kebijakan publik adalah hilirnya, hasil akhir. Hulunya yang<br />
memegang kekuasaan, lebih hulu lagi adalah prosesnya untuk mendapatkan<br />
kekuasaan itu demikian mahal.</p>
<p>Dan itu akan menjadi pertanyaan yang concern untuk sebuah sistem demokrasi.<br />
Maka pada saat kita dipilih atau diminta untuk menjadi pembantu atau<br />
menjadibagian dari pemerintah, Tentu kita tidak punya ilusi bahwa ruangan<br />
politik itu vakum atau hampa dari kepentingan. politik dimana saja pasti<br />
tentang kepentingan. Dan kepentingan itu kawin diantara beberapa kelompok<br />
untuk mendapatkan kekuasaan itu. Pasti itu perkawinannya adalah pada siapa<br />
saja yang menjadi pemenang.</p>
<p>Kalau pada hari ini tadi disebutkan ada yang menanyakan atau menyesalkan<br />
atau ada yang menangisi ada yang gelo (jawa:menyesal. red), kenapa kok Sri<br />
Mulyani memutuskan untuk mundur dari Menteri Keuangan. Tentu ini adalah<br />
suatu kalkulasi dimana saya menganggap bahwa sumbangan saya, atau apapun<br />
yang saya putuskan sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam<br />
sistem politik. Dimana perkawinan kepentingan itu begitu sangat dominan dan<br />
nyata. Banyak yang mengatakan itu adalah kartel, saya lebih suka pakai kata<br />
kawin, walaupun jenis kelaminnya sama. (ketawa dan tepuktangan)<br />
Karena politik itu lebih banyak lakinya daripada perempuan makanya saya<br />
katakan tadi. Hampir semua ketua partai politik laki kecuali satu. Dan di<br />
dalam bahwa dimana sistem politik tidak menghendaki lagi atau dalam hal ini<br />
tidak memungkinkan etika publik itu bisa dimnculkan, maka untuk orang<br />
seperti saya akan menjadi sangat tidak mungkin untuk eksis. Karena pada saat<br />
saya menerima tangungjawab untuk menjadi pejabat publik, saya sudah berjanji<br />
kepada diri saya sendiri, saya tidak ingin menjadi orang yang akan<br />
menghianati dengan berbuat corrupt. Saya tidak mengatakan itu gampang.<br />
Sangat painful. Sungguh painful sekali. Dan saya tidak mengatakan bahwa saya<br />
tidak pernah mengucurkan atau meneteskan airmata untuk menegakkan prinsip<br />
itu. Karena ironinya begitu besar. Sangat besar. Anda memegang kekuasaan<br />
begitu besar. Anda bisa, anda mampu, anda bahkan boleh, bahkan diharapkan<br />
untuk meng abuse nya oleh sekelompok yang sebetulnya menginginkan itu<br />
terjadi agar nyaman dan anda tidak mau. (tepuk tangan) Pada saat yang sama<br />
anda tidak selalu di apresiasi. P2D kan baru muncul sesudah saya mundur<br />
(ketawa, disini dia terlihat mengusapkan saputangan ke matanya).<br />
Jadi ya terlambat tidak apa-apa, terbiasa. Saya masih bisa menyelamatkan<br />
republik ini lah.</p>
<p>Jadi saya tidak tahu tadi, Rocky tidak ngasih tahu saya berapa menit atau<br />
berapa jam. Soalnya diatas jam 9 argonya lain lagi nanti. Jadi saya gimana<br />
harus menutupnya. Nanti kayaknya nyanyi aja balik terus nanti.</p>
<p>Mungkin saya akan mengatakan bahwa pada bagian akhir kuliah saya ini atau<br />
cerita saya ini saya ingin menyampaikan kepada semua kawan-kawan disini.<br />
Saya bukan dari partai politik, saya bukan politisi, tapi tidak berarti saya<br />
tidak tahu politik. Selama lebih dari 5 tahun saya tahu persis bagaimana<br />
proses politik terjadi. Kita punya perasaan yang bergumul atau bergelora<br />
atau resah. Keresahan itu memuncak pada saat kita menghadapi realita<br />
jangan-jangan banyak orang yang ingin berbuat baik merasa frustasi. Atau<br />
mungkin saya akan less dramatic. Banyak orang-orang yang harus dipaksa untuk<br />
berkompromi dan sering kita menghibur diri dengan mengatakan kompromi ini<br />
perlu untuk kepentingan yang lebih besar. Sebetulnya cerita itu bukan cerita<br />
baru, karena saya tahu betul pergumulan para teknokrat jaman Pak Harto,<br />
untuk memutuskan stay atau out adalah pada dilema, apakah dengan stay saya<br />
bisa membuat kebijakan publik yang lebih baik sehingga menyelamatkan suatu<br />
kerusakan yang lebih besar. Atau anda out dan anda disitu akan punya kans<br />
untuk berbuat atau tidak, paling tidak resiko getting associated with<br />
menjadi less. Personal gain, public loss. If you are stay, dan itu yang saya<br />
rasakan 5 tahun, you suddenly feel that everybody is your enemy.<br />
KArena no one yang sangat simpati dan tahu kita pun akan tidak terlalu happy<br />
karena kita tetap berada di dalam sistem. Yang tidak sejalan dengan ktia<br />
juga jengkel karena kita tidak bisa masuk kelompok yang bisa diajak<br />
enak-enakan. Sehingga anda di dalam di sandwich di dua hal itu. Dan itu<br />
bukan suatu pengalaman yang mudah. Sehingga kita harus berkolaborasi untuk<br />
membuat space yang lebih enak, lebih banyak sehingga kita bisa menemukan<br />
kesamaan.</p>
<p>Nah kalau kita ingin kembali kepada topiknya untuk menutup juga, saya rasa<br />
forum-forum semacam ini atau saya mengatakan kelompok seperti anda yang<br />
duduk pada malam hari ini adalah kelompok kelas menengah. YAng sangat sadar<br />
membayar pajak. Membayarnya tentu tidak sukarela, tidak seorang yang<br />
patriotik yang mengatakan dia membayar pajak sukarela. Tapi meskipun tidak<br />
sukarela, anda sadar bahwa itu adalah suatu kewajiban untuk menjaga republik<br />
ini tetap berdaulat. Dan orang seperti anda yang tau membayar pajak adalah<br />
kewajiban dan sekaligus hak untuk menagih kepada negara, mengembalikan dalam<br />
bentuk sistim politik yang kita inginkan. Maka sebetulnya di tangan<br />
orang-orang seperti anda lah republik ini harus dijaga. Sungguh berat, dan<br />
saya ditanya atau berkali-kali di banyak forum untuk ditanya, kenapa ibu<br />
pergi? Bagaimana reformasi, kan yang dikerjakan semua penting. Apakah ibu<br />
tidak melihat Indonesia sebagai tempat untuk pengabdian yang lebih penting<br />
dibandingkan bank dunia.</p>
<p>Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani. Dan<br />
saya keberatan. Dan saya ingin sampaikan di forum ini karena anda juga<br />
bertanggungjawab kalau bertama hal yang sama ke saya. Anda semua<br />
bertanggungjawab sama seperti saya. Mencintai republik ini dengan banyak<br />
sekali pengorbanan sampai saya harus menyampaikan kepada jajaran pajak,<br />
jajaran bea cukai, jajaran perbendaharaan, &#8220;Jangan pernah putus asa<br />
mencintai republik.&#8221; Saya tahu, sungguh sulit mengurusnya pada masa-masa<br />
transisi yang sangat pelik.</p>
<p>Kecintaan itu paling tidak akan terus memelihara suara hati kita. Dan bahkan<br />
menjaga etika kita di dalam betindak dan berbuat serta membuat keputusan.<br />
Dan saya ingin membagi kepada teman-teman disini, karena terlalu banyak di<br />
media seolah-olah ditunjukkan yang terjadi dari aparat di kementrian<br />
keuangan yang sudah direformasi masih terjadi kasus seperti Gayus.</p>
<p>Saya ingin memberikan testimoni bahwa banyak sekali aparat yang betul-betul<br />
genuinly adalah orang-orang yang dedicated. Mereka yang cinta republik sama<br />
seperti anda. Mereka juga kritis, mereka punya nurani, mereka punya harga<br />
diri. Dia bekerja pada masing-masing unit, mungkin mereka tidak bersuara<br />
karena mereka adalah bagian dari birokrat yang tidak boleh bersuara banyak<br />
tapi harus bekerja.</p>
<p>Sebagian kecil adalah kelompok rakus, dan dengan kekuasaan sangat senang<br />
untuk meng abuse. Tapi saya katakan sebagian besar adalah orang-orang baik<br />
dan terhormat. Saya ingin tolong dibantu, berilah ruang untuk orang-orang<br />
ini untuk dikenali oleh anda juga dan oleh masyarakat. Sehingga landscape<br />
negara ini tidak hanya didominasi oleh cerita, oleh tokoh, apalagi<br />
dipublikasi dengan seolah-oalh menggambarkan bahwa seluruh sistem ini adalah<br />
buruk dan runtuh. Selama seminggu ini saya terus melakukan pertemuan dan<br />
sekaligus perpisahan dengan jajaran di kementrian keuangan dan saya bisa<br />
memberikan, sekali lagi, testimoni bahwa perasaan mereka untuk membuktikan<br />
bahwa reform bisa jalan ada disana. Bantu mereka untuk tetap menjaga api<br />
itu. Dan jangan kemudian anda disini bicara dengan saya, ya bisa<br />
diselamatkan kalau sri mulyani tetap menjadi Menteri keuangan. Saya rasa<br />
tidak juga.</p>
<p>Suasana yang kita rasakan pada minggu-minggu yang lalu, bulan-bulan yang<br />
lalu, seolah-olah persoalan negara ini disandera oleh satu orang, sri<br />
mulyani. Sedemikian pandainya proses politik itu diramu sedemikian sehingga<br />
seolah-olah persoalannya menjadi persoalan satu orang. Seseorang yang pada<br />
sautu ketika dia harus membuat keputusan yang sungguh tidak mudah, dengan<br />
berbagai pergumulan, kejengkelan, kemarahan, kecapekan, kelelahan, namun dia<br />
harus tetap membuat kebijakan publik. Dia berusaha, berusaha di setiap<br />
pertemuan, mencoba untuk meneliti dirinya sendiri apakah dia punya<br />
kepentingan pribadi atau kelompok, dan apakah dia diintervensi atau tidak,<br />
apakah dia membuat keputusan karena ada tujuan yang lain. Berhari-hari,<br />
