<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung batu</title>
	<atom:link href="http://gunung-batu.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gunung-batu.com</link>
	<description>tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 07:54:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Apakah makna kasih?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 22:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[Seorang kiai datang mengeluh kepada Gus Dur karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai sambat. Dengan enteng, Gus Dur menjawab, &#8220;Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!&#8221; Ya, itulah Tuhan kita: Tuhan Yesus. Ada ayat dari 1 Yohanes 3:16: Demikianlah kita ketahui kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang kiai datang mengeluh kepada Gus Dur karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai sambat. Dengan enteng, Gus Dur menjawab, &#8220;Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!&#8221;</p>
<p>Ya, itulah Tuhan kita: Tuhan Yesus. </p>
<p>Ada ayat dari 1 Yohanes 3:16:</p>
<blockquote><p>Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.</p></blockquote>
<p>Ada juga yang lebih terkenal Yohanes 3:16</p>
<blockquote><p>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.</p></blockquote>
<p>Seberapa nyata ayat itu dalam hidup kita? Belakangan ini saya merasa pertumbuhan rohani saya cukup struggling. Mungkin pertumbuhan rohani setiap orang itu beda-beda caranya ya. Ada yang bisa (sepertinya) bertumbuh rohani dengan mendengar kotbah yang enak-enak, teologi kemakmuran, bicara berkat. Ada yang bisa (sepertinya) bertumbuh dengan mendengar kotbah yang lembut-lembut, bicara tentang hidup yang mengasihi, menolong sesama. Tapi saya (sepertinya) bertumbuh lewat kotbah yang kritis, yang mengupas ayat-ayat Alkitab secara mendalam. Di kalimat-kalimat sebelumnya saya sisipkan kata &#8220;sepertinya&#8221; karena saya sendiri tidak tahu, apakah benar bertumbuh apa tidak.<span id="more-2044"></span></p>
<p>Di penghujung tahun ini, saya ingat dengan <a href="http://vimeo.com/8707046" target="_blank">kotbah</a> Pdt. Stefanus Theophilus. Beliau adalah pendeta, mentor, dan sekaligus sahabat saya selama kurang lebih satu tahun. Di dalam hidup ada beberapa hal, yaitu kesempatan-kesempatan yang <strong>kita harus memilih</strong> salah satu yang kita anggap paling tepat. Ada beberapa ilustrasi yang diambil dari ilustrasinya Michael Sandel, seorang profesor filosofi politik di Harvard. Kalau mau nonton versi panjangnya, klik <a href="http://www.ted.com/talks/michael_sandel_what_s_the_right_thing_to_do.html" target="_blank">disini</a>.</p>
<p><strong>Ilustrasi 1:</strong><br />
Anda menyetir mobil di jalanan yang menurun tapi remnya blong. Di ujung jalan ada lima orang menyebrang jalan. Kalau anda banting setir, ada satu orang di pinggir jalan. Pilihan apa yang akan anda ambil? Secara sederhana, mayoritas dari kita akan memilih tabrak yang satu orang donk ya? Lebih baik satu yang mati daripada lima orang?</p>
<p><strong>Ilustrasi 2:</strong><br />
Anda berdiri di pinggir jalan yang menurun di sebelah jurang. Dari jauh anda melihat ada mobil yang remnya blog. Penumpang mobilnya ada lima orang. Kalau mobil itu menabrak anda, anda akan mati, dan mobil itu akan masuk jurang. Nah, di sebelah anda, ada orang yang besar banget yang andaikata dia ditabrak mobil, mobil itu akan berhenti (gak masuk jurang, penumpangnya selamat), tapi orang yang berbadan besar itu akan mati. Pilihan apa yang akan anda ambil? Lebih baik lima orang selamat yah dibanding satu orang?</p>
<p><strong>Ilustrasi 3:</strong><br />
Anda adalah seorang dokter. Ada lima pasien, korban kecelakaan mobil. Kondisi mereka semua kritis, ada yang gagal jantungnya, livernya, ginjalnya, paru-paru, pankreas. Mereka semua bakal mati kalau ngga ada donor organ. Nah, di ruangan sebelah, ada satu pasien yang sehat, lagi tidur. Anda bisa membunuh satu pasien sehat itu, dan menyelematkan lima pasien lain. Pilihan apa yang akan anda ambil?</p>
<p><strong>Utilitarianisme</strong></p>
<p>Di dalam keadaan demikian, inilah namanya utilitarianisme. Intinya, kalau dihadapkan pada suatu pilihan, seorang utilitarian akan memilih pilihan yang menghasilkan kebahagian untuk orang banyak. Tapi ilustrasi di atas adalah sederhana, kita tidak tahu lima orang itu siapa, satu orang itu siapa, dan lain sebagainya. Kita lanjut lagi ke ilustrasi selanjutnya ya.</p>
<p><strong>Ilustrasi 4:</strong><br />
Sama seperti ilustrasi 3 di atas tapi ternyata yang lima pasien itu adalah tukang sampah. Yang satu orang sehat adalah presiden. Sekarang gimana? Apakah kita biarkan lima orang yang &#8220;ngga penting&#8221; ini tetap mati? Atau bunuh satu orang &#8220;penting&#8221; ini. Atau lebih ekstrim lagi, yang satu orang adalah anak kandung kita. Sekarang kita harus memilih. Bagaimana?</p>
<p>Untuk selamatkan satu, kadang kala harus korbankan yang lain. Seringkali perlu pengorbanan. Dari ilustrasi di atas, kita selalu berpikir sebagai pihak yang selalu ingin diuntungkan. Kita tidak pernah berpikir, kita ada di pihak yang dirugikan. Kita tidak pernah berpikir, &#8220;Kenapa ngga kita aja yang dikorbankan?&#8221;</p>
<p><strong>Bagaimana dengan keselamatan?</strong></p>
<p>Terbayangkah bagaimana perasaan Tuhan ketika dia harus mengutus Yesus ke dunia. Lebih lagi, bagaimana perasaan Tuhan ketika melihat Yesus mati disalib? Kenapa Tuhan ngga biarkan saja semua manusia mati? Dia kan Tuhan, kita ciptaanNya. Disinilah pergumulan kita sebagai orang Kristen. Apakah makna dari anugerah keselamatan? Kita seringkali terbuai dengan lembutnya kasih. Seperti lagu ini:</p>
<blockquote><p>Kasih pasti lemah lembut<br />
Kasih pasti memaafkan<br />
Kasih pasti murah hati<br />
KasihMu, kasihMu Tuhan</p>
<p>Ajarilah kami ini saling mengasihi<br />
Ajarilah kami ini saling mengampuni<br />
Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan<br />
KasihMu Kudus tiada batasnya</p></blockquote>
<p>Lagu di atas ada benarnya. Tapi jauh dari kesan lemah lembut, kasih Tuhan adalah suatu kondisi dimana Tuhan ngotot mengasihi manusia sampai berkorban. Istilah bahasa Inggrisnya, <strong>unwavering God&#8217;s love</strong>. Untuk mengasihi kita, ada pengorbanan yang Tuhan lakukan. Mengasihi itu bukan sesuatu yang mudah, bukan sesuatu yang menguntungkan. Kalau kita mengasihi karena hal itu menguntungkan, rasanya kasih itu cukup dangkal yah.</p>
<p>Kasih adalah adanya kesediaan dimana kita dihadapkan pada dua pilihan, kita memilih pilihan yang tidak menguntungkan. Di Yohanes 3:16, konteksnya artinya Dia memberikan diriNya menjadi korban. Demi manusia yang bisa diselamatkan, Tuhan mau mengaruniakan anakNya yang tunggal.</p>
<p><strong>Keselamatan hanya di dalam Kristus</strong></p>
<p>Hanya Kristus yang berhak mengatakan Dia siap menjadi korban. Kenapa? Semua orang di dunia ini semuanya sama dengan kita. Sama-sama bernafas, makannya sama, bisa sakit, bisa berjuang, bisa gagal. Jadi kalau kita bilang di dalam agama lain juga bisa selamat, sedangkan pendiri, pemimpin agama di dunia adalah manusia. Jadi tidak ada bedanya dengan kita. Kalau kembali ke ilustrasi #1, mereka ada di dalam mobil sama dengan kita, bagaimana mereka bisa bilang mereka akan menyelamatkan kita? Hanya orang di luar mobil lah yang bisa menyelamatkan, yaitu cuma ada satu: Tuhan Yesus. Karena Tuhan berada di luar kendaraan itu, di luar dunia, di luar dosa. Dia datang ke dunia.</p>
<p>Kita tidak bicara pemimpin agama lain itu orang baik atau tidak. Mereka semua adalah orang baik, banyak dari mereka melakukan hal lebih baik daripada orang Kristen sendiri, tapi yang jadi masalah adalah mereka berada di dalam satu kendaraan dengan kita. Di dalam dosa. Yang bisa menyelamatkan kita adalah Tuhan Yesus yang berada di luar dosa.</p>
<p><strong>Tahun 2012</strong></p>
<p>Masuk di tahun yang baru ini, saya diingatkan kembali akan kasih Tuhan. Kasih yang tidak murah. Seperti lagunya Downhere yang judulnya How Many Kings:</p>
<blockquote><p>Follow the star to a place unexpected<br />
Would you believe after all we’ve projected<br />
A child in a manger</p>
<p>Lowly and small, the weakest of all<br />
Unlikeliness hero, wrapped in his mothers shawl<br />
Just a child<br />
<strong>Is this who we’ve waited for?</strong></p>
<p>Cause how many kings, stepped down from their thrones?<br />
How many lords have abandoned their homes?<br />
How many greats have become the least for me?<br />
How many Gods have poured out their hearts<br />
To romance a world that has torn all apart?<br />
<strong>How many fathers gave up their sons for me?</strong><br />
Only one did that for me</p></blockquote>
<p>Semoga Tuhan yang sama yang sudah menyertai saya di tahun 2011, menyertai saudara juga di tahun 2012!</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/5UyiAnUE53U?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sama-sama mengambil waktu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/sama-sama-mengambil-waktu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/sama-sama-mengambil-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 20:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2040</guid>
		<description><![CDATA[Di penghujung tahun ini, mari kita sama-sama mengambil waktu. Mengambil waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan Mengambil waktu untuk membaca, itulah dasar kebijaksanaan Mengambil waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda Mengambil waktu untuk diam, itulah saat mendengar Tuhan Mengambil waktu untuk melihat sekitar, itulah kesempatan menolong sesama Mengambil waktu untuk mengasihi dan dikasihi, itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di penghujung tahun ini, mari kita sama-sama mengambil waktu.</p>
<ul>
<li>Mengambil waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan</li>
<li>Mengambil waktu untuk membaca, itulah dasar kebijaksanaan</li>
<li>Mengambil waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda</li>
<li>Mengambil waktu untuk diam, itulah saat mendengar Tuhan</li>
<li>Mengambil waktu untuk melihat sekitar, itulah kesempatan menolong sesama</li>
<li>Mengambil waktu untuk mengasihi dan dikasihi, itulah hadiah terbesar dari Tuhan</li>
<li>Mengambil waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa</li>
<li>Mengambil waktu untuk bermimpi, itulah bagian dari masa depan</li>
<li>Mengambil waktu untuk berdoa, itulah kekuatan terbesar di bumi</li>
</ul>
<p>Rasanya yang terakhir perlu lebih serius lagi. <strong>Berdoa</strong>. </p>
<p>Berdoa bukan untuk mendapatkan sesuatu. Tapi berdoa karena kita mencari wajah Tuhan sebelum kita mencari tanganNya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/sama-sama-mengambil-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Natal 2011</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/catatan-natal-2011/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/catatan-natal-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 20:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2036</guid>
		<description><![CDATA[Hari masih gelap, masih jam 5 pagi, suara mesjid terdengar sahut-sahutan. Tapi pohon natal masih nyala kelap kelip di ruang tamu. Di bawah pohon natal tidak ada kado. Jam 8 pagi, kami sekeluarga pergi ke gereja untuk kebaktian. Di gereja, duduk di kursi kayu yang panjang, ruangannya terang karena matahari, AC-nya dinyalain, saya begitu menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/12/Cradle-In-The-Shadow-Of-The-Cross-1-288x300.jpg" alt="" title="Cradle In The Shadow Of The Cross 1" width="288" height="300" class="alignright size-medium wp-image-2037" />Hari masih gelap, masih jam 5 pagi, suara mesjid terdengar sahut-sahutan. Tapi pohon natal masih nyala kelap kelip di ruang tamu. Di bawah pohon natal tidak ada kado. Jam 8 pagi, kami sekeluarga pergi ke gereja untuk kebaktian. Di gereja, duduk di kursi kayu yang panjang, ruangannya terang karena matahari, AC-nya dinyalain, saya begitu menikmati nyanyi lagu-lagu dari NKB dan KJ. Itu memori natal saya masa kecil. Begitu tenang. So calm, peaceful, tranquil.</p>
<p>Sekarang berbeda jauh. Baru tahun ini saya bisa cape dengerin lagu natal. Tiap kali dengerin radio, lagu natalnya lebih sering yang &#8220;I saw mommy kissing santa claus&#8221;, atau yang &#8220;Last year I give you my heart&#8221;, &#8220;I&#8217;m dreaming of white christmas&#8221;. Sampai akhirnya, saya ganti channel radio ke radio sekuler. Belum lagi kalau ke mal, komersialisasi natal kenceng banget. Dipikir-pikir lagi, salah satu penyebabnya perasaan cape ini adalah hilangnya Christ-centered-mas.</p>
<p>Natal tanpa Kristus bukanlah natal. Saya teringat perayaan Natal dua tahun lalu, tema yang diusung masih berkesan sampai sekarang, &#8220;A cradle in the shadow of the Cross&#8221;. Kelahiran Tuhan adalah titik awal dari moment terpenting dalam hidupnya, di salib. Tapi kalau saya mengusung tema ini, jaman sekarang ini, bahkan di gereja pun, bisa dikritik orang. Kata orang, Natal itu harusnya memberi harapan, janganlah menjadi orang yang negatif yang selalu melihat gelas setengah kosong.</p>
<p>Entahlah, harapan dalam Tuhan itu benar. Tetapi harapan itu pun datang ke dunia bukan dalam situasi adem ayem. Natal pertama berlangsung dalam situasi mencekam. Terjadi pembunuhan bayi-bayi. Tuhan harus lahir di kandang hewan.</p>
<p>Tahun ini, saya ingin merasakan Natal yang asali. Natal dimana Tuhan tetap bisa bekerja sekalipun di tengah keresahan dunia akan seorang juru selamat. Natal dimana Tuhan tetap menjalankan rencanaNya mengutus Yesus Kristus yang sudah dipersiapkan ribuan tahun sebelumnya, sejak awal dari perjanjian lama.</p>
<p>Natal tidak harus damai, tidak harus gemerlap, tidak harus meriah. Mari kita ingat lagi keukeuh-nya Tuhan mengasihi manusia. Tidak ada yang kita bisa perbuat untuk membuat Tuhan mengasihi kita lebih lagi ataupun kurang.</p>
<p>Selamat Natal untuk kita semua.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/catatan-natal-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu desa sibuk menyelamatkan bayi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 22:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2026</guid>
		<description><![CDATA[Ada cerita seorang petani di sebuah desa. Suatu hari petani itu pergi ke sungai untuk mengambil air. Di sungai, dia melihat ada bayi yang mau tenggelam, kemudian dia menolong bayi itu. Keesokan harinya, ada dua bayi, dia lagi-lagi menolong. Keesokan harinya, ada lima bayi. Petani ini mengajak teman-temannya untuk menolong bayi-bayi itu. Lambat laun, seisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada cerita seorang petani di sebuah desa. Suatu hari petani itu pergi ke sungai untuk mengambil air. Di sungai, dia melihat ada bayi yang mau tenggelam, kemudian dia menolong bayi itu. Keesokan harinya, ada dua bayi, dia lagi-lagi menolong. Keesokan harinya, ada lima bayi. Petani ini mengajak teman-temannya untuk menolong bayi-bayi itu. Lambat laun, seisi desa setiap hari menghabiskan waktu menyelematkan bayi-bayi di sungai. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang bertanya, &#8220;Kenapa bayi-bayi itu bisa hanyut di sungai?&#8221;</p>
<p>Kira-kira beginilah yang saya rasakan dengan pelayanan di gereja akhir-akhir ini. Di gereja rasanya ada masalah mendasar yang belum terselesaikan. Apapun itu, kiranya Tuhan tolong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi mengubah jaman</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 00:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2018</guid>
		<description><![CDATA[Cloud computing&#8230;artinya kita gak perlu punya komputer yang powerful lagi di rumah, secara &#8220;computing&#8221;-nya berlangsung di server. Cloud gaming&#8230;juga sama, artinya kita gak perlu punya gaming device lagi (semacam playstation, nintendo, etc), selama bisa display dan nyambung internet, android pas2an pun bakalan bisa main high-end video games. Cloud storage model dropbox juga sekarang menjamur, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/12/wall-e-people-300x200.jpg" alt="" title="wall-e-people" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-2019" />Cloud computing&#8230;artinya kita gak perlu punya komputer yang powerful lagi di rumah, secara &#8220;computing&#8221;-nya berlangsung di server. Cloud gaming&#8230;juga sama, artinya kita gak perlu punya gaming device lagi (semacam playstation, nintendo, etc), selama bisa display dan nyambung internet, android pas2an pun bakalan bisa main high-end video games. Cloud storage model dropbox juga sekarang menjamur, saya tidak ada rencana buat beli external HD lagi. Maklum 2 external hd saya tewas walaupun jarang dipakai.</p>
<p>Dari segi kepemilikan, sekarang berjamur bisnis usaha yang bersifat sharing. Jadi dibanding, beli mobil, yang terjadi adalah berbagi mobil. Sebutlah zipcar, car2go, etc. Dibanding tinggal di hotel, yang terjadi adalah tinggal di rumah orang lain (bed &#038; breakfast), selama kita juga mau membuka rumah kita untuk orang lain. Sebutlah airbnb. Tadinya kita beli dvd, sekarang sistemnya berlangganan; sebutlah nextflix.</p>
<p>Jaman berubah cepat. Anak yang belum berumur setahun, lebih lancar pake iPad dibanding lancar ngomong. Apa jangan-jangan di masa depan, seseorang tidak perlu lagi punya kemampuan berbicara? Apa jangan-jangan tidak perlu bisa menulis dengan tangan? Selama bisa ngetik juga udah oke. Jangan-jangan nanti ada alat membaca pikiran manusia, jadi ngga usah ngetik, ngga usah ngomong. Jangan-jangan nanti orang bakalan seperti di film kartun wall-e: gendut2, banyak makan, gak banyak gerak. Ah&#8230;.jangan-jangan.</p>
<p>Teknologi oh teknologi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa hari ini</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/doa-hari-ini/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/doa-hari-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 18:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2012</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran hidup&#8230;kesibukan/permasalahan di pekerjaan jangan sampai merenggut kehangatan rumah.. Tuhanku Yang Maha Lembut, Aku mohon Engkau melucuti ketegangan yang ada di wajah ini, kegelisahan di hati ini, dan getar kekhawatiran dari tubuh ini, agar aku menjadi pribadi yang lebih siap untuk merayakan kegembiraan bersama keluarga dan sahabatku, dan tak melibatkan mereka untuk tenggelam dalam kesedihanku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelajaran hidup&#8230;kesibukan/permasalahan di pekerjaan jangan sampai merenggut kehangatan rumah..</p>
<blockquote><p>Tuhanku Yang Maha Lembut,</p>
<p>Aku mohon Engkau melucuti ketegangan yang ada di wajah ini, kegelisahan di hati ini, dan getar kekhawatiran dari tubuh ini, agar aku menjadi pribadi yang lebih siap untuk merayakan kegembiraan bersama keluarga dan sahabatku, dan tak melibatkan mereka untuk tenggelam dalam kesedihanku.</p>
<p>Ceriakanlah hati ini, renyahkanlah tawaku, lembutkanlah tutur dan perilakuku, cepatkanlah aku berterima kasih dan meminta maaf, dan sabarkanlah aku dengan kekurangan dan kelemahan sesamaku.</p>
<p>Semoga dengan yang kuniatkan ini, Engkau berkenan menjadikan aku jiwa kecintaan keluarga dan sesamaku</p>
<p>Amin</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/doa-hari-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ishak &#8211; Ribka</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/ishak-ribka/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/ishak-ribka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 09:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2009</guid>
		<description><![CDATA[Konon, biaya pernikahan Ibas (putra Presiden SBY) dengan Aliya (putri Hatta Rajasa) mencapai 12 miliar rupiah. Saya baca beritanya, sepertinya pestanya cukup unik, untuk acara siramannya saja diambil dari tujuh sumber, dari Istana Negara, Cikeas, Pacitan sampai air yang diambil dari rumah Hatta Rajasa. Gak kebayang seberapa spesialnya air ini. Ada kritik mengatakan, kekayaan SBY [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon, biaya pernikahan Ibas (putra Presiden SBY) dengan Aliya (putri Hatta Rajasa) mencapai 12 miliar rupiah. Saya baca beritanya, sepertinya pestanya cukup unik, untuk acara siramannya saja diambil dari tujuh sumber, dari Istana Negara, Cikeas, Pacitan sampai air yang diambil dari rumah Hatta Rajasa. Gak kebayang seberapa spesialnya air ini. Ada kritik mengatakan, kekayaan SBY tahun 2009 itu 7 miliar. Lantas apakah SBY sampai harus nombok ya?</p>
<p>Walaupun demikian, pernikahan ini bukan yang paling mahal sih, beberapa waktu yang lalu pernikahan anaknya Aburizal Bakrie mencapai 100 miliar rupiah. Konon gaun pengantinnya saja 2,5 miliar. Mungkin angka ini terlalu dibesar-besarkan. Saya ingat cincin berlian yang dipake sampai diisi dengan darah segala. Tapi bisa gitu ya? Rasanya hati keluarga Bakrie udah terlanjur tuli sama teriakan korban lumpur Lapindo.</p>
<p>Tahun ini juga banyak teman-teman saya yang menikah. Lagi musim kali ya? Ada yang acaranya sederhana, ada juga yang mewah. Pertanyaan dari ini semua yang muncul, apa yang manusia cari dari pernikahan?<span id="more-2009"></span></p>
<p>***</p>
<p>Minggu kemarin saya mengajar kelas sekolah Minggu, topiknya tentang Abraham mencarikan calon istri untuk Ishak. Abraham memandang pernikahan itu sangat penting, sampai-sampai dia mengirimkan anak buahnya untuk cariin jodoh dari tempat asalnya (500 mil jauhnya naek onta). Abraham ngga pengen Ishak menikah dengan orang Kanaan yang menyembah baal. Jadi pernikahan itu sangat penting, bukan hal yang bisa asal-asalan. Seberapa desparatenya seseorang cari jodoh, ingatlah cerita Abraham ini ya, jangan mencari jodoh asal-asalan. Dan yang wanita, tunggulah dicari, jangan malah sebaliknya <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Biarin udah dapet jodoh yang sama-sama orang percaya, namanya masalah tetap ada. Di Alkitab ngga terlalu jelas apa penyebabnya, tapi ada masalah dalam pernikahan Ishak &#8211; Ribka. Kata komentator Alkitab, mereka mulai ada masalah karena sudah 20 menikah dan belum dikaruniai anak. Lalu mungkin masalah ini berkembang ke masalah komunikasi. Ishak orangnya pendiam, Ribka orangnya riang.</p>
<p>Jadi biarpun ketika Ribka mengandung anak kembar (Esau dan Yakub), sebenarnya Tuhan kan udah bilang sama dia di Kejadian 25:23 kalau anaknya itu kembar, salah satu akan jadi lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda. Tapi mengapa Ribka tidak menyampaikan hal ini ke Ishak? Kita bisa menebak, karena ada masalah antara Ishak &#8211; Ribka.</p>
<p>***</p>
<p>Blaise Pascal dulu pernah bilang, &#8220;Ada ruang kosong di hati setiap manusia yang tidak<br />
dapat diisi oleh benda-benda ciptaan, namun hanya dapat diisi oleh Tuhan, Sang Pencipta, yang dikenal melalui Yesus&#8221;. </p>
<p>Manusia sering salah, mereka mengisi ruang ini dengan pernikahan dan ujungnya ruang kosong itu masih ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/ishak-ribka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khawatir</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 15:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2007</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya. Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai &#8211; lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit. Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir &#8211; sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja. Maka, marilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya.</p>
<p>Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai &#8211; lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit.</p>
<p>Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir &#8211; sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja.</p>
<p>Maka, marilah kita lebih sibuk bekerja daripada sibuk gelisah dalam kekhawatiran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegundahan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 15:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2003</guid>
		<description><![CDATA[Engkau yang gundah karena beratnya kehidupan, sini &#8230; duduklah tenang bersamaku &#8230; dan marilah kita berbincang dengan Tuhan &#8230; Sahabat baik hatiku, cobalah kau ingat &#8230; bukankah dulu engkau pernah hidup dalam kedamaian yang penuh harapan baik tentang masa depanmu? Apakah yang telah kau ijinkan mengusik kedamaianmu, dan menjadikanmu pribadi baik yang sulit merasa damai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Engkau yang gundah karena beratnya kehidupan, sini &#8230; duduklah tenang bersamaku &#8230; dan marilah kita berbincang dengan Tuhan &#8230;</p>
<p>Sahabat baik hatiku, cobalah kau ingat &#8230; bukankah dulu engkau pernah hidup dalam kedamaian yang penuh harapan baik tentang masa depanmu?</p>
<p>Apakah yang telah kau ijinkan mengusik kedamaianmu, dan menjadikanmu pribadi baik yang sulit merasa damai hari ini?</p>
<p>Apakah sekarang, engkau terlalu banyak menduga dan sedikit mencoba?<br />
Apakah engkau lebih mudah marah sebelum mengerti, dan tetap marah walau sudah mengerti?<br />
Apakah engkau menuntut orang lain melakukan yang tak kau lakukan?<br />
Apakah lebih mudah bagimu untuk meminta daripada memberi?<br />
Apakah engkau lebih banyak mengeluhkan kesulitanmu daripada bekerja meringankan kesulitan sesamamu?<br />
Apakah hatimu lebih cepat membenci daripada mencintai?<br />
Atau, apakah engkau lebih dekat kepada kebiasaan buruk daripada beribadah?</p>
<p>Hmm &#8230; aku tak harus mendengar jawabanmu, tapi hatimu tahu.</p>
<p>Dikutip dr MTGW.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang buta yang tidak menyerah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/orang-buta-yang-tidak-menyerah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/orang-buta-yang-tidak-menyerah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 20:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1995</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang dari latar belakang reformed evangelical, 31 Oktober mengajak kita semua untuk merefleksikan beberapa hal: siapa Tuhan yang kita sembah, siapa kita, dan bagaimana kita berelasi dengan Tuhan. Kalau diperhatikan, sejarah itu sering berulang, dari masa ke masa, mungkin bentuknya berbeda, tapi esensinya sama. Tahun 1517, Martin Luther ngepost 95 tesis. Peristiwa ini lumayan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang dari latar belakang reformed evangelical, 31 Oktober mengajak kita semua untuk merefleksikan beberapa hal: <strong>siapa Tuhan yang kita sembah, siapa kita, dan bagaimana kita berelasi dengan Tuhan</strong>.</p>
<p>Kalau diperhatikan, sejarah itu sering berulang, dari masa ke masa, mungkin bentuknya berbeda, tapi esensinya sama. Tahun 1517, Martin Luther ngepost 95 tesis. Peristiwa ini lumayan membuat perbedaan dalam sejarah kekristenan. Tapi seiring sejalan waktu, kejadian serupa terus terjadi, gerakan awalnya dianggap mulai melenceng dari tujuan awalnya, lalu muncul lagi gerakan reformasi baru, begitu seterusnya sampai sekarang.</p>
<p>Semua ini membuat kita (setidaknya saya) berpikir, Tuhan seperti apa sih yang saya sembah. Hal ini dulu tidak begitu penting. Saya membayangkan ilustrasi gajah dan sepuluh orang buta. Ada yang pegang buntut gajah, jadi dia mendeskripsikan gajah itu seperti gagang. Ada yang pegang telinga gajah, jadi dia bilang gajah itu seperti daun melambai2. Jadi intinya, Tuhan itu terlalu besar untuk kita sepenuhnya mengerti. Kalimat ini ada benarnya. Pengenalan saya akan Tuhan berbeda dengan pengenalan saudara.</p>
<p><img alt="" src="http://anthonyuu.files.wordpress.com/2011/05/blind-men-and-the-elephant1.gif" class="alignnone" width="720" height="529" /></p>
<p>Tapi yang jadi point utamanya adalah: bagaimana pedoman mengenal gajah yang baik dan benar? Oke lah saya cuma kebagian memegang telinga gajah, saya belum pernah memegang belalai gajah ataupun bagian gajah lainnya. Tapi setidaknya, di dalam hati saya, Tuhan tanamkan suatu image tentang gajah itu seperti apa. Atau dalam konteks mengenal Tuhan, <strong>Tuhan memberikan Roh Kudus kepada kita</strong>, dan melalui Roh Kudus, Tuhan mem-reveal diriNya seperti apa. Dan juga, ada satu prinsip yang paling mendasar, Roh Kudus selalu me-reveal hal tentang Tuhan yang sesuai dengan <strong>Alkitab</strong>, tidak mungkin bertentangan.</p>
<p>Sejarah boleh berulang, nama denominasi boleh berubah-ubah, tetapi Alkitab tetaplah sama, kebenaran di dalamnya tidak tergantikan oleh apapun juga. Hari ini, entah ada berapa banyak denominasi Kristen, yang serupa sekumpulan orang buta memegang seekor gajah, mereka punya beragam pengertian akan Tuhan. Ada yang melihat Tuhan sebagai sumber berkat, ada yang melihat hidup ini harus menderita terus karena kita berdosa, ada yang melihat Tuhan tidak ingin hidup kita terganggu oleh teknologi jaman sekarang, ada macam-macam lah. Tapi biarlah, Tuhan sendiri terus mengingatkan agar kita berpegang terus pada kebenaran yang ada di Alkitab.</p>
<p>Mempunyai pengertian yang benar tentang Tuhan akan mengubah bagaimana kita melihat siapa diri kita, dan bagaimana kita menjalani hubungan dengan Tuhan. Kita tidak harus mengerti akan banyak hal, tapi pengertian yang benar akan Tuhan adalah mutlak. </p>
<p>Steve Jobs yang baru-baru ini meninggal, terkenal dengan quotesnya: &#8220;Do a couple things, and do them well. You don’t have time for much. And most things are not lasting. So do two or three things, and do them amazingly&#8221;. Sebagai orang percaya, terlalu banyak hal yang bisa kita fokus lakukan, tapi satu hal, fokuslah pada Tuhan yang kita sembah. Seperti kata Jobs, most things are not lasting.</p>
<p>Kemarin di jalan pulang, saya bertemu anak muda (mungkin anak smp/sma) dari name tagnya saya tau dia dari gereja mormon. Dia punya semangat menggebu-gebu untuk bercerita mormon itu seperti apa. Saya dalam hati merasa kasihan, saya berharap orang mormon boleh disadarkan dan kembali ke Alkitab, bukan ke kitab Mormon. Sayang rasanya melihat seorang anak dengan semangat tinggi, namun dia menghabiskan energi pada sesuatu yang sia-sia.</p>
<p>Saya merasa seperti orang buta yang mencoba mengenal Tuhan itu siapa, kadang saya tersandung dalam melangkah, kadang saya harus terjerembab. Ada harga yang harus dibayar, tapi hal itu tidak pernah sia-sia pada akhirnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/orang-buta-yang-tidak-menyerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enam anak paling banyak</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/10/enam-anak-paling-banyak/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/10/enam-anak-paling-banyak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 22:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1988</guid>
		<description><![CDATA[Dulu pas ambil kelas Business Analysis, diajarin kalau bikin slide presentasi, dalam satu slide, disarankan 6 point paling banyak. Konon katanya, otak manusia cuma bisa handle informasi segitu banyak, lebih dari itu otak manusia bakalan sulit mencernanya. Dipikir-pikir, emang benar juga sih. Saya punya banyak bookmarks website, tapi paling saya cuma buka 6 websites per [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu pas ambil kelas Business Analysis, diajarin kalau bikin slide presentasi, dalam satu slide, disarankan 6 point paling banyak. Konon katanya, otak manusia cuma bisa handle informasi segitu banyak, lebih dari itu otak manusia bakalan sulit mencernanya.</p>
<p>Dipikir-pikir, emang benar juga sih. Saya punya banyak bookmarks website, tapi paling saya cuma buka 6 websites per hari. Dari sekian banyak applikasi di handphone, paling juga cuma kurang dari 6 yang paling sering dibuka. Dari sekian banyak tempat lunch, tempat yang saya pergi itu-itu saja, kurang dari 6. Kalau pergi ke suatu restoran pun, saya selalu memesan menu yang itu-itu aja, tidak mungkin lebih dari 6 macam.</p>
<p>Sekarang saya berpikir, gawat juga kalau nanti punya anak banyak. Bagaimana nasib anak ketujuh dan seterusnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/10/enam-anak-paling-banyak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati yang hiruk</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/10/hati-yang-hiruk/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/10/hati-yang-hiruk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 23:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1985</guid>
		<description><![CDATA[Aku tulis puisi ini Untuk memberi kelegaan hati yang hiruk Lelah sudah, kantuk tak kunjung tiba Ratusan hal yang harus direncanakan Hai, berhentilah sejenak Kenangkanlah apa yang sudah kita lewati Dan juga masa depan kita yang masih panjang Kau tidaklah sendiri dan terasing Suka dan duka kita tidaklah istimewa Karena soal hidup sudah Dia tulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tulis puisi ini<br />
Untuk memberi kelegaan hati yang hiruk<br />
Lelah sudah, kantuk tak kunjung tiba<br />
Ratusan hal yang harus direncanakan<br />
Hai, berhentilah sejenak<br />
Kenangkanlah apa yang sudah kita lewati<br />
Dan juga masa depan kita yang masih panjang</p>
<p>Kau tidaklah sendiri dan terasing<br />
Suka dan duka kita tidaklah istimewa<br />
Karena soal hidup sudah Dia tulis<br />
Setiap orang hanya perlu menjalani bagian hidupnya<br />
Tanah yang perlu dibajak, bajaklah<br />
Benih kebaikan yang perlu ditanam, tanamlah<br />
Buah yang sudah menguning, petiklah</p>
<p>Kan tiba saatnya kita kan menjadi bongkok<br />
Renta dan tidak bisa melakukan itu semua<br />
Sementara kau mengenang masalahmu<br />
Kenangkanlah juga bahwa Tuhan mengasihi kita<br />
Lebih dari yang kita bayangkan<br />
Masalah sebesar apapun, hadapilah.<br />
Berkat sekecil apapun, nikmatilah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/10/hati-yang-hiruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna sebuah titipan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/10/makna-sebuah-titipan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/10/makna-sebuah-titipan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 15:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1983</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa: sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Allah bahwa rumahku hanya titipanNya, bahwa hartaku hanya titipanNya, bahwa putraku hanya titipanNya, Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini padaku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa:<br />
