<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung batu &#187; Indonesian</title>
	<atom:link href="http://gunung-batu.com/category/indonesian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gunung-batu.com</link>
	<description>tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 23:54:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kepemimpinan, kebenaran dan integritas</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/05/kepemimpinan-kebenaran-dan-integritas/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/05/kepemimpinan-kebenaran-dan-integritas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 23:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2130</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, delapan walikota di daerah Vancouver menyampaikan gagasan tentang mariyuana. Mereka berencana untuk melegalisasi mariyuana dengan alasan untuk mengurangi kekerasan antar-geng. Berdasarkan statistik, 85% peredaran mariyana dikuasai oleh geng. Konon katanya, ketika orang membeli mariyuana secara diam-diam, secara ngga langsung mereka sudah membuat geng ini semakin kaya yang pada akhir kekerasan meningkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2012/05/HKBP-Filadelfia-300x135.jpg" alt="" title="HKBP Filadelfia" width="300" height="135" class="alignright size-medium wp-image-2131" />Beberapa waktu yang lalu, delapan walikota di daerah Vancouver menyampaikan gagasan tentang mariyuana. Mereka berencana untuk <a href="http://www.cbc.ca/news/health/story/2012/04/26/bc-mayors-marijuana-decriminilization.html" target="_blank">melegalisasi mariyuana</a> dengan alasan untuk mengurangi kekerasan antar-geng. Berdasarkan statistik, 85% peredaran mariyana dikuasai oleh geng. Konon katanya, ketika orang membeli mariyuana secara diam-diam, secara ngga langsung mereka sudah membuat geng ini semakin kaya yang pada akhir kekerasan meningkat secara geng ini akan mampu untuk membeli senjata dan lain sebagainya.</p>
<p>Jadi usulan dari walikota-walikota ini adalah untuk melegalkan mariyuana, dan menarik pajak dari penjualan mariyuana. Solusi ini secara logika mungkin akan jalan, tetapi secara nurani sangat diragukan kebenarannya. Syukurnya, ketika gagasan ini dibawa ke Stephen Harper (Perdana Menteri Kanada), jawaban dari Stephen Harper cukup tegas, &#8220;Legalisasi mariyuana tidak akan pernah terjadi selama dia memerintah&#8221;.<span id="more-2130"></span></p>
<p>Disini saya menaruh respek pada Harper. Dia masih memegang nilai yang menurut dia benar.</p>
<p>***</p>
<p>Kemarin hati saya terenyuh dan bersimpati dengan jemaat HKBP Filadelfia yang mengalami penganiayaan, baik dari sekelompok orang ekstrimis dan juga dari aparat pemerintah. Untuk selengkapnya, silahkan lihat detailnya di video ini: http://vimeo.com/40669418</p>
<p>Di Indonesia, secara umum, ada krisis kepemimpinan berlapis. Dalam kasus HKBP Filadelfia, proses hukum berjalan, tapi proses di lapangan tidak berjalan. Dan pemimpin yang ada tidak punya integritas dan nyali.</p>
<p>***</p>
<p>Masalah kepemimpinan dan kebenaran sulit dipisahkan. Pemimpin yang tidak punya integritas untuk kebenaran, cepat lambat pasti akan jatuh dan terbuka tabirnya. Dalam politik sudah sering kita lihat. Di dalam gereja pun demikian, entah itu pendeta, majelis, siapapun yang menutupi kebenaran pasti akan ketahuan.</p>
<p><strong>Ketika kita pikir-pikir akan kompromi, jangan teruskan pikir-pikir. Cuma butuh 20 detik untuk mengumpulkan keberanian berbuat yang benar. Sedangkan meluruskan sesuatu yang salah, bisa butuh bertahun-tahun. Itupun syukur-syukur masih ada kesempatan.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/05/kepemimpinan-kebenaran-dan-integritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tindakan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/04/tindakan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/04/tindakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 21:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2126</guid>
		<description><![CDATA[Catatan untuk diri sendiri: Terlalu sering, kita berencana ingin melakukan ini, ingin melakukan itu. Tetapi rencana hanya sebatas rencana, tidak ada tindakan nyata yang mengikuti itu semua. Lalu kemudian, biasanya secara otomatis, kita coba merasionalisasi alasan mengapa kita tidak bisa menjadikan rencana itu. Entah karena alasan waktu, alasan keterbatasan diri, alasan keuangan, alasan ini dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan untuk diri sendiri:</p>
<p>Terlalu sering, kita berencana ingin melakukan ini, ingin melakukan itu. Tetapi rencana hanya sebatas rencana, tidak ada tindakan nyata yang mengikuti itu semua. Lalu kemudian, biasanya secara otomatis, kita coba merasionalisasi alasan mengapa kita tidak bisa menjadikan rencana itu. Entah karena alasan waktu, alasan keterbatasan diri, alasan keuangan, alasan ini dan itu. Akhirnya, kita menjadikan Tuhan sebagai alasan. Mengapa Tuhan tidak mau membuka jalan. Emang ada waktunya ketika kita sudah memberikan yang terbaik, tapi Tuhan belum berkenan dengan rencana kita.</p>
<p>Tetapi seringkali kita kurang &#8220;ngotot&#8221; untuk memulai suatu tindakan. Perjalanan seribu mil diawali dengan sebuah langkah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/04/tindakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khawatir</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/04/khawatir-2/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/04/khawatir-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 20:58:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2006</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya. Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai &#8211; lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit. Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir &#8211; sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja. Maka, marilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya.</p>
<p>Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai &#8211; lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit.</p>
<p>Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir &#8211; sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja.</p>
<p>Maka, marilah kita lebih sibuk bekerja daripada sibuk gelisah dalam kekhawatiran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/04/khawatir-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meretas keheningan pagi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/04/meretas-keheningan-pagi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/04/meretas-keheningan-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Apr 2012 19:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Amatir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Kicau jam meretas keheningan pagi Membuyarkan mimpi, entah kemana Awan mendung mencoba merampas asa Maafkan aku, pagi mendung nan dingin Dinginmu tak cukup menahan langkah Karena mentari masih menyala disini Disini di dalam hatiku Hari ini adalah hari milikku Juga esok masih terbentang Terima kasih Tuhan Ajarku tuk berbagi mentari Hangatkan hati yang dingin Pulihkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kicau jam meretas keheningan pagi<br />
Membuyarkan mimpi, entah kemana<br />
Awan mendung mencoba merampas asa<br />
Maafkan aku, pagi mendung nan dingin<br />
Dinginmu tak cukup menahan langkah</p>
<p>Karena mentari masih menyala disini<br />
Disini di dalam hatiku<br />
Hari ini adalah hari milikku<br />
Juga esok masih terbentang</p>
<p>Terima kasih Tuhan<br />
Ajarku tuk berbagi mentari<br />
Hangatkan hati yang dingin<br />
Pulihkan semangat yang patah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/04/meretas-keheningan-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hatiku telah mencapai gunung lebih dulu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/03/hatiku-telah-mencapai-gunung-lebih-dulu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/03/hatiku-telah-mencapai-gunung-lebih-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 09:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=924</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pengembara tua sedang dalam perjalanan menuju pegunungan Himalaya pada musim dingin yang menggigit saat mulai hujan. Seorang pengurus rumah penginapan berkata kepadanya. &#8220;Bagaimana engkau dapat sampai di sana dalam cuaca seperti ini, saudaraku?&#8221; Pengembara tua itu menjawab dengan gembira: &#8220;Hatiku sudah lebih dulu sampai di sana, sehingga mudah bagi saya yang tersisa ini kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pengembara tua sedang dalam perjalanan menuju pegunungan Himalaya pada  musim dingin yang menggigit saat mulai hujan. Seorang pengurus rumah penginapan berkata kepadanya. &#8220;Bagaimana engkau dapat sampai di sana dalam cuaca seperti ini, saudaraku?&#8221;</p>
<p>Pengembara tua itu menjawab dengan gembira:  &#8220;Hatiku sudah lebih dulu sampai di sana, sehingga mudah bagi saya yang tersisa ini kemudian mengikutinya.&#8221;</p>
<p>~ Doa Sang Katak 1 &#8211; Anthony de Mello SJ</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/03/hatiku-telah-mencapai-gunung-lebih-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hingga saat ini</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/03/hingga-saat-ini/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/03/hingga-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 08:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Aku masih percaya pada Tuhan Yesus Aku masih ingin mengenalNya lebih dalam lagi Aku masih mencintai orang tua, tunangan dan saudara2ku Aku masih mencintai Indonesia Aku masih ingat beberapa moment yang aku lewati Masa-masa aku bersyukur bahagia maupun Masa-masa aku meratap dan bersedih Di setiap masa itu, hingga saat ini aku masih percaya Tuhan merancangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku masih percaya pada Tuhan Yesus<br />
Aku masih ingin mengenalNya lebih dalam lagi<br />
Aku masih mencintai orang tua, tunangan dan saudara2ku<br />
Aku masih mencintai Indonesia<br />
<span id="more-562"></span><br />
Aku masih ingat beberapa moment yang aku lewati<br />
Masa-masa aku bersyukur bahagia maupun<br />
Masa-masa aku meratap dan bersedih<br />
Di setiap masa itu, hingga saat ini aku masih percaya<br />
Tuhan merancangkan semua itu untuk kebaikan.</p>
<p>Hingga saat ini&#8230;<br />
Aku masih perlu belajar dalam banyak hal<br />
Belajar tuk mengasihi dalam kebenaranNya<br />
Belajar menunggu waktuNya dan juga<br />
Belajar menjalani kehendakNya.</p>
<p>TUHAN, hingga saat ini&#8230;<br />
Engkau setia menuntunku dalam menyusuri setiap lembar kehidupan<br />
Dan tidak ada yang bisa mengklaim tempatMU di hatiku<br />
Sebab semua ini bukanlah cerita tentang aku<br />
Tetapi tentang Engkau, Penciptaku Yang Maha Agung.</p>
<p>Vancouver &#8211; 9 Maret 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/03/hingga-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelambatan Hidup</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/03/kelambatan-hidup/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/03/kelambatan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 00:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1990</guid>
		<description><![CDATA[Pas seniman Djaduk Ferianto ditanya, kenapa dia tetap tinggal di Jogja biarin banyak kerjaannya di Jakarta? Dia menjawab, kalau dia masih bisa menikmati kelambatan di Jogja. Lambat itu penting. Lambat itu kan hubungannya dengan waktu. Karena kalau orang menyebut lambat kan terdengar negatif. Padahal di dalam lambat ada energi yang luar biasa. Semakin lambat hidup, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/11/pelan-300x300.jpg" alt="" title="Signs Warning of Approaching Curve" width="300" height="300" class="alignright size-medium wp-image-2092" />Pas seniman Djaduk Ferianto ditanya, kenapa dia tetap tinggal di Jogja biarin banyak kerjaannya di Jakarta? Dia menjawab, kalau dia masih bisa menikmati kelambatan di Jogja. Lambat itu penting. Lambat itu kan hubungannya dengan waktu. Karena kalau orang menyebut lambat kan terdengar negatif. Padahal di dalam lambat ada energi yang luar biasa. Semakin lambat hidup, semakin banyak waktu yang kita bisa nikmati.</p>
<p>Saya jadi ingat film &#8220;Click&#8221; yang <a href="http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/">dulu</a> pernah saya tonton. Nikmatilah kelambatan hidup. <span id="more-1990"></span></p>
<p>Kelambatan Hidup</p>
<p>Di trailer film terbarunya Justin Timberlake, judulnya In Time, ceritanya setiap orang bisa &#8220;membeli&#8221; waktu. Jadi kalau orang kaya, bisa hidup lama, dan terlihat muda seperti orang berusia 25 tahun. Tapi kalau orang miskin, waktunya cepat habis, jadi cepat mati. Konsepnya menarik ya? Orang bisa membuat bermacam-macam teknologi, tapi untuk dimensi waktu, belum ada yang bisa membeli atau mengulang waktu. Mungkin di masa depan bisa ada mesin waktu? At least itu perkiraan beberapa orang yang sudah melihat klip <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Gj3qesTjOE8" target="_blank">video Charlie Chaplin</a>, ada orang asing yang terlihat seperti mememgang telepon genggam di tahun 1920an.</p>
<p>Terlepas dari film atau cuplikan yang ada. Lirik lagu hymn yang saya ingat, &#8220;Pakailah waktu anugerah Tuhanmu, hidupmu singkat bagaikan kembang&#8221;. Hidup ini katanya singkat, jadi pakailah dengan baik. Saya tipe orang yang suka membuat rencana. Kalau ada perubahan rencana atau kalau ada hal yang belum direncanakan, saya cenderung tidak merasa tenang. Begitupun dengan hidup, saya suka membuat rencana, atau setidaknya membuat suatu visi 10 tahun ke depan. Tapi semakin hari, rasanya rencana 5 tahun ke depan pun, belum tentu bisa terlaksana. Akhirnya, ya rencana 1 sampai 2 tahun ke depan saja deh.</p>
<p>Saking cepatnya waktu berjalan, sekarang saya mencoba memperlambat hidup. Lucu kalau didengar, di jaman yang semua orang inginnya cepat, saya malah ingin memperlambat. Orang ingin cepat jadi artis, ikutilah kontes mencari bakat. Syukur-syukur jadi artis. Orang ingin cepat menjadi kaya, jadilah koruptor. Orang ingin cepat dapat jodoh, ikutilah ajang mencari jodoh yang seperti di tv-tv itu lho, atau yang kaya di China juga boleh.</p>
<p>Saya juga merasa ketika fokus kita ada di hal-hal selain Tuhan, waktu terasa berjalan cepat. Setuju?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/03/kelambatan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimpi Yusuf dan kenyataan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/02/mimpi-yusuf-dan-kenyataan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/02/mimpi-yusuf-dan-kenyataan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 21:22:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2074</guid>
		<description><![CDATA[Hampir tiga tahun yang lalu, pendeta saya pada waktu itu memberikan hadiah kenang-kenangan sebuah buku karangan R.T. Kendall yang berjudul &#8220;Tuhan Merancangnya Untuk Kebaikan&#8221;. Bukunya bagus dan ceritanya keren, isinya mengupas tentang kehidupan Yusuf dari dia dijual oleh saudara-saudaranya sampai ketika Yusuf menjadi orang kepercayaan Firaun dan bisa mengampuni saudara-saudaranya. Jadi disitu diceritain gimana Yusuf [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2012/02/images.jpg" alt="" title="images" width="259" height="194" class="alignright size-full wp-image-2076" />Hampir tiga tahun yang lalu, pendeta saya pada waktu itu memberikan hadiah kenang-kenangan sebuah buku karangan R.T. Kendall yang berjudul <a href="http://gunung-batu.com/2009/08/rt-kendall-tuhan-merancangnya-untuk-kebaikan/">&#8220;Tuhan Merancangnya Untuk Kebaikan&#8221;</a>. Bukunya bagus dan ceritanya keren, isinya mengupas tentang kehidupan Yusuf dari dia dijual oleh saudara-saudaranya sampai ketika Yusuf menjadi orang kepercayaan Firaun dan bisa mengampuni saudara-saudaranya. Jadi disitu diceritain gimana Yusuf pada awalnya punya mimpi, lalu dianalisa, kenapa Yusuf bisa gak disukain saudara-saudaranya. Lalu terus diceritain cerita Yusuf, gedebak gedebuk sampai akhirnya jadi orang punya kuasa di Mesir.<span id="more-2074"></span></p>
<p>Mengingat cerita Yusuf, saya tidak bisa membayangkan rasanya dikhianati oleh saudara sendiri, tepatnya dijual oleh saudara sendiri. Mungkin rasanya sakit! Bukan secara fisik, tapi secara hati. Tercatat Yusuf mengalami kejadian apes, berulang kali. Tapi melalui cerita Yusuf, kita sering membaca frasa <strong>&#8220;Dan Tuhan menyertai Yusuf&#8221;.</strong></p>
<p>Dan kita juga tau, bahwa Tuhan perlahan mengubah hidup Yusuf. Diubah dalam hal apa? Yang paling gampang dilihat adalah Tuhan melimpahkan berkat atas Yusuf. Berkat itu berupa karir yang progresif, berupa kepercayaan dari atasan, dan juga berupa kesejahteraan. Dalam proses ini, Tuhan pun mengijinkan masalah dalam hidup Yusuf, misalnya ketika Yusuf digoda tante Poti.</p>
<p>Tuhan juga mengubah hati Yusuf. Puncak dari perubahan hati adalah ketika Yusuf bisa mengampuni saudara-saudaranya. Kita tau ceritanya kan, pada waktu itu di Israel terjadi kelaparan. Saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk minta makanan. Mereka tidak menyangka bahwa Yusuf adalah orang yang punya pengaruh besar di Mesir. Kalau Yusuf mau balas dendam, hal itu cukup mudah.</p>
<p>Tetapi inilah perubahan yang Tuhan lakukan, yaitu <strong>memberikan Yusuf kemampuan untuk mengampuni</strong>. Hal ini terdengar sederhana, tapi hal ini butuh waktu puluhan tahun bagi Yusuf. Dalam kurung waktu puluhan tahun itu, Yusuf mengalami kejadian jatuh bangun yang tidak mudah dicerna.</p>
<p>Kita mungkin seperti Yusuf. Tuhan sudah memberi mimpi kepada kita bahwa kita akan menerima sesuatu hal yang bagus/baik. Tetapi kenyataan berkata lain. Mungkin perlu waktu beberapa tahun sampai mimpi yang Tuhan berikan itu terwujud. Proses tahunan itu yang bahkan lebih berharga dari mimpi itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/02/mimpi-yusuf-dan-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebelum mimpi naek gaji, pikir dulu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/02/sebelum-mimpi-naek-gaji/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/02/sebelum-mimpi-naek-gaji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 22:16:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2064</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan lagi rame cerita tentang Angelina Sondakh, jadi saya ingin ikutan menceritakan pengalaman saya. Tahun 2005 yang lalu, Angelina Sondakh sempat diundang ke acara wisuda, di hadapan professornya, dia ingin bersyukur dengan bermain piano. Mulai lah dia mulai main piano sambil bernyanyi, tapi tidak lancar. Judul lagunya &#8220;Bersyukur&#8221;. Dia mulai dengan tidak lancar &#8220;Na na [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2012/02/sondakh_catur-300x171.jpg" alt="" title="sondakh_catur" width="300" height="171" class="alignright size-medium wp-image-2065" />Belakangan lagi rame cerita tentang Angelina Sondakh, jadi saya ingin ikutan menceritakan pengalaman saya. Tahun 2005 yang lalu, Angelina Sondakh sempat diundang ke acara wisuda, di hadapan professornya, dia ingin bersyukur dengan bermain piano. Mulai lah dia mulai main piano sambil bernyanyi, tapi tidak lancar. Judul lagunya &#8220;Bersyukur&#8221;. Dia mulai dengan tidak lancar &#8220;Na na na na na..Haleluya ku memujiMu Tuhan. Karna kasihMu tak berkesudahan&#8221;, dan seterusnya. Hadirin pun akhirnya ikut membantu menyanyi dan akhirnya lagunya bisa dimainkan dengan lancar.<span id="more-2064"></span></p>
<p>Jreng! Ternyata saya cuma mimpi. Ah, mungkin karena setiap kali baca berita akhir-akhir ini selalu tentang kisah kasus korupsi yang melibatkan politikus, salah satunya Angelina Sondakh. Ya elah, bisa sampai kebawa mimpi.</p>
<p>Kalau saya buka koran tempo minggu lalu, gambar utamanya Ibu Sondakh lagi main catur. Nah satu hal yang saya perhatikan dari gambar itu, Ibu Sondakh masih pakai kalung salib. Yang terlintas di pikiran saya cuma satu, Ibu Sondakh sudah berubah banyak yah sejak gambar itu diambil. Berubah agama (pindah agama dari Kristen jadi Islam), berubah pekerjaan (dari artis jadi politikus), kehidupan pribadi pun berubah (dari single, menikah, dan sekarang janda). Terlepas semua perubahan yang kasat mata, saya percaya setiap orang yang paling terlihat tangguh sekalipun, ketika dia menghadap Tuhan, dia akan menghadap dalam kapasitas ciptaan dan Sang Pencipta.</p>
<p>Oh well, gara-gara mimpi ini. Saya sempat bertanya dalam hati pada Tuhan. &#8220;Tuhan, kalau Ibu Sondakh menghadap engkau sekarang, akan kah Engkau menerimaNya seperti dulu?&#8221;. Dan saya tahu jawabannya, Tuhan pasti sudah seperti dalam perumpamaan anak yang hilang. <strong>Tuhan pasti akan lari dan menyambut anakNya yang &#8220;hilang&#8221;</strong>, terlepas seberapa &#8220;hilang&#8221; anakNya.</p>
<p>***</p>
<p>Sekian cerita saya tentang Ibu Sondakh. Ketika saya terbangun dari mimpi, saya putuskan untuk bersaat teduh, sambil nyanyi lagu di atas. Saya sempat berpikir ngeri juga kalau saya sampai kehilangan iman saya pada Tuhan Yesus. Sekarang mungkin saya bisa bilang hal itu tidak mungkin. Tapi dalam kenyataan hidup, bahkan pendeta sekalipun bisa &#8220;melenceng&#8221; dari Tuhan. Ada yang melenceng secara seksual (misalnya Ted Haggard), ada yang melenceng teologinya (misalnya Joel Osteen), dll.</p>
<p>Proses melenceng ini biasanya tidak terjadi dalam semalam. Tapi mulai bertahap. Mulai dari <strong>pergaulan</strong> sehari-hari. Tergantung kita ada di lingkungan seperti apa, kita pasti terpengaruh. Kalau setiap hari ketemunya koruptor, lama-lama kita bisa jadi koruptor. Kalau sering bergaul dengan orang pesimis, pasti jadi pesimis. Sebaliknya bergaul sama orang yang taat, tar pasti ketularan taatnya. Bergaul sama orang optimis, pasti tar ketularan optimisnya.</p>
<p>Terus sepertinya, hal kedua yang cukup penting: bagaimana kita <strong>mengendalikan perubahan</strong>. Tidak mungkin tidak, namanya hidup pasti berubah setiap harinya. Hari ini kerja jadi kuli, mungkin besok-besok jadi manager. Hari ini jadi artis, mungkin besok-besok jadi anggota DPR. Kadang terdengar bagus, wah si A dapat promosi, naek jabatan. Tapi hal yang sering dilupakan orang, naek jabatan itu artinya nambah tugas dan tanggung jawab. Ujung-ujungnya, waktu untuk Tuhan (dan keluarga) semakin sedikit. Dan dari situ, downhill dah.</p>
<p>Anyway, untuk sekarang ini, saya bersyukur untuk semua hal dalam hidup. Semua berkat yang Tuhan kasih, keluarga, pekerjaan, kesehatan. Semua masalah yang Tuhan ijinkan. Ini lirik lagu yang tadi terbawa dalam mimpi saya. Liriknya begitu bagus (terlepas gaya lagunya yang kontemporer/karismatik banget):</p>
<blockquote><p>Haleluya ku memujiMu Tuhan<br />
Kar&#8217;na kasihMu tak berkesudahan<br />
Biar yang bernafas memuji Sang Raja<br />
Di atas gunung dan di dalam samud&#8217;ra</p>
<p>Tanganku ku angkat padaMu<br />
Mensyukuri rahmat yang Kau b&#8217;ri<br />
Kakiku melompat bagiMu<br />
S&#8217;bab rahmatMu baru s&#8217;tiap pagi</p>
<p>Reff:<br />
Bersyukurlah kepada Tuhan<br />
Sebab Ia baik, sebab Ia ba &#8211; ik<br />
Bahwasanya &#8216;tuk selamanya<br />
Kasih setia-Nya, kasih setia &#8211; Nya</p></blockquote>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/1vld0jor5Uk?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/02/sebelum-mimpi-naek-gaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah makna kasih?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 22:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[Seorang kiai datang mengeluh kepada Gus Dur karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai sambat. Dengan enteng, Gus Dur menjawab, &#8220;Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!&#8221; Ya, itulah Tuhan kita: Tuhan Yesus. Ada ayat dari 1 Yohanes 3:16: Demikianlah kita ketahui kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang kiai datang mengeluh kepada Gus Dur karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai sambat. Dengan enteng, Gus Dur menjawab, &#8220;Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!&#8221;</p>
<p>Ya, itulah Tuhan kita: Tuhan Yesus. </p>
<p>Ada ayat dari 1 Yohanes 3:16:</p>
<blockquote><p>Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.</p></blockquote>
<p>Ada juga yang lebih terkenal Yohanes 3:16</p>
<blockquote><p>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.</p></blockquote>
<p>Seberapa nyata ayat itu dalam hidup kita? Belakangan ini saya merasa pertumbuhan rohani saya cukup struggling. Mungkin pertumbuhan rohani setiap orang itu beda-beda caranya ya. Ada yang bisa (sepertinya) bertumbuh rohani dengan mendengar kotbah yang enak-enak, teologi kemakmuran, bicara berkat. Ada yang bisa (sepertinya) bertumbuh dengan mendengar kotbah yang lembut-lembut, bicara tentang hidup yang mengasihi, menolong sesama. Tapi saya (sepertinya) bertumbuh lewat kotbah yang kritis, yang mengupas ayat-ayat Alkitab secara mendalam. Di kalimat-kalimat sebelumnya saya sisipkan kata &#8220;sepertinya&#8221; karena saya sendiri tidak tahu, apakah benar bertumbuh apa tidak.<span id="more-2044"></span></p>
<p>Di penghujung tahun ini, saya ingat dengan <a href="http://vimeo.com/8707046" target="_blank">kotbah</a> Pdt. Stefanus Theophilus. Beliau adalah pendeta, mentor, dan sekaligus sahabat saya selama kurang lebih satu tahun. Di dalam hidup ada beberapa hal, yaitu kesempatan-kesempatan yang <strong>kita harus memilih</strong> salah satu yang kita anggap paling tepat. Ada beberapa ilustrasi yang diambil dari ilustrasinya Michael Sandel, seorang profesor filosofi politik di Harvard. Kalau mau nonton versi panjangnya, klik <a href="http://www.ted.com/talks/michael_sandel_what_s_the_right_thing_to_do.html" target="_blank">disini</a>.</p>
<p><strong>Ilustrasi 1:</strong><br />
Anda menyetir mobil di jalanan yang menurun tapi remnya blong. Di ujung jalan ada lima orang menyebrang jalan. Kalau anda banting setir, ada satu orang di pinggir jalan. Pilihan apa yang akan anda ambil? Secara sederhana, mayoritas dari kita akan memilih tabrak yang satu orang donk ya? Lebih baik satu yang mati daripada lima orang?</p>
<p><strong>Ilustrasi 2:</strong><br />
Anda berdiri di pinggir jalan yang menurun di sebelah jurang. Dari jauh anda melihat ada mobil yang remnya blog. Penumpang mobilnya ada lima orang. Kalau mobil itu menabrak anda, anda akan mati, dan mobil itu akan masuk jurang. Nah, di sebelah anda, ada orang yang besar banget yang andaikata dia ditabrak mobil, mobil itu akan berhenti (gak masuk jurang, penumpangnya selamat), tapi orang yang berbadan besar itu akan mati. Pilihan apa yang akan anda ambil? Lebih baik lima orang selamat yah dibanding satu orang?</p>
<p><strong>Ilustrasi 3:</strong><br />
Anda adalah seorang dokter. Ada lima pasien, korban kecelakaan mobil. Kondisi mereka semua kritis, ada yang gagal jantungnya, livernya, ginjalnya, paru-paru, pankreas. Mereka semua bakal mati kalau ngga ada donor organ. Nah, di ruangan sebelah, ada satu pasien yang sehat, lagi tidur. Anda bisa membunuh satu pasien sehat itu, dan menyelematkan lima pasien lain. Pilihan apa yang akan anda ambil?</p>
<p><strong>Utilitarianisme</strong></p>
<p>Di dalam keadaan demikian, inilah namanya utilitarianisme. Intinya, kalau dihadapkan pada suatu pilihan, seorang utilitarian akan memilih pilihan yang menghasilkan kebahagian untuk orang banyak. Tapi ilustrasi di atas adalah sederhana, kita tidak tahu lima orang itu siapa, satu orang itu siapa, dan lain sebagainya. Kita lanjut lagi ke ilustrasi selanjutnya ya.</p>
<p><strong>Ilustrasi 4:</strong><br />
Sama seperti ilustrasi 3 di atas tapi ternyata yang lima pasien itu adalah tukang sampah. Yang satu orang sehat adalah presiden. Sekarang gimana? Apakah kita biarkan lima orang yang &#8220;ngga penting&#8221; ini tetap mati? Atau bunuh satu orang &#8220;penting&#8221; ini. Atau lebih ekstrim lagi, yang satu orang adalah anak kandung kita. Sekarang kita harus memilih. Bagaimana?</p>
<p>Untuk selamatkan satu, kadang kala harus korbankan yang lain. Seringkali perlu pengorbanan. Dari ilustrasi di atas, kita selalu berpikir sebagai pihak yang selalu ingin diuntungkan. Kita tidak pernah berpikir, kita ada di pihak yang dirugikan. Kita tidak pernah berpikir, &#8220;Kenapa ngga kita aja yang dikorbankan?&#8221;</p>
<p><strong>Bagaimana dengan keselamatan?</strong></p>
<p>Terbayangkah bagaimana perasaan Tuhan ketika dia harus mengutus Yesus ke dunia. Lebih lagi, bagaimana perasaan Tuhan ketika melihat Yesus mati disalib? Kenapa Tuhan ngga biarkan saja semua manusia mati? Dia kan Tuhan, kita ciptaanNya. Disinilah pergumulan kita sebagai orang Kristen. Apakah makna dari anugerah keselamatan? Kita seringkali terbuai dengan lembutnya kasih. Seperti lagu ini:</p>
<blockquote><p>Kasih pasti lemah lembut<br />
Kasih pasti memaafkan<br />
Kasih pasti murah hati<br />
KasihMu, kasihMu Tuhan</p>
<p>Ajarilah kami ini saling mengasihi<br />
Ajarilah kami ini saling mengampuni<br />
Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan<br />
KasihMu Kudus tiada batasnya</p></blockquote>
<p>Lagu di atas ada benarnya. Tapi jauh dari kesan lemah lembut, kasih Tuhan adalah suatu kondisi dimana Tuhan ngotot mengasihi manusia sampai berkorban. Istilah bahasa Inggrisnya, <strong>unwavering God&#8217;s love</strong>. Untuk mengasihi kita, ada pengorbanan yang Tuhan lakukan. Mengasihi itu bukan sesuatu yang mudah, bukan sesuatu yang menguntungkan. Kalau kita mengasihi karena hal itu menguntungkan, rasanya kasih itu cukup dangkal yah.</p>
<p>Kasih adalah adanya kesediaan dimana kita dihadapkan pada dua pilihan, kita memilih pilihan yang tidak menguntungkan. Di Yohanes 3:16, konteksnya artinya Dia memberikan diriNya menjadi korban. Demi manusia yang bisa diselamatkan, Tuhan mau mengaruniakan anakNya yang tunggal.</p>
<p><strong>Keselamatan hanya di dalam Kristus</strong></p>
<p>Hanya Kristus yang berhak mengatakan Dia siap menjadi korban. Kenapa? Semua orang di dunia ini semuanya sama dengan kita. Sama-sama bernafas, makannya sama, bisa sakit, bisa berjuang, bisa gagal. Jadi kalau kita bilang di dalam agama lain juga bisa selamat, sedangkan pendiri, pemimpin agama di dunia adalah manusia. Jadi tidak ada bedanya dengan kita. Kalau kembali ke ilustrasi #1, mereka ada di dalam mobil sama dengan kita, bagaimana mereka bisa bilang mereka akan menyelamatkan kita? Hanya orang di luar mobil lah yang bisa menyelamatkan, yaitu cuma ada satu: Tuhan Yesus. Karena Tuhan berada di luar kendaraan itu, di luar dunia, di luar dosa. Dia datang ke dunia.</p>
<p>Kita tidak bicara pemimpin agama lain itu orang baik atau tidak. Mereka semua adalah orang baik, banyak dari mereka melakukan hal lebih baik daripada orang Kristen sendiri, tapi yang jadi masalah adalah mereka berada di dalam satu kendaraan dengan kita. Di dalam dosa. Yang bisa menyelamatkan kita adalah Tuhan Yesus yang berada di luar dosa.</p>
<p><strong>Tahun 2012</strong></p>
<p>Masuk di tahun yang baru ini, saya diingatkan kembali akan kasih Tuhan. Kasih yang tidak murah. Seperti lagunya Downhere yang judulnya How Many Kings:</p>
<blockquote><p>Follow the star to a place unexpected<br />
Would you believe after all we’ve projected<br />
A child in a manger</p>
<p>Lowly and small, the weakest of all<br />
Unlikeliness hero, wrapped in his mothers shawl<br />
Just a child<br />
<strong>Is this who we’ve waited for?</strong></p>
<p>Cause how many kings, stepped down from their thrones?<br />
How many lords have abandoned their homes?<br />
How many greats have become the least for me?<br />
How many Gods have poured out their hearts<br />
To romance a world that has torn all apart?<br />
<strong>How many fathers gave up their sons for me?</strong><br />
Only one did that for me</p></blockquote>
<p>Semoga Tuhan yang sama yang sudah menyertai saya di tahun 2011, menyertai saudara juga di tahun 2012!</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/5UyiAnUE53U?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sama-sama mengambil waktu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/sama-sama-mengambil-waktu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/sama-sama-mengambil-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 20:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2040</guid>
		<description><![CDATA[Di penghujung tahun ini, mari kita sama-sama mengambil waktu. Mengambil waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan Mengambil waktu untuk membaca, itulah dasar kebijaksanaan Mengambil waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda Mengambil waktu untuk diam, itulah saat mendengar Tuhan Mengambil waktu untuk melihat sekitar, itulah kesempatan menolong sesama Mengambil waktu untuk mengasihi dan dikasihi, itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di penghujung tahun ini, mari kita sama-sama mengambil waktu.</p>
<ul>
<li>Mengambil waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan</li>
<li>Mengambil waktu untuk membaca, itulah dasar kebijaksanaan</li>
<li>Mengambil waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda</li>
<li>Mengambil waktu untuk diam, itulah saat mendengar Tuhan</li>
<li>Mengambil waktu untuk melihat sekitar, itulah kesempatan menolong sesama</li>
<li>Mengambil waktu untuk mengasihi dan dikasihi, itulah hadiah terbesar dari Tuhan</li>
<li>Mengambil waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa</li>
<li>Mengambil waktu untuk bermimpi, itulah bagian dari masa depan</li>
<li>Mengambil waktu untuk berdoa, itulah kekuatan terbesar di bumi</li>
</ul>
<p>Rasanya yang terakhir perlu lebih serius lagi. <strong>Berdoa</strong>. </p>
<p>Berdoa bukan untuk mendapatkan sesuatu. Tapi berdoa karena kita mencari wajah Tuhan sebelum kita mencari tanganNya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/sama-sama-mengambil-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Natal 2011</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/catatan-natal-2011/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/catatan-natal-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 20:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2036</guid>
		<description><![CDATA[Hari masih gelap, masih jam 5 pagi, suara mesjid terdengar sahut-sahutan. Tapi pohon natal masih nyala kelap kelip di ruang tamu. Di bawah pohon natal tidak ada kado. Jam 8 pagi, kami sekeluarga pergi ke gereja untuk kebaktian. Di gereja, duduk di kursi kayu yang panjang, ruangannya terang karena matahari, AC-nya dinyalain, saya begitu menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/12/Cradle-In-The-Shadow-Of-The-Cross-1-288x300.jpg" alt="" title="Cradle In The Shadow Of The Cross 1" width="288" height="300" class="alignright size-medium wp-image-2037" />Hari masih gelap, masih jam 5 pagi, suara mesjid terdengar sahut-sahutan. Tapi pohon natal masih nyala kelap kelip di ruang tamu. Di bawah pohon natal tidak ada kado. Jam 8 pagi, kami sekeluarga pergi ke gereja untuk kebaktian. Di gereja, duduk di kursi kayu yang panjang, ruangannya terang karena matahari, AC-nya dinyalain, saya begitu menikmati nyanyi lagu-lagu dari NKB dan KJ. Itu memori natal saya masa kecil. Begitu tenang. So calm, peaceful, tranquil.</p>
<p>Sekarang berbeda jauh. Baru tahun ini saya bisa cape dengerin lagu natal. Tiap kali dengerin radio, lagu natalnya lebih sering yang &#8220;I saw mommy kissing santa claus&#8221;, atau yang &#8220;Last year I give you my heart&#8221;, &#8220;I&#8217;m dreaming of white christmas&#8221;. Sampai akhirnya, saya ganti channel radio ke radio sekuler. Belum lagi kalau ke mal, komersialisasi natal kenceng banget. Dipikir-pikir lagi, salah satu penyebabnya perasaan cape ini adalah hilangnya Christ-centered-mas.</p>
<p>Natal tanpa Kristus bukanlah natal. Saya teringat perayaan Natal dua tahun lalu, tema yang diusung masih berkesan sampai sekarang, &#8220;A cradle in the shadow of the Cross&#8221;. Kelahiran Tuhan adalah titik awal dari moment terpenting dalam hidupnya, di salib. Tapi kalau saya mengusung tema ini, jaman sekarang ini, bahkan di gereja pun, bisa dikritik orang. Kata orang, Natal itu harusnya memberi harapan, janganlah menjadi orang yang negatif yang selalu melihat gelas setengah kosong.</p>
<p>Entahlah, harapan dalam Tuhan itu benar. Tetapi harapan itu pun datang ke dunia bukan dalam situasi adem ayem. Natal pertama berlangsung dalam situasi mencekam. Terjadi pembunuhan bayi-bayi. Tuhan harus lahir di kandang hewan.</p>
<p>Tahun ini, saya ingin merasakan Natal yang asali. Natal dimana Tuhan tetap bisa bekerja sekalipun di tengah keresahan dunia akan seorang juru selamat. Natal dimana Tuhan tetap menjalankan rencanaNya mengutus Yesus Kristus yang sudah dipersiapkan ribuan tahun sebelumnya, sejak awal dari perjanjian lama.</p>
<p>Natal tidak harus damai, tidak harus gemerlap, tidak harus meriah. Mari kita ingat lagi keukeuh-nya Tuhan mengasihi manusia. Tidak ada yang kita bisa perbuat untuk membuat Tuhan mengasihi kita lebih lagi ataupun kurang.</p>
<p>Selamat Natal untuk kita semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/catatan-natal-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu desa sibuk menyelamatkan bayi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 22:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2026</guid>
		<description><![CDATA[Ada cerita seorang petani di sebuah desa. Suatu hari petani itu pergi ke sungai untuk mengambil air. Di sungai, dia melihat ada bayi yang mau tenggelam, kemudian dia menolong bayi itu. Keesokan harinya, ada dua bayi, dia lagi-lagi menolong. Keesokan harinya, ada lima bayi. Petani ini mengajak teman-temannya untuk menolong bayi-bayi itu. Lambat laun, seisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada cerita seorang petani di sebuah desa. Suatu hari petani itu pergi ke sungai untuk mengambil air. Di sungai, dia melihat ada bayi yang mau tenggelam, kemudian dia menolong bayi itu. Keesokan harinya, ada dua bayi, dia lagi-lagi menolong. Keesokan harinya, ada lima bayi. Petani ini mengajak teman-temannya untuk menolong bayi-bayi itu. Lambat laun, seisi desa setiap hari menghabiskan waktu menyelematkan bayi-bayi di sungai. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang bertanya, &#8220;Kenapa bayi-bayi itu bisa hanyut di sungai?&#8221;</p>
<p>Kira-kira beginilah yang saya rasakan dengan pelayanan di gereja akhir-akhir ini. Di gereja rasanya ada masalah mendasar yang belum terselesaikan. Apapun itu, kiranya Tuhan tolong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi mengubah jaman</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 00:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2018</guid>