berjam-jam dia bertanya, dia minta, dia mengundang orang dan orang-orang ini<br />
yang tidak akan segan mengingatkan kepada saya. Meskipun mereka tahu saya<br />
menteri, mereka lebih tua dari saya. Orang seperti pak Darmin, siapa yang<br />
bisa bilang atau marahin pak marsilam?Wong semua orang dimarahin duluan sama<br />
dia.</p>
<p>Mereka ada disana hanya untuk mengingatkan saya berbagai rambu-rambu,<br />
berbagai pilihan dan pilihan sudah dibuat. Dan itu dilaporkan, dan itu<br />
diaudit dan itu kemudian dirapatkan secara terbuka. Dan itu kemudian<br />
dirapatkerjakan di DPR. Bagaimana mungkin itu kemudia 18 bulan kemudian dia<br />
seolah-olah menjadi keputusan individu seorang Sri Mulyani. Proses itu<br />
berjalan dan etika sunyi. Akal sehat tidak ada. Dan itu memunculkan suatu<br />
perasaan apakah pejabat publik yang tugasnya membuat kebijakan publik pada<br />
saat dia sudah mengikuti rambu-rambu, dia masih bisa divictimize oleh sebuah<br />
proses politik. SAya hanya mengatakan, kalau dulu pergantian rezim orde lama<br />
ke orde baru, semua orang di stigma komunis, kalau ini khusus didisain pada<br />
era reformasi seorang distigma dengan sri mulyani identik dengan century.<br />
Mungkin kejadiannya di satu orang saja, tapi sebetulnya analogi dan kesamaan<br />
mengenai suatu penghakiman telah terjadi.</p>
<p>Sebetulnya disitulah letak kita untuk mulai bertanya, apakah proses politik<br />
yang didorong, yang dimotivate, yang ditunggangi oleh suatu kepentingan<br />
membolehkan seseorang untuk dihakimi, bahkan tanpa pengadilan. Divonis tanpa<br />
pengadilan. Itu barangkali adalah suatu episod yang sebetulnya sudah<br />
berturut-turut kita memahami konsekuensi sebagai pejabat publik yang<br />
tujuannya membuat kebijakan publik, dan berpura-pura seolah-olah ada etika<br />
dan norma yang menjadi guidance kita dibenturkan dengan realita-realita<br />
politik.</p>
<p>Dan untuk itu, saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari<br />
anda mengatakan apakah Sri mulyani kalah, apakah sri mulyani lari? Dan saya<br />
yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Banyak yang menganggap itu<br />
adalah suatu loss atau kehilangan. Diantara anda semua yang ada disini, saya<br />
ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil. Kemenangan dan<br />
keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh<br />
siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini. (applause)<br />
Saya merasa berhasil dan saya merasa menang karena definisi saya adalah<br />
tiga. Selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari<br />
nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri<br />
saya, maka disitu saya menang. Terimakasih<br />
(standing applause)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/etika-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Lidah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 22:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1475</guid>
		<description><![CDATA[Dalam diskusi singkat sama kontraktor yang bakal di-hire buat project kecil di kantor. Calon Kontraktor: So yeah, I don&#8217;t think it&#8217;s a good idea to delete what you have developed bla bla bla&#8230;I have handle 200+ projects like this&#8230;bla bla bla&#8230;bla bla bla&#8230;Off course I don&#8217;t want to clean up the sh*t you created&#8221; Saya: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam diskusi singkat sama kontraktor yang bakal di-hire buat project kecil di kantor.</p>
<blockquote><p><strong>Calon Kontraktor</strong>: So yeah, I don&#8217;t think it&#8217;s a good idea to delete what you have developed bla bla bla&#8230;I have handle 200+ projects like this&#8230;bla bla bla&#8230;bla bla bla&#8230;Off course I don&#8217;t want to clean up the sh*t you created&#8221;<br />
<strong>Saya</strong>: &#8230;<br />
<strong>Calon Kontraktor</strong>: I&#8217;m kidding, I&#8217;m just kidding really. Don&#8217;t take it seriously. I&#8217;m kidding, ok?<br />
<strong>Saya</strong>: *diam saja, pandangan tajam &amp; serius*</p></blockquote>
<p>Yah, begitulah highlight hari ini di kantor. Kadang bertemu dengan orang sok asik, yang dia pikir dia pintar, berusaha meyakinkan kalau kita bakalan hire dia. Tapi kata-kata yang keluar, wedew. Hidup mati dikuasai lidah. Enam macam penyakit lidah yang umum menurut Amsal:<span id="more-1475"></span></p>
<p><strong>- Berbicara terlalu banyak</strong><br />
Jangan banyak bicara. Orang yang banyak bicara membuat banyak kesalahan. Karena itu, bersikaplah bijaksana dan kendalikanlah lidahmu (Amsal 10: 19)</p>
<p><strong>- Asal bunyi</strong><br />
Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu. (Amsal 29:20)</p>
<p><strong>- Gosip</strong><br />
Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut. (Amsal 20:19)</p>
<p><strong>- Berbohong</strong><br />
Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. (Amsal 12:22)</p>
<p><strong>- Menjilat</strong><br />
Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya. (Amsal 29:5)</p>
<p><strong>- Sombong</strong><br />
Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu. Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri. (Amsal 27:1-2)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mereka yang terpanggil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 08:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1450</guid>
		<description><![CDATA[Edisi Kick Andy mewawancara Capt. Budi Soehardi yang jadi menerima penghargaan CNN Heroes beberapa waktu yang lalu, dan juga wawancara dengan Pdt. Daniel Alexander, yang punya cukup banyak anak angkat yang dia biayai sekolahnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Edisi Kick Andy mewawancara Capt. Budi Soehardi yang jadi menerima penghargaan CNN Heroes beberapa waktu yang lalu, dan juga wawancara dengan Pdt. Daniel Alexander, yang punya cukup banyak anak angkat yang dia biayai sekolahnya.<span id="more-1450"></span></p>
<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/r-kpJ-TqCdg&#038;hl=en_US&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/p/E7846E14C24CD46E&#038;hl=en_US&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup di belahan dunia lain</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 23:08:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1436</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya. Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat tulis. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya.</p>
<p>Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat <a href="http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/" target="_blank">tulis</a>. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari infrastruktur, teknologi, akses kesehatan, pendidikan yang ada. Dia cerita bagaimana mereka menikmati perubahan yang ada. Anak-anaknya sekolah di rumah (home-schooled). Perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu 10 menit, melewati daerah-daerah super miskin. Atau cerita lucu bagaimana di atap rumahnya ada banyak monyet yang suka nyuri makanan.<span id="more-1436"></span></p>
<p>Saya jadi berpikir, betapa <span style="text-decoration: line-through;">saya</span> kita di North America ini sangat mudah mengeluh, padahal kondisi secara kasat mata jauh lebih baik dibanding Afrika. Sedikit-sedikit mengeluh, entah mengeluh karena cuaca, karena pekerjaan, karena tugas menumpuk, dan seringkali hal-hal kecil juga bisa bikin kita mengeluh. Juga ternyata, mengeluh itu menular, tinggal di lingkungan yang sering mengeluh itu bikin kita sulit bersyukur.</p>
<p>Cerita lain masih dari Afrika juga. Baru tadi pagi <a href=" http://edition.cnn.com/2010/WORLD/africa/04/15/africa.religion/index.html?hpt=T2" target="_blank">baca di CNN</a>, menurut survey dan studi yang ada, orang Afrika ternyata sangat religius. Hmmm&#8230;mungkin ini akibat situasi yang susah disana. Di sisi lain, ada banyak orang Kristen di North America yang masi percaya sama astrologi. Hmmm&#8230;orang Afrika sungguh-sungguh ikut Tuhan, orang North America malah semakin menurun.</p>
<p>***</p>
<p>Cerita kedua dari Indonesia. Dua minggu lalu saya dibikin miris setelah baca berita di <a href="http://surabaya.detik.com/read/2010/04/15/095011/1338671/475/dikarantina-sw-tak-boleh-menerima-tamu" target="_blank">Detik.com</a> dan nonton video bocah 4 thn yang gemar dan bangga merokok &amp; ngomong kotor. Yang bikin miris, orang di sekitar bocah tsb yang malah mendukung kelakuan seperti itu.</p>
<p>Minggu ini cerita tentang penertiban lahan di <a href="http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/641/1/rusuh%20di%20koja" target="_blank">Tanjung Priok</a> yang makan korban jiwa. Entah siapa yang salah, tapi kekerasan terjadi. Di Indo segitu gampangnya menghilangkan nyawa orang. Yang bikin lebih parah, setelah kerusuhan yang ada, orang-orang menjarah kantor Pelindo di dekat situ, truk-truk polisi yang udah dibakar dipreteli onderdilnya. Bejat. Mungkin hal-hal seperti ini yang bikin saya sulit untuk membayangkan diri saya tinggal di Indonesia. </p>