sesungguhnya ini hanya titipan,<br />
bahwa mobilku hanya titipan Allah<br />
bahwa rumahku hanya titipanNya,<br />
bahwa hartaku hanya titipanNya,<br />
bahwa putraku hanya titipanNya,</p>
<p>Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,<br />
mengapa Dia menitipkan padaku?<br />
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?<br />
Dan kalau bukan milikku,<br />
apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?</p>
<p>Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?<br />
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu<br />
diminta kembali olehNya?</p>
<p>Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,<br />
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,<br />
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa<br />
itu adalah derita.</p>
<p>Ketika aku berdoa,<br />
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,<br />
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,<br />
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,<br />
seolah semua &#8220;derita&#8221; adalah hukuman bagiku.</p>
<p>Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:<br />
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,<br />
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.<br />
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.<br />
Kuminta Dia membalas &#8220;perlakuan baikku&#8221;.<br />
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.</p>
<p>Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk<br />
beribadah&#8230;</p>
<p>&#8220;Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja&#8221;</p>
<p>Oleh: W.S. Rendra</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/10/makna-sebuah-titipan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hal-hal kecil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 20:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1980</guid>
		<description><![CDATA[Pengkotbah bilang, untuk segala sesuatu ada masanya. Teman ada yang tanya, &#8220;Kok sibuk melulu sih?&#8221;. Kadang pertanyaan seperti ini menunjukkan keheranan dari yang bertanya. Kalau diparafrasekan pertanyaannya jadi begini, &#8220;Bagaimana mungkin bisa sesibuk ini?&#8221;. Saya sendiri juga heran, kadang emang kalau lagi nganggur, ya bisa nganggur senganggur2nya, hidup rutin, berangkat jam 8, jam 5:30 udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengkotbah bilang, untuk segala sesuatu ada masanya. Teman ada yang tanya, &#8220;Kok sibuk melulu sih?&#8221;. Kadang pertanyaan seperti ini menunjukkan keheranan dari yang bertanya. Kalau diparafrasekan pertanyaannya jadi begini, &#8220;Bagaimana mungkin bisa sesibuk ini?&#8221;. Saya sendiri juga heran, kadang emang kalau lagi nganggur, ya bisa nganggur senganggur2nya, hidup rutin, berangkat jam 8, jam 5:30 udah di rumah. Tapi kadang emang sibuk sesibuk2nya, berangkat jam 8, pulang jam 6 lebih, lalu diterusin kerjain pekerjaan rumah yang lain.</p>
<p>Apapun situasinya, jangan sampai kita melewatkan hal-hal yang patut disyukuri. Bulan lalu saya mampir ke Chapters, ketemu buku judulnya, The Book of Awesome. Isinya, tentang hal-hal kecil yang kita lewati begitu saja. Padahal, hal-hal kecil itu adalah berkat Tuhan yang terjadi dari hari ke hari.</p>
<p>Misalnya, yang saya pernah alami:</p>
<ul>
<li>Melihat foto masa kecil dari tunangan saya. Haha, priceless.</li>
<li>Pas dapet pas spot parkir di mall. Haha, ini juga kita sering lewati begitu saja.</li>
<li>Nyetir mobil sendirian malem-malem. Nah, ini mungkin cuma saya, tapi ini hal yang saya enjoy.</li>
<li>Ketika orang yang kita ajak ngobrol tersenyum.</li>
<li>Anak sekolah minggu bertanya pertanyaan nyeleneh.</li>
<li>Dapet tempat duduk di skytrain jam 8 pagi di Joyce. Haha, ini patut disyukuri.</li>
<li>Mendarat di sofa setelah seharian bekerja</li>
<li>Pas beres-beres buku lama, wangi buku lama itu khas!</li>
<li>Melihat emak2 dan engkong2 jalan pagi gandengan tangan</li>
<li>Mendengar keponakan yang berumur kurang dari 3 thn nyanyi &#8220;bri sukuy, bri sukuy, brilah sukuy, bri sukuy&#8230;susah atau pun senang, bri sukuy&#8221;</li>
</ul>
<p>Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Efesus 5:20)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya mau ikut Tuhan walaupun&#8230;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/saya-mau-ikut-tuhan-walaupun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/saya-mau-ikut-tuhan-walaupun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 06:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1978</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita dari jaman perjanjian lama. Pas Musa disuruh Allah naik ke Gunung Sinai untuk menerima perintah Allah, dia kan tinggal di atas gunung 40 hari. Nah, bangsa Israel, yang notabene baru keluar dari Mesir, mulai merasa khawatir. Mereka minta ke Harun untuk membuatkan bagi mereka allah (Keluaran 32:1). Kenapa yang dibuat adalah patung lembu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini cerita dari jaman perjanjian lama. Pas Musa disuruh Allah naik ke Gunung Sinai untuk menerima perintah Allah, dia kan tinggal di atas gunung 40 hari. Nah, bangsa Israel, yang notabene baru keluar dari Mesir, mulai merasa khawatir. Mereka minta ke Harun untuk membuatkan bagi mereka allah (Keluaran 32:1). Kenapa yang dibuat adalah patung lembu emas? Ya salah satunya karena bangsa Israel pada waktu itu masih punya konsep seperti bangsa Mesir yang membuat patung untuk disembah. Jadi bangsa Israel pikir Allah itu seperti itu, harus dibuatkan patung.</p>
<p>Sepintas sangat jelas ini adalah penyembahan berhala. Tapi kalau kita baca lebih teliti, di ayat 4 dan 5, bangsa Israel membuat patung ini untuk menyembah TUHAN (Yahwe).</p>
<blockquote><p><code>Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!" Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: "Besok hari raya bagi TUHAN!"</code></p></blockquote>
<p>Jadi mereka membuat patung sebagai lambang dari TUHAN (Yahwe), dan kita tahu Tuhan tidak berkenan dan murka. Tuhan bilang gini:</p>
<blockquote><p><code>Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar." (Keluaran 32:9-10)</code></p></blockquote>
<p>Ada beberapa hal yang kita bisa belajar. <strong>Menyembah Tuhan dengan cara kita sendiri sama dengan menyembah berhala</strong>, dan Tuhan murka akan hal itu. Kita mungkin saya bermaksud untuk menyembah Tuhan, tapi cara kita menyembah Tuhan dengan cara kita sendiri. Kita menyembah Tuhan yang kita bentuk sendiri dalam pikiran kita, bukan Tuhan yang &#8220;Aku adalah Aku&#8221;.</p>
<p><strong>Konsep Ngaco &#8220;Tuhan adalah kasih, jadi mana mungkin dia menghukum manusia&#8221;</strong></p>
<p>Ini ide yang dicetuskan oleh banyak orang, termasuk yang santer baru-baru ini oleh Rob Bell. Jadi dia membentuk konsep sendiri tentang Tuhan. Dalam argumen dia, bagaimana mungkin Tuhan yang adalah kasih, bisa dengan kejam menghukum orang jahat ke neraka. Seharusnya Tuhan itu kan maha pengasih dan maha penyayang, masa tidak ada ampun bagi orang yang berbuat jahat. Kalau kita pikirkan kembali, pola pikir Rob Bell sama seperti pola pikir Israel yang membentuk patung lembu emas. <strong>Dia memberi definisi dia sendiri tentang siapa itu Tuhan.</strong></p>
<p><strong>Pengetahuan kita tentang Tuhan</strong></p>
<p>Kalau kita liat dua post sebelumnya <a href="http://gunung-batu.com/2011/09/keagungan-tuhan/">Keagungan Tuhan</a>. Kadang kita lupa, kita menganggap dari hari ke hari kita mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Padahal yang terjadi bukan lah kita semakin mengenal Tuhan, tapi <strong>Tuhan lah yang me-reveal</strong> dirinya kepada kita. Kita lah yang diberikan kesempatan untuk mengenal Tuhan lebih lagi. Pikiran Tuhan bukanlah pikiran manusia, kita tidak bisa mengerti pikiran Tuhan. Kalau saya seorang ilmuwan yang bikin komputer, bagaimana mungkin komputer yang saya ciptakan bisa menjadi expert tentang diri saya yang menciptakannya. Yang ada juga saya mereveal diri saya kepada komputer.</p>
<blockquote><p><code>Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. (Yesaya 55:8) atau dalam bahasa Inggris: "For my thoughts are not your thoughts, neither are your ways my ways," declares the LORD.</code></p></blockquote>
<p>Ketika kita berkata, &#8220;Ah saya tidak percaya pada Tuhan yang akan &#8230; &#8220;, coba kita pikirkan ulang. Apakah benar seperti itu? Kita harus berhati-hati karena ketika membuat statement itu, kita mencoba mendefinisikan apa yang akan Tuhan lakukan. Sedangkan pikiran Tuhan jauh melebihi pikiran kita. Banyak hal yang kita tidak bisa mengerti, cerita Ayub misalnya, kenapa Tuhan mencobai orang yang faitful? Cerita Niniwe? Tuhan mau memberi kesempatan untuk bertobat? Cerita tentang Tuhan Yesus, kenapa Tuhan mau mengirim anakNya untuk diperlakukan sedemikian rendah?</p>
<p>Tuhan tahu sesuatu yang saya tidak akan pernah tahu, yang pikiran saya tidak bisa cerna.</p>
<p><strong>Iman &#8220;jika&#8221;</strong></p>
<p>Akhir kata, kembali ke cerita patung lembu emas. Saya berpikir kenapa orang Israel memutuskan untuk membuat patung itu. Yang saya perhatikan iman yang mereka punya pada saat itu adalah iman &#8220;jika&#8221;. Saya mau percaya Tuhan jika Dia mau menjawab doa saya sekarang juga. Saya mau percaya Tuhan kalau saya bisa melihat jelas tuntunan Tuhan dalam hidup saya. Saya mau ikut Tuhan jika Tuhan memberkati saya. Ah, kalau saya melihat slogan beberapa gereja jaman sekarang yang menggembar-gemborkan &#8220;multiplication dan promotion&#8221;, rasanya saya ingin mengajak mereka merenungkan kembali cerita lembu emas.</p>
<p>Iman kita mengikut Tuhan, janganlah iman &#8220;jika&#8221;, tapi iman &#8220;walaupun&#8221;. Bisakah kita mengatakan <strong>&#8220;Saya mau ikut Tuhan walaupun&#8230;&#8221;</strong></p>
<p>Immanuel!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/saya-mau-ikut-tuhan-walaupun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasa tidak aman</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/rasa-tidak-aman/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/rasa-tidak-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 05:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1976</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi seorang yang akan menikah biasanya berkaitan dengan masa depan. Misalnya, sebelum menikah, saya dan Loren banyak berdiskusi tentang persiapan pernikahan. Kita mempersiapkan diri dengan membaca buku tentang pernikahan, salah satunya yang bagus ada buku karangan Gary Chapman yang berjudul &#8220;Things I Wish I&#8217;d Known Before We Got Married&#8221;. Kita juga mempersiapkan untuk pesta pernikahan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diskusi seorang yang akan menikah biasanya berkaitan dengan masa depan. Misalnya, sebelum menikah, saya dan Loren banyak berdiskusi tentang persiapan pernikahan. Kita mempersiapkan diri dengan membaca buku tentang pernikahan, salah satunya yang bagus ada buku karangan Gary Chapman yang berjudul &#8220;Things I Wish I&#8217;d Known Before We Got Married&#8221;. Kita juga mempersiapkan untuk pesta pernikahan, dengan segala detailnya. Sebisa mungkin dipersiapkan biar lancar.</p>
<p>Kami juga berdiskusi tentang hal-hal yang lain yang saya yakin pasangan lain juga selalu diskusikan sebelum menikah. Misalnya, nanti mau punya anak berapa. Kami ingin mendidik anak dengan cara bagaimana. Terus tentang dimana kita mau menetap, bagaimana pekerjaan kita. Semua hal-hal ini awalnya baik dalam artian, kita menjalani hidup dengan bertanggung jawab, kita merencanakan hidup ini dengan prudent.</p>
<p>Tetapi, sangatlah mudah untuk jatuh ke arah ketidakamanan atau insecurity. Saya bersyukur, diingatkan lagi oleh video di bawah ini:</p>
<p><object width="500" height="375"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/LA_uwWPE6lQ?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/LA_uwWPE6lQ?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="375" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Kita begitu fokus dengan hidup kita, hidup kita di dunia, kita rencanakan dengan baik. Saking baiknya, kita bisa lengah dan lupa akan hidup kita yang lebih penting. Dimanakah kita akan menghabiskan eternity? Surga atau neraka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/rasa-tidak-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keagungan Tuhan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/keagungan-tuhan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/keagungan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 04:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Amazed]]></category>
		<category><![CDATA[God is great]]></category>
		<category><![CDATA[Humbled]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1973</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menulis post ini, satu hal yang saya pikirkan, &#8220;God really loves you and me and He&#8217;s serious about it&#8221; Beberapa hari lalu, rasanya cape banget seharian beraktifitas dari pagi sampe malem. Dan sebelum tidur, saya nemu video yang membuat saya merasa humbled dan takjub akan Tuhan. Kita semua pasti udah pernah lihat gambar di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menulis post ini, satu hal yang saya pikirkan, <strong>&#8220;God really loves you and me and He&#8217;s serious about it&#8221;</strong></p>
<p>Beberapa hari lalu, rasanya cape banget seharian beraktifitas dari pagi sampe malem. Dan sebelum tidur, saya nemu video yang membuat saya merasa humbled dan takjub akan Tuhan. Kita semua pasti udah pernah lihat gambar di bawah ini, yang perbandingan ukuran bumi dengan planet-planet yang lain.</p>
<p><img src="http://www.kiroastro.com/images/perspective/sun1.jpg" alt="Earth and the other planets" /></p>
<p>Dari gambar ini aja, bumi itu kecil sekali kalau dibandingan dengan planet lain, apalagi dengan matahari. Nah video yang saya tonton itu ini:</p>
<p><object width="500" height="375"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/3Ya12I036lg?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/3Ya12I036lg?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="375" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Pas lagi cape-cape, melihat video ini saya berpikir beberapa hal. Yang pertama, betapa agungnya Tuhan dan ciptaanNya. Yang kedua, betapa kecilnya kita. Yang ketiga, Tuhan yang begitu agung mengasihi kita yang kecil begini. Segitu berharganya kita di mata Tuhan sampai Tuhan masih peduli dengan hidup kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/keagungan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagu jaman sekarang</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/lagu-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/lagu-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 20:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1965</guid>
		<description><![CDATA[Saya orang yang suka dengerin musik. Kalau di mobil, biasanya setel radio. Dan biasanya kalau ada lagu yang catchy atau iramanya gampang dicerna, bisa terbayang-bayang di otak, dan tanpa sadar saya mulai ikutan nyanyi. Kemarin ini sempat dengerin lagu yang iramanya saya suka, penyanyinya Cee Lo, trus pas saya perhatiin lagi liriknya, parah bener, judul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya orang yang suka dengerin musik. Kalau di mobil, biasanya setel radio. Dan biasanya kalau ada lagu yang catchy atau iramanya gampang dicerna, bisa terbayang-bayang di otak, dan tanpa sadar saya mulai ikutan nyanyi. Kemarin ini sempat dengerin lagu yang iramanya saya suka, penyanyinya Cee Lo, trus pas saya perhatiin lagi liriknya, parah bener, judul lagunya udah vulgar, banyak F* bomb.<span id="more-1965"></span></p>
<p>Kalau saya ngga perhatiin liriknya, bisa jadi kaya yang di video ini:</p>
<p><object width="500" height="375"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Q79U3KafaXs?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Q79U3KafaXs?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="375" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Lalu saya penasaran, apa sih lagu yang yang ngetrend sekarang ini. Top 5 Songs dari <a href="http://www.billboard.com/charts/hot-100#/charts/hot-100?order=position" target="_blank">Billboard</a> untuk minggu ini:</p>
<p><strong> 1. Adele &#8211; Someone Like You</strong><br />
Ceritanya tentang seorang wanita yang mantannya sudah move on dalam hidup dan menikah dengan wanita lain. Jadi wanita ini bilang kalau dia ingin mencari pasangan hidup seperti mantannya ini. Pas mendengar lagu ini, kesan broken-hearted terasa sekali.</p>
<p><strong>2. Maroon5 ft. Christina Aguilera &#8211; Moves Like Jagger</strong><br />
Jagger itu refer ke nama penyanyi rock, Mick Jagger. Penyanyi lagu ini ceritanya pengen jadi seperti Mick Jagger, penyanyi rock yang terkenal jaman dulu itu. Beberapa cuplikan dari liriknya:</p>
<blockquote><p>Take me by the tongue<br />
And I&#8217;ll know you<br />
Kiss me &#8217;til you&#8217;re drunk<br />
And I&#8217;ll show you<br />
&#8230;<br />
I don&#8217;t need to try to control you<br />
Look into my eyes and I&#8217;ll own you</p></blockquote>
<p><strong>3. Foster The People &#8211; Pumped Up Kicks</strong><br />
Liriknya cerita kenakalan seorang anak yang bermain-main dengan shotgun punya bapaknya. Bapaknya bekerja seharian, jadi selalu terlambat pulang ke rumah. Berikut liriknya:</p>
<blockquote><p>He&#8217;s got a rolled cigarette, hanging out his mouth he&#8217;s a cowboy kid.<br />
Yeah he found a six shooter gun.<br />
In his dads closet hidden in a box of fun things, and I don&#8217;t even know what.<br />
But he&#8217;s coming for you, yeah he&#8217;s coming for you.<br />
..<br />
Daddy works a long day.<br />
He be coming home late, yeah he&#8217;s coming home late.</p>
<p>Chorusnya:<br />
All the other kids with the pumped up kicks you&#8217;d better run, better run, outrun my gun.</p></blockquote>
<p><strong>4. LMFAO &#8211; Party Rock Anthem</strong><br />
Kalau lagu ini dari nama band-nya aja udah ngaco. Liriknya pun bisa ditebak, isi mengajak untuk berpesta pora. Dari liriknya juga terlihat:</p>
<blockquote><p>Party rock is in the house tonight<br />
Everybody just have a good time<br />
And we gonna make you lose your mind<br />
Everybody just have a good time<br />
Dan lirik lanjutannya, saya ngga rela untuk memasukkannya di blog ini, terlalu vulgar.</p></blockquote>
<p><strong>5. Nicki Minaj &#8211; Super Bass</strong><br />
Liriknya cerita tentang seorang wanita yang mencari seorang pria. Jaman sudah terbalik ya sampai sekarang wanita yang mencari pasangan hidup, bukan sebaliknya. Cuplikan liriknya:</p>
<blockquote><p>When he make it drip, drip kiss him on the lip, lip<br />
That&#8217;s the kind of dude I was lookin&#8217; for<br />
&#8230;<br />
He just gotta give me that look, when he give me that look<br />
Then the panties comin&#8217; off, off, uh</p></blockquote>
<p>Di posisi nomer 6 dan seterusnya, masih ada Lady Gaga, Katy Perry, dan penyanyi-penyanyi lain yang saya ngga pernah dengar namanya. Tapi dengan lagu yang bertema kekerasan, seks, abusive relationship, pesta pora, kebayang <strong>reaksi macam apa yang didapat dari orang yang mendengarnya?</strong></p>
<p>Wew. Ngga aneh kalau kesehatan mental orang jaman sekarang lumayan mengkhawatirkan. Mungkin begitu ada trigger untuk berbuat anarkis aja, bisa langsung keluar sisi kekerasannya. Sama seperti kerusuhan di Vancouver dan Inggris beberapa waktu lalu. Anak belasan tahun pun ikut-ikutan menjarah. Moralnya bobrok.</p>
<p><strong>Lagu apa yang kita dengar mempengaruhi bagaimana kita menyikapi hidup</strong>. Btw, lagu rohani jaman sekarang yang kontemporer, kesannya juga banyak yang &#8220;hauling&#8221;, kaya bersifat seperti raungan hidup, lamenting, beda dengan lagu-lagu rohani jaman dulu yang seperti lagunya Don Moen. Atau lagu-lagu hymn.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/lagu-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reformed Evangelical</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/reformed-evangelical/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/reformed-evangelical/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 20:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Teologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1961</guid>
		<description><![CDATA[Some interesting moments: 12:15, 22:25, 28:45. I sat across Dr. Tong once on a flight from Taipei to Jakarta. I greeted him, introduced myself briefly. Apart from his perspective on reformed theology which has introduced controversy among reformed churches in Indonesia, I admire his hard work and his unwavering commitment to preach the Gospel. I [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6wsmlaaBJAY?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/6wsmlaaBJAY?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Some interesting moments: 12:15, 22:25, 28:45.</p>
<p>I sat across Dr. Tong once on a flight from Taipei to Jakarta. I greeted him, introduced myself briefly. Apart from his perspective on reformed theology which has introduced controversy among reformed churches in Indonesia, I admire his hard work and his unwavering commitment to preach the Gospel. I quietly pray that God will use each us to take part in preaching the true Gospel, the one and only from the Bible.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/reformed-evangelical/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibacanya besok ya</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/dibacanya-besok-ya/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/dibacanya-besok-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 00:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Taat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1952</guid>
		<description><![CDATA[Blog post ini buat besok. Dibacanya besok ya. Sabar ya. Yeii&#8230;dibilangin bacanya besok! Maksa banget sih! Haha. Hari ini saya mengajarkan hal serupa pada anak sekolah minggu. Belajar tentang ketaatan, cerita Adam dan Hawa, yang udah dibilangin jangan makan buah pohon pengetahuan tapi ngga patuh, dan akhirnya here we are, kita semua jatuh dalam dosa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog post ini buat besok. Dibacanya besok ya.<br />
Sabar ya.</p>
<p><span id="more-1952"></span><br />
Yeii&#8230;dibilangin bacanya besok! Maksa banget sih! Haha.</p>
<p>Hari ini saya mengajarkan hal serupa pada anak sekolah minggu. Belajar tentang ketaatan, cerita Adam dan Hawa, yang udah dibilangin jangan makan buah pohon pengetahuan tapi ngga patuh, dan akhirnya <em>here we are</em>, kita semua jatuh dalam dosa, suatu hal yang membuat jurang antara Tuhan dan kita. </p>
<p>Dan syukurnya, Yohanes 3:16, karena Tuhan begitu mengasihi kita, <span style="text-decoration: underline;">siapapun</span> yang percaya tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. Dosa itu menipu, seolah-olah enak, padahal selalu ada harga yang harus dibayar kalau kita tidak taat.</p>
<blockquote><p>Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (Amsal 1:7)</p></blockquote>
<p>Mari kita bersaat teduh sejenak selama 5 menit, mulailah dengan kalimat, &#8220;Tuhan, ini aku&#8230;&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/dibacanya-besok-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prioritas</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 06:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1946</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wah, maaf saya tidak ada waktu untuk ____ &#8221; . Silahkan isi bagian yang kosong dengan aktifitas kita yang semakin hari semakin banyak. Tapi apakah iya kita tidak ada waktu? Ini sebenarnya lebih ke arah prioritas. Misalnya, ketika seseorang diminta membantu melakukan kegiatan A, alasan yang sering dilontarkan, wah saya sibuk, tidak ada waktu. Padahal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/09/prioritas.jpg" alt="" title="prioritas" width="296" height="299" class="alignright size-full wp-image-1947" />&#8220;Wah, maaf saya tidak ada waktu untuk ____ &#8221; . Silahkan isi bagian yang kosong dengan aktifitas kita yang semakin hari semakin banyak. Tapi apakah iya kita tidak ada waktu? Ini sebenarnya lebih ke arah prioritas. Misalnya, ketika seseorang diminta membantu melakukan kegiatan A, alasan yang sering dilontarkan, wah saya sibuk, tidak ada waktu. Padahal, orang yang bersangkutan masih ada waktu untuk kegiatan yang lain. Jadi sebenarnya, waktunya sih ada, cuma prioritas untuk kegiatan A lebih rendah dibanding kegiatan lain. <strong>Waktu kalau mau disempat-sempatin, pasti bisa</strong>.</p>
<p>Sekedar berpikir tentang prioritas Tuhan, apakah Tuhan setiap harinya buka Microsoft Outlook atau Google Calendar? Dan isinya ada mungkin jutaan miliar triliun tasks dan meeting appointment. Bagaimana Tuhan mengatur prioritas dari itu semua? Saya tidak tahu, tapi cuma sekedar pemikiran, andaikata urusan dosa bukanlah prioritas, mungkin Tuhan tidak akan repot-repot mengirim Yesus Kristus. Mungkin kalau dosa tidak berujung maut, Tuhan bakalan lebih &#8220;cincai&#8221;. Atau kalau manusia bukanlah prioritas utama Tuhan, tentu kita udah dicuekin dari dulu, dari sejak kejatuhan dalam dosa, atau bahkan kita tidak akan pernah diciptakan? </p>
<p>Pemikiran sekarang, kalau hidup dan keselamatan kita adalah prioritas Tuhan, apa yang jadi prioritas kita sekarang?</p>
<p>Saya belakangan merasa waktu 24 jam itu kurang. Kerja dari jam 9 pagi, baru juga bales-bales email, briefing tugas, eh tau-tau udah jam 12. Demikian seterusnya, bekerja ini itu, tau-tau udah jam 5 lebih. Sepulang kerja, lanjut lagi kegiatan ini itu. Yang paling menyedihkan, kadang tidak ada waktu untuk Tuhan.</p>
<p>Ada ungkapan &#8220;Never make someone your priority, when they only make you an option&#8221;. Kalau Tuhan berpegang pada ungkapan ini, sudah habislah saya. Ah saya perlu belajar mengatur prioritas hidup ini lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perenungan &#8211; 2 Timotius 2</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/perenungan-2-timotius-2/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/perenungan-2-timotius-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2011 06:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1943</guid>
		<description><![CDATA[Ayat perenungan sebelum tidur, diambil dari 2 Timotius 2 2:4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 2:5) Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 2:6) Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat perenungan sebelum tidur, diambil dari 2 Timotius 2</p>
<blockquote><p>2:4) Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.<br />
2:5) Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.<br />
2:6) Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.<br />
2:7) Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.</p></blockquote>
<p>Komentar menarik dari ESV bible study:</p>
<ul>
<li>Ayat 4 sering disalahartikan bahwa kita diminta memisahkan hal-hal sekuler dari hal-hal spritual. Padahal, hidup ini ya untuk dijalani dengan sepenuhnya spiritual, tidak mengotak-ngotakan area kehidupan.</li>
<li>Ayat 7, kata-kata yang menarik &#8220;pengertian dalam <strong>segala</strong> sesuatu&#8221; kalau kita memikirkan apa yang ditulis oleh Paulus (i.e. ayat-ayat di Alkitab).</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/perenungan-2-timotius-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Loving, hopeful and optimistic</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/loving-hopeful-and-optimistic/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/loving-hopeful-and-optimistic/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 15:07:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1937</guid>
		<description><![CDATA[Quoted from Jack Layton&#8217;s last letter before he passed away: “My only other advice is to cherish every moment with those you love at every stage of your journey, as I have done this summer.” “My friends, love is better than anger. Hope is better than fear. Optimism is better than despair. So let us [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Quoted from Jack Layton&#8217;s <a href="http://www.theglobeandmail.com/news/politics/ottawa-notebook/laytons-last-words-love-is-better-than-anger-hope-is-better-than-fear/article2137381/">last letter</a> before he passed away:</p>
<blockquote><p>“My only other advice is to cherish every moment with those you love at every stage of your journey, as I have done this summer.”</p>
<p>“My friends, love is better than anger. Hope is better than fear. Optimism is better than despair. So let us be loving, hopeful and optimistic. And we’ll change the world.”</p></blockquote>
<p>People come and go, life may not go well sometimes, but I am really grateful for I am going through every bit and pieces of life with my LORD and loved ones. Ah&#8230;joy comes in the morning just as sure as the sun rises each and every day.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/loving-hopeful-and-optimistic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak adil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 07:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1931</guid>
		<description><![CDATA[Di Indonesia, menjadi minoritas punya tantangan dan masalah sendiri. Diskriminasi yang sudah menahun sampai mempengaruhi bagaimana saya dibesarkan. Orang tua saya selalu menasihatkan, &#8220;Jangan cari masalah, hindari urusan dengan jaksa dan polisi&#8221;. Maklum, hukum di Indonesia yang amburadul emang menempatkan kaum minoritas di posisi yang tidak berdaya. Akibat dari nasihat di atas, setiap kali saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/08/tidak_adil.jpg" alt="" title="tidak_adil" width="229" height="207" class="alignright size-full wp-image-1933" />Di Indonesia, menjadi minoritas punya tantangan dan masalah sendiri. Diskriminasi yang sudah menahun sampai mempengaruhi bagaimana saya dibesarkan. Orang tua saya selalu menasihatkan, &#8220;Jangan cari masalah, hindari urusan dengan jaksa dan polisi&#8221;. Maklum, hukum di Indonesia yang amburadul emang menempatkan kaum minoritas di posisi yang tidak berdaya.</p>
<p>Akibat dari nasihat di atas, setiap kali saya menyetir, apabila diserempet orang, walaupun bukan salah saya, selalu ujung-ujungnya disuru mengalah. Tapi mungkin saya dari dulu ngga terlalu nurut. Saya masih ingat waktu saya SMP, anak kampung panggil saya &#8220;Cina! Cina!&#8221; dan lalu mulai melempar batu kerikil. Waktu itu saya tidak terima, akhirnya saya kejar dan begitu saya tarik kerah lehernya, anak kampung itu minta ampun. <span id="more-1931"></span></p>
<p>Itu urusan dengan anak kampung. Pernah lagi urusan dengan anak satu komplek. Pernah ketika saya SMA, pulang sekolah, naek motor, mereka sedang main di jalan, saya lewat dengan kecepatan rendah, eh malah diteriakin, maafkan bahasanya, &#8220;Laun saeutik, anjing!&#8221; kalau ditranslate, &#8220;Pelan sedikit, anjing!&#8221;. Helm saya dipukul. Dan berhenti lah saya dan turun dari motor, dan ditahan orang-orang buat berantem. Akhirnya masalah diselesaikan di tingkat orang tua, orang tua saya ngobrol dengan orang tua anak itu. Dan yah&#8230;di tingkat orang tua, masalah gampang aja selesai, masing-masing pihak minta maaf. Saya tetap merasa dongkol.</p>
<p>Dan masih ada beberapa kisah lain dimana saya pernah diludahi orang pas naik motor, tapi orangnya langsung kabur pas saya coba kejar. Pernah juga di tengah macet, mobil saya terus dipepet sampe spion terlipat, malah orang yang salah yang lebih galak. Kisah yang dialami abang saya pun ngga kalah serunya, dia malah pernah hampir dirampas motornya, sampai-sampai sejak itu dia sedia pentungan kayu di motornya.</p>
<p>Dari kisah-kisah ini, pertanyaan yang selalu muncul adalah, <strong>dimanakah keadilan itu</strong>?</p>
<p>Saya merenung, peristiwa-peristiwa yang saya alami di atas, secara tidak sadar, membentuk karakter yang keras dalam diri saya. Sungguh karakter ini <strong>tidak mendatangkan damai sejahtera</strong> di dalam hati saya. Karena hati ini selalu dipenuhi dengan rasa kesal ingin mendapatkan keadilan yang saya layak dapatkan.</p>
<p>Di Canada, syukurnya, masalah lalu lintas tidak separah di Indonesia, dan masalah diskriminasi tidak se-eksplisit seperti di Indonesia. Tetapi tetap saja, ketika diperlakukan tidak adil, rasanya keki bukan main. Beberapa bulan lalu ketika pergi bersama keluarga, ketika mobil kami akan parkir, tahu-tahu diserobot anak muda. Anak muda itu tanpa muka bersalah, berjalan dengan muka yang bikin geram. Saat itu, memori masa lalu kembali, dalam pikiran saya bergumul, ladenin jangan, ladenin jangan, dan akhirnya saya mengalah.</p>
<p>Hari ini pun demikian, saya ceroboh ketika akan belok, saya tidak memperhatikan ada taksi yang akan lewat. Akhirnya supir taksinya, mengumpat dengan keras, &#8220;@#$%^&#038;%&#8221;. Pengennya sih, saya turun dan marahin balik, saya merasa saya salah, tapi saya tidak selayaknya diteriaki seperti itu. Tapi akhirnya saya ingat untuk tidak membalas, akhirnya saya minta maaf sama supir taksi itu.</p>
<p>Entahlah, banyak situasi hidup ini yang meneriakan, &#8220;Tidak adil!&#8221;, dan hal ini mungkin sudah membentuk karakter yang keras, karakter yang tidak ingin mengalah malah ingin membalas kejahatan dengan kejahatan. Tapi dalam hati kecil ini saya tahu saya harus kembali pada kebenaran yang mendasar. </p>
<p>Kita ini bukan hakim yang menentukan keadilan. <strong>Allah sendirilah yang menjadi hakim, dan Dia jauh lebih mengerti daripada kita mengenai berbagai rencana dan tujuan-Nya</strong>. Ini bukan masalah keadilan. Pada akhirnya, ini mengenai kepercayaan kepada Allah yang setia, yang benar-benar tahu apa yang sedang dilakukan-Nya. </p>
<blockquote><p>&#8220;Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil&#8221; (Ulangan 32:4).</p></blockquote>