		<description><![CDATA[Cloud computing&#8230;artinya kita gak perlu punya komputer yang powerful lagi di rumah, secara &#8220;computing&#8221;-nya berlangsung di server. Cloud gaming&#8230;juga sama, artinya kita gak perlu punya gaming device lagi (semacam playstation, nintendo, etc), selama bisa display dan nyambung internet, android pas2an pun bakalan bisa main high-end video games. Cloud storage model dropbox juga sekarang menjamur, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/12/wall-e-people-300x200.jpg" alt="" title="wall-e-people" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-2019" />Cloud computing&#8230;artinya kita gak perlu punya komputer yang powerful lagi di rumah, secara &#8220;computing&#8221;-nya berlangsung di server. Cloud gaming&#8230;juga sama, artinya kita gak perlu punya gaming device lagi (semacam playstation, nintendo, etc), selama bisa display dan nyambung internet, android pas2an pun bakalan bisa main high-end video games. Cloud storage model dropbox juga sekarang menjamur, saya tidak ada rencana buat beli external HD lagi. Maklum 2 external hd saya tewas walaupun jarang dipakai.</p>
<p>Dari segi kepemilikan, sekarang berjamur bisnis usaha yang bersifat sharing. Jadi dibanding, beli mobil, yang terjadi adalah berbagi mobil. Sebutlah zipcar, car2go, etc. Dibanding tinggal di hotel, yang terjadi adalah tinggal di rumah orang lain (bed &#038; breakfast), selama kita juga mau membuka rumah kita untuk orang lain. Sebutlah airbnb. Tadinya kita beli dvd, sekarang sistemnya berlangganan; sebutlah nextflix.</p>
<p>Jaman berubah cepat. Anak yang belum berumur setahun, lebih lancar pake iPad dibanding lancar ngomong. Apa jangan-jangan di masa depan, seseorang tidak perlu lagi punya kemampuan berbicara? Apa jangan-jangan tidak perlu bisa menulis dengan tangan? Selama bisa ngetik juga udah oke. Jangan-jangan nanti ada alat membaca pikiran manusia, jadi ngga usah ngetik, ngga usah ngomong. Jangan-jangan nanti orang bakalan seperti di film kartun wall-e: gendut2, banyak makan, gak banyak gerak. Ah&#8230;.jangan-jangan.</p>
<p>Teknologi oh teknologi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa hari ini</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/doa-hari-ini/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/doa-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 18:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2012</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran hidup&#8230;kesibukan/permasalahan di pekerjaan jangan sampai merenggut kehangatan rumah.. Tuhanku Yang Maha Lembut, Aku mohon Engkau melucuti ketegangan yang ada di wajah ini, kegelisahan di hati ini, dan getar kekhawatiran dari tubuh ini, agar aku menjadi pribadi yang lebih siap untuk merayakan kegembiraan bersama keluarga dan sahabatku, dan tak melibatkan mereka untuk tenggelam dalam kesedihanku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelajaran hidup&#8230;kesibukan/permasalahan di pekerjaan jangan sampai merenggut kehangatan rumah..</p>
<blockquote><p>Tuhanku Yang Maha Lembut,</p>
<p>Aku mohon Engkau melucuti ketegangan yang ada di wajah ini, kegelisahan di hati ini, dan getar kekhawatiran dari tubuh ini, agar aku menjadi pribadi yang lebih siap untuk merayakan kegembiraan bersama keluarga dan sahabatku, dan tak melibatkan mereka untuk tenggelam dalam kesedihanku.</p>
<p>Ceriakanlah hati ini, renyahkanlah tawaku, lembutkanlah tutur dan perilakuku, cepatkanlah aku berterima kasih dan meminta maaf, dan sabarkanlah aku dengan kekurangan dan kelemahan sesamaku.</p>
<p>Semoga dengan yang kuniatkan ini, Engkau berkenan menjadikan aku jiwa kecintaan keluarga dan sesamaku</p>
<p>Amin</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/doa-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ishak &#8211; Ribka</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/ishak-ribka/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/ishak-ribka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 09:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2009</guid>
		<description><![CDATA[Konon, biaya pernikahan Ibas (putra Presiden SBY) dengan Aliya (putri Hatta Rajasa) mencapai 12 miliar rupiah. Saya baca beritanya, sepertinya pestanya cukup unik, untuk acara siramannya saja diambil dari tujuh sumber, dari Istana Negara, Cikeas, Pacitan sampai air yang diambil dari rumah Hatta Rajasa. Gak kebayang seberapa spesialnya air ini. Ada kritik mengatakan, kekayaan SBY [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon, biaya pernikahan Ibas (putra Presiden SBY) dengan Aliya (putri Hatta Rajasa) mencapai 12 miliar rupiah. Saya baca beritanya, sepertinya pestanya cukup unik, untuk acara siramannya saja diambil dari tujuh sumber, dari Istana Negara, Cikeas, Pacitan sampai air yang diambil dari rumah Hatta Rajasa. Gak kebayang seberapa spesialnya air ini. Ada kritik mengatakan, kekayaan SBY tahun 2009 itu 7 miliar. Lantas apakah SBY sampai harus nombok ya?</p>
<p>Walaupun demikian, pernikahan ini bukan yang paling mahal sih, beberapa waktu yang lalu pernikahan anaknya Aburizal Bakrie mencapai 100 miliar rupiah. Konon gaun pengantinnya saja 2,5 miliar. Mungkin angka ini terlalu dibesar-besarkan. Saya ingat cincin berlian yang dipake sampai diisi dengan darah segala. Tapi bisa gitu ya? Rasanya hati keluarga Bakrie udah terlanjur tuli sama teriakan korban lumpur Lapindo.</p>
<p>Tahun ini juga banyak teman-teman saya yang menikah. Lagi musim kali ya? Ada yang acaranya sederhana, ada juga yang mewah. Pertanyaan dari ini semua yang muncul, apa yang manusia cari dari pernikahan?<span id="more-2009"></span></p>
<p>***</p>
<p>Minggu kemarin saya mengajar kelas sekolah Minggu, topiknya tentang Abraham mencarikan calon istri untuk Ishak. Abraham memandang pernikahan itu sangat penting, sampai-sampai dia mengirimkan anak buahnya untuk cariin jodoh dari tempat asalnya (500 mil jauhnya naek onta). Abraham ngga pengen Ishak menikah dengan orang Kanaan yang menyembah baal. Jadi pernikahan itu sangat penting, bukan hal yang bisa asal-asalan. Seberapa desparatenya seseorang cari jodoh, ingatlah cerita Abraham ini ya, jangan mencari jodoh asal-asalan. Dan yang wanita, tunggulah dicari, jangan malah sebaliknya <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Biarin udah dapet jodoh yang sama-sama orang percaya, namanya masalah tetap ada. Di Alkitab ngga terlalu jelas apa penyebabnya, tapi ada masalah dalam pernikahan Ishak &#8211; Ribka. Kata komentator Alkitab, mereka mulai ada masalah karena sudah 20 menikah dan belum dikaruniai anak. Lalu mungkin masalah ini berkembang ke masalah komunikasi. Ishak orangnya pendiam, Ribka orangnya riang.</p>
<p>Jadi biarpun ketika Ribka mengandung anak kembar (Esau dan Yakub), sebenarnya Tuhan kan udah bilang sama dia di Kejadian 25:23 kalau anaknya itu kembar, salah satu akan jadi lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda. Tapi mengapa Ribka tidak menyampaikan hal ini ke Ishak? Kita bisa menebak, karena ada masalah antara Ishak &#8211; Ribka.</p>
<p>***</p>
<p>Blaise Pascal dulu pernah bilang, &#8220;Ada ruang kosong di hati setiap manusia yang tidak<br />
dapat diisi oleh benda-benda ciptaan, namun hanya dapat diisi oleh Tuhan, Sang Pencipta, yang dikenal melalui Yesus&#8221;. </p>
<p>Manusia sering salah, mereka mengisi ruang ini dengan pernikahan dan ujungnya ruang kosong itu masih ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/ishak-ribka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khawatir</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 15:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2007</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya. Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai &#8211; lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit. Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir &#8211; sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja. Maka, marilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya.</p>
<p>Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai &#8211; lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit.</p>
<p>Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir &#8211; sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja.</p>
<p>Maka, marilah kita lebih sibuk bekerja daripada sibuk gelisah dalam kekhawatiran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegundahan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 15:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2003</guid>
		<description><![CDATA[Engkau yang gundah karena beratnya kehidupan, sini &#8230; duduklah tenang bersamaku &#8230; dan marilah kita berbincang dengan Tuhan &#8230; Sahabat baik hatiku, cobalah kau ingat &#8230; bukankah dulu engkau pernah hidup dalam kedamaian yang penuh harapan baik tentang masa depanmu? Apakah yang telah kau ijinkan mengusik kedamaianmu, dan menjadikanmu pribadi baik yang sulit merasa damai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Engkau yang gundah karena beratnya kehidupan, sini &#8230; duduklah tenang bersamaku &#8230; dan marilah kita berbincang dengan Tuhan &#8230;</p>
<p>Sahabat baik hatiku, cobalah kau ingat &#8230; bukankah dulu engkau pernah hidup dalam kedamaian yang penuh harapan baik tentang masa depanmu?</p>
<p>Apakah yang telah kau ijinkan mengusik kedamaianmu, dan menjadikanmu pribadi baik yang sulit merasa damai hari ini?</p>
<p>Apakah sekarang, engkau terlalu banyak menduga dan sedikit mencoba?<br />
Apakah engkau lebih mudah marah sebelum mengerti, dan tetap marah walau sudah mengerti?<br />
Apakah engkau menuntut orang lain melakukan yang tak kau lakukan?<br />
Apakah lebih mudah bagimu untuk meminta daripada memberi?<br />
Apakah engkau lebih banyak mengeluhkan kesulitanmu daripada bekerja meringankan kesulitan sesamamu?<br />
Apakah hatimu lebih cepat membenci daripada mencintai?<br />
Atau, apakah engkau lebih dekat kepada kebiasaan buruk daripada beribadah?</p>
<p>Hmm &#8230; aku tak harus mendengar jawabanmu, tapi hatimu tahu.</p>
<p>Dikutip dr MTGW.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang buta yang tidak menyerah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/orang-buta-yang-tidak-menyerah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/orang-buta-yang-tidak-menyerah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 20:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1995</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang dari latar belakang reformed evangelical, 31 Oktober mengajak kita semua untuk merefleksikan beberapa hal: siapa Tuhan yang kita sembah, siapa kita, dan bagaimana kita berelasi dengan Tuhan. Kalau diperhatikan, sejarah itu sering berulang, dari masa ke masa, mungkin bentuknya berbeda, tapi esensinya sama. Tahun 1517, Martin Luther ngepost 95 tesis. Peristiwa ini lumayan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang dari latar belakang reformed evangelical, 31 Oktober mengajak kita semua untuk merefleksikan beberapa hal: <strong>siapa Tuhan yang kita sembah, siapa kita, dan bagaimana kita berelasi dengan Tuhan</strong>.</p>
<p>Kalau diperhatikan, sejarah itu sering berulang, dari masa ke masa, mungkin bentuknya berbeda, tapi esensinya sama. Tahun 1517, Martin Luther ngepost 95 tesis. Peristiwa ini lumayan membuat perbedaan dalam sejarah kekristenan. Tapi seiring sejalan waktu, kejadian serupa terus terjadi, gerakan awalnya dianggap mulai melenceng dari tujuan awalnya, lalu muncul lagi gerakan reformasi baru, begitu seterusnya sampai sekarang.</p>
<p>Semua ini membuat kita (setidaknya saya) berpikir, Tuhan seperti apa sih yang saya sembah. Hal ini dulu tidak begitu penting. Saya membayangkan ilustrasi gajah dan sepuluh orang buta. Ada yang pegang buntut gajah, jadi dia mendeskripsikan gajah itu seperti gagang. Ada yang pegang telinga gajah, jadi dia bilang gajah itu seperti daun melambai2. Jadi intinya, Tuhan itu terlalu besar untuk kita sepenuhnya mengerti. Kalimat ini ada benarnya. Pengenalan saya akan Tuhan berbeda dengan pengenalan saudara.</p>
<p><img alt="" src="http://anthonyuu.files.wordpress.com/2011/05/blind-men-and-the-elephant1.gif" class="alignnone" width="720" height="529" /></p>
<p>Tapi yang jadi point utamanya adalah: bagaimana pedoman mengenal gajah yang baik dan benar? Oke lah saya cuma kebagian memegang telinga gajah, saya belum pernah memegang belalai gajah ataupun bagian gajah lainnya. Tapi setidaknya, di dalam hati saya, Tuhan tanamkan suatu image tentang gajah itu seperti apa. Atau dalam konteks mengenal Tuhan, <strong>Tuhan memberikan Roh Kudus kepada kita</strong>, dan melalui Roh Kudus, Tuhan mem-reveal diriNya seperti apa. Dan juga, ada satu prinsip yang paling mendasar, Roh Kudus selalu me-reveal hal tentang Tuhan yang sesuai dengan <strong>Alkitab</strong>, tidak mungkin bertentangan.</p>
<p>Sejarah boleh berulang, nama denominasi boleh berubah-ubah, tetapi Alkitab tetaplah sama, kebenaran di dalamnya tidak tergantikan oleh apapun juga. Hari ini, entah ada berapa banyak denominasi Kristen, yang serupa sekumpulan orang buta memegang seekor gajah, mereka punya beragam pengertian akan Tuhan. Ada yang melihat Tuhan sebagai sumber berkat, ada yang melihat hidup ini harus menderita terus karena kita berdosa, ada yang melihat Tuhan tidak ingin hidup kita terganggu oleh teknologi jaman sekarang, ada macam-macam lah. Tapi biarlah, Tuhan sendiri terus mengingatkan agar kita berpegang terus pada kebenaran yang ada di Alkitab.</p>
<p>Mempunyai pengertian yang benar tentang Tuhan akan mengubah bagaimana kita melihat siapa diri kita, dan bagaimana kita menjalani hubungan dengan Tuhan. Kita tidak harus mengerti akan banyak hal, tapi pengertian yang benar akan Tuhan adalah mutlak. </p>
<p>Steve Jobs yang baru-baru ini meninggal, terkenal dengan quotesnya: &#8220;Do a couple things, and do them well. You don’t have time for much. And most things are not lasting. So do two or three things, and do them amazingly&#8221;. Sebagai orang percaya, terlalu banyak hal yang bisa kita fokus lakukan, tapi satu hal, fokuslah pada Tuhan yang kita sembah. Seperti kata Jobs, most things are not lasting.</p>
<p>Kemarin di jalan pulang, saya bertemu anak muda (mungkin anak smp/sma) dari name tagnya saya tau dia dari gereja mormon. Dia punya semangat menggebu-gebu untuk bercerita mormon itu seperti apa. Saya dalam hati merasa kasihan, saya berharap orang mormon boleh disadarkan dan kembali ke Alkitab, bukan ke kitab Mormon. Sayang rasanya melihat seorang anak dengan semangat tinggi, namun dia menghabiskan energi pada sesuatu yang sia-sia.</p>
<p>Saya merasa seperti orang buta yang mencoba mengenal Tuhan itu siapa, kadang saya tersandung dalam melangkah, kadang saya harus terjerembab. Ada harga yang harus dibayar, tapi hal itu tidak pernah sia-sia pada akhirnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/orang-buta-yang-tidak-menyerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enam anak paling banyak</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/10/enam-anak-paling-banyak/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/10/enam-anak-paling-banyak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 22:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1988</guid>
		<description><![CDATA[Dulu pas ambil kelas Business Analysis, diajarin kalau bikin slide presentasi, dalam satu slide, disarankan 6 point paling banyak. Konon katanya, otak manusia cuma bisa handle informasi segitu banyak, lebih dari itu otak manusia bakalan sulit mencernanya. Dipikir-pikir, emang benar juga sih. Saya punya banyak bookmarks website, tapi paling saya cuma buka 6 websites per [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu pas ambil kelas Business Analysis, diajarin kalau bikin slide presentasi, dalam satu slide, disarankan 6 point paling banyak. Konon katanya, otak manusia cuma bisa handle informasi segitu banyak, lebih dari itu otak manusia bakalan sulit mencernanya.</p>
<p>Dipikir-pikir, emang benar juga sih. Saya punya banyak bookmarks website, tapi paling saya cuma buka 6 websites per hari. Dari sekian banyak applikasi di handphone, paling juga cuma kurang dari 6 yang paling sering dibuka. Dari sekian banyak tempat lunch, tempat yang saya pergi itu-itu saja, kurang dari 6. Kalau pergi ke suatu restoran pun, saya selalu memesan menu yang itu-itu aja, tidak mungkin lebih dari 6 macam.</p>
<p>Sekarang saya berpikir, gawat juga kalau nanti punya anak banyak. Bagaimana nasib anak ketujuh dan seterusnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/10/enam-anak-paling-banyak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati yang hiruk</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/10/hati-yang-hiruk/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/10/hati-yang-hiruk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 23:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1985</guid>
		<description><![CDATA[Aku tulis puisi ini Untuk memberi kelegaan hati yang hiruk Lelah sudah, kantuk tak kunjung tiba Ratusan hal yang harus direncanakan Hai, berhentilah sejenak Kenangkanlah apa yang sudah kita lewati Dan juga masa depan kita yang masih panjang Kau tidaklah sendiri dan terasing Suka dan duka kita tidaklah istimewa Karena soal hidup sudah Dia tulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tulis puisi ini<br />
Untuk memberi kelegaan hati yang hiruk<br />
Lelah sudah, kantuk tak kunjung tiba<br />
Ratusan hal yang harus direncanakan<br />
Hai, berhentilah sejenak<br />
Kenangkanlah apa yang sudah kita lewati<br />
Dan juga masa depan kita yang masih panjang</p>
<p>Kau tidaklah sendiri dan terasing<br />
Suka dan duka kita tidaklah istimewa<br />
Karena soal hidup sudah Dia tulis<br />
Setiap orang hanya perlu menjalani bagian hidupnya<br />
Tanah yang perlu dibajak, bajaklah<br />
Benih kebaikan yang perlu ditanam, tanamlah<br />
Buah yang sudah menguning, petiklah</p>
<p>Kan tiba saatnya kita kan menjadi bongkok<br />
Renta dan tidak bisa melakukan itu semua<br />
Sementara kau mengenang masalahmu<br />
Kenangkanlah juga bahwa Tuhan mengasihi kita<br />
Lebih dari yang kita bayangkan<br />
Masalah sebesar apapun, hadapilah.<br />
Berkat sekecil apapun, nikmatilah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/10/hati-yang-hiruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna sebuah titipan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/10/makna-sebuah-titipan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/10/makna-sebuah-titipan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 15:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1983</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa: sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Allah bahwa rumahku hanya titipanNya, bahwa hartaku hanya titipanNya, bahwa putraku hanya titipanNya, Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa:<br />
sesungguhnya ini hanya titipan,<br />
bahwa mobilku hanya titipan Allah<br />
bahwa rumahku hanya titipanNya,<br />
bahwa hartaku hanya titipanNya,<br />
bahwa putraku hanya titipanNya,</p>
<p>Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,<br />
mengapa Dia menitipkan padaku?<br />
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?<br />
Dan kalau bukan milikku,<br />
apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?</p>
<p>Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?<br />
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu<br />
diminta kembali olehNya?</p>
<p>Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,<br />
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,<br />
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa<br />
itu adalah derita.</p>
<p>Ketika aku berdoa,<br />
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,<br />
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,<br />
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,<br />
seolah semua &#8220;derita&#8221; adalah hukuman bagiku.</p>
<p>Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:<br />
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,<br />
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.<br />
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.<br />
Kuminta Dia membalas &#8220;perlakuan baikku&#8221;.<br />
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.</p>
<p>Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk<br />
beribadah&#8230;</p>
<p>&#8220;Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja&#8221;</p>
<p>Oleh: W.S. Rendra</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/10/makna-sebuah-titipan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hal-hal kecil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 20:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1980</guid>
		<description><![CDATA[Pengkotbah bilang, untuk segala sesuatu ada masanya. Teman ada yang tanya, &#8220;Kok sibuk melulu sih?&#8221;. Kadang pertanyaan seperti ini menunjukkan keheranan dari yang bertanya. Kalau diparafrasekan pertanyaannya jadi begini, &#8220;Bagaimana mungkin bisa sesibuk ini?&#8221;. Saya sendiri juga heran, kadang emang kalau lagi nganggur, ya bisa nganggur senganggur2nya, hidup rutin, berangkat jam 8, jam 5:30 udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengkotbah bilang, untuk segala sesuatu ada masanya. Teman ada yang tanya, &#8220;Kok sibuk melulu sih?&#8221;. Kadang pertanyaan seperti ini menunjukkan keheranan dari yang bertanya. Kalau diparafrasekan pertanyaannya jadi begini, &#8220;Bagaimana mungkin bisa sesibuk ini?&#8221;. Saya sendiri juga heran, kadang emang kalau lagi nganggur, ya bisa nganggur senganggur2nya, hidup rutin, berangkat jam 8, jam 5:30 udah di rumah. Tapi kadang emang sibuk sesibuk2nya, berangkat jam 8, pulang jam 6 lebih, lalu diterusin kerjain pekerjaan rumah yang lain.</p>
<p>Apapun situasinya, jangan sampai kita melewatkan hal-hal yang patut disyukuri. Bulan lalu saya mampir ke Chapters, ketemu buku judulnya, The Book of Awesome. Isinya, tentang hal-hal kecil yang kita lewati begitu saja. Padahal, hal-hal kecil itu adalah berkat Tuhan yang terjadi dari hari ke hari.</p>
<p>Misalnya, yang saya pernah alami:</p>
<ul>
<li>Melihat foto masa kecil dari tunangan saya. Haha, priceless.</li>
<li>Pas dapet pas spot parkir di mall. Haha, ini juga kita sering lewati begitu saja.</li>
<li>Nyetir mobil sendirian malem-malem. Nah, ini mungkin cuma saya, tapi ini hal yang saya enjoy.</li>
<li>Ketika orang yang kita ajak ngobrol tersenyum.</li>
<li>Anak sekolah minggu bertanya pertanyaan nyeleneh.</li>
<li>Dapet tempat duduk di skytrain jam 8 pagi di Joyce. Haha, ini patut disyukuri.</li>
<li>Mendarat di sofa setelah seharian bekerja</li>
<li>Pas beres-beres buku lama, wangi buku lama itu khas!</li>
<li>Melihat emak2 dan engkong2 jalan pagi gandengan tangan</li>
<li>Mendengar keponakan yang berumur kurang dari 3 thn nyanyi &#8220;bri sukuy, bri sukuy, brilah sukuy, bri sukuy&#8230;susah atau pun senang, bri sukuy&#8221;</li>
</ul>
<p>Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Efesus 5:20)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya mau ikut Tuhan walaupun&#8230;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/saya-mau-ikut-tuhan-walaupun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/saya-mau-ikut-tuhan-walaupun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 06:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1978</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita dari jaman perjanjian lama. Pas Musa disuruh Allah naik ke Gunung Sinai untuk menerima perintah Allah, dia kan tinggal di atas gunung 40 hari. Nah, bangsa Israel, yang notabene baru keluar dari Mesir, mulai merasa khawatir. Mereka minta ke Harun untuk membuatkan bagi mereka allah (Keluaran 32:1). Kenapa yang dibuat adalah patung lembu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini cerita dari jaman perjanjian lama. Pas Musa disuruh Allah naik ke Gunung Sinai untuk menerima perintah Allah, dia kan tinggal di atas gunung 40 hari. Nah, bangsa Israel, yang notabene baru keluar dari Mesir, mulai merasa khawatir. Mereka minta ke Harun untuk membuatkan bagi mereka allah (Keluaran 32:1). Kenapa yang dibuat adalah patung lembu emas? Ya salah satunya karena bangsa Israel pada waktu itu masih punya konsep seperti bangsa Mesir yang membuat patung untuk disembah. Jadi bangsa Israel pikir Allah itu seperti itu, harus dibuatkan patung.</p>
<p>Sepintas sangat jelas ini adalah penyembahan berhala. Tapi kalau kita baca lebih teliti, di ayat 4 dan 5, bangsa Israel membuat patung ini untuk menyembah TUHAN (Yahwe).</p>
<blockquote><p><code>Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!" Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: "Besok hari raya bagi TUHAN!"</code></p></blockquote>
<p>Jadi mereka membuat patung sebagai lambang dari TUHAN (Yahwe), dan kita tahu Tuhan tidak berkenan dan murka. Tuhan bilang gini:</p>
<blockquote><p><code>Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar." (Keluaran 32:9-10)</code></p></blockquote>
<p>Ada beberapa hal yang kita bisa belajar. <strong>Menyembah Tuhan dengan cara kita sendiri sama dengan menyembah berhala</strong>, dan Tuhan murka akan hal itu. Kita mungkin saya bermaksud untuk menyembah Tuhan, tapi cara kita menyembah Tuhan dengan cara kita sendiri. Kita menyembah Tuhan yang kita bentuk sendiri dalam pikiran kita, bukan Tuhan yang &#8220;Aku adalah Aku&#8221;.</p>
<p><strong>Konsep Ngaco &#8220;Tuhan adalah kasih, jadi mana mungkin dia menghukum manusia&#8221;</strong></p>
<p>Ini ide yang dicetuskan oleh banyak orang, termasuk yang santer baru-baru ini oleh Rob Bell. Jadi dia membentuk konsep sendiri tentang Tuhan. Dalam argumen dia, bagaimana mungkin Tuhan yang adalah kasih, bisa dengan kejam menghukum orang jahat ke neraka. Seharusnya Tuhan itu kan maha pengasih dan maha penyayang, masa tidak ada ampun bagi orang yang berbuat jahat. Kalau kita pikirkan kembali, pola pikir Rob Bell sama seperti pola pikir Israel yang membentuk patung lembu emas. <strong>Dia memberi definisi dia sendiri tentang siapa itu Tuhan.</strong></p>
<p><strong>Pengetahuan kita tentang Tuhan</strong></p>
<p>Kalau kita liat dua post sebelumnya <a href="http://gunung-batu.com/2011/09/keagungan-tuhan/">Keagungan Tuhan</a>. Kadang kita lupa, kita menganggap dari hari ke hari kita mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Padahal yang terjadi bukan lah kita semakin mengenal Tuhan, tapi <strong>Tuhan lah yang me-reveal</strong> dirinya kepada kita. Kita lah yang diberikan kesempatan untuk mengenal Tuhan lebih lagi. Pikiran Tuhan bukanlah pikiran manusia, kita tidak bisa mengerti pikiran Tuhan. Kalau saya seorang ilmuwan yang bikin komputer, bagaimana mungkin komputer yang saya ciptakan bisa menjadi expert tentang diri saya yang menciptakannya. Yang ada juga saya mereveal diri saya kepada komputer.</p>
<blockquote><p><code>Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (Yesaya 55:8) atau dalam bahasa Inggris: "For my thoughts are not your thoughts, neither are your ways my ways," declares the LORD.</code></p></blockquote>
<p>Ketika kita berkata, &#8220;Ah saya tidak percaya pada Tuhan yang akan &#8230; &#8220;, coba kita pikirkan ulang. Apakah benar seperti itu? Kita harus berhati-hati karena ketika membuat statement itu, kita mencoba mendefinisikan apa yang akan Tuhan lakukan. Sedangkan pikiran Tuhan jauh melebihi pikiran kita. Banyak hal yang kita tidak bisa mengerti, cerita Ayub misalnya, kenapa Tuhan mencobai orang yang faitful? Cerita Niniwe? Tuhan mau memberi kesempatan untuk bertobat? Cerita tentang Tuhan Yesus, kenapa Tuhan mau mengirim anakNya untuk diperlakukan sedemikian rendah?</p>
<p>Tuhan tahu sesuatu yang saya tidak akan pernah tahu, yang pikiran saya tidak bisa cerna.</p>
<p><strong>Iman &#8220;jika&#8221;</strong></p>
<p>Akhir kata, kembali ke cerita patung lembu emas. Saya berpikir kenapa orang Israel memutuskan untuk membuat patung itu. Yang saya perhatikan iman yang mereka punya pada saat itu adalah iman &#8220;jika&#8221;. Saya mau percaya Tuhan jika Dia mau menjawab doa saya sekarang juga. Saya mau percaya Tuhan kalau saya bisa melihat jelas tuntunan Tuhan dalam hidup saya. Saya mau ikut Tuhan jika Tuhan memberkati saya. Ah, kalau saya melihat slogan beberapa gereja jaman sekarang yang menggembar-gemborkan &#8220;multiplication dan promotion&#8221;, rasanya saya ingin mengajak mereka merenungkan kembali cerita lembu emas.</p>
<p>Iman kita mengikut Tuhan, janganlah iman &#8220;jika&#8221;, tapi iman &#8220;walaupun&#8221;. Bisakah kita mengatakan <strong>&#8220;Saya mau ikut Tuhan walaupun&#8230;&#8221;</strong></p>
<p>Immanuel!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/saya-mau-ikut-tuhan-walaupun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasa tidak aman</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/rasa-tidak-aman/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/rasa-tidak-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 05:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1976</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi seorang yang akan menikah biasanya berkaitan dengan masa depan. Misalnya, sebelum menikah, saya dan Loren banyak berdiskusi tentang persiapan pernikahan. Kita mempersiapkan diri dengan membaca buku tentang pernikahan, salah satunya yang bagus ada buku karangan Gary Chapman yang berjudul &#8220;Things I Wish I&#8217;d Known Before We Got Married&#8221;. Kita juga mempersiapkan untuk pesta pernikahan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diskusi seorang yang akan menikah biasanya berkaitan dengan masa depan. Misalnya, sebelum menikah, saya dan Loren banyak berdiskusi tentang persiapan pernikahan. Kita mempersiapkan diri dengan membaca buku tentang pernikahan, salah satunya yang bagus ada buku karangan Gary Chapman yang berjudul &#8220;Things I Wish I&#8217;d Known Before We Got Married&#8221;. Kita juga mempersiapkan untuk pesta pernikahan, dengan segala detailnya. Sebisa mungkin dipersiapkan biar lancar.</p>
<p>Kami juga berdiskusi tentang hal-hal yang lain yang saya yakin pasangan lain juga selalu diskusikan sebelum menikah. Misalnya, nanti mau punya anak berapa. Kami ingin mendidik anak dengan cara bagaimana. Terus tentang dimana kita mau menetap, bagaimana pekerjaan kita. Semua hal-hal ini awalnya baik dalam artian, kita menjalani hidup dengan bertanggung jawab, kita merencanakan hidup ini dengan prudent.</p>
<p>Tetapi, sangatlah mudah untuk jatuh ke arah ketidakamanan atau insecurity. Saya bersyukur, diingatkan lagi oleh video di bawah ini:</p>
<p><object width="500" height="375"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/LA_uwWPE6lQ?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/LA_uwWPE6lQ?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="375" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Kita begitu fokus dengan hidup kita, hidup kita di dunia, kita rencanakan dengan baik. Saking baiknya, kita bisa lengah dan lupa akan hidup kita yang lebih penting. Dimanakah kita akan menghabiskan eternity? Surga atau neraka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/rasa-tidak-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keagungan Tuhan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/keagungan-tuhan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/keagungan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 04:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Amazed]]></category>
		<category><![CDATA[God is great]]></category>
		<category><![CDATA[Humbled]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1973</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menulis post ini, satu hal yang saya pikirkan, &#8220;God really loves you and me and He&#8217;s serious about it&#8221; Beberapa hari lalu, rasanya cape banget seharian beraktifitas dari pagi sampe malem. Dan sebelum tidur, saya nemu video yang membuat saya merasa humbled dan takjub akan Tuhan. Kita semua pasti udah pernah lihat gambar di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menulis post ini, satu hal yang saya pikirkan, <strong>&#8220;God really loves you and me and He&#8217;s serious about it&#8221;</strong></p>
<p>Beberapa hari lalu, rasanya cape banget seharian beraktifitas dari pagi sampe malem. Dan sebelum tidur, saya nemu video yang membuat saya merasa humbled dan takjub akan Tuhan. Kita semua pasti udah pernah lihat gambar di bawah ini, yang perbandingan ukuran bumi dengan planet-planet yang lain.</p>
<p><img src="http://www.kiroastro.com/images/perspective/sun1.jpg" alt="Earth and the other planets" /></p>
<p>Dari gambar ini aja, bumi itu kecil sekali kalau dibandingan dengan planet lain, apalagi dengan matahari. Nah video yang saya tonton itu ini:</p>
<p><object width="500" height="375"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/3Ya12I036lg?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/3Ya12I036lg?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="375" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Pas lagi cape-cape, melihat video ini saya berpikir beberapa hal. Yang pertama, betapa agungnya Tuhan dan ciptaanNya. Yang kedua, betapa kecilnya kita. Yang ketiga, Tuhan yang begitu agung mengasihi kita yang kecil begini. Segitu berharganya kita di mata Tuhan sampai Tuhan masih peduli dengan hidup kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/keagungan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagu jaman sekarang</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/lagu-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/lagu-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 20:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1965</guid>
		<description><![CDATA[Saya orang yang suka dengerin musik. Kalau di mobil, biasanya setel radio. Dan biasanya kalau ada lagu yang catchy atau iramanya gampang dicerna, bisa terbayang-bayang di otak, dan tanpa sadar saya mulai ikutan nyanyi. Kemarin ini sempat dengerin lagu yang iramanya saya suka, penyanyinya Cee Lo, trus pas saya perhatiin lagi liriknya, parah bener, judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya orang yang suka dengerin musik. Kalau di mobil, biasanya setel radio. Dan biasanya kalau ada lagu yang catchy atau iramanya gampang dicerna, bisa terbayang-bayang di otak, dan tanpa sadar saya mulai ikutan nyanyi. Kemarin ini sempat dengerin lagu yang iramanya saya suka, penyanyinya Cee Lo, trus pas saya perhatiin lagi liriknya, parah bener, judul lagunya udah vulgar, banyak F* bomb.<span id="more-1965"></span></p>
<p>Kalau saya ngga perhatiin liriknya, bisa jadi kaya yang di video ini:</p>
<p><object width="500" height="375"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Q79U3KafaXs?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Q79U3KafaXs?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="375" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Lalu saya penasaran, apa sih lagu yang yang ngetrend sekarang ini. Top 5 Songs dari <a href="http://www.billboard.com/charts/hot-100#/charts/hot-100?order=position" target="_blank">Billboard</a> untuk minggu ini:</p>
<p><strong> 1. Adele &#8211; Someone Like You</strong><br />
Ceritanya tentang seorang wanita yang mantannya sudah move on dalam hidup dan menikah dengan wanita lain. Jadi wanita ini bilang kalau dia ingin mencari pasangan hidup seperti mantannya ini. Pas mendengar lagu ini, kesan broken-hearted terasa sekali.</p>
<p><strong>2. Maroon5 ft. Christina Aguilera &#8211; Moves Like Jagger</strong><br />
Jagger itu refer ke nama penyanyi rock, Mick Jagger. Penyanyi lagu ini ceritanya pengen jadi seperti Mick Jagger, penyanyi rock yang terkenal jaman dulu itu. Beberapa cuplikan dari liriknya:</p>
<blockquote><p>Take me by the tongue<br />
And I&#8217;ll know you<br />
Kiss me &#8217;til you&#8217;re drunk<br />
And I&#8217;ll show you<br />
&#8230;<br />
I don&#8217;t need to try to control you<br />
Look into my eyes and I&#8217;ll own you</p></blockquote>
<p><strong>3. Foster The People &#8211; Pumped Up Kicks</strong><br />
Liriknya cerita kenakalan seorang anak yang bermain-main dengan shotgun punya bapaknya. Bapaknya bekerja seharian, jadi selalu terlambat pulang ke rumah. Berikut liriknya:</p>
<blockquote><p>He&#8217;s got a rolled cigarette, hanging out his mouth he&#8217;s a cowboy kid.<br />
Yeah he found a six shooter gun.<br />
In his dads closet hidden in a box of fun things, and I don&#8217;t even know what.<br />
But he&#8217;s coming for you, yeah he&#8217;s coming for you.<br />
..<br />
Daddy works a long day.<br />
He be coming home late, yeah he&#8217;s coming home late.</p>
<p>Chorusnya:<br />
All the other kids with the pumped up kicks you&#8217;d better run, better run, outrun my gun.</p></blockquote>
<p><strong>4. LMFAO &#8211; Party Rock Anthem</strong><br />
Kalau lagu ini dari nama band-nya aja udah ngaco. Liriknya pun bisa ditebak, isi mengajak untuk berpesta pora. Dari liriknya juga terlihat:</p>
<blockquote><p>Party rock is in the house tonight<br />
Everybody just have a good time<br />
And we gonna make you lose your mind<br />
Everybody just have a good time<br />
Dan lirik lanjutannya, saya ngga rela untuk memasukkannya di blog ini, terlalu vulgar.</p></blockquote>
<p><strong>5. Nicki Minaj &#8211; Super Bass</strong><br />
Liriknya cerita tentang seorang wanita yang mencari seorang pria. Jaman sudah terbalik ya sampai sekarang wanita yang mencari pasangan hidup, bukan sebaliknya. Cuplikan liriknya:</p>
<blockquote><p>When he make it drip, drip kiss him on the lip, lip<br />
That&#8217;s the kind of dude I was lookin&#8217; for<br />
&#8230;<br />
He just gotta give me that look, when he give me that look<br />
Then the panties comin&#8217; off, off, uh</p></blockquote>
<p>Di posisi nomer 6 dan seterusnya, masih ada Lady Gaga, Katy Perry, dan penyanyi-penyanyi lain yang saya ngga pernah dengar namanya. Tapi dengan lagu yang bertema kekerasan, seks, abusive relationship, pesta pora, kebayang <strong>reaksi macam apa yang didapat dari orang yang mendengarnya?</strong></p>
<p>Wew. Ngga aneh kalau kesehatan mental orang jaman sekarang lumayan mengkhawatirkan. Mungkin begitu ada trigger untuk berbuat anarkis aja, bisa langsung keluar sisi kekerasannya. Sama seperti kerusuhan di Vancouver dan Inggris beberapa waktu lalu. Anak belasan tahun pun ikut-ikutan menjarah. Moralnya bobrok.</p>
<p><strong>Lagu apa yang kita dengar mempengaruhi bagaimana kita menyikapi hidup</strong>. Btw, lagu rohani jaman sekarang yang kontemporer, kesannya juga banyak yang &#8220;hauling&#8221;, kaya bersifat seperti raungan hidup, lamenting, beda dengan lagu-lagu rohani jaman dulu yang seperti lagunya Don Moen. Atau lagu-lagu hymn.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/lagu-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibacanya besok ya</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/dibacanya-besok-ya/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/dibacanya-besok-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 00:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Taat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1952</guid>