<p>Belum lagi cerita makelar kasus, pemerasan, korupsi, penyuapan sana sini yang bikin muak. Emang rasanya terlalu absurd jika saya bilang hal itu hanya terjadi di Indonesia. Di North America pun hal seperti ini ada, tetapi mungkin dalam bentuk yang berbeda.</p>
<p>***</p>
<p>Hidup cukup keras di belahan dunia yang lain. Setiap orang punya pergumulan masing-masing, dan gak ada yang salah dengan itu. Namun sebelum kita mulai mengeluh, mungkin ada baiknya kita melihat dulu kesulitan orang lain di belahan dunia lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang dicari?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 20:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun yang lalu, sepulang kerja seperti biasa saya naik train dari downtown ke rumah. Kebetulan waktu itu satu kereta sama (kita sebutlah) Om A. Saya ingat beliau bilang, &#8220;Tin, kamu liat ini semua orang yang berdiri di kereta ini? Setiap hari mereka pulang ke rumah sambil bawa beberapa lembar dollar. Ada yang bawa satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun yang lalu, sepulang kerja seperti biasa saya naik train dari downtown ke rumah. Kebetulan waktu itu satu kereta sama (kita sebutlah) Om A. Saya ingat beliau bilang, &#8220;Tin, kamu liat ini semua orang yang berdiri di kereta ini? Setiap hari mereka pulang ke rumah sambil bawa beberapa lembar dollar. Ada yang bawa satu lembar, ada yang bawa beberapa lembar.&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-1424" title="train" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/04/train-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" />Sekarang kadang kalau saya pulang kerja naik train, melihat ekspressi macam-macam orang, saya membayangkan semua orang ini lagi perjalanan pulang setelah seharian kerja, masing-masing mengantongi beberapa lembar uang yang dihasilkan hari itu. Ada yang banyak, ada yang sedikit, ada yang tidak sama sekali. Tapi mereka semua melanjutkan hidup mereka, ada yang sebentar lagi akan bertemu keluarganya. Ada yang mungkin masih harus sekolah, atau bekerja. Saya juga mikir, apa orang seumur hidup begini terus ya? Pergi kerja, pulang kerja, weekend santai, atau mungkin ke gereja.</p>
<p><span id="more-1422"></span>Scene di atas jadi mengingatkan saya pada lagu sekolah minggu. Walaupun dulu sekolah minggu jarang perhatiin guru, saya masih ingat lah beberapa lagunya.haha. Lirik lagunya begini:</p>
<p>Apa yang dicari orang? ..uang (2x)<br />
Apa yang dicari orang<br />
Siang malam hari petang<br />
<span style="text-decoration: underline;">Uang uang uang bukan Tuhan Yesus</span></p>
<p>Apa yang dicari Tuhan? ..saya (2X)<br />
Apa yang dicari Tuhan<br />
Siang malam hari petang<br />
<span style="text-decoration: underline;">Saya-saya-saya anak Tuhan Yesus</span></p>
<p>***</p>
<p>Di masa Paskah ini saya merenung. Terutama di tengah-tengah kesibukan yang seolah tidak pernah berkurang, saya merasa perlu menyisihkan waktu untuk merefleksikan arti hidup ini, arti Paskah sendiri. Seorang teman (kita sebutlah) KH, beberapa minggu yang lalu bercerita bahwa di dalam hidup ini, ada tiga &#8220;P&#8221; yang orang selalu kejar:</p>
<p><strong>Possession</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk memiliki sesuatu, mungkin punya rumah bagus, mobil mewah, barang bermerk. Bukannya salah untuk memiliki itu semua, tapi hidup mengejar possession tidak akan pernah selesai.</p>
<p><strong>Pride</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk sebuah kebanggaan, mungkin bangga dengan gelar akademis yang ada. Bangga dengan gaya hidup, bangga dengan karir.</p>
<p><strong>Pleasure</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk sebuah kesenangan hidup. Setiap minggu party sana sini. Hidup hanyalah mencari kesenangan semata.</p>
<p>Apakah ini semua yang kita kejar? Apakah ini alasan kita hidup? Rasanya ngga.</p>
<blockquote><p>Rumah kita yang terakhir di dunia adalah tanah 1&#215;2 m, yaitu kuburan. Mobil yang akan kita naiki terakhir di dunia adalah mobil jenazah. Gelar yang akan kita raih terakhir adalah almarhum. Ketampanan, kecantikan, dan kelebihan fisik yang kita banggakan pada akhirnya akan menjadi tulang.</p></blockquote>
<p>Disinilah kita butuh &#8220;P&#8221; yang terakhir&#8230;</p>
<p><strong>Purpose</strong> &#8211; apa tujuan hidup ini? Untuk memiliki ini itu? Untuk bisa berbangga hati atas prestasi yang ada? Untuk mencari kesenangan? Faktor purpose ini lah yang membuat seseorang beda dengan yang lain.</p>
<p>Ketika saya memikirkan tujuan hidup, saya mau tidak mau dihadapkan pada kebenaran hidup ini. Balik lagi ke pertanyaan-pertanyaan basic, kenapa kita ada di dunia? Siapa yang menciptakan kita? Untuk apa kita diciptakan oleh Sang Pencipta? Habis mati kita mau kemana?</p>
<p>***</p>
<p>Hari ini adalah hari Jumat Agung. Moment Tuhan Yesus mati di kayu salib. That&#8217;s it. Mati untuk apa? Mati untuk siapa? Kenapa Tuhan mati di kayu salib? Emang Tuhan salah apa? Mengapa Tuhan <span style="text-decoration: underline;">menyerahkan</span> nyawaNya? Allah Bapa bahkan udah tau dari awal, dari sebelum dosa itu ada bahwa Dia akan mengirim Yesus untuk menderita. Saya dulu tidak terlalu peduli.</p>
<p>Ada banyak hal yang saya tidak mengerti mengapa terjadi, baik ataupun buruk, tetapi pengalaman hidup beberapa tahun belakangan ini sangatlah berbeda. Tuhan terus mengarahkan (tapi tidak pernah memaksakan) saya untuk selalu percaya padaNya. Semakin belajar firman Tuhan, saya semakin percaya kalo hidup kita ini untuk memuliakan Tuhan. Tuhan berkarya bukan melalui keajaiban-keajaiban yang menakjubkan, tapi membawa saya pada suatu kesadaran bahwa saya orang berdosa (Yoh 16). Suatu kerinduan untuk mencari dan bergumul tentang tujuan hidup yang sesungguhnya.</p>
<p>Saya percaya hidup lebih dari sekedar possesion, pride, pleasure. Ada tujuan besar mengapa kita masih bernafas pada detik ini. Di dalam perjalanan kita mengerti tujuan hidup ini, ingatlah Tuhan mencintai kita sampai rela mati di kayu salib, dan bangkit ke surga. Dia adalah Tuhan.</p>
<blockquote><p>&#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.&#8221; ~ Yohanes 15:9-10</p>
<p>&#8220;As the Father has loved me, so have I loved you.  Now remain in my love.  If you obey my commands, you will remain in my love, just as I have obeyed my Father&#8217;s commands and remain in his love.&#8221; ~John 15:9-10</p></blockquote>
<p>Selamat Paskah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perspektif Orang Sukses</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/perspektif-orang-sukses/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/perspektif-orang-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 17:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1411</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana jadi orang sukses? Kalau kita ke toko buku, mungkin ada ribuan buku yang bahas segala macam cara buat sukses. Saking banyaknya, sampai kita bisa bingung sendiri.haha. Di episode Kick Andy, saya belajar ada dua macam perspektif orang sukses. Orang yang suka bikin rencana, dan orang yang spontan. Yang pertama, Ciputra. Apa kiat sukses? Beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana jadi orang sukses? Kalau kita ke toko buku, mungkin ada ribuan buku yang bahas segala macam cara buat sukses. Saking banyaknya, sampai kita bisa bingung sendiri.haha. Di episode Kick Andy, saya belajar ada dua macam perspektif orang sukses. <strong>Orang yang suka bikin rencana, dan orang yang spontan.</strong></p>
<p>Yang pertama, Ciputra. Apa kiat sukses? Beliau bilang bahwa entrepreneur bukan bakat, bukan gen, bukan turunan, itu bisa dipelajari. Ada tiga hal yang kita perlu: keinginan besar, semangat kerja keras, keyakinan.<br />
<span id="more-1411"></span><br />
Yang kedua, Bob Sadino. Apa kiat sukses? Beliau bilang, &#8220;Saya gak tau sukses itu apa. Hidup itu bergulir aja. Anda terbiasa dengan menganalisa macem-macem, mikir macem-macem&#8221;</p>
<p>Hahaha, video wawancaranya menarik dan lucu.</p>
<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/p/168AFF61B4A3FCC7&#038;hl=en_US&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/p/168AFF61B4A3FCC7&#038;hl=en_US&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/perspektif-orang-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada kasih, ada pengorbanan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Someone said, &#8220;Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.&#8221; Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, &#8220;Mau punya adik gak?&#8221;. Cici jawab, &#8220;Mau&#8230;mau adik cewe&#8221;. Abang jawab, &#8220;ga ah, cowo aja&#8221;. Mereka ngotot2an ala anak kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/Puzzle.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1342" title="Puzzle" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/Puzzle-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Someone said, &#8220;Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.&#8221;</p>