<p>Hidup tak pernah tampak adil. Namun, jika kita memercayai Allah, kita selalu tahu bahwa Dia setia. Tuhan, tolong kami.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mentalitas limun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 06:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1922</guid>
		<description><![CDATA[Papa saya pernah mendidik anak-anaknya dengan suatu ungkapan. Kurang lebih katanya, &#8220;Jangan bermental seperti limun (minuman bersoda)&#8221;. Pas botolnya dibuka, isinya naik terus langsung turun. Maksud papa saya adalah, kalau mengerjakan segala sesuatu, kerjakan sampai tuntas. Nasihat ini sebenarnya diberikan ke abang saya di saat dia menulis skripsi yang lumayan berlarut-larut. Maklum ketika abang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1923" title="Soft_Drinks" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/08/Soft_Drinks.jpg" alt="" width="200" height="200" />Papa saya pernah mendidik anak-anaknya dengan suatu ungkapan. Kurang lebih katanya, &#8220;Jangan bermental seperti limun (minuman bersoda)&#8221;. Pas botolnya dibuka, isinya naik terus langsung turun. Maksud papa saya adalah, <strong>kalau mengerjakan segala sesuatu, kerjakan sampai tuntas</strong>. Nasihat ini sebenarnya diberikan ke abang saya di saat dia menulis skripsi yang lumayan berlarut-larut. Maklum ketika abang saya kuliah dulu, dia juga merangkap jadi guru agama di almamaternya, SMUN 3. Salah membagi waktu, bisa ribet jadinya.</p>
<p>Seperti saya ceritakan di beberapa post sebelumnya, sekarang ini saya lagi memfokuskan diri ke persiapan pernikahan, pergumulan gereja, pergumulan pekerjaan, keluarga, dst. <span id="more-1922"></span>Ternyata menikah itu cukup banyak yang perlu diurus. Walaupun masih akan menikah tahun depan, to-do listnya cukup banyak, syukurnya banyak juga yang membantu. Pergumulan di gereja pun cukup besar, sampai sekarang masih mencari calon gembala yang baru, dan juga pergumulan setiap komisi. Pekerjaan pun kadang menguras energi, apalagi kalau lagi handle escalated issues. Segudang masalah, awalnya semangat saya tinggi, lama-lama turun juga seperti limun. Karena hal-hal di atas juga, saya sementara ini memutuskan untuk berhenti ambil kelas di UBC &amp; Willingdon Church. Waktu untuk membaca buku pun berkurang.</p>
<p>Saya merasa tahun ini sangat penting, karena apa yang akan saya jalani di masa depan akan dipengaruhi dari respon yang saya berikan sepanjang tahun ini untuk dengan sekuat tenaga berusaha menyelesaikan segala sesuatu (yang baik dan benar) sampai tuntas. Tahun depan adalah babak baru dalam hidup saya. Puji dan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang mengingatkan kembali untuk memberikan <strong>sense of urgency</strong>:</p>
<blockquote><p><strong>1. Pengkhotbah 9:10</strong> -&gt; Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.</p>
<p><strong>2. Efesus 5:15-16</strong> -&gt; Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.</p>
<p><strong>3. Lukas 13:7-9</strong> -&gt; Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: “Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” Jawab orang itu: “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”</p>
<p><strong>4. Yesaya 59:1-2</strong> -&gt; Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.</p></blockquote>
<p>Dari ayat di atas, saya belajar apa artinya dedikasi. Mungkin sebagian dari kita masih ingat <a href="http://www.titiw.com/2007/06/24/doraemon-ending/">cerita akhir</a> dari komik Doraemon? Doraemon ‘off’ karena kehabisan battery dan jika batterynya diganti, memori Doraemon akan reset sehingga semua memori kebersamaan dengan Nobita cs akan hilang. Nobita tidak rela. Dia sedih. Kesedihan yang mencekam dan menyentuh dasar hati Nobita yang terdalam. Sejak itu, Nobita berusaha keras untuk ‘menghidupkan’ Doraemon kembali sedemikian hingga memori Doraemon tidak lenyap. Nobita mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Doraemon. Kenapa? Karena Nobita sayang sekali Doraemon (seperti dalam lirik lagunya).</p>
<p>Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, hanya Tuhan yang tahu. Tetapi saya ingin mendedikasikan hidup saya untuk Tuhan. Bukan untuk mendapatkan sesuatu, saya sudah mendapatkan segala sesuatu karena saya memiliki Dia. Saya tidak ingin berlama-lama tinggal di masa lalu karena tidak ada gunanya, bahkan merugikan. Mungkin tidak semua yang saya inginkan/rencanakan akan terjadi, tapi setidaknya saya ingin melakukan sesuatu dalam hidup ini. Dua tahun belakangan ini saya sungguh syukuri karena:</p>
<ul>
<li>Saya menemukan jati diri saya yang baru ketika saya &#8220;dipaksa&#8221; pindah ke Vancouver. Ketika pindah, saya memulai hidup dengan ketidakpastian. Tapi justru karena ketidakpastian inilah, saya menemukan kepastian sejati di dalam Tuhan.</li>
<li>Tuhan memberikan teman-teman yang membangun. Tanpa lingkungan yang positif, saya tidak akan pernah bisa seperti saya sekarang.</li>
<li>Saya dipertemukan dengan Loren dan kami akan menikah tahun depan. Puji syukur Tuhan tuntun terus kami dalam persiapan pernikahan</li>
<li>Pemeliharaan yang Tuhan terus berikan dari hari ke hari. Sungguh amazing.</li>
</ul>
<p>Dan ada banyak hal lainnya yang sungguh saya bersyukur. Terima kasih atas doa, kepedulian, motivasi yang teman-teman berikan. Saya semakin percaya bahwa Tuhan mengizinkan kita mengalami kesulitan dan tantangan semata-mata agar kita berpaling kepada Dia dan mengandalkan-Nya!</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/DHj7ejbL9cg?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/DHj7ejbL9cg?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>66 tahun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/66-tahun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/66-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 07:01:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1919</guid>
		<description><![CDATA[Entah sekarang di rumah masih harus pasang bendera atau ngga, tapi saya ingat dulu setiap tahunnya, kami wajib untuk pasang bendera merah putih setiap tujuh belas agustus. Bahkan dalam beberapa kesempatan, papa sempat menghias rumah dengan lampu kelap-kelip. Rumah tampak lebih meriah, bahkan lebih meriah jikalau dibandingkan pas natal dan tahun baru. Saya belum pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/08/Indo.jpg" alt="" title="HUT RI" width="180" height="181" class="alignright size-full wp-image-1920" />Entah sekarang di rumah masih harus pasang bendera atau ngga, tapi saya ingat dulu setiap tahunnya, kami wajib untuk pasang bendera merah putih setiap tujuh belas agustus. Bahkan dalam beberapa kesempatan, papa sempat menghias rumah dengan lampu kelap-kelip. Rumah tampak lebih meriah, bahkan lebih meriah jikalau dibandingkan pas natal dan tahun baru.</p>
<p>Saya belum pernah tanya pada papa saya, apa alasan dia pasang bendera. Apakah karena keharusan, atau karena kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia, mensyukuri kemerdekaan. Entah seberapa besar rasa kebangsaan papa, satu hal yang saya tahu pasti beliau mengabdi pada negara 20-sekian tahun, dan di rumah ada piagam yang mengatakan negara berterima kasih atas bakti papa. Piagam yang cukup membanggakan, setidaknya bagi saya anaknya.<span id="more-1919"></span></p>
<p>Kemarin saya tergelitik dengan banyaknya ucapan &#8220;Merdeka!&#8221; yang bertebaran di facebook. Apa benar sudah merdeka? Mungkin maraknya korupsi dan bobroknya dunia politik Indonesia membuat rasanya kemeriahan dirgahayu Indonesia masih jauh dari hati saya. Yang dominan adalah rasa terenyuh. Ah, sepertinya, 66 tahun belum cukup untuk mendidik 200 sekian juta orang untuk menjadi bangsa yang besar.</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/khUSUoYzgz4?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/khUSUoYzgz4?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/66-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iman selalu disertai pergumulan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/iman-selalu-disertai-pergumulan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/iman-selalu-disertai-pergumulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 21:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1914</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, saya sempat bergumul tentang topik &#8220;Karunia Roh Kudus&#8221;. Pergumulan saya adalah salah satu pergumulan klasik denominasi Kristen konservatif dan Kristen karismatik, yakni tentang bahasa roh. Saya berpegang pada pendirian bahwa bahasa roh bukan indikasi bahwa seseorang sudah dipenuhi Roh Kudus. Namun perkataan orang yang masih saya ingat sampai sekarang adalah, &#8220;Kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun yang lalu, saya sempat bergumul tentang topik &#8220;Karunia Roh Kudus&#8221;. Pergumulan saya adalah salah satu pergumulan klasik denominasi Kristen konservatif dan Kristen karismatik, yakni tentang bahasa roh. Saya berpegang pada pendirian bahwa bahasa roh bukan indikasi bahwa seseorang sudah dipenuhi Roh Kudus. Namun perkataan orang yang masih saya ingat sampai sekarang adalah, &#8220;Kamu tidak bisa berbahasa roh karena kamu kurang beriman&#8221;</p>
<p>Statemen ini begitu tajam sehingga membuat saya berpikir tentang hal-hal dasar ke-Kristenan yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Apakah itu iman? Saya punya satu ilustrasi, misalnya saya berkata kalau saya punya uang $1 di kantong saya, apakah anda percaya? Kalau anda percaya, itulah iman. Kalau saya sampai harus mengeluarkan uang $1 itu dan anda melihat itu, itu bukan iman lagi, tapi itu adalah pengetahuan umum (plain knowledge).</p>
<p><a href=" http://www.billygraham.org/articlepage.asp?articleid=4642">Billy Graham punya pendapat</a> yang beda lagi tentang iman. Misalnya sekarang kita lagi duduk di sebuah kursi. Sebelum kita duduk, kita tidak memeriksa apakah kursi itu kuat menopang kita. Soalnya kita sudah melakukan hal itu berulang kali, adalah lazim kursi jaman sekarang sanggup menopang badan kita. Iman pada Tuhan tidak buta karena Tuhan sudah menjadi manusia dan menebus dosa kita. Itulah dasar iman kita kepada Tuhan.</p>
<p>Dua pandangan di atas sedikit berbeda, dua-duanya ada benarnya. Adalah benar, beriman adalah mempercayai sesuatu tanpa melihat. Dan juga adalah benar, beriman adalah percaya sesuatu karena kita tahu Tuhan Yesus sudah menebus dosa kita, dan hidup kita adalah untuk kemuliaan-Nya.</p>
<p>***</p>
<p>Belakangan ini saya cukup disibukkan berbagai hal. Ada banyak hal yang perlu saya urus berkaitan dengan persiapan pernikahan, kesibukan/pergumulan di tempat bekerja, pergumulan masa depan gereja, pikiran tentang keluarga/orang tua yang jauh di Indonesia, dan lain-lain. Semua hal ini kadang membuat saya berpikir bahwa Tuhan tidak berada di dekat saya, saya merasa jauh dari Tuhan. Saya jadi ingat statement awal tadi dan bertanya pada diri sendiri, apakah saya kehilangan iman saya pada Tuhan?</p>
<p>Syukurlah, Tuhan adalah Tuhan yang mengasihi saya. Saya mendapatkan jawaban/jaminan dari Alkitab itu sendiri. Kemarin ketika saya bersaat teduh saya membaca dari Hakim-hakim 6. Tentang bagaiman Gideon diangkat jadi hakim. Ketika malaikat Tuhan menampakkan diri dan berfirman bahwa Tuhan menyertai Gideon dan berencana memakai Gideon untuk menyelamatkan orang Israel melawan orang Midian. Respon Gideon adalah, &#8220;Ah tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang Tuhan membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkraman orang Midian.</p>
<p>Gideon menunjukkan sikap ragu-ragu akan penyertaan Tuhan. Dan kalau kita ingat-ingat lagi, Gideon bukanlah orang pertama. Ketika Tuhan memanggil Musa juga sama kasusnya, Musa tidak yakin akan rencana Tuhan dalam hidupnya. Musa juga punya attitude, &#8220;Tuhan, masa iya sih aku yang kau pilih?&#8221;. Yusuf pun demikian, ketika apa yang mimpikan (bahwa saudara-saudaraNya akan sujud di hadapannya) tidak terjadi dalam waktu singkat. Janji Tuhan tidak langsung digenapi. Penglihatan dari Tuhan tidak terjadi begitu saja pada Yusuf, dia harus melalui beragam peristiwa dahulu. Daud pun sama, dia tidak begitu percaya diri ketika dia dipilih Tuhan. Seperti Daud, Musa, Yusuf, Gideon, dan tokoh Alkitab lain, ada titik dalam hidup kita dimana kita meragukan janji Tuhan dan juga merindukan Tuhan. </p>
<p>***</p>
<p>Ketika saya melihat betapa banyak masalah yang saya hadapi, saya melihat pengalaman saya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan/percaya. (My experience does not match my belief). Tapi lagi-lagi kembali ke paragraf awal. Kalau pengalaman saya selalu sesuai dengan apa yang saya harapkan/percaya, ini bukanlah iman. Iman selalu disertai pergumulan. Iman tanpa pergumulan adalah pengetahuan umum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/iman-selalu-disertai-pergumulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Were you there when they crucified my Lord</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/were-you-there-when-they-crucified-my-lord/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/were-you-there-when-they-crucified-my-lord/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 22:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1916</guid>
		<description><![CDATA[Can you imagine the scene in Matthew 26:38-42? When Jesus says, &#8220;My soul is exceedingly sorrowful, even to death&#8221;. And when Jesus begged the Father if this cup cannot be taken away. Can you imagine Jesus was praying to the Father and he was literally sweating blood? Is there any way you can take this [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Can you imagine the scene in Matthew 26:38-42? When Jesus says, &#8220;My soul is exceedingly sorrowful, even to death&#8221;. And when Jesus begged the Father if this cup cannot be taken away. Can you imagine Jesus was praying to the Father and he was literally sweating blood? Is there any way you can take this cup from me? How in the world is any dad look at his son who is begging him and begging him so bad that he was sweating blood?</p>
<p><a href=" http://www.youtube.com/watch?v=uuwdYGijCBI">Were you there when they crucified my Lord</a>? Do you remember the moment when you &#8220;got it?&#8221; When you first realized you loved God with your heart, mind, and soul?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/were-you-there-when-they-crucified-my-lord/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan, ini aku</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/07/tuhan-ini-aku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/07/tuhan-ini-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 06:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1912</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, ini aku Tersipuh dalam keagunganMu Didekap oleh anugerahMu Sekarang kutemukan kasih terbesar Pengorbanan terbesar Jangan biarkan aku tenggelam Dalam dunia dan fana Tuhan, ini aku Tuhan, aku kangen]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan, ini aku<br />
Tersipuh dalam keagunganMu<br />
Didekap oleh anugerahMu</p>
<p>Sekarang kutemukan kasih terbesar<br />
Pengorbanan terbesar<br />
Jangan biarkan aku tenggelam<br />
Dalam dunia dan fana<br />
Tuhan, ini aku<br />
Tuhan, aku kangen</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/07/tuhan-ini-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biasa-biasa sajalah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/07/biasa-biasa-sajalah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/07/biasa-biasa-sajalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 06:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1907</guid>
		<description><![CDATA[Anggap masalah itu seperti ujian kenaikan kelas, selesaikan soal-soalnya dengan doa, kerja keras dan keyakinan, maka kita pasti akan lulus dan naik kelas, tapi bukan berarti berhenti sampai disana. Tentu di kelas yang baru nanti akan ada ujian yang level-nya juga akan lebih tinggi dari kelas sebelumnya. Jadi, biasa-biasa sajalah menanggapi masalah. - Bokapnya si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><code>Anggap masalah itu seperti ujian kenaikan kelas, selesaikan soal-soalnya dengan doa, kerja keras dan keyakinan, maka kita pasti akan lulus dan naik kelas, tapi bukan berarti berhenti sampai disana. Tentu di kelas yang baru nanti akan ada ujian yang level-nya juga akan lebih tinggi dari kelas sebelumnya. Jadi, biasa-biasa sajalah menanggapi masalah.</code></p>
<p>- Bokapnya si Mora, tetangga yang juga teman SD/SMA</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/07/biasa-biasa-sajalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi apa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 20:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1902</guid>
		<description><![CDATA[Pas baca renungan dari ODB edisi hari Sabtu kemaren, saya jadi inget sama si Joshua, keponakan saya yang pinter dan bandel. Seperti anak kecil kebanyakkan, di usia dia sekarang emang lagi banyak belajar tentang hal-hal yang baru. Jadi kalau dia nanya, bisa panjang gak berenti-berenti. Joshua: "Lagi apa poh?" Popoh: "Lagi masak..." Joshua: "Masak apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pas baca renungan dari <a href="http://odb.org/2011/07/02/%E2%80%9Cwhatcha-doin%E2%80%99%E2%80%9D/">ODB edisi hari Sabtu kemaren</a>, saya jadi inget sama si Joshua, keponakan saya yang pinter dan bandel. Seperti anak kecil kebanyakkan, di usia dia sekarang emang lagi banyak belajar tentang hal-hal yang baru. Jadi kalau dia nanya, bisa panjang gak berenti-berenti.</p>
<blockquote><p><code>Joshua: "Lagi apa poh?"<br />
Popoh: "Lagi masak..."<br />
Joshua: "Masak apa poh?"<br />
Popoh: "Masak soto..."<br />
Joshua: "Soto apa poh?"<br />
Popoh: "Soto ayam..."<br />
Joshua: "Ayam apa poh?"<br />
dst</code></p></blockquote>
<p>Kadang, seperti yg dibilang di renungan itu, Tuhan itu nanya sama kita, &#8220;Lagi apa?&#8221;. Jawaban yang kita punya pasti macam-macam, bisa aja kita jawab, &#8220;Lagi cape, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi sedih, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi nonton tv, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi males-malesan, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi males ngomong sama Tuhan, Tuhan&#8221;.<span id="more-1902"></span></p>
<p>Apapun jawabannya, kita dipanggil untuk memperhatikan bagaimana kita menjalani hidup. Ada satu lagu yang menurut saya bagus liriknya, Steve Curtis Chapman &#8211; Do Everything. Liriknya:</p>
<blockquote><p><code>Little stuff big stuff in between stuff<br />
God sees it all the same<br />
And while I may not know you I bet I know you<br />
Wonder sometimes does it matter at all<br />
We’ll let me remind you it all matters just as long as you do</p>
<p>Everything you do to the glory of the One who made you<br />
Cause He made you<br />
To do every little thing that you do to bring a smile to His face<br />
And tell the story of grace with every move that you make<br />
And every little thing that you do</code></p></blockquote>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FEqdDdvFXZ0?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/FEqdDdvFXZ0?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panti Roslin</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 15:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan cerita Cpt. Budi Soehardi? Beliau punya channel di youtube: http://www.youtube.com/user/BudiSoehardi Ah, jauh dari hiruk pikuk dunia yang semakin self-centered ini, masih ada orang yang mau melayani dengan tulus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat dengan <a href="http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/">cerita Cpt. Budi Soehardi</a>? Beliau punya channel di youtube: http://www.youtube.com/user/BudiSoehardi</p>
<p>Ah, jauh dari hiruk pikuk dunia yang semakin self-centered ini, masih ada orang yang mau melayani dengan tulus.</p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dO8ENVtKix0?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/dO8ENVtKix0?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencuri</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 14:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1896</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan: Yohanes 10:1-10 Pencurian merupakan peristiwa kriminal merugikan yang kerap terjadi di sekitar kita. Pencurian uang, kendaraan, dan harta benda lainnya. Akan tetapi, tidak ada pencuri yang lebih profesional dari Iblis. Cara kerjanya sangat halus dan rapi sehingga banyak orang kristiani yang menjadi target Iblis seakan-akan tidak menyadari bahwa ada begitu banyak hal di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan: Yohanes 10:1-10</p>
<p>Pencurian merupakan peristiwa kriminal merugikan yang kerap terjadi di sekitar kita. Pencurian uang, kendaraan, dan harta benda lainnya. Akan tetapi, tidak ada pencuri yang lebih profesional dari Iblis. Cara kerjanya sangat halus dan rapi sehingga banyak orang kristiani yang menjadi target Iblis seakan-akan tidak menyadari bahwa ada begitu banyak hal di dalam hidupnya telah dicuri oleh Iblis. Mereka baru menyadari ketika segala sesuatu sudah habis.</p>
<p><strong>Apa saja yang kerap dicuri oleh Iblis?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Kegembiraan</strong>: Iblis ingin mencuri sukacita kita.</li>
<li><strong>Keyakinan</strong>: Iblis ingin kita meragukan Allah.</li>
<li><strong>Pendirian</strong>: Iblis ingin kita berdiri untuk sesuatu yang kosong.</li>
<li><strong>Belas kasihan</strong>: Iblis ingin kita menjadi egois, tidak memedulikan orang lain.</li>
<li><strong>Komitmen</strong>: Iblis ingin kita menjadi orang yang tidak berketetapan hati.</li>
<li><strong>Damai sejahtera</strong>: Iblis ingin kita hidup dalam kehampaan.</li>
<li><strong>Kepastian</strong>: Iblis ingin kita meragukan keselamatan yang kita terima dari Yesus.</li>
<li><strong>Karakter</strong>: Iblis ingin kita tidak bertumbuh dalam Kristus.</li>
<li><strong>Kekudusan</strong>: Iblis ingin hidup kita tidak layak di hadapan-Nya.</li>
</ul>
<p>Iblis ingin mencuri segala yang baik dari hidup kita dengan cara-cara keji; membunuh dan membinasakan kita (ayat 10)—jasmani dan rohani. Ini sangat kontras dengan tawaran Yesus, Gembala kita. <strong>Dia datang untuk memberikan hidup (ayat 10).</strong></p>
<p>Apakah hari-hari ini kita kehilangan kasih, sukacita, damai sejahtera, komitmen, keyakinan, karakter Allah, dan sebagainya? Bisa jadi Iblis telah memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencurinya. Mintalah kuasa Tuhan untuk merebut kembali semua “kekayaan” surgawi yang sudah dicuri Iblis —PK</p>
<p>Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/23/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I refuse to be discouraged</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/i-refuse-to-be-discouraged/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/i-refuse-to-be-discouraged/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 14:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1894</guid>
		<description><![CDATA[I refuse to be discouraged, To be sad, or to cry; I refuse to be downhearted, and here&#8217;s the reason why.. I have a God who&#8217;s mighty, Who&#8217;s sovereign and supreme; I have a God who loves me, and I am on His team. He is all wise and powerful, Jesus is His name; Though [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I refuse to be discouraged,<br />
To be sad, or to cry;<br />
I refuse to be downhearted,<br />
and here&#8217;s the reason why..<br />
I have a God who&#8217;s mighty,<br />
Who&#8217;s sovereign and supreme;<br />
I have a God who loves me,<br />
and I am on His team.<br />
He is all wise and powerful,<br />
Jesus is His name;</p>
<p>Though everything is changeable,<br />
My God remains the same.<br />
My God knows all that&#8217;s happening;<br />
Beginning to the end,<br />
His presence is my comfort,<br />
He is my dearest friend.<br />
When sickness comes to weaken me,<br />
To bring my head down low,<br />
I call upon my mighty God;<br />
Into His arms I go.</p>
<p>When circumstances threaten<br />
to rob me from my peace;<br />
He draws me close unto His breast,<br />
Where all my strivings cease.<br />
And when my heart melts within me,<br />
and weakness takes control;<br />
He gathers me into His arms,<br />
He soothes my heart and soul.<br />
The great &#8220;I AM&#8221; is with me,<br />
My life is in His hand,<br />
The &#8220;Son of the Lord&#8221; is my hope,<br />
It&#8217;s in His strength I stand.</p>
<p>I refuse to be defeated,<br />
My eyes are on my God;<br />
He has promised to be with me,<br />
as through this life I trod.<br />
I&#8217;m looking past all my circumstances,<br />
To Heaven&#8217;s throne above;<br />
My prayers have reached<br />
the heart of God,<br />
I&#8217;m resting in His love.</p>
<p>I give God thanks in everything,<br />
My eyes are on His face;<br />
The battle&#8217;s His, the victory is mine;<br />
He&#8217;ll help me win the race. </p>
<p>Author: BJ George</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/i-refuse-to-be-discouraged/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belum != tidak</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 21:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grace]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1888</guid>
		<description><![CDATA[Yang belum TERLIHAT bukan berarti TIDAK ADA Yang belum DITEMUKAN bukan berarti HILANG Yang belum BERHASIL bukan berarti GAGAL Dimana ada DOA di situ pasti ada JAWABAN Dimana ada PENGHARAPAN di situ ada KEKUATAN, dan Dimana ada KASIH di situ ada ANUGERAH dari TUHAN.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/06/rockclimbing-271x300.jpg" alt="" title="rockclimbing" width="180" height="210" class="alignright size-medium wp-image-1890" />Yang belum TERLIHAT bukan berarti TIDAK ADA<br />
Yang belum DITEMUKAN bukan berarti HILANG<br />
Yang belum BERHASIL bukan berarti GAGAL</p>
<p>Dimana ada DOA di situ pasti ada JAWABAN<br />
Dimana ada PENGHARAPAN di situ ada KEKUATAN, dan<br />
Dimana ada KASIH di situ ada ANUGERAH dari TUHAN.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa mau menikah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/kenapa-mau-menikah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/kenapa-mau-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 05:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita liat update status di facebook, entah mengapa, lebih dari 50% status yang saya baca bersifat ungkapan kesedihan, umpatan emosi, bersifat negatif. Status update yang lain bersifat memberikan informasi, ada yang update jalanan macet, ada yang promosi barang ini itu, dst. Cuma yang agak jarang, status yang bersifat positif. Walaupun ada, biasanya status positif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita liat update status di facebook, entah mengapa, lebih dari 50% status yang saya baca bersifat ungkapan kesedihan, umpatan emosi, bersifat negatif. Status update yang lain bersifat memberikan informasi, ada yang update jalanan macet, ada yang promosi barang ini itu, dst. Cuma yang agak jarang, status yang bersifat positif. Walaupun ada, biasanya status positif ini cuma muncul menjelang akhir pekan, sampai kira-kira hari Minggu. Hari Senin udah penuh dengan keluhan lagi.haha.</p>
<p>Beginilah hidup kali ya? Orang kalau diminta menyebutkan sesuatu yang positif, kayanya kok ya susah banget. Tapi kalau diminta menyebutkan yang negatif, bisa alami, mengalir begitu aja. Apa ini natur kejatuhan manusia ke dalam dosa? Sekarang bagi yang sudah menikah&#8230;seandainya ditanya, kenapa sih mau menikah dengan pasangannya? Banyak yang menjawab, &#8220;Ya karena dia orangnya baik.&#8221; atau &#8220;Ya, karena dia orangnya sabar.&#8221;. Jawabannya pendek. Tapi begitu beberapa tahun menikah, dan lagi berantem, mungkin keluhan/cacian itu sendiri bisa dibikin novel.</p>
<p>Ah, kenapa anda menikahi pasangan anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/kenapa-mau-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ah, Tuhan punya rencana lain</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/ah-tuhan-punya-rencana-lain/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/ah-tuhan-punya-rencana-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 20:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1876</guid>
		<description><![CDATA[Ketika krisis moneter melanda Indonesia tahun 1997, pemerintah Indonesia sempat mendatangkan seorang ahli ekonomi dari Thailand, namanya Prof. Ihiy Dungtakdungdung. Sebelum krisis moneter terjadi, professor ini sudah memprediksi akibat-akibat krismon, serta solusinya. Dia orang yang cukup optimis, jadi ketika dia datang ke Indonesia, dia yakin bisa mengatasi krisis moneter yang ada. Kebetulan Prof Dungtakdungdung adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/06/rakyat-antri-minyak-di-sumut-300x156.jpg" alt="" title="rakyat-antri-minyak-di-sumut" width="300" height="156" class="alignright size-medium wp-image-1880" />Ketika krisis moneter melanda Indonesia tahun 1997, pemerintah Indonesia sempat mendatangkan seorang ahli ekonomi dari Thailand, namanya Prof. Ihiy Dungtakdungdung. Sebelum krisis moneter terjadi, professor ini sudah memprediksi akibat-akibat krismon, serta solusinya. Dia orang yang cukup optimis, jadi ketika dia datang ke Indonesia, dia yakin bisa mengatasi krisis moneter yang ada. Kebetulan Prof Dungtakdungdung adalah seorang Kristen.</p>
<p>Selang bekerja satu bulan, kondisi tak kunjung membaik. Harga dollar menembus Rp. 21.000, rekor tertinggi sepanjang masa. Selang delapan bulan, segala teori ekonomi sudah dia coba terapkan, tapi kondisi juga tidak berbeda, malahan harga sembako melambung. Sampai-sampai saya ingat waktu itu, saya sekeluarga di Bandung, sempat sulit beli beras, karena beras sudah habis dimana-mana. Mungkin orang banyak yang menimbun.</p>
<p>Selang waktu dua tahun, optimisme Prof. Dungtakdungdung sudah pudar. Dia menghadap Presiden Habibie. Dia menyerah. Dia bilang, selama dua tahun di Indonesia, dia sudah berusaha sekuat tenaga, dan juga sudah berdoa. Namun kondisi tidak membaik, jadi Prof. Dungtakdungdung ingin kembali ke Thailand. Lucunya dia bilang begini ke Presiden Habibie, &#8220;Pak, mohon kiranya saya diijinkan untuk mengundurkan diri. Sepertinya rencana Tuhan bagi saya bukan di Indonesia. Tapi saya yakin Tuhan pasti punya rencana indah bagi Indonesia. Bapak Presiden imani saja hal itu&#8221;</p>
<p>Presiden Habibie bilang sama Prof. Dungtakdungdung, &#8220;Prof, kenapa anda minta saya beriman? Kenapa anda tidak melihat membantu Indonesia adalah bagian perjalanan iman anda?&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Cerita di atas hanyalah cerita fiksi. Tapi yang saya ingin bagikan adalah, kadang kita sebagai orang Kristen ketika gagal terlalu mudah berkata, &#8220;Ah, Tuhan punya rencana lain bagi saya&#8221;. <strong>Mentalitas gampang menyerah, tapi dilapis pernyataan rohani.</strong> Jadi terkesan rohani, padahal sebetulnya tidak. <strong>Mentalitas egois memikirkan diri sendiri, tapi dilapis pernyataan manis</strong> &#8220;Tuhan pasti punya rencana indah buat Indonesia. Saya sih ke Thailand aja deh, lebih enak, gak perlu malu gagal terus-terusan di Indonesia&#8221;</p>
<p>Yang kedua, kadang orang Kristen <strong>terlalu cepat melihat kegagalan sebagai &#8220;bukan rencana Tuhan&#8221;</strong>. Padahal Tuhan sering membentuk karakter kita ketika kita gagal. Jadi seolah-olah rencana Tuhan selalu dikaitkan dengan kesuksesan dalam karir, kekayaan, dsb.</p>
<p>Sekedar pemikiran random, bagaimana jadinya kalau Abraham cepat berkata, &#8220;Ah, mungkin Tuhan lupa akan janjiNya untuk memberi saya keturunan&#8221;. Apa kata dunia? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kiranya Tuhan berkati!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/ah-tuhan-punya-rencana-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan rohani?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 18:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1873</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seseorang bilang dia bertumbuh secara rohani, apa sih maksudnya? Rasanya pernyataan pertumbuhan rohani terlalu umum, terlalu luas untuk diartikan. Apakah bertumbuh rohani itu artinya pengetahuan orang tentang Tuhan bertambah? Apakah artinya dia semakin rajin berdoa? Apakah artinya dia semakin banyak aktivitas pelayanan di gereja? Apakah artinya dia jadi hamba Tuhan? Absurd juga ya ukuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/06/measurement-300x225.jpg" alt="" title="measurement" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-1874" />Ketika seseorang bilang dia bertumbuh secara rohani, apa sih maksudnya? Rasanya pernyataan pertumbuhan rohani terlalu umum, terlalu luas untuk diartikan. Apakah bertumbuh rohani itu artinya pengetahuan orang tentang Tuhan bertambah? Apakah artinya dia semakin rajin berdoa? Apakah artinya dia semakin banyak aktivitas pelayanan di gereja? Apakah artinya dia jadi hamba Tuhan? Absurd juga ya ukuran ini.</p>
<p>Rasanya indikator seseorang bertumbuh secara rohani adalah hubungan dia dengan Tuhan. Bagaimana seseorang memandang arti hidup sebagai anugerah, bagaimana seseorang bereaksi terhadap dosa, dan tanpa disadari Tuhan membentuk seseorang menjadi manusia yang baru, yang memuliakan Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parents</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/05/parents/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/05/parents/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 21:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1870</guid>
		<description><![CDATA[Some nights it would be so forceful to wake up either of them, &#8220;Uh, papa ngorok ya&#8221;, or &#8220;Uh, mama ngorok ya tin&#8221; they said. Ah..these sounds indicate to me that my parents are still with me. Some days, papa would not stop telling stories or expressing his opinions. The topics vary from politics, business, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Some nights it would be so forceful to wake up either of them, &#8220;Uh, papa ngorok ya&#8221;, or &#8220;Uh, mama ngorok ya tin&#8221; they said. Ah..these sounds indicate to me that my parents are still with me.</p>