		<description><![CDATA[Blog post ini buat besok. Dibacanya besok ya. Sabar ya. Yeii&#8230;dibilangin bacanya besok! Maksa banget sih! Haha. Hari ini saya mengajarkan hal serupa pada anak sekolah minggu. Belajar tentang ketaatan, cerita Adam dan Hawa, yang udah dibilangin jangan makan buah pohon pengetahuan tapi ngga patuh, dan akhirnya here we are, kita semua jatuh dalam dosa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog post ini buat besok. Dibacanya besok ya.<br />
Sabar ya.</p>
<p><span id="more-1952"></span><br />
Yeii&#8230;dibilangin bacanya besok! Maksa banget sih! Haha.</p>
<p>Hari ini saya mengajarkan hal serupa pada anak sekolah minggu. Belajar tentang ketaatan, cerita Adam dan Hawa, yang udah dibilangin jangan makan buah pohon pengetahuan tapi ngga patuh, dan akhirnya <em>here we are</em>, kita semua jatuh dalam dosa, suatu hal yang membuat jurang antara Tuhan dan kita. </p>
<p>Dan syukurnya, Yohanes 3:16, karena Tuhan begitu mengasihi kita, <span style="text-decoration: underline;">siapapun</span> yang percaya tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. Dosa itu menipu, seolah-olah enak, padahal selalu ada harga yang harus dibayar kalau kita tidak taat.</p>
<blockquote><p>Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (Amsal 1:7)</p></blockquote>
<p>Mari kita bersaat teduh sejenak selama 5 menit, mulailah dengan kalimat, &#8220;Tuhan, ini aku&#8230;&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/dibacanya-besok-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prioritas</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 06:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1946</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wah, maaf saya tidak ada waktu untuk ____ &#8221; . Silahkan isi bagian yang kosong dengan aktifitas kita yang semakin hari semakin banyak. Tapi apakah iya kita tidak ada waktu? Ini sebenarnya lebih ke arah prioritas. Misalnya, ketika seseorang diminta membantu melakukan kegiatan A, alasan yang sering dilontarkan, wah saya sibuk, tidak ada waktu. Padahal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/09/prioritas.jpg" alt="" title="prioritas" width="296" height="299" class="alignright size-full wp-image-1947" />&#8220;Wah, maaf saya tidak ada waktu untuk ____ &#8221; . Silahkan isi bagian yang kosong dengan aktifitas kita yang semakin hari semakin banyak. Tapi apakah iya kita tidak ada waktu? Ini sebenarnya lebih ke arah prioritas. Misalnya, ketika seseorang diminta membantu melakukan kegiatan A, alasan yang sering dilontarkan, wah saya sibuk, tidak ada waktu. Padahal, orang yang bersangkutan masih ada waktu untuk kegiatan yang lain. Jadi sebenarnya, waktunya sih ada, cuma prioritas untuk kegiatan A lebih rendah dibanding kegiatan lain. <strong>Waktu kalau mau disempat-sempatin, pasti bisa</strong>.</p>
<p>Sekedar berpikir tentang prioritas Tuhan, apakah Tuhan setiap harinya buka Microsoft Outlook atau Google Calendar? Dan isinya ada mungkin jutaan miliar triliun tasks dan meeting appointment. Bagaimana Tuhan mengatur prioritas dari itu semua? Saya tidak tahu, tapi cuma sekedar pemikiran, andaikata urusan dosa bukanlah prioritas, mungkin Tuhan tidak akan repot-repot mengirim Yesus Kristus. Mungkin kalau dosa tidak berujung maut, Tuhan bakalan lebih &#8220;cincai&#8221;. Atau kalau manusia bukanlah prioritas utama Tuhan, tentu kita udah dicuekin dari dulu, dari sejak kejatuhan dalam dosa, atau bahkan kita tidak akan pernah diciptakan? </p>
<p>Pemikiran sekarang, kalau hidup dan keselamatan kita adalah prioritas Tuhan, apa yang jadi prioritas kita sekarang?</p>
<p>Saya belakangan merasa waktu 24 jam itu kurang. Kerja dari jam 9 pagi, baru juga bales-bales email, briefing tugas, eh tau-tau udah jam 12. Demikian seterusnya, bekerja ini itu, tau-tau udah jam 5 lebih. Sepulang kerja, lanjut lagi kegiatan ini itu. Yang paling menyedihkan, kadang tidak ada waktu untuk Tuhan.</p>
<p>Ada ungkapan &#8220;Never make someone your priority, when they only make you an option&#8221;. Kalau Tuhan berpegang pada ungkapan ini, sudah habislah saya. Ah saya perlu belajar mengatur prioritas hidup ini lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perenungan &#8211; 2 Timotius 2</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/perenungan-2-timotius-2/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/perenungan-2-timotius-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 06:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1943</guid>
		<description><![CDATA[Ayat perenungan sebelum tidur, diambil dari 2 Timotius 2 2:4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2:5) Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 2:6) Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat perenungan sebelum tidur, diambil dari 2 Timotius 2</p>
<blockquote><p>2:4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.<br />
2:5) Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.<br />
2:6) Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.<br />
2:7) Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.</p></blockquote>
<p>Komentar menarik dari ESV bible study:</p>
<ul>
<li>Ayat 4 sering disalahartikan bahwa kita diminta memisahkan hal-hal sekuler dari hal-hal spritual. Padahal, hidup ini ya untuk dijalani dengan sepenuhnya spiritual, tidak mengotak-ngotakan area kehidupan.</li>
<li>Ayat 7, kata-kata yang menarik &#8220;pengertian dalam <strong>segala</strong> sesuatu&#8221; kalau kita memikirkan apa yang ditulis oleh Paulus (i.e. ayat-ayat di Alkitab).</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/perenungan-2-timotius-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak adil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 07:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1931</guid>
		<description><![CDATA[Di Indonesia, menjadi minoritas punya tantangan dan masalah sendiri. Diskriminasi yang sudah menahun sampai mempengaruhi bagaimana saya dibesarkan. Orang tua saya selalu menasihatkan, &#8220;Jangan cari masalah, hindari urusan dengan jaksa dan polisi&#8221;. Maklum, hukum di Indonesia yang amburadul emang menempatkan kaum minoritas di posisi yang tidak berdaya. Akibat dari nasihat di atas, setiap kali saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/08/tidak_adil.jpg" alt="" title="tidak_adil" width="229" height="207" class="alignright size-full wp-image-1933" />Di Indonesia, menjadi minoritas punya tantangan dan masalah sendiri. Diskriminasi yang sudah menahun sampai mempengaruhi bagaimana saya dibesarkan. Orang tua saya selalu menasihatkan, &#8220;Jangan cari masalah, hindari urusan dengan jaksa dan polisi&#8221;. Maklum, hukum di Indonesia yang amburadul emang menempatkan kaum minoritas di posisi yang tidak berdaya.</p>
<p>Akibat dari nasihat di atas, setiap kali saya menyetir, apabila diserempet orang, walaupun bukan salah saya, selalu ujung-ujungnya disuru mengalah. Tapi mungkin saya dari dulu ngga terlalu nurut. Saya masih ingat waktu saya SMP, anak kampung panggil saya &#8220;Cina! Cina!&#8221; dan lalu mulai melempar batu kerikil. Waktu itu saya tidak terima, akhirnya saya kejar dan begitu saya tarik kerah lehernya, anak kampung itu minta ampun. <span id="more-1931"></span></p>
<p>Itu urusan dengan anak kampung. Pernah lagi urusan dengan anak satu komplek. Pernah ketika saya SMA, pulang sekolah, naek motor, mereka sedang main di jalan, saya lewat dengan kecepatan rendah, eh malah diteriakin, maafkan bahasanya, &#8220;Laun saeutik, anjing!&#8221; kalau ditranslate, &#8220;Pelan sedikit, anjing!&#8221;. Helm saya dipukul. Dan berhenti lah saya dan turun dari motor, dan ditahan orang-orang buat berantem. Akhirnya masalah diselesaikan di tingkat orang tua, orang tua saya ngobrol dengan orang tua anak itu. Dan yah&#8230;di tingkat orang tua, masalah gampang aja selesai, masing-masing pihak minta maaf. Saya tetap merasa dongkol.</p>
<p>Dan masih ada beberapa kisah lain dimana saya pernah diludahi orang pas naik motor, tapi orangnya langsung kabur pas saya coba kejar. Pernah juga di tengah macet, mobil saya terus dipepet sampe spion terlipat, malah orang yang salah yang lebih galak. Kisah yang dialami abang saya pun ngga kalah serunya, dia malah pernah hampir dirampas motornya, sampai-sampai sejak itu dia sedia pentungan kayu di motornya.</p>
<p>Dari kisah-kisah ini, pertanyaan yang selalu muncul adalah, <strong>dimanakah keadilan itu</strong>?</p>
<p>Saya merenung, peristiwa-peristiwa yang saya alami di atas, secara tidak sadar, membentuk karakter yang keras dalam diri saya. Sungguh karakter ini <strong>tidak mendatangkan damai sejahtera</strong> di dalam hati saya. Karena hati ini selalu dipenuhi dengan rasa kesal ingin mendapatkan keadilan yang saya layak dapatkan.</p>
<p>Di Canada, syukurnya, masalah lalu lintas tidak separah di Indonesia, dan masalah diskriminasi tidak se-eksplisit seperti di Indonesia. Tetapi tetap saja, ketika diperlakukan tidak adil, rasanya keki bukan main. Beberapa bulan lalu ketika pergi bersama keluarga, ketika mobil kami akan parkir, tahu-tahu diserobot anak muda. Anak muda itu tanpa muka bersalah, berjalan dengan muka yang bikin geram. Saat itu, memori masa lalu kembali, dalam pikiran saya bergumul, ladenin jangan, ladenin jangan, dan akhirnya saya mengalah.</p>
<p>Hari ini pun demikian, saya ceroboh ketika akan belok, saya tidak memperhatikan ada taksi yang akan lewat. Akhirnya supir taksinya, mengumpat dengan keras, &#8220;@#$%^&#038;%&#8221;. Pengennya sih, saya turun dan marahin balik, saya merasa saya salah, tapi saya tidak selayaknya diteriaki seperti itu. Tapi akhirnya saya ingat untuk tidak membalas, akhirnya saya minta maaf sama supir taksi itu.</p>
<p>Entahlah, banyak situasi hidup ini yang meneriakan, &#8220;Tidak adil!&#8221;, dan hal ini mungkin sudah membentuk karakter yang keras, karakter yang tidak ingin mengalah malah ingin membalas kejahatan dengan kejahatan. Tapi dalam hati kecil ini saya tahu saya harus kembali pada kebenaran yang mendasar. </p>
<p>Kita ini bukan hakim yang menentukan keadilan. <strong>Allah sendirilah yang menjadi hakim, dan Dia jauh lebih mengerti daripada kita mengenai berbagai rencana dan tujuan-Nya</strong>. Ini bukan masalah keadilan. Pada akhirnya, ini mengenai kepercayaan kepada Allah yang setia, yang benar-benar tahu apa yang sedang dilakukan-Nya. </p>
<blockquote><p>&#8220;Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil&#8221; (Ulangan 32:4).</p></blockquote>
<p>Hidup tak pernah tampak adil. Namun, jika kita memercayai Allah, kita selalu tahu bahwa Dia setia. Tuhan, tolong kami.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mentalitas limun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 06:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1922</guid>
		<description><![CDATA[Papa saya pernah mendidik anak-anaknya dengan suatu ungkapan. Kurang lebih katanya, &#8220;Jangan bermental seperti limun (minuman bersoda)&#8221;. Pas botolnya dibuka, isinya naik terus langsung turun. Maksud papa saya adalah, kalau mengerjakan segala sesuatu, kerjakan sampai tuntas. Nasihat ini sebenarnya diberikan ke abang saya di saat dia menulis skripsi yang lumayan berlarut-larut. Maklum ketika abang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1923" title="Soft_Drinks" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/08/Soft_Drinks.jpg" alt="" width="200" height="200" />Papa saya pernah mendidik anak-anaknya dengan suatu ungkapan. Kurang lebih katanya, &#8220;Jangan bermental seperti limun (minuman bersoda)&#8221;. Pas botolnya dibuka, isinya naik terus langsung turun. Maksud papa saya adalah, <strong>kalau mengerjakan segala sesuatu, kerjakan sampai tuntas</strong>. Nasihat ini sebenarnya diberikan ke abang saya di saat dia menulis skripsi yang lumayan berlarut-larut. Maklum ketika abang saya kuliah dulu, dia juga merangkap jadi guru agama di almamaternya, SMUN 3. Salah membagi waktu, bisa ribet jadinya.</p>
<p>Seperti saya ceritakan di beberapa post sebelumnya, sekarang ini saya lagi memfokuskan diri ke persiapan pernikahan, pergumulan gereja, pergumulan pekerjaan, keluarga, dst. <span id="more-1922"></span>Ternyata menikah itu cukup banyak yang perlu diurus. Walaupun masih akan menikah tahun depan, to-do listnya cukup banyak, syukurnya banyak juga yang membantu. Pergumulan di gereja pun cukup besar, sampai sekarang masih mencari calon gembala yang baru, dan juga pergumulan setiap komisi. Pekerjaan pun kadang menguras energi, apalagi kalau lagi handle escalated issues. Segudang masalah, awalnya semangat saya tinggi, lama-lama turun juga seperti limun. Karena hal-hal di atas juga, saya sementara ini memutuskan untuk berhenti ambil kelas di UBC &amp; Willingdon Church. Waktu untuk membaca buku pun berkurang.</p>
<p>Saya merasa tahun ini sangat penting, karena apa yang akan saya jalani di masa depan akan dipengaruhi dari respon yang saya berikan sepanjang tahun ini untuk dengan sekuat tenaga berusaha menyelesaikan segala sesuatu (yang baik dan benar) sampai tuntas. Tahun depan adalah babak baru dalam hidup saya. Puji dan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang mengingatkan kembali untuk memberikan <strong>sense of urgency</strong>:</p>
<blockquote><p><strong>1. Pengkhotbah 9:10</strong> -&gt; Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.</p>
<p><strong>2. Efesus 5:15-16</strong> -&gt; Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.</p>
<p><strong>3. Lukas 13:7-9</strong> -&gt; Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: “Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” Jawab orang itu: “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”</p>
<p><strong>4. Yesaya 59:1-2</strong> -&gt; Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.</p></blockquote>
<p>Dari ayat di atas, saya belajar apa artinya dedikasi. Mungkin sebagian dari kita masih ingat <a href="http://www.titiw.com/2007/06/24/doraemon-ending/">cerita akhir</a> dari komik Doraemon? Doraemon ‘off’ karena kehabisan battery dan jika batterynya diganti, memori Doraemon akan reset sehingga semua memori kebersamaan dengan Nobita cs akan hilang. Nobita tidak rela. Dia sedih. Kesedihan yang mencekam dan menyentuh dasar hati Nobita yang terdalam. Sejak itu, Nobita berusaha keras untuk ‘menghidupkan’ Doraemon kembali sedemikian hingga memori Doraemon tidak lenyap. Nobita mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Doraemon. Kenapa? Karena Nobita sayang sekali Doraemon (seperti dalam lirik lagunya).</p>
<p>Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, hanya Tuhan yang tahu. Tetapi saya ingin mendedikasikan hidup saya untuk Tuhan. Bukan untuk mendapatkan sesuatu, saya sudah mendapatkan segala sesuatu karena saya memiliki Dia. Saya tidak ingin berlama-lama tinggal di masa lalu karena tidak ada gunanya, bahkan merugikan. Mungkin tidak semua yang saya inginkan/rencanakan akan terjadi, tapi setidaknya saya ingin melakukan sesuatu dalam hidup ini. Dua tahun belakangan ini saya sungguh syukuri karena:</p>
<ul>
<li>Saya menemukan jati diri saya yang baru ketika saya &#8220;dipaksa&#8221; pindah ke Vancouver. Ketika pindah, saya memulai hidup dengan ketidakpastian. Tapi justru karena ketidakpastian inilah, saya menemukan kepastian sejati di dalam Tuhan.</li>
<li>Tuhan memberikan teman-teman yang membangun. Tanpa lingkungan yang positif, saya tidak akan pernah bisa seperti saya sekarang.</li>
<li>Saya dipertemukan dengan Loren dan kami akan menikah tahun depan. Puji syukur Tuhan tuntun terus kami dalam persiapan pernikahan</li>
<li>Pemeliharaan yang Tuhan terus berikan dari hari ke hari. Sungguh amazing.</li>
</ul>
<p>Dan ada banyak hal lainnya yang sungguh saya bersyukur. Terima kasih atas doa, kepedulian, motivasi yang teman-teman berikan. Saya semakin percaya bahwa Tuhan mengizinkan kita mengalami kesulitan dan tantangan semata-mata agar kita berpaling kepada Dia dan mengandalkan-Nya!</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/DHj7ejbL9cg?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/DHj7ejbL9cg?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>66 tahun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/66-tahun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/66-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 07:01:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1919</guid>
		<description><![CDATA[Entah sekarang di rumah masih harus pasang bendera atau ngga, tapi saya ingat dulu setiap tahunnya, kami wajib untuk pasang bendera merah putih setiap tujuh belas agustus. Bahkan dalam beberapa kesempatan, papa sempat menghias rumah dengan lampu kelap-kelip. Rumah tampak lebih meriah, bahkan lebih meriah jikalau dibandingkan pas natal dan tahun baru. Saya belum pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/08/Indo.jpg" alt="" title="HUT RI" width="180" height="181" class="alignright size-full wp-image-1920" />Entah sekarang di rumah masih harus pasang bendera atau ngga, tapi saya ingat dulu setiap tahunnya, kami wajib untuk pasang bendera merah putih setiap tujuh belas agustus. Bahkan dalam beberapa kesempatan, papa sempat menghias rumah dengan lampu kelap-kelip. Rumah tampak lebih meriah, bahkan lebih meriah jikalau dibandingkan pas natal dan tahun baru.</p>
<p>Saya belum pernah tanya pada papa saya, apa alasan dia pasang bendera. Apakah karena keharusan, atau karena kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia, mensyukuri kemerdekaan. Entah seberapa besar rasa kebangsaan papa, satu hal yang saya tahu pasti beliau mengabdi pada negara 20-sekian tahun, dan di rumah ada piagam yang mengatakan negara berterima kasih atas bakti papa. Piagam yang cukup membanggakan, setidaknya bagi saya anaknya.<span id="more-1919"></span></p>
<p>Kemarin saya tergelitik dengan banyaknya ucapan &#8220;Merdeka!&#8221; yang bertebaran di facebook. Apa benar sudah merdeka? Mungkin maraknya korupsi dan bobroknya dunia politik Indonesia membuat rasanya kemeriahan dirgahayu Indonesia masih jauh dari hati saya. Yang dominan adalah rasa terenyuh. Ah, sepertinya, 66 tahun belum cukup untuk mendidik 200 sekian juta orang untuk menjadi bangsa yang besar.</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/khUSUoYzgz4?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/khUSUoYzgz4?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/66-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iman selalu disertai pergumulan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/iman-selalu-disertai-pergumulan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/iman-selalu-disertai-pergumulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 21:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1914</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, saya sempat bergumul tentang topik &#8220;Karunia Roh Kudus&#8221;. Pergumulan saya adalah salah satu pergumulan klasik denominasi Kristen konservatif dan Kristen karismatik, yakni tentang bahasa roh. Saya berpegang pada pendirian bahwa bahasa roh bukan indikasi bahwa seseorang sudah dipenuhi Roh Kudus. Namun perkataan orang yang masih saya ingat sampai sekarang adalah, &#8220;Kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun yang lalu, saya sempat bergumul tentang topik &#8220;Karunia Roh Kudus&#8221;. Pergumulan saya adalah salah satu pergumulan klasik denominasi Kristen konservatif dan Kristen karismatik, yakni tentang bahasa roh. Saya berpegang pada pendirian bahwa bahasa roh bukan indikasi bahwa seseorang sudah dipenuhi Roh Kudus. Namun perkataan orang yang masih saya ingat sampai sekarang adalah, &#8220;Kamu tidak bisa berbahasa roh karena kamu kurang beriman&#8221;</p>
<p>Statemen ini begitu tajam sehingga membuat saya berpikir tentang hal-hal dasar ke-Kristenan yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Apakah itu iman? Saya punya satu ilustrasi, misalnya saya berkata kalau saya punya uang $1 di kantong saya, apakah anda percaya? Kalau anda percaya, itulah iman. Kalau saya sampai harus mengeluarkan uang $1 itu dan anda melihat itu, itu bukan iman lagi, tapi itu adalah pengetahuan umum (plain knowledge).</p>
<p><a href=" http://www.billygraham.org/articlepage.asp?articleid=4642">Billy Graham punya pendapat</a> yang beda lagi tentang iman. Misalnya sekarang kita lagi duduk di sebuah kursi. Sebelum kita duduk, kita tidak memeriksa apakah kursi itu kuat menopang kita. Soalnya kita sudah melakukan hal itu berulang kali, adalah lazim kursi jaman sekarang sanggup menopang badan kita. Iman pada Tuhan tidak buta karena Tuhan sudah menjadi manusia dan menebus dosa kita. Itulah dasar iman kita kepada Tuhan.</p>
<p>Dua pandangan di atas sedikit berbeda, dua-duanya ada benarnya. Adalah benar, beriman adalah mempercayai sesuatu tanpa melihat. Dan juga adalah benar, beriman adalah percaya sesuatu karena kita tahu Tuhan Yesus sudah menebus dosa kita, dan hidup kita adalah untuk kemuliaan-Nya.</p>
<p>***</p>
<p>Belakangan ini saya cukup disibukkan berbagai hal. Ada banyak hal yang perlu saya urus berkaitan dengan persiapan pernikahan, kesibukan/pergumulan di tempat bekerja, pergumulan masa depan gereja, pikiran tentang keluarga/orang tua yang jauh di Indonesia, dan lain-lain. Semua hal ini kadang membuat saya berpikir bahwa Tuhan tidak berada di dekat saya, saya merasa jauh dari Tuhan. Saya jadi ingat statement awal tadi dan bertanya pada diri sendiri, apakah saya kehilangan iman saya pada Tuhan?</p>
<p>Syukurlah, Tuhan adalah Tuhan yang mengasihi saya. Saya mendapatkan jawaban/jaminan dari Alkitab itu sendiri. Kemarin ketika saya bersaat teduh saya membaca dari Hakim-hakim 6. Tentang bagaiman Gideon diangkat jadi hakim. Ketika malaikat Tuhan menampakkan diri dan berfirman bahwa Tuhan menyertai Gideon dan berencana memakai Gideon untuk menyelamatkan orang Israel melawan orang Midian. Respon Gideon adalah, &#8220;Ah tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang Tuhan membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkraman orang Midian.</p>
<p>Gideon menunjukkan sikap ragu-ragu akan penyertaan Tuhan. Dan kalau kita ingat-ingat lagi, Gideon bukanlah orang pertama. Ketika Tuhan memanggil Musa juga sama kasusnya, Musa tidak yakin akan rencana Tuhan dalam hidupnya. Musa juga punya attitude, &#8220;Tuhan, masa iya sih aku yang kau pilih?&#8221;. Yusuf pun demikian, ketika apa yang mimpikan (bahwa saudara-saudaraNya akan sujud di hadapannya) tidak terjadi dalam waktu singkat. Janji Tuhan tidak langsung digenapi. Penglihatan dari Tuhan tidak terjadi begitu saja pada Yusuf, dia harus melalui beragam peristiwa dahulu. Daud pun sama, dia tidak begitu percaya diri ketika dia dipilih Tuhan. Seperti Daud, Musa, Yusuf, Gideon, dan tokoh Alkitab lain, ada titik dalam hidup kita dimana kita meragukan janji Tuhan dan juga merindukan Tuhan. </p>
<p>***</p>
<p>Ketika saya melihat betapa banyak masalah yang saya hadapi, saya melihat pengalaman saya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan/percaya. (My experience does not match my belief). Tapi lagi-lagi kembali ke paragraf awal. Kalau pengalaman saya selalu sesuai dengan apa yang saya harapkan/percaya, ini bukanlah iman. Iman selalu disertai pergumulan. Iman tanpa pergumulan adalah pengetahuan umum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/iman-selalu-disertai-pergumulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan, ini aku</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/07/tuhan-ini-aku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/07/tuhan-ini-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 06:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1912</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, ini aku Tersipuh dalam keagunganMu Didekap oleh anugerahMu Sekarang kutemukan kasih terbesar Pengorbanan terbesar Jangan biarkan aku tenggelam Dalam dunia dan fana Tuhan, ini aku Tuhan, aku kangen]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan, ini aku<br />
Tersipuh dalam keagunganMu<br />
Didekap oleh anugerahMu</p>
<p>Sekarang kutemukan kasih terbesar<br />
Pengorbanan terbesar<br />
Jangan biarkan aku tenggelam<br />
Dalam dunia dan fana<br />
Tuhan, ini aku<br />
Tuhan, aku kangen</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/07/tuhan-ini-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biasa-biasa sajalah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/07/biasa-biasa-sajalah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/07/biasa-biasa-sajalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 06:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1907</guid>
		<description><![CDATA[Anggap masalah itu seperti ujian kenaikan kelas, selesaikan soal-soalnya dengan doa, kerja keras dan keyakinan, maka kita pasti akan lulus dan naik kelas, tapi bukan berarti berhenti sampai disana. Tentu di kelas yang baru nanti akan ada ujian yang level-nya juga akan lebih tinggi dari kelas sebelumnya. Jadi, biasa-biasa sajalah menanggapi masalah. - Bokapnya si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><code>Anggap masalah itu seperti ujian kenaikan kelas, selesaikan soal-soalnya dengan doa, kerja keras dan keyakinan, maka kita pasti akan lulus dan naik kelas, tapi bukan berarti berhenti sampai disana. Tentu di kelas yang baru nanti akan ada ujian yang level-nya juga akan lebih tinggi dari kelas sebelumnya. Jadi, biasa-biasa sajalah menanggapi masalah.</code></p>
<p>- Bokapnya si Mora, tetangga yang juga teman SD/SMA</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/07/biasa-biasa-sajalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi apa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 20:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1902</guid>
		<description><![CDATA[Pas baca renungan dari ODB edisi hari Sabtu kemaren, saya jadi inget sama si Joshua, keponakan saya yang pinter dan bandel. Seperti anak kecil kebanyakkan, di usia dia sekarang emang lagi banyak belajar tentang hal-hal yang baru. Jadi kalau dia nanya, bisa panjang gak berenti-berenti. Joshua: "Lagi apa poh?" Popoh: "Lagi masak..." Joshua: "Masak apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pas baca renungan dari <a href="http://odb.org/2011/07/02/%E2%80%9Cwhatcha-doin%E2%80%99%E2%80%9D/">ODB edisi hari Sabtu kemaren</a>, saya jadi inget sama si Joshua, keponakan saya yang pinter dan bandel. Seperti anak kecil kebanyakkan, di usia dia sekarang emang lagi banyak belajar tentang hal-hal yang baru. Jadi kalau dia nanya, bisa panjang gak berenti-berenti.</p>
<blockquote><p><code>Joshua: "Lagi apa poh?"<br />
Popoh: "Lagi masak..."<br />
Joshua: "Masak apa poh?"<br />
Popoh: "Masak soto..."<br />
Joshua: "Soto apa poh?"<br />
Popoh: "Soto ayam..."<br />
Joshua: "Ayam apa poh?"<br />
dst</code></p></blockquote>
<p>Kadang, seperti yg dibilang di renungan itu, Tuhan itu nanya sama kita, &#8220;Lagi apa?&#8221;. Jawaban yang kita punya pasti macam-macam, bisa aja kita jawab, &#8220;Lagi cape, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi sedih, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi nonton tv, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi males-malesan, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi males ngomong sama Tuhan, Tuhan&#8221;.<span id="more-1902"></span></p>
<p>Apapun jawabannya, kita dipanggil untuk memperhatikan bagaimana kita menjalani hidup. Ada satu lagu yang menurut saya bagus liriknya, Steve Curtis Chapman &#8211; Do Everything. Liriknya:</p>
<blockquote><p><code>Little stuff big stuff in between stuff<br />
God sees it all the same<br />
And while I may not know you I bet I know you<br />
Wonder sometimes does it matter at all<br />
We’ll let me remind you it all matters just as long as you do</p>
<p>Everything you do to the glory of the One who made you<br />
Cause He made you<br />
To do every little thing that you do to bring a smile to His face<br />
And tell the story of grace with every move that you make<br />
And every little thing that you do</code></p></blockquote>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FEqdDdvFXZ0?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/FEqdDdvFXZ0?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panti Roslin</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 15:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan cerita Cpt. Budi Soehardi? Beliau punya channel di youtube: http://www.youtube.com/user/BudiSoehardi Ah, jauh dari hiruk pikuk dunia yang semakin self-centered ini, masih ada orang yang mau melayani dengan tulus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat dengan <a href="http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/">cerita Cpt. Budi Soehardi</a>? Beliau punya channel di youtube: http://www.youtube.com/user/BudiSoehardi</p>
<p>Ah, jauh dari hiruk pikuk dunia yang semakin self-centered ini, masih ada orang yang mau melayani dengan tulus.</p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dO8ENVtKix0?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/dO8ENVtKix0?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencuri</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 14:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1896</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan: Yohanes 10:1-10 Pencurian merupakan peristiwa kriminal merugikan yang kerap terjadi di sekitar kita. Pencurian uang, kendaraan, dan harta benda lainnya. Akan tetapi, tidak ada pencuri yang lebih profesional dari Iblis. Cara kerjanya sangat halus dan rapi sehingga banyak orang kristiani yang menjadi target Iblis seakan-akan tidak menyadari bahwa ada begitu banyak hal di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan: Yohanes 10:1-10</p>
<p>Pencurian merupakan peristiwa kriminal merugikan yang kerap terjadi di sekitar kita. Pencurian uang, kendaraan, dan harta benda lainnya. Akan tetapi, tidak ada pencuri yang lebih profesional dari Iblis. Cara kerjanya sangat halus dan rapi sehingga banyak orang kristiani yang menjadi target Iblis seakan-akan tidak menyadari bahwa ada begitu banyak hal di dalam hidupnya telah dicuri oleh Iblis. Mereka baru menyadari ketika segala sesuatu sudah habis.</p>
<p><strong>Apa saja yang kerap dicuri oleh Iblis?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Kegembiraan</strong>: Iblis ingin mencuri sukacita kita.</li>
<li><strong>Keyakinan</strong>: Iblis ingin kita meragukan Allah.</li>
<li><strong>Pendirian</strong>: Iblis ingin kita berdiri untuk sesuatu yang kosong.</li>
<li><strong>Belas kasihan</strong>: Iblis ingin kita menjadi egois, tidak memedulikan orang lain.</li>
<li><strong>Komitmen</strong>: Iblis ingin kita menjadi orang yang tidak berketetapan hati.</li>
<li><strong>Damai sejahtera</strong>: Iblis ingin kita hidup dalam kehampaan.</li>
<li><strong>Kepastian</strong>: Iblis ingin kita meragukan keselamatan yang kita terima dari Yesus.</li>
<li><strong>Karakter</strong>: Iblis ingin kita tidak bertumbuh dalam Kristus.</li>
<li><strong>Kekudusan</strong>: Iblis ingin hidup kita tidak layak di hadapan-Nya.</li>
</ul>
<p>Iblis ingin mencuri segala yang baik dari hidup kita dengan cara-cara keji; membunuh dan membinasakan kita (ayat 10)—jasmani dan rohani. Ini sangat kontras dengan tawaran Yesus, Gembala kita. <strong>Dia datang untuk memberikan hidup (ayat 10).</strong></p>
<p>Apakah hari-hari ini kita kehilangan kasih, sukacita, damai sejahtera, komitmen, keyakinan, karakter Allah, dan sebagainya? Bisa jadi Iblis telah memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencurinya. Mintalah kuasa Tuhan untuk merebut kembali semua “kekayaan” surgawi yang sudah dicuri Iblis —PK</p>
<p>Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/23/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belum != tidak</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 21:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grace]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1888</guid>
		<description><![CDATA[Yang belum TERLIHAT bukan berarti TIDAK ADA Yang belum DITEMUKAN bukan berarti HILANG Yang belum BERHASIL bukan berarti GAGAL Dimana ada DOA di situ pasti ada JAWABAN Dimana ada PENGHARAPAN di situ ada KEKUATAN, dan Dimana ada KASIH di situ ada ANUGERAH dari TUHAN.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/06/rockclimbing-271x300.jpg" alt="" title="rockclimbing" width="180" height="210" class="alignright size-medium wp-image-1890" />Yang belum TERLIHAT bukan berarti TIDAK ADA<br />
Yang belum DITEMUKAN bukan berarti HILANG<br />
Yang belum BERHASIL bukan berarti GAGAL</p>
<p>Dimana ada DOA di situ pasti ada JAWABAN<br />
Dimana ada PENGHARAPAN di situ ada KEKUATAN, dan<br />
Dimana ada KASIH di situ ada ANUGERAH dari TUHAN.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa mau menikah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/kenapa-mau-menikah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/kenapa-mau-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 05:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita liat update status di facebook, entah mengapa, lebih dari 50% status yang saya baca bersifat ungkapan kesedihan, umpatan emosi, bersifat negatif. Status update yang lain bersifat memberikan informasi, ada yang update jalanan macet, ada yang promosi barang ini itu, dst. Cuma yang agak jarang, status yang bersifat positif. Walaupun ada, biasanya status positif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita liat update status di facebook, entah mengapa, lebih dari 50% status yang saya baca bersifat ungkapan kesedihan, umpatan emosi, bersifat negatif. Status update yang lain bersifat memberikan informasi, ada yang update jalanan macet, ada yang promosi barang ini itu, dst. Cuma yang agak jarang, status yang bersifat positif. Walaupun ada, biasanya status positif ini cuma muncul menjelang akhir pekan, sampai kira-kira hari Minggu. Hari Senin udah penuh dengan keluhan lagi.haha.</p>
<p>Beginilah hidup kali ya? Orang kalau diminta menyebutkan sesuatu yang positif, kayanya kok ya susah banget. Tapi kalau diminta menyebutkan yang negatif, bisa alami, mengalir begitu aja. Apa ini natur kejatuhan manusia ke dalam dosa? Sekarang bagi yang sudah menikah&#8230;seandainya ditanya, kenapa sih mau menikah dengan pasangannya? Banyak yang menjawab, &#8220;Ya karena dia orangnya baik.&#8221; atau &#8220;Ya, karena dia orangnya sabar.&#8221;. Jawabannya pendek. Tapi begitu beberapa tahun menikah, dan lagi berantem, mungkin keluhan/cacian itu sendiri bisa dibikin novel.</p>
<p>Ah, kenapa anda menikahi pasangan anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/kenapa-mau-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ah, Tuhan punya rencana lain</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/ah-tuhan-punya-rencana-lain/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/ah-tuhan-punya-rencana-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 20:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1876</guid>
		<description><![CDATA[Ketika krisis moneter melanda Indonesia tahun 1997, pemerintah Indonesia sempat mendatangkan seorang ahli ekonomi dari Thailand, namanya Prof. Ihiy Dungtakdungdung. Sebelum krisis moneter terjadi, professor ini sudah memprediksi akibat-akibat krismon, serta solusinya. Dia orang yang cukup optimis, jadi ketika dia datang ke Indonesia, dia yakin bisa mengatasi krisis moneter yang ada. Kebetulan Prof Dungtakdungdung adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/06/rakyat-antri-minyak-di-sumut-300x156.jpg" alt="" title="rakyat-antri-minyak-di-sumut" width="300" height="156" class="alignright size-medium wp-image-1880" />Ketika krisis moneter melanda Indonesia tahun 1997, pemerintah Indonesia sempat mendatangkan seorang ahli ekonomi dari Thailand, namanya Prof. Ihiy Dungtakdungdung. Sebelum krisis moneter terjadi, professor ini sudah memprediksi akibat-akibat krismon, serta solusinya. Dia orang yang cukup optimis, jadi ketika dia datang ke Indonesia, dia yakin bisa mengatasi krisis moneter yang ada. Kebetulan Prof Dungtakdungdung adalah seorang Kristen.</p>
<p>Selang bekerja satu bulan, kondisi tak kunjung membaik. Harga dollar menembus Rp. 21.000, rekor tertinggi sepanjang masa. Selang delapan bulan, segala teori ekonomi sudah dia coba terapkan, tapi kondisi juga tidak berbeda, malahan harga sembako melambung. Sampai-sampai saya ingat waktu itu, saya sekeluarga di Bandung, sempat sulit beli beras, karena beras sudah habis dimana-mana. Mungkin orang banyak yang menimbun.</p>
<p>Selang waktu dua tahun, optimisme Prof. Dungtakdungdung sudah pudar. Dia menghadap Presiden Habibie. Dia menyerah. Dia bilang, selama dua tahun di Indonesia, dia sudah berusaha sekuat tenaga, dan juga sudah berdoa. Namun kondisi tidak membaik, jadi Prof. Dungtakdungdung ingin kembali ke Thailand. Lucunya dia bilang begini ke Presiden Habibie, &#8220;Pak, mohon kiranya saya diijinkan untuk mengundurkan diri. Sepertinya rencana Tuhan bagi saya bukan di Indonesia. Tapi saya yakin Tuhan pasti punya rencana indah bagi Indonesia. Bapak Presiden imani saja hal itu&#8221;</p>
<p>Presiden Habibie bilang sama Prof. Dungtakdungdung, &#8220;Prof, kenapa anda minta saya beriman? Kenapa anda tidak melihat membantu Indonesia adalah bagian perjalanan iman anda?&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Cerita di atas hanyalah cerita fiksi. Tapi yang saya ingin bagikan adalah, kadang kita sebagai orang Kristen ketika gagal terlalu mudah berkata, &#8220;Ah, Tuhan punya rencana lain bagi saya&#8221;. <strong>Mentalitas gampang menyerah, tapi dilapis pernyataan rohani.</strong> Jadi terkesan rohani, padahal sebetulnya tidak. <strong>Mentalitas egois memikirkan diri sendiri, tapi dilapis pernyataan manis</strong> &#8220;Tuhan pasti punya rencana indah buat Indonesia. Saya sih ke Thailand aja deh, lebih enak, gak perlu malu gagal terus-terusan di Indonesia&#8221;</p>
<p>Yang kedua, kadang orang Kristen <strong>terlalu cepat melihat kegagalan sebagai &#8220;bukan rencana Tuhan&#8221;</strong>. Padahal Tuhan sering membentuk karakter kita ketika kita gagal. Jadi seolah-olah rencana Tuhan selalu dikaitkan dengan kesuksesan dalam karir, kekayaan, dsb.</p>