<p>Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, &#8220;Mau punya adik gak?&#8221;. Cici jawab, &#8220;Mau&#8230;mau adik cewe&#8221;. Abang jawab, &#8220;ga ah, cowo aja&#8221;. Mereka ngotot2an ala anak kecil dan kita semua pada akhirnya tau, *jreng2* lahirlah saya. Saya baru ingat lagi sama cerita itu hari ini, hari anniversary mama papa. Beberapa tahun terakhir, terutama setelah kita semua udah tinggal terpencar, saya merasa bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang lebih dari yang saya sebelumnya harapkan. Keluarga bukan sekedar ada karena &#8220;request minta adik&#8221; di atas.<span id="more-1341"></span></p>
<p>Lucu kalo ngebayangin jaman masi SD misalnya. Rutinitas pagi, lima orang siap2 di waktu yang sama. Tiga anak masuk pagi semua, sekolahnya beda. Sarapan di mobil sambil ngantuk2. Bikin PR di mobil. Kadang saya terlambat gara2 dianterin paling terakhir. Pake sepatu di mobil. Malah pernah suatu hari, sepatu ketinggalan sebelah di rumah. Haha, hal-hal kaya gini kalo diliat sekarang terasa lucu dan bikin kangen.</p>
<p>Ada kasih, ada pengorbanan. Jaman sekarang ungkapan itu semakin terdengar klise. Apa masih ada orang tulus jaman sekarang ini? Tapi ketika saya ingat orang tua, ungkapan di atas adalah kenyataan hidup. Bagaimana orang tua membesarkan kami semua, mengusahakan yang terbaik untuk kami semua. Untuk apa gitu mereka mau cape-cape mencurahkan kasih, sekarang kita semua udah pada besar dan &#8220;meninggalkan&#8221; mereka untuk memulai hidup masing-masing. Orang tua tidak pernah hitung2an akan pengorbanan mereka.</p>
<p>Pas mama mengandung, dia uda jaga pola makannya. Ketika ngidam, papa bahkan untuk hal yang terlihat konyol selalu usahain, katanya biar anaknya gak ngeces/ngacai terus. Belum lagi proses ngelahirinnya. Belum lagi mendidiknya, kasi makannya. Belum lagi kalo lagi bandel2nya. Lagi gak nurut2nya. Konsep mengasihi yang saya belajar dari orang tua adalah selalu memberi tanpa mengharap balik. Mengasih dengan memberi. Terdengar berlawanan tapi sebenarnya tidak.</p>
<p>Terima kasih Tuhan atas cintaMu, atas berkatMu, dan atas segalanya yang telah Kauberikan padaku.</p>
<p>***</p>
<p>Ada forward2an dari teman beberapa hari lalu&#8230;</p>
<p>10 Tip Pernikahan Bahagia</p>
<ol>
<li>Jangan marah pada waktu yang sama. Kasian tetangga.</li>
<li>Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali ada maling atau kebakaran.</li>
<li>Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. Kan ada pepatah: &#8220;yang waras ngalah&#8221;.</li>
<li>Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. Kalo perlu tegur sambil &#8220;kasih&#8221; cek atau berlian (Hmmm&#8230;mauuu dunk).</li>
<li>Lupakanlah kesalahan masa lalu. Yang perlu diingat tuh: masa2 romantis. Hmmmm&#8230;</li>
<li>Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda. (Tapi jangan lupa mandi, apalagi sampe lupa kasih uang bulanan).</li>
<li>Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. Kecuali kalau anda bisa menahan matahari untuk tidak terbenam.</li>
<li>Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda. Kalau perlu nyanyiin walaupun fals.</li>
<li>Bersedia mengakui kesalahan. (Yah, paling ditempeleng atau di&#8217;ngambek&#8217;in. .. He he)</li>
<li>Dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dia-lah yang salah.(Untuk nutupin kesalahan tuh&#8230;&#8230;. Ha ha ha).</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monyetnya kena gak?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/02/monyetnya-kena-gak/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/02/monyetnya-kena-gak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 18:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Tujuh tahun lalu saya ikut ujian saringan masuk (usm) Unpar. Pilihan pertama Teknik Industri, pilihan keduanya Teknik Sipil. Yang diuji sebenarnya cuma dua bidang: matematika sama bahasa inggris. Cuma karena pilihan keduanya itu Teknik Sipil, harus ikut tes fisika juga. Nah, satu soal fisika yang bikin saya penasaran, sampai masi teringat sampai sekarang itu begini: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tujuh tahun lalu saya ikut ujian saringan masuk (usm) Unpar. Pilihan pertama Teknik Industri, pilihan keduanya Teknik Sipil. Yang diuji sebenarnya cuma dua bidang: matematika sama bahasa inggris. Cuma karena pilihan keduanya itu Teknik Sipil, harus ikut tes fisika juga.</p>
<p>Nah, satu soal fisika yang bikin saya penasaran, sampai masi teringat sampai sekarang itu begini:</p>
<blockquote><p>Seorang pemburu membidik seekor monyet yang sedan bergelantungan di dahan pohon. Monyet ini berada di jarak 200 m dari pemburu terhadap horizontal. Ketika pemburu meletuskan senapannya, monyet kehilangan kesetimbangan, kemudian jatuh dari dahan pohon. Apakah peluru dapat mengenai monyet? Jika mengenai monyet, apa yang dapat kamu simpulkan mengenai posisi monyet dan peluru ketika itu?</p></blockquote>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/02/PemburuMonyet1.png" alt="" title="PemburuMonyet" width="327" height="172" class="alignright size-full wp-image-1297" />Hah? Jujur aja waktu itu saya malah ketawa-ketawa, dalam pikiran, ya mana saya tau kena apa kaga, terus posisi monyetnya seperti apa. Haha, saya pikir orang teknik sipil suka guyon juga ya. Tapi karena penasaran saya ikuti nasehat papa. Papa sering bilang, &#8220;Kalo bingung, coba gambar/tulis&#8221;. Ya, papa orang teknik sipil gitu lho, jadi ya emang kalo nanya soal sama papa pasti digambar dulu. Soal matematik, fisika, kimia, semua biasanya digambar dulu. Anyway, kalau digambar ternyata ada perspektif berbeda yang kita bisa dapetin:</p>
<p><span id="more-1295"></span><br />
Kan jaraknya 200m horizontal. Dan itu pasti siku-siku, jadi kita bisa dapetin kalo sudut sisanya (sudut A + sudut B) pasti 90 derajat juga (secara sudut total segitiga itu 180 derajat). Nah dengan konsep phytagoras, kita bisa asumsi dengan logika, kalau tingginya itu 150 m. Contoh sederhananya: segitiga phytagoras sederhana sisinya kan (3,4,5), rumusnya a2 + b2 = c2. Juga, dengan konsep phytagoras, kita bisa ketemu salah satu sudutnya itu 37 derajat.</p>
<p>Oh well&#8230;dengan digambar, ketemu lah situasinya. Tapi, waktu itu tetep aja gak ktemu jawabannya. Bener-bener mana saya tau bakal kena monyetnya apa ngga.haha. Nah, kemarin2 ini somehow saya teringat lagi soal fisika itu. Sebenernya itu gimana sih? Apa monyetnya kena apa ngga. Alhasil saya coba google, dan ketemu jawabannya.</p>
<p>Ternyata soal yang saya dapat waktu itu belum lengkap. Seharusnya dikasi tau berapa kecepatan pelurunya: kalo pelurunya 50 m/s gmana, kalo pelurunya 25 m/s gmana. Barulah kita bisa menjawab monyetnya kenapa apa ngga, gimana posisi monyetnya. <a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/02/Jawaban.png">Berikut</a> ini solusinya kalau penasaran.</p>
<p>Oh well, ajaibnya saya lulus tes usm tersebut.</p>
<p>***</p>
<p>Sebenernya, menambah aspek filosofis (maaf jika terasa agak lebay, tapi ini ada benarnya), hidup juga seperti itu. Kita disodorkan bermacam-macam soal hidup. Ada yang bisa kita jawab dengan mudah. Ada yang kita jawab dengan salah. Ada yang bikin kita ketawa.</p>
<p>Ada soal yang kalau kita gak bisa jawab, masa depan kita bisa berbeda. Kalau cuma soal fisika mungkin sepele, paling berakhir di universitas A atau B. Tapi kadang konsekuensi persoalan hidup bisa lebih eternal dari hal-hal di atas.</p>
<p>Ada soal yang kita gak bisa jawab, bukan karena kita gak mengerti. Tapi karena soalnya tidak lengkap. Mungkin &#8220;Yang memberi soal ujian&#8221; belum selesai memberi informasi, sepintar apapun kita ya gak akan bisa menjawab dengan benar. Soalnya gak lengkap oi.</p>
<p>Ada soal yang kadang dibikin gak lengkap, supaya kita tanya si Pembuat Soal. Mungkin sebenarnya si Pembuat Soal itu cuma mau supaya kita datang dan bertanya minta petunjuk. Juga kalau kasusnya demikian, aspek yang diuji bukan cuma apa yang terpapar di lembar soal, aspek inisiatif untuk menjawab soal juga diuji. </p>
<p>Go the extra mile. Jangan menyerah begitu aja. Kalau bingung, berhenti sejenak, gambar persoalannya. Apa yang kita tahu? Apa tujuan kita? Prinsip-prinsip apa yang kita tahu? Jelas, prinsip-prinsip hidup akan menuntun kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan. Pegang lah &#8220;Prinsip Kebenaran&#8221; yang sejati.</p>