<p>Some days, papa would not stop telling stories or expressing his opinions. The topics vary from politics, business, my childhood, etc. Ah..I know that when papa talks, it indicates he feels happy.</p>
<p>Some other mornings, before heading off to work/school, mama would squeeze (read: hug) me and tell &#8220;duh, sayangku&#8221; and I&#8217;ll tell her, &#8220;duh, mamaku&#8221;. Ah..she has been doing it since I was still in elementary school.</p></blockquote>
<p>I don&#8217;t get the chance to see them everyday but I&#8217;ll definitely keep them close to my heart.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/05/parents/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supaya tidak bikin penuh</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/05/supaya-tidak-bikin-penuh/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/05/supaya-tidak-bikin-penuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 21:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1867</guid>
		<description><![CDATA[Dari blog Nguping Jakarta: Petugas pintu TransJakarta: &#8220;Ya, yang Buncit, yang Buncit turun, hati-hati&#8230;&#8221; Halte Buncit Indah, didengar oleh semua penumpang yang langsung mengecek perut mereka. Hahaha&#8230;mungkin saya ikut mengecek perut saya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari blog <a href="http://ngupingjakarta.blogspot.com/2011/05/supaya-tidak-bikin-penuh.html">Nguping Jakarta</a>:</p>
<blockquote><p>Petugas pintu TransJakarta: &#8220;Ya, yang Buncit, yang Buncit turun, hati-hati&#8230;&#8221;</p>
<p>Halte Buncit Indah, didengar oleh semua penumpang yang langsung mengecek perut mereka. </p></blockquote>
<p>Hahaha&#8230;mungkin saya ikut mengecek perut saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/05/supaya-tidak-bikin-penuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan adalah gembalaku dan itu cukup bagiku</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/04/tuhan-adalah-gembalaku-dan-itu-cukup-bagiku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/04/tuhan-adalah-gembalaku-dan-itu-cukup-bagiku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 08:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1863</guid>
		<description><![CDATA[Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya! (Mazmur 131)</p></blockquote>
<p>Apa sih artinya disapih? Sebelumnya saya kira disapih itu artinya disusui. Bayi itu sedang disapih ibunya, saya kira itu artinya bayi itu sedang disusui ibunya. Jadi pada waktu saya baca ayat di atas, ya masuk di akal: Daud bilang dia telah menenangkan dan mendiamkan jiwanya, seperti anak yang disusui berbaring dekat ibunya.</p>
<p>Ternyata saya selama ini salah. Disapih itu, menurut KBBI, artinya:</p>
<blockquote><p>2sa·pih v, me·nya·pih v 1 menyarak (menghentikan anak menyusu): ibu itu &#8211; anaknya yg sudah berumur dua tahun; 2 (pd ternak) mengakhiri periode anak binatang menyusu pd umur tertentu, msl krn anak sudah dapat memakan pakan ternak dewasa; 3 (pd tanaman) memindahkan benih yg sudah berkecambah dr persemaian lama ke persemaian baru yg lebih besar;</p></blockquote>
<p>Rupanya disapih itu justru udah berhenti menyusu! *baru mengerti*</p>
<p>Nah, pas baca ayat di atas jadi muncul pertanyaan. Gak disusui tapi kok tenang? Bukannya anak yang gak disusui itu biasanya bakal merengek sama ibunya. Disinilah makna yang mendalam dari ayat ini. Kita semua tau cerita hidup Daud yang kaya akan peristiwa kemenangan dan kejatuhan.</p>
<p>Di Mazmur 131, Daud rupanya bercerita:</p>
<ul>
<li> Daud pernah tinggi hati, tetapi sekarang tidak lagi</li>
<li> Daud pernah memandang dengan sombong, tetapi sekarang tidak lagi</li>
<li> Daud pernah mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib, tetapi sekarang tidak lagi</li>
</ul>
<p>Kalau anak yang sedang menyusu, pasti dia tenang, tidak akan gelisah atau cranky. Sama halnya dengan kita, ketika kita berada di dalam kondisi nyaman, comfort zone, kita tidak akan merasa gelisah, sangatlah mudah mengalami hidup yang tenang.</p>
<p>Kalau anak yang mau menyusu, dia masih terlalu kecil untuk mengerti kondisi ibunya. Gak peduli ibunya lagi cape, gak peduli ibunya lagi sakit, gak peduli ibunya lagi masak, dia akan nangis sekenceng2nya minta disusui. Begitu disusui, dia akan tenang. Sama halnya dengan kita, yang kadangkali bersifat seperti anak-anak di hadapan Tuhan. Kita &#8220;ngotot&#8221; minta apa yang kita mau pada Tuhan, sampai kita mendapatkan apa yang kita mau barulah kita tenang.</p>
<p>Kalau anak sudah bisa disapih. Biasanya dia sudah cukup dewasa untuk mengerti bahwa dia tidak lagi harus menyusu pada ibunya. Anak ini sudah cukup mampu untuk mencerna makan yang lebih solid, gak harus susu lagi. </p>
<p>Inilah yang Daud maksud, jiwanya tenang bagai anak yang disapih berbaring di dekat ibunya. Makna yang saya dapat dari ayat ini adalah ada suatu masa dimana kita sudah lebih sanggup mencerna lika-liku masalah hidup, ngga cuma yang enak-enak saja. <strong>Dimana kita merasa tenang bukan karena apa yang Tuhan berikan, tetapi kita merasa tenang karena keberadaan Tuhan di dalam hidup kita</strong>. Selama Tuhan ada di samping kita, tidak peduli Tuhan akan memenuhi keinginan kita atau tidak, tidak peduli Tuhan akan mengabulkan doa kita atau tidak, jiwa kita akan tenang.</p>
<p><strong>Tuhan adalah gembalaku dan itu cukup bagiku</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/04/tuhan-adalah-gembalaku-dan-itu-cukup-bagiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan takut, percaya saja</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/04/jangan-takut-percaya-saja/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/04/jangan-takut-percaya-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 07:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1857</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita baca cerita di Alkitab, ada beberapa peristiwa yang pas kita baca, kita bisa merasa &#8220;geregetan&#8221; sama Tuhan. Sebutlah cerita Tuhan Yesus meredakan angin ribut. Tuhan Yesus dengan tenang bisa tidur. Gimana ngga geregetan, Tuhan sebetulnya bisa langsung tolong tapi Tuhan malah tidur. Padahal ini masalah (Dan kita tahu, setelah Tuhan Yesus bangun, Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita baca cerita di Alkitab, ada beberapa peristiwa yang pas kita baca, kita bisa merasa &#8220;geregetan&#8221; sama Tuhan. Sebutlah cerita Tuhan Yesus meredakan angin ribut. Tuhan Yesus dengan tenang bisa tidur. Gimana ngga geregetan, Tuhan sebetulnya bisa <strong>langsung</strong> tolong tapi Tuhan malah tidur. Padahal ini masalah (Dan kita tahu, setelah Tuhan Yesus bangun, Dia cukup berkata pada angin &#8220;Diamlah&#8221;, dan pada gelombang ombak, &#8220;Tenanglah&#8221;. Kalo kata temen saya, &#8220;Ciamik!&#8221; <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, cerita kedua yang menurut saya lebih bikin geregetan lagi ada di Markus 5. Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Tuhan Yesus diminta menyembuhkan anaknya Yairus yang udah mau meninggal. Bisa dibayangin Yairus ini dalam kondisi <span style="text-decoration: underline;">putus asa</span>, apapun yang bisa dilakukan buat supaya anaknya sembuh bakal dijalanin. Termasuk minta tolong pada Yesus. Buat seorang kepala rumah ibadat orang Yahudi, kalau minta tolong sama Yesus bisa <span style="text-decoration: underline;">beresiko dikucilin</span> secara Yesus jaman itu dianggap pemberontak oleh kaum Farisi. Bayangin aja, kepala rumah ibadat malah menyembah Yesus.</p>
<p><strong>Yesus memutuskan untuk menuju rumah Yairus&#8230;</strong></p>
<p>Di tengah jalan, Yesus &#8220;dicegat&#8221; seorang wanita yang udah 12 tahun menderita pendarahan. Pendarahan pada wanita umumnya terjadi sebulan sekali, tapi ini udah 12 tahun ngga berhenti. Kebayang bagaimana keadaan wanita itu. Wanita itu udah ditolak dan dikucilkan secara sosial karena dipandang cemar. Dia juga mendengar kabar tentang Yesus. Pas Yesus lagi dikerumuni orang banyak, wanita ini memberanikan diri untuk diam-diam menjamah jubah Yesus. Ajaibnya, begitu dia menjamah jubah Yesus, dia langsung sembuh! Kebayang ngga, udah 12 tahun sakit pendarahan&#8230;terus sembuh!<span id="more-1857"></span></p>
<p>Terus Yesus tanya &#8220;Siapa yang menjamah jubahku?&#8221;. Nah&#8230;kalau jadi wanita ini, pasti deg2an lah secara dia adalah orang yang dikucilkan secara sosial, pasti malu dan takut buat mengaku. Bisa-bisa wanita itu dicemooh orang banyak. Coba kalau saudara-saudara jadi wanita ini, bakal ngaku ngga? Kalau ngaku, habislah dicemooh orang secara dia dipandang cemar tapi berani menyentuh Yesus, bisa dirajam mati tuh waktu itu. Tapi perempuan ini walaupun takut dan gemetar berani maju, tersungkur di depan Yesus.</p>
<p>Yesus sebagai Tuhan pasti tau kalau pertanyaan &#8220;Siapa yang menjamah Aku?&#8221;. Aneh gak? Yesus lagi dikerumuni orang banyak. Ada banyak yang menjamah jubahNya, tapi Dia insist untuk tanya siapa yang menjamah jubahNya. Dia mengharapkan wanita itu untuk mengaku. Dia tahu kalau pertanyaanNya itu bisa membahayakan nasib di wanita &#8220;cemar&#8221; yang baru sembuh ini. Kenapa? Sebenernya&#8230;disini menariknya, apakah Tuhan mau menambah beban wanita ini? Menyembuhkan tapi mau bikin susah hidup wanita ini? Sekalipun tidak. Wanita ini bukan hanya sakit fisik (pendarahan), tapi juga sakit sosial. Dia perlu disembuhkan secara sosial, dan disini lah Tuhan Yesus memberikan affirmasi untuk perempuan ini.</p>
<p>Kalo jadi wanita ini, dia pasti mikir maju jangan ya&#8230;maju jangan ya. Tapi sepertinya wanita ini pasrah pada Tuhan dan dia maju, menceritakan semuanya. Tuhan bilang, &#8220;Imanmu menyelamatkan kamu&#8221;. Double shot! <span style="text-decoration: underline;">Wanita ini sembuh fisik dan mental.</span> Bahkan Tuhan panggil wanita ini &#8220;Hai anak-Ku..&#8221; (ayat 34). Wanita yang tadinya dikucilkan, eh ini Tuhan panggil dia sbg anak.</p>
<p><strong>Kembali ke cerita tentang Yairus&#8230;</strong></p>
<p>Kebayang ngga kaya gimana perasaanya. Dia lagi panik anaknya mau meninggal. Eh Tuhan Yesus pas lagi jalan pake acara berenti dulu nyembuhin orang lain dulu. Menurut logika, ini gak masuk di akal. Yang lebih emergency kan anaknya Yairus, bukan perempuan yang udah pendarahan 12 tahun! Pas Yesus masi bicara, datanglah orang dari rumah Yairus bilang kalau anaknya Yairus udah meninggal.</p>
<p>Gimana nih perasaannya Yairus. Uniknya, apa jawaban Tuhan? Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: &#8220;<strong>Jangan takut, percaya saja!</strong>&#8221; (ayat 36)</p>
<p>Ini dia highlight cerita ini. Tuhan ngga merasa guilty. Padahal anak Yairus udah mati, seharusnya Yesus bilang &#8220;jangan sedih&#8221; bukannya &#8220;jangan takut&#8221;. Kebayang kan klo dokter telat menolong pasien, pasti merasa bersalah. Begitu sampai di rumah Yairus, Tuhan Yesus membangkitkan anak Yairus dengan cuma mengatakan &#8220;Talita kum&#8221; yang artinya &#8220;Anakku, bangun yuk&#8221;. Dan anak itu bangun <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Perenungan</strong></p>
<p>Saya menyarakan untuk pembaca sekali membaca sendiri kisah di Markus 5 dan menempatkan diri menjadi Yairus ataupun wanita yang menderita pendarahan selama 12 tahun.</p>
<p>Point pertama perenungan saya: kadangkala, kita berada di situasi yang bisa membuat kita putus harapan. Tetapi seperti Yairus dan wanita ini, janganlah menyerah berharap pada Tuhan.</p>
<p>Kedua, kita mungkin merasa pertolongan Tuhan tidak datang pada waktu yang kita harapkan. Most of the time, pekerjaan Tuhan tidak mengikuti timing kita. Tuhan udah sepertinya mau nolong, eh malah berenti nolong orang lain dulu. Bikin &#8220;geregetan&#8221;. Tuhan tidak lupa, yang terjadi adalah Tuhan bekerja berdasarkan waktuNya. Kalau Tuhan mengikuti timing kita, maka kita tidak akan mengalami kasih dan pekerjaan Tuhan di dalam kita. Dan Tuhan tidak akan ijinkan itu terjadi. Seringkali delay/penundaan merupakan persiapan untuk menyatakan something yang sangat crucial/priceless dalam hidup kita.</p>
<p>Coba ingat&#8230;penantian Abraham akan kehadiran seorang anak, penantian Yusuf untuk bertemu/mengampuni saudara-saudaranya, penantian Ayub, penantian Daud menjadi raja, dll. Penantian-penantian ini membentuk karakter <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketiga, disembuhkan Tuhan itu beresiko. Kalau Tuhan menyembuhkan, ada keputusan yang harus diambil. Orang yang Tuhan sembuhkan harus bersedia untuk hatinya direnovasi. Jangan takut, percaya saja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/04/jangan-takut-percaya-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keinginan atau harapan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 21:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1853</guid>
		<description><![CDATA[Sambil kerja saya biasa dengerin lagu dari Grooveshark. Di playlistnya ada lagu U2 &#8211; Beautiful Day yang bagian liriknya begini: What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now What you don&#8217;t know you can feel it somehow What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now Don&#8217;t need it now Was a beautiful day [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sambil kerja saya biasa dengerin lagu dari Grooveshark. Di playlistnya ada lagu U2 &#8211; Beautiful Day yang bagian liriknya begini:</p>
<p>What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now<br />
What you don&#8217;t know you can feel it somehow<br />
What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now<br />
Don&#8217;t need it now<br />
Was a beautiful day </p>
<p>Yang kita ngga punya sekarang adalah sesuatu yang tidak kita butuhkan. Masa iya sih bener demikian? Dsini ada dua hal yang dibahas: kebutuhan vs. keinginan. Dua hal ini berbeda, untuk lebih jelasnya, coba deh baca buku Charles Stanley yang judulnya <a href="http://www.amazon.com/Our-Unmet-Needs-Charles-Stanley/dp/0840791437">&#8220;Our Unment Needs&#8221;</a>. Bagus banget. Intinya kan apa yang kita inginkan itu kan belum tentu kita butuhkan. Saya ingin punya uang 1 juta rupiah misalnya, tapi uang itu belum tentu saya butuhkan.<span id="more-1853"></span></p>
<p>Bicara tentang keinginan, kadang agak-agak sulit karena setiap keinginan yang beda. Keinginan seorang jomblo jelas beda dengan keinginan orang yang sudah menikah. Yang jomblo menginginkan dapat jodoh. Yang sudah menikah mungkin menginginkan kehadiran seorang anak. Keinginan juga berganti-ganti dari waktu ke waktu.</p>
<p>Nah, bagaimana kalau kata &#8220;keinginan&#8221; disini kita ganti dengan kata &#8220;harapan&#8221;. Kalimatnya begini jadinya: Yang jomblo mengharapkan dapat jodoh. Yang menikah mengharapkan kehadiran seorang anak. Kalimatnya mendadak berubah menjadi lebih soft. Emang gampang mengatakan apa yang kita harapkan belum tentu kita butuhkan. Tetapi sulit kita mengatakan mempunyai sebuah harapan adalah sesuatu yang salah.</p>
<p>Ketika keinginan kita gak terwujud, kita mungkin masi bisa bilang &#8220;Yah Tuhan, gak apa-apa, mungkin apa yang aku inginkan ini emang tidak aku butuhkan&#8221;. Tapi kalau kita pakai kata &#8220;harapan&#8221;, mungkin kita bisa berdoa, &#8220;Tuhan, masa aku punya harapan ini salah sih sampai Tuhan gak mau beri&#8221;. Lebih lagi kalau pake kata &#8220;sudah&#8221;. &#8220;Saya sudah melakukan A, B, C, tapi harapan saya gak pernah terwujud&#8221;.</p>
<p>Kadang harapan itu cuma versi halus dari keinginan. Bagaimana kita menanggapi harapan/keinginan yang tidak terwujud? C.S. Lewis pernah bilang seperti ini:</p>
<blockquote><p>If you think of this world as a place intended simply for our happiness, you find it quite intolerable: <strong>think of it as a place for correction and it&#8217;s not so bad</strong>. </p>
<p>Imagine a set of people all living in the same building. Half of them think it is a hotel, the other half think it is a prison. Those who think it a hotel might regard it as quite intolerable, and those who thought it was a prison might decide that it was really surprisingly comfortable. </p>
<p>So that what seems the ugly doctrine is one that comforts and strengthens you in the end. The people who try to hold an optimistic view of this world would become pessimists: the people who hold a pretty stern view of it become optimistic</p>
<p>-C.S. Lewis</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Please pray</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/please-pray/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/please-pray/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 05:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1846</guid>
		<description><![CDATA[My cousins live in Tokyo and this is his last status on fb: Fukushima daiichi plant NO.2 failed, pretty significant possibilities of radioactive leakage, some of tepco&#8217;s employees have been evacuated from the site. It seems that this one is more serious than the hydrogen explosion at plant 1 and 3. Let&#8217;s pray for our [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>My cousins live in Tokyo and this is his last status on fb:</p>
<blockquote><p>Fukushima daiichi plant NO.2 failed, pretty significant possibilities of radioactive leakage, some of tepco&#8217;s employees have been evacuated from the site. It seems that this one is more serious than the hydrogen explosion at plant 1 and 3. Let&#8217;s pray for our family and Friends in JAPAN. Also, does any one in tokyo have any feasible plan to prepare for the worst? Please share..</p></blockquote>
<p>He sent a message to his brother two hours ago, he and his family are evacuating to the south:</p>
<blockquote><p>&#8220;RI, please inform dad and mom that me and family are fine. Gue, AYUMI, Alex and Alicia ngungsi ke arah selatan(hamamatsu) mungkin gabung dgn ferdy hari ini&#8221;</p></blockquote>
<p>Please take a moment and pray for people in Japan. It seems that things are getting tough there&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/please-pray/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengejar impian</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/mengejar-impian/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/mengejar-impian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 05:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1840</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada penyanyi yang saya kagumi, salah satunya adalah Susan Boyle. Entah mengapa saya sangat suka sama lagu yang dia nyanyiin &#8220;I dream a dream&#8221;. Secara khusus, saya suka penampilan dia pertama kali di Britains Got Talent (BGT). Dari cuplikan video ini, ada banyak aspek hidup yang kita bisa belajar. Berikut petikan percakapan dia dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-1841" title="Susan Boyle" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/03/susanboyle-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" />Kalau ada penyanyi yang saya kagumi, salah satunya adalah Susan Boyle. Entah mengapa saya sangat suka sama lagu yang dia nyanyiin &#8220;I dream a dream&#8221;. Secara khusus, saya suka penampilan dia pertama kali di Britains Got Talent (BGT). Dari cuplikan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=RxPZh4AnWyk" target="_blank">video ini</a>, ada banyak aspek hidup yang kita bisa belajar. Berikut petikan percakapan dia dengan juri-juri BGT.</p>
<p>Simon: What&#8217;s the dream?<br />
Susan: I&#8217;m trying to be a professional singer<br />
Simon: And why it hasn&#8217;t worked so far Susan?<br />
Susan: Because, I <strong>haven&#8217;t been given a chance</strong> before, but here’s, <strong>I’m hoping</strong> it will all change.<br />
Simon: OK and who would you like to be as successful as?<br />
Susan: Elaine Paige.<br />
<span id="more-1840"></span><br />
Kalau dipikir, Tuhan menciptakan manusia itu secara spesial banget. Setiap orang bisa punya impian yang berbeda, punya panggilan hidup yang berbeda. Ada yang mau jadi penyanyi, ada yang mau jadi dokter, dsb. Tapi ada tiga resep buat mengejar impian:</p>
<ul>
<li>Tetapi tidak selalu setiap orang bisa mencapai impiannya, mungkin belum ada <span style="text-decoration: underline;">kesempatan</span> kaya Susan Boyle di atas.</li>
<li>Yang saya suka dari percakapan di atas, Susan masih punya harapan untuk mengejar impiannya. Entah secara sadar atau tidak, dia menggunakan kata &#8220;I&#8217;m hoping&#8221;. Yup, <span style="text-decoration: underline;">pengharapan</span>&#8230;itulah yang gak setiap orang punya.</li>
<li>Setiap orang boleh saja punya impian, boleh saja punya pengharapan, tapi rupanya juga perlu <span style="text-decoration: underline;">passion</span>.</li>
</ul>
<p>Coba juga perhatiin reaksi penonton di detik ke-45. Orang memandang sebelah mata. Yah, ini juga rasanya realita hidup yang jamak kita temui. Orang begitu mudah untuk &#8220;ngenye&#8221;. Gak jarang orang begitu cepat untuk menghakimi orang lain. Belum juga menunjukan kebolehan, udah divonis gagal duluan. Tapi yang bagusnya, Boyle <strong>gak nyerah</strong>. Dia menunjukkan kalau dia udah siap menghadapi hal seperti ini. Mental juara. Haha, coba perhatiin di videonya, menit 1:17 dia mulai nyanyi, di menit 1:21 penonton udah bersorak. Mantep, dia cuma butuh <span style="text-decoration: underline;">4 detik</span> untuk menangin hati penonton. Btw, moment favorit saya ada di 2:40.</p>
<p>Berikut komentar juri-juri sesudah Boyle beres nyanyi:</p>
<ul>
<li><strong>Piers</strong>: Without a doubt, that was the biggest surprise I have had in three years on the show. When you stood there with that cheeky grin and said &#8220;I want to be like Elaine Paige&#8221;, everyone was laughing at you. No one is laughing now, That was stunning. An incredible performance. Amazing. I am reeling. I’m shocked. How about you two?</li>
<li><strong>Amanda</strong>: I&#8217;m so thrilled because I know everybody was against you. I honestly think that we were all being very cynical and I think that’s the biggest wake up call ever. I just want to say that it was a complete privileged, listening to that. It was extreme privileged.</li>
<li><strong>Simon</strong>: Susan, I knew the minute you walked out&#8230;on that stage that we were going to hear something extraordinary (two judges laugh out loud and the audience) and I was right. Susan, you are a little tiger, aren&#8217;t you?</li>
</ul>
<p>Ah&#8230;itu cerita tentang Susan Boyle yang saya kagumi. Cerita yang berakhir bahagia. <strong>Bahagia</strong>, ya itulah kata yang terngiang di pikiran. Dari renungan yang saya baca kemarin-kemarin, ada kata-kata bagus:</p>
<blockquote><p>Hampir semua orang ingin hidup yang bahagia. Baik yang muda, dan tua, berkeluarga atau tidak. Kebahagiaan adalah yang yang dicari dan di jual di pasar. Orang membeli dan mencari untuk kebahagiaan hidup. Tapi, kebahagiaan hidup itu ternyata bukan ditemukan di banyak barang, harta dan posisi tapi sikap hati. Cuman satu syarat hidup yang berbahagia. Orang yang PUAS hatinya. Orang yang bisa bersyukur ditengah apa pun adalah orang yang bahagia.</p></blockquote>
<p><strong>Filosofi Hidup</strong></p>
<p>Memasuki usia ke-25 ini, agak sulit untuk mengukur hidup. Saya gak tau ukuran apa yang harus dipakai. Teman ada yang bilang, &#8220;Mobil? sudah punya. Pacar? sudah ada. Perlu apa lagi?&#8221;. Klise ya kalau hidup itu harus diukur-ukur dengan apa yang kita &#8220;punya&#8221;, padahal itu semua titipan Tuhan. Someday kita &#8220;pulang&#8221; toh yah sendirian, gak bawa apa-apa. Ah untuk apa mengukur hidup, ujung-ujungnya biasanya berakhir ke rasa iri, tidak puas, dan tidak bersyukur pada Tuhan <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketika dihadapkan dengan impian, kadang saya bingung impian yang mana. Dari segi karir, saya tidak tertarik mengejar jabatan setinggi CEO dsb. Saya perhatikan hidup mereka gak lebih bahagia dari saya. Bahkan rasanya hidup saya lebih happy dari mereka, haha, saya masih bisa bangun tidur dengan perasaan tenang. Tidak ada Blackberry yang geter2 setiap menit, email yang gak berenti masuk tentang pekerjaan. So&#8230;jabatan tinggi bukan impian saya rasanya.</p>
<p>Jujur saya punya impian lain. Kadang&#8230;pas lagi bengong, saya bertanya pada diri sendiri, &#8220;Kapan yah Tuhan datang lagi?&#8221;. Beneran rindu. Tapi bukan artinya saya orang yang maunya gampangnya aja, lebih milih &#8220;shortcut&#8221; Tuhan datang lagi dibanding berjuang dalam hidup ini. Ada ayat yang jadi filosofi hidup saya secara garis besar, dari Filipi 1:21-22</p>
<blockquote><p>Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.</p></blockquote>
<p><strong>Jadi kalau hidup ya harus berjuang, harus memberi buah</strong>. Ada quote dari John Piper dalam serinya Don&#8217;t Waste Your Life, begini bunyinya: There is a purpose God has planned for me to magnify His Glory, whether by life or by death.</p>
<p><strong>Masa Depan</strong></p>
<p>Seperti lirik di lagu &#8220;I dream a dream&#8221;, ada kalimat &#8220;And there are storms we cannot weather&#8221;. Yah, emang hari esok tidak seorang pun tau apa yang terjadi. Tapi ya <strong>syukurilah hari ini</strong>. Pikiran saya dipenuhi dengan hal-hal dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa sadar, apa yang dipikirkan menjadi realita hidup.</p>
<p>Saya kenal seorang teman yang suka mobil. Dia punya mobil sangat bagus, naik mobilnya serasa naik pesawat jet. Saya kira dia happy dengan mobilnya, tapi dia selalu mengeluh mobilnya sudah tua, sudah tinggi kilometernya. Dan akhirnya dia ganti ke mobil yang lebih bagus sekarang. Satu hal yang saya perhatikan: <span style="text-decoration: underline;">manusia tidak pernah puas</span>. Tapi saya pun juga ingat sama satu orang, yaitu mendiang emak Po Lien, tetangga mama pas kecil. Beliau bukan orang yang kaya, dia hanyalah seorang janda yang berjualan kue untuk membiayai pendidikan empat anak, tapi hidupnya. Tapi dia tidak pernah mengeluh..I saw joy when she smiled!</p>
<blockquote><p>Orang yang terus berfokus kepada hal hal yang negative dalam kehidupan, akan memiliki realitas kehidupan yang negatif.<br />
Orang yang terus berfokus kepada hal hal yang positive dalam kehidupan, akan memiliki realitas kehidupan yang positif pula.</p></blockquote>
<p>Di jaman serba tidak pasti ini, mari kita belajar menerima keterbatasan hidup. Bersyukurlah kepada Tuhan akan kehidupan yang terbatas ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/mengejar-impian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Love &amp; respect</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/love-respect/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/love-respect/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 19:34:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1837</guid>
		<description><![CDATA[L: *bercerita tentang bagaimana harinya berlalu* M: *pasang telinga mendengarkan + senyum* L: &#8220;Lho kok ketawa?&#8221; M: *menirukan telinga gajah* &#8220;Ini lagi dengerin nih&#8230;&#8221; Hahaha, malemnya pacar saya kirimin link audio kotbah, tentang &#8220;The Secret of Your Spouse&#8217;s Success&#8220; termasuk dibahas tentang &#8220;mendengar&#8221;. Isinya bagus banget , terutama untuk yang sudah menikah, atau yang rencananya mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/03/happy-elephant-01-205x300.jpg" alt="" title="happy-elephant-01" width="205" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1838" />L: *bercerita tentang bagaimana harinya berlalu*<br />
M: *pasang telinga mendengarkan + senyum*<br />
L: &#8220;Lho kok ketawa?&#8221;<br />
M: *menirukan telinga gajah* &#8220;Ini lagi dengerin nih&#8230;&#8221;</p>
<p>Hahaha, malemnya pacar saya kirimin link audio kotbah, tentang &#8220;<a href="http://icfsd.org/index/2007/secret-your-spouses-success" target="_blank">The Secret of Your Spouse&#8217;s Success</a>&#8220; termasuk dibahas tentang &#8220;mendengar&#8221;. Isinya bagus banget , terutama untuk yang sudah menikah, atau yang rencananya mau nikah. Kudu dengerin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/love-respect/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reformasi itu mahal</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 05:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1832</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2004 setelah Micheil Saakashvili menjadi presiden Georgia, dia mereformasi lembaga penegak hukum. Kepala dari semua lembaga penegak hukum dipecat. Polisi lalu lintas menjadi salah satu tujuan utama dari reformasi. Presiden baru memberi ultimatum &#8211; jika setelah dua hari suap tidak berhenti &#8211; semua petugas polisi akan dipecat juga. Dan gimana hasilnya? Setiap polisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/02/georgianpolice-63.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1833" title="georgianpolice-63" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/02/georgianpolice-63-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Pada tahun 2004 setelah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikhail_Saakashvili" target="_blank">Micheil Saakashvili</a> menjadi presiden Georgia, dia mereformasi lembaga penegak hukum. Kepala dari semua lembaga penegak hukum dipecat. Polisi lalu lintas menjadi salah satu tujuan utama dari reformasi. Presiden baru memberi ultimatum &#8211; jika setelah dua hari suap tidak berhenti &#8211; semua petugas polisi akan dipecat juga. Dan gimana hasilnya?</p>
<p>Setiap polisi yang terlihat untuk mengambil suap 50 dolar dikirim ke penjara selama 10 tahun. Untuk hari pertama undang-undang baru tentang 15,000 polisi kehilangan pekerjaan mereka. Setelah beberapa minggu berikutnya &#8211; 15,000 lagi. Sekitar 3 bulan Georgia hidup tanpa polisi lalu lintas. Sekarang, 85% dari semua polisi di Georgia adalah polisi muda yang baru dilatih. Korupsi berhasil diberantas, walaupun dengan harga yang mahal.</p>
<p>Jadi ingat Indonesia, kalau reformasi di atas diterapkan, bisa-bisa Indonesia hanya tinggal rakyatnya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan masih menulis cerita cinta</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 01:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1828</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa blog menarik yang saya ikuti tentang kehidupan cinta anak-anak Tuhan. Salah satunya ya blognya Grace Suryani yang judulnya Tuhan masih menulis cerita cinta, ada lagi beberapa blog yang isinya insipiratif seperti Comitted to Love, atau The Road North, atau &#8220;Keep counting the blessing&#8220;-nya Ci Yanni. Kadang sharing dari ibu-ibu blogger itu cukup refreshing, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa blog menarik yang saya ikuti tentang kehidupan cinta anak-anak Tuhan. Salah satunya ya blognya Grace Suryani yang judulnya <a href="http://www.facebook.com/pages/Tuhan-Masih-Menulis-Cerita-Cinta/336521874821">Tuhan masih menulis cerita cinta</a>, ada lagi beberapa blog yang isinya insipiratif seperti <a href="http://mikeloveslia.blogspot.com/">Comitted to Love</a>, atau <a href="http://hanshinta1.blogspot.com/">The Road North</a>, atau &#8220;<a href="http://yannyblessing.blogspot.com/">Keep counting the blessing</a>&#8220;-nya Ci Yanni. Kadang sharing dari ibu-ibu blogger itu cukup refreshing, setidaknya saya mendapat perspektif mereka sebagai wanita. Musim valentine, cerita cinta bertebaran dimana-mana. Di facebook, semuanya mengucapkan happy valentine. Di persekutuan ada acara khusus buat merayakan. Moment valentine rasanya jadi moment setahun sekali buat mengungkapkan cinta kasih. </p>
<p>Walaupun sebenernya saya pikir-pikir lagi: Tuhan menulis cerita cinta setiap hari. Hampir setiap orang dalam hidupnya pernah merasakan kasih. Saya pun demikian. Kalau diingat-ingat, lucu juga cerita cinta yang Tuhan tulis dalam hidup saya. Sebagai anak-anak, Tuhan menulis cerita cintaNya melalui keluarga. Dulu saya pernah cerita sedikit di blog post <a href="http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/">yang ini</a>.<span id="more-1828"></span></p>
<p>Somehow konsep-konsep dalam keluarga itu tertanam sedemikian rupa sampai kita dewasa. Malahan ada masa dimana saya begitu idealis tentang cerita cinta. Pokoknya saya mau cari calon pasangan hidup yang cantik, pinter masak, pinter bikin kue, suka bersih-bersih rumah, ramah, rendah hati, suka menolong orang, suka menabung, dll. Hahaha *ini sepertinya bukan kategori buat manusia*. Tapi konsepnya pokoknya berusaha cari yang sempurna, lupa ngaca sama diri sendiri, lupa tanya sama Tuhan, atau bahkan gak mau dengerin Tuhan tentang kriteria pasangan hidup yang benar.</p>
<p>Singkat cerita saya mengenal namanya pacaran, tapi rupanya gagal. Mengenal lah yang namanya patah hati. Pas ngalamin patah hati, rasanya emang sedih. Tapi Tuhan masih menulis cerita cinta. Setelah kembali menjadi single, saya justru merasa itulah masa-masa saya paling dekat sama Tuhan. Yang saya belajar dari kasih Tuhan tentang pacaran, konsepnya simple, di 1 Korintus 13:4-8.</p>
<blockquote><p>Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.</p></blockquote>
<p>Nah sekarang saya masih dalam masa pacaran *ihiy*, Tuhan masih menulis cerita cinta. Perjalanan ceritanya masih panjang, tapi saya bersyukur untuk setiap cerita cinta yang Tuhan tulis. Ada yang sedih, ada yang bikin senang, ada yang bikin ketawa. Cerita cinta yang Tuhan tulis dalam hidup anda pasti berbeda dan punya keunikan sendiri. Tapi percayalah, ketika Tuhan menulis cerita cinta, Dia mengerti benar apa itu cinta <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/tuhan-masih-menulis-cerita-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiadaban masih terjadi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 20:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1825</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang Kristen atas setiap bencana yang ada (banjir, kekeringan, kelaparan, wabah, gempa bumi, dll), semuanya adalah salah orang Kristen yang telah menghina pada dewa (baca: berhala) mereka.</p>