<p>Sekedar pemikiran random, bagaimana jadinya kalau Abraham cepat berkata, &#8220;Ah, mungkin Tuhan lupa akan janjiNya untuk memberi saya keturunan&#8221;. Apa kata dunia? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kiranya Tuhan berkati!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/ah-tuhan-punya-rencana-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan rohani?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 18:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1873</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seseorang bilang dia bertumbuh secara rohani, apa sih maksudnya? Rasanya pernyataan pertumbuhan rohani terlalu umum, terlalu luas untuk diartikan. Apakah bertumbuh rohani itu artinya pengetahuan orang tentang Tuhan bertambah? Apakah artinya dia semakin rajin berdoa? Apakah artinya dia semakin banyak aktivitas pelayanan di gereja? Apakah artinya dia jadi hamba Tuhan? Absurd juga ya ukuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/06/measurement-300x225.jpg" alt="" title="measurement" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-1874" />Ketika seseorang bilang dia bertumbuh secara rohani, apa sih maksudnya? Rasanya pernyataan pertumbuhan rohani terlalu umum, terlalu luas untuk diartikan. Apakah bertumbuh rohani itu artinya pengetahuan orang tentang Tuhan bertambah? Apakah artinya dia semakin rajin berdoa? Apakah artinya dia semakin banyak aktivitas pelayanan di gereja? Apakah artinya dia jadi hamba Tuhan? Absurd juga ya ukuran ini.</p>
<p>Rasanya indikator seseorang bertumbuh secara rohani adalah hubungan dia dengan Tuhan. Bagaimana seseorang memandang arti hidup sebagai anugerah, bagaimana seseorang bereaksi terhadap dosa, dan tanpa disadari Tuhan membentuk seseorang menjadi manusia yang baru, yang memuliakan Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supaya tidak bikin penuh</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/05/supaya-tidak-bikin-penuh/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/05/supaya-tidak-bikin-penuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 21:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1867</guid>
		<description><![CDATA[Dari blog Nguping Jakarta: Petugas pintu TransJakarta: &#8220;Ya, yang Buncit, yang Buncit turun, hati-hati&#8230;&#8221; Halte Buncit Indah, didengar oleh semua penumpang yang langsung mengecek perut mereka. Hahaha&#8230;mungkin saya ikut mengecek perut saya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari blog <a href="http://ngupingjakarta.blogspot.com/2011/05/supaya-tidak-bikin-penuh.html">Nguping Jakarta</a>:</p>
<blockquote><p>Petugas pintu TransJakarta: &#8220;Ya, yang Buncit, yang Buncit turun, hati-hati&#8230;&#8221;</p>
<p>Halte Buncit Indah, didengar oleh semua penumpang yang langsung mengecek perut mereka. </p></blockquote>
<p>Hahaha&#8230;mungkin saya ikut mengecek perut saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/05/supaya-tidak-bikin-penuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan adalah gembalaku dan itu cukup bagiku</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/04/tuhan-adalah-gembalaku-dan-itu-cukup-bagiku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/04/tuhan-adalah-gembalaku-dan-itu-cukup-bagiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 08:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1863</guid>
		<description><![CDATA[Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya! (Mazmur 131)</p></blockquote>
<p>Apa sih artinya disapih? Sebelumnya saya kira disapih itu artinya disusui. Bayi itu sedang disapih ibunya, saya kira itu artinya bayi itu sedang disusui ibunya. Jadi pada waktu saya baca ayat di atas, ya masuk di akal: Daud bilang dia telah menenangkan dan mendiamkan jiwanya, seperti anak yang disusui berbaring dekat ibunya.</p>
<p>Ternyata saya selama ini salah. Disapih itu, menurut KBBI, artinya:</p>
<blockquote><p>2sa·pih v, me·nya·pih v 1 menyarak (menghentikan anak menyusu): ibu itu &#8211; anaknya yg sudah berumur dua tahun; 2 (pd ternak) mengakhiri periode anak binatang menyusu pd umur tertentu, msl krn anak sudah dapat memakan pakan ternak dewasa; 3 (pd tanaman) memindahkan benih yg sudah berkecambah dr persemaian lama ke persemaian baru yg lebih besar;</p></blockquote>
<p>Rupanya disapih itu justru udah berhenti menyusu! *baru mengerti*</p>
<p>Nah, pas baca ayat di atas jadi muncul pertanyaan. Gak disusui tapi kok tenang? Bukannya anak yang gak disusui itu biasanya bakal merengek sama ibunya. Disinilah makna yang mendalam dari ayat ini. Kita semua tau cerita hidup Daud yang kaya akan peristiwa kemenangan dan kejatuhan.</p>
<p>Di Mazmur 131, Daud rupanya bercerita:</p>
<ul>
<li> Daud pernah tinggi hati, tetapi sekarang tidak lagi</li>
<li> Daud pernah memandang dengan sombong, tetapi sekarang tidak lagi</li>
<li> Daud pernah mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib, tetapi sekarang tidak lagi</li>
</ul>
<p>Kalau anak yang sedang menyusu, pasti dia tenang, tidak akan gelisah atau cranky. Sama halnya dengan kita, ketika kita berada di dalam kondisi nyaman, comfort zone, kita tidak akan merasa gelisah, sangatlah mudah mengalami hidup yang tenang.</p>
<p>Kalau anak yang mau menyusu, dia masih terlalu kecil untuk mengerti kondisi ibunya. Gak peduli ibunya lagi cape, gak peduli ibunya lagi sakit, gak peduli ibunya lagi masak, dia akan nangis sekenceng2nya minta disusui. Begitu disusui, dia akan tenang. Sama halnya dengan kita, yang kadangkali bersifat seperti anak-anak di hadapan Tuhan. Kita &#8220;ngotot&#8221; minta apa yang kita mau pada Tuhan, sampai kita mendapatkan apa yang kita mau barulah kita tenang.</p>
<p>Kalau anak sudah bisa disapih. Biasanya dia sudah cukup dewasa untuk mengerti bahwa dia tidak lagi harus menyusu pada ibunya. Anak ini sudah cukup mampu untuk mencerna makan yang lebih solid, gak harus susu lagi. </p>
<p>Inilah yang Daud maksud, jiwanya tenang bagai anak yang disapih berbaring di dekat ibunya. Makna yang saya dapat dari ayat ini adalah ada suatu masa dimana kita sudah lebih sanggup mencerna lika-liku masalah hidup, ngga cuma yang enak-enak saja. <strong>Dimana kita merasa tenang bukan karena apa yang Tuhan berikan, tetapi kita merasa tenang karena keberadaan Tuhan di dalam hidup kita</strong>. Selama Tuhan ada di samping kita, tidak peduli Tuhan akan memenuhi keinginan kita atau tidak, tidak peduli Tuhan akan mengabulkan doa kita atau tidak, jiwa kita akan tenang.</p>
<p><strong>Tuhan adalah gembalaku dan itu cukup bagiku</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/04/tuhan-adalah-gembalaku-dan-itu-cukup-bagiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan takut, percaya saja</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/04/jangan-takut-percaya-saja/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/04/jangan-takut-percaya-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 07:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1857</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita baca cerita di Alkitab, ada beberapa peristiwa yang pas kita baca, kita bisa merasa &#8220;geregetan&#8221; sama Tuhan. Sebutlah cerita Tuhan Yesus meredakan angin ribut. Tuhan Yesus dengan tenang bisa tidur. Gimana ngga geregetan, Tuhan sebetulnya bisa langsung tolong tapi Tuhan malah tidur. Padahal ini masalah (Dan kita tahu, setelah Tuhan Yesus bangun, Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita baca cerita di Alkitab, ada beberapa peristiwa yang pas kita baca, kita bisa merasa &#8220;geregetan&#8221; sama Tuhan. Sebutlah cerita Tuhan Yesus meredakan angin ribut. Tuhan Yesus dengan tenang bisa tidur. Gimana ngga geregetan, Tuhan sebetulnya bisa <strong>langsung</strong> tolong tapi Tuhan malah tidur. Padahal ini masalah (Dan kita tahu, setelah Tuhan Yesus bangun, Dia cukup berkata pada angin &#8220;Diamlah&#8221;, dan pada gelombang ombak, &#8220;Tenanglah&#8221;. Kalo kata temen saya, &#8220;Ciamik!&#8221; <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, cerita kedua yang menurut saya lebih bikin geregetan lagi ada di Markus 5. Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Tuhan Yesus diminta menyembuhkan anaknya Yairus yang udah mau meninggal. Bisa dibayangin Yairus ini dalam kondisi <span style="text-decoration: underline;">putus asa</span>, apapun yang bisa dilakukan buat supaya anaknya sembuh bakal dijalanin. Termasuk minta tolong pada Yesus. Buat seorang kepala rumah ibadat orang Yahudi, kalau minta tolong sama Yesus bisa <span style="text-decoration: underline;">beresiko dikucilin</span> secara Yesus jaman itu dianggap pemberontak oleh kaum Farisi. Bayangin aja, kepala rumah ibadat malah menyembah Yesus.</p>
<p><strong>Yesus memutuskan untuk menuju rumah Yairus&#8230;</strong></p>
<p>Di tengah jalan, Yesus &#8220;dicegat&#8221; seorang wanita yang udah 12 tahun menderita pendarahan. Pendarahan pada wanita umumnya terjadi sebulan sekali, tapi ini udah 12 tahun ngga berhenti. Kebayang bagaimana keadaan wanita itu. Wanita itu udah ditolak dan dikucilkan secara sosial karena dipandang cemar. Dia juga mendengar kabar tentang Yesus. Pas Yesus lagi dikerumuni orang banyak, wanita ini memberanikan diri untuk diam-diam menjamah jubah Yesus. Ajaibnya, begitu dia menjamah jubah Yesus, dia langsung sembuh! Kebayang ngga, udah 12 tahun sakit pendarahan&#8230;terus sembuh!<span id="more-1857"></span></p>
<p>Terus Yesus tanya &#8220;Siapa yang menjamah jubahku?&#8221;. Nah&#8230;kalau jadi wanita ini, pasti deg2an lah secara dia adalah orang yang dikucilkan secara sosial, pasti malu dan takut buat mengaku. Bisa-bisa wanita itu dicemooh orang banyak. Coba kalau saudara-saudara jadi wanita ini, bakal ngaku ngga? Kalau ngaku, habislah dicemooh orang secara dia dipandang cemar tapi berani menyentuh Yesus, bisa dirajam mati tuh waktu itu. Tapi perempuan ini walaupun takut dan gemetar berani maju, tersungkur di depan Yesus.</p>
<p>Yesus sebagai Tuhan pasti tau kalau pertanyaan &#8220;Siapa yang menjamah Aku?&#8221;. Aneh gak? Yesus lagi dikerumuni orang banyak. Ada banyak yang menjamah jubahNya, tapi Dia insist untuk tanya siapa yang menjamah jubahNya. Dia mengharapkan wanita itu untuk mengaku. Dia tahu kalau pertanyaanNya itu bisa membahayakan nasib di wanita &#8220;cemar&#8221; yang baru sembuh ini. Kenapa? Sebenernya&#8230;disini menariknya, apakah Tuhan mau menambah beban wanita ini? Menyembuhkan tapi mau bikin susah hidup wanita ini? Sekalipun tidak. Wanita ini bukan hanya sakit fisik (pendarahan), tapi juga sakit sosial. Dia perlu disembuhkan secara sosial, dan disini lah Tuhan Yesus memberikan affirmasi untuk perempuan ini.</p>
<p>Kalo jadi wanita ini, dia pasti mikir maju jangan ya&#8230;maju jangan ya. Tapi sepertinya wanita ini pasrah pada Tuhan dan dia maju, menceritakan semuanya. Tuhan bilang, &#8220;Imanmu menyelamatkan kamu&#8221;. Double shot! <span style="text-decoration: underline;">Wanita ini sembuh fisik dan mental.</span> Bahkan Tuhan panggil wanita ini &#8220;Hai anak-Ku..&#8221; (ayat 34). Wanita yang tadinya dikucilkan, eh ini Tuhan panggil dia sbg anak.</p>
<p><strong>Kembali ke cerita tentang Yairus&#8230;</strong></p>
<p>Kebayang ngga kaya gimana perasaanya. Dia lagi panik anaknya mau meninggal. Eh Tuhan Yesus pas lagi jalan pake acara berenti dulu nyembuhin orang lain dulu. Menurut logika, ini gak masuk di akal. Yang lebih emergency kan anaknya Yairus, bukan perempuan yang udah pendarahan 12 tahun! Pas Yesus masi bicara, datanglah orang dari rumah Yairus bilang kalau anaknya Yairus udah meninggal.</p>
<p>Gimana nih perasaannya Yairus. Uniknya, apa jawaban Tuhan? Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: &#8220;<strong>Jangan takut, percaya saja!</strong>&#8221; (ayat 36)</p>
<p>Ini dia highlight cerita ini. Tuhan ngga merasa guilty. Padahal anak Yairus udah mati, seharusnya Yesus bilang &#8220;jangan sedih&#8221; bukannya &#8220;jangan takut&#8221;. Kebayang kan klo dokter telat menolong pasien, pasti merasa bersalah. Begitu sampai di rumah Yairus, Tuhan Yesus membangkitkan anak Yairus dengan cuma mengatakan &#8220;Talita kum&#8221; yang artinya &#8220;Anakku, bangun yuk&#8221;. Dan anak itu bangun <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Perenungan</strong></p>
<p>Saya menyarakan untuk pembaca sekali membaca sendiri kisah di Markus 5 dan menempatkan diri menjadi Yairus ataupun wanita yang menderita pendarahan selama 12 tahun.</p>
<p>Point pertama perenungan saya: kadangkala, kita berada di situasi yang bisa membuat kita putus harapan. Tetapi seperti Yairus dan wanita ini, janganlah menyerah berharap pada Tuhan.</p>
<p>Kedua, kita mungkin merasa pertolongan Tuhan tidak datang pada waktu yang kita harapkan. Most of the time, pekerjaan Tuhan tidak mengikuti timing kita. Tuhan udah sepertinya mau nolong, eh malah berenti nolong orang lain dulu. Bikin &#8220;geregetan&#8221;. Tuhan tidak lupa, yang terjadi adalah Tuhan bekerja berdasarkan waktuNya. Kalau Tuhan mengikuti timing kita, maka kita tidak akan mengalami kasih dan pekerjaan Tuhan di dalam kita. Dan Tuhan tidak akan ijinkan itu terjadi. Seringkali delay/penundaan merupakan persiapan untuk menyatakan something yang sangat crucial/priceless dalam hidup kita.</p>
<p>Coba ingat&#8230;penantian Abraham akan kehadiran seorang anak, penantian Yusuf untuk bertemu/mengampuni saudara-saudaranya, penantian Ayub, penantian Daud menjadi raja, dll. Penantian-penantian ini membentuk karakter <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketiga, disembuhkan Tuhan itu beresiko. Kalau Tuhan menyembuhkan, ada keputusan yang harus diambil. Orang yang Tuhan sembuhkan harus bersedia untuk hatinya direnovasi. Jangan takut, percaya saja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/04/jangan-takut-percaya-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keinginan atau harapan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 21:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1853</guid>
		<description><![CDATA[Sambil kerja saya biasa dengerin lagu dari Grooveshark. Di playlistnya ada lagu U2 &#8211; Beautiful Day yang bagian liriknya begini: What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now What you don&#8217;t know you can feel it somehow What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now Don&#8217;t need it now Was a beautiful day [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sambil kerja saya biasa dengerin lagu dari Grooveshark. Di playlistnya ada lagu U2 &#8211; Beautiful Day yang bagian liriknya begini:</p>
<p>What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now<br />
What you don&#8217;t know you can feel it somehow<br />
What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now<br />
Don&#8217;t need it now<br />
Was a beautiful day </p>
<p>Yang kita ngga punya sekarang adalah sesuatu yang tidak kita butuhkan. Masa iya sih bener demikian? Dsini ada dua hal yang dibahas: kebutuhan vs. keinginan. Dua hal ini berbeda, untuk lebih jelasnya, coba deh baca buku Charles Stanley yang judulnya <a href="http://www.amazon.com/Our-Unmet-Needs-Charles-Stanley/dp/0840791437">&#8220;Our Unment Needs&#8221;</a>. Bagus banget. Intinya kan apa yang kita inginkan itu kan belum tentu kita butuhkan. Saya ingin punya uang 1 juta rupiah misalnya, tapi uang itu belum tentu saya butuhkan.<span id="more-1853"></span></p>
<p>Bicara tentang keinginan, kadang agak-agak sulit karena setiap keinginan yang beda. Keinginan seorang jomblo jelas beda dengan keinginan orang yang sudah menikah. Yang jomblo menginginkan dapat jodoh. Yang sudah menikah mungkin menginginkan kehadiran seorang anak. Keinginan juga berganti-ganti dari waktu ke waktu.</p>
<p>Nah, bagaimana kalau kata &#8220;keinginan&#8221; disini kita ganti dengan kata &#8220;harapan&#8221;. Kalimatnya begini jadinya: Yang jomblo mengharapkan dapat jodoh. Yang menikah mengharapkan kehadiran seorang anak. Kalimatnya mendadak berubah menjadi lebih soft. Emang gampang mengatakan apa yang kita harapkan belum tentu kita butuhkan. Tetapi sulit kita mengatakan mempunyai sebuah harapan adalah sesuatu yang salah.</p>
<p>Ketika keinginan kita gak terwujud, kita mungkin masi bisa bilang &#8220;Yah Tuhan, gak apa-apa, mungkin apa yang aku inginkan ini emang tidak aku butuhkan&#8221;. Tapi kalau kita pakai kata &#8220;harapan&#8221;, mungkin kita bisa berdoa, &#8220;Tuhan, masa aku punya harapan ini salah sih sampai Tuhan gak mau beri&#8221;. Lebih lagi kalau pake kata &#8220;sudah&#8221;. &#8220;Saya sudah melakukan A, B, C, tapi harapan saya gak pernah terwujud&#8221;.</p>
<p>Kadang harapan itu cuma versi halus dari keinginan. Bagaimana kita menanggapi harapan/keinginan yang tidak terwujud? C.S. Lewis pernah bilang seperti ini:</p>
<blockquote><p>If you think of this world as a place intended simply for our happiness, you find it quite intolerable: <strong>think of it as a place for correction and it&#8217;s not so bad</strong>. </p>
<p>Imagine a set of people all living in the same building. Half of them think it is a hotel, the other half think it is a prison. Those who think it a hotel might regard it as quite intolerable, and those who thought it was a prison might decide that it was really surprisingly comfortable. </p>
<p>So that what seems the ugly doctrine is one that comforts and strengthens you in the end. The people who try to hold an optimistic view of this world would become pessimists: the people who hold a pretty stern view of it become optimistic</p>
<p>-C.S. Lewis</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengejar impian</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/mengejar-impian/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/mengejar-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 05:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1840</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada penyanyi yang saya kagumi, salah satunya adalah Susan Boyle. Entah mengapa saya sangat suka sama lagu yang dia nyanyiin &#8220;I dream a dream&#8221;. Secara khusus, saya suka penampilan dia pertama kali di Britains Got Talent (BGT). Dari cuplikan video ini, ada banyak aspek hidup yang kita bisa belajar. Berikut petikan percakapan dia dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-1841" title="Susan Boyle" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/03/susanboyle-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" />Kalau ada penyanyi yang saya kagumi, salah satunya adalah Susan Boyle. Entah mengapa saya sangat suka sama lagu yang dia nyanyiin &#8220;I dream a dream&#8221;. Secara khusus, saya suka penampilan dia pertama kali di Britains Got Talent (BGT). Dari cuplikan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=RxPZh4AnWyk" target="_blank">video ini</a>, ada banyak aspek hidup yang kita bisa belajar. Berikut petikan percakapan dia dengan juri-juri BGT.</p>
<p>Simon: What&#8217;s the dream?<br />
Susan: I&#8217;m trying to be a professional singer<br />
Simon: And why it hasn&#8217;t worked so far Susan?<br />
Susan: Because, I <strong>haven&#8217;t been given a chance</strong> before, but here’s, <strong>I’m hoping</strong> it will all change.<br />
Simon: OK and who would you like to be as successful as?<br />
Susan: Elaine Paige.<br />
<span id="more-1840"></span><br />
Kalau dipikir, Tuhan menciptakan manusia itu secara spesial banget. Setiap orang bisa punya impian yang berbeda, punya panggilan hidup yang berbeda. Ada yang mau jadi penyanyi, ada yang mau jadi dokter, dsb. Tapi ada tiga resep buat mengejar impian:</p>
<ul>
<li>Tetapi tidak selalu setiap orang bisa mencapai impiannya, mungkin belum ada <span style="text-decoration: underline;">kesempatan</span> kaya Susan Boyle di atas.</li>
<li>Yang saya suka dari percakapan di atas, Susan masih punya harapan untuk mengejar impiannya. Entah secara sadar atau tidak, dia menggunakan kata &#8220;I&#8217;m hoping&#8221;. Yup, <span style="text-decoration: underline;">pengharapan</span>&#8230;itulah yang gak setiap orang punya.</li>
<li>Setiap orang boleh saja punya impian, boleh saja punya pengharapan, tapi rupanya juga perlu <span style="text-decoration: underline;">passion</span>.</li>
</ul>
<p>Coba juga perhatiin reaksi penonton di detik ke-45. Orang memandang sebelah mata. Yah, ini juga rasanya realita hidup yang jamak kita temui. Orang begitu mudah untuk &#8220;ngenye&#8221;. Gak jarang orang begitu cepat untuk menghakimi orang lain. Belum juga menunjukan kebolehan, udah divonis gagal duluan. Tapi yang bagusnya, Boyle <strong>gak nyerah</strong>. Dia menunjukkan kalau dia udah siap menghadapi hal seperti ini. Mental juara. Haha, coba perhatiin di videonya, menit 1:17 dia mulai nyanyi, di menit 1:21 penonton udah bersorak. Mantep, dia cuma butuh <span style="text-decoration: underline;">4 detik</span> untuk menangin hati penonton. Btw, moment favorit saya ada di 2:40.</p>
<p>Berikut komentar juri-juri sesudah Boyle beres nyanyi:</p>
<ul>
<li><strong>Piers</strong>: Without a doubt, that was the biggest surprise I have had in three years on the show. When you stood there with that cheeky grin and said &#8220;I want to be like Elaine Paige&#8221;, everyone was laughing at you. No one is laughing now, That was stunning. An incredible performance. Amazing. I am reeling. I’m shocked. How about you two?</li>
<li><strong>Amanda</strong>: I&#8217;m so thrilled because I know everybody was against you. I honestly think that we were all being very cynical and I think that’s the biggest wake up call ever. I just want to say that it was a complete privileged, listening to that. It was extreme privileged.</li>
<li><strong>Simon</strong>: Susan, I knew the minute you walked out&#8230;on that stage that we were going to hear something extraordinary (two judges laugh out loud and the audience) and I was right. Susan, you are a little tiger, aren&#8217;t you?</li>
</ul>
<p>Ah&#8230;itu cerita tentang Susan Boyle yang saya kagumi. Cerita yang berakhir bahagia. <strong>Bahagia</strong>, ya itulah kata yang terngiang di pikiran. Dari renungan yang saya baca kemarin-kemarin, ada kata-kata bagus:</p>
<blockquote><p>Hampir semua orang ingin hidup yang bahagia. Baik yang muda, dan tua, berkeluarga atau tidak. Kebahagiaan adalah yang yang dicari dan di jual di pasar. Orang membeli dan mencari untuk kebahagiaan hidup. Tapi, kebahagiaan hidup itu ternyata bukan ditemukan di banyak barang, harta dan posisi tapi sikap hati. Cuman satu syarat hidup yang berbahagia. Orang yang PUAS hatinya. Orang yang bisa bersyukur ditengah apa pun adalah orang yang bahagia.</p></blockquote>
<p><strong>Filosofi Hidup</strong></p>
<p>Memasuki usia ke-25 ini, agak sulit untuk mengukur hidup. Saya gak tau ukuran apa yang harus dipakai. Teman ada yang bilang, &#8220;Mobil? sudah punya. Pacar? sudah ada. Perlu apa lagi?&#8221;. Klise ya kalau hidup itu harus diukur-ukur dengan apa yang kita &#8220;punya&#8221;, padahal itu semua titipan Tuhan. Someday kita &#8220;pulang&#8221; toh yah sendirian, gak bawa apa-apa. Ah untuk apa mengukur hidup, ujung-ujungnya biasanya berakhir ke rasa iri, tidak puas, dan tidak bersyukur pada Tuhan <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketika dihadapkan dengan impian, kadang saya bingung impian yang mana. Dari segi karir, saya tidak tertarik mengejar jabatan setinggi CEO dsb. Saya perhatikan hidup mereka gak lebih bahagia dari saya. Bahkan rasanya hidup saya lebih happy dari mereka, haha, saya masih bisa bangun tidur dengan perasaan tenang. Tidak ada Blackberry yang geter2 setiap menit, email yang gak berenti masuk tentang pekerjaan. So&#8230;jabatan tinggi bukan impian saya rasanya.</p>
<p>Jujur saya punya impian lain. Kadang&#8230;pas lagi bengong, saya bertanya pada diri sendiri, &#8220;Kapan yah Tuhan datang lagi?&#8221;. Beneran rindu. Tapi bukan artinya saya orang yang maunya gampangnya aja, lebih milih &#8220;shortcut&#8221; Tuhan datang lagi dibanding berjuang dalam hidup ini. Ada ayat yang jadi filosofi hidup saya secara garis besar, dari Filipi 1:21-22</p>
<blockquote><p>Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.</p></blockquote>
<p><strong>Jadi kalau hidup ya harus berjuang, harus memberi buah</strong>. Ada quote dari John Piper dalam serinya Don&#8217;t Waste Your Life, begini bunyinya: There is a purpose God has planned for me to magnify His Glory, whether by life or by death.</p>
<p><strong>Masa Depan</strong></p>
<p>Seperti lirik di lagu &#8220;I dream a dream&#8221;, ada kalimat &#8220;And there are storms we cannot weather&#8221;. Yah, emang hari esok tidak seorang pun tau apa yang terjadi. Tapi ya <strong>syukurilah hari ini</strong>. Pikiran saya dipenuhi dengan hal-hal dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa sadar, apa yang dipikirkan menjadi realita hidup.</p>
<p>Saya kenal seorang teman yang suka mobil. Dia punya mobil sangat bagus, naik mobilnya serasa naik pesawat jet. Saya kira dia happy dengan mobilnya, tapi dia selalu mengeluh mobilnya sudah tua, sudah tinggi kilometernya. Dan akhirnya dia ganti ke mobil yang lebih bagus sekarang. Satu hal yang saya perhatikan: <span style="text-decoration: underline;">manusia tidak pernah puas</span>. Tapi saya pun juga ingat sama satu orang, yaitu mendiang emak Po Lien, tetangga mama pas kecil. Beliau bukan orang yang kaya, dia hanyalah seorang janda yang berjualan kue untuk membiayai pendidikan empat anak, tapi hidupnya. Tapi dia tidak pernah mengeluh..I saw joy when she smiled!</p>
<blockquote><p>Orang yang terus berfokus kepada hal hal yang negative dalam kehidupan, akan memiliki realitas kehidupan yang negatif.<br />
Orang yang terus berfokus kepada hal hal yang positive dalam kehidupan, akan memiliki realitas kehidupan yang positif pula.</p></blockquote>
<p>Di jaman serba tidak pasti ini, mari kita belajar menerima keterbatasan hidup. Bersyukurlah kepada Tuhan akan kehidupan yang terbatas ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/mengejar-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Love &amp; respect</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/love-respect/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/love-respect/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 19:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1837</guid>
		<description><![CDATA[L: *bercerita tentang bagaimana harinya berlalu* M: *pasang telinga mendengarkan + senyum* L: &#8220;Lho kok ketawa?&#8221; M: *menirukan telinga gajah* &#8220;Ini lagi dengerin nih&#8230;&#8221; Hahaha, malemnya pacar saya kirimin link audio kotbah, tentang &#8220;The Secret of Your Spouse&#8217;s Success&#8220; termasuk dibahas tentang &#8220;mendengar&#8221;. Isinya bagus banget , terutama untuk yang sudah menikah, atau yang rencananya mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/03/happy-elephant-01-205x300.jpg" alt="" title="happy-elephant-01" width="205" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1838" />L: *bercerita tentang bagaimana harinya berlalu*<br />
M: *pasang telinga mendengarkan + senyum*<br />
L: &#8220;Lho kok ketawa?&#8221;<br />
M: *menirukan telinga gajah* &#8220;Ini lagi dengerin nih&#8230;&#8221;</p>
<p>Hahaha, malemnya pacar saya kirimin link audio kotbah, tentang &#8220;<a href="http://icfsd.org/index/2007/secret-your-spouses-success" target="_blank">The Secret of Your Spouse&#8217;s Success</a>&#8220; termasuk dibahas tentang &#8220;mendengar&#8221;. Isinya bagus banget , terutama untuk yang sudah menikah, atau yang rencananya mau nikah. Kudu dengerin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/love-respect/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reformasi itu mahal</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 05:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1832</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2004 setelah Micheil Saakashvili menjadi presiden Georgia, dia mereformasi lembaga penegak hukum. Kepala dari semua lembaga penegak hukum dipecat. Polisi lalu lintas menjadi salah satu tujuan utama dari reformasi. Presiden baru memberi ultimatum &#8211; jika setelah dua hari suap tidak berhenti &#8211; semua petugas polisi akan dipecat juga. Dan gimana hasilnya? Setiap polisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/02/georgianpolice-63.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1833" title="georgianpolice-63" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/02/georgianpolice-63-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Pada tahun 2004 setelah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikhail_Saakashvili" target="_blank">Micheil Saakashvili</a> menjadi presiden Georgia, dia mereformasi lembaga penegak hukum. Kepala dari semua lembaga penegak hukum dipecat. Polisi lalu lintas menjadi salah satu tujuan utama dari reformasi. Presiden baru memberi ultimatum &#8211; jika setelah dua hari suap tidak berhenti &#8211; semua petugas polisi akan dipecat juga. Dan gimana hasilnya?</p>
<p>Setiap polisi yang terlihat untuk mengambil suap 50 dolar dikirim ke penjara selama 10 tahun. Untuk hari pertama undang-undang baru tentang 15,000 polisi kehilangan pekerjaan mereka. Setelah beberapa minggu berikutnya &#8211; 15,000 lagi. Sekitar 3 bulan Georgia hidup tanpa polisi lalu lintas. Sekarang, 85% dari semua polisi di Georgia adalah polisi muda yang baru dilatih. Korupsi berhasil diberantas, walaupun dengan harga yang mahal.</p>
<p>Jadi ingat Indonesia, kalau reformasi di atas diterapkan, bisa-bisa Indonesia hanya tinggal rakyatnya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan masih menulis cerita cinta</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 01:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1828</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa blog menarik yang saya ikuti tentang kehidupan cinta anak-anak Tuhan. Salah satunya ya blognya Grace Suryani yang judulnya Tuhan masih menulis cerita cinta, ada lagi beberapa blog yang isinya insipiratif seperti Comitted to Love, atau The Road North, atau &#8220;Keep counting the blessing&#8220;-nya Ci Yanni. Kadang sharing dari ibu-ibu blogger itu cukup refreshing, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa blog menarik yang saya ikuti tentang kehidupan cinta anak-anak Tuhan. Salah satunya ya blognya Grace Suryani yang judulnya <a href="http://www.facebook.com/pages/Tuhan-Masih-Menulis-Cerita-Cinta/336521874821">Tuhan masih menulis cerita cinta</a>, ada lagi beberapa blog yang isinya insipiratif seperti <a href="http://mikeloveslia.blogspot.com/">Comitted to Love</a>, atau <a href="http://hanshinta1.blogspot.com/">The Road North</a>, atau &#8220;<a href="http://yannyblessing.blogspot.com/">Keep counting the blessing</a>&#8220;-nya Ci Yanni. Kadang sharing dari ibu-ibu blogger itu cukup refreshing, setidaknya saya mendapat perspektif mereka sebagai wanita. Musim valentine, cerita cinta bertebaran dimana-mana. Di facebook, semuanya mengucapkan happy valentine. Di persekutuan ada acara khusus buat merayakan. Moment valentine rasanya jadi moment setahun sekali buat mengungkapkan cinta kasih. </p>
<p>Walaupun sebenernya saya pikir-pikir lagi: Tuhan menulis cerita cinta setiap hari. Hampir setiap orang dalam hidupnya pernah merasakan kasih. Saya pun demikian. Kalau diingat-ingat, lucu juga cerita cinta yang Tuhan tulis dalam hidup saya. Sebagai anak-anak, Tuhan menulis cerita cintaNya melalui keluarga. Dulu saya pernah cerita sedikit di blog post <a href="http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/">yang ini</a>.<span id="more-1828"></span></p>
<p>Somehow konsep-konsep dalam keluarga itu tertanam sedemikian rupa sampai kita dewasa. Malahan ada masa dimana saya begitu idealis tentang cerita cinta. Pokoknya saya mau cari calon pasangan hidup yang cantik, pinter masak, pinter bikin kue, suka bersih-bersih rumah, ramah, rendah hati, suka menolong orang, suka menabung, dll. Hahaha *ini sepertinya bukan kategori buat manusia*. Tapi konsepnya pokoknya berusaha cari yang sempurna, lupa ngaca sama diri sendiri, lupa tanya sama Tuhan, atau bahkan gak mau dengerin Tuhan tentang kriteria pasangan hidup yang benar.</p>
<p>Singkat cerita saya mengenal namanya pacaran, tapi rupanya gagal. Mengenal lah yang namanya patah hati. Pas ngalamin patah hati, rasanya emang sedih. Tapi Tuhan masih menulis cerita cinta. Setelah kembali menjadi single, saya justru merasa itulah masa-masa saya paling dekat sama Tuhan. Yang saya belajar dari kasih Tuhan tentang pacaran, konsepnya simple, di 1 Korintus 13:4-8.</p>
<blockquote><p>Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.</p></blockquote>
<p>Nah sekarang saya masih dalam masa pacaran *ihiy*, Tuhan masih menulis cerita cinta. Perjalanan ceritanya masih panjang, tapi saya bersyukur untuk setiap cerita cinta yang Tuhan tulis. Ada yang sedih, ada yang bikin senang, ada yang bikin ketawa. Cerita cinta yang Tuhan tulis dalam hidup anda pasti berbeda dan punya keunikan sendiri. Tapi percayalah, ketika Tuhan menulis cerita cinta, Dia mengerti benar apa itu cinta <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiadaban masih terjadi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 20:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1825</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang Kristen atas setiap bencana yang ada (banjir, kekeringan, kelaparan, wabah, gempa bumi, dll), semuanya adalah salah orang Kristen yang telah menghina pada dewa (baca: berhala) mereka.</p>
<p>Mungkin dalam bayangan kita sekarang, &#8220;Ah, dibunuh itu paling seperti adegan di film-film perang jaman dulu, dibunuh pake pedang&#8221;. Padahal sebenarnya jauh lebih keji. Tercatat di buku sejarah, orang-orang Kristen itu dibakar, dijadikan obor hidup buat jadi penerangan, dijadikan santapan binatang buas di sirkus. Hal ini berlangsung tiga tahun, sampai tahun 67. Cerita ini adalah catatan kelam dalam perjalan orang Kristen.</p>
<p>Yang mengagetkan, hal serupa terjadi di Indonesia belakangan ini. Barusan saya melihat video <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6956899">insiden Cikeusik</a> (catatan: jangan lihat videonya kalo ngga tahan liat kekerasan/darah/mayat). Orang-orang Ahmadiyah dipukulin seperti binatang, orang tak bernyawa pun masih dipukulin. Biadab dan terkutuk! Bagaimana mungkin bisa terjadi, bahkan di video itu ada polisi. Menyedihkan. Tak hanya aparat, tapi rakyat pun mengebiri hak kebebasana beragama. Ahmadiyah dibunuhin, gereja dibakar. Kerusuhan antar umat beragama gak pernah beres di Indonesia. Kayanya kok seperti bom waktu yang tunggu meledak. Dan pada akhirnya bisa ditebak, kaum minoritas yang selalu jadi korban.</p>
<p>Oh Indonesiaku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memisahkan kabar busuk dari fakta</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/memisahkan-kabar-busuk-dari-fakta/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/memisahkan-kabar-busuk-dari-fakta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 06:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1818</guid>
		<description><![CDATA[Ada pelajaran berharga yang kita bisa dapatkan dari cerita bangsa Israel keluar dari Mesir. Cerita bagaimana Tuhan memerdekakan bangsa Israel, dan &#8220;mendidik&#8221; mental bangsa Israel dari mental budak, menjadi mental bangsa pilihan Allah, yakni menurut gambaran Allah. Sebenarnya gambaran Israel kuno juga serupa dengan gambaran Israel &#8220;modern&#8221; yakni kita orang berdosa. Bagaimana melalui Tuhan Yesus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada pelajaran berharga yang kita bisa dapatkan dari cerita bangsa Israel keluar dari Mesir. Cerita bagaimana Tuhan memerdekakan bangsa Israel, dan <strong>&#8220;mendidik&#8221;</strong> mental bangsa Israel dari mental budak, menjadi mental bangsa pilihan Allah, yakni menurut gambaran Allah. Sebenarnya gambaran Israel kuno juga serupa dengan gambaran Israel &#8220;modern&#8221; yakni kita orang berdosa. Bagaimana melalui Tuhan Yesus kita dimerdekakan dari dosa. Karena toh kita diciptakan menurut gambaran Allah.</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/e/dIGj1OPRShc"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/e/dIGj1OPRShc" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><span id="more-1818"></span><br />
Kalau kita nonton film Moses, kita melihat bagaimana &#8220;wah&#8221;-nya penyertaan Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir. Laut dibelah, tentara yang ngejar dibikin tenggelam, etc. Keren banget lah. Tapi lucunya setelah melewati hal yang keren gitu, bangsa Israel masih meragukan Tuhan. Entah berapa kali mereka pengen balik lagi ke Mesir. Padahal di Mesir jadi budak. Kadang saya mikir, emang manusia itu susah berubah. Sudah ditebus dari dosa, tapi cenderung &#8220;suka&#8221; sama dosa.</p>
<p>Tuhan panjang sabar. Bangsa Israel mengeluh kepanasan, dikasih tiang awan pas siang. Mengeluh kedinginan, dikasih tiang api pas malam. Mengeluh kelaparan, dikasih manna. Tapi Tuhan kesel juga kali sama orang mengeluh. Alhasil mereka gak diijinin masuk tanah perjanjian. Instead mereka dibikin muter-muter di padang pasir 40 tahun. Biarin dibiarin keliling2, Tuhan tetap kasih makan. Ngga kurang baik gimana.</p>
<blockquote><p>Pelajaran yang kita bisa tarik dari cerita di atas: <strong>jangan mengeluh ketika menghadapi masalah</strong>. Tuhan udah janjiin tanah perjanjian kok. Hati-hati jangan sampai Tuhan murka, bisa habislah kita!</p></blockquote>
<p>Cerita bagian kedua. Kita mungkin ingat, sebelum masuk kota Yerikho, Musa mengirim dua belas mata-mata untuk mengintai situasi. Uniknya dari dua belas mata-mata, sepuluh bilang yang jelek-jelek dan bernada pesimis, cuma dua yang tetap optimis. How come?</p>
<p>Begini laporan sepuluh pengintai (10PP): &#8220;Bos, lapor, Negeri itu (Kanaan) berlimpah susu dan madunya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat&#8221;. Jiper deh orang Israel. Tapi Kaleb coba menenteramkan hati bangsa Israel, dia bilang, &#8220;Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!&#8221;</p>
<p>Nah ini dia bagian menariknya, di ayat 32-33, &#8220;Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel <strong>kabar busuk </strong>tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: &#8220;Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.&#8221;</p>
<p>Udah deh, bangsa Israel menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah mereka pada Musa dan Harun, pengennya mati di Mesir dibanding mati di padang gurun. Dua mata-mata yang optimis itu terus berusaha meyakinkan bahwa Israel bisa menang. Dia bilang, &#8220;Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. <strong>Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu</strong> dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. <strong>Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN</strong>, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.&#8221; Disini ada fakta yang valid, tapi juga ada kabar busuk yang benar-benar bertentangan dengan janji Tuhan. Mana ada itu orangnya kaya raksasa saling makan satu sama lain. <strong>Itu bukan fakta</strong>. </p>
<blockquote><p>Pelajaran yang kita bisa tarik dalam hidup ini. Jangan sampai dibikin bingung oleh kabar-kabar busuk yang dibilang orang. Ketika Tuhan sudah berjanji, pegang erat janji itu. Jangan memberontak kepada Tuhan.