<p>Akhir kata, soal-soal yang diberikan dalam hidup diberikan dengan maksud yang baik, dan ada tujuan yang pasti. Entah itu masuk ke perguruan tinggi, atau tujuan yang lebih kekal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/02/monyetnya-kena-gak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: Menuju 31 tahun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/02/menuju-31-tahun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/02/menuju-31-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 18:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://gunung-batu.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-1160">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-1160" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/02/menuju-31-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Japanese Art of Public Apology</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/02/japanese-art-of-public-apology/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/02/japanese-art-of-public-apology/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 19:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini di media lagi rame ngomongin tentang recall Toyota. Sebenernya udah dari Agustus tahun kemarin sih, di San Diego empat orang meninggal yang kemungkinan gara2 pedal gas nyangkut di floor mat. Terus sejak itu, media mulai rame, GM bikin incentive program, Honda yang notabene saingan Toyota pasang iklan yang lumayan &#8220;mengejek&#8221; Toyota. Mungkin karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini di media lagi rame ngomongin tentang recall Toyota. Sebenernya udah dari Agustus tahun kemarin sih, di San Diego empat orang meninggal yang kemungkinan <a href="http://www.nbcsandiego.com/news/local-beat/Deadly-Accident-Prompts-Floor-Mat-Warning-59394687.html">gara2 pedal gas nyangkut di floor mat</a>. Terus sejak itu, media mulai rame, GM bikin incentive program, Honda yang notabene saingan Toyota <a href="http://www.autoblog.com/2010/01/27/new-gm-incentives-aimed-at-stealing-irked-toyota-owners-rental/">pasang iklan</a> yang lumayan &#8220;mengejek&#8221; Toyota.</p>
<p>Mungkin karena peristiwa di atas, semua mata mengarah ke Toyota. Yang pada akhirnya ktemu lagi defects lain. Sekarang, masalahnya bukan cuma floor mat, tapi juga masalah pedal gas, juga masalah rem. Alhasil, 8 juta mobil di-recall, konon biayanya sampai $2 billion. Di Jepang sendiri, hampir setengah penduduknya pakai Toyota. Dari Kaisar, pejabat pemerintah, sampai orang biasa. Perusahaan Jepang terbesar (by market capitalization) ya Toyota.<span id="more-1136"></span></p>
<blockquote><p>Yang menarik buat saya di balik recall ini, efek psikologis: global humiliation of Toyota. Bagaimana perusahaan otomotif terbesar dunia diolok-olok oleh saingannya. Mungkin orang Jepang sendiri lebih terasa bagaimana rasanya. Hmmmm.</p></blockquote>
<p>Saya melihat sisi positifnya sih. Toyota berani ambil langkah buat benerin masalah ini, walaupun menanggung malu. Saya yakin kalau kita mau memberi perhatian yang sama pada GM atau merk lain, kita bisa ketemu defects yang lebih banyak dari Toyota.</p>
<p>Nah, yang menarik dan orang masih menanti. Akan kah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Akio_Toyoda">Akio Toyoda</a> membuat public apology untuk recall ini? Orang Jepang biasanya gak segan untuk mengakui kesalahan. Sifat yang saya kagumi. Berbeda jauh dengan orang US yang paling anti kalo ngomong &#8220;I&#8217;m sorry&#8221;. Seorang teman kerja di perusahaan retail US, salah satu peraturan kerja adalah, apapun yang terjadi walaupun kita salah, jangan bilang &#8220;I&#8217;m sorry&#8221; pada customer. Karena kalo kita bilang itu, artinya kita yang salah, dan mungkin karena terbiasa dengan budaya tuntut menuntut, perusahaan itu bisa dituntut habis2an.</p>
<p>But still&#8230;mengakui kesalahan, minta maaf, dan bayar harga patut diacungin jempol. Yombre!</p>
<p>Links:<br />
<a href="http://online.wsj.com/article/SB10001424052748703357104575044761211965140.html">Toyota&#8217;s Influence Looms Over Japan </a><br />
<a href="http://www.marketwatch.com/story/toyota-chiefs-deep-bow-of-apology-awaited-2010-02-04">Japanese Art of Public Apology</a></p>
<p>Update Jumat Siang setelah artikel ini ditulis (y&#8217;bre!) :<br />
Akio Toyoda, president of Toyota Motor Corp., broke his public silence Friday on the safety crisis battering his company, offering a &#8220;<a href="http://online.wsj.com/article/SB10001424052748704533204575046581311548918.html?mod=WSJ_hpp_LEFTWhatsNewsCollection">heartfelt apology</a>&#8221; to customers. Mr. Toyoda said Friday he considers the company&#8217;s priority to be on safety rather than sales and profit. &#8220;Quality is our lifeline,&#8221; he said.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/02/japanese-art-of-public-apology/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shipwrecked, but how can I keep from singing?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/01/shipwrecked-but-how-can-i-keep-from-singing/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/01/shipwrecked-but-how-can-i-keep-from-singing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 06:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[As shipwrecked seamen yearn for morning light And though the storms may come, I will lift my eyes in the darkest night For I know my Savior lives]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1069" title="Shipwrecked" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/01/Shipwrecked.jpg" alt="" width="448" height="296" /></p>
<p>As shipwrecked seamen yearn for morning light<br />
And though the storms may come,<br />
I will lift my eyes in the darkest night<br />
For I know my Savior lives</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/01/shipwrecked-but-how-can-i-keep-from-singing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lekas bangkit!</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 17:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Ordinary people with extraordinary impact. Kira-kira begitulah slogan dari program CNN Heroes, yaitu program dari CNN untuk menghargai orang-orang yang memberikan kontribusi berarti bagi komunitas. Seorang teman minggu kmrn kirim email pd sy supaya sy ikutan vote utk Capt. Budi Soehardi. Apa yang beliau kerjakan cukup signifikan sampai beliau dinominasikan untuk CNN Heroes. Beliau membuka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/b/b5/CNN_Heroes_logo.svg/324px-CNN_Heroes_logo.svg.png" alt="" /><br />
Ordinary people with extraordinary impact.</p>
<p>Kira-kira begitulah slogan dari program CNN Heroes, yaitu program dari CNN untuk menghargai orang-orang yang memberikan kontribusi berarti bagi komunitas.  Seorang teman minggu kmrn kirim email pd sy supaya sy ikutan vote utk <a href="http://www.cnn.com/2009/WORLD/asiapcf/09/03/cnnheroes.budi.soehardi/index.html">Capt. Budi Soehardi</a>. Apa yang beliau kerjakan cukup signifikan sampai beliau dinominasikan untuk CNN Heroes. Beliau membuka panti asuhan di Kupang. Btw, beliau orang Indonesia pertama yang masuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/CNN_Heroes">nominasi CNN Heroes</a>.<span id="more-508"></span></p>
<p>Setiap orang punya &#8220;hero&#8221; masing-masing. Saya pribadi kalo dibikin daftar hero dari tahun ke tahun, setiap tahun biasanya ada tokoh yang cukup signifikan dalam hidup. Bisa jadi orang tua, teman, kerabat, tetangga, dll. Kontribusinya juga macem2. Ada yang membantu sy utk fokus ttg tujuan hidup, ada yang menolong ketika sy down, ada yang jd pendengar yang baik, dll. Mungkin mereka sendiri gak tau klo mereka sy anggap sebagai hero.</p>
<p>Tahun 2009 ini, tiga orang yang saya anggap hero jatuh. Masing-masing punya masalah sendiri dan mereka semua masi manusia juga. Kisahnya juga beragam. Ada yang lari dari Tuhan karena kecewa dlm karir. Ada yang ternyata punya masalah berat dlm rumah tangganya. Ada yang depressi karena difitnah orang-orang yang dia kasihi dengan tulus.</p>
<p>Gmana ya&#8230;sedih juga sih dengernya, tapi itulah realitanya. Terlepas dari kesulitan yang ada, saya percaya Tuhan adalah Tuhan yang berdaulat atas semua perkara. Tuhan ngga akan berkata &#8220;oopss&#8230;maaf Aku gak menyangka hasilnya akan sepahit ini untukmu&#8221;. Semoga mereka lekas bangkit! There is always hope.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingat OMF, Ingat Ibu Dorothy</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/ingat-omf-ingat-ibu-dorothy/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/ingat-omf-ingat-ibu-dorothy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 23:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Nanti malam ada rencana pergi ke OMF Youth Night. Ketika mendengar OMF, yang langsung terlintas dalam pikiran saya adalah Ibu Dorothy Irene Marx. Siapa beliau? Saya pertama kali bertemu dengan Ibu ketika masih kuliah semester satu di Institut Gajah Duduk (IGD) di Bandung. Kebetulan ada tiga pilihan organisasi Kristen di IGD, ada The Navigators, Perkantas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nanti malam ada rencana pergi ke OMF Youth Night. Ketika mendengar <a href="http://www.omf.org/">OMF</a>, yang langsung terlintas dalam pikiran saya adalah Ibu Dorothy Irene Marx. Siapa beliau? Saya pertama kali bertemu dengan Ibu ketika masih kuliah semester satu di Institut Gajah Duduk (IGD) di Bandung. Kebetulan ada tiga pilihan organisasi Kristen di IGD, ada <a href="http://www.navigators.org/">The Navigators</a>, <a href="http://www.perkantas.net/">Perkantas</a>, juga <a href="http://lpmi.org/">LPMI</a>.<span id="more-499"></span></p>