<p>Mungkin dalam bayangan kita sekarang, &#8220;Ah, dibunuh itu paling seperti adegan di film-film perang jaman dulu, dibunuh pake pedang&#8221;. Padahal sebenarnya jauh lebih keji. Tercatat di buku sejarah, orang-orang Kristen itu dibakar, dijadikan obor hidup buat jadi penerangan, dijadikan santapan binatang buas di sirkus. Hal ini berlangsung tiga tahun, sampai tahun 67. Cerita ini adalah catatan kelam dalam perjalan orang Kristen.</p>
<p>Yang mengagetkan, hal serupa terjadi di Indonesia belakangan ini. Barusan saya melihat video <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6956899">insiden Cikeusik</a> (catatan: jangan lihat videonya kalo ngga tahan liat kekerasan/darah/mayat). Orang-orang Ahmadiyah dipukulin seperti binatang, orang tak bernyawa pun masih dipukulin. Biadab dan terkutuk! Bagaimana mungkin bisa terjadi, bahkan di video itu ada polisi. Menyedihkan. Tak hanya aparat, tapi rakyat pun mengebiri hak kebebasana beragama. Ahmadiyah dibunuhin, gereja dibakar. Kerusuhan antar umat beragama gak pernah beres di Indonesia. Kayanya kok seperti bom waktu yang tunggu meledak. Dan pada akhirnya bisa ditebak, kaum minoritas yang selalu jadi korban.</p>
<p>Oh Indonesiaku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memisahkan kabar busuk dari fakta</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/memisahkan-kabar-busuk-dari-fakta/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/memisahkan-kabar-busuk-dari-fakta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 06:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1818</guid>
		<description><![CDATA[Ada pelajaran berharga yang kita bisa dapatkan dari cerita bangsa Israel keluar dari Mesir. Cerita bagaimana Tuhan memerdekakan bangsa Israel, dan &#8220;mendidik&#8221; mental bangsa Israel dari mental budak, menjadi mental bangsa pilihan Allah, yakni menurut gambaran Allah. Sebenarnya gambaran Israel kuno juga serupa dengan gambaran Israel &#8220;modern&#8221; yakni kita orang berdosa. Bagaimana melalui Tuhan Yesus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada pelajaran berharga yang kita bisa dapatkan dari cerita bangsa Israel keluar dari Mesir. Cerita bagaimana Tuhan memerdekakan bangsa Israel, dan <strong>&#8220;mendidik&#8221;</strong> mental bangsa Israel dari mental budak, menjadi mental bangsa pilihan Allah, yakni menurut gambaran Allah. Sebenarnya gambaran Israel kuno juga serupa dengan gambaran Israel &#8220;modern&#8221; yakni kita orang berdosa. Bagaimana melalui Tuhan Yesus kita dimerdekakan dari dosa. Karena toh kita diciptakan menurut gambaran Allah.</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/e/dIGj1OPRShc"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/e/dIGj1OPRShc" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><span id="more-1818"></span><br />
Kalau kita nonton film Moses, kita melihat bagaimana &#8220;wah&#8221;-nya penyertaan Tuhan menuntun bangsa Israel keluar dari Mesir. Laut dibelah, tentara yang ngejar dibikin tenggelam, etc. Keren banget lah. Tapi lucunya setelah melewati hal yang keren gitu, bangsa Israel masih meragukan Tuhan. Entah berapa kali mereka pengen balik lagi ke Mesir. Padahal di Mesir jadi budak. Kadang saya mikir, emang manusia itu susah berubah. Sudah ditebus dari dosa, tapi cenderung &#8220;suka&#8221; sama dosa.</p>
<p>Tuhan panjang sabar. Bangsa Israel mengeluh kepanasan, dikasih tiang awan pas siang. Mengeluh kedinginan, dikasih tiang api pas malam. Mengeluh kelaparan, dikasih manna. Tapi Tuhan kesel juga kali sama orang mengeluh. Alhasil mereka gak diijinin masuk tanah perjanjian. Instead mereka dibikin muter-muter di padang pasir 40 tahun. Biarin dibiarin keliling2, Tuhan tetap kasih makan. Ngga kurang baik gimana.</p>
<blockquote><p>Pelajaran yang kita bisa tarik dari cerita di atas: <strong>jangan mengeluh ketika menghadapi masalah</strong>. Tuhan udah janjiin tanah perjanjian kok. Hati-hati jangan sampai Tuhan murka, bisa habislah kita!</p></blockquote>
<p>Cerita bagian kedua. Kita mungkin ingat, sebelum masuk kota Yerikho, Musa mengirim dua belas mata-mata untuk mengintai situasi. Uniknya dari dua belas mata-mata, sepuluh bilang yang jelek-jelek dan bernada pesimis, cuma dua yang tetap optimis. How come?</p>
<p>Begini laporan sepuluh pengintai (10PP): &#8220;Bos, lapor, Negeri itu (Kanaan) berlimpah susu dan madunya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat&#8221;. Jiper deh orang Israel. Tapi Kaleb coba menenteramkan hati bangsa Israel, dia bilang, &#8220;Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!&#8221;</p>
<p>Nah ini dia bagian menariknya, di ayat 32-33, &#8220;Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel <strong>kabar busuk </strong>tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: &#8220;Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.&#8221;</p>
<p>Udah deh, bangsa Israel menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah mereka pada Musa dan Harun, pengennya mati di Mesir dibanding mati di padang gurun. Dua mata-mata yang optimis itu terus berusaha meyakinkan bahwa Israel bisa menang. Dia bilang, &#8220;Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. <strong>Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu</strong> dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. <strong>Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN</strong>, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.&#8221; Disini ada fakta yang valid, tapi juga ada kabar busuk yang benar-benar bertentangan dengan janji Tuhan. Mana ada itu orangnya kaya raksasa saling makan satu sama lain. <strong>Itu bukan fakta</strong>. </p>
<blockquote><p>Pelajaran yang kita bisa tarik dalam hidup ini. Jangan sampai dibikin bingung oleh kabar-kabar busuk yang dibilang orang. Ketika Tuhan sudah berjanji, pegang erat janji itu. Jangan memberontak kepada Tuhan.
</p></blockquote>
<p>Di kesibukan saya belakangan ini, emang urusan yang dihadapi cukup beragam. Gak jarang orang di sekitar sering berkata &#8220;kabar busuk&#8221;, membawa pemikiran pesimis. Disini saya ngga mengajak kita jadi orang yang selalu optimis (baca: dikit2 claim janji Tuhan), tapi lebih ke arah marilah jadi orang yang selalu berpengharapan pada Tuhan dalam menghadapi setiap masalah. <strong>Tuhan pasti tuntun anak-anakNya!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/memisahkan-kabar-busuk-dari-fakta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang dosa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 00:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1815</guid>
		<description><![CDATA[Apakah orang Kristen yang sudah lahir baru, masih berbuat dosa? Jawabannya adalah masih. Lalu apa bedanya sama orang yang belum lahir baru. Dipikir-pikir emang benar. Misalnya, kalau sebelum lahir baru, berbohong itu terasa biasa saja. Kalau sudah lahir baru, pasti Roh Kudus bilang pada hati nurani kita kalau bohong itu dosa. Dengan kata lain, ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apakah orang Kristen yang sudah lahir baru, masih berbuat dosa?</strong></p>
<p>Jawabannya adalah masih. Lalu apa bedanya sama orang yang belum lahir baru. Dipikir-pikir emang benar. Misalnya, kalau sebelum lahir baru, berbohong itu terasa biasa saja. Kalau sudah lahir baru, pasti Roh Kudus bilang pada hati nurani kita kalau bohong itu dosa. Dengan kata lain, ketika seseorang lahir baru, dia melihat dosa sebagai sesuatu yang memalukan.</p>
<p>Pas nulis post ini, saya somehow ingat satu teman yang bisa dengan tanpa beban bercerita tentang dosa-dosa yang dia lakuin. Dia sudah dibaptis. Semoga dia ngga ignore ketika Roh Kudus ingatkan dia.</p>
<p><strong>Apakah orang yang dibaptis itu pasti diselamatkan?</strong></p>
<p>Nah. Untuk jelasin ini gampangnya gini. Setiap tanggal 17 Agustus, kita biasa pasang bendera di depan rumah untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Jadi bendera sebagai suatu tanda dari kemerdekaan yang kita punya. Kalau ngga ada kemerdekaan itu sendiri, pasang bendera merah putih gak ada artinya. Nah, baptisan itu sebuah tanda kita percaya pada Tuhan Yesus. Kalau dalam hati sendiri kita ngga percaya Tuhan Yesus, bagaimana kita diselamatkan? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memaknai Waktu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 08:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1811</guid>
		<description><![CDATA[Dari status facebook teman: Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/ilustrasi-negri-tanpa-waktu-300x300.jpg" alt="" title="ilustrasi-negri-tanpa-waktu" width="300" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1812" />Dari status facebook teman:</p>
<p>Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas</p>
<p>Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan</p>
<p>Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian</p>
<p>Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya *ihiy*</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta</p>
<p>Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MILI DETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade</p>
<p>Ya, marilah kita menghargai setiap detik yang kita miliki <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Betapa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 16:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1803</guid>
		<description><![CDATA[Betapa besarnya uang seratus ribu kalau untuk dimasukkan ke kantong kolekte, namun betapa kecilnya bila dibawa ke mal untuk dibelanjakan. Betapa lamanya mendengarkan firman Tuhan selama satu jam, namun betapa singkatnya waktu tiga jam untuk menonton film di bioskop. Betapa sulitnya mencari kata-kata ketika berdoa, namun betapa mudahnya bergosip dengan teman-teman. Betapa sulitnya membaca satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa besarnya uang seratus ribu kalau untuk dimasukkan ke kantong kolekte, namun betapa kecilnya bila dibawa ke mal untuk dibelanjakan.</p>
<p>Betapa lamanya mendengarkan firman Tuhan selama satu jam, namun betapa singkatnya waktu tiga jam untuk menonton film di bioskop.</p>
<p>Betapa sulitnya mencari kata-kata ketika berdoa, namun betapa mudahnya bergosip dengan teman-teman.</p>
<p>Betapa sulitnya membaca satu perikop Alkitab, namun betapa mudahnya untuk menyelesaikan novel setebal 100 halaman.</p>
<p>Betapa mudahnya mempercayai gosip, namun betapa sulitnya mempercayai firman Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selah &#8211; I bless Your name</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/selah-i-bless-your-name/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/selah-i-bless-your-name/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 19:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1800</guid>
		<description><![CDATA[In prisoner’s chains with bleeding stripes Paul and Silas prayed that night And in their pain began to see Their chains were loosed and they were free Some midnight hour if you should find You’re in a prison of your mind Reach out praise, defy those chains And they will fall in Jesus’ name]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In prisoner’s chains with bleeding stripes<br />
Paul and Silas prayed that night<br />
And in their pain began to see<br />
Their chains were loosed and they were free </p>
<p>Some midnight hour if you should find<br />
You’re in a prison of your mind<br />
Reach out praise, defy those chains<br />
And they will fall in Jesus’ name</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/selah-i-bless-your-name/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pa-ma-ci-ko</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/pa-ma-ci-ko/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/pa-ma-ci-ko/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 05:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Kangen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1797</guid>
		<description><![CDATA[What a family I have in you. Tell me, where have the years gone? If I knew, I&#8217;d gladly reclaim and relive each one of them.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>What a family I have in you. Tell me, where have the years gone?<br />
If I knew, I&#8217;d gladly reclaim and relive each one of them.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/pa-ma-ci-ko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengungsi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 00:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1793</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu ada diskusi menarik di suatu forum. Jadi ceritanya ada seorang Indonesia yang punya pemikiran untuk jadi warga negara Kanada. Jadi dia berencana untuk datang ke Kanada dengan visa turis. Lalu sesampai di Kanada, dia mau buang paspornya. Lalu minta perlindungan pemerintah Kanada, dan mengaku kalau dia stateless, gak punya kewarganegaraan. Dia bilang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/pengungsi-300x200.jpg" alt="" title="pengungsi" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-1794" />Beberapa waktu lalu ada diskusi menarik di suatu forum. Jadi ceritanya ada seorang Indonesia yang punya pemikiran untuk jadi warga negara Kanada. Jadi dia berencana untuk datang ke Kanada dengan visa turis. Lalu sesampai di Kanada, dia mau buang paspornya. Lalu minta perlindungan pemerintah Kanada, dan mengaku kalau dia stateless, gak punya kewarganegaraan. Dia bilang dia gak akan ngaku kalau dia berasal dari Indonesia. Dalam pemikirannya, Kanada dengan dasar kemanusiaan akan melindungi dan memberikan kewarganegaraan.<span id="more-1793"></span></p>
<p>Rasanya dia ngga akan dapat kewarganegaraan. Bukan begitu caranya kalau mau jadi pengungsi. Ada proses yang perlu diikuti. Seandainya dia ikuti prosesnya dan bisa dapat PR refugee dari Kanada, ada hal yang mungkin belum terpikir konsekuensinya. Dia ngga akan bisa balik ke Indonesia lagi. Karena definisi pengungsi sejati adalah orang yang meninggalkan negara asalnya karena perang, penganiayaan. Saking merasa teraniaya, lari dari situ dan gak mau kembali lagi.</p>
<p>Pas saat teduh beberapa hari lalu, cerita di atas mengingatkan saya dengan pemazmur. Tagline blog ini: tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Pemazmur merasakan betapa terancam jiwanya sehingga dia minta perlindungan Tuhan. Dan rasanya ngga akan ingin kembali lagi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Naturalisasi hamba Tuhan?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 19:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1786</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena naturalisasi belakangan merebak di dunia persepakbolaan Indonesia. Semenjak pemain-pemain naturalisasi bergabung dengan timnas, prestasi pasukan Garuda (timnas) kian sering mencuat di media. Sebutlah Christian Gonzalez, pemain dari Uruguay yang sudah merumput di lapangan bola tanah air sejak tahun 2003, dan sekarang bermain di Persib Bandung. *Pantesan Persib sekarang jadi jago, padahal biasanya kalah melulu*. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/naturalization-300x199.jpg" alt="" title="naturalization" width="300" height="199" class="alignright size-medium wp-image-1791" />Fenomena naturalisasi belakangan merebak di dunia persepakbolaan Indonesia. Semenjak pemain-pemain naturalisasi bergabung dengan timnas, prestasi pasukan Garuda (timnas) kian sering mencuat di media. Sebutlah Christian Gonzalez, pemain dari Uruguay yang sudah merumput di lapangan bola tanah air sejak tahun 2003, dan sekarang bermain di Persib Bandung. *Pantesan Persib sekarang jadi jago, padahal biasanya kalah melulu*. Tercatat pada November 2010 yang lalu, Gonzalez resmi menjadi WNI. Dengan demikian ia boleh menjadi bagian dari timnas.</p>
<p>Belakangan beredar anekdot untuk melakukan naturalisasi untuk politisi-politisi di Indonesia. Carut marut panggung politik di Indonesia emang menyedihkan. Saking menyedihkannya sampai mungkin saya rasa kita perlu naturalisasi politikus yang lebih handal. Gak melulu ngeributin jalan-jalan studi banding, kasus Susno, Gayus, yang semuanya &#8220;hangat-hangat (maaf) tahi ayam&#8221;. Sekarang rame, paling tar beberapa bulan lagi sepi, tanpa ada penyelesaian tuntas.<span id="more-1786"></span></p>
<blockquote><p>Naturalisasi terlihat sebagai solusi ketika kita memiliki keterbatasan dalam suatu komunitas.</p></blockquote>
<p>Bagaimana dengan pelayanan di gereja? Ketika suatu gereja memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek pelayanan, apakah naturalisasi adalah suatu pilihan? Saya kadang membayangkan bagaimana kalau suatu saat di gereja saya bisa mendengarkan Brooke Fraser (vokalis Hillsong favorit saya :p) sebagai penyanyi, atau John Piper sebagai pengkotbah. Gereja mungkin bisa berisi semua &#8220;superstar&#8221;. Bermimpi!</p>
<p>Atau lebih ekstrim lagi imajinasi saya kalau naturalisasi di dalam berkeluarga. Gimana jadinya kalau ayah saya melihat saya sebagai anak yang kurang baik. Masa ayah saya akan menaturalisasi orang lain buat jadi anaknya. Tidak akan pernah terjadi!</p>
<blockquote><p>Naturalisasi tidak akan pernah menjadi pilihan untuk sesuatu yang melibatkan &#8220;personal relationship&#8221;. </p></blockquote>
<p>Sebagai anak dan ayah, tidak ada yang bisa menggantikan posisi ini walaupun dua-duanya mungkin banyak kekurangan. Saya merasakan hal yang sama dengan pelayanan di gereja. Tidak mungkin kita menaturalisasi orang-orang di luar gereja hanya karena di gereja tidak ada orang yang sanggup melayani. Bagi saya pelayanan di gereja adalah suatu hasil dari hubungan pribadi dengan Tuhan, yang lalu diapplikasikan di suatu komunitas (yakni gereja).</p>
<p>Ketika mengalami &#8220;krisis kekurangan hamba Tuhan&#8221;, biasanya situasi akan menjadi sedikit tidak enak. Pasti muncul kata-kata seperti, &#8220;Apa susahnya sih bilang iya?&#8221;, &#8220;Orang lain aja bisa, masak anda tidak bisa?&#8221;, &#8220;Abraham aja mau dipanggil Tuhan tanpa tau tujuannya kemana&#8221;. Ada sederet kisah di Alkitab yang bisa digunakan sebagai referensi tentang panggilan pelayanan. Tapi bagaimana mungkin suatu yang bersifat personal (apalagi dengan Tuhan) bisa dipaksakan. Biarlah gereja boleh bersama-sama bergumul tentang hal ini, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan gereja-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AbrakadaSAH</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/abrakadasah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/abrakadasah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 20:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1784</guid>
		<description><![CDATA[Selagi latihan mengucapkan akad, Calon pengantin pria: &#8220;Saya terima nikahnya X binti Y dengan mas kawin seperangkat alat sulap dibayar tunai!&#8230; (diam sejenak) Eh.&#8221; Didengar calon mertua yang diam-diam berharap ada kelinci keluar dari dalam kopiah calon menantunya. Hahaha!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Selagi latihan mengucapkan akad,<br />
Calon pengantin pria: &#8220;Saya terima nikahnya X binti Y dengan mas kawin seperangkat alat sulap dibayar tunai!&#8230; (diam sejenak) Eh.&#8221;</p>
<p>Didengar calon mertua yang diam-diam berharap ada kelinci keluar dari dalam kopiah calon menantunya.</p></blockquote>
<p>Hahaha!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/abrakadasah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angin di 2011</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 15:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1780</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/ship.jpg" alt="" title="ship" width="240" height="161" class="alignright size-full wp-image-1782" />Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. (Mazmur 107:23-30)</p>
<p>Konon dalam dunia berlayar, ada dua kondisi yang tidak enak: angin ribut, dan tidak ada angin sama sekali. Kalau ada angin ribut, kapal diombang-ambing kesana kemari. Semua awak kapal harus bekerja keras agar kapal tidak karam. Dan kondisi kedua, tidak ada angin sama sekali. Kapal tidak bisa bergerak ke tujuan akhir. Emang setau saya ada titik yang dibilang &#8220;equatorial calm&#8221;, jadi di titik itu emang gak ada angin. Kapal gak bisa berlayar.</p>
<p>Selama 2010, rasanya saya mengalami situasi &#8220;angin ribut&#8221; dan juga &#8220;gak ada angin&#8221;. Dan juga tentunya, mengalami situasi angin yang mendukung untuk berlayar, semakin dekat dengan apa yang dituju. Somehow perasaan saya memasuki tahun 2011 ini agak khawatir. Sepertinya tahun ini akan menjadi tahun yang cukup menantang. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, dipersiapkan, dan diputuskan.</p>
<p>Semua lorong di bumi haruslah kau jalani<br />
Bersama dengan sesama menuju pada Bapa</p>
<p>Semua pematang swah menanti telapakmu<br />
Derita ria bersama meringankan langkahmu</p>
<p>Semua roda hidupmu mendambakan imanmu<br />
Di perjamuan abadi Bapa sudah menanti</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kok jahat sekali ya</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/12/kok-jahat-sekali-ya/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/12/kok-jahat-sekali-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 08:39:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1768</guid>
		<description><![CDATA[Coba tonton video ini dulu, kemudian baca komentar saya di bawah ini. Ada tiga perasaan ketika saya menonton video ini: kasihan, sedih &#38; geram. Kasihan dengan orang yang menonton video ini begitu saja, dan mempercayai isinya sebagai kebenaran Tuhan. Sedih karena firman Tuhan kok dipermainkan seperti ini. Geram dengan orang yang dengan sadar tidak menuntun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Coba tonton <a href="http://www.youtube.com/watch?v=8R0Gafg5YfI" target="_blank">video ini</a> dulu, kemudian baca komentar saya di bawah ini.</p>
<p>Ada tiga perasaan ketika saya menonton video ini: kasihan, sedih &amp; geram. Kasihan dengan orang yang menonton video ini begitu saja, dan mempercayai isinya sebagai kebenaran Tuhan. Sedih karena firman Tuhan kok dipermainkan seperti ini. Geram dengan orang yang dengan sadar tidak menuntun orang pada pemahaman yang benar tentang Tuhan. Kok jahat sekali ya.</p>
<p>Dari dulu bicara tanda-tanda, kutip Alkitab secuplik-secuplik lalu artikan di luar konteksnya. Bicara bulan bintang, goncangan, api, angin. Duh. Di video ini membahas angka 26 yang dikaitkan dengan bencana di Indonesia. Dari sisi fakta, ini udah salah, karena:</p>
<ul>
<li>Gempa Jogja itu tanggal 27 Mei 2006, bukan tanggal 26.</li>
<li>Gempa di Tasik bukan hanya terjadi tanggal 26 Juni 2010. Tapi sering. Bahkan gempa yang terbilang besar kekuatannya itu yang tahun 2009, tepatnya 2 September 2009 (7,3 skala Richter).</li>
<li>Gempa bumi Mentawai itu tanggal 25 Oktober, bukan tanggal 26.<span id="more-1768"></span></li>
</ul>
<p>Lalu dia bilang, &#8220;Hari-hari ini Tuhan berbicara tentang angka 26&#8243;. Artinya Tuhan lagi berbicara dari Hagai 2:6, &#8220;sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!&#8221;&#8230;.Hah, bagaimana bisa Hagai 2:6 dikaitkan sama angka 26? Kenapa gak dari Matius 2:6 kek, atau Mazmur 2:6, atau Ayub 2:6. Hmmmm&#8230;mengada-ngada. Belum lagi kalau Alkitab bahasa Inggris Hagai 2:6 di Indonesia adalah Hagai 2:7 di Alkitab bahasa Inggris.</p>
<p>Dengan jutaan bencana di dunia, dan hanya 28, 29, 30, atau 31 tanggal dalam satu bulan, jelas kita akan bisa menemukan bencana-bencana di tanggal 1, 2, dst. Tinggal niat apa ngga kita nyari datanya. Gak perlu mengait2kan bencana yang terjadi dengan mistis-mistis, apalagi dikaitkan dengan Hagai 2:6.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/12/kok-jahat-sekali-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Roma</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/12/roma/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/12/roma/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 06:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1765</guid>
		<description><![CDATA[Inti dari kitab Roma:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inti dari kitab Roma:</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zTUJh9ntCmw?fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/zTUJh9ntCmw?fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/12/roma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ignore the real world</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/12/ignore-the-real-world/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/12/ignore-the-real-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 07:24:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1756</guid>
		<description><![CDATA[I found this passage interesting. It&#8217;s from Rework, a book from the founders of 37signals, a software company. “That would never work in the real world.” You hear it all the time when you tell people about a fresh idea. This real world sounds like an awfully depressing place to live. It’s a place where [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/12/Rework.jpg" alt="" title="Rework" width="177" height="285" class="alignright size-full wp-image-1757" />I found this passage interesting. It&#8217;s from <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0307463745?ie=UTF8&#038;tag=growthink-20&#038;linkCode=as2&#038;camp=1789&#038;creative=9325&#038;creativeASIN=0307463745?">Rework</a>, a book from the founders of 37signals, a software company.</p>
<blockquote><p>“That would never work in the real world.” You hear it all the time when you tell people about a fresh idea.</p>
<p>This real world sounds like an awfully depressing place to live. It’s a place where new ideas, unfamiliar approaches, and foreign concepts always lose. The only things that win are what people already know and do, even if those things are flawed and inefficient.</p>
<p>Scratch the surface and you’ll find these “real world” inhabitants are filled with pessimism and despair. They expect fresh concepts to fail. They assume society isn’t ready for or capable of change.  Even worse, they want to drag others down into their tomb. If you’re hopeful and ambitious, they’ll try to convince you that your ideas are impossible. They’ll say you’re wasting your time.<span id="more-1756"></span></p>
<p>Don’t believe them. That world may be real for them, but it doesn’t mean you have to live in it. We know because our company fails the real world test in all kinds of ways. In the real world, you can’t have over a dozen employees spread out across eight different cities over two continents. In the real world, you can’t attract millions of customers without any salespeople or advertising. </p>
<p>In the real world, you can’t reveal your formula for success to the rest of the world. But we’ve done  all those things and prospered.</p>
<p><strong>The real world isn’t a place, it’s an excuse. It’s a justification for not trying. It has nothing to do with you.</strong></p></blockquote>
<p>Well&#8230;although the book can be completely categorized as a business book, as I&#8217;m reading this article, it empowers and reminds me of the verse from the Bible: &#8220;Do not be conformed to this world, but be transformed by the renewal of your mind, that by testing you may discern what is the will of God, what is good and acceptable and perfect.&#8221; (Romans 12:2).</p>
<p>We live in this world. The more we know Christ, the deeper we realize that this world has strayed away from God. We tried to make difference in the world, trying to put Christ in the center of our life but we may have failed many times. The lesson I learned today is that if people have such passion to &#8220;ignore the real world&#8221; and stick to their original ideas. Their hearts don&#8217;t grow cold to make a difference. Why should our hearts grow cold to know Jesus?</p>
<p>May this be a blessing to you.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/12/ignore-the-real-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patokan nilai</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/12/patokan-nilai/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/12/patokan-nilai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2010 23:56:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1751</guid>
		<description><![CDATA[Konon katanya, ada tiga macam hal yang menjadi patokan dalam menilai sesuatu: Suara terbanyak &#8211; kalau suara terbanyak bilang hal itu baik, maka hal itu menjadi baik. Bila kebanyakan orang bilang hal itu buruk, maka hal itu menjadi buruk. Tujuan - yang penting adalah tujuannya. Cara gak gitu penting, yang penting tujuannya. Contohnya, Robin Hood [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon katanya, ada tiga macam hal yang menjadi patokan dalam menilai sesuatu:</p>
<ul>
<li><strong>Suara terbanyak</strong> &#8211; kalau suara terbanyak bilang hal itu baik, maka hal itu menjadi baik. Bila kebanyakan orang bilang hal itu buruk, maka hal itu menjadi buruk.</li>
<p><br/></p>
<li><strong>Tujuan </strong>- yang penting adalah tujuannya. Cara gak gitu penting, yang penting tujuannya. Contohnya, Robin Hood itu gak apa-apa, karena dia mencuri dengan tujuan yang baik yaitu untuk berbagi dengan orang miskin. Contoh lain lagi, berbohong itu gak apa-apa, yang penting maksudnya baik. Makanya kadang ada istilah white lies.</li>
<p><br/></p>
<li><strong>Kebudayaan </strong>- kalau nilai budaya bilang baik ya baik, gimana nilai budaya yang dianut aja. Contohnya, pasangan kumpul kebo di Indonesia sih sering dirazia. Kalau di Canada, hal itu udah biasa.</li>
</ul>
<p>Hal ini terdengar sederhana. Sebagai orang percaya, apakah hal di atas yang jadi kriteria kita? Hmmm&#8230;jelas patokan orang percaya adalah cuma satu, yaitu gimana penilaian Tuhan, yang kita kenal melalui firmanNya. Kadang&#8230;kita sering terjebak dengan tiga patokan di atas, lupa tanya penilaian Tuhan.</p>
<p>*<span style="color: #ffffff;">Semoga keputusan yang saya ambil hari ini  berkenan di hadapan Tuhan</span>*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/12/patokan-nilai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua pena, satu cerita</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/dua-pena-satu-cerita/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/dua-pena-satu-cerita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 22:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1748</guid>
		<description><![CDATA[Dunia hanya selembar kertas Masing-masing menulis ceritanya Ceritakan kisahmu, lupakan menurut siapa Dan dalam lingkup apa. Ketika kisah indah tertulis Haruskah tawa bahagia dibunuh Ketika tragedi terjadi Haruskah tangis dilapis senyum Kedalaman pikiran membuat diri terjebak Terjebak dalam pencitraan diri Padahal pena berbeda, jiwa berbeda, Cerita pun jelas akan berbeda Apa yang harus disanggah Ah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia hanya selembar kertas<br />
Masing-masing menulis ceritanya<br />
Ceritakan kisahmu, lupakan menurut siapa<br />
Dan dalam lingkup apa.</p>
<p>Ketika kisah indah tertulis<br />
Haruskah tawa bahagia dibunuh<br />
Ketika tragedi terjadi<br />
Haruskah tangis dilapis senyum</p>
<p>Kedalaman pikiran membuat diri terjebak<br />
Terjebak dalam pencitraan diri<br />
Padahal pena berbeda, jiwa berbeda,<br />
Cerita pun jelas akan berbeda<br />
Apa yang harus disanggah</p>
<p>Ah masalah hati..semua orang<br />
Berusaha melindungi bagian tubuh paling berharga itu<br />
Takut hancur, dikerangkeng lah hati<br />
Ketulusan semakin langka hari demi hari</p>
<p>Satu pena, satu cerita, cukup pakai satu hati<br />
Dua pena, satu cerita, jelas harus pakai dua hati</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/dua-pena-satu-cerita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fast-forward moment</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 19:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[Ketika hidup begitu padat dengan aktifitas. Dari rapat yang satu ke rapat yang lain. Dari tugas kuliah yang satu ke tugas yang selanjutnya. Hidup kadang terasa begitu cepat. Seolah-olah saya bergerak tanpa arah yang pasti. Dan lalu kemudian sudah hari Jumat lagi. Entah bagaimana saya jadi ingat film Click, terutama adegan ini. Di film itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika hidup begitu padat dengan aktifitas. Dari rapat yang satu ke rapat yang lain. Dari tugas kuliah yang satu ke tugas yang selanjutnya. Hidup kadang terasa begitu cepat. Seolah-olah saya bergerak tanpa arah yang pasti. Dan lalu kemudian sudah hari Jumat lagi. Entah bagaimana saya jadi ingat film Click, terutama <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Odwi8w_4NrY" target="_blank">adegan ini</a>. Di film itu Adam Sandler punya suatu remote control yang bisa fast-forward hidup sampai-sampai begitu banyak moment berharga lewat begitu saja.</p>
<p>Kemarin malam saya baru beres kelas jam 9:30, cuaca dingin ditambah hujan salju. Badan udah kerasa cape secara udah beraktifitas dari pagi, kerjaan pun cukup banyak tugas yang perlu diselesaikan. Begitu tergoda untuk mengeluh, tapi Tuhan masih mengingatkan untuk menikmati setiap moment hidup. Hati serasa plong, Dia adalah gunung batu-ku!</p>
<p>Semoga tidak banyak hal yang saya &#8220;fast-forward&#8221; dalam hidup ini.</p>
<p><em>Keep us on our knees<br />
Keep our fingers on the pages of The Scriptures</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Do you like mie?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/do-you-like-mie/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/do-you-like-mie/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 18:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1737</guid>
		<description><![CDATA[Pada Jamuan makan malam bersama Presiden Yudhoyono, Obama berusaha beramah-tamah dengan Megawati yang sedang mengambil Salad di meja prasmanan: Obama: &#8220;Do You Like Salad?&#8221; Megawati &#8220;Oh yes I do Like Shalat (Salad), even 5 times a day&#8221; Obama &#8220;Oh that&#8217;s very good, what kind of dressing do use?&#8221; Megawati &#8220;Mukenah Of Course&#8221; Obama terheran-heran dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada Jamuan makan malam bersama Presiden Yudhoyono, Obama berusaha beramah-tamah dengan Megawati yang sedang mengambil Salad di meja prasmanan:</p>