</p></blockquote>
<p>Di kesibukan saya belakangan ini, emang urusan yang dihadapi cukup beragam. Gak jarang orang di sekitar sering berkata &#8220;kabar busuk&#8221;, membawa pemikiran pesimis. Disini saya ngga mengajak kita jadi orang yang selalu optimis (baca: dikit2 claim janji Tuhan), tapi lebih ke arah marilah jadi orang yang selalu berpengharapan pada Tuhan dalam menghadapi setiap masalah. <strong>Tuhan pasti tuntun anak-anakNya!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/memisahkan-kabar-busuk-dari-fakta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang dosa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 00:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1815</guid>
		<description><![CDATA[Apakah orang Kristen yang sudah lahir baru, masih berbuat dosa? Jawabannya adalah masih. Lalu apa bedanya sama orang yang belum lahir baru. Dipikir-pikir emang benar. Misalnya, kalau sebelum lahir baru, berbohong itu terasa biasa saja. Kalau sudah lahir baru, pasti Roh Kudus bilang pada hati nurani kita kalau bohong itu dosa. Dengan kata lain, ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apakah orang Kristen yang sudah lahir baru, masih berbuat dosa?</strong></p>
<p>Jawabannya adalah masih. Lalu apa bedanya sama orang yang belum lahir baru. Dipikir-pikir emang benar. Misalnya, kalau sebelum lahir baru, berbohong itu terasa biasa saja. Kalau sudah lahir baru, pasti Roh Kudus bilang pada hati nurani kita kalau bohong itu dosa. Dengan kata lain, ketika seseorang lahir baru, dia melihat dosa sebagai sesuatu yang memalukan.</p>
<p>Pas nulis post ini, saya somehow ingat satu teman yang bisa dengan tanpa beban bercerita tentang dosa-dosa yang dia lakuin. Dia sudah dibaptis. Semoga dia ngga ignore ketika Roh Kudus ingatkan dia.</p>
<p><strong>Apakah orang yang dibaptis itu pasti diselamatkan?</strong></p>
<p>Nah. Untuk jelasin ini gampangnya gini. Setiap tanggal 17 Agustus, kita biasa pasang bendera di depan rumah untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Jadi bendera sebagai suatu tanda dari kemerdekaan yang kita punya. Kalau ngga ada kemerdekaan itu sendiri, pasang bendera merah putih gak ada artinya. Nah, baptisan itu sebuah tanda kita percaya pada Tuhan Yesus. Kalau dalam hati sendiri kita ngga percaya Tuhan Yesus, bagaimana kita diselamatkan? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memaknai Waktu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 08:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1811</guid>
		<description><![CDATA[Dari status facebook teman: Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/ilustrasi-negri-tanpa-waktu-300x300.jpg" alt="" title="ilustrasi-negri-tanpa-waktu" width="300" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1812" />Dari status facebook teman:</p>
<p>Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas</p>
<p>Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan</p>
<p>Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian</p>
<p>Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya *ihiy*</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta</p>
<p>Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MILI DETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade</p>
<p>Ya, marilah kita menghargai setiap detik yang kita miliki <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Betapa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 16:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1803</guid>
		<description><![CDATA[Betapa besarnya uang seratus ribu kalau untuk dimasukkan ke kantong kolekte, namun betapa kecilnya bila dibawa ke mal untuk dibelanjakan. Betapa lamanya mendengarkan firman Tuhan selama satu jam, namun betapa singkatnya waktu tiga jam untuk menonton film di bioskop. Betapa sulitnya mencari kata-kata ketika berdoa, namun betapa mudahnya bergosip dengan teman-teman. Betapa sulitnya membaca satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa besarnya uang seratus ribu kalau untuk dimasukkan ke kantong kolekte, namun betapa kecilnya bila dibawa ke mal untuk dibelanjakan.</p>
<p>Betapa lamanya mendengarkan firman Tuhan selama satu jam, namun betapa singkatnya waktu tiga jam untuk menonton film di bioskop.</p>
<p>Betapa sulitnya mencari kata-kata ketika berdoa, namun betapa mudahnya bergosip dengan teman-teman.</p>
<p>Betapa sulitnya membaca satu perikop Alkitab, namun betapa mudahnya untuk menyelesaikan novel setebal 100 halaman.</p>
<p>Betapa mudahnya mempercayai gosip, namun betapa sulitnya mempercayai firman Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pa-ma-ci-ko</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/pa-ma-ci-ko/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/pa-ma-ci-ko/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 05:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Kangen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1797</guid>
		<description><![CDATA[What a family I have in you. Tell me, where have the years gone? If I knew, I&#8217;d gladly reclaim and relive each one of them.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>What a family I have in you. Tell me, where have the years gone?<br />
If I knew, I&#8217;d gladly reclaim and relive each one of them.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/pa-ma-ci-ko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengungsi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 00:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1793</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu ada diskusi menarik di suatu forum. Jadi ceritanya ada seorang Indonesia yang punya pemikiran untuk jadi warga negara Kanada. Jadi dia berencana untuk datang ke Kanada dengan visa turis. Lalu sesampai di Kanada, dia mau buang paspornya. Lalu minta perlindungan pemerintah Kanada, dan mengaku kalau dia stateless, gak punya kewarganegaraan. Dia bilang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/pengungsi-300x200.jpg" alt="" title="pengungsi" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-1794" />Beberapa waktu lalu ada diskusi menarik di suatu forum. Jadi ceritanya ada seorang Indonesia yang punya pemikiran untuk jadi warga negara Kanada. Jadi dia berencana untuk datang ke Kanada dengan visa turis. Lalu sesampai di Kanada, dia mau buang paspornya. Lalu minta perlindungan pemerintah Kanada, dan mengaku kalau dia stateless, gak punya kewarganegaraan. Dia bilang dia gak akan ngaku kalau dia berasal dari Indonesia. Dalam pemikirannya, Kanada dengan dasar kemanusiaan akan melindungi dan memberikan kewarganegaraan.<span id="more-1793"></span></p>
<p>Rasanya dia ngga akan dapat kewarganegaraan. Bukan begitu caranya kalau mau jadi pengungsi. Ada proses yang perlu diikuti. Seandainya dia ikuti prosesnya dan bisa dapat PR refugee dari Kanada, ada hal yang mungkin belum terpikir konsekuensinya. Dia ngga akan bisa balik ke Indonesia lagi. Karena definisi pengungsi sejati adalah orang yang meninggalkan negara asalnya karena perang, penganiayaan. Saking merasa teraniaya, lari dari situ dan gak mau kembali lagi.</p>
<p>Pas saat teduh beberapa hari lalu, cerita di atas mengingatkan saya dengan pemazmur. Tagline blog ini: tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Pemazmur merasakan betapa terancam jiwanya sehingga dia minta perlindungan Tuhan. Dan rasanya ngga akan ingin kembali lagi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Naturalisasi hamba Tuhan?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 19:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1786</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena naturalisasi belakangan merebak di dunia persepakbolaan Indonesia. Semenjak pemain-pemain naturalisasi bergabung dengan timnas, prestasi pasukan Garuda (timnas) kian sering mencuat di media. Sebutlah Christian Gonzalez, pemain dari Uruguay yang sudah merumput di lapangan bola tanah air sejak tahun 2003, dan sekarang bermain di Persib Bandung. *Pantesan Persib sekarang jadi jago, padahal biasanya kalah melulu*. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/naturalization-300x199.jpg" alt="" title="naturalization" width="300" height="199" class="alignright size-medium wp-image-1791" />Fenomena naturalisasi belakangan merebak di dunia persepakbolaan Indonesia. Semenjak pemain-pemain naturalisasi bergabung dengan timnas, prestasi pasukan Garuda (timnas) kian sering mencuat di media. Sebutlah Christian Gonzalez, pemain dari Uruguay yang sudah merumput di lapangan bola tanah air sejak tahun 2003, dan sekarang bermain di Persib Bandung. *Pantesan Persib sekarang jadi jago, padahal biasanya kalah melulu*. Tercatat pada November 2010 yang lalu, Gonzalez resmi menjadi WNI. Dengan demikian ia boleh menjadi bagian dari timnas.</p>
<p>Belakangan beredar anekdot untuk melakukan naturalisasi untuk politisi-politisi di Indonesia. Carut marut panggung politik di Indonesia emang menyedihkan. Saking menyedihkannya sampai mungkin saya rasa kita perlu naturalisasi politikus yang lebih handal. Gak melulu ngeributin jalan-jalan studi banding, kasus Susno, Gayus, yang semuanya &#8220;hangat-hangat (maaf) tahi ayam&#8221;. Sekarang rame, paling tar beberapa bulan lagi sepi, tanpa ada penyelesaian tuntas.<span id="more-1786"></span></p>
<blockquote><p>Naturalisasi terlihat sebagai solusi ketika kita memiliki keterbatasan dalam suatu komunitas.</p></blockquote>
<p>Bagaimana dengan pelayanan di gereja? Ketika suatu gereja memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek pelayanan, apakah naturalisasi adalah suatu pilihan? Saya kadang membayangkan bagaimana kalau suatu saat di gereja saya bisa mendengarkan Brooke Fraser (vokalis Hillsong favorit saya :p) sebagai penyanyi, atau John Piper sebagai pengkotbah. Gereja mungkin bisa berisi semua &#8220;superstar&#8221;. Bermimpi!</p>
<p>Atau lebih ekstrim lagi imajinasi saya kalau naturalisasi di dalam berkeluarga. Gimana jadinya kalau ayah saya melihat saya sebagai anak yang kurang baik. Masa ayah saya akan menaturalisasi orang lain buat jadi anaknya. Tidak akan pernah terjadi!</p>
<blockquote><p>Naturalisasi tidak akan pernah menjadi pilihan untuk sesuatu yang melibatkan &#8220;personal relationship&#8221;. </p></blockquote>
<p>Sebagai anak dan ayah, tidak ada yang bisa menggantikan posisi ini walaupun dua-duanya mungkin banyak kekurangan. Saya merasakan hal yang sama dengan pelayanan di gereja. Tidak mungkin kita menaturalisasi orang-orang di luar gereja hanya karena di gereja tidak ada orang yang sanggup melayani. Bagi saya pelayanan di gereja adalah suatu hasil dari hubungan pribadi dengan Tuhan, yang lalu diapplikasikan di suatu komunitas (yakni gereja).</p>
<p>Ketika mengalami &#8220;krisis kekurangan hamba Tuhan&#8221;, biasanya situasi akan menjadi sedikit tidak enak. Pasti muncul kata-kata seperti, &#8220;Apa susahnya sih bilang iya?&#8221;, &#8220;Orang lain aja bisa, masak anda tidak bisa?&#8221;, &#8220;Abraham aja mau dipanggil Tuhan tanpa tau tujuannya kemana&#8221;. Ada sederet kisah di Alkitab yang bisa digunakan sebagai referensi tentang panggilan pelayanan. Tapi bagaimana mungkin suatu yang bersifat personal (apalagi dengan Tuhan) bisa dipaksakan. Biarlah gereja boleh bersama-sama bergumul tentang hal ini, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan gereja-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AbrakadaSAH</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/abrakadasah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/abrakadasah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 20:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1784</guid>
		<description><![CDATA[Selagi latihan mengucapkan akad, Calon pengantin pria: &#8220;Saya terima nikahnya X binti Y dengan mas kawin seperangkat alat sulap dibayar tunai!&#8230; (diam sejenak) Eh.&#8221; Didengar calon mertua yang diam-diam berharap ada kelinci keluar dari dalam kopiah calon menantunya. Hahaha!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Selagi latihan mengucapkan akad,<br />
Calon pengantin pria: &#8220;Saya terima nikahnya X binti Y dengan mas kawin seperangkat alat sulap dibayar tunai!&#8230; (diam sejenak) Eh.&#8221;</p>
<p>Didengar calon mertua yang diam-diam berharap ada kelinci keluar dari dalam kopiah calon menantunya.</p></blockquote>
<p>Hahaha!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/abrakadasah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angin di 2011</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 15:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1780</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/ship.jpg" alt="" title="ship" width="240" height="161" class="alignright size-full wp-image-1782" />Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. (Mazmur 107:23-30)</p>
<p>Konon dalam dunia berlayar, ada dua kondisi yang tidak enak: angin ribut, dan tidak ada angin sama sekali. Kalau ada angin ribut, kapal diombang-ambing kesana kemari. Semua awak kapal harus bekerja keras agar kapal tidak karam. Dan kondisi kedua, tidak ada angin sama sekali. Kapal tidak bisa bergerak ke tujuan akhir. Emang setau saya ada titik yang dibilang &#8220;equatorial calm&#8221;, jadi di titik itu emang gak ada angin. Kapal gak bisa berlayar.</p>
<p>Selama 2010, rasanya saya mengalami situasi &#8220;angin ribut&#8221; dan juga &#8220;gak ada angin&#8221;. Dan juga tentunya, mengalami situasi angin yang mendukung untuk berlayar, semakin dekat dengan apa yang dituju. Somehow perasaan saya memasuki tahun 2011 ini agak khawatir. Sepertinya tahun ini akan menjadi tahun yang cukup menantang. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, dipersiapkan, dan diputuskan.</p>
<p>Semua lorong di bumi haruslah kau jalani<br />
Bersama dengan sesama menuju pada Bapa</p>
<p>Semua pematang swah menanti telapakmu<br />
Derita ria bersama meringankan langkahmu</p>
<p>Semua roda hidupmu mendambakan imanmu<br />
Di perjamuan abadi Bapa sudah menanti</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kok jahat sekali ya</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/12/kok-jahat-sekali-ya/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/12/kok-jahat-sekali-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 08:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1768</guid>
		<description><![CDATA[Coba tonton video ini dulu, kemudian baca komentar saya di bawah ini. Ada tiga perasaan ketika saya menonton video ini: kasihan, sedih &#38; geram. Kasihan dengan orang yang menonton video ini begitu saja, dan mempercayai isinya sebagai kebenaran Tuhan. Sedih karena firman Tuhan kok dipermainkan seperti ini. Geram dengan orang yang dengan sadar tidak menuntun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Coba tonton <a href="http://www.youtube.com/watch?v=8R0Gafg5YfI" target="_blank">video ini</a> dulu, kemudian baca komentar saya di bawah ini.</p>
<p>Ada tiga perasaan ketika saya menonton video ini: kasihan, sedih &amp; geram. Kasihan dengan orang yang menonton video ini begitu saja, dan mempercayai isinya sebagai kebenaran Tuhan. Sedih karena firman Tuhan kok dipermainkan seperti ini. Geram dengan orang yang dengan sadar tidak menuntun orang pada pemahaman yang benar tentang Tuhan. Kok jahat sekali ya.</p>
<p>Dari dulu bicara tanda-tanda, kutip Alkitab secuplik-secuplik lalu artikan di luar konteksnya. Bicara bulan bintang, goncangan, api, angin. Duh. Di video ini membahas angka 26 yang dikaitkan dengan bencana di Indonesia. Dari sisi fakta, ini udah salah, karena:</p>
<ul>
<li>Gempa Jogja itu tanggal 27 Mei 2006, bukan tanggal 26.</li>
<li>Gempa di Tasik bukan hanya terjadi tanggal 26 Juni 2010. Tapi sering. Bahkan gempa yang terbilang besar kekuatannya itu yang tahun 2009, tepatnya 2 September 2009 (7,3 skala Richter).</li>
<li>Gempa bumi Mentawai itu tanggal 25 Oktober, bukan tanggal 26.<span id="more-1768"></span></li>
</ul>
<p>Lalu dia bilang, &#8220;Hari-hari ini Tuhan berbicara tentang angka 26&#8243;. Artinya Tuhan lagi berbicara dari Hagai 2:6, &#8220;sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!&#8221;&#8230;.Hah, bagaimana bisa Hagai 2:6 dikaitkan sama angka 26? Kenapa gak dari Matius 2:6 kek, atau Mazmur 2:6, atau Ayub 2:6. Hmmmm&#8230;mengada-ngada. Belum lagi kalau Alkitab bahasa Inggris Hagai 2:6 di Indonesia adalah Hagai 2:7 di Alkitab bahasa Inggris.</p>
<p>Dengan jutaan bencana di dunia, dan hanya 28, 29, 30, atau 31 tanggal dalam satu bulan, jelas kita akan bisa menemukan bencana-bencana di tanggal 1, 2, dst. Tinggal niat apa ngga kita nyari datanya. Gak perlu mengait2kan bencana yang terjadi dengan mistis-mistis, apalagi dikaitkan dengan Hagai 2:6.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/12/kok-jahat-sekali-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Roma</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/12/roma/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/12/roma/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 06:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1765</guid>
		<description><![CDATA[Inti dari kitab Roma:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inti dari kitab Roma:</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zTUJh9ntCmw?fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/zTUJh9ntCmw?fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/12/roma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patokan nilai</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/12/patokan-nilai/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/12/patokan-nilai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 23:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1751</guid>
		<description><![CDATA[Konon katanya, ada tiga macam hal yang menjadi patokan dalam menilai sesuatu: Suara terbanyak &#8211; kalau suara terbanyak bilang hal itu baik, maka hal itu menjadi baik. Bila kebanyakan orang bilang hal itu buruk, maka hal itu menjadi buruk. Tujuan - yang penting adalah tujuannya. Cara gak gitu penting, yang penting tujuannya. Contohnya, Robin Hood [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon katanya, ada tiga macam hal yang menjadi patokan dalam menilai sesuatu:</p>
<ul>
<li><strong>Suara terbanyak</strong> &#8211; kalau suara terbanyak bilang hal itu baik, maka hal itu menjadi baik. Bila kebanyakan orang bilang hal itu buruk, maka hal itu menjadi buruk.</li>
<p><br/></p>
<li><strong>Tujuan </strong>- yang penting adalah tujuannya. Cara gak gitu penting, yang penting tujuannya. Contohnya, Robin Hood itu gak apa-apa, karena dia mencuri dengan tujuan yang baik yaitu untuk berbagi dengan orang miskin. Contoh lain lagi, berbohong itu gak apa-apa, yang penting maksudnya baik. Makanya kadang ada istilah white lies.</li>
<p><br/></p>
<li><strong>Kebudayaan </strong>- kalau nilai budaya bilang baik ya baik, gimana nilai budaya yang dianut aja. Contohnya, pasangan kumpul kebo di Indonesia sih sering dirazia. Kalau di Canada, hal itu udah biasa.</li>
</ul>
<p>Hal ini terdengar sederhana. Sebagai orang percaya, apakah hal di atas yang jadi kriteria kita? Hmmm&#8230;jelas patokan orang percaya adalah cuma satu, yaitu gimana penilaian Tuhan, yang kita kenal melalui firmanNya. Kadang&#8230;kita sering terjebak dengan tiga patokan di atas, lupa tanya penilaian Tuhan.</p>
<p>*<span style="color: #ffffff;">Semoga keputusan yang saya ambil hari ini  berkenan di hadapan Tuhan</span>*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/12/patokan-nilai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua pena, satu cerita</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/dua-pena-satu-cerita/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/dua-pena-satu-cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 22:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1748</guid>
		<description><![CDATA[Dunia hanya selembar kertas Masing-masing menulis ceritanya Ceritakan kisahmu, lupakan menurut siapa Dan dalam lingkup apa. Ketika kisah indah tertulis Haruskah tawa bahagia dibunuh Ketika tragedi terjadi Haruskah tangis dilapis senyum Kedalaman pikiran membuat diri terjebak Terjebak dalam pencitraan diri Padahal pena berbeda, jiwa berbeda, Cerita pun jelas akan berbeda Apa yang harus disanggah Ah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia hanya selembar kertas<br />
Masing-masing menulis ceritanya<br />
Ceritakan kisahmu, lupakan menurut siapa<br />
Dan dalam lingkup apa.</p>
<p>Ketika kisah indah tertulis<br />
Haruskah tawa bahagia dibunuh<br />
Ketika tragedi terjadi<br />
Haruskah tangis dilapis senyum</p>
<p>Kedalaman pikiran membuat diri terjebak<br />
Terjebak dalam pencitraan diri<br />
Padahal pena berbeda, jiwa berbeda,<br />
Cerita pun jelas akan berbeda<br />
Apa yang harus disanggah</p>
<p>Ah masalah hati..semua orang<br />
Berusaha melindungi bagian tubuh paling berharga itu<br />
Takut hancur, dikerangkeng lah hati<br />
Ketulusan semakin langka hari demi hari</p>
<p>Satu pena, satu cerita, cukup pakai satu hati<br />
Dua pena, satu cerita, jelas harus pakai dua hati</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/dua-pena-satu-cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fast-forward moment</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 19:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[Ketika hidup begitu padat dengan aktifitas. Dari rapat yang satu ke rapat yang lain. Dari tugas kuliah yang satu ke tugas yang selanjutnya. Hidup kadang terasa begitu cepat. Seolah-olah saya bergerak tanpa arah yang pasti. Dan lalu kemudian sudah hari Jumat lagi. Entah bagaimana saya jadi ingat film Click, terutama adegan ini. Di film itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika hidup begitu padat dengan aktifitas. Dari rapat yang satu ke rapat yang lain. Dari tugas kuliah yang satu ke tugas yang selanjutnya. Hidup kadang terasa begitu cepat. Seolah-olah saya bergerak tanpa arah yang pasti. Dan lalu kemudian sudah hari Jumat lagi. Entah bagaimana saya jadi ingat film Click, terutama <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Odwi8w_4NrY" target="_blank">adegan ini</a>. Di film itu Adam Sandler punya suatu remote control yang bisa fast-forward hidup sampai-sampai begitu banyak moment berharga lewat begitu saja.</p>
<p>Kemarin malam saya baru beres kelas jam 9:30, cuaca dingin ditambah hujan salju. Badan udah kerasa cape secara udah beraktifitas dari pagi, kerjaan pun cukup banyak tugas yang perlu diselesaikan. Begitu tergoda untuk mengeluh, tapi Tuhan masih mengingatkan untuk menikmati setiap moment hidup. Hati serasa plong, Dia adalah gunung batu-ku!</p>
<p>Semoga tidak banyak hal yang saya &#8220;fast-forward&#8221; dalam hidup ini.</p>
<p><em>Keep us on our knees<br />
Keep our fingers on the pages of The Scriptures</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do you like mie?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/do-you-like-mie/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/do-you-like-mie/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 18:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1737</guid>
		<description><![CDATA[Pada Jamuan makan malam bersama Presiden Yudhoyono, Obama berusaha beramah-tamah dengan Megawati yang sedang mengambil Salad di meja prasmanan: Obama: &#8220;Do You Like Salad?&#8221; Megawati &#8220;Oh yes I do Like Shalat (Salad), even 5 times a day&#8221; Obama &#8220;Oh that&#8217;s very good, what kind of dressing do use?&#8221; Megawati &#8220;Mukenah Of Course&#8221; Obama terheran-heran dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada Jamuan makan malam bersama Presiden Yudhoyono, Obama berusaha beramah-tamah dengan Megawati yang sedang mengambil Salad di meja prasmanan:</p>
<blockquote><p>
Obama: &#8220;Do You Like Salad?&#8221;<br />
Megawati &#8220;Oh yes I do Like Shalat (Salad), even 5 times a day&#8221;<br />
Obama &#8220;Oh that&#8217;s very good, what kind of dressing do use?&#8221;<br />
Megawati &#8220;Mukenah Of Course&#8221;</br><br />
Obama terheran-heran dan berfikir mungkin itu dressing salad model baru. Pada saat mengambil mie bakso Megawati berganti ingin beramah-tamah dengan Obama</br><br />
Megawati &#8220;Do you Like Me? (Mie)&#8221;<br />
Obama &#8220;Oh Yes I Do Very Much&#8221;<br />
Megawati &#8220;Then You should Try Me (Mie), still Hot You Know:) &#8221;<br />
Obama : &#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/do-you-like-mie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasih Allahku Sungguh T&#8217;lah Terbukti</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/kasih-allahku-sungguh-tlah-terbukti/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/kasih-allahku-sungguh-tlah-terbukti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 04:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1731</guid>
		<description><![CDATA[Kasih Allahku sungguh t&#8217;lah terbukti Ketika Dia serahkan anak-Nya Kasih Allah mau berkorban bagi kau dan aku Tak ada kasih seperti kasih-Mu Bersyukur, bersyukur, bersyukurlah Bersyukur kar&#8217;na kasih setia-Mu Kusembah, kusembah, kusembah dan kusembah S&#8217;lama hidupku, kusembah Kau Tuhan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kasih Allahku sungguh t&#8217;lah terbukti<br />
Ketika Dia serahkan anak-Nya</strong><br />
Kasih Allah mau berkorban bagi kau dan aku<br />
Tak ada kasih seperti kasih-Mu </p>
<p>Bersyukur, bersyukur, bersyukurlah<br />
Bersyukur kar&#8217;na kasih setia-Mu<br />
Kusembah, kusembah, kusembah dan kusembah<br />
S&#8217;lama hidupku, kusembah Kau Tuhan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/kasih-allahku-sungguh-tlah-terbukti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukang sayur dan tukang buah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/tukang-sayur-dan-tukang-buah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/tukang-sayur-dan-tukang-buah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 21:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1690</guid>
		<description><![CDATA[Surat penjual buah yang patah hati:&#8221;Wajahmu memang manggis,watakmu juga melonkolis,tapi hatiku nanas karena cemburu,sirsak napasku,hatiku anggur lebur,ini delima dalam hidupku,memang ini juga salakku,jarang apel malam minggu.Ya Tuhan, mohon belimbing-Mu,kalo memang perpisangan ini yang terbaik untukku,semangka kau bahagia dengan pria lain.Sawonara&#8230;&#8221;Dari: Durianto Surat balasan dari pacarnya yang ternyata tukang sayur:&#8221;Membalas kentang suratmu itu.Brokoli sudah kubilang,jangan tiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surat penjual buah yang patah hati:&#8221;Wajahmu memang manggis,watakmu juga melonkolis,tapi hatiku nanas karena cemburu,sirsak napasku,hatiku anggur lebur,ini delima dalam hidupku,memang ini juga salakku,jarang apel malam minggu.Ya Tuhan, mohon belimbing-Mu,kalo memang perpisangan ini yang terbaik untukku,semangka kau bahagia dengan pria lain.Sawonara&#8230;&#8221;Dari: Durianto</p>
<p>Surat balasan dari pacarnya yang ternyata tukang sayur:&#8221;Membalas kentang suratmu itu.Brokoli sudah kubilang,jangan tiap dateng rambutmu selalu kucai,jagungmu gak pernah dicukur.Disuruh dateng malam minggu, ehh nongolnya hari labu.Ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin pare.Kalo mo nelpon aku aja mesti ke wortel.Terus terong aja, cintaku padamu sudah lama tomat.Jangan kangkung aku lagi.Cabe dehhhhhhhh!!!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/tukang-sayur-dan-tukang-buah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulasan buku &#8211; The Christian Atheist</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/review-buku-the-christian-atheist/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/review-buku-the-christian-atheist/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 21:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1675</guid>
		<description><![CDATA[Suatu waktu Martin Luther mengalami depresi, duduk seharian, bengong, selalu merasa sedih. Gak ada yang bisa membuat dia keluar dari perasaan depresinya. Teman-temannya khawatir kalau Martin Luther begitu terus, lama-lama dia bisa mati. Lalu suatu malam, istrinya menghampiri Martin Luther dengan pakaian berkabung. Martin Luther kaget, dia tanya pada istrinya, &#8220;Katherine, ada apa? Kenapa kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-1676" title="homebook2" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/10/homebook2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" />Suatu waktu Martin Luther mengalami depresi, duduk seharian, bengong, selalu merasa sedih. Gak ada yang bisa membuat dia keluar dari perasaan depresinya. Teman-temannya khawatir kalau Martin Luther begitu terus, lama-lama dia bisa mati. Lalu suatu malam, istrinya menghampiri Martin Luther dengan pakaian berkabung. Martin Luther kaget, dia tanya pada istrinya, &#8220;Katherine, ada apa? Kenapa kamu memakai baju berkabung?&#8221;.</p>
<p>Istrinya dengan suara sedih berkata, &#8220;Mengerikan! Tuhan meninggal (God is dead)&#8221;. Luther menjawab, &#8220;Apa maksudmu? Ngomong apaan sih?&#8221;. Konon Martin Luther orangnya lumayan tempramental. Jadi lumayan terbayang betapa emosinya percakapan ini. Istrinya kemudian menjawab, &#8220;Apakah kamu Martin Luther? Apakah kamu adalah suamiku dan pendetaku?&#8221;. Martin Luther, &#8220;Iya&#8221;. &#8220;Belakangan ini, tindakanmu menunjukkan bahwa Tuhan sudah mati. Kalau Tuhan itu hidup, tentunya engkau pastinya punya iman di dalam Dia, untuk menghadapi masalahmu?&#8221;&#8230;Jadi ceritanya, Martin Luther sekalipun pernah berada di titik dimana dia bertindak seolah-olah Tuhan tidak ada, padahal dia adalah orang percaya.<span id="more-1675"></span></p>
<p><strong>Kontroversi Judul Buku</strong></p>
<p>Minggu lalu saya baru beres baca buku berjudul &#8220;Christian Atheist&#8221;. Tag line dari buku itu kurang lebih menjelaskan isinya: believing in God but living as if He does not exist. Judulnya kontroversial, dan juga lumayan catchy. Pas mau ngereview buku ini, saya sempet baca review yang kontra dengan buku ini. Beberapa orang tidak setuju dengan penggunaan kata &#8220;Christian&#8221; yang disandingkan dengan kata &#8220;Atheist&#8221;. Dan juga ada beberapa kritik bahwa buku ini lebih mengarah kepada Social Gospel karena seolah-olah karakteristik orang Kristen sejati adalah yang sudah melakukan beberapa hal dalam buku ini. Jadi seolah-olah, fokus kekristenan lebih ditekankan pada perbuatan manusia, bukan pada Kristus sendiri.</p>
<p>Hmmm&#8230;saya percaya fokus dari Injil sendiri haruslah pada Kristus, dan hanya Kristus, bukan pada perbuatan baik kita. Perbuatan baik tidak mendatangkan keselamatan. Keselamatan datang murni sebagai anugerah dan inisiatif Tuhan. Yohanes 3:16 tetap menjadi salah satu ayat terindah bagi saya, &#8220;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal&#8221;</p>
<p>Kembali mengenai kontroversi buku ini, saya membaca buku ini dengan perspektif introspeksi diri. Ketika seseorang &#8220;dilahirkan kembali&#8221; sebagai orang yang percaya pada Tuhan, selama masih di dunia, sisi manusia yang berdosa tetaplah ada. Jadi tidak mungkin bisa (dengan kekuatan sendiri), menjadi orang &#8220;suci&#8221; yang tidak bisa merasa marah, yang selalu mengampuni kalau dijahati, yang tidak bisa kecewa dengan gereja, yang tidak pernah khawatir akan pekerjaan, dll. Justru di dalam kelemahan itulah, dengan pertolongan Roh Kudus kita menapaki hari demi hari.</p>
<p>Saya agak sulit mencerna pendapat ketika seseorang lahir baru, dia akan &#8220;jreng2..bukan sulap bukan sihir&#8221; jadi orang yang tidak bercacat cela. Itu adalah proses setiap orang percaya. Manusia bukan robot yang ketika jadi orang percaya, lantas kelemahannya hilang semua. Dosa emang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus, tetapi kelemahan dan akibat dosa tetaplah harus ditanggung sebagai manusia. Jadi&#8230;ketika anda membaca buku ini, jangan baca buku ini sebagai buku doktrin, karena ini bukan buku doktrin. Tetapi lebih ke arah buku perenungan diri sendiri (yang seharusnya sih membuat kita berpikir apakah benar kita percaya pada Tuhan, dan hal itu terlihat dari tindakan kita)</p>