<p>Berhubung abang saya sudah masuk Navigator, saya lebih tertarik mencoba Perkantas atau LPMI. Akhirnya saya putuskan untuk masuk Perkantas, dengan pertimbangan seadanya (baca: asal pilih). Ibu Dorothy lah yang jadi pembina Perkantas. Semua anak Perkantas, terutama Perkantas Bandung, pasti pernah mendengar ato setidaknya bertemu sama Ibu. Bagaimana profil hidup Ibu Dorothy?</p>
<p>Kesan saya pribadi, Ibu Dorothy adalah seorang misionaris sejati. Di usia senja, beliau punya semangat yang luar biasa untuk Tuhan. Saya membaca buku biografi beliau dan tertegun melihat bagaimana Tuhan memanggil Ibu Dorothy untuk pelayanan di Indonesia, terutama di Bandung. Bagaimana Ibu dibentuk melalui berbagai macam peristiwa. Ibu juga orang yang selalu tegas juga humble dan selalu berpegang pada kebenaran Alkitab. Cukup tabah menghadapi berbagai macam orang, mahasiswa, fitnah, dll. Salut untuk Ibu!</p>
<p>Beberapa singkatan Ibu Dorothy yang sering dipakai pengkotbah sekarang ada beberapa, antara lain:<br />
Juplop = Maju dengan Amplop<br />
Jutek = Maju dengan nyontek<br />
BDB : Bohong Demi Bisnis, Bohong Demi keBaikan<br />
MDM : Melicinkan Demi Melancarkan, Magic Demi Maju<br />
Ngakol : Ngakali Orang Lain<br />
Nilai-nilai dunia : is..is..is = egois, sekularis, materialis, dll<br />
Nilai-nilai kerajaan Allah : an..an..an : Kebenaran, kejujuran, kebaikan, belas kasihan, dll</p>
<p>***</p>
<p>Berikut <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=95936527887">profil singkat</a> beliau:</p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/10/5650_1182636530914_1378236354_30501685_1266245_n-266x300.jpg" alt="5650_1182636530914_1378236354_30501685_1266245_n" title="5650_1182636530914_1378236354_30501685_1266245_n" width="266" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-500" /></p>
<p>Dorothy Irene Marx, lahir di Munchen, February 16 1923, adalah pelayan Tuhan yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 50 tahun di Indonesia. Diawali sebagai misionaris OMF, ibu, demikian ia sering disapa, telah melayani gereja, persekutuan mahasiswa, perguruan tinggi di Jakarta maupun Bandung (UI, Maranatha,IKIP Bandung, UKI, ITB, STT Bandung), pendeta (GKI). Ibu meraih gelar Doktor dalam bidang studi teologi dari Universitas Tubingen, Jerman, pada tahun 1988 dengan predikat Cum Laude. Btw, Paus yang sekarang (Pope Benedict XVI) juga lulus dari universitas yang sama dengan Ibu Dorothy.</p>
<p>Hal penting dalam hidup dan pelayanannya adalah ketika ibu &#8220;melepas&#8221; kewarganegaraan Inggris menjadi warganegara Indonesia pada tahun 1983 karena kecintaan dan dedikasinya kepada Indonesia. Saat ini, Ibu tinggal di Bandung. Dalam usia 86 tahun, ibu masih melaksanakan tugasnya sebagai Rektor Kehormatan dan dosen di STT Bandung.</p>
<p><strong>Pendidikan:</strong><br />
L.R.A.M. Royal Academy of Music London<br />
Dip.Th. (B.A. Theology) London Bible College<br />
D.Theol. Eberhard Karls Universität Tübingen, Germany. 1988.<br />
D.D ( Doctor of Divinity ; HC). Louisiana Baptist University, 2005.</p>
<p><strong>Buku-buku karangan:</strong><br />
* Yang Lama yang Baru yang Mana? (BPK)<br />
* Penjelasan Singkat tentang Kitab Yeremia (BPK)<br />
* Pandangan Agaman Kristen Tentang NEW MORALITY (Kalam Hidup)<br />
* Bolehkah Aku Percaya ? (Kalam Hidup)<br />
* Itukan Boleh ? (Kalam Hidup)<br />
* KEBENARAN Meninggikan DERAJAT BANGSA (Perkantas)<br />
* Martin Luther</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/ingat-omf-ingat-ibu-dorothy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joshua is turning one</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/joshua-is-turning-one/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/joshua-is-turning-one/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 23:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[It&#8217;s Friday afternoon, and it is time to wrap things up. Getting ready to go home and off to watch movie and eat pizza *not sure what movie though, LG who sent the sms had no idea either*, hmmm&#8230;.hope it&#8217;s a good movie. It&#8217;s October 17 in Indonesia which means my nephew Joshua is turning [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It&#8217;s Friday afternoon, and it is time to wrap things up. Getting ready to go home and off to watch movie and eat pizza *not sure what movie though, LG who sent the sms had no idea either*, hmmm&#8230;.hope it&#8217;s a good movie.</p>
<p>It&#8217;s October 17 in Indonesia which means my nephew Joshua is turning one today! Time does fly. Last time I saw him, he was 8 months old <a href="http://adimulia.net/blog/2009/06/semua-serba-instant/">inspiring me</a> with everything he does. Now I heard that he has 7 teeth and is learning to express his interest/needs by mumbling. Can&#8217;t wait till next year, I hope I got the chance to see Joshua. I called home the other day and was speaking to Joshua. Though he cannot speak yet, he was just smiling knowing that it&#8217;s my voice. Oh, the beauty of being an uncle.</p>
<p>My brother is also in Bandung for the weekend. Lucky him&#8230;Bandung &#8211; KL is only two hours away. This weekend my family is going to celebrate mom&#8217;s and Joshua&#8217;s birthday. Wish I could join them but oh well&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/joshua-is-turning-one/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita tentang mobil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/cerita-tentang-mobil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/cerita-tentang-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 15:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu sempet ngobrol sama temen tentang mobil, jadi inget sama mobil-mobil yang selama ini saya pernah pake/punya. Konon pas baru lahir saya pernah dibawa road trip dari Pekanbaru ke Bandung pake Datsun Wagon, gak tau deh tahun berapa and berapa lama perjalanan. Terus pas jaman balita and TK, papa punya Datsun 120Y yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu sempet ngobrol sama temen tentang mobil, jadi inget sama mobil-mobil yang selama ini saya pernah pake/punya. Konon pas baru lahir saya pernah dibawa road trip dari Pekanbaru ke Bandung pake Datsun Wagon, gak tau deh tahun berapa and berapa lama perjalanan. Terus pas jaman balita and TK, papa punya Datsun 120Y yang setiap pagi harus didorong dulu supaya jalan *sweet memories inget sekeluarga dorong mobil tiap pagi.haha* Terus rasanya papa juga pernah pake mobil kantor Land Rover Series I ato II yang dipake buat ke lapangan.</p>
<p><span id="more-407"></span></p>
<p>Terus setelah pindah ke Bandung, era Datsun sudah berlalu. Masuklah jamannya Kijang. Papa pernah punya hampir semua Kijang dari mulai Kijang Doyok, Kijang Kotak Pick-up, Super Kijang, Super Kijang G, Kijang Grand Extra, sampai Kijang capsul. *Hidup Kijang!* Setiap Kijang punya memory masing-masing. Kijang Doyok misalnya, cuma ada tiga gigi, sama remnya masih rem angin jadi harus dikocok dulu. Kijang Pick-up yang dimana kita berlima muat *waktu masi kecil2*. Kijang Grand Extra yang hilang dicuri orang. Sampai Kijang Capsul yang berjasa besar sehingga saya bisa lulus kuliah. Di sela-sela era Kijang, kita sekeluarga sempet pake bbrp mobil lain jg sih, mobil kantor papa yang juga Kijang. Yang bukan kijang paling pernah Toyota Corona jadul, Honda Accord jadul, Timor bobrok, sama Daihatsu Taft.</p>
<p>Pertama kali belajar nyetir pas kelas tiga smp, mulai kebiasaan maju/mundur puterin mobil di halaman rumah. Terus dikasi nyetir ke gereja kalo minggu pagi. Sampe akhirnya bikin sim mobil pas kelas 1 sma. Dan kelas 2 sma dikasi mobil, Datsun SSS thn 1976. Gak kurang tua, tp mobil ini cukup berkesan, namanya juga mobil pertama. Belajar banyak tentang mesin gara-gara mobil ini. Highlights selama pake mobil ini:</p>
<ul>
<li>Pengemis/pengamen jarang dateng&#8230;padahal udah sedian uang receh.</li>
<li>Pernah mogok gara2 abis bensin. Indikator bensinnya misleading.</li>
<li>Pernah menembus banjir and dengan sukses mati mesin.</li>
<li>Kalo ujan atapnya bocor, kaca berembun, gak ada ac, cm ada kipas angin Duh.</li>
<li>Turun mesin, cari-cari spare parts sampe ke pasar loak gara2 udah tergolong mobil langka.</li>
</ul>
<p>Pas di jamannya, Datsun SSS ini tergolong canggih secara mesinnya udah 1.5 liter SOHC, dual carburator, rear whell drive pula. Oh well, begitu pindah ke Canada, udah gak ada yang pake lagi mobil ini, and akhirnya dijual. Mobilnya warna merah PDI sama persis kaya gambar di bawah ini, cuma beda di spion aja.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-406" title="sss" src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/10/sss.jpg" alt="sss" width="698" height="335" /></p>
<p>Di Canada, setelah tiga tahun berpetualang dengan public transit, akhirnya beli mobil juga. Honda Civic 1997. Rasanya puas banget secara beli pake duit sendiri sejak saya swasembada beras 2006 *halah*. Mobil ini juga lumayan berkesan.</p>
<ul>