<blockquote><p>
Obama: &#8220;Do You Like Salad?&#8221;<br />
Megawati &#8220;Oh yes I do Like Shalat (Salad), even 5 times a day&#8221;<br />
Obama &#8220;Oh that&#8217;s very good, what kind of dressing do use?&#8221;<br />
Megawati &#8220;Mukenah Of Course&#8221;</br><br />
Obama terheran-heran dan berfikir mungkin itu dressing salad model baru. Pada saat mengambil mie bakso Megawati berganti ingin beramah-tamah dengan Obama</br><br />
Megawati &#8220;Do you Like Me? (Mie)&#8221;<br />
Obama &#8220;Oh Yes I Do Very Much&#8221;<br />
Megawati &#8220;Then You should Try Me (Mie), still Hot You Know:) &#8221;<br />
Obama : &#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/do-you-like-mie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Embracing God in uncertainty</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/embracing-god-in-uncertainty/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/embracing-god-in-uncertainty/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 05:48:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1718</guid>
		<description><![CDATA[My impression after I read my previous post was that it sounds so logical and rational (perhaps because that&#8217;s the way I or most men think?). I asked myself again what was the reason I wrote the article, I think it is because there are many uncertainties in life. It may be job uncertainties, relational [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>My impression after I read my previous <a href="http://gunung-batu.com/2010/11/embrace-uncertainty/">post</a> was that it sounds so logical and rational (perhaps because that&#8217;s the way I or most men think?). I asked myself again what was the reason I wrote the article, I think it is because there are many uncertainties in life. It may be job uncertainties, relational uncertainties, financial uncertainties, or even faith uncertainties.</p>
<p>It is true that I know that I have a sovereign God. I learned the hard way the importance of the Bible: sola scriptura. I am grateful for the grace of God, salvation by faith not by works. I read scriptures saying that God is in control of my life, hence I should not be worry. Even I name this blog based on Psalm 18:2: The LORD [is] my rock, and my fortress, and my deliverer; my God, my strength, in whom I will trust; my buckler, and the horn of my salvation, [and] my high tower. (KJV)<span id="more-1718"></span></p>
<p>Yet still if we&#8217;re honest&#8230;<strong>one thing is certain: there will always be uncertainty.</strong></p>
<p>Since there will always be uncertainty, there is no point to act as if there is no uncertainty. We cannot ignore uncertainty. It exists. As I mentioned in my previous post, I tend to embrace uncertainty by applying several techniques. But I guess I forgot to mention the underlying principle of embracing uncertainty is actually embracing God in uncertainty. For all flesh is as grass, and all the glory of man as the flower of grass. The grass withereth, and the flower thereof falleth away (1 Peter 2:24, KJV)</p>
<p>If we&#8217;re honest&#8230;<strong>we cannot ignore the existence of God in uncertainty.</strong></p>
<p>As I recall in the Bible, uncertainty existed in both Old and New Testaments.</p>
<ul>
<li>Abraham was called to unknown place. Yet later we know the great plan God has prepared for him. God promised three things: land, seed, and blessings. (Abrahamic Covenant)</li>
<li>The story of Moses. He spent 40 years of uncertainty in the desert. God shaped his character. You can read the detail at this <a href="http://gunung-batu.com/2009/12/sekolah-kehidupan-padang-gurun/" target="_blank">article</a> I posted a while ago. God made covenant with Moses (Mosaic Covenant)</li>
<li>The nation of Israel wandered in the desert for forty years. They did complain. We know that God did not allow the to enter Canaan.</li>
<li>The story of Elijah, one of many great stories I admired in the Bible. He fought all the baal prophets on Mount Carmel. He was so brave at a time, yet he felt so miserable and uncertain of his life when Jezebel chased him down. He was so depressed so that he even asked God to take his life. We know that God protected Elijah. God fed Elijah through the crow. Isn&#8217;t amazing?</li>
<li>The story of David. Uncertainty and doubts were in the mind of all people but David! He defeated Goliath.</li>
<li>The story of Paul, Peter, John, and other disciples. Even they believe in Christ, uncertainty still existed in their life.</li>
</ul>
<p>If we&#8217;re willing to learn from the past, God did not take away uncertainty from our life, even after we believed in Him. But one thing for sure, God has plan and purpose uniquely prepared to each of us. If we were certain of everything in life, we wouldn&#8217;t trust in God the way we should have.</p>
<p>Uncertainty in life should bring our focus back to God.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/embracing-god-in-uncertainty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kasih Allahku Sungguh T&#8217;lah Terbukti</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/kasih-allahku-sungguh-tlah-terbukti/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/kasih-allahku-sungguh-tlah-terbukti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 04:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1731</guid>
		<description><![CDATA[Kasih Allahku sungguh t&#8217;lah terbukti Ketika Dia serahkan anak-Nya Kasih Allah mau berkorban bagi kau dan aku Tak ada kasih seperti kasih-Mu Bersyukur, bersyukur, bersyukurlah Bersyukur kar&#8217;na kasih setia-Mu Kusembah, kusembah, kusembah dan kusembah S&#8217;lama hidupku, kusembah Kau Tuhan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kasih Allahku sungguh t&#8217;lah terbukti<br />
Ketika Dia serahkan anak-Nya</strong><br />
Kasih Allah mau berkorban bagi kau dan aku<br />
Tak ada kasih seperti kasih-Mu </p>
<p>Bersyukur, bersyukur, bersyukurlah<br />
Bersyukur kar&#8217;na kasih setia-Mu<br />
Kusembah, kusembah, kusembah dan kusembah<br />
S&#8217;lama hidupku, kusembah Kau Tuhan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/kasih-allahku-sungguh-tlah-terbukti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Road blocks</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/road-blocks/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/road-blocks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 00:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1723</guid>
		<description><![CDATA[Whenever road blocks are in the way, the thought of &#8220;what&#8217;s my callingnow&#8221; surfaces&#8230; Ahh, don&#8217;t let &#8220;me&#8221; be the center of this thought.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Whenever road blocks are in the way, the thought of &#8220;what&#8217;s my calling<em>now</em>&#8221; surfaces&#8230;</p>
<p>Ahh, don&#8217;t let &#8220;me&#8221; be the center of this thought.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/road-blocks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Embracing Uncertainty</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/embrace-uncertainty/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/embrace-uncertainty/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 07:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1701</guid>
		<description><![CDATA[This is something I&#8217;m currently contemplating. Some times, the hardest part of building a software system is deciding precisely what to build. 2 out of 3 projects are failing. Whether that number is accurate or not, it is pretty concerning as I&#8217;m working in the IT industry. Perhaps that is one of many reasons my [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-1700" title="Uncertainty" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/11/Uncertainty-300x285.jpg" alt="" width="300" height="285" />This is something I&#8217;m currently contemplating. Some times, the hardest part of building a software system is deciding <span style="text-decoration: underline;">precisely</span> what to build. 2 out of 3 projects are failing. Whether that number is accurate or not, it is pretty concerning as I&#8217;m working in the IT industry. Perhaps that is one of many reasons my interest in business analysis (BA) world has grown recently. BA role is to gather what the users need. Typically a BA would write user stories using this kind of template:</p>
<p>As a [role], I want to [do something], so that [blablabla]. For example, as an artist, I want to create some paintings, so that I can sell it and meet my ends. This sounds simple, right? Now&#8230;it seems logical that we need to know what we want in order to estimate its construction and get it on schedule, right? I want to get a brush, a canvas, some paints, and start painting. Things sound simple until we&#8217;re actually doing it.<span id="more-1701"></span></p>
<p>So here myself, as an artist starts painting. I know what I want, now there are two approaches I can take: paint it <strong>iteratively</strong>, or paint it <strong>incrementally</strong>. While these two terms are actually common words used in IT project, I will try to explain them in simple way.</p>
<p>If I were to paint incrementally&#8230;it will look like this:<br />
Incrementing calls for a fully formed idea. And, doing it on time <strong>requires dead accurate estimation</strong>.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1698" title="Monalisa1" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/11/Monalisa1.jpg" alt="" width="602" height="193" /></p>
<p>While if I were to paint iteratively&#8230;it will look like this:<br />
A more iterative allows you to move from vague idea to realization <strong>making course corrections as you go</strong>.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1702" title="Monalisa2" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/11/Monalisa21.jpg" alt="" width="596" height="196" /></p>
<p>See the difference? Incremeting is basically build a bit at a time. While iterating builds a rough version, validates it, then slowly builds up quality. Now do you see why many IT projects fail? Well, one of the reason is because they&#8217;re doing the project incrementally, instead of iteratively. Some of you may raise your eyebrow and say &#8220;how come?&#8221;</p>
<p>Let&#8217;s imagine if a customer asked me to build a car within a year. I know all cars will have an engine, brakes, transmission, suspension, seats, steering wheel, etc. If I were to build it incrementally, I would build a Mercedes Benz. But I need to have a dead accurate knowledge of how a Mercedes Benz car is like. That&#8217;s pretty hard since I have little knowledge on Benz cars. I start building the engine, make it perfect. Then build the transmission, make it perfect. Then the body, and make it perfect. Then by month 12, I will have all perfect parts built except the brakes. The car has no brake! Oops&#8230;this project failed.</p>
<p>If I were to build it iteratively, my first goal would be to get a functional car which has engine, brakes, transmission, etc. I build a functional brake, not the best in the class but it is functional. Then I continue on other parts as well, they don&#8217;t have the best quality but they will meet your basic expectation for a car. At the end of month 12, I may not have a Benz, but I have a Mazda! Working and functioning fully as a car.</p>
<p>Often times, at least in IT projects. Customers come with several essential goals they would like to achieve. But usually, we want to build it perfect with one shot, resulting we cannot deliver all of the bare essentials. </p>
<p>***</p>
<p>So, what are my take aways from the story above? Well, I realize with my current knowledge, situation, and experience, it is very hard to decide precisely what my life would be in the future (We&#8217;re talking 5 years and beyond). I know <span style="text-decoration: underline;">in general</span> what my goal is, but I don&#8217;t know <span style="text-decoration: underline;">precisely</span> how to achieve that goal. Generally, I would love to let God use my life to glorify Him. It&#8217;s pretty generic, isn&#8217;t it? What do I mean by glorifying God? What do I need precisely to achieve that? No clue. Well, some of you may say, this goal is too abstract to talk about, it is not tangible.</p>
<p>Well, same thing when I say I want to have the ability to love my future wife. Do I know <span style="text-decoration: underline;">precisely</span> how? Not really, but I&#8217;m trying it iteratively. Haha, this sounds geeky. Well the point is, I&#8217;m not really trying to have the top-of-the-line quality of a husband to be. I&#8217;m trying to have whatever I need to start with then iteratively go from there, making corrections as I go.</p>
<p>When I say I want to have the ability to be self-sufficient. Do I know <span style="text-decoration: underline;">precisely</span> what I need to do? Not really, but I started back then when I chose my major. I choose what I enjoy (somewhat) which is IT. Then slowly trying to get my foot into the door of IT world. There are some learning pains.</p>
<p>***</p>
<p>Now, as a Christian I don&#8217;t know what my future would be. There are so many uncertainties, many things I don&#8217;t know, many things I don&#8217;t understand. But I know that only God knows precisely what my future will be. Hence, I need to ask God and keep praying and ask for His guidance in life. But I also do know that God has given me the wisdom to actually do my best to seek His will and plan in my life. To summarize, here are three things I learn so far to embrace uncertainty:</p>
<ul>
<li><strong>See the big picture of life, then prioritize your goals</strong>: you hear it often. You gotta start somewhere in life. At least you can define some goals in life, right? You don&#8217;t necesarily know how to achieve that goal for now. But at least you know that those goals are important. As you prioritize them, re-think&#8230;the essentials of the goals themselves. Are they really important in life (or after life)?</li>
<li>Don&#8217;t choose your solution too early and <strong>get yourself familiar to the word &#8220;change&#8221;</strong>. When facing uncertainty, it is critical to make decision. I understand that part. But it is also important not to get &#8220;stuck&#8221; with one decision. Should you face any difficulties along the way, it is a good thing to have alternatives. Imagine this: I would like to dig a hole to put my flower in. To dig a hole, I can use small spade, spoon, or even an excavator. If I decided to use a spoon, and along the way I&#8217;m facing a giant rock, I would have regreted and wished that I keep the excavator with me.<br />
<img class="alignleft size-full wp-image-1697" title="Hole" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/11/Hole.jpg" alt="" width="387" height="381" /></li>
<li>Build up quality iteration by iteration&#8230;.<strong>don&#8217;t give up. Keep learning</strong>.</li>
<li>Know that above all these things we can do, I believe that God is sovereign in my life. Every learning process/pains I go through, God knows and understands. This article is not intended to build up your confident so that you can face uncertainty with your own power. </li>
</ul>
<p>As I&#8217;m writing iteratively, I may have wrong opinion in this article, but I will be happy to re-iterate and correct it <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/embrace-uncertainty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/rencana/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/rencana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 00:18:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1694</guid>
		<description><![CDATA[Manusia merencanakan, Tuhan menentukan Tuhan menentukan, manusia merencanakan Kadang bingung giliran siapa Giliran siapapun, Tuhan tetap menentukan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia merencanakan, Tuhan menentukan<br />
Tuhan menentukan, manusia merencanakan<br />
Kadang bingung giliran siapa<br />
Giliran siapapun, Tuhan tetap menentukan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/rencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukang sayur dan tukang buah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/tukang-sayur-dan-tukang-buah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/tukang-sayur-dan-tukang-buah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 21:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1690</guid>
		<description><![CDATA[Surat penjual buah yang patah hati:&#8221;Wajahmu memang manggis,watakmu juga melonkolis,tapi hatiku nanas karena cemburu,sirsak napasku,hatiku anggur lebur,ini delima dalam hidupku,memang ini juga salakku,jarang apel malam minggu.Ya Tuhan, mohon belimbing-Mu,kalo memang perpisangan ini yang terbaik untukku,semangka kau bahagia dengan pria lain.Sawonara&#8230;&#8221;Dari: Durianto Surat balasan dari pacarnya yang ternyata tukang sayur:&#8221;Membalas kentang suratmu itu.Brokoli sudah kubilang,jangan tiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surat penjual buah yang patah hati:&#8221;Wajahmu memang manggis,watakmu juga melonkolis,tapi hatiku nanas karena cemburu,sirsak napasku,hatiku anggur lebur,ini delima dalam hidupku,memang ini juga salakku,jarang apel malam minggu.Ya Tuhan, mohon belimbing-Mu,kalo memang perpisangan ini yang terbaik untukku,semangka kau bahagia dengan pria lain.Sawonara&#8230;&#8221;Dari: Durianto</p>
<p>Surat balasan dari pacarnya yang ternyata tukang sayur:&#8221;Membalas kentang suratmu itu.Brokoli sudah kubilang,jangan tiap dateng rambutmu selalu kucai,jagungmu gak pernah dicukur.Disuruh dateng malam minggu, ehh nongolnya hari labu.Ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin pare.Kalo mo nelpon aku aja mesti ke wortel.Terus terong aja, cintaku padamu sudah lama tomat.Jangan kangkung aku lagi.Cabe dehhhhhhhh!!!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/tukang-sayur-dan-tukang-buah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ulasan buku &#8211; The Christian Atheist</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/review-buku-the-christian-atheist/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/review-buku-the-christian-atheist/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 21:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1675</guid>
		<description><![CDATA[Suatu waktu Martin Luther mengalami depresi, duduk seharian, bengong, selalu merasa sedih. Gak ada yang bisa membuat dia keluar dari perasaan depresinya. Teman-temannya khawatir kalau Martin Luther begitu terus, lama-lama dia bisa mati. Lalu suatu malam, istrinya menghampiri Martin Luther dengan pakaian berkabung. Martin Luther kaget, dia tanya pada istrinya, &#8220;Katherine, ada apa? Kenapa kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-1676" title="homebook2" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/10/homebook2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" />Suatu waktu Martin Luther mengalami depresi, duduk seharian, bengong, selalu merasa sedih. Gak ada yang bisa membuat dia keluar dari perasaan depresinya. Teman-temannya khawatir kalau Martin Luther begitu terus, lama-lama dia bisa mati. Lalu suatu malam, istrinya menghampiri Martin Luther dengan pakaian berkabung. Martin Luther kaget, dia tanya pada istrinya, &#8220;Katherine, ada apa? Kenapa kamu memakai baju berkabung?&#8221;.</p>
<p>Istrinya dengan suara sedih berkata, &#8220;Mengerikan! Tuhan meninggal (God is dead)&#8221;. Luther menjawab, &#8220;Apa maksudmu? Ngomong apaan sih?&#8221;. Konon Martin Luther orangnya lumayan tempramental. Jadi lumayan terbayang betapa emosinya percakapan ini. Istrinya kemudian menjawab, &#8220;Apakah kamu Martin Luther? Apakah kamu adalah suamiku dan pendetaku?&#8221;. Martin Luther, &#8220;Iya&#8221;. &#8220;Belakangan ini, tindakanmu menunjukkan bahwa Tuhan sudah mati. Kalau Tuhan itu hidup, tentunya engkau pastinya punya iman di dalam Dia, untuk menghadapi masalahmu?&#8221;&#8230;Jadi ceritanya, Martin Luther sekalipun pernah berada di titik dimana dia bertindak seolah-olah Tuhan tidak ada, padahal dia adalah orang percaya.<span id="more-1675"></span></p>
<p><strong>Kontroversi Judul Buku</strong></p>
<p>Minggu lalu saya baru beres baca buku berjudul &#8220;Christian Atheist&#8221;. Tag line dari buku itu kurang lebih menjelaskan isinya: believing in God but living as if He does not exist. Judulnya kontroversial, dan juga lumayan catchy. Pas mau ngereview buku ini, saya sempet baca review yang kontra dengan buku ini. Beberapa orang tidak setuju dengan penggunaan kata &#8220;Christian&#8221; yang disandingkan dengan kata &#8220;Atheist&#8221;. Dan juga ada beberapa kritik bahwa buku ini lebih mengarah kepada Social Gospel karena seolah-olah karakteristik orang Kristen sejati adalah yang sudah melakukan beberapa hal dalam buku ini. Jadi seolah-olah, fokus kekristenan lebih ditekankan pada perbuatan manusia, bukan pada Kristus sendiri.</p>
<p>Hmmm&#8230;saya percaya fokus dari Injil sendiri haruslah pada Kristus, dan hanya Kristus, bukan pada perbuatan baik kita. Perbuatan baik tidak mendatangkan keselamatan. Keselamatan datang murni sebagai anugerah dan inisiatif Tuhan. Yohanes 3:16 tetap menjadi salah satu ayat terindah bagi saya, &#8220;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal&#8221;</p>
<p>Kembali mengenai kontroversi buku ini, saya membaca buku ini dengan perspektif introspeksi diri. Ketika seseorang &#8220;dilahirkan kembali&#8221; sebagai orang yang percaya pada Tuhan, selama masih di dunia, sisi manusia yang berdosa tetaplah ada. Jadi tidak mungkin bisa (dengan kekuatan sendiri), menjadi orang &#8220;suci&#8221; yang tidak bisa merasa marah, yang selalu mengampuni kalau dijahati, yang tidak bisa kecewa dengan gereja, yang tidak pernah khawatir akan pekerjaan, dll. Justru di dalam kelemahan itulah, dengan pertolongan Roh Kudus kita menapaki hari demi hari.</p>
<p>Saya agak sulit mencerna pendapat ketika seseorang lahir baru, dia akan &#8220;jreng2..bukan sulap bukan sihir&#8221; jadi orang yang tidak bercacat cela. Itu adalah proses setiap orang percaya. Manusia bukan robot yang ketika jadi orang percaya, lantas kelemahannya hilang semua. Dosa emang sudah ditebus oleh Tuhan Yesus, tetapi kelemahan dan akibat dosa tetaplah harus ditanggung sebagai manusia. Jadi&#8230;ketika anda membaca buku ini, jangan baca buku ini sebagai buku doktrin, karena ini bukan buku doktrin. Tetapi lebih ke arah buku perenungan diri sendiri (yang seharusnya sih membuat kita berpikir apakah benar kita percaya pada Tuhan, dan hal itu terlihat dari tindakan kita)</p>
<p><strong>Realita</strong></p>
<p>Dengan bahasa yang sederhana, buku ini mengajak kita memikirkan kembali &#8220;titik hitam&#8221; dalam perjalanan hidup kita bersama Tuhan. Entah titik hitam itu adalah suatu trauma masa lalu, kekhawatiran akan pekerjaan, keraguan akan keselamatan, dll. Buku ini bagus untuk dibaca semua orang Kristen, terlepas apakah orang itu baru mengenal Tuhan maupun sudah bertahun-tahun menjadi orang percaya. Beberapa highlight dari buku ini:</p>
<ul>
<li>When You Believe in God but Don’t Really Know Him</li>
<li>When You Believe in God but Are Ashamed of Your Past</li>
<li>When You Believe in God but Aren’t Sure He Loves You</li>
<li>When You Believe in God but Not in Prayer</li>
<li>When You Believe in God but Don’t Think He’s Fair</li>
<li>When You Believe in God but Won’t Forgive</li>
<li>When You Believe in God but Don’t Think You Can Change</li>
<li>When You Believe in God but Still Worry All the Time</li>
<li>When You Believe in God but Pursue Happiness at Any Cost</li>
<li>When You Believe in God but Trust More in Money</li>
<li>When You Believe in God but Don’t Share Your Faith</li>
<li>When You Believe in God but Not in His Church</li>
</ul>
<p>Dari judul bab-babnya, sangat jelas terlihat buku ini lebih membahas sisi praktik dari kehidupan Kristen. Setiap bab yang ada membuat kita menggali, apa sih yang sebenernya ada di hati kita. Apakah benar Tuhan menempati tempat tertinggi dalam hati kita? Terlepas dari masalah yang kita hadapi, kesulitan finansial, kepahitan masa lalu, sisi gelap kita yang dulu.</p>
<p>Ketika kita bilang kita percaya pada Tuhan, secara ngga sadar, tindakan kita sama sekali gak menunjukkan bahwa kita benar-benar percaya. Rasa percaya kita pada Tuhan mungkin cuma sebatas tingkat kenyamanan kita. &#8220;Selama saya merasa nyaman, ya saya percaya lah sama Tuhan&#8221;. Di akhir buku ini, ada tiga kategori orang yang percaya Tuhan:</p>
<ol>
<li>Percaya sebatas keuntungan. Kasarnya, &#8220;Ada untung Tuhan disayang, ngga untung Tuhan ditendang&#8221;. Seberapa sering sih jaman sekarang Tuhan sering dijadikan alat untuk memenuhi kebutuhan. Kalau mau ujian, berdoa, ngga ujian ya ngga berdoa. Kalau makan siang sendirian, berdoa dulu, tapi kalau rame-rame, ngga mau berdoa karena malu sama yang ngga berdoa, gak pengen dicap sebagai orang Kristen.</li>
<li>Percaya sebatas kenyamanan. Kita percaya Tuhan, kita mungkin terlibat pelayanan di gereja, tapi ada beberapa aspek yang kita lakukan cuma sebatas karena rasa nyaman. Misalnya, kita tau Tuhan pasti mencukupi apa yang kita butuhkan, tapi kita tetap worry, sulit percaya pada Tuhan.</li>
<li>Percaya sepenuhnya, sampai rela mengorbankan apapun untuk Tuhan.</li>
</ol>
<p>Saya sebenarnya punya pendapat yang berbeda tentang kategori di atas. Kalau boleh bikin kategori sendiri, mungkin ada dua kategori: orang yang percaya Tuhan karena mau untungnya/nyamannya, dan orang yang percaya Tuhan karena Tuhannya sendiri. Selama masih ada keinginan/kehausan yang diimbangi dengan perbuatan untuk mengenal Tuhan&#8230;itu udah indah sekali.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Terlepas dari judulnya yang kontroversial, buku ini menjadi reminder untuk mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ketika kita menyandang predikat &#8220;orang Kristen&#8221;, jangan jadikan itu sekedar status sosial, atau hal itu menjadi sesuatu yang hanya sekedar nama kelompok. Tetapi biarlah hal itu mengarahkan pikiran kita kepada Kristus sendiri. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/review-buku-the-christian-atheist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau sebatang pohon tumbang di tengah hutan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/kalau-sebatang-pohon-tumbang-di-tengah-hutan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/kalau-sebatang-pohon-tumbang-di-tengah-hutan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 17:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1667</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sebatang pohon tumbang di tengah hutan, dan ngga ada siapa-siapa di sekitarnya, apakah pohon itu membuat suara? Itu topik acak dari forum bisnis analisis. Ada yang bilang sesuatu jadi suara pas gelombang yang ada sampai ke telinga. Kalau ngga ada gelombang yang sampai, ngga ada suara. Atau ada lagi yang bilang, ngga peduli ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kalau sebatang pohon tumbang di tengah hutan, dan ngga ada siapa-siapa di sekitarnya, apakah pohon itu membuat suara? </p></blockquote>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/10/Forest-300x198.jpg" alt="" title="Forest" width="300" height="198" class="alignright size-medium wp-image-1668" /></p>
<p>Itu topik acak dari forum bisnis analisis. Ada yang bilang sesuatu jadi suara pas gelombang yang ada sampai ke telinga. Kalau ngga ada gelombang yang sampai, ngga ada suara. Atau ada lagi yang bilang, ngga peduli ada yang mendengar atau ngga, gelombangnya tetap ada jadi pohon itu membuat suara. Diskusi panjang lebar ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/If_a_tree_falls_in_a_forest">disini</a>. Jadi konsep filosofinya lebih ke arah suara itu proses mengirim/menerima. Saya sendiri lebih condong ke pengertian pertama, ngga peduli ada manusia atau ngga, pohon itu membuat suara.<span id="more-1667"></span></p>
<p>Coba kalau pertanyaannya saya ganti jadi begini: Kalau sebatang pohon tumbang di tengah hutan, dan ada satu orang tuli di sekitarnya, apakah pohon itu membuat suara? Menurut saya, faktanya pohon itu membuat suara, cuma orang tuli aja yang tidak bisa mendengar. Suara dari pohon ada bukan karena adanya manusia. Manusia sama sekali ngga ada andil untuk membuat suara itu.</p>
<p>Seorang professor filsafat memberikan kuliah terakhir, dia menaruh sebuah tanaman di mejanya. Dia meminta semua mahasiswa, &#8220;Dengan menggunakan segala sesuatu yang telah Anda pelajari dalam kuliah ini, buktikan kepada saya bahwa tanaman ini TIDAK ADA&#8221;. Banyak mahasiswa mulai cerita panjang lebar membuktikan tanaman itu tidak ada, kecuali satu mahasiswa. Dia cuma menghabiskan lima detik lalu menyerahkan lembar jawabannya. Beberapa minggu kemudian nilai akhir keluar, yang menakjubkan mahasiswa yang menulis selama lima detik tadi mendapat nilai tertinggi. Jawaban yang dia tulis adalah, &#8220;Tanaman apa?&#8221; Hahaha.</p>
<p>Sebenarnya tujuan saya bercerita panjang lebar di atas karena merasa sekarang ini begitu banyak orang menyangkal keberadaan Tuhan. Kalau Tuhan mengasihi kita, tetapi kita &#8220;tuli&#8221; hati, bukan berarti kasih Tuhan itu tidak ada. Manusia dengan segala ilmu sering membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada. Bahkan mungkin bisa berkata, &#8220;Tuhan apa?&#8221;</p>
<p>Toh itu tidak membuat Tuhan menjadi tidak ada <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
Tuhan ya tetap ada. Manusia tidak bisa mengubah fakta itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/kalau-sebatang-pohon-tumbang-di-tengah-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seseorang tidak dibentuk dalam semalam</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 22:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1662</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang kita lihat saat ini adalah hasil penempaan kehidupan terhadap dirinya selama ia hidup, hasil proses pembentukan yang panjang. Seseorang tidak dibentuk dalam semalam. Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk. Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru. Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang yang kita lihat saat ini adalah hasil penempaan kehidupan terhadap dirinya selama ia hidup, hasil proses pembentukan yang panjang. Seseorang tidak dibentuk dalam semalam.</p>
<blockquote><p>Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dikasihani dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihani diri sendiri.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajar iri hati.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik.</p>
<p>Kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati.</p>
<p>Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa tenteram dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya kepada diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.</p>
<p>&#8212; Dorothy Law Nolte &#8212;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendeta vs Pemilik Klub Malam</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 23:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada sebuah gereja yang sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun. Gereja ini cukup berkembang, sampai mereka menambahkan jadwal kebaktian juga hari Sabtu malam. Semua berjalan dengan baik sampai suatu hari tak jauh dari gereja itu berdiri sebuah klub malam. Merasa terganggu dengan aktifitas klub malam di hari Sabtu, orang mabuk, hingar bingar orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah ada sebuah gereja yang sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun. Gereja ini cukup berkembang, sampai mereka menambahkan jadwal kebaktian juga hari Sabtu malam. Semua berjalan dengan baik sampai suatu hari tak jauh dari gereja itu berdiri sebuah klub malam. Merasa terganggu dengan aktifitas klub malam di hari Sabtu, orang mabuk, hingar bingar orang yang ada, sang pendeta mengajak jemaatnya berkumpul dan berdoa agar Tuhan menutup klub malam itu.</p>
<p>Seminggu setelah doa itu, pas hujan lebat, petir menyambar klub malam itu. Klub malam itu terbakar hangus sampai rata dengan tanah. Pemilik klub malam, kemudian mendengar cerita kalau gereja tetangganya itu sebelumnya berdoa agar klub malam miliknya ditutup. Si pemilik klub malam ini menuntut gereja ini di pengadilan.</p>
<p>Ketika hakim menanyakan ke pendeta ini, &#8220;Apakah benar anda dan jemaat anda berdoa agar klub malam ini ditutup?&#8221;, Si Pendeta bilang, &#8220;Iya kami berdoa, tapi kami tidak pernah mengira Tuhan akan mengabulkan doa kami&#8221;. Lucu, yang berdoa tidak percaya kalau doanya akan dikabulkan. Sedangkan si pemilik klub malam, percaya kalau Tuhan yang kirim petir itu karena doa.</p>
<p>***</p>
<p>Doa gak dijawab&#8230;minta dijawab<br />
Doa dijawab&#8230;nggak percaya kalau Tuhan yang jawab.<br />
Percaya Tuhan tapi hidup seolah-olah Tuhan tidak ada? Hmm&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama panggilan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/nama-panggilan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/nama-panggilan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 06:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grace]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Saya dapat ilustrasi ini pas membaca buku &#8220;The Christian Atheist&#8221;. Di dalam Mazmur 9:10, Daud bilang begini: Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN. Suatu hari saya ngantri nelpon customer service handphone, setelah 20-30 menit kemudian, si mas di seberang telepon menyapa, &#8220;Good afternoon Mr. Eydimyulaia&#8221;. Haha, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dapat ilustrasi ini pas membaca buku &#8220;The Christian Atheist&#8221;. Di dalam Mazmur 9:10, Daud bilang begini:</p>
<blockquote><p>Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.