<p><strong>Realita</strong></p>
<p>Dengan bahasa yang sederhana, buku ini mengajak kita memikirkan kembali &#8220;titik hitam&#8221; dalam perjalanan hidup kita bersama Tuhan. Entah titik hitam itu adalah suatu trauma masa lalu, kekhawatiran akan pekerjaan, keraguan akan keselamatan, dll. Buku ini bagus untuk dibaca semua orang Kristen, terlepas apakah orang itu baru mengenal Tuhan maupun sudah bertahun-tahun menjadi orang percaya. Beberapa highlight dari buku ini:</p>
<ul>
<li>When You Believe in God but Don’t Really Know Him</li>
<li>When You Believe in God but Are Ashamed of Your Past</li>
<li>When You Believe in God but Aren’t Sure He Loves You</li>
<li>When You Believe in God but Not in Prayer</li>
<li>When You Believe in God but Don’t Think He’s Fair</li>
<li>When You Believe in God but Won’t Forgive</li>
<li>When You Believe in God but Don’t Think You Can Change</li>
<li>When You Believe in God but Still Worry All the Time</li>
<li>When You Believe in God but Pursue Happiness at Any Cost</li>
<li>When You Believe in God but Trust More in Money</li>
<li>When You Believe in God but Don’t Share Your Faith</li>
<li>When You Believe in God but Not in His Church</li>
</ul>
<p>Dari judul bab-babnya, sangat jelas terlihat buku ini lebih membahas sisi praktik dari kehidupan Kristen. Setiap bab yang ada membuat kita menggali, apa sih yang sebenernya ada di hati kita. Apakah benar Tuhan menempati tempat tertinggi dalam hati kita? Terlepas dari masalah yang kita hadapi, kesulitan finansial, kepahitan masa lalu, sisi gelap kita yang dulu.</p>
<p>Ketika kita bilang kita percaya pada Tuhan, secara ngga sadar, tindakan kita sama sekali gak menunjukkan bahwa kita benar-benar percaya. Rasa percaya kita pada Tuhan mungkin cuma sebatas tingkat kenyamanan kita. &#8220;Selama saya merasa nyaman, ya saya percaya lah sama Tuhan&#8221;. Di akhir buku ini, ada tiga kategori orang yang percaya Tuhan:</p>
<ol>
<li>Percaya sebatas keuntungan. Kasarnya, &#8220;Ada untung Tuhan disayang, ngga untung Tuhan ditendang&#8221;. Seberapa sering sih jaman sekarang Tuhan sering dijadikan alat untuk memenuhi kebutuhan. Kalau mau ujian, berdoa, ngga ujian ya ngga berdoa. Kalau makan siang sendirian, berdoa dulu, tapi kalau rame-rame, ngga mau berdoa karena malu sama yang ngga berdoa, gak pengen dicap sebagai orang Kristen.</li>
<li>Percaya sebatas kenyamanan. Kita percaya Tuhan, kita mungkin terlibat pelayanan di gereja, tapi ada beberapa aspek yang kita lakukan cuma sebatas karena rasa nyaman. Misalnya, kita tau Tuhan pasti mencukupi apa yang kita butuhkan, tapi kita tetap worry, sulit percaya pada Tuhan.</li>
<li>Percaya sepenuhnya, sampai rela mengorbankan apapun untuk Tuhan.</li>
</ol>
<p>Saya sebenarnya punya pendapat yang berbeda tentang kategori di atas. Kalau boleh bikin kategori sendiri, mungkin ada dua kategori: orang yang percaya Tuhan karena mau untungnya/nyamannya, dan orang yang percaya Tuhan karena Tuhannya sendiri. Selama masih ada keinginan/kehausan yang diimbangi dengan perbuatan untuk mengenal Tuhan&#8230;itu udah indah sekali.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Terlepas dari judulnya yang kontroversial, buku ini menjadi reminder untuk mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ketika kita menyandang predikat &#8220;orang Kristen&#8221;, jangan jadikan itu sekedar status sosial, atau hal itu menjadi sesuatu yang hanya sekedar nama kelompok. Tetapi biarlah hal itu mengarahkan pikiran kita kepada Kristus sendiri. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/review-buku-the-christian-atheist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau sebatang pohon tumbang di tengah hutan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/kalau-sebatang-pohon-tumbang-di-tengah-hutan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/kalau-sebatang-pohon-tumbang-di-tengah-hutan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 17:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1667</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sebatang pohon tumbang di tengah hutan, dan ngga ada siapa-siapa di sekitarnya, apakah pohon itu membuat suara? Itu topik acak dari forum bisnis analisis. Ada yang bilang sesuatu jadi suara pas gelombang yang ada sampai ke telinga. Kalau ngga ada gelombang yang sampai, ngga ada suara. Atau ada lagi yang bilang, ngga peduli ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kalau sebatang pohon tumbang di tengah hutan, dan ngga ada siapa-siapa di sekitarnya, apakah pohon itu membuat suara? </p></blockquote>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/10/Forest-300x198.jpg" alt="" title="Forest" width="300" height="198" class="alignright size-medium wp-image-1668" /></p>
<p>Itu topik acak dari forum bisnis analisis. Ada yang bilang sesuatu jadi suara pas gelombang yang ada sampai ke telinga. Kalau ngga ada gelombang yang sampai, ngga ada suara. Atau ada lagi yang bilang, ngga peduli ada yang mendengar atau ngga, gelombangnya tetap ada jadi pohon itu membuat suara. Diskusi panjang lebar ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/If_a_tree_falls_in_a_forest">disini</a>. Jadi konsep filosofinya lebih ke arah suara itu proses mengirim/menerima. Saya sendiri lebih condong ke pengertian pertama, ngga peduli ada manusia atau ngga, pohon itu membuat suara.<span id="more-1667"></span></p>
<p>Coba kalau pertanyaannya saya ganti jadi begini: Kalau sebatang pohon tumbang di tengah hutan, dan ada satu orang tuli di sekitarnya, apakah pohon itu membuat suara? Menurut saya, faktanya pohon itu membuat suara, cuma orang tuli aja yang tidak bisa mendengar. Suara dari pohon ada bukan karena adanya manusia. Manusia sama sekali ngga ada andil untuk membuat suara itu.</p>
<p>Seorang professor filsafat memberikan kuliah terakhir, dia menaruh sebuah tanaman di mejanya. Dia meminta semua mahasiswa, &#8220;Dengan menggunakan segala sesuatu yang telah Anda pelajari dalam kuliah ini, buktikan kepada saya bahwa tanaman ini TIDAK ADA&#8221;. Banyak mahasiswa mulai cerita panjang lebar membuktikan tanaman itu tidak ada, kecuali satu mahasiswa. Dia cuma menghabiskan lima detik lalu menyerahkan lembar jawabannya. Beberapa minggu kemudian nilai akhir keluar, yang menakjubkan mahasiswa yang menulis selama lima detik tadi mendapat nilai tertinggi. Jawaban yang dia tulis adalah, &#8220;Tanaman apa?&#8221; Hahaha.</p>
<p>Sebenarnya tujuan saya bercerita panjang lebar di atas karena merasa sekarang ini begitu banyak orang menyangkal keberadaan Tuhan. Kalau Tuhan mengasihi kita, tetapi kita &#8220;tuli&#8221; hati, bukan berarti kasih Tuhan itu tidak ada. Manusia dengan segala ilmu sering membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Bahkan mungkin bisa berkata, &#8220;Tuhan apa?&#8221;</p>
<p>Toh itu tidak membuat Tuhan menjadi tidak ada <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
Tuhan ya tetap ada. Manusia tidak bisa mengubah fakta itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/kalau-sebatang-pohon-tumbang-di-tengah-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seseorang tidak dibentuk dalam semalam</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 22:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1662</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang kita lihat saat ini adalah hasil penempaan kehidupan terhadap dirinya selama ia hidup, hasil proses pembentukan yang panjang. Seseorang tidak dibentuk dalam semalam. Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk. Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru. Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang yang kita lihat saat ini adalah hasil penempaan kehidupan terhadap dirinya selama ia hidup, hasil proses pembentukan yang panjang. Seseorang tidak dibentuk dalam semalam.</p>
<blockquote><p>Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dikasihani dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihani diri sendiri.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajar iri hati.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik.</p>
<p>Kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati.</p>
<p>Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa tenteram dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya kepada diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.</p>
<p>&#8212; Dorothy Law Nolte &#8212;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendeta vs Pemilik Klub Malam</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 23:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada sebuah gereja yang sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun. Gereja ini cukup berkembang, sampai mereka menambahkan jadwal kebaktian juga hari Sabtu malam. Semua berjalan dengan baik sampai suatu hari tak jauh dari gereja itu berdiri sebuah klub malam. Merasa terganggu dengan aktifitas klub malam di hari Sabtu, orang mabuk, hingar bingar orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah ada sebuah gereja yang sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun. Gereja ini cukup berkembang, sampai mereka menambahkan jadwal kebaktian juga hari Sabtu malam. Semua berjalan dengan baik sampai suatu hari tak jauh dari gereja itu berdiri sebuah klub malam. Merasa terganggu dengan aktifitas klub malam di hari Sabtu, orang mabuk, hingar bingar orang yang ada, sang pendeta mengajak jemaatnya berkumpul dan berdoa agar Tuhan menutup klub malam itu.</p>
<p>Seminggu setelah doa itu, pas hujan lebat, petir menyambar klub malam itu. Klub malam itu terbakar hangus sampai rata dengan tanah. Pemilik klub malam, kemudian mendengar cerita kalau gereja tetangganya itu sebelumnya berdoa agar klub malam miliknya ditutup. Si pemilik klub malam ini menuntut gereja ini di pengadilan.</p>
<p>Ketika hakim menanyakan ke pendeta ini, &#8220;Apakah benar anda dan jemaat anda berdoa agar klub malam ini ditutup?&#8221;, Si Pendeta bilang, &#8220;Iya kami berdoa, tapi kami tidak pernah mengira Tuhan akan mengabulkan doa kami&#8221;. Lucu, yang berdoa tidak percaya kalau doanya akan dikabulkan. Sedangkan si pemilik klub malam, percaya kalau Tuhan yang kirim petir itu karena doa.</p>
<p>***</p>
<p>Doa gak dijawab&#8230;minta dijawab<br />
Doa dijawab&#8230;nggak percaya kalau Tuhan yang jawab.<br />
Percaya Tuhan tapi hidup seolah-olah Tuhan tidak ada? Hmm&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama panggilan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/nama-panggilan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/nama-panggilan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 06:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grace]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Saya dapat ilustrasi ini pas membaca buku &#8220;The Christian Atheist&#8221;. Di dalam Mazmur 9:10, Daud bilang begini: Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN. Suatu hari saya ngantri nelpon customer service handphone, setelah 20-30 menit kemudian, si mas di seberang telepon menyapa, &#8220;Good afternoon Mr. Eydimyulaia&#8221;. Haha, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dapat ilustrasi ini pas membaca buku &#8220;The Christian Atheist&#8221;. Di dalam Mazmur 9:10, Daud bilang begini:</p>
<blockquote><p>Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
</p></blockquote>
<p>Suatu hari saya ngantri nelpon customer service handphone, setelah 20-30 menit kemudian, si mas di seberang telepon menyapa, &#8220;Good afternoon Mr. Eydimyulaia&#8221;. Haha, saya bisa bilang secara langsung kalau si mas itu ngga mengenal saya. Nyebut nama belakang saya aja ngga bener. </p>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/10/names-268x300.jpg" alt="names" title="names" width="134" height="150" class="alignright size-medium wp-image-1648" /></p>
<p>Atau suatu hari lagi, ngantri di BCA, mba tellernya menyapa, &#8220;Selamat siang Pak Martin, ada yang bisa dibantu?&#8221;. Si mba teller mengenal saya sebatas nasabah bank yang punya rekening, dan punya saldo sekian rupiah di bank tempat dia bekerja. Dia mungkin tau juga apa pekerjaan saya, dari database yang ada. Tapi dia ngga kenal saya.</p>
<p>Kalau ada orang yang memanggil saya &#8220;martin giri&#8221;, besar kemungkinan itu adalah teman SD, karena jaman SD dulu ada satu martin lagi di sekolah. Kalau ada yang memanggil &#8220;giri&#8221;, nah besar kemungkinan itu adalah teman SMP, karena pas SMP ada tiga martin. *Nama agak pasaran, tapi tetap disyukuri karena mama yang memberi nama*. Kalau ada orang memanggil saya &#8220;tin&#8221;, nah itu kemungkinannya kami pernah berbincang-bincang setidaknya lebih dari 5 menit. Jadi ya ada kemungkinan orang itu mengenal sebagian dari saya. Sekali lagi, cuma sebagian.<span id="more-1646"></span></p>
<p>Kalau ada orang memanggil saya &#8220;adikku yang manis&#8221;, nah besar kemungkinannya orang itu cukup mengenal saya. Dia pasti tau kebiasaan-kebiasaan saya di rumah. Orang itu pasti sudah mengenal saya lebih dari 20 tahun. Dan orang itu adalah abang saya sendiri yang entah dari mana dia dapat ide memanggil saya seperti itu, mungkin karena dia mengasihi saya sampai dia kadang memanggil saya begitu. Kalau ada orang yang memanggil saya &#8220;sayang&#8221;, nah itu laen cerita lagi. Orang itu pasti pacar saya yang mengasihi saya dan juga saya kasihi&#8230;kami belajar saling mengenal hari demi hari <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hmmmm&#8230;bagaimana anda memanggil Tuhan? Apakah anda memanggilNya &#8220;Yang di atas&#8221;, &#8220;Bapa&#8221;, &#8220;Tuhan Yesus&#8221;. Kalau kita mengenal Tuhan dengan baik, besar kemungkinannya hal itu akan terefleksikan dengan sapaan apa yang kita biasa bilang pada Tuhan. Mungkin Tuhan sudah mengampuni anda akan segala dosa-dosa anda, jadi anda menyebutNya, &#8220;Juruselamat&#8221;. Mungkin ketika anda berdoa, anda memanggilNya &#8220;Tabib Agung&#8221; karena Dia menyembuhkan hati anda yang hancur. Atau anda menyebut Tuhan sebagai &#8220;Gunung Batu&#8221;, karena Tuhan adalah Tuhan yang selalu melindungi anda.</p>
<p>Bagaimana anda memanggil Tuhan? jawaban anda bisa jadi menunjukkan seberapa baik anda mengenal Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/nama-panggilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/adalah-baik-menanti-dengan-diam-pertolongan-tuhan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/adalah-baik-menanti-dengan-diam-pertolongan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 17:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1632</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini secara kebetulan saya membaca Ratapan 3. Yang bercerita tentang kesesakan, kegetiran, tangis, namun Tuhan terus menyertai dan memelihara. Ketika saya mereleksikan ayat-ayat ini dalam perjalanan hidup saya, kesimpulannya cuma satu: Tuhan itu baik. 3:17 Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan. 3:18 Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN. 3:19 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini secara kebetulan saya membaca Ratapan 3. Yang bercerita tentang kesesakan, kegetiran, tangis, namun Tuhan terus menyertai dan memelihara. Ketika saya mereleksikan ayat-ayat ini dalam perjalanan hidup saya, kesimpulannya cuma satu: Tuhan itu baik.</p>
<blockquote><p>3:17	Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan.<br />
3:18	Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN.<br />
3:19	&#8220;Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.&#8221;<br />
3:20	Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.</p></blockquote>
<p>Di tengah kesengsaraan, Tuhan terus menyertai&#8230;</p>
<blockquote><p>3:21	Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:<br />
3:22	Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,<br />
3:23	selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!<br />
3:24	&#8220;TUHAN adalah bagianku,&#8221; kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.<br />
3:25	TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.<br />
<strong>3:26	Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN</strong>.<br />
3:27	Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.<br />
3:28	Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.<br />
3:29	Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.<br />
3:30	Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.<br />
3:31	Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.<br />
3:32	Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.<br />
<strong>3:33	Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia</strong>.</p></blockquote>
<p>Terkadang, kegetiran di masa lalu memberikan saya dua pelajaran: belajar untuk mengampuni, dan belajar untuk mensyukuri pemeliharaan Tuhan sampai pada hari ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/adalah-baik-menanti-dengan-diam-pertolongan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendengarkan lagu &#8220;100 years&#8221;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/mendengarkan-lagu-100-years/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/mendengarkan-lagu-100-years/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 05:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1627</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dari 0 ke 20, itu rasanya lamaaaaaa banget. Dari 20 ke 30, udah agak cepet. Dari 30 sampai beres, itu udah gak kerasa lagi&#8221; Jadi ingat lagu, Five For Fighting &#8211; 100 Years, di liriknya bercerita tentang hidup: - Umur 15: masa membangun mimpi - Umur 22: masa jatuh cinta - Umur 33: pikiran terfokus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Dari 0 ke 20, itu rasanya lamaaaaaa banget. Dari 20 ke 30, udah agak cepet. Dari 30 sampai beres, itu udah gak kerasa lagi&#8221;</p></blockquote>
<p>Jadi ingat lagu, <a href="http://www.youtube.com/watch?v=tR-qQcNT_fY" target="_blank">Five For Fighting &#8211; 100 Years</a>, di liriknya bercerita tentang hidup:<br />
- Umur 15: masa membangun mimpi<br />
- Umur 22: masa jatuh cinta<br />
- Umur 33: pikiran terfokus pada keluarga<br />
- Umur 45: midlife crisis (kalau ada)<br />
- Umur 67: katanya sih &#8220;another blink of an eye, 67 is gone&#8221;<br />
- Umur 99: time is almost up!</p>
<p>Walaupun terdengar sederhana, kadang kita lupa untuk memperhatikan apa yang <span style="text-decoration: underline;">sangat penting</span> dalam hidup. Lagu ini sedikit banyak mengingatkan untuk memperlambat hidup, memperhatikan apa yang terjadi saat ini. Time goes by very fast and before we know it.</p>
<p>*curahan hati di tengah kesibukkan yang padat dan konstan di minggu ini*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/mendengarkan-lagu-100-years/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan rumus</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 20:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1619</guid>
		<description><![CDATA[Masih berkaitan dengan post sebelumnya. Saya belajar jalan Tuhan bukan rumus. Bukan: Kalau saya rajin ke gereja, Tuhan jadi senang. Kalau saya berpuasa, saya akan dapat kuasa Kalau saya berdosa, saya gak akan ketemu masalah berarti Kalau saya ngasih perpuluhan, saya akan diberkati lebih lagi Kalau saya berdoa sampai menangis, berarti Tuhan berkenan Melakukan hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih berkaitan dengan post sebelumnya. Saya belajar jalan Tuhan bukan rumus.</p>
<p>Bukan:<br />
Kalau saya rajin ke gereja, Tuhan jadi senang.<br />
Kalau saya berpuasa, saya akan dapat kuasa<br />
Kalau saya berdosa, saya gak akan ketemu masalah berarti<br />
Kalau saya ngasih perpuluhan, saya akan diberkati lebih lagi<br />
Kalau saya berdoa sampai menangis, berarti Tuhan berkenan</p>
<p>Melakukan hal di atas rasanya sia-sia kalau kita tidak punya hubungan yang personal dengan Tuhan. Belajar mengenal Dia melalui hidup hari lepas hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memberi dengan rela</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 19:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1615</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?&#8221; Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?&#8221; Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.&#8221;</p>
<p>Hmmm&#8230;tiga ratus dinar itu seberapa berharga di jaman sekarang? Dari informasi bebas yang saya dapat, pada jaman dulu upah kerja satu hari adalah 1 dinar. Jadi diasumsikan minyak itu setara dengan upah tiga ratus hari. Dengan perhitungan 25 hari kerja per bulan (dengan asumsi hari sabat semua orang tidak bekerja), itu artinya setara dengan gaji bekerja setahun!</p>
<p>Reaksi Yudas adalah reaksi yang jamak kita temui dan cukup masuk di akal (jika kita tidak membaca ayat setelah itu). Udah kerja cape-cape setahun, semua hasilnya dikasi untuk Tuhan. Terbayangkah gaji anda setahun anda kasih semua ke Tuhan? Kenapa Maria melakukan itu? Apa Maria itu kurang pintar (baca: bodoh)?<span id="more-1615"></span></p>
<p>***</p>
<p>Ada macam-macam perspektif untuk menanggapi cerita ini:</p>
<p><strong>Perspektif Pemborosan</strong></p>
<p>Pandangan kita mungkin sama dengan Yudas. Semua dihitung dari perspektif pemborosan dan perbandingan. Saya punya uang 300 dinar, supaya untung bagusnya diapain. Kalau uang sebanyak itu dipakai buat beli minyak narwastu murni dan minyaknya dipakai untuk membasuh kaki satu orang, itu namanya pemborosan.</p>
<p>Misalnya lagi, tabungan saya di bank ada $500, saya harapkan bulan depan udah berbunga jadi $503. Saya punya waktu 2 jam, apakah bagusnya saya datang ke gereja, atau 2 jam itu saya pakai untuk berbuat amal pada sesama? Toh kan sama-sama hal yang baik? Sepintas kalimat-kalimat tersebut benar. Tetapi setelah membaca ayat selanjutnya, kalimat di atas sudah menjadi obsolete, tidak berlaku lagi. Ini ayatnya yang Tuhan bilang, &#8220;&#8230;.Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu&#8221;</p>
<p>Orang miskin selalu ada, tetapi Aku tidak. Yang membuat berbeda adalah &#8220;Aku&#8221;-nya, yaitu Tuhan sendiri. Minyak narwastu bukan dipakai untuk membasuh kaki satu orang, tetapi untuk Tuhan. Berbakti pada Tuhan di hari Minggu tidak bisa disamakan dengan berbakti pada sesama <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Perspektif Berkorban</strong></p>
<p>Jadi orang pelit itu mudah. Belajar memberi itu sulit. Belajar memberi dengan kerelaan itu lebih sulit lagi. Saya pun masih belajar untuk memberi dengan kerelaan. Dulu waktu kecil, saya sempat mikir, kenapa mama kasi saya uang untuk persembahan? Pas masukin uangnya ke kantong persembahan saya sempet mikir, uang ini bisa dijajanin baso.haha.</p>
<p>Nah, kemudian saya masukin uang ke dalam kantong kolekte. Saya (masi) mikir lagi, ah, semoga Tuhan baik, nanti Tuhan gerakan hati mama buat ngasi saya uang jajan.haha. Ini contoh yang ngga baik, memberi tapi ngga rela. Sekarang&#8230;ya mungkin kita masi seperti itu? Mau memberi untuk Tuhan, kadang terpikir akan kebutuhan yang lain. Sudah memberi, merasa sudah berkorban jadi punya hak buat claim ini itu sama Tuhan. Orang merasa berkorban ini bahaya juga sih kalo dipikir-pikir. Kadang, kalau sudah akut, bisa mengasihani diri secara berlebihan.</p>
<p>Yang menarik dari Maria, dia memberi dengan rela. Dia sepertinya asyik-asyik aja meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Dia ngga mengasihani diri atau merasa udah berkorban, &#8220;Aduh&#8230;.saya kan udah memberi barang berharga saya untuk Tuhan, apa yang bisa saya dapatkan ya?&#8221;. Rasanya ngga begitu. Banyak orang mengharapkan sesuatu ketika dia merasa sudah berkorban. Di Indonesia, hal ini jadi hal yang rutin bisa dibaca di koran, entah kadang DPR punya rencana bombastis buat membangun gedung lah, rencana ini itu, mereka selalu beralasan rakyat harus rela berkorban.</p>
<p>Apakah hari ini anda merasa sudah berkorban? Jangan-jangan anda lagi mengharapkan sesuatu terjadi karena pengorbanan anda? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eat Pray Love</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/eat-pray-love/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/eat-pray-love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 17:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Movies]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1578</guid>
		<description><![CDATA[Spoiler alert buat yang belum nonton film Eat, Pray, Love. Kemarin saya dan pacar nonton filmnya Julia Roberts: Eat, Pray, Love. Filmnya bagus, cukup menghibur (terutama bagian yang di Bali), dan sukses mempromosikan nilai-nilai self-help. Tema &#8220;follow your heart&#8221; cukup ditekankan di film ini. Untuk sinopsis filmnya seperti apa, mungkin bisa dibaca di wikipedia saja ya. Selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/read_eat-pray-love-195x300.jpg" alt="" title="read_eat-pray-love" width="195" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1580" />Spoiler alert buat yang belum nonton film Eat, Pray, Love. Kemarin saya dan pacar nonton filmnya Julia Roberts: Eat, Pray, Love. </p>
<p>Filmnya bagus, cukup menghibur (terutama bagian yang di Bali), dan sukses mempromosikan nilai-nilai self-help. Tema &#8220;follow your heart&#8221; cukup ditekankan di film ini. Untuk sinopsis filmnya seperti apa, mungkin bisa dibaca di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eat,_Pray,_Love#Story" target="_blank">wikipedia</a> saja ya. Selama menonton film ini, ada beberapa hal yang saya sempat terpikir:<span id="more-1578"></span></p>
<ul>
<li>Ada adegan awal di mana Julia Robertsnya malam-malam berdoa sambil nangis, minta tolong pada Tuhan yang dia tidak pernah kenal sebelumnya. Dia dengan risau bertanya &#8220;Siapakah aku?&#8221;&#8230;.suatu tahap yang setiap manusia lalui: mencari identitas. Dan biasanya&#8230;manusia sampai di suatu titik dimana dia menyadari keterbatasan dirinya sebagai manusia.</li>
<li>Pernikahan digambarkan sebagai sesuatu alat untuk mencapai kebahagian. Kalau tidak bahagia, ya tidak perlu dilanjutkan. Kira-kira, karena pemikiran seperti ini juga kali ya kenapa orang makin gampang kawin-cerai. Saya pribadi melihat pernikahan sebagai suatu covenant, sesuatu yang unconditional, sama seperti Tuhan membuat covenant dengan Israel.</li>
<li>Di film ini digambarkan kalau jaman sekarang sepertinya wajar sekali untuk menjalin hubungan tanpa status. Wedew&#8230;</li>
<li>Cukup miris rasanya melihat orang bisa begitu devoted menyembah foto seseorang yang dijadikan sebagai &#8220;guru&#8221;. Bertemu dengan guru itu aja belum pernah, sudah menyembah segitunya. Insecurity manusia: Tuhan dibikin ada, supaya manusia bisa merasa aman. Fokusnya: manusia&#8230;bukan Tuhannya.</li>
<li>Pas di Bali, yang ditekankan life balance. Pagi2 disuru meditasi dengan cara apapun, siang2 disuru enjoy life, malam-malam beda lagi. Bisa ya hidup dikotak2in seperti itu&#8230;hmmm.</li>
</ul>
<p>Yang saya belajar inti dari film ini: manusia dijadikan pusat segalanya. Yang penting manusianya merasa enak, bahkan kalau perlu ciptakanlah Tuhan. Ada-ada saja&#8230;masa manusia yang ciptakan Tuhan. Tapi sekarang gaya hidup seperti ini semakin ngetrend?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/eat-pray-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teman yang mau enaknya doank</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 00:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1570</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun lalu, saya mengambil kelas &#8220;Effective Business Communication&#8221;. Kelasnya required buat kelulusan, makanya saya ambil. Ternyata kelas ini bisa jadi salah satu kelas yang paling saya suka selama kuliah. Jauh dari judulnya yang terdengar formal, di kelas itu kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Buku text yang dipakai pun sangat bagus, buku-nya Dale [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun lalu, saya mengambil kelas &#8220;Effective Business Communication&#8221;. Kelasnya required buat kelulusan, makanya saya ambil. Ternyata kelas ini bisa jadi salah satu kelas yang paling saya suka selama kuliah. Jauh dari judulnya yang terdengar formal, di kelas itu kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p>Buku text yang dipakai pun sangat bagus, buku-nya Dale Carnegie: &#8220;<a href="http://www.amazon.ca/How-Win-Friends-Influence-People/dp/0671723650">How to win friends and influence people</a>&#8220;. Jadi dari buku itu ada banyak prinsipnya. Yang lebih menarik lagi, setiap minggu saya harus mengapplikasikan prinsip itu satu per satu, dan menulis jurnal.<span id="more-1570"></span></p>
<p>Jadi misalnya&#8230;prinsip pertama: &#8220;Jangan mengkritik, mengutuk, atau mengeluh&#8221;. Jadi dulu saya ingat bagaimana saya mencoba memberi usulan pada bos untuk suatu solusi. Belum apa-apa udah ditolak mentah-mentah. Bos saya yang dulu sangat konservatif. Sebagai seorang fresh-graduate yang penuh ide, idealisme masih tinggi, banyak hal yang pengen saya perbaiki.haha. Sedangkan bos saya susah menerima ide. Jadi saya memulai dengan &#8220;begin in a friendly way&#8221;, &#8220;start with questions the other person will answer yes to&#8221;, dan akhirnya &#8220;let the other person feel the idea is his/hers&#8221;. Akhirnya sedemikian hingga, saya bisa meyakinkan bos untuk mengadopsi ide saya, walaupun bos saya mengclaim itu sebagai ide dia. Tapi tidak masalah, yang penting goal tercapai. Semuanya jadi lebih baik.</p>
<p>Secara umum <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/How_to_Win_Friends_and_Influence_People">prinsip-prinsip</a> di buku itu baik.</p>
<p>TAPI, dosen saya waktu itu bilang, &#8220;Kalian bisa saja menggunakan prinsip-prinsip ini untuk mendapatkan apa yang kalian mau, tetapi ketika kalian mulai melakukan ini untuk <em>memanipulasi orang lain, jangan</em>, itu mengerikan&#8221;</p>
<p>Dosen saya memberi contoh. Misalnya, waktu itu dia lagi mau membeli sebuah TV plasma seharga $3,000. Sebagaimana umumnya rumah tangga yang baik, dia perlu dapat &#8220;approval&#8221; dulu dari menteri keuangan (baca: istrinya). Jadi pas lagi nonton tv bareng istrinya dia bilang, &#8220;Wah, tv kita kecil yah, agak susah membaca textnya. Kamu kebayang ngga lama kelamaan mata kita bisa rusak&#8221;. Istrinya, &#8220;Oh iya ya?&#8221;. Dia melanjutkan, &#8220;Iya, dibanding mata kita sakit, gimana kalau kita lihat-lihat tv yang lebih besar, di future shop kebetulan lagi ada diskon&#8221;. Haha, dan istrinya setuju untuk membeli tv. Coba bayangkan kalau suaminya out of nowhere tiba-tiba bilang ke istrinya kalau dia mau beli TV plasma segede gaban, tanpa menjelaskan alasannya.</p>
<p>Dosen itu bilang, kita ngga bisa mengganti karakter seseorang tapi bisa mempengaruhinya.</p>
<p>***</p>
<p>Saya hari ini lumayan dibuat kesel sama perilaku satu orang (yang katanya) teman, kita sebut saja si A. Si A cuma mengobrol dengan saya cuma kalau ada perlu, dan yang lebih menjengkelkan, dia biasa memulai dengan lip service. Tetapi ya ujung-ujungnya dia ada maunya. Pernah saya diundang makan malam ulang tahun pacarnya. Dengan senang hati saya datang. Tetapi kemudian dia mengirimkan email yang intinya berkata kalau dia mau memberi sebuah kado untuk pacarnya yang cukup mahal, nah kita diminta berpartisipasi. Wew&#8230;kado untuk pacar sendiri kok pake acara &#8220;nodong&#8221; teman yang diundang. Saya yang diundang jadi merasa kalau dia mengundang itu nggak tulus, cuma sekedar &#8220;fundraising&#8221; untuk supaya dia bisa beliin kado pacarnya. That&#8217;s not nice! That&#8217;s embarassing!</p>
<p>Dan kejadian-kejadian lainnya pun membawa saya kepada kesimpulan, saya sulit untuk berteman dengan orang ini. Phew&#8230;pintar sekali seperti sales obat, membuka pembicaraan dengan sesuatu yang enak dan mengakhiri dengan sesuatu yang bersifat &#8220;mau menang sendiri&#8221;. Cukup gerah juga, cukup terlihat bahwa hubungan pertemanan kita ini tidak tulus. Dulu dalam satu satu kotbahnya Pak Stef pernah bilang tentang hal ini:</p>
<blockquote><p>Kalau dalam suatu hubungan, salah satu pihak mau mengambil keuntungan dari pihak yang lain, hubungan itu tidak akan berkembang jauh.