<li>Kalo dipake 3-4 thn lagi, mileage mobil ini sm dengan jarak bumi ke bulan.</li>
<li>Mogok pas winter gara2 alternator mati, untung mogok di dpn gereja.</li>
<li>Mogok lagi gara2 cv joint patah, untung mogok deket rumah.</li>
<li>Mobil bersejarah yang ikut sy landed sbg PR di US-Canada border.</li>
<li>Paling kenceng dibawa jalan 170 km/jam.</li>
<li>Pernah copot knalpot pas lagi sama temen2, malu jg kalo inget.lol.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-409" title="civic" src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/10/civic.jpg" alt="civic" width="640" height="480" /></p>
<p>Orang sering komentar, gila berani juga ya lu pake mobil tua. Yah, abis dr mobil pertama udah terlatih sama mobil yang lebih tua. Jadi kalo mogok ya gak sampe gmana gitu, tinggal kepinggirin, terus panggil derek. Mobil jaman skrg biasanya jarang mogok tiba2 kok secara udah pake ECU, biasanya ada indikator. Paling kalo rusak mechanical udah ada gejala-gejalanya. Kalo rusak electrical yang kadang agak susah.</p>
<p>Sekarang masi carless&#8230;masi berpikir secara belum gtu kerasa perlu. Sayang juga klo mobil cm diparkir depan rumah tiap hari. We&#8217;ll see&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/cerita-tentang-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mama Ulang Tahun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 12:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Semalam ngobrol sama mama. Mama ulang tahun hari ini, gak kerasa beliau udah umur 59 lagi. Somehow semakin hari, mama terlihat semakin content dengan hidupnya. Sulit dibayangin mama bisa jadi ibu rumah tangga udah 30 tahun lebih, gak pernah mengeluh tentang mengurus rumah, apapun kondisinya mama selalu bersyukur. Mungkin rahasia mama, ada di pagi hari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam ngobrol sama mama. Mama ulang tahun hari ini, gak kerasa beliau udah umur 59 lagi. Somehow semakin hari, mama terlihat semakin content dengan hidupnya. Sulit dibayangin mama bisa jadi ibu rumah tangga udah 30 tahun lebih, gak pernah mengeluh tentang mengurus rumah, apapun kondisinya mama selalu bersyukur. Mungkin rahasia mama, ada di pagi hari, setiap pagi dia bangun dia selalu mulai dengan baca Alkitab dan berdoa.<span id="more-426"></span></p>
<p>Kemarin saya bilang sama mama, &#8220;ma, martin belum tahu rencana ke depan seperti apa, mama doakan ya supaya tuntunan Tuhan bisa jelas martin harus ngapain dan dimana&#8221;. Mama bilang, &#8220;iya, mama selalu doain anak-anak semua tiap hari&#8221;. Yup, that my mom. Semua anak udah keluar rumah, tapi doanya tetap setiap hari. Di doa ibuku, namaku disebut! <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nada-nada yang indah<br />
Selalu terurai darimu<br />
Kenakalanku waktu kecil<br />
Tak pernah jadi deritamu</p>
<p>Tangan halus dan suci<br />
Telah kau berikan tuk besarkanku<br />
Hati mulia dan kasih yang tulus<br />
Telah kau curahkah tak habis-habisnya</p>
<p>Selamat ulang tahun mama!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rodrigo Rodriguez Concert</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/rodrigo-rodriguez-concert/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/rodrigo-rodriguez-concert/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 21:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[When all the audience stood and gave applause to Rodrigo, he pointed his finger to the roof trying to say that it is God, not him who deserves the glory. Such a humble and nice musician. Overall the concert was well performed, superb! My fave song in the concert was the old hymn &#8220;It is [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/10/rr-concert-banner-2009.jpg" alt="rr-concert-banner-2009" title="rr-concert-banner-2009" width="500" height="150" class="alignnone size-full wp-image-431" /></p>
<p>When all the audience stood and gave applause to Rodrigo, he pointed his finger to the roof trying to say that it is God, not him who deserves the glory. Such a humble and nice musician. Overall the concert was well performed, superb! My fave song in the concert was the old hymn &#8220;It is well with my soul&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/rodrigo-rodriguez-concert/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memantau gempa di Indonesia</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/09/memantau-gempa-di-indonesia/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/09/memantau-gempa-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 00:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: BMG Indonesia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="gempa" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/09/gempa.jpg" alt="gempa" width="562" height="344" /></p>
<p>Sumber: <a href="http://www.bmg.go.id/depan.bmkg">BMG Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/09/memantau-gempa-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rest in peace, little dog.</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/09/rest-in-peace-little-dog/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/09/rest-in-peace-little-dog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 03:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[I just lost a dear companion in Coco (our dog) yesterday, September 28 2009 9pm WIB Rest in peace, my smartest ever dog. &#8220;Be thou comforted, little dog. Thou too in Resurrection shall have a little golden tail.&#8221; Martin Luther]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I just lost a dear companion in Coco (our dog) yesterday, September 28 2009 9pm WIB <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Rest in peace, my smartest ever dog.</p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/09/picture-291.jpg" width="448" height="336"/></p>
<p>&#8220;Be thou comforted, little dog. Thou too in Resurrection shall have a little golden tail.&#8221; Martin Luther</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/09/rest-in-peace-little-dog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>From Bandung to Chicago</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/from-bandung-to-chicago/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/from-bandung-to-chicago/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 19:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[An effort to promote Chicago to be the healthiest, smartest and greenest city by initiating and implementing comprehensive, yet practical, environmental policies. From Bandung to Chicago, now serving as Greening Director at City and County of San Francisco.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.aila.org.au/0-archive/council92/chicago/chicago14-03a.jpg" alt="" /></p>
<p>An effort to promote Chicago to be the healthiest, smartest and greenest city by initiating and implementing comprehensive, yet practical, environmental policies. <a href="http://www.aila.org.au/TIME/speaker-AH.htm">From Bandung to Chicago</a>, now serving as Greening Director at City and County of San Francisco.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/from-bandung-to-chicago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chicken Curry Rice at Shogun Restaurant</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/chicken-curry-rice-at-shogun-restaurant/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/chicken-curry-rice-at-shogun-restaurant/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 05:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[My lunch today was chicken curry rice. The portion is big (imho). I think that&#8217;s because I still have the tendency to compare it to food in Calgary. The price was $8. The restaurant is located at Dunsmuir &#038; Hornby, downtown Vancouver. The taste was pretty good.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>My lunch today was chicken curry rice. The portion is big (imho). I think that&#8217;s because I still have the tendency to compare it to food in Calgary. The price was $8. The restaurant is located at Dunsmuir &#038; Hornby, downtown Vancouver. The taste was pretty good.</p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/08/200820091015.jpg" alt="Chicken Curry Rice" title="Chicken Curry Rice" width="640" height="480" class="alignnone size-full wp-image-294" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/chicken-curry-rice-at-shogun-restaurant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Japadog Vancouver</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/japadog-vancouver/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/japadog-vancouver/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 01:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[So I tried the famous Japadog in Vancouver today. I ordered cheese terimayo spicy. Hmmm&#8230;it&#8217;s jalapeno cheese sausage topped with cheese, mayo, and seaweed. For $6.25, it may be something you want to try for once a year or lifetime, not on regular basis. They do have unique hotdogs, good business plan, but it is [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>So I tried the famous Japadog in Vancouver today. I ordered cheese terimayo spicy. Hmmm&#8230;it&#8217;s jalapeno cheese sausage topped with cheese, mayo, and seaweed. For $6.25, it may be something you want to try for once a year or lifetime, not on regular basis. They do have unique hotdogs, good business plan, but it is just me who can&#8217;t afford it that often <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/07/22072009905.jpg" alt="Japadog" title="Japadog" width="480" height="640" class="alignnone size-full wp-image-222" /></p>