</p></blockquote>
<p>Suatu hari saya ngantri nelpon customer service handphone, setelah 20-30 menit kemudian, si mas di seberang telepon menyapa, &#8220;Good afternoon Mr. Eydimyulaia&#8221;. Haha, saya bisa bilang secara langsung kalau si mas itu ngga mengenal saya. Nyebut nama belakang saya aja ngga bener. </p>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/10/names-268x300.jpg" alt="names" title="names" width="134" height="150" class="alignright size-medium wp-image-1648" /></p>
<p>Atau suatu hari lagi, ngantri di BCA, mba tellernya menyapa, &#8220;Selamat siang Pak Martin, ada yang bisa dibantu?&#8221;. Si mba teller mengenal saya sebatas nasabah bank yang punya rekening, dan punya saldo sekian rupiah di bank tempat dia bekerja. Dia mungkin tau juga apa pekerjaan saya, dari database yang ada. Tapi dia ngga kenal saya.</p>
<p>Kalau ada orang yang memanggil saya &#8220;martin giri&#8221;, besar kemungkinan itu adalah teman SD, karena jaman SD dulu ada satu martin lagi di sekolah. Kalau ada yang memanggil &#8220;giri&#8221;, nah besar kemungkinan itu adalah teman SMP, karena pas SMP ada tiga martin. *Nama agak pasaran, tapi tetap disyukuri karena mama yang memberi nama*. Kalau ada orang memanggil saya &#8220;tin&#8221;, nah itu kemungkinannya kami pernah berbincang-bincang setidaknya lebih dari 5 menit. Jadi ya ada kemungkinan orang itu mengenal sebagian dari saya. Sekali lagi, cuma sebagian.<span id="more-1646"></span></p>
<p>Kalau ada orang memanggil saya &#8220;adikku yang manis&#8221;, nah besar kemungkinannya orang itu cukup mengenal saya. Dia pasti tau kebiasaan-kebiasaan saya di rumah. Orang itu pasti sudah mengenal saya lebih dari 20 tahun. Dan orang itu adalah abang saya sendiri yang entah dari mana dia dapat ide memanggil saya seperti itu, mungkin karena dia mengasihi saya sampai dia kadang memanggil saya begitu. Kalau ada orang yang memanggil saya &#8220;sayang&#8221;, nah itu laen cerita lagi. Orang itu pasti pacar saya yang mengasihi saya dan juga saya kasihi&#8230;kami belajar saling mengenal hari demi hari <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hmmmm&#8230;bagaimana anda memanggil Tuhan? Apakah anda memanggilNya &#8220;Yang di atas&#8221;, &#8220;Bapa&#8221;, &#8220;Tuhan Yesus&#8221;. Kalau kita mengenal Tuhan dengan baik, besar kemungkinannya hal itu akan terefleksikan dengan sapaan apa yang kita biasa bilang pada Tuhan. Mungkin Tuhan sudah mengampuni anda akan segala dosa-dosa anda, jadi anda menyebutNya, &#8220;Juruselamat&#8221;. Mungkin ketika anda berdoa, anda memanggilNya &#8220;Tabib Agung&#8221; karena Dia menyembuhkan hati anda yang hancur. Atau anda menyebut Tuhan sebagai &#8220;Gunung Batu&#8221;, karena Tuhan adalah Tuhan yang selalu melindungi anda.</p>
<p>Bagaimana anda memanggil Tuhan? jawaban anda bisa jadi menunjukkan seberapa baik anda mengenal Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/nama-panggilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fuhh</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/fuhh/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/fuhh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 04:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Lelah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1636</guid>
		<description><![CDATA[Dear Lord, If only I had the right to ask, I would really ask You for that one day. The day I&#8217;ve been looking forward to. The day when happiness and joy will be experienced in a whole new level beyond my thought. The day we shall meet, Lord&#8230; This day was one of the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Lord,</p>
<p>If only I had the right to ask, I would really ask You for that one day. The day I&#8217;ve been looking forward to. The day when happiness and joy will be experienced in a whole new level beyond my thought. The day we shall meet, Lord&#8230;</p>
<p>This day was one of the exhausting day where I didn&#8217;t have the strength to give my life to You. It was one of those days where I clung to my own dreams and plans that You want to take out of my life. Though I know Your plan is gazillion times better than mine.</p>
<p>Lord, please take from me my life when I don&#8217;t have the strength to give it away to You. Please take away the &#8220;if only&#8221; attitude as well&#8230;</p>
<p>Amen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/fuhh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adalah baik menanti dengan diam pertolongan Tuhan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/adalah-baik-menanti-dengan-diam-pertolongan-tuhan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/adalah-baik-menanti-dengan-diam-pertolongan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 17:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1632</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini secara kebetulan saya membaca Ratapan 3. Yang bercerita tentang kesesakan, kegetiran, tangis, namun Tuhan terus menyertai dan memelihara. Ketika saya mereleksikan ayat-ayat ini dalam perjalanan hidup saya, kesimpulannya cuma satu: Tuhan itu baik. 3:17 Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan. 3:18 Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN. 3:19 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini secara kebetulan saya membaca Ratapan 3. Yang bercerita tentang kesesakan, kegetiran, tangis, namun Tuhan terus menyertai dan memelihara. Ketika saya mereleksikan ayat-ayat ini dalam perjalanan hidup saya, kesimpulannya cuma satu: Tuhan itu baik.</p>
<blockquote><p>3:17	Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan.<br />
3:18	Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN.<br />
3:19	&#8220;Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu.&#8221;<br />
3:20	Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.</p></blockquote>
<p>Di tengah kesengsaraan, Tuhan terus menyertai&#8230;</p>
<blockquote><p>3:21	Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:<br />
3:22	Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,<br />
3:23	selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!<br />
3:24	&#8220;TUHAN adalah bagianku,&#8221; kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.<br />
3:25	TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.<br />
<strong>3:26	Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN</strong>.<br />
3:27	Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.<br />
3:28	Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.<br />
3:29	Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.<br />
3:30	Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.<br />
3:31	Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.<br />
3:32	Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.<br />
<strong>3:33	Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia</strong>.</p></blockquote>
<p>Terkadang, kegetiran di masa lalu memberikan saya dua pelajaran: belajar untuk mengampuni, dan belajar untuk mensyukuri pemeliharaan Tuhan sampai pada hari ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/adalah-baik-menanti-dengan-diam-pertolongan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendengarkan lagu &#8220;100 years&#8221;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/mendengarkan-lagu-100-years/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/mendengarkan-lagu-100-years/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2010 05:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1627</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dari 0 ke 20, itu rasanya lamaaaaaa banget. Dari 20 ke 30, udah agak cepet. Dari 30 sampai beres, itu udah gak kerasa lagi&#8221; Jadi ingat lagu, Five For Fighting &#8211; 100 Years, di liriknya bercerita tentang hidup: - Umur 15: masa membangun mimpi - Umur 22: masa jatuh cinta - Umur 33: pikiran terfokus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Dari 0 ke 20, itu rasanya lamaaaaaa banget. Dari 20 ke 30, udah agak cepet. Dari 30 sampai beres, itu udah gak kerasa lagi&#8221;</p></blockquote>
<p>Jadi ingat lagu, <a href="http://www.youtube.com/watch?v=tR-qQcNT_fY" target="_blank">Five For Fighting &#8211; 100 Years</a>, di liriknya bercerita tentang hidup:<br />
- Umur 15: masa membangun mimpi<br />
- Umur 22: masa jatuh cinta<br />
- Umur 33: pikiran terfokus pada keluarga<br />
- Umur 45: midlife crisis (kalau ada)<br />
- Umur 67: katanya sih &#8220;another blink of an eye, 67 is gone&#8221;<br />
- Umur 99: time is almost up!</p>
<p>Walaupun terdengar sederhana, kadang kita lupa untuk memperhatikan apa yang <span style="text-decoration: underline;">sangat penting</span> dalam hidup. Lagu ini sedikit banyak mengingatkan untuk memperlambat hidup, memperhatikan apa yang terjadi saat ini. Time goes by very fast and before we know it.</p>
<p>*curahan hati di tengah kesibukkan yang padat dan konstan di minggu ini*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/mendengarkan-lagu-100-years/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grace vs Karma</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/grace-vs-karma/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/grace-vs-karma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 17:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1623</guid>
		<description><![CDATA[Assayas: I think I am beginning to understand religion because I have started acting and thinking like a father. What do you make of that? Bono: Yes, I think that&#8217;s normal. It&#8217;s a mind-blowing concept that the God who created the universe might be looking for company, a real relationship with people, but the thing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Assayas</strong>: I think I am beginning to understand religion because I have started acting and thinking like a father. What do you make of that?</p>
<p><strong>Bono</strong>: Yes, I think that&#8217;s normal. It&#8217;s a mind-blowing concept that the God who created the universe might be looking for company, a real relationship with people, but the thing that keeps me on my knees is the difference between Grace and Karma.</p>
<p><strong>Assayas</strong>: I haven&#8217;t heard you talk about that.</p>
<p><strong>Bono</strong>: I really believe we&#8217;ve moved out of the realm of Karma into one of Grace.</p>
<p><strong>Assayas</strong>: Well, that doesn&#8217;t make it clearer for me.</p>
<p><strong>Bono</strong>: You see, at the center of all religions is the idea of Karma. You know, what you put out comes back to you: an eye for an eye, a tooth for a tooth, or in physics—in physical laws—every action is met by an equal or an opposite one. It&#8217;s clear to me that Karma is at the very heart of the universe. I&#8217;m absolutely sure of it. And yet, along comes this idea called Grace to upend all that &#8220;as you reap, so you will sow&#8221; stuff. Grace defies reason and logic. Love interrupts, if you like, the consequences of your actions, which in my case is very good news indeed, because I&#8217;ve done a lot of stupid stuff.</p>
<p>Bono: In Conversation with Michka Assayas<br />
Well, despite the clouds, it&#8217;s still <a href="http://www.youtube.com/watch?v=e8w7f0ShtIM" target="_blank">a beautiful day</a> in Vancouver <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/grace-vs-karma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Remembering 911</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/remembering-911/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/remembering-911/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2010 14:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1621</guid>
		<description><![CDATA[Though you have made me see troubles, many and bitter, you will restore my life again; from the depths of the earth you will again bring me up.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Though you have made me see troubles, many and bitter, you will restore my life again; from the depths of the earth you will again bring me up.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/remembering-911/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan rumus</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 20:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1619</guid>
		<description><![CDATA[Masih berkaitan dengan post sebelumnya. Saya belajar jalan Tuhan bukan rumus. Bukan: Kalau saya rajin ke gereja, Tuhan jadi senang. Kalau saya berpuasa, saya akan dapat kuasa Kalau saya berdosa, saya gak akan ketemu masalah berarti Kalau saya ngasih perpuluhan, saya akan diberkati lebih lagi Kalau saya berdoa sampai menangis, berarti Tuhan berkenan Melakukan hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih berkaitan dengan post sebelumnya. Saya belajar jalan Tuhan bukan rumus.</p>
<p>Bukan:<br />
Kalau saya rajin ke gereja, Tuhan jadi senang.<br />
Kalau saya berpuasa, saya akan dapat kuasa<br />
Kalau saya berdosa, saya gak akan ketemu masalah berarti<br />
Kalau saya ngasih perpuluhan, saya akan diberkati lebih lagi<br />
Kalau saya berdoa sampai menangis, berarti Tuhan berkenan</p>
<p>Melakukan hal di atas rasanya sia-sia kalau kita tidak punya hubungan yang personal dengan Tuhan. Belajar mengenal Dia melalui hidup hari lepas hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memberi dengan rela</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 19:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1615</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?&#8221; Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?&#8221; Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.&#8221;</p>
<p>Hmmm&#8230;tiga ratus dinar itu seberapa berharga di jaman sekarang? Dari informasi bebas yang saya dapat, pada jaman dulu upah kerja satu hari adalah 1 dinar. Jadi diasumsikan minyak itu setara dengan upah tiga ratus hari. Dengan perhitungan 25 hari kerja per bulan (dengan asumsi hari sabat semua orang tidak bekerja), itu artinya setara dengan gaji bekerja setahun!</p>
<p>Reaksi Yudas adalah reaksi yang jamak kita temui dan cukup masuk di akal (jika kita tidak membaca ayat setelah itu). Udah kerja cape-cape setahun, semua hasilnya dikasi untuk Tuhan. Terbayangkah gaji anda setahun anda kasih semua ke Tuhan? Kenapa Maria melakukan itu? Apa Maria itu kurang pintar (baca: bodoh)?<span id="more-1615"></span></p>
<p>***</p>
<p>Ada macam-macam perspektif untuk menanggapi cerita ini:</p>
<p><strong>Perspektif Pemborosan</strong></p>
<p>Pandangan kita mungkin sama dengan Yudas. Semua dihitung dari perspektif pemborosan dan perbandingan. Saya punya uang 300 dinar, supaya untung bagusnya diapain. Kalau uang sebanyak itu dipakai buat beli minyak narwastu murni dan minyaknya dipakai untuk membasuh kaki satu orang, itu namanya pemborosan.</p>
<p>Misalnya lagi, tabungan saya di bank ada $500, saya harapkan bulan depan udah berbunga jadi $503. Saya punya waktu 2 jam, apakah bagusnya saya datang ke gereja, atau 2 jam itu saya pakai untuk berbuat amal pada sesama? Toh kan sama-sama hal yang baik? Sepintas kalimat-kalimat tersebut benar. Tetapi setelah membaca ayat selanjutnya, kalimat di atas sudah menjadi obsolete, tidak berlaku lagi. Ini ayatnya yang Tuhan bilang, &#8220;&#8230;.Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu&#8221;</p>
<p>Orang miskin selalu ada, tetapi Aku tidak. Yang membuat berbeda adalah &#8220;Aku&#8221;-nya, yaitu Tuhan sendiri. Minyak narwastu bukan dipakai untuk membasuh kaki satu orang, tetapi untuk Tuhan. Berbakti pada Tuhan di hari Minggu tidak bisa disamakan dengan berbakti pada sesama <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Perspektif Berkorban</strong></p>
<p>Jadi orang pelit itu mudah. Belajar memberi itu sulit. Belajar memberi dengan kerelaan itu lebih sulit lagi. Saya pun masih belajar untuk memberi dengan kerelaan. Dulu waktu kecil, saya sempat mikir, kenapa mama kasi saya uang untuk persembahan? Pas masukin uangnya ke kantong persembahan saya sempet mikir, uang ini bisa dijajanin baso.haha.</p>
<p>Nah, kemudian saya masukin uang ke dalam kantong kolekte. Saya (masi) mikir lagi, ah, semoga Tuhan baik, nanti Tuhan gerakan hati mama buat ngasi saya uang jajan.haha. Ini contoh yang ngga baik, memberi tapi ngga rela. Sekarang&#8230;ya mungkin kita masi seperti itu? Mau memberi untuk Tuhan, kadang terpikir akan kebutuhan yang lain. Sudah memberi, merasa sudah berkorban jadi punya hak buat claim ini itu sama Tuhan. Orang merasa berkorban ini bahaya juga sih kalo dipikir-pikir. Kadang, kalau sudah akut, bisa mengasihani diri secara berlebihan.</p>
<p>Yang menarik dari Maria, dia memberi dengan rela. Dia sepertinya asyik-asyik aja meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Dia ngga mengasihani diri atau merasa udah berkorban, &#8220;Aduh&#8230;.saya kan udah memberi barang berharga saya untuk Tuhan, apa yang bisa saya dapatkan ya?&#8221;. Rasanya ngga begitu. Banyak orang mengharapkan sesuatu ketika dia merasa sudah berkorban. Di Indonesia, hal ini jadi hal yang rutin bisa dibaca di koran, entah kadang DPR punya rencana bombastis buat membangun gedung lah, rencana ini itu, mereka selalu beralasan rakyat harus rela berkorban.</p>
<p>Apakah hari ini anda merasa sudah berkorban? Jangan-jangan anda lagi mengharapkan sesuatu terjadi karena pengorbanan anda? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keep your goals to yourself</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/keep-your-goals-to-yourself/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/keep-your-goals-to-yourself/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 19:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1611</guid>
		<description><![CDATA[Bener kah demikian?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bener kah demikian?<br />
<object width="446" height="326"><param name="movie" value="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf"></param><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always"/><param name="wmode" value="transparent"></param><param name="bgColor" value="#ffffff"></param><param name="flashvars" value="vu=http://video.ted.com/talks/dynamic/DerekSivers_2010G-medium.flv&#038;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/DerekSivers-2010G.embed_thumbnail.jpg&#038;vw=432&#038;vh=240&#038;ap=0&#038;ti=947&#038;introDuration=15330&#038;adDuration=4000&#038;postAdDuration=830&#038;adKeys=talk=derek_sivers_keep_your_goals_to_yourself;year=2010;theme=how_we_learn;theme=a_taste_of_tedglobal_2010;theme=the_creative_spark;theme=unconventional_explanations;theme=how_the_mind_works;theme=new_on_ted_com;event=TEDGlobal+2010;&#038;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" /><embed src="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" pluginspace="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" bgColor="#ffffff" width="446" height="326" allowFullScreen="true" allowScriptAccess="always" flashvars="vu=http://video.ted.com/talks/dynamic/DerekSivers_2010G-medium.flv&#038;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/DerekSivers-2010G.embed_thumbnail.jpg&#038;vw=432&#038;vh=240&#038;ap=0&#038;ti=947&#038;introDuration=15330&#038;adDuration=4000&#038;postAdDuration=830&#038;adKeys=talk=derek_sivers_keep_your_goals_to_yourself;year=2010;theme=how_we_learn;theme=a_taste_of_tedglobal_2010;theme=the_creative_spark;theme=unconventional_explanations;theme=how_the_mind_works;theme=new_on_ted_com;event=TEDGlobal+2010;"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/keep-your-goals-to-yourself/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What we believe is critical</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/what-we-believe-is-critical/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/what-we-believe-is-critical/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 08:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1598</guid>
		<description><![CDATA[I once heard that our life is shaped by our beliefs, how we see things in life. For instances, you can believe that the moon is made of cheese. Everyday you put more efforts to prove or realize that the moon is actually made of cheese. Perhaps someday when you can go to the moon, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/seek-the-truth-300x272.jpg" alt="" title="seek the truth" width="300" height="272" class="alignright size-medium wp-image-1599" /> I once heard that our life is shaped by our beliefs, how we see things in life. For instances, you can believe that the moon is made of cheese. Everyday you put more efforts to prove or realize that the moon is actually made of cheese. Perhaps someday when you can go to the moon, you will establish a kraft dinner factory there. You have the right to hold your belief and I will defend your <u>right</u> to believe it. If you believe that one thing is more important than anything else, then you priorities shift. You will focus on doing action towards what you believe. Days and night your mind will be filled with thoughts of that one thing. You will also have different thinking, attitude and behavior towards what you believe.<br />
<span id="more-1598"></span><br />
Sometimes, I think that life consists of many phases. One phase is when we were born, we gained education and care from our parents. Second phase is when we learn to stand on our own fit (i.e. early career life). Third phase is when (if God permits), we establish family. Forth, fifth, and so on&#8230;is when we grow our family, experience life lost, and finally that day when we met God face to face.</p>
<p>During these phases of life, our beliefs are shaped, so is our life. For example, if you believe that there is no God since you were young. You will never pray to God because you believe that God doesn&#8217;t exists. You will also act like there is no God for the future days of your life. Perhaps you will not care about sin, then you will do whatever you want without much thinking of the consequences. </p>
<p>Or&#8230;if we would like to take it a little bit into daily life. If your mind is set on your belongings, your action will reflect that as well. I just got myself a car. I spent months considering to buy a car. How&#8217;s that possible? Well, what made it so long is that I want to assure myself that I&#8217;m getting a car, not &#8220;a car is getting myself&#8221;. I need to set my mind: I&#8217;m buying the car I need, not the car I want. I need a car that I can treat as a car. I notice that some people treat their car better than they treat other people, or even close friends or family. I don&#8217;t want it to happen to myself. So thankfully, I&#8217;ve found a car I can drive with peaceful mind. See&#8230;my belief on cars can empower all the thinking and actions for few months.</p>
<p>Another examples is church life. You know&#8230;unlike Catholic church, there are so many denominations among Christian churches. Some church believe that as Christian, God really wants to bless us with material blessings <u>abundantly</u>. So that belief will reflect on their prayers. &#8220;Lord, please multiply this offering by hundred times and so and so&#8221;. A friend of mine is getting sick and tired of debates across churches. He posted his status on facebook once: &#8220;Jesus is the ONLY way to God but we are not the only way to Jesus!. A simple message to those who claimed their teaching is the righteous one&#8221;. The sentence triggered my mind to think: what is righteous? whose standard of righteousness?. What I think righteous can be different with what you think. Oh well&#8230;good news: we have the Bible that tells God&#8217;s truth!</p>
<p>What we need to realize, our life is shaped by our beliefs, our view of reality. Our beliefs determine the way we look at the world. Our beliefs determine the way we feel about ourselves and other people, and the way we act. However, that doesn&#8217;t mean what you believe is the truth. Which truth? God&#8217;s truth. Why is that? Well, God is the One who created us, He has planned the purpose of our life, He knows uniquely what processes we need to go through in life. He knows what priorities we should have in life.</p>
<p>It is absolutely critical that we not only seek to know the truth but we also examine our beliefs and bring them aligned to the truth. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/what-we-believe-is-critical/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The illustrated guide to a Ph.D</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/the-illustrated-guide-to-a-ph-d/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/the-illustrated-guide-to-a-ph-d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 19:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1584</guid>
		<description><![CDATA[Source: Matt Might Assistant Professor at the School of Computing University in Utah Imagine a circle that contains all of human knowledge: By the time you finish elementary school, you know a little: By the time you finish high school, you know a bit more: With a bachelor&#8217;s degree, you gain a specialty: A master&#8217;s [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Source:  <a href="http://matt.might.net/articles/phd-school-in-pictures/">Matt Might</a><br />
Assistant Professor at the School of Computing University in Utah</p>
<p>Imagine a circle that contains all of human knowledge:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.001-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.001" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>By the time you finish elementary school, you know a little:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.002-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.002" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>By the time you finish high school, you know a bit more:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.003-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.003" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /><br />
<span id="more-1584"></span><br />
With a bachelor&#8217;s degree, you gain a specialty:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.004-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.004" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>A master&#8217;s degree deepens that specialty:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.005-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.005" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>Reading research papers takes you to the edge of human knowledge:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.006-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.006" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>Once you&#8217;re at the boundary, you focus:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.007-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.007" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>You push at the boundary for a few years:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.008-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.008" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>Until one day, the boundary gives way:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.009-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.009" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>And, that dent you&#8217;ve made is called a Ph.D.:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.010-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.010" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>Of course, the world looks different to you now:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.011-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.011" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>So, don&#8217;t forget the bigger picture:<br />
<img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/PhDKnowledge.012-300x225.jpg" alt="" title="PhDKnowledge.012" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1585" /></p>
<p>Keep pushing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/the-illustrated-guide-to-a-ph-d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eat Pray Love</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/eat-pray-love/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/eat-pray-love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 17:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Movies]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1578</guid>
		<description><![CDATA[Spoiler alert buat yang belum nonton film Eat, Pray, Love. Kemarin saya dan pacar nonton filmnya Julia Roberts: Eat, Pray, Love. Filmnya bagus, cukup menghibur (terutama bagian yang di Bali), dan sukses mempromosikan nilai-nilai self-help. Tema &#8220;follow your heart&#8221; cukup ditekankan di film ini. Untuk sinopsis filmnya seperti apa, mungkin bisa dibaca di wikipedia saja ya. Selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/read_eat-pray-love-195x300.jpg" alt="" title="read_eat-pray-love" width="195" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1580" />Spoiler alert buat yang belum nonton film Eat, Pray, Love. Kemarin saya dan pacar nonton filmnya Julia Roberts: Eat, Pray, Love. </p>
<p>Filmnya bagus, cukup menghibur (terutama bagian yang di Bali), dan sukses mempromosikan nilai-nilai self-help. Tema &#8220;follow your heart&#8221; cukup ditekankan di film ini. Untuk sinopsis filmnya seperti apa, mungkin bisa dibaca di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eat,_Pray,_Love#Story" target="_blank">wikipedia</a> saja ya. Selama menonton film ini, ada beberapa hal yang saya sempat terpikir:<span id="more-1578"></span></p>
<ul>
<li>Ada adegan awal di mana Julia Robertsnya malam-malam berdoa sambil nangis, minta tolong pada Tuhan yang dia tidak pernah kenal sebelumnya. Dia dengan risau bertanya &#8220;Siapakah aku?&#8221;&#8230;.suatu tahap yang setiap manusia lalui: mencari identitas. Dan biasanya&#8230;manusia sampai di suatu titik dimana dia menyadari keterbatasan dirinya sebagai manusia.</li>
<li>Pernikahan digambarkan sebagai sesuatu alat untuk mencapai kebahagian. Kalau tidak bahagia, ya tidak perlu dilanjutkan. Kira-kira, karena pemikiran seperti ini juga kali ya kenapa orang makin gampang kawin-cerai. Saya pribadi melihat pernikahan sebagai suatu covenant, sesuatu yang unconditional, sama seperti Tuhan membuat covenant dengan Israel.</li>