</p></blockquote>
<p>Ah&#8230;some people are just not sincere&#8230;and cheap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakailah waktu anugrah Tuhanmu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/pakailah-waktu-anugrah-tuhanmu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/pakailah-waktu-anugrah-tuhanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 07:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/2010/08/pakailah-waktu-anugrah-tuhanmu/</guid>
		<description><![CDATA[Pakailah waktu anugrah Tuhanmu Hidupmu singkat bagaikan kembang Mana benda yang kekal dihidupmu? Hanyalah kasih tak akan lekang Tiada yang baka didalam dunia S&#8217;gala yang indahpun akan lenyap Namun kasihMu demi Tuhan Yesus Sungguh bernilai dan tinggal tetap Jangan menyia-nyiakan waktumu Hibur dan tolonglah yang berkeluh Biarlah lampumu t&#8217;rus bercahaya Muliakanlah Tuhan dihidupmu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pakailah waktu anugrah Tuhanmu    <br />Hidupmu singkat bagaikan kembang     <br />Mana benda yang kekal dihidupmu?     <br />Hanyalah kasih tak akan lekang </p>
<p>Tiada yang baka didalam dunia    <br />S&#8217;gala yang indahpun akan lenyap     <br />Namun kasihMu demi Tuhan Yesus     <br />Sungguh bernilai dan tinggal tetap </p>
<p>Jangan menyia-nyiakan waktumu    <br />Hibur dan tolonglah yang berkeluh     <br />Biarlah lampumu t&#8217;rus bercahaya     <br />Muliakanlah Tuhan dihidupmu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/pakailah-waktu-anugrah-tuhanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah itu baik, sungguh baik bagiku&#8230;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 23:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang, saya bertanya-tanya pada diri sendiri: Tuhan akan bentuk saya jadi orang seperti apa ya? Ini pertanyaan random yang rasanya saya tidak akan pernah bisa menjawab secara detail. Pas kecil, ngga punya cita-cita khusus. Pelajaran di sekolah selalu pas-pasan (namun anehnya selalu masuk ranking 10 besar). Pas sma ngga suka ngapalin, jadi memutuskan ngambil IPA. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/Thinking.gif"><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/Thinking-258x300.gif" alt="" title="Thinking" width="258" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1563" /></a>Terkadang, saya bertanya-tanya pada diri sendiri: Tuhan akan bentuk saya jadi orang seperti apa ya? Ini pertanyaan random yang rasanya saya tidak akan pernah bisa menjawab secara detail. Pas kecil, ngga punya cita-cita khusus. Pelajaran di sekolah selalu pas-pasan (namun anehnya selalu masuk ranking 10 besar). Pas sma ngga suka ngapalin, jadi memutuskan ngambil IPA. Ketika memilih jurusan, cukup bingung, akhirnya (lagi-lagi karena males ngapalin), memutuskan untuk masuk jurusan teknik. Entah teknik apapun ngga masalah, diterima di teknik industri, menclok ke teknik perminyakan, sampai akhirnya sekarang beres kuliah information technology. Saya suka belajar ini itu. Sampai kadang saya sendiri berpikir, saya terlalu easy-going sama interest saya. </p>
<p>Fiuhh, sekarang ngga kerasa udah empat tahun kerja di bidang IT. Lagi-lagi karena interest dan kesempatan yang ada, belum ada posisi yang specific yang saya dalami. Lazimnya, orang kerja di IT mulai di bidang quality analysis (QA), lalu dari situ barulah loncat ke developer, atau ke dunia analyst. Sedangkan saya, kerjaan pertama jadi systems analyst, dari situ malah loncat ke developer, dan sekarang di dunia support engineer. Pengalaman gado-gado ini ada bagusnya, ada jeleknya. Bagusnya, segala bisa. Jeleknya, semua skill gak sampai dalam-dalam banget.<span id="more-1562"></span></p>
<p>Lagi-lagi&#8230;saya kadang bertanya, &#8220;Tuhan, Engkau punya rencana untukku kan? Soalnya aku sendiri rasanya ngga ada yang specific&#8221;. Orang lain sih, udah bikin plan (dan juga ambisi) untuk mencapai posisi tertentu dalam jangka waktu tertentu. Saya sih masih adem ayem (dalam hal ambisi karir), walaupun saya selalu serius dalam apapun yang saya kerjakan.</p>
<p>Kemarin ini ada wacana di kantor untuk career development. Intinya sih, karir kita itu mau dikembangin ke arah apa. Ada beberapa teman kantor yang fokus ke arah sales, project management, developer, atau solution architect, technical writer, atau ke arah business analyst (yup, carreer branch di IT cukup banyak). </p>
<p>Puji Tuhan, pengalaman gado-gado saya cukup membantu, setelah dipikir-pikir, saya paling enjoy ketika saya bisa bekerja sama orang, bukan saya komputer/program. Options yang ada ya ke arah project management, atau ke arah analysis. Dan saya pilih yang options yang kedua. Pucuk dicinta ulam tiba, bos ngasi kesempatan untuk terlibat di project kecil sbg business analyst. Dan juga saya akan mulai ambil kelas business analyst bulan depan. Yombre!</p>
<p>***</p>
<p>Lalu, apa hubungan judul post ini dengan artikelnya? Allah itu baik, sungguh baik bagiku. Semakin saya melihat perjalanan hidup ke belakang, semakin saya melihat saya ini ngga ada apa-apanya. Pas kesulitan, Tuhan yang tolong. Pas bingung, Tuhan juga tuntun untuk mengambil keputusan. Ibaratnya, saya ini cuma melangkahkan kaki, Tuhan yang arahkan.</p>
<p>Sekarang, saya sudah setahun lagi di Vancouver. Ada banyak hal yang sudah berubah dan terjadi. Hidup tidak lepas dari masalah. Pergumulan selalu ada. Yang tidak berubah: Tuhan itu baik. Saya percaya adalah Tuhan akan bentuk kita untuk supaya semakin serupa denganNya, sehingga pada akhirnya bisa memuliakanNya. Kata kuncinya: hidup memuliakan Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membeli &#8220;perasaan enak&#8221; lewat konsumerisme</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/07/membeli-perasaan-enak-lewat-konsumerisme/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/07/membeli-perasaan-enak-lewat-konsumerisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 18:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Etika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Kalau beli kopi di Starbucks, ada kampanye fair-trade coffee. Jadi ceritanya sebagai sebuah promosi kalau Starbucks beli kopi dengan harga yang wajar dari petani kopi. Jadi bukan beli kopi semurah-murahnya lalu dijual dengan harga semahal-mahalnya. Kalau makan di restoran seafood disini, biasanya (kalau restorannya agak bagus), ada logo ocean-wise. Jadi ceritanya seafood yang dimasak itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau beli kopi di Starbucks, ada kampanye <a href="http://www.starbucks.ca/en-ca/_Social+Responsibility/_Social+Responsibilities/Fair+Trade+in+Our+Stores.htm">fair-trade</a> coffee. Jadi ceritanya sebagai sebuah promosi kalau Starbucks beli kopi dengan harga yang wajar dari petani kopi. Jadi bukan beli kopi semurah-murahnya lalu dijual dengan harga semahal-mahalnya.</p>
<p>Kalau makan di restoran seafood disini, biasanya (kalau restorannya agak bagus), ada logo <a href="http://www.vanaqua.org/oceanwise/about-ocean-wise.html">ocean-wise</a>. Jadi ceritanya seafood yang dimasak itu sumbernya sustainable, bukan dari hasil ilegal fishing, etc.</p>
<p>Jaman sekarang ada banyak lagi praktek yang seperti itu. Ada yang jual sepatu (<a href="http://www.toms.com/">Toms shoes</a>), dengan membeli satu pasang mereka akan sumbangkan satu pasang ke anak-anak yang membutuhkan.<span id="more-1554"></span></p>
<p>Ada trend yang saya amati. Ketika kita membeli kopi di Starbucks, kita ngga sekedar beli secangkir kopi. Tanpa sadar kita juga membeli semacam &#8220;redemption&#8221;, yang setidaknya membuat kita merasa lebih baik sebagai seorang individu. Kita merasa telah melakukan sesuatu untuk lingkungan, untuk petani kopi yang menanam kopi itu sendiri.</p>
<p>Dan trend ini jadi semakin jamak&#8230;.berikut ini ada pendapat menarik ttg hal di atas:<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=hpAMbpQ8J7g">RSA Animate &#8211; First as Tragedy, Then as Farce </a></p>
<p>Yang saya takutkan, orang melakukan hal yang sama di hadapan Tuhan. Sudah pelayanan, jadi bisa merasa lebih baik di hadapan Tuhan. Sudah memberi persembahan, jadi merasa lebih layak. Dan seterusnya&#8230;serem juga kalau membayangkan ke arah situ. Hmmm. Apakah motivasi dari tindakan anda di hadapan Tuhan?</p>
<p>Jadi ingat kotbah <a href="http://vimeo.com/11561497">&#8220;Kita adalah orang berhutang&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/07/membeli-perasaan-enak-lewat-konsumerisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agunglah Kasih Allahku</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 23:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lelah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya; Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah. Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma, Dia mencari yang sesat dan diampuniNya. Reff: O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya! Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya Pabila zaman berhenti dan tahta dunia pun lebur, meskipun orang yang keji telah menjauh dan takabur, namun kasihNya tetaplah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya;<br />
Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah.<br />
Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma,<br />
Dia mencari yang sesat dan diampuniNya.</p>
<p>Reff:<br />
O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya!<br />
Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya<br />
<span id="more-1546"></span><br />
Pabila zaman berhenti dan tahta dunia pun lebur,<br />
meskipun orang yang keji telah menjauh dan takabur,<br />
<strong>namun kasihNya tetaplah, teguh dan mulia.</strong><br />
Anug’rah bagi manusia, dijunjung umatNya.</p>
<p>Andaikan laut tintanya dan langit jadi kertasnya,<br />
andaikan ranting kalamnya dan insan pun pujangganya,<br />
takkan genap mengungkapkan hal kasih mulia<br />
dan langit pun takkan lengkap memuat kisahnya.</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=d7zXqln5KUo">[Youtube]</a></p>
<p>***<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=Fla6EO07I3E">The Love of God</a></p>
<p>The love of God is greater far<br />
Than tongue or pen can ever tell;<br />
It goes beyond the highest star,<br />
And reaches to the lowest hell;<br />
The guilty pair, bowed down with care,<br />
God gave His Son to win;<br />
His erring child He reconciled,<br />
And pardoned from his sin.</p>
<p>Reff:<br />
Oh, love of God, how rich and pure!<br />
How measureless and strong!<br />
It shall forevermore endure—<br />
The saints’ and angels’ song.</p>
<p>When hoary time shall pass away,<br />
And earthly thrones and kingdoms fall,<br />
When men who here refuse to pray,<br />
On rocks and hills and mountains call,<br />
God’s love so sure, shall still endure,<br />
All measureless and strong;<br />
Redeeming grace to Adam’s race—<br />
The saints’ and angels’ song.</p>
<p>Could we with ink the ocean fill,<br />
And were the skies of parchment made,<br />
Were every stalk on earth a quill,<br />
And every man a scribe by trade;<br />
To write the love of God above<br />
Would drain the ocean dry;<br />
Nor could the scroll contain the whole,<br />
Though stretched from sky to sky.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Hidup</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/proses-hidup/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/proses-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 23:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1540</guid>
		<description><![CDATA[Saya masuk angin. Lalu saya segera minum obat. Dua jam kemudian saya sembuh. Saya melanjutkan aktifitas seperti biasa. Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Tetapi uda 6 jam gak ada tanda membaik. Lalu saya berdoa. Setelah itu saya sembuh. Saya bersyukur karena Tuhan sembuhkan saya.  Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Saya berdoa. Tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya masuk angin. Lalu saya segera minum obat. Dua jam kemudian saya sembuh. Saya melanjutkan aktifitas seperti biasa.</p>
<p>Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Tetapi uda 6 jam gak ada tanda membaik. Lalu saya berdoa. Setelah itu saya sembuh. Saya bersyukur karena Tuhan sembuhkan saya. </p>
<p>Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Saya berdoa. Tiga hari kemudian belum sembuh juga. Pacar saya mengantar saya ke dokter. Lalu saya sembuh. Saya bersyukur atas pacar yang pengertian dan juga Tuhan yang menyembuhkan saya. </p>
<p>Saya masuk angin. Uda tiga hari belum membaik. Setiap hari berdoa. Pacar mengantar ke dokter. Rupanya harus dirawat inap selama satu minggu. Orang tua saya menelpon, mendoakan. Teman-teman mulai membesuk di rumah sakit. Akhirnya saya sembuh. Saya bersyukur atas pacar yang pengertian, orang tua yang masi pedulikan saya, teman masih ingat sama saya, dokter yang memberi obat, dan juga tentunya pada Tuhan yang menyembuhkan saya.<br />
<span id="more-1540"></span><br />
Kalau Tuhan mau, dalam hitungan detik pun Dia bisa sembuhkan saya, kalau ujungnya saya akan sembuh juga, kenapa gak langsung aja disembuhkan? Hmmm&#8230;Tuhan selalu punya rencana yang lebih indah melampaui pikiran saya. Ketika saya bangun dari tidur dengan tubuh yang sehat, saya jadi lebih sadar betapa itu adalah sebuah anugerah. Ketika saya masih dikelilingi orang tua, pacar dan teman-teman yang masih peduli, itu moment yang indah.</p>
<p>***</p>
<p>Tuhan kita bukan Tuhan yang &#8220;gampangan&#8221;, Dia juga bukan Tuhan yang serba &#8220;instant&#8221;. Kalau dari awal Tuhan mau kita ada bersamaNya di surga, hal itu sangat mungkin Tuhan lakukan. Tetapi kita tidak akan pernah tau seberapa besarNya kasih Allah, sampai Dia harus menunjukkan kasihNya di kayu salib.</p>
<p>Mungkin Abraham tidak akan mendapat julukan bapa orang beriman kalau Tuhan langsung memberi Ishak tanpa Abraham harus menunggu seratus tahun. Mungkin bangsa Israel sudah mati kelaparan kalau Yusuf tidak dijual saudaranya, difitnah, dipenjara, lalu sampai bisa jadi penguasa Mesir. Dan ada banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang lain di Alkitab.</p>
<p>Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melewati setiap proses hidup yang ada. Proses sekolah, proses mencari kerja, proses pacaran, proses mendidik anak, proses melayani Tuhan, dll. Di setiap proses itu hendaklah kita terus bergantung pada Tuhan dan berikan yang terbaik. Mungkin Tuhan sedang mengajak kita untuk menikmati hidup ini melaui berbagai macam proses, bertemu bermacam-macam orang, menghadapi bermacam-macam masalah, kita diajak melihat hal-hal yang tidak akan kita bisa lihat kalau kita jadi anak &#8220;gampangan&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/proses-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Just the way he is: God&#8217;s good design in a father</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 20:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1538</guid>
		<description><![CDATA[Hari ayah yang cukup unik. Tadi di gereja, ada lagu yang sudah lama saya tidak dengar. Lagu ini ada di NKB (Nyanyikanlah Kidung Baru) yaitu buku hymnalnya yang biasa dipakai di GKI. Lalu saya kirim sms ke papa yang kira2 isinya bilang happy father&#8217;s day, sama minta papa mama nyanyi lagu Janji Yang Manis pas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ayah yang cukup unik. Tadi di gereja, ada lagu yang sudah lama saya tidak dengar. Lagu ini ada di NKB (Nyanyikanlah Kidung Baru) yaitu buku hymnalnya yang biasa dipakai di GKI. Lalu saya kirim sms ke papa yang kira2 isinya bilang happy father&#8217;s day, sama minta papa mama nyanyi lagu Janji Yang Manis pas mereka baca Alkitab bersama pagi-pagi.</p>
<p>Dan papa langsung membalas dengan bahasa Inggris seadanya juga, &#8220;Yesterday night we song janji yg manis and mukjizat itu nyata after we read the bible. Thank u for happy fathers day&#8221;. Wah, bisa klop gini? Ternyata mereka uda nyanyi lagu itu kemarinnya. Padahal jarang-jarang nyanyi lagu itu =)<span id="more-1538"></span></p>
<p>Janji yang manis: &#8220;Kau tak Kulupakan&#8221;,<br />
tak terombang-ambing lagi jiwaku;<br />
Walau lembah hidupku penuh awan,<br />
nanti &#8216;kan cerahlah langit diatasku.</p>
<p>Refrein: &#8220;Kau tidak &#8216;kan Aku lupakan,<br />
Aku memimpinmu, Aku membimbingmu;<br />
Kau tidak &#8216;kan Aku lupakan,<br />
Aku penolongmu, yakinlah teguh&#8221;.</p>
<p>Yakin &#8216;kan janji: &#8220;Kau tak Kulupakan&#8221;,<br />
dengan sukacita aku jalan t&#8217;rus;<br />
Dunia dan kawan tiada kuharapkan,<br />
satu yang setia: Yesus, Penebus.</p>
<p>Dan bila pintu sorga dibukakan,<br />
selesailah sudah susah dan lelah;<br />
&#8216;Kan kudengarlah suara mengatakan:<br />
&#8220;Hamba yang setiawan, mari masuklah&#8221;.</p>
<p>Syair dan lagu: I Will Not Forget, Charles H. Gabriel (1856-1932),<br />
terj. EL Pohan (1917-1993)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Feels like home</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/feels-like-home/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/feels-like-home/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 15:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1529</guid>
		<description><![CDATA[Konon katanya Singapore sengaja membuat Orchard Road banjir agar wisatawan Indonesia merasa nyaman. Feels like home gitu lho. Haha ^_^]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/06/orchardroadbanjir1-300x224.jpg" alt="" title="orchardroadbanjir" width="300" height="224" class="alignnone size-medium wp-image-1533" /></p>
<p>Konon katanya Singapore sengaja membuat Orchard Road banjir agar wisatawan Indonesia merasa nyaman. Feels like home gitu lho. Haha ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/feels-like-home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lihat, dengar, rasakan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/lihat-dengar-rasakan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/lihat-dengar-rasakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 17:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1527</guid>
		<description><![CDATA[Menyetir menembus pekatnya gelap malam Sorot lampu hanya menyinari apa yang di depan Di belakang gelap gulita adanya Tak perlu hiraukan yang sudah lalu Dingin, ya itulah yang dirasakan Gelap, ya itulah yang dilihat Sunyi, ya itulah yang didengar Itulah ketiga indera tuk lewati malam Lihat&#8230;dengar&#8230;rasakan. LDR.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyetir menembus pekatnya gelap malam<br />
Sorot lampu hanya menyinari apa yang di depan<br />
Di belakang gelap gulita adanya<br />
Tak perlu hiraukan yang sudah lalu</p>
<p>Dingin, ya itulah yang dirasakan<br />
Gelap, ya itulah yang dilihat<br />
Sunyi, ya itulah yang didengar<br />
Itulah ketiga indera tuk lewati malam<br />
Lihat&#8230;dengar&#8230;rasakan. LDR.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/lihat-dengar-rasakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Publik</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/etika-publik/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/etika-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 01:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1522</guid>
		<description><![CDATA[Kekuasaan Dalam kesempatan beberapa minggu di Indonesia, ada beberapa peristiwa menarik di panggung politik Indonesia. Menurut hemat saya, kebanyakan dari peristiwa itu sambung menyambung. Dengan analisa awam misalnya, Sri Mulyani (SMI) ingin mereformasi birokrasi salah satunya penegakan pajak. (Yang diduga) pengemplang pajak terbesar di Indonesia, yaitu AB terusik kepentingannya oleh SMI. Dari sinilah &#8220;permainan&#8221; kekuasaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekuasaan</p>
<p>Dalam kesempatan beberapa minggu di Indonesia, ada beberapa peristiwa menarik di panggung politik Indonesia. Menurut hemat saya, kebanyakan dari peristiwa itu sambung menyambung. Dengan analisa awam misalnya, Sri Mulyani (SMI) ingin mereformasi birokrasi salah satunya penegakan pajak. (Yang diduga) pengemplang pajak terbesar di Indonesia, yaitu AB terusik kepentingannya oleh SMI. Dari sinilah &#8220;permainan&#8221; kekuasaan yang cukup nasty dimulai.</p>
<p>Oh well&#8230;berikut kuliah umum yang dibawakan SMI sebelum beliau berangkat menjadi ke Washington buat kerja di World Bank. Pidatonya cukup panjang, tapi bagus untuk dibaca dan membuat kita sadar betapa ketamakan, kekuasaan, dan kebobrokan moral adalah hal yang jamak hari gini.<span id="more-1522"></span></p>
<p>***</p>
<p>Saya rasanya lebih berat berdiri disini daripada waktu dipanggil pansus<br />
Century. Dan saya bisa merasakan itu karena sometimes dari moral dan<br />
etikanya jelas berbeda. Dan itu yang membuat saya jarang sekali merasa grogi<br />
sekarang menjadi grogi. Saya diajari pak Marsilam untuk memanggil orang<br />
tanpa mas atau bapak, karena diangap itu adalah ekspresi egalitarian. Saya<br />
susah manggil &#8216;Marsilam&#8217;, selalu pakai &#8216;pak&#8217;, dan dia marah. Tapi untuk<br />
Rocky saya malam ini saya panggil Rocky (Rocky Gerung dari P2D) yang baik.<br />
Terimakasih atas&#8230;&#8230; (tepuk tangan)</p>
<p>Tapi saya jelas nggak berani manggil Rahmat Toleng dengan Rahmat Tolengtor,<br />
kasus. Terimakasih atas introduksi yang sangat generous. Saya sebetulnya<br />
agak keberatan diundang malam hari ini untuk dua hal. Pertama karena<br />
judulnya adalah memberi kuliah. Dan biasanya kalau memberi kuliah saya<br />
harus, paling tidak membaca textbook yang harus saya baca dulu dan kemudian<br />
berpikir keras bagaimana menjelaskan.</p>
<p>Dan malam ini tidak ada kuliah di gedung atau di hotel yang begitu bagus tu<br />
biasanya kuliah kelas internasional atau spesial biasanya. Hanya untuk<br />
eksekutif yang bayar SPP nya mahal. Dan pasti neolib itu (disambut tertawa).<br />
Oleh karena itu saya revisi mungkin namanya lebih adalah ekspresi saya untuk<br />
berbicara tentang kebijakan publik dan etika publik.</p>
<p>Yang kedua, meskipun tadi mas Rocky menyampaikan, eh salah lagi. Kalau tadi<br />
disebutkan mengenai ada dua laki-laki, hati kecil saya tetap saya akan<br />
mengatakan sampai hari ini saya adalah pembantu laki-laki itu (tepuk<br />
tangan). Dan malam ini saya akan sekaligus menceritakan tentang konsep etika<br />
yang saya pahami pada saat saya masih pembantu, secara etika saya tidak<br />
boleh untuk mengatakan hal yang buruk kepada siapapun yang saya bantu. Jadi<br />
saya mohon maaf kalau agak berbeda dan aspirasinya tidak sesuai dengan<br />
amanat pada hari ini.</p>
<p>Tapi saya diminta untuk bicara tentang kebijakan publik dan etika publik.<br />
Dan itu adalah suatu topik yang barangkali merupakan suatu pergulatan harian<br />
saya, semenjak hari pertama saya bersedia untuk menerima jabatan sebagai<br />
menteri di kabinet di Republik Indonesia itu.</p>
<p>Suatu penerimaan jabatan yang saya lakukan dengan penuh kesadaran, dengan<br />
segala upaya saya untuk memahami apa itu konsep jabatan publik. Pejabat<br />
negara yang pada dalam dirinya, setiap hari adalah melakukan tindakan,<br />
membuat pernyataan, membuat keputusan, yang semuanya adalah dimensinya untuk<br />
kepentingan publik.</p>
<p>Disitu letak pertama dan sangat sulit bagi orang seperti saya karena saya<br />
tidak belajar, seperti anda semua, termasuk siapa tadi yang menjadi MC,<br />
tentang filosofi. Namun saya dididik oleh keluarga untuk memahami etika di<br />
dalam pemahaman seperti yang saya ketahui. Bahwa sebagai pejabat publik,<br />
hari pertama saya harus mampu untuk membuat garis antara apa yang disebut<br />
sebagai kepentingan publik dengan kepentingan pribadi saya dan keluarga,<br />
atau kelompok.</p>
<p>Dan sebetulnya tidak harus menjadi muridnya Rocky Gerung di filsafat UI<br />
untuk pintar mengenai itu. Karena kita belajar selama 30 tahun dibawah rezim<br />
presiden Soeharto. Dimana begitu acak hubungan, dan acak-acakan hubungan<br />
antara kepentingan publik dan kepentingan pribadi. Dan itu merupakan modal<br />
awal saya untuk memahami konsekuensi menjadi pejabat publik yang setiap hari<br />
harus membuat kebijakan publik dengan domain saya sebagai makhluk, yang juga<br />
punya privacy atau kepentingan pribadi.</p>
<p>Di dalam ranah itulah kemudian dari hari pertama dan sampai lebih dari 5<br />
tahun saya bekerja untuk pemerintahan ini. Topik mengenai apa itu kebijakan<br />
publik dan bagaimana kita harus, dari mulai berpikir, merasakan, bersikap,<br />
dan membuat keputusan menjadi sangat penting. Tentu saya tidak perlu harus<br />
mengulangi, karena itu menyangkut, yang disebut, tujuan konstitusi, yaitu<br />
kepentingan masyarakat banyak. Yaitu mencapai kesejahteraan rakyat yang adil<br />
dan makmur.</p>
<p>Jadi kebijakan pubik dibuat tujuannya adalah untuk melayani masyarakat,<br />
Kebijakan publik dibuat melalui dan oleh kekuasaan. Karena dia dibuat oleh<br />
institusi publik yang eksis karena dia merupakan produk dari suatu proses<br />
politik dan dia memiliki kekuasaan untuk mengeluarkannya. Disitulah letak<br />
bersinggungan, apa yang disebut sebagai ingridient utama dari kebijakan<br />
publik, yaitu unsur kekuasaan. Dan kekuasaan itu sangat mudah<br />
menggelincirkan kita.</p>
<p>Kekuasaan selalu cenderung untuk corrupt. Tanpa adanya pengendalian dan<br />
sistim pengawasan, saya yakin kekuasaan itu pasti corrupt. Itu sudah dikenal<br />
oleh kita semua. Namun pada saat anda berdiri sebagai pejabat publik,<br />
memiliki kekuasan dan kekuasan itu sudah dipastikan akan membuat kita<br />
corrupt, maka pertanyaan &#8216;kalau saya mau menjadi pejabat publik dan tidak<br />
ingin corrupt, apa yang harus saya lakukan?&#8217;</p>
<p>Oleh karena itu, di dalam proses-proses yang dilalui atau saya lalui, jadi<br />
ini lebih saya cerita daripada kuliah. Dari hari pertama, karena begitu<br />
khawatirnya, tapi juga pada saat yang sama punya perasaan anxiety untuk<br />
menjalankan kekuasaan, namun saya tidak ingin tergelincir kepada korupsi,<br />
maka pada hari pertama anda masuk kantor, anda bertanya dulu kepada sistem<br />
pengawas internal anda dan staff anda. Apalagi waktu itu jabatan dari<br />
Bappenas menjadi Menteri Keuangan. Dan saya sadar sesadar sadarnya bahwa<br />
kewenangan dan kekuasaan Kementrian Keuangan atau Menteri Keuangan sungguh<br />
sangat besar. Bahkan pada saat saya tidak berpikir corrupt pun orang sudah<br />
berpikir ngeres mengenai hal itu.</p>
<p>Bayangkan, seseorang harus mengelola suatu resources yang omsetnya tiap<br />
tahun sekitar, mulai dari saya mulai dari 400 triliun sampai sekarang diatas<br />
1000 triliun, itu omset. Total asetnya mendekati 3000 triliun lebih.(batuk2)<br />
Saya lihat (ehem!) banyak sekali (ehem lagi) kalau bicara uang terus<br />
langsung&#8230;. (ada air putih langsung datang diiringi ketawa hadirin).<br />
Saya sudah melihat banyak sekali apa yang disebut tata kelola atau<br />
governance. pada saat seseorang memegang suatu kewenangan dimana melibatkan<br />
uang yang begitu banyak. Tidak mudah mencari orang yang tidak tergiur,<br />
apalagi terpeleset, sehingga tergoda bahwa apa yang dia kelola menjadi<br />
seoalh-olah menjadi barang atau aset miliknya sendiri.</p>
<p>Dan disitulah hal-hal yang sangat nyata mengenai bagaimana kita harus<br />
membuat garis pembatas yang sangat disiplin. Disiplin pada diri kita sendiri<br />
dan dalam, bahkan, pikiran kita dan perasaan kita untuk menjalankan tugas<br />
itu secara dingin, rasional, dengan penuh perhitungan dan tidak membolehkan<br />
perasaan ataupun godaan apapun untuk, bahkan berpikir untuk meng-abusenya.<br />
Barangkali itu istilah yang disebut teknokratis. Tapi saya sih menganggap<br />
bahwa juga orang yang katanya berasal dari akademik dan disebut tekhnokrat<br />
tapi ternyata &#8216;bau&#8217;nya tidak seperti itu. Tingkahnya apalagi lebih-lebih.<br />
Jadi saya biasanya tidak mengklasifikasikan berdasarkan label. Tapi<br />
berdasarkan genuine product nya dia hasilnya apa, tingkah laku yang<br />
esensial.</p>
<p>Nah, di dalam hari-hari dimana kita harus membicarakan kebijakan publik, dan<br />
tadi disebutkan bahwa kewenangan begitu besar, menyangkut sebuah atau nilai<br />
resources yang begitu besar. Kita mencoba untuk menegakkan rambu-rambu,<br />
internal maupun eksternal.</p>
<p>Mungkin contoh untuk internal hari pertama saya bertanya kepada Inspektorat<br />
Jenderal saya. &#8220;Tolong beri saya list apa yang boleh dan tidak boleh dari<br />
seorang menteri.&#8221; Biasanya mereka bingung, tidak perndah ada menteri yang<br />
tanya begitu ke saya bu. Saya menetri boleh semuanya termasuk mecat saya.<br />
Kalau seorang menteri kemudian menanyakan apa yang boleh dan nggak boleh,<br />
buat mereka menjadi suatu pertanyaan yang sangat janggal. Untuk kultur<br />
birokrat, itu sangat sulit dipahami. Di dalam konteks yang lebih besar dan<br />
alasan yang lebih besar adalah dengan rambu-rambu. Kita membuat standart<br />
operating procedure, tata cara, tata kelola untuk membuat bagaimana<br />
kebijakan dibuat. Bahkan menciptakan sistem check and balance.<br />
Karena kebijakan publik dengan menggunakan elemen kekuasaan, dia sangat<br />
mudah untuk memunculkan konflik kepentingan. Saya bisa cerita berhari-hari<br />
kepada anda. Banyak contoh dimana produk-produk kebijakan sangat<br />
memungkinkan seorang, pada jabatan Menteri Keuangan, mudah tergoda. Dari<br />
korupsi kecil hingga korupsi yang besar. Dari korupsi yang sifatnya hilir<br />
dan ritel sampai korupsi yang sifatnya upstream dan hulu.<br />
Dan bahkan dengan kewenangan dan kemampuannya dia pun bisa menyembunyikan<br />
itu. Karena dengan kewenangan yang besar, dia juga sebetulnya bisa membeli<br />
sistem. Dia bisa menciptakan network. Dia bisa menciptakan pengaruh. Dan<br />
pengaruh itu bisa menguntungkan bagi dirinya sendiri atau kelompoknya.<br />
Godaan itulah yang sebetulnya kita selalu ingin bendung. Karena begitu anda<br />
tergelincir pada satu hal, maka tidak akan pernah berhenti.<br />
Namun, meskipun kita mencoba untuk menegakkan aturan, membuat rambu-rambu,<br />
dengan menegakkan pengawasan internal dan eksternal, sering bahwa pengawasan<br />
itu pun masih bisa dilewati. Disinilah kemudian muncul, apa yang disebut<br />
unsur etika. Karena etika menempel dalam diri kita sendiri. Di dalam cara<br />
kita melihat apakah sesuatu itu pantas atau tidak pantas, apakah sesuatu itu<br />
menghianati atau tidak menghianati kepentingan publik yang harus kita<br />
layani. Apakah kita punya keyakinan bahwa kita tidak sedang menghianati<br />
kebenaran. Etika itu ada di dalam diri kita.</p>
<p>Dan kemudian kalau kita bicara tentang total, atau di dalam bahasa ekonomi<br />
yang keren namanya agregat, setiap kepala kita dijumlahkan menjadi etika<br />
yang jumlahnya agregat atau publik, pertanyaannya adalah apakah di dalam<br />
domain publik ini setiap etika pribadi kita bisa dijumlahkan dan<br />
menghasilkan barang publik yang kita inginkan, yaitu suatu rambu-rambu norma<br />
yang mengatur dan memberikan guidance kepada kita.</p>
<p>Saya termasuk yang sungguh sangat merasakan penderitaan selama menjadi<br />
menteri. Karena itu tidak terjadi. Waktu saya menjadi menteri, sering saya<br />
harus berdiri atau duduk berjam-jam di DPR. Disitu anggota DPR bertanya<br />
banyak hal. Kadang-kadang bernada pura-pura sungguh-sungguh. Merek<br />
emngkritik begitu keras. Tapi kemudian mereka dengan tenangnya mengatakan<br />
&#8216;Ini adalah panggung politik bu.&#8217;</p>
<p>Waktu saya dulu masuk menteri keuangan pertama saya masih punya dua Dirjen<br />
yang sangat terkenal, Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai saya. Mereka sangat<br />
powerfull. Karena pengaruhnya, dan respectability karena saya tidak tahu<br />
karena kepada angota dewan sangat luar biasa. Dan waktu saya ditanya,<br />
mulainya dari&#8230;? Segala macem. Setiap keputusan, statemen saya dan yang<br />
lain-lain selalu ditanya dengan sangat keras. Saya tadinya cukup naif<br />
mengatakan, &#8220;Oh ini ongkos demokrasi yang harus dibayar.&#8221; Dan saya legowo<br />
saja dengan tenang menulis pertanyaan-pertanya an mereka.<br />
Waktu sudah ditulis mereka keluar ruangan, nggak pernah peduli mau dijawab<br />
atau tidak. Kemudian saya dinasehati oleh Dirjen saya itu, &#8220;Ibu tidak usah<br />
dimasukkan ke hati bu. Hal seperti itu hanya satu episod drama saja. &#8221; Tapi<br />
kemudian itu menimbulkan satu pergolakan batin orang seperti saya. Karena<br />
saya kemudian bertanya. Tadi dikaitkan dengan etika publik, kalau orang bisa<br />
secara terus menerus berpura-pura, dan media memuat, dan tidak ada satu<br />
kelompokpun mengatakan bahwa itu kepura-puraan maka kita bertanya, apalagi?<br />
siapa lagi yang akan menjadi guidance? yang mengingatkan kita dengan, apa<br />
yang disebut, norma kepantasan. Dan itu sungguh berat. Karena saya terus<br />
mengatakan kalau saya menjadi pejabat publik, ongkos untuk menjadi pejabat<br />
publik, pertama, kalau saya tidak corrupt, jelas saya legowo nggak ada<br />
masalah. Tapi yang kedua saya menjadi khawatir saya akan split personality.<br />
Waktu di dewan saya menjadi personality yang lain, nanti di kantor saya akan<br />
menjadi lain lagi, waktu di rumah saya lain lagi. Untung suami dan anak-anak<br />
saya tidak pernah bingung yang mana saya waktu itu. Dan itu sesuatu yang<br />
sangat sulit untuk seorang seperti saya untuk harus berubah-ubah. Kalau pagi<br />
lain nilainya dengan sore, dan sore lain dengan malam. Malam lain lagi<br />
dengan tengah malam. Kan itu sesuatu yang sangat sulit untuk diterima. Itu<br />
ongkos yang paling mahal bagi seorang pejabat publik yang harus menjalankan<br />
dan ingin menjalankan secara konsisten.</p>
<p>Nah, oleh karena itu, didalam konteks inilah kita kan bicara mengenai<br />
kebijakan publik, etika publik yang seharusnya menjadi landasan, arahan bagi<br />
bagaimana kita memproduksi suatu tindakan, keputusan, yang itu adalah untuk<br />
urusan rakyat. Yaitu kesejahteraan rakyat, mengurangi penderitaan mereka,<br />
menaikkan suasana atau situasi yang baik di masyarakat, namun di sisi lain<br />
kita harus berhadapan dengan konteks kekuasaan dan struktur politik. Dimana<br />
buat mereka norma dan etika itu nampaknya bisa tidak hanya double standrart,<br />
triple standart.</p>
<p>Dan bahkan kalau kita bicara tentang istilah dan konsep mengenai konflik<br />
kepentingan, saya betul-betul terpana. Waktu saya menjadi executive director<br />
di IMF, pertama kali saya mengenal apa yang disebut birokrat dari negara<br />
maju. HAri pertama saya diminta untuk melihat dan tandatangan mengenai etika<br />
sebagai seorang executive director, do dan don&#8217;ts. Disitu juga disebutkan<br />
mengenai konsep konflik kepentingan. Bagaimana suatu institusi yang<br />
memprodusir suatu policy publik, untuk level internasional, mengharuskan<br />
setiap elemen, orang yang terlibat di dalam proses politik atau proses<br />
kebijakan itu harus menanggalkan konflik kepentingannya. Dan kalau kita ragu<br />
kita boleh tanya, apakah kalau saya melakukan ini atau menjabat yang ini<br />
apakah masuk dalam domain konflik kepentingan. Dan mereka memberikan counsel<br />
untuk kita untuk bisa membuat keputusan yang baik.</p>
<p>Sehingga bekerja di institusi seperti itu menurut saya mudah. Dan kalau<br />
sampai anda tergelincir ya kebangetan aja anda. Namun waktu kembali ke<br />
Indonesia dan saya dengan pemahaman pengenai konsep konflik kepentingan,<br />
saya sering menghadiri suatu rapat membuat suatu kebijakan, dimana kebijakan<br />
itu akan berimplikasi kepada anggaran, entah belanja, entah insentif, dan<br />
pihak yang ikut duduk dalam proses kebijakan itu adalah pihak yang akan<br />
mendapatkan keuntungan itu. Dan tidak ada rasa risih. Hanya untuk<br />
menunjukkan yang penting pemerintahan efektif, jalan. Kuenya dibagi ke siapa<br />
itu adalah urusan sekunder.</p>
<p>Anda bisa melihat bahwa kalau pejabat itu adalah background nya pengusaha,<br />
meskipun yang bersangkutan mengatakan telah meninggalkan seluruh bisnisnya,<br />
tapi semua orang tahu bahwa adiknya, kakaknya, anaknya, dan teteh, mamah,<br />
aa&#8217; semuanya masih run. Dan dengan tenangnya, berbagai kebijakan, bahkan<br />
yang membuat saya terpana, kalau dalam hal ini apa disebutnya? kalau dalam<br />
bahasa inggris apa disebutnya?i drop my job atau apa..bengong itu.<br />
Kita bingung bahwa ada suatu keputusan dibuat, dan saya banyak catatan<br />
pribadi saya di buku saya. Ada keputusan ini, tiba-tiba besok lagi keputusan<br />
itu ternyata yang menimport adalah perusahaannya dia.</p>
<p>Nah ini merupakan sesuatu hal yang barangkali tanpa harus mendramatisir yang<br />
dikatakan oleh Rocky tadi seolah-olah menjadi the most reason phenomena.<br />
Kita semua tahu, itulah penyakit yang terjadi di jaman orde baru. Hanya dulu<br />
dibuatnya secara tertutup, tapi sekarang dengan kecanggihan, karena<br />
kemampuan dari kekuasaan, dia mengkooptasi decision making process juga.<br />
Kelihatannya demokrasi, kelihatannya melalui proses check and balance, tapi<br />
di dalam dirinya, unsur mengenai konflik kepentingan dan tanpa etika begitu<br />
kental. Etika itu barang yang jarang disebut pak.</p>
<p>Ada suatu saat saya membuat rapat dan rapat ini jelas berhubungan dengan<br />
beberapa perusahaan. Kebetulan ada beberapa dari yang kita undang, dia<br />
adalah komisaris dari beberapa perusahaan itu. Kami biasa, dan saya<br />
mengatakan dengan tenang, bagi yang punya aviliasi dengan apa yang kita<br />
diskusikan silahkan keluar dari ruangan. Memang itu adalah tradisi yang coba<br />
kita lakukan di kementrian keuangan. Kebetulan mereka adlaah teman-teman<br />
saya. Jadi teman-teman saya itu dengan bitter mengatakan, &#8220;Mba ani jangan<br />
sadis-sadis amat lah kayak gitu. Kalaupun kita disuruh keluar juga diem-diem<br />
aja. Nggak usah caranya kayak gitu.&#8221;</p>
<p>Saya ingin menceritakan cerita seperti ini kepada anda bagaimana ternyata<br />
konsep mengenai etika dan konflik kepentingan itu, bisa dikatakan sangat<br />
langka di republik ini. Dan kalau kita berusaha untuk menjalankan dan<br />
menegakkan, kita dianggap menjadi barang yang aneh. Jadi tadi kalau MC nya<br />
menjelaskan bahwa saya ingin menjelaskan bahwa di luar gua itu ada sinar dan<br />
dunia yang begitu bagus, di dalam saya dianggap seperti orang yang cerita<br />
yang nggak nggak aja. Belum kalau di dalam konteks politik besar, kemudian,<br />
wah ini konsep barat pasti &#8216;Lihat saja Sri Mulyani, neolib.&#8217;</p>
<p>Jadi saya mungkin akan mengatakan bagaimana ke depan di dalam proses<br />
politik. Tentu adalah suatu keresahan buat kita. Karena episod yang terjadi<br />
beberapa kali adalah bahwa di dalam ruangan publik, rakyat atau masyarakat<br />
yang harusnya menjadi the ultimate shareholder dari kekuasaan. Dia memilih,<br />
kepada siapapun CEO di republik ini dan dia juga memilih dari orang-orang<br />
yang diminta untuk menjadi pengawas atau check terhadap CEO nya.<br />
Dan proses ini ternyata juga tidak murah dan mudah. Sudah banyak orang yang<br />
mengatakan untuk menjadi seorang jabatan eksekutif dari level kabupaten,<br />
kota, propinsi, membutuhkan biaya yang luar biasa, apalagi presiden<br />
pastinya. Dan biayanya sungguh sangat tidak bisa dibayangkan untuk suatu<br />
beban seseorang. Saya menteri keuangan saya biasa mengurusi ratusan triliun<br />
bahkan ribuan, tapi saya tidak kaget dengan angka. Tapi saya akan kaget<br />
kalau itu menjadi beban personal.</p>
<p>Seseorang akan menjadi kandidat mengeluarkan biaya sebesar itu. Kalkulasi<br />
mengenai return of investment saja tidak masuk. Bagaimana anda mengatakan<br />
dan waktu saya mengatakan sya lihat struktur gaji pejabat negara sungguh<br />
sangat tidak rasional. Dan kita pura-pura tidak boleh menaikkan karena kalau<br />
menaikkan kita dianggap mau mensejahterakan diri sebelum mensejahterakan<br />
rakyat. Sehingga muncullah anomali yang sangat tidak bisa dijelaskan oleh<br />
logika akal sehat, bahkan Rocky bilangnya ada akal miring. Saya mencoba<br />
sebagai pejabat negara untuk mengembalikan akal sehat dengan mengatakan<br />
strukturnya harus dibenahi lagi. Namun toh tetap tidak bisa menjelaskan<br />