<p>I tried the Japadog at Burrard &#038; Pender St, in front of Scotia Bank.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/japadog-vancouver/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budi tidak jadi bermain bola</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/budi-tidak-jadi-bermain-bola/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/budi-tidak-jadi-bermain-bola/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 03:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Ugh&#8230;teror bom lagi, teror bom lagi. Rencananya pemain MU bakal nginep di Ritz Carlton buat tanding hari Senin ini&#8230;.sepertinya budi tidak jadi bermain bola]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="445" height="364"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/F8HXzeecSPY&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/F8HXzeecSPY&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"></embed></object><br />
Ugh&#8230;teror bom lagi, teror bom lagi. Rencananya pemain MU bakal nginep di Ritz Carlton buat tanding hari Senin ini&#8230;.sepertinya budi tidak jadi bermain bola <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/budi-tidak-jadi-bermain-bola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chris Tomlin is coming to Calgary!</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/chris-tomlin-is-coming-to-calgary/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/chris-tomlin-is-coming-to-calgary/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 04:49:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Chris Tomlin is coming to Calgary this fall. # Date: August 31, October 8 and October 9. # Time: 07:30 PM (doors open 06:30 PM) # Venue: Centre Street Church, Calgary. For more info, click here.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://www.itickets.com/parts/aimagesL/1422.jpg" class="alignnone" width="770" height="330" /></p>
<p>Chris Tomlin is coming to Calgary this fall.<br />
# Date: August 31, October 8 and October 9.<br />
# Time: 07:30 PM (doors open 06:30 PM)<br />
# Venue: Centre Street Church, Calgary.</p>
<p>For more info, click <a href="http://www.itickets.com/events/231925/Calgary_AB/Chris_Tomlin.html">here</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/chris-tomlin-is-coming-to-calgary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Memilih Presiden</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/indonesia-memilih-presiden/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/indonesia-memilih-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 23:14:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Kertas suara sudah di tangan, tiba saatnya menentukan pilihan&#8230;.Mega-Pro Rakyat, SBY Berbudi, atau JK-Win?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/07/07072009783-300x224.jpg" alt="Vote" title="Vote" width="300" height="224" class="alignleft size-medium wp-image-152" /></p>
<p>Kertas suara sudah di tangan, tiba saatnya menentukan pilihan&#8230;.Mega-Pro Rakyat, SBY Berbudi, atau JK-Win?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/indonesia-memilih-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinethemba</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 01:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Sinethemba simply means We have Hope. Early this morning I received email from the choir &#38; orchestra. It&#8217;s a message from Pastor Dan, my worship pastor who oversee the choir and orchestra I&#8217;m part of. I&#8217;ve got the chance to know Dan in such short time, only few months. He and his family moved to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sinethemba simply means We have Hope.</p>
<p>Early this morning I received email from the choir &amp; orchestra. It&#8217;s a message from Pastor Dan, my worship pastor who oversee the choir and orchestra I&#8217;m part of. I&#8217;ve got the chance to know Dan in such short time, only few months. He and his family moved to South Africa few months ago to be a missionary. He has sold his house, car, and pretty much all of his belongings. So the question is why would a busy pastor in a growing church want to move to South Africa?</p>
<p>He implied that to answer that question he won&#8217;t go into a full theology of worship, but the other side of love is that it’s and action. “Anyone who loves me will obey my teaching,” Jesus said (John 14:23). And we know God’s heart for the poor, the widow, the orphan and the oppressed. In fact, true believers are those who feed the hungry, quench the thirsty, invite the stranger in, clothe the naked, and look after those who are sick or in prison (Matt. 25:41-46). He also implied that singing great songs to God on Sunday doesn’t cut it. His life needs to be an expression of gratitude for what God has done.</p>
<p>Here is his personal story:</p>
<blockquote><p>Almost two years ago, I started reading a book. The title doesn’t matter (although, if you’re interested, it was “Everything Must Change” by Brian McLaren – www.brianmclaren.net). The book didn’t tell me to go to Africa. But I “heard” (it might as well have been audible) God speak to me, while reading. He said, “Dan, when you get a chance to go to Africa, go. There are some things I want to show you.” Shortly after, I learned that my church (Centre Street Church www.cschurch.ca) was putting a team together for a 2-week mission trip to the Durban area of South Africa. Before I knew it, my wife and I were signed up to go.</p>
<p>God showed me some things, all right. He showed me a people, the Zulus, who are beautiful beyond belief. They are relational, incredibly musical, and love to laugh. God loves them deeply. He is “especially fond” of them (www.theshackbook.com .) But they are enslaved to ancestor veneration, they are very, very poor, and many are dying of AIDS. I believe God has prepared the Church for such a time as this. I believe God expects us, as his body, to reach out and minister to these people. All people, obviously, but God has burdened Kerry and I with these people. I can’t show it in a formula, I can’t defend it from scripture, but we are compelled to love God by loving these people, and to declare the coming of the Kingdom among them.</p>
<p>The journey for us began over 18 months ago. It’s heating up, and I hope you’ll join us for an adventure of a lifetime. It won’t be easy. The life we had will become a distant memory. But in losing our lives, we’ll find the ones God intended all along. Joining us is as simple as following our lives through this blog, and praying for us and those we’re ministering to as you read.</p></blockquote>
<p>I&#8217;m always amazed and encouraged every time I see someone answering God&#8217;s call in their life. I hope I will be ready to do the same thing when the time is come for a mission.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Double arch rainbow</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/double-arch-rainbow/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/double-arch-rainbow/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 04:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[On the way back to Calgary today, it was the first time I saw a double arch rainbow from end to end. When I see rainbow, I remember the card I always keep in my wallet. The card has Noah&#8217;s ark with rainbow and it&#8217;s written &#8220;God keeps His promises&#8221; The Lord is not slow [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>On the way back to Calgary today, it was the first time I saw a double arch rainbow from end to end. When I see rainbow, I remember the card I always keep in my wallet. The card has Noah&#8217;s ark with rainbow and it&#8217;s written &#8220;God keeps His promises&#8221;</p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/07/01072009772.jpg" alt="Double Arch Rainbow" title="Double Arch Rainbow" width="640" height="480" class="alignleft size-full wp-image-123" /></p>
<p>The Lord is not slow in keeping his promise, as some understand slowness. He is patient with you, not wanting anyone to perish, but everyone to come to repentance. 2 Peter 3:9</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/double-arch-rainbow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