<li>Di film ini digambarkan kalau jaman sekarang sepertinya wajar sekali untuk menjalin hubungan tanpa status. Wedew&#8230;</li>
<li>Cukup miris rasanya melihat orang bisa begitu devoted menyembah foto seseorang yang dijadikan sebagai &#8220;guru&#8221;. Bertemu dengan guru itu aja belum pernah, sudah menyembah segitunya. Insecurity manusia: Tuhan dibikin ada, supaya manusia bisa merasa aman. Fokusnya: manusia&#8230;bukan Tuhannya.</li>
<li>Pas di Bali, yang ditekankan life balance. Pagi2 disuru meditasi dengan cara apapun, siang2 disuru enjoy life, malam-malam beda lagi. Bisa ya hidup dikotak2in seperti itu&#8230;hmmm.</li>
</ul>
<p>Yang saya belajar inti dari film ini: manusia dijadikan pusat segalanya. Yang penting manusianya merasa enak, bahkan kalau perlu ciptakanlah Tuhan. Ada-ada saja&#8230;masa manusia yang ciptakan Tuhan. Tapi sekarang gaya hidup seperti ini semakin ngetrend?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/eat-pray-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s a covenant</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/its-a-covenant/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/its-a-covenant/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 20:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1575</guid>
		<description><![CDATA[Christian marriage is not about staying in love, but to keeping the covenant just as God has kept His covenant to us. Sungguh&#8230;dia adalah seorang perempuan biasa yang punya Tuhan luar biasa. Sumber: Portrait of a Biblical Woman (1 Petrus 3:1-6)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Christian marriage is not about staying in love, but to keeping the covenant just as God has kept His covenant to us.</p></blockquote>
<p>Sungguh&#8230;dia adalah seorang perempuan biasa yang punya Tuhan luar biasa.</p>
<p>Sumber:<a href="http://www.irect.org/khotbah/KMay9_2010.wma"> Portrait of a Biblical Woman</a> (1 Petrus 3:1-6)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/its-a-covenant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://www.irect.org/khotbah/KMay9_2010.wma" length="8926265" type="audio/x-ms-wma" />
		</item>
		<item>
		<title>Teman yang mau enaknya doank</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 00:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1570</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun lalu, saya mengambil kelas &#8220;Effective Business Communication&#8221;. Kelasnya required buat kelulusan, makanya saya ambil. Ternyata kelas ini bisa jadi salah satu kelas yang paling saya suka selama kuliah. Jauh dari judulnya yang terdengar formal, di kelas itu kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Buku text yang dipakai pun sangat bagus, buku-nya Dale [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun lalu, saya mengambil kelas &#8220;Effective Business Communication&#8221;. Kelasnya required buat kelulusan, makanya saya ambil. Ternyata kelas ini bisa jadi salah satu kelas yang paling saya suka selama kuliah. Jauh dari judulnya yang terdengar formal, di kelas itu kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p>Buku text yang dipakai pun sangat bagus, buku-nya Dale Carnegie: &#8220;<a href="http://www.amazon.ca/How-Win-Friends-Influence-People/dp/0671723650">How to win friends and influence people</a>&#8220;. Jadi dari buku itu ada banyak prinsipnya. Yang lebih menarik lagi, setiap minggu saya harus mengapplikasikan prinsip itu satu per satu, dan menulis jurnal.<span id="more-1570"></span></p>
<p>Jadi misalnya&#8230;prinsip pertama: &#8220;Jangan mengkritik, mengutuk, atau mengeluh&#8221;. Jadi dulu saya ingat bagaimana saya mencoba memberi usulan pada bos untuk suatu solusi. Belum apa-apa udah ditolak mentah-mentah. Bos saya yang dulu sangat konservatif. Sebagai seorang fresh-graduate yang penuh ide, idealisme masih tinggi, banyak hal yang pengen saya perbaiki.haha. Sedangkan bos saya susah menerima ide. Jadi saya memulai dengan &#8220;begin in a friendly way&#8221;, &#8220;start with questions the other person will answer yes to&#8221;, dan akhirnya &#8220;let the other person feel the idea is his/hers&#8221;. Akhirnya sedemikian hingga, saya bisa meyakinkan bos untuk mengadopsi ide saya, walaupun bos saya mengclaim itu sebagai ide dia. Tapi tidak masalah, yang penting goal tercapai. Semuanya jadi lebih baik.</p>
<p>Secara umum <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/How_to_Win_Friends_and_Influence_People">prinsip-prinsip</a> di buku itu baik.</p>
<p>TAPI, dosen saya waktu itu bilang, &#8220;Kalian bisa saja menggunakan prinsip-prinsip ini untuk mendapatkan apa yang kalian mau, tetapi ketika kalian mulai melakukan ini untuk <em>memanipulasi orang lain, jangan</em>, itu mengerikan&#8221;</p>
<p>Dosen saya memberi contoh. Misalnya, waktu itu dia lagi mau membeli sebuah TV plasma seharga $3,000. Sebagaimana umumnya rumah tangga yang baik, dia perlu dapat &#8220;approval&#8221; dulu dari menteri keuangan (baca: istrinya). Jadi pas lagi nonton tv bareng istrinya dia bilang, &#8220;Wah, tv kita kecil yah, agak susah membaca textnya. Kamu kebayang ngga lama kelamaan mata kita bisa rusak&#8221;. Istrinya, &#8220;Oh iya ya?&#8221;. Dia melanjutkan, &#8220;Iya, dibanding mata kita sakit, gimana kalau kita lihat-lihat tv yang lebih besar, di future shop kebetulan lagi ada diskon&#8221;. Haha, dan istrinya setuju untuk membeli tv. Coba bayangkan kalau suaminya out of nowhere tiba-tiba bilang ke istrinya kalau dia mau beli TV plasma segede gaban, tanpa menjelaskan alasannya.</p>
<p>Dosen itu bilang, kita ngga bisa mengganti karakter seseorang tapi bisa mempengaruhinya.</p>
<p>***</p>
<p>Saya hari ini lumayan dibuat kesel sama perilaku satu orang (yang katanya) teman, kita sebut saja si A. Si A cuma mengobrol dengan saya cuma kalau ada perlu, dan yang lebih menjengkelkan, dia biasa memulai dengan lip service. Tetapi ya ujung-ujungnya dia ada maunya. Pernah saya diundang makan malam ulang tahun pacarnya. Dengan senang hati saya datang. Tetapi kemudian dia mengirimkan email yang intinya berkata kalau dia mau memberi sebuah kado untuk pacarnya yang cukup mahal, nah kita diminta berpartisipasi. Wew&#8230;kado untuk pacar sendiri kok pake acara &#8220;nodong&#8221; teman yang diundang. Saya yang diundang jadi merasa kalau dia mengundang itu nggak tulus, cuma sekedar &#8220;fundraising&#8221; untuk supaya dia bisa beliin kado pacarnya. That&#8217;s not nice! That&#8217;s embarassing!</p>
<p>Dan kejadian-kejadian lainnya pun membawa saya kepada kesimpulan, saya sulit untuk berteman dengan orang ini. Phew&#8230;pintar sekali seperti sales obat, membuka pembicaraan dengan sesuatu yang enak dan mengakhiri dengan sesuatu yang bersifat &#8220;mau menang sendiri&#8221;. Cukup gerah juga, cukup terlihat bahwa hubungan pertemanan kita ini tidak tulus. Dulu dalam satu satu kotbahnya Pak Stef pernah bilang tentang hal ini:</p>
<blockquote><p>Kalau dalam suatu hubungan, salah satu pihak mau mengambil keuntungan dari pihak yang lain, hubungan itu tidak akan berkembang jauh.
</p></blockquote>
<p>Ah&#8230;some people are just not sincere&#8230;and cheap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ah&#8230;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/ah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/ah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 23:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[The more we understand, the better the chances for us to make a right decision]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p> The more we understand, the better the chances for us to make a right decision</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakailah waktu anugrah Tuhanmu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/pakailah-waktu-anugrah-tuhanmu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/pakailah-waktu-anugrah-tuhanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 07:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/2010/08/pakailah-waktu-anugrah-tuhanmu/</guid>
		<description><![CDATA[Pakailah waktu anugrah Tuhanmu Hidupmu singkat bagaikan kembang Mana benda yang kekal dihidupmu? Hanyalah kasih tak akan lekang Tiada yang baka didalam dunia S&#8217;gala yang indahpun akan lenyap Namun kasihMu demi Tuhan Yesus Sungguh bernilai dan tinggal tetap Jangan menyia-nyiakan waktumu Hibur dan tolonglah yang berkeluh Biarlah lampumu t&#8217;rus bercahaya Muliakanlah Tuhan dihidupmu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pakailah waktu anugrah Tuhanmu    <br />Hidupmu singkat bagaikan kembang     <br />Mana benda yang kekal dihidupmu?     <br />Hanyalah kasih tak akan lekang </p>
<p>Tiada yang baka didalam dunia    <br />S&#8217;gala yang indahpun akan lenyap     <br />Namun kasihMu demi Tuhan Yesus     <br />Sungguh bernilai dan tinggal tetap </p>
<p>Jangan menyia-nyiakan waktumu    <br />Hibur dan tolonglah yang berkeluh     <br />Biarlah lampumu t&#8217;rus bercahaya     <br />Muliakanlah Tuhan dihidupmu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/pakailah-waktu-anugrah-tuhanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah itu baik, sungguh baik bagiku&#8230;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 23:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang, saya bertanya-tanya pada diri sendiri: Tuhan akan bentuk saya jadi orang seperti apa ya? Ini pertanyaan random yang rasanya saya tidak akan pernah bisa menjawab secara detail. Pas kecil, ngga punya cita-cita khusus. Pelajaran di sekolah selalu pas-pasan (namun anehnya selalu masuk ranking 10 besar). Pas sma ngga suka ngapalin, jadi memutuskan ngambil IPA. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/Thinking.gif"><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/Thinking-258x300.gif" alt="" title="Thinking" width="258" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1563" /></a>Terkadang, saya bertanya-tanya pada diri sendiri: Tuhan akan bentuk saya jadi orang seperti apa ya? Ini pertanyaan random yang rasanya saya tidak akan pernah bisa menjawab secara detail. Pas kecil, ngga punya cita-cita khusus. Pelajaran di sekolah selalu pas-pasan (namun anehnya selalu masuk ranking 10 besar). Pas sma ngga suka ngapalin, jadi memutuskan ngambil IPA. Ketika memilih jurusan, cukup bingung, akhirnya (lagi-lagi karena males ngapalin), memutuskan untuk masuk jurusan teknik. Entah teknik apapun ngga masalah, diterima di teknik industri, menclok ke teknik perminyakan, sampai akhirnya sekarang beres kuliah information technology. Saya suka belajar ini itu. Sampai kadang saya sendiri berpikir, saya terlalu easy-going sama interest saya. </p>
<p>Fiuhh, sekarang ngga kerasa udah empat tahun kerja di bidang IT. Lagi-lagi karena interest dan kesempatan yang ada, belum ada posisi yang specific yang saya dalami. Lazimnya, orang kerja di IT mulai di bidang quality analysis (QA), lalu dari situ barulah loncat ke developer, atau ke dunia analyst. Sedangkan saya, kerjaan pertama jadi systems analyst, dari situ malah loncat ke developer, dan sekarang di dunia support engineer. Pengalaman gado-gado ini ada bagusnya, ada jeleknya. Bagusnya, segala bisa. Jeleknya, semua skill gak sampai dalam-dalam banget.<span id="more-1562"></span></p>
<p>Lagi-lagi&#8230;saya kadang bertanya, &#8220;Tuhan, Engkau punya rencana untukku kan? Soalnya aku sendiri rasanya ngga ada yang specific&#8221;. Orang lain sih, udah bikin plan (dan juga ambisi) untuk mencapai posisi tertentu dalam jangka waktu tertentu. Saya sih masih adem ayem (dalam hal ambisi karir), walaupun saya selalu serius dalam apapun yang saya kerjakan.</p>
<p>Kemarin ini ada wacana di kantor untuk career development. Intinya sih, karir kita itu mau dikembangin ke arah apa. Ada beberapa teman kantor yang fokus ke arah sales, project management, developer, atau solution architect, technical writer, atau ke arah business analyst (yup, carreer branch di IT cukup banyak). </p>
<p>Puji Tuhan, pengalaman gado-gado saya cukup membantu, setelah dipikir-pikir, saya paling enjoy ketika saya bisa bekerja sama orang, bukan saya komputer/program. Options yang ada ya ke arah project management, atau ke arah analysis. Dan saya pilih yang options yang kedua. Pucuk dicinta ulam tiba, bos ngasi kesempatan untuk terlibat di project kecil sbg business analyst. Dan juga saya akan mulai ambil kelas business analyst bulan depan. Yombre!</p>
<p>***</p>
<p>Lalu, apa hubungan judul post ini dengan artikelnya? Allah itu baik, sungguh baik bagiku. Semakin saya melihat perjalanan hidup ke belakang, semakin saya melihat saya ini ngga ada apa-apanya. Pas kesulitan, Tuhan yang tolong. Pas bingung, Tuhan juga tuntun untuk mengambil keputusan. Ibaratnya, saya ini cuma melangkahkan kaki, Tuhan yang arahkan.</p>
<p>Sekarang, saya sudah setahun lagi di Vancouver. Ada banyak hal yang sudah berubah dan terjadi. Hidup tidak lepas dari masalah. Pergumulan selalu ada. Yang tidak berubah: Tuhan itu baik. Saya percaya adalah Tuhan akan bentuk kita untuk supaya semakin serupa denganNya, sehingga pada akhirnya bisa memuliakanNya. Kata kuncinya: hidup memuliakan Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The miracle of forgiveness</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/the-miracle-of-forgiveness/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/the-miracle-of-forgiveness/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 01:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Forgiveness]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1559</guid>
		<description><![CDATA[For a long moment we grasped each other&#8217;s hands, the former guard and the former prisoner. I had never known God&#8217;s love so intensely as I did then. ~Corrie ten Boom a Dutch Christian Holocaust survivor who helped many Jews escape the Nazis during World War II]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>For a long moment we grasped each other&#8217;s hands, the former guard and the former prisoner. I had never known God&#8217;s love so intensely as I did then.</p>
<p>~Corrie ten Boom<br />
<em>a Dutch Christian Holocaust survivor who helped many Jews escape the Nazis during World War II</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/the-miracle-of-forgiveness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membeli &#8220;perasaan enak&#8221; lewat konsumerisme</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/07/membeli-perasaan-enak-lewat-konsumerisme/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/07/membeli-perasaan-enak-lewat-konsumerisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 18:51:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Etika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Kalau beli kopi di Starbucks, ada kampanye fair-trade coffee. Jadi ceritanya sebagai sebuah promosi kalau Starbucks beli kopi dengan harga yang wajar dari petani kopi. Jadi bukan beli kopi semurah-murahnya lalu dijual dengan harga semahal-mahalnya. Kalau makan di restoran seafood disini, biasanya (kalau restorannya agak bagus), ada logo ocean-wise. Jadi ceritanya seafood yang dimasak itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau beli kopi di Starbucks, ada kampanye <a href="http://www.starbucks.ca/en-ca/_Social+Responsibility/_Social+Responsibilities/Fair+Trade+in+Our+Stores.htm">fair-trade</a> coffee. Jadi ceritanya sebagai sebuah promosi kalau Starbucks beli kopi dengan harga yang wajar dari petani kopi. Jadi bukan beli kopi semurah-murahnya lalu dijual dengan harga semahal-mahalnya.</p>
<p>Kalau makan di restoran seafood disini, biasanya (kalau restorannya agak bagus), ada logo <a href="http://www.vanaqua.org/oceanwise/about-ocean-wise.html">ocean-wise</a>. Jadi ceritanya seafood yang dimasak itu sumbernya sustainable, bukan dari hasil ilegal fishing, etc.</p>
<p>Jaman sekarang ada banyak lagi praktek yang seperti itu. Ada yang jual sepatu (<a href="http://www.toms.com/">Toms shoes</a>), dengan membeli satu pasang mereka akan sumbangkan satu pasang ke anak-anak yang membutuhkan.<span id="more-1554"></span></p>
<p>Ada trend yang saya amati. Ketika kita membeli kopi di Starbucks, kita ngga sekedar beli secangkir kopi. Tanpa sadar kita juga membeli semacam &#8220;redemption&#8221;, yang setidaknya membuat kita merasa lebih baik sebagai seorang individu. Kita merasa telah melakukan sesuatu untuk lingkungan, untuk petani kopi yang menanam kopi itu sendiri.</p>
<p>Dan trend ini jadi semakin jamak&#8230;.berikut ini ada pendapat menarik ttg hal di atas:<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=hpAMbpQ8J7g">RSA Animate &#8211; First as Tragedy, Then as Farce </a></p>
<p>Yang saya takutkan, orang melakukan hal yang sama di hadapan Tuhan. Sudah pelayanan, jadi bisa merasa lebih baik di hadapan Tuhan. Sudah memberi persembahan, jadi merasa lebih layak. Dan seterusnya&#8230;serem juga kalau membayangkan ke arah situ. Hmmm. Apakah motivasi dari tindakan anda di hadapan Tuhan?</p>
<p>Jadi ingat kotbah <a href="http://vimeo.com/11561497">&#8220;Kita adalah orang berhutang&#8221;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/07/membeli-perasaan-enak-lewat-konsumerisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>This experience must come</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/07/this-experience-must-come/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/07/this-experience-must-come/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 17:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[It is not wrong for you to depend on your “Elijah” for as long as God gives him to you. But remember that the time will come when he must leave and will no longer be your guide and your leader, because God does not intend for him to stay. Even the thought of that [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It is not wrong for you to depend on your “Elijah” for as long as God gives him to you. But remember that the time will come when he must leave and will no longer be your guide and your leader, because God does not intend for him to stay. Even the thought of that causes you to say, “I cannot continue without my ’Elijah.’ ” Yet God says you must continue.</p>
<p><strong>Alone at Your “Jordan”</strong> ( Kings 2:14  ). The Jordan River represents the type of separation where you have no fellowship with anyone else, and where no one else can take your responsibility from you. You now have to put to the test what you learned when you were with your “Elijah.” You have been to the Jordan over and over again with Elijah, but now you are facing it alone. There is no use in saying that you cannot go— the experience is here, and you must go. If you truly want to know whether or not God is the God your faith believes Him to be, then go through your “Jordan” alone.<span id="more-1550"></span></p>
<p><strong>Alone at Your “Jericho”</strong> ( 2 Kings 2:15  ). Jericho represents the place where you have seen your “Elijah” do great things. Yet when you come alone to your “Jericho,” you have a strong reluctance to take the initiative and trust in God, wanting, instead, for someone else to take it for you. But if you remain true to what you learned while with your “Elijah,” you will receive a sign, as Elisha did, that God is with you.</p>
<p><strong>Alone at Your “Bethel”</strong> ( 2 Kings 2:23 ). At your “Bethel” you will find yourself at your wits’ end but at the beginning of God’s wisdom. When you come to your wits’ end and feel inclined to panic— don’t! Stand true to God and He will bring out His truth in a way that will make your life an expression of worship. Put into practice what you learned while with your “Elijah”— use his mantle and pray (see 2 Kings 2:13-14  ). Make a determination to trust in God, and do not even look for Elijah anymore.</p>
<p>Source: <a href="http://utmost.org/this-experience-must-come/">My Utmost For High Highest &#8211; August 11</a></p>
<p>***</p>
<p>This is not the first time I have to say &#8220;till we meet again&#8221; to my &#8220;Elijah&#8221;. But certainly, it&#8217;s never been easy. God, You are my God and I am thankful for all the people You bring into my life. Things I learn in the past one year:</p>
<ul>
<li> Don&#8217;t ever think to be a hero in serving God</li>
<li>Honor our parents whatever the situation and condition was/is/is going to be.</li>
<li>We just happen to be slaves who were allowed to enjoy the goodness of God.</li>
<li>There is much we can do &#8211; especially for others less than we are and who need our help.</li>
<li> Continue to serve others &#8211; and God will be responsible for all of our lives.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/07/this-experience-must-come/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agunglah Kasih Allahku</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 23:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lelah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya; Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah. Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma, Dia mencari yang sesat dan diampuniNya. Reff: O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya! Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya Pabila zaman berhenti dan tahta dunia pun lebur, meskipun orang yang keji telah menjauh dan takabur, namun kasihNya tetaplah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya;<br />
Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah.<br />
Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma,<br />
Dia mencari yang sesat dan diampuniNya.</p>
<p>Reff:<br />
O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya!<br />
Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya<br />
<span id="more-1546"></span><br />
Pabila zaman berhenti dan tahta dunia pun lebur,<br />
meskipun orang yang keji telah menjauh dan takabur,<br />
<strong>namun kasihNya tetaplah, teguh dan mulia.</strong><br />
Anug’rah bagi manusia, dijunjung umatNya.</p>
<p>Andaikan laut tintanya dan langit jadi kertasnya,<br />
andaikan ranting kalamnya dan insan pun pujangganya,<br />
takkan genap mengungkapkan hal kasih mulia<br />
dan langit pun takkan lengkap memuat kisahnya.</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=d7zXqln5KUo">[Youtube]</a></p>
<p>***<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=Fla6EO07I3E">The Love of God</a></p>
<p>The love of God is greater far<br />
Than tongue or pen can ever tell;<br />
It goes beyond the highest star,<br />
And reaches to the lowest hell;<br />
The guilty pair, bowed down with care,<br />
God gave His Son to win;<br />
His erring child He reconciled,<br />
And pardoned from his sin.</p>
<p>Reff:<br />
Oh, love of God, how rich and pure!<br />
How measureless and strong!<br />
It shall forevermore endure—<br />
The saints’ and angels’ song.</p>
<p>When hoary time shall pass away,<br />
And earthly thrones and kingdoms fall,<br />
When men who here refuse to pray,<br />
On rocks and hills and mountains call,<br />
God’s love so sure, shall still endure,<br />
All measureless and strong;<br />
Redeeming grace to Adam’s race—<br />
The saints’ and angels’ song.</p>
<p>Could we with ink the ocean fill,<br />
And were the skies of parchment made,<br />
Were every stalk on earth a quill,<br />
And every man a scribe by trade;<br />
To write the love of God above<br />
Would drain the ocean dry;<br />
Nor could the scroll contain the whole,<br />
Though stretched from sky to sky.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Hidup</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/proses-hidup/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/proses-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 23:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1540</guid>
		<description><![CDATA[Saya masuk angin. Lalu saya segera minum obat. Dua jam kemudian saya sembuh. Saya melanjutkan aktifitas seperti biasa. Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Tetapi uda 6 jam gak ada tanda membaik. Lalu saya berdoa. Setelah itu saya sembuh. Saya bersyukur karena Tuhan sembuhkan saya.  Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Saya berdoa. Tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya masuk angin. Lalu saya segera minum obat. Dua jam kemudian saya sembuh. Saya melanjutkan aktifitas seperti biasa.</p>
<p>Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Tetapi uda 6 jam gak ada tanda membaik. Lalu saya berdoa. Setelah itu saya sembuh. Saya bersyukur karena Tuhan sembuhkan saya. </p>
<p>Saya masuk angin. Lalu saya minum obat. Saya berdoa. Tiga hari kemudian belum sembuh juga. Pacar saya mengantar saya ke dokter. Lalu saya sembuh. Saya bersyukur atas pacar yang pengertian dan juga Tuhan yang menyembuhkan saya. </p>
<p>Saya masuk angin. Uda tiga hari belum membaik. Setiap hari berdoa. Pacar mengantar ke dokter. Rupanya harus dirawat inap selama satu minggu. Orang tua saya menelpon, mendoakan. Teman-teman mulai membesuk di rumah sakit. Akhirnya saya sembuh. Saya bersyukur atas pacar yang pengertian, orang tua yang masi pedulikan saya, teman masih ingat sama saya, dokter yang memberi obat, dan juga tentunya pada Tuhan yang menyembuhkan saya.<br />
<span id="more-1540"></span><br />
Kalau Tuhan mau, dalam hitungan detik pun Dia bisa sembuhkan saya, kalau ujungnya saya akan sembuh juga, kenapa gak langsung aja disembuhkan? Hmmm&#8230;Tuhan selalu punya rencana yang lebih indah melampaui pikiran saya. Ketika saya bangun dari tidur dengan tubuh yang sehat, saya jadi lebih sadar betapa itu adalah sebuah anugerah. Ketika saya masih dikelilingi orang tua, pacar dan teman-teman yang masih peduli, itu moment yang indah.</p>
<p>***</p>
<p>Tuhan kita bukan Tuhan yang &#8220;gampangan&#8221;, Dia juga bukan Tuhan yang serba &#8220;instant&#8221;. Kalau dari awal Tuhan mau kita ada bersamaNya di surga, hal itu sangat mungkin Tuhan lakukan. Tetapi kita tidak akan pernah tau seberapa besarNya kasih Allah, sampai Dia harus menunjukkan kasihNya di kayu salib.</p>
<p>Mungkin Abraham tidak akan mendapat julukan bapa orang beriman kalau Tuhan langsung memberi Ishak tanpa Abraham harus menunggu seratus tahun. Mungkin bangsa Israel sudah mati kelaparan kalau Yusuf tidak dijual saudaranya, difitnah, dipenjara, lalu sampai bisa jadi penguasa Mesir. Dan ada banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang lain di Alkitab.</p>
<p>Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melewati setiap proses hidup yang ada. Proses sekolah, proses mencari kerja, proses pacaran, proses mendidik anak, proses melayani Tuhan, dll. Di setiap proses itu hendaklah kita terus bergantung pada Tuhan dan berikan yang terbaik. Mungkin Tuhan sedang mengajak kita untuk menikmati hidup ini melaui berbagai macam proses, bertemu bermacam-macam orang, menghadapi bermacam-macam masalah, kita diajak melihat hal-hal yang tidak akan kita bisa lihat kalau kita jadi anak &#8220;gampangan&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/proses-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Just the way he is: God&#8217;s good design in a father</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 20:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1538</guid>
		<description><![CDATA[Hari ayah yang cukup unik. Tadi di gereja, ada lagu yang sudah lama saya tidak dengar. Lagu ini ada di NKB (Nyanyikanlah Kidung Baru) yaitu buku hymnalnya yang biasa dipakai di GKI. Lalu saya kirim sms ke papa yang kira2 isinya bilang happy father&#8217;s day, sama minta papa mama nyanyi lagu Janji Yang Manis pas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ayah yang cukup unik. Tadi di gereja, ada lagu yang sudah lama saya tidak dengar. Lagu ini ada di NKB (Nyanyikanlah Kidung Baru) yaitu buku hymnalnya yang biasa dipakai di GKI. Lalu saya kirim sms ke papa yang kira2 isinya bilang happy father&#8217;s day, sama minta papa mama nyanyi lagu Janji Yang Manis pas mereka baca Alkitab bersama pagi-pagi.</p>
<p>Dan papa langsung membalas dengan bahasa Inggris seadanya juga, &#8220;Yesterday night we song janji yg manis and mukjizat itu nyata after we read the bible. Thank u for happy fathers day&#8221;. Wah, bisa klop gini? Ternyata mereka uda nyanyi lagu itu kemarinnya. Padahal jarang-jarang nyanyi lagu itu =)<span id="more-1538"></span></p>
<p>Janji yang manis: &#8220;Kau tak Kulupakan&#8221;,<br />
tak terombang-ambing lagi jiwaku;<br />
Walau lembah hidupku penuh awan,<br />
nanti &#8216;kan cerahlah langit diatasku.</p>
<p>Refrein: &#8220;Kau tidak &#8216;kan Aku lupakan,<br />
Aku memimpinmu, Aku membimbingmu;<br />
Kau tidak &#8216;kan Aku lupakan,<br />
Aku penolongmu, yakinlah teguh&#8221;.</p>
<p>Yakin &#8216;kan janji: &#8220;Kau tak Kulupakan&#8221;,<br />
dengan sukacita aku jalan t&#8217;rus;<br />
Dunia dan kawan tiada kuharapkan,<br />
satu yang setia: Yesus, Penebus.</p>
<p>Dan bila pintu sorga dibukakan,<br />
selesailah sudah susah dan lelah;<br />
&#8216;Kan kudengarlah suara mengatakan:<br />
&#8220;Hamba yang setiawan, mari masuklah&#8221;.</p>
<p>Syair dan lagu: I Will Not Forget, Charles H. Gabriel (1856-1932),<br />
terj. EL Pohan (1917-1993)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/just-the-way-he-is-gods-good-design-in-a-father/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Feels like home</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/06/feels-like-home/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/06/feels-like-home/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 15:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1529</guid>
		<description><![CDATA[Konon katanya Singapore sengaja membuat Orchard Road banjir agar wisatawan Indonesia merasa nyaman. Feels like home gitu lho. Haha ^_^]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/06/orchardroadbanjir1-300x224.jpg" alt="" title="orchardroadbanjir" width="300" height="224" class="alignnone size-medium wp-image-1533" /></p>
<p>Konon katanya Singapore sengaja membuat Orchard Road banjir agar wisatawan Indonesia merasa nyaman. Feels like home gitu lho. Haha ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/06/feels-like-home/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