suatu proses politik yang begitu sangat mahalnya.</p>
<p>Sehingga memunculkan suatu kebutuhan untuk berkolaborasi dengan sumber<br />
finansialnya. Dan disitulah kontrak terjadi. Di tingkat daerah, tidak<br />
mungkin itu dilakukan dengan membayar melalui gajinya. Bahkan melalui APBD<br />
nya pun tidak mungkin karena size dari APBN nya kadang-kadang tidak sebesar<br />
atau mungkin juga lebih sulit. Sehingga yang bisa adalah melalui policy.<br />
Policy yang bisa dijual belikan. Dan itu adalah adalah bentuk hasil dari<br />
suatu kolaborasi.</p>
<p>pertanyaan untuk kita semua, bagaimana kita menyikapi hal ini didalam<br />
konteks bahwa produk dari kebijakan publik, melalui sebuah proses politik<br />
yang begitu mahal sudah pasti akan distated dengan struktur yang membentuk<br />
awalnya. KArena kebijakan publik adalah hilirnya, hasil akhir. Hulunya yang<br />
memegang kekuasaan, lebih hulu lagi adalah prosesnya untuk mendapatkan<br />
kekuasaan itu demikian mahal.</p>
<p>Dan itu akan menjadi pertanyaan yang concern untuk sebuah sistem demokrasi.<br />
Maka pada saat kita dipilih atau diminta untuk menjadi pembantu atau<br />
menjadibagian dari pemerintah, Tentu kita tidak punya ilusi bahwa ruangan<br />
politik itu vakum atau hampa dari kepentingan. politik dimana saja pasti<br />
tentang kepentingan. Dan kepentingan itu kawin diantara beberapa kelompok<br />
untuk mendapatkan kekuasaan itu. Pasti itu perkawinannya adalah pada siapa<br />
saja yang menjadi pemenang.</p>
<p>Kalau pada hari ini tadi disebutkan ada yang menanyakan atau menyesalkan<br />
atau ada yang menangisi ada yang gelo (jawa:menyesal. red), kenapa kok Sri<br />
Mulyani memutuskan untuk mundur dari Menteri Keuangan. Tentu ini adalah<br />
suatu kalkulasi dimana saya menganggap bahwa sumbangan saya, atau apapun<br />
yang saya putuskan sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam<br />
sistem politik. Dimana perkawinan kepentingan itu begitu sangat dominan dan<br />
nyata. Banyak yang mengatakan itu adalah kartel, saya lebih suka pakai kata<br />
kawin, walaupun jenis kelaminnya sama. (ketawa dan tepuktangan)<br />
Karena politik itu lebih banyak lakinya daripada perempuan makanya saya<br />
katakan tadi. Hampir semua ketua partai politik laki kecuali satu. Dan di<br />
dalam bahwa dimana sistem politik tidak menghendaki lagi atau dalam hal ini<br />
tidak memungkinkan etika publik itu bisa dimnculkan, maka untuk orang<br />
seperti saya akan menjadi sangat tidak mungkin untuk eksis. Karena pada saat<br />
saya menerima tangungjawab untuk menjadi pejabat publik, saya sudah berjanji<br />
kepada diri saya sendiri, saya tidak ingin menjadi orang yang akan<br />
menghianati dengan berbuat corrupt. Saya tidak mengatakan itu gampang.<br />
Sangat painful. Sungguh painful sekali. Dan saya tidak mengatakan bahwa saya<br />
tidak pernah mengucurkan atau meneteskan airmata untuk menegakkan prinsip<br />
itu. Karena ironinya begitu besar. Sangat besar. Anda memegang kekuasaan<br />
begitu besar. Anda bisa, anda mampu, anda bahkan boleh, bahkan diharapkan<br />
untuk meng abuse nya oleh sekelompok yang sebetulnya menginginkan itu<br />
terjadi agar nyaman dan anda tidak mau. (tepuk tangan) Pada saat yang sama<br />
anda tidak selalu di apresiasi. P2D kan baru muncul sesudah saya mundur<br />
(ketawa, disini dia terlihat mengusapkan saputangan ke matanya).<br />
Jadi ya terlambat tidak apa-apa, terbiasa. Saya masih bisa menyelamatkan<br />
republik ini lah.</p>
<p>Jadi saya tidak tahu tadi, Rocky tidak ngasih tahu saya berapa menit atau<br />
berapa jam. Soalnya diatas jam 9 argonya lain lagi nanti. Jadi saya gimana<br />
harus menutupnya. Nanti kayaknya nyanyi aja balik terus nanti.</p>
<p>Mungkin saya akan mengatakan bahwa pada bagian akhir kuliah saya ini atau<br />
cerita saya ini saya ingin menyampaikan kepada semua kawan-kawan disini.<br />
Saya bukan dari partai politik, saya bukan politisi, tapi tidak berarti saya<br />
tidak tahu politik. Selama lebih dari 5 tahun saya tahu persis bagaimana<br />
proses politik terjadi. Kita punya perasaan yang bergumul atau bergelora<br />
atau resah. Keresahan itu memuncak pada saat kita menghadapi realita<br />
jangan-jangan banyak orang yang ingin berbuat baik merasa frustasi. Atau<br />
mungkin saya akan less dramatic. Banyak orang-orang yang harus dipaksa untuk<br />
berkompromi dan sering kita menghibur diri dengan mengatakan kompromi ini<br />
perlu untuk kepentingan yang lebih besar. Sebetulnya cerita itu bukan cerita<br />
baru, karena saya tahu betul pergumulan para teknokrat jaman Pak Harto,<br />
untuk memutuskan stay atau out adalah pada dilema, apakah dengan stay saya<br />
bisa membuat kebijakan publik yang lebih baik sehingga menyelamatkan suatu<br />
kerusakan yang lebih besar. Atau anda out dan anda disitu akan punya kans<br />
untuk berbuat atau tidak, paling tidak resiko getting associated with<br />
menjadi less. Personal gain, public loss. If you are stay, dan itu yang saya<br />
rasakan 5 tahun, you suddenly feel that everybody is your enemy.<br />
KArena no one yang sangat simpati dan tahu kita pun akan tidak terlalu happy<br />
karena kita tetap berada di dalam sistem. Yang tidak sejalan dengan ktia<br />
juga jengkel karena kita tidak bisa masuk kelompok yang bisa diajak<br />
enak-enakan. Sehingga anda di dalam di sandwich di dua hal itu. Dan itu<br />
bukan suatu pengalaman yang mudah. Sehingga kita harus berkolaborasi untuk<br />
membuat space yang lebih enak, lebih banyak sehingga kita bisa menemukan<br />
kesamaan.</p>
<p>Nah kalau kita ingin kembali kepada topiknya untuk menutup juga, saya rasa<br />
forum-forum semacam ini atau saya mengatakan kelompok seperti anda yang<br />
duduk pada malam hari ini adalah kelompok kelas menengah. YAng sangat sadar<br />
membayar pajak. Membayarnya tentu tidak sukarela, tidak seorang yang<br />
patriotik yang mengatakan dia membayar pajak sukarela. Tapi meskipun tidak<br />
sukarela, anda sadar bahwa itu adalah suatu kewajiban untuk menjaga republik<br />
ini tetap berdaulat. Dan orang seperti anda yang tau membayar pajak adalah<br />
kewajiban dan sekaligus hak untuk menagih kepada negara, mengembalikan dalam<br />
bentuk sistim politik yang kita inginkan. Maka sebetulnya di tangan<br />
orang-orang seperti anda lah republik ini harus dijaga. Sungguh berat, dan<br />
saya ditanya atau berkali-kali di banyak forum untuk ditanya, kenapa ibu<br />
pergi? Bagaimana reformasi, kan yang dikerjakan semua penting. Apakah ibu<br />
tidak melihat Indonesia sebagai tempat untuk pengabdian yang lebih penting<br />
dibandingkan bank dunia.</p>
<p>Seolah-olah sepertinya negara ini menjadi tanggungjawab Sri Mulyani. Dan<br />
saya keberatan. Dan saya ingin sampaikan di forum ini karena anda juga<br />
bertanggungjawab kalau bertama hal yang sama ke saya. Anda semua<br />
bertanggungjawab sama seperti saya. Mencintai republik ini dengan banyak<br />
sekali pengorbanan sampai saya harus menyampaikan kepada jajaran pajak,<br />
jajaran bea cukai, jajaran perbendaharaan, &#8220;Jangan pernah putus asa<br />
mencintai republik.&#8221; Saya tahu, sungguh sulit mengurusnya pada masa-masa<br />
transisi yang sangat pelik.</p>
<p>Kecintaan itu paling tidak akan terus memelihara suara hati kita. Dan bahkan<br />
menjaga etika kita di dalam betindak dan berbuat serta membuat keputusan.<br />
Dan saya ingin membagi kepada teman-teman disini, karena terlalu banyak di<br />
media seolah-olah ditunjukkan yang terjadi dari aparat di kementrian<br />
keuangan yang sudah direformasi masih terjadi kasus seperti Gayus.</p>
<p>Saya ingin memberikan testimoni bahwa banyak sekali aparat yang betul-betul<br />
genuinly adalah orang-orang yang dedicated. Mereka yang cinta republik sama<br />
seperti anda. Mereka juga kritis, mereka punya nurani, mereka punya harga<br />
diri. Dia bekerja pada masing-masing unit, mungkin mereka tidak bersuara<br />
karena mereka adalah bagian dari birokrat yang tidak boleh bersuara banyak<br />
tapi harus bekerja.</p>
<p>Sebagian kecil adalah kelompok rakus, dan dengan kekuasaan sangat senang<br />
untuk meng abuse. Tapi saya katakan sebagian besar adalah orang-orang baik<br />
dan terhormat. Saya ingin tolong dibantu, berilah ruang untuk orang-orang<br />
ini untuk dikenali oleh anda juga dan oleh masyarakat. Sehingga landscape<br />
negara ini tidak hanya didominasi oleh cerita, oleh tokoh, apalagi<br />
dipublikasi dengan seolah-oalh menggambarkan bahwa seluruh sistem ini adalah<br />
buruk dan runtuh. Selama seminggu ini saya terus melakukan pertemuan dan<br />
sekaligus perpisahan dengan jajaran di kementrian keuangan dan saya bisa<br />
memberikan, sekali lagi, testimoni bahwa perasaan mereka untuk membuktikan<br />
bahwa reform bisa jalan ada disana. Bantu mereka untuk tetap menjaga api<br />
itu. Dan jangan kemudian anda disini bicara dengan saya, ya bisa<br />
diselamatkan kalau sri mulyani tetap menjadi Menteri keuangan. Saya rasa<br />
tidak juga.</p>
<p>Suasana yang kita rasakan pada minggu-minggu yang lalu, bulan-bulan yang<br />
lalu, seolah-olah persoalan negara ini disandera oleh satu orang, sri<br />
mulyani. Sedemikian pandainya proses politik itu diramu sedemikian sehingga<br />
seolah-olah persoalannya menjadi persoalan satu orang. Seseorang yang pada<br />
sautu ketika dia harus membuat keputusan yang sungguh tidak mudah, dengan<br />
berbagai pergumulan, kejengkelan, kemarahan, kecapekan, kelelahan, namun dia<br />
harus tetap membuat kebijakan publik. Dia berusaha, berusaha di setiap<br />
pertemuan, mencoba untuk meneliti dirinya sendiri apakah dia punya<br />
kepentingan pribadi atau kelompok, dan apakah dia diintervensi atau tidak,<br />
apakah dia membuat keputusan karena ada tujuan yang lain. Berhari-hari,<br />
berjam-jam dia bertanya, dia minta, dia mengundang orang dan orang-orang ini<br />
yang tidak akan segan mengingatkan kepada saya. Meskipun mereka tahu saya<br />
menteri, mereka lebih tua dari saya. Orang seperti pak Darmin, siapa yang<br />
bisa bilang atau marahin pak marsilam?Wong semua orang dimarahin duluan sama<br />
dia.</p>
<p>Mereka ada disana hanya untuk mengingatkan saya berbagai rambu-rambu,<br />
berbagai pilihan dan pilihan sudah dibuat. Dan itu dilaporkan, dan itu<br />
diaudit dan itu kemudian dirapatkan secara terbuka. Dan itu kemudian<br />
dirapatkerjakan di DPR. Bagaimana mungkin itu kemudia 18 bulan kemudian dia<br />
seolah-olah menjadi keputusan individu seorang Sri Mulyani. Proses itu<br />
berjalan dan etika sunyi. Akal sehat tidak ada. Dan itu memunculkan suatu<br />
perasaan apakah pejabat publik yang tugasnya membuat kebijakan publik pada<br />
saat dia sudah mengikuti rambu-rambu, dia masih bisa divictimize oleh sebuah<br />
proses politik. SAya hanya mengatakan, kalau dulu pergantian rezim orde lama<br />
ke orde baru, semua orang di stigma komunis, kalau ini khusus didisain pada<br />
era reformasi seorang distigma dengan sri mulyani identik dengan century.<br />
Mungkin kejadiannya di satu orang saja, tapi sebetulnya analogi dan kesamaan<br />
mengenai suatu penghakiman telah terjadi.</p>
<p>Sebetulnya disitulah letak kita untuk mulai bertanya, apakah proses politik<br />
yang didorong, yang dimotivate, yang ditunggangi oleh suatu kepentingan<br />
membolehkan seseorang untuk dihakimi, bahkan tanpa pengadilan. Divonis tanpa<br />
pengadilan. Itu barangkali adalah suatu episod yang sebetulnya sudah<br />
berturut-turut kita memahami konsekuensi sebagai pejabat publik yang<br />
tujuannya membuat kebijakan publik, dan berpura-pura seolah-olah ada etika<br />
dan norma yang menjadi guidance kita dibenturkan dengan realita-realita<br />
politik.</p>
<p>Dan untuk itu, saya hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari<br />
anda mengatakan apakah Sri mulyani kalah, apakah sri mulyani lari? Dan saya<br />
yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Banyak yang menganggap itu<br />
adalah suatu loss atau kehilangan. Diantara anda semua yang ada disini, saya<br />
ingin mengatakan bahwa saya menang. Saya berhasil. Kemenangan dan<br />
keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh<br />
siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini. (applause)<br />
Saya merasa berhasil dan saya merasa menang karena definisi saya adalah<br />
tiga. Selama saya tidak menghianati kebenaran, selama saya tidak mengingkari<br />
nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri<br />
saya, maka disitu saya menang. Terimakasih<br />
(standing applause)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/etika-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Begitu jauh namun begitu dekat</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/begitu-jauh-namun-begitu-dekat/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/begitu-jauh-namun-begitu-dekat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 00:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1519</guid>
		<description><![CDATA[Bangun pagi di tengah kesunyian disini Bangun subuh karena suara mesjid disana Menikmati jalan di pagi hari disini Menikmati kemacetan menggila disana Pas disana kangen yang disini Pas disini kangen yang disana Begitu jauh namun begitu dekat]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangun pagi di tengah kesunyian disini<br />
Bangun subuh karena suara mesjid disana</p>
<p>Menikmati jalan di pagi hari disini<br />
Menikmati kemacetan menggila disana</p>
<p>Pas disana kangen yang disini<br />
Pas disini kangen yang disana<br />
Begitu jauh namun begitu dekat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/begitu-jauh-namun-begitu-dekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disorientasi tujuan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/05/disorientasi-tujuan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/05/disorientasi-tujuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 02:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam hidup ini, ada baiknya untuk punya suatu tujuan dimana kita menghargai arti sebuah proses dimana kata harapan bisa menjadi dorongan agar kita bisa mencapai garis akhir Namun ketika kendaraan dijadikan tujuan kita tidak lagi mampu memaknai hidup diombang-ambing kesana kemari yang ada hanya penyelewengan berkelanjutan Mari! Berhenti sejenak dari kata &#8220;sibuk&#8221; Sungguh sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/05/080520101250-e1273285588857-225x300.jpg" alt="" title="080520101250" width="200" height="275" class="alignright size-medium wp-image-1508" />Di dalam hidup ini,<br />
ada baiknya untuk punya suatu tujuan<br />
dimana kita menghargai arti sebuah proses<br />
dimana kata harapan bisa menjadi dorongan<br />
agar kita bisa mencapai garis akhir</p>
<p>Namun ketika kendaraan dijadikan tujuan<br />
kita tidak lagi mampu memaknai hidup<br />
diombang-ambing kesana kemari<br />
yang ada hanya penyelewengan berkelanjutan<br />
<span id="more-1507"></span><br />
Mari!<br />
Berhenti sejenak dari kata &#8220;sibuk&#8221;<br />
Sungguh sebuah kata yang makin sering terdengar<br />
Berhenti berkata &#8220;seharusnya&#8221; sambil menggerutu<br />
Berhenti berkata &#8220;pokoknya&#8221; tanpa mau mengerti</p>
<p>Menentukan kembali langkah awal<br />
Kembalikan fokus ke tujuan<br />
Agar kelak tak tersisa sesal yang konyol</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/05/disorientasi-tujuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihan Tuhan atau pilihan kita</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/05/pilihan-tuhan-atau-pilihan-kita/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/05/pilihan-tuhan-atau-pilihan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 02:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1502</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sempat ngobrol tentang ini sama Loren. Kita selalu dihadapkan pada pilihan. Mau makan siang ada pilihan, mau malas-malasan itu pilihan, mau kecewa sama orang pun itu pilihan, bahkan Tuhan mau menyayangi kita pun itu pilihanNya secara kita gak layak. Aspek memilih jadi menarik ketika kita mengikutsertakan Tuhan ketika memilih. Nah, ini bagian menariknya. Kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin sempat ngobrol tentang ini sama <a href="http://binnology8.blogspot.com/">Loren</a>. Kita selalu dihadapkan pada pilihan. Mau makan siang ada pilihan, mau malas-malasan itu pilihan, mau kecewa sama orang pun itu pilihan, bahkan Tuhan mau menyayangi kita pun itu pilihanNya secara kita gak layak. Aspek memilih jadi menarik ketika kita mengikutsertakan Tuhan ketika memilih.</p>
<p>Nah, ini bagian menariknya. Kadang orang sering banget bilang, &#8220;Tuhan bilang sama saya kalau saya harus milih A&#8221;. Apakah iya? Hmmmm&#8230;kalau gak hati-hati, kita cenderung jadi orang yang suka merohanikan segala hal. Saya percaya Tuhan berbicara pada kita melalui Alkitab, atau mengajarkan kepada kita melalui pengalaman di masa lalu.<span id="more-1502"></span></p>
<p>Lima tahun lalu, wrist band karet yang tulisannya WWJD cukup populer. Jadi sekiranya ketika kita membuat keputusan, kita jadi ingat, <strong>What would Jesus do</strong>. Kurang lebih approach seperti ini yang saya coba belajar sekarang. Doakan dan lakukan saja, jangan sampai jadi merohanikan semua pilihan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/05/pilihan-tuhan-atau-pilihan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thy will be done</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/05/thy-will-be-done/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/05/thy-will-be-done/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 08:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya dan abang saya berlibur ke Cameron Highlands, perkebunan teh terletak 3-4 jam perjalanan dari KL. Nah di sepanjang jalan saya perhatiin, ada banyak juga anjing liar, atau mungkin tepatnya anjing hutan. Pas lagi nyetir 120 km/h di jalan tol, 300 meter di depan saya tiba-tiba muncul seekor anjing liar yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya dan abang saya berlibur ke <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cameron_Highlands">Cameron Highlands</a>, perkebunan teh terletak 3-4 jam perjalanan dari KL. Nah di sepanjang jalan saya perhatiin, ada banyak juga anjing liar, atau mungkin tepatnya anjing hutan.</p>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/05/Cameron-300x200.jpg" alt="" title="Highway" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-1496" />Pas lagi nyetir 120 km/h di jalan tol, 300 meter di depan saya tiba-tiba muncul seekor anjing liar yang mau menyebrang. Logika pertama di otak otomatis jalan, responnya adalah: liat kaca spion, ada berapa mobil di belakang. Ternyata ada banyak mobil di belakang, jaraknya cukup mepet, jadi kalau saya rem atau banting setir mendadak, yang bakal terjadi adalah tabrakan beruntun. </p>
<p>Logika kedua, oke kalo begitu kudu keputusan kedua: tabrak anjingnya. Ini terdengar kejam, dan sangat berat di hati karena saya sendiri suka memelihara anjing sejak saya masih kecil. Tapi saya lebih memilih mengorbankan seekor anjing dibanding nyawa orang lain.<span id="more-1493"></span></p>
<p>Logika ketiga, kalau saya jadi tabrak anjingnya, gmana handle stir mobil ini, mau saya banting kemana, apa mobil ini bisa terguling, etc. Dalam pikiran saya mikirin banyak strategi. Dan akhirnya, berkonklusi, nabrak anjing ini juga gak aman, tapi okelah saya pilih opsi ini.</p>
<p>Terlepas dari logika-logika di atas, saya berdoa dalam hati, Tuhan jangan biarkan anjing itu nyebrang. &#8220;Jangan nyebrang&#8230;jangan nyebrang&#8230;jangan nyebrang&#8221;. Dalam split second, anjing itu balik badan gak jadi nyebrang. Fiuh!</p>
<p>Saya percaya Tuhan yang bikin anjing itu puter badan gak jadi nyebrang.</p>
<p>***</p>
<p>Cerita di atas menunjukkan contoh kehidupan berdoa kita yang cukup lazim. Kita berpikir secara logika 1, logika 2, logika 3, akhirnya setelah logika gak bisa menyelesaikan masalah, barulah kita berdoa pada Tuhan.</p>
<p>Saya bersyukur diingatkan kembali tentang berdoa kemarin ini di bible study kantornya abang saya. Tahun kemarin pas mampir ke KL, dibawa ke kantornya, ketemu sama bosnya, makan siang sama temen kantornya. Dan tahun ini pun tidak berbeda, malah kemarin jadi ikutan bible study di kantornya. Emang, abang saya bisa dibilang cukup beruntung, di lingkungan kerjanya cukup banyak orang Kristen (baca: yang (mau) bertumbuh).</p>
<p>Kemarin di bible study, mereka pakai workbook dari <a href="http://www.iequip.org/">Equip</a>, ngebahas tentang Christian Leadership karangannya John Maxwell. Topiknya cukup simple dan sering terdengar sepele, yaitu tentang bagaimana berdoa.</p>
<p>Ada beberapa point bagus:</p>
<p><strong>Berdoa bukan karena rutinitas</strong>, tetapi karena hubungan pribadi dengan Tuhan. Seberapa sering doa kita jadi meaningless, mendoakan hal yang sama dari waktu ke waktu. &#8220;Tuhan berkatilah makanan ini. Amin&#8221;. Ini contoh paling gampang sih, soalnya tiap hari kan sebelum makan pasti berdoa. Tapi apa kita benar-benar bersyukur? Umph!</p>
<p><strong>Berdoa untuk supaya kita bisa berpikir seperti Kristus</strong>. Seperti apa sih? Saya sendiri kurang pintar untuk bisa jelasin berpikir seperti Kristus itu seperti apa, tetapi ada cerita yang mungkin bisa membantu menjelaskan. </p>
<p>Tahun 1993, tiga misionaris New Tribes Mission (NTM) diculik di Columbia. Delapan tahun kemudian (tahun 2001), tiga misionaris itu di-declare sudah meninggal. Dan Germann (vice chairman NTM) ditanya, &#8220;Bagaimana doa-doa mereka berubah delapan tahun terakhir ini&#8221;. Berikut responnya:</p>
<blockquote><p>“When the guys were first captured, every one of us was praying, Lord, just bring them out safely. We know You are able”. As time went on we started to pray, “Lord, if they are alive, bring them home safely.  If they are dead, please let us know that as well.”  Eight years later they were praying, “God, if we never know, You’ll still be God.”</p>
<p>&#8220;This was quite a difference from trusting Him to bring them out safely. In the end, God answered our prayers. We found a man in prison who had cared for them. He assured us that they were dead. This was a gift since we&#8217;d come to the place where it was all right ig God chose for us to never know. Somebody looking on might think, &#8220;How can you accept that news?&#8221; <strong>All I can say is God moved us to the place where we could say, &#8220;Lord, we want You to be glorified, even if we never know&#8221;</strong>.</p></blockquote>
<p>Dari waktu ke waktu saya mendoakan untuk orang-orang di sekitar saya, dimulai dengan doain orang tua, pacar, keluarga, teman gereja, teman kantor, dan lain-lain. Doa saya tidak berbeda dengan kebanyakan orang, saya minta pada Tuhan agar orang tua saya sehat, agar relationship dengan pacar semakin mature, agar teman-teman di kantor jadi orang yang mengenal Tuhan, dst.</p>
<p>Hasilnya ya tentu kadang tidak sesuai dengan apa yang saya doakan. Tetapi saya mau belajar tentang <strong>&#8220;Thy will be done&#8221;</strong>. Dalam doa Bapa kami, Tuhan Yesus menempatkan kalimat &#8220;Thy will be done&#8221; sebelum kalimat &#8220;give us today our daily bread&#8221; atau &#8220;forgive us our sins&#8221; atau &#8220;lead us not into temptation&#8221;.</p>
<p><strong>Berdoa untuk orang lain.</strong> Tahun 1993, ada survey terhadap 2000 orang di gereja. Tiga topik utama doa mereka adalah: makanan, personal &#038; family safety, dan minta berkat. Rata-rata orang juga menghabiskan kurang dari 7 menit sehari untuk berdoa. Ketika kita berdoa, cobalah untuk mendoakan orang lain. Ada orang yang terbiasa saat teduh pagi hari, ada yang malam hari, apapun waktunya, sempatkanlah doa dan saat teduh berbicara dengan Tuhan.</p>
<p>Semoga artikel ini menjadi berkat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/05/thy-will-be-done/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Abdul</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/05/tiga-abdul/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/05/tiga-abdul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 06:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Movies]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu, pas lagi ganti-ganti chanel tv di hotel, ketemu chanel TV2 yang nampilin film jadul, hitam putih, bahasa melayu, judulnya Tiga Abdul. Ceritanya punya pesan moral yang bagus banget, dan lucunya juga bikin ketawa lepas. Kalau mau nonton filmnya, click read more]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari yang lalu, pas lagi ganti-ganti chanel tv di hotel, ketemu chanel TV2 yang nampilin film jadul, hitam putih, bahasa melayu, judulnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tiga_Abdul">Tiga Abdul</a>. Ceritanya punya pesan moral yang bagus banget, dan lucunya juga bikin ketawa lepas.</p>
<p>Kalau mau nonton filmnya, click read more <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-1489"></span></p>
<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/r-kpJ-TqCdg&#038;hl=en_US&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/p/E0A3FBE9218CF67F&#038;hl=en_US&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/05/tiga-abdul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudah waktunya makan siang</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/sudah-waktunya-makan-siang/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/sudah-waktunya-makan-siang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 23:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1487</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar bercanda, kadang-kadang tanpa kita sadari, kita sering membuat kalimat yang bisa menimbulkan arti ambigu. Ini juga bahaya sebenernya. Contohnya cerita di bawah ini yang saya kutip dari blog Nguping Jakarta. Petugas informasi via loudspeaker: &#8220;Kepada bapak X, ditunggu keluarganya di kandang monyet sekarang. Sekali lagi, bapak X ditunggu keluarganya di kandang monyet sekarang.&#8221; Kebun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekedar bercanda, kadang-kadang tanpa kita sadari, kita sering membuat kalimat yang bisa menimbulkan arti ambigu. Ini juga bahaya sebenernya. Contohnya cerita di bawah ini yang saya kutip dari blog <a href="http://ngupingjakarta.blogspot.com/2009/08/sudah-waktunya-makan-siang.html">Nguping Jakarta</a>.</p>
<p><strong>Petugas informasi via loudspeaker</strong>: &#8220;Kepada bapak X, ditunggu keluarganya di kandang monyet sekarang. Sekali lagi, bapak X ditunggu keluarganya di kandang monyet sekarang.&#8221;</p>
<p><em>Kebun binatang ragunan jakarta, didengar oleh seluruh pengunjung kebun binatang yang ingin segera mengunjungi kandang tersebut.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/sudah-waktunya-makan-siang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Lidah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 22:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1475</guid>
		<description><![CDATA[Dalam diskusi singkat sama kontraktor yang bakal di-hire buat project kecil di kantor. Calon Kontraktor: So yeah, I don&#8217;t think it&#8217;s a good idea to delete what you have developed bla bla bla&#8230;I have handle 200+ projects like this&#8230;bla bla bla&#8230;bla bla bla&#8230;Off course I don&#8217;t want to clean up the sh*t you created&#8221; Saya: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam diskusi singkat sama kontraktor yang bakal di-hire buat project kecil di kantor.</p>
<blockquote><p><strong>Calon Kontraktor</strong>: So yeah, I don&#8217;t think it&#8217;s a good idea to delete what you have developed bla bla bla&#8230;I have handle 200+ projects like this&#8230;bla bla bla&#8230;bla bla bla&#8230;Off course I don&#8217;t want to clean up the sh*t you created&#8221;<br />
<strong>Saya</strong>: &#8230;<br />
<strong>Calon Kontraktor</strong>: I&#8217;m kidding, I&#8217;m just kidding really. Don&#8217;t take it seriously. I&#8217;m kidding, ok?<br />
<strong>Saya</strong>: *diam saja, pandangan tajam &amp; serius*</p></blockquote>
<p>Yah, begitulah highlight hari ini di kantor. Kadang bertemu dengan orang sok asik, yang dia pikir dia pintar, berusaha meyakinkan kalau kita bakalan hire dia. Tapi kata-kata yang keluar, wedew. Hidup mati dikuasai lidah. Enam macam penyakit lidah yang umum menurut Amsal:<span id="more-1475"></span></p>
<p><strong>- Berbicara terlalu banyak</strong><br />
Jangan banyak bicara. Orang yang banyak bicara membuat banyak kesalahan. Karena itu, bersikaplah bijaksana dan kendalikanlah lidahmu (Amsal 10: 19)</p>
<p><strong>- Asal bunyi</strong><br />
Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu. (Amsal 29:20)</p>
<p><strong>- Gosip</strong><br />
Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut. (Amsal 20:19)</p>
<p><strong>- Berbohong</strong><br />
Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. (Amsal 12:22)</p>
<p><strong>- Menjilat</strong><br />
Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya. (Amsal 29:5)</p>
<p><strong>- Sombong</strong><br />
Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu. Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri. (Amsal 27:1-2)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat anda jatuh</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/saat-anda-jatuh/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/saat-anda-jatuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 20:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1469</guid>
		<description><![CDATA[Pada olimpiade musim panas tahun 1992 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redmond melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada olimpiade musim panas tahun 1992 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redmond melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum perlombaan itu dimulai, ia memandang ke arah deretan kursi penonton, mencari-cari wajah ayahnya. Memang ia ingin meraih kemenangan dalam lomba itu untuk dirinya. Tetapi, lebih dari itu ia ingin memenangkan lomba itu demi ayahnya. Ayahnya, yang telah memberikan dan mengorbankan begitu banyak banyak hal, agar ia dapat masuk menjadi peserta olimpiade itu.</p>
<p>Sekarang ia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sebagai tanda balas budi kepada ayahnya. Inilah saatnya untuk membuat ayahnya bangga padanya. Lalu tembakan ke udara tanda mulai berbunyi. Derek berlari, mengerahkan seluruh kekuatannya. Segalanya tampak baik sampai akhirnya Derek memasuki putaran terakhir. Tiba-tiba terjatuh di tengah lintasan larinya. Ia mengalami kram pada kakinya. Rasa nyeri yang hebat mencengkeramnya. Dia berusaha untuk berdiri; berusaha untuk melompat; namun rasa nyeri itu terlalu menyakitkan baginya. Detik demi detik berlalu, bagai berjam-jam baginya, saat dia rebah menggeliat kesakitan. Dia tidak percaya, beginilah akhir dari perjalanannya selama ini.<span id="more-1469"></span></p>
<p>Mungkin dia khawatir tentang apa yang dipikirkan ayahnya saat itu, apakah ayahnya merasa malu? Apakah ayahnya akan berpaling darinya dan meninggalkannya? Mungkinkah ayahnya berpikir: Oh, bagus sekali. Jadi selama ini waktu terbuang percuma hanya untuk seorang yang bahkan tidak dapat menyelesaikan pertandingan sama sekali?</p>
<p>Ternyata sama sekali bukan itu yang sedang dipikirkan oleh ayahnya. Jauh diatas sana, di antara kursi-kursi penonton, ayahnya melompat berdiri. Segera ia menyelusup di antara kerumunan penonton. Saat itu ada ribuan penonton yang sedang berdiri, melihat anaknya, dan terkejut melihat anaknya sedang menderita di dalam arena. Akhirnya sang ayah berhasil mencapai garis batas lintasan lari itu.</p>
<p>Seorang penjaga keamanan menghentikannya, dan berkata, &#8220;Tidak seorangpun diijinkan masuk ke dalam arena.&#8221;</p>
<p>Ayah Derek menjawabnya dengan kata-kata sederhana, &#8220;Itu anak saya.&#8221;</p>
<p>Maka penjaga itu tidak menghalanginya lagi. Dia melewati para penjaga itu dan masuk ke dalam lintasan lari. Dan sementara ribuan orang bersorak riuh rendah padanya, dia memapah anaknya menuju ke garis finish.</p>
<p>Mungkin sebagian besar Anda merasakan seolah-olah Anda telah jatuh. Anda ingin menyelesaikan perlombaan yang telah Tuhan tetapkan bagi Anda, tetapi rasa nyeri yang menyerang ini terlalu menyakitkan. Tak peduli sekeras apa Anda berusaha, tampaknya Anda tetap tak mampu untuk berdiri dan melangkah lagi. Mungkin Anda khawatir, kalau-kalau Bapa di Sorga kecewa terhadap Anda, kalau-kalau Anda tidak dapat menyenangkan hatiNya.</p>
<p>Tahukah Anda bahwa Tuhan ada di pihak kita?<br />
Tuhan tidak kecewa pada Anda saat Anda jatuh. Anda adalah anakNya yang berharga di mataNya! Anda adalah kesayangan Bapa di Sorga. Oh, betapa sedihnya Dia menyaksikan Anda jatuh. Betapa Dia menaruh belas kasihan bagi Anda. Tuhan ada bagi Anda. Tuhan juga menghendaki agar Anda menyelesaikan perlombaan Anda dan Dia akan melakukan apa saja untuk memapah Anda menuju garis finish. Mungkin ada beberapa orang di antara Anda yang tidak mengenal Bapa di Sorga. Tetapi Dia tetap ada disana menanti Anda. Dia rindu memeluk Anda sebagai seorang anak yang berharga dan melindungi Anda, di setiap langkah, di dalam menjalani perlombaan yang telah ditentukan bagi Anda.</p>
<p>Satu-satunya jalan untuk menghampiri Bapa adalah melalui AnakNya.<br />
Yesus berfirman, &#8220;Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&#8221;</p>
<p>Tidak ada hal lain yang dapat memberikan penghiburan yang lebih besar lagi, selain dari kenyataan bahwa: Dia yang memanggil kita untuk menjalani perlombaan ini adalah juga Dia yang membantu kita untuk sampai ke garis finish.</p>
<p>>Sumber: <a href="http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2010/04/saat-anda-jatuh.html">Kumpulan Renungan Harian</a></p>
<p><object width="640" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/HFKpZnok10s&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/HFKpZnok10s&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="640" height="385"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/saat-anda-jatuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harapan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/harapan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 05:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1459</guid>
		<description><![CDATA[Sesuatu yang sesuai dengan harapan biasanya berujung pada rasa tenang. Di sisi lain sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan biasanya berujung pada rasa kecewa. Kita sering dikondisikan untuk berpikir bahwa hidup ini barulah indah ketika hal-hal yang kita alami sesuai dengan harapan. Jadi ketika hidup ini tidak sesuai dengan harapan, banyak dari kita yang kecewa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuatu yang sesuai dengan harapan biasanya berujung pada rasa tenang. Di sisi lain sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan biasanya berujung pada rasa kecewa. Kita sering dikondisikan untuk berpikir bahwa hidup ini barulah indah ketika hal-hal yang kita alami sesuai dengan harapan.</p>
<p>Jadi ketika hidup ini tidak sesuai dengan harapan, banyak dari kita yang kecewa. Kecewa tidak selalu ditunjukan, bisa dipendam. Atau kita juga bisa jadi bergumul, pada dasarnya sama yaitu berharap untuk sesuatu yang sekarang belum atau masih jauh dari harapan.</p>
<p>Hidup ini jadi dipusatkan pada satu kata: harapan. Ketika seseorang sudah hilang harapan. Kurang lebih, di situlah akhir hidupnya. Berharap diri sendiri, kita tidak diciptakan untuk itu. Berharap pada manusia, mereka pun tidak diciptakan untuk memberikan harapan sejati. Berharap pada Kristus Yesus, Dia lah sumber pengharapan hidup.</p>
<p><span>*penulis baru saja diingatkan kembali tentang pengharapan hidup yg sejati.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mereka yang terpanggil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 08:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1450</guid>
		<description><![CDATA[Edisi Kick Andy mewawancara Capt. Budi Soehardi yang jadi menerima penghargaan CNN Heroes beberapa waktu yang lalu, dan juga wawancara dengan Pdt. Daniel Alexander, yang punya cukup banyak anak angkat yang dia biayai sekolahnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Edisi Kick Andy mewawancara Capt. Budi Soehardi yang jadi menerima penghargaan CNN Heroes beberapa waktu yang lalu, dan juga wawancara dengan Pdt. Daniel Alexander, yang punya cukup banyak anak angkat yang dia biayai sekolahnya.<span id="more-1450"></span></p>
<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/r-kpJ-TqCdg&#038;hl=en_US&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/p/E7846E14C24CD46E&#038;hl=en_US&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup di belahan dunia lain</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 23:08:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1436</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya. Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat tulis. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya.</p>
<p>Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat <a href="http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/" target="_blank">tulis</a>. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari infrastruktur, teknologi, akses kesehatan, pendidikan yang ada. Dia cerita bagaimana mereka menikmati perubahan yang ada. Anak-anaknya sekolah di rumah (home-schooled). Perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu 10 menit, melewati daerah-daerah super miskin. Atau cerita lucu bagaimana di atap rumahnya ada banyak monyet yang suka nyuri makanan.<span id="more-1436"></span></p>
<p>Saya jadi berpikir, betapa <span style="text-decoration: line-through;">saya</span> kita di North America ini sangat mudah mengeluh, padahal kondisi secara kasat mata jauh lebih baik dibanding Afrika. Sedikit-sedikit mengeluh, entah mengeluh karena cuaca, karena pekerjaan, karena tugas menumpuk, dan seringkali hal-hal kecil juga bisa bikin kita mengeluh. Juga ternyata, mengeluh itu menular, tinggal di lingkungan yang sering mengeluh itu bikin kita sulit bersyukur.</p>
<p>Cerita lain masih dari Afrika juga. Baru tadi pagi <a href=" http://edition.cnn.com/2010/WORLD/africa/04/15/africa.religion/index.html?hpt=T2" target="_blank">baca di CNN</a>, menurut survey dan studi yang ada, orang Afrika ternyata sangat religius. Hmmm&#8230;mungkin ini akibat situasi yang susah disana. Di sisi lain, ada banyak orang Kristen di North America yang masi percaya sama astrologi. Hmmm&#8230;orang Afrika sungguh-sungguh ikut Tuhan, orang North America malah semakin menurun.</p>
<p>***</p>
<p>Cerita kedua dari Indonesia. Dua minggu lalu saya dibikin miris setelah baca berita di <a href="http://surabaya.detik.com/read/2010/04/15/095011/1338671/475/dikarantina-sw-tak-boleh-menerima-tamu" target="_blank">Detik.com</a> dan nonton video bocah 4 thn yang gemar dan bangga merokok &amp; ngomong kotor. Yang bikin miris, orang di sekitar bocah tsb yang malah mendukung kelakuan seperti itu.</p>
<p>Minggu ini cerita tentang penertiban lahan di <a href="http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/641/1/rusuh%20di%20koja" target="_blank">Tanjung Priok</a> yang makan korban jiwa. Entah siapa yang salah, tapi kekerasan terjadi. Di Indo segitu gampangnya menghilangkan nyawa orang. Yang bikin lebih parah, setelah kerusuhan yang ada, orang-orang menjarah kantor Pelindo di dekat situ, truk-truk polisi yang udah dibakar dipreteli onderdilnya. Bejat. Mungkin hal-hal seperti ini yang bikin saya sulit untuk membayangkan diri saya tinggal di Indonesia. </p>
<p>Belum lagi cerita makelar kasus, pemerasan, korupsi, penyuapan sana sini yang bikin muak. Emang rasanya terlalu absurd jika saya bilang hal itu hanya terjadi di Indonesia. Di North America pun hal seperti ini ada, tetapi mungkin dalam bentuk yang berbeda.</p>
<p>***</p>
<p>Hidup cukup keras di belahan dunia yang lain. Setiap orang punya pergumulan masing-masing, dan gak ada yang salah dengan itu. Namun sebelum kita mulai mengeluh, mungkin ada baiknya kita melihat dulu kesulitan orang lain di belahan dunia lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://stats.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://stats.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

