Seorang pengembara tua sedang dalam perjalanan menuju pegunungan Himalaya pada musim dingin yang menggigit saat mulai hujan. Seorang pengurus rumah penginapan berkata kepadanya. “Bagaimana engkau dapat sampai di sana dalam cuaca seperti ini, saudaraku?”

Pengembara tua itu menjawab dengan gembira: “Hatiku sudah lebih dulu sampai di sana, sehingga mudah bagi saya yang tersisa ini kemudian mengikutinya.”

~ Doa Sang Katak 1 – Anthony de Mello SJ

Tagged with:  

Khawatir

On November 5, 2011, in Indonesian, by adimulia

Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya.

Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai – lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit.

Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir – sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja.

Maka, marilah kita lebih sibuk bekerja daripada sibuk gelisah dalam kekhawatiran.

Tagged with:  

Kegundahan

On November 5, 2011, in Indonesian, by adimulia

Engkau yang gundah karena beratnya kehidupan, sini … duduklah tenang bersamaku … dan marilah kita berbincang dengan Tuhan …

Sahabat baik hatiku, cobalah kau ingat … bukankah dulu engkau pernah hidup dalam kedamaian yang penuh harapan baik tentang masa depanmu?

Apakah yang telah kau ijinkan mengusik kedamaianmu, dan menjadikanmu pribadi baik yang sulit merasa damai hari ini?

Apakah sekarang, engkau terlalu banyak menduga dan sedikit mencoba?
Apakah engkau lebih mudah marah sebelum mengerti, dan tetap marah walau sudah mengerti?
Apakah engkau menuntut orang lain melakukan yang tak kau lakukan?
Apakah lebih mudah bagimu untuk meminta daripada memberi?
Apakah engkau lebih banyak mengeluhkan kesulitanmu daripada bekerja meringankan kesulitan sesamamu?
Apakah hatimu lebih cepat membenci daripada mencintai?
Atau, apakah engkau lebih dekat kepada kebiasaan buruk daripada beribadah?

Hmm … aku tak harus mendengar jawabanmu, tapi hatimu tahu.

Dikutip dr MTGW.

Tagged with:  

Lagi apa

On July 4, 2011, in Indonesian, Songs, by adimulia

Pas baca renungan dari ODB edisi hari Sabtu kemaren, saya jadi inget sama si Joshua, keponakan saya yang pinter dan bandel. Seperti anak kecil kebanyakkan, di usia dia sekarang emang lagi banyak belajar tentang hal-hal yang baru. Jadi kalau dia nanya, bisa panjang gak berenti-berenti.

Joshua: "Lagi apa poh?"
Popoh: "Lagi masak..."
Joshua: "Masak apa poh?"
Popoh: "Masak soto..."
Joshua: "Soto apa poh?"
Popoh: "Soto ayam..."
Joshua: "Ayam apa poh?"
dst

Kadang, seperti yg dibilang di renungan itu, Tuhan itu nanya sama kita, “Lagi apa?”. Jawaban yang kita punya pasti macam-macam, bisa aja kita jawab, “Lagi cape, Tuhan”, “Lagi sedih, Tuhan”, “Lagi nonton tv, Tuhan”, “Lagi males-malesan, Tuhan”, “Lagi males ngomong sama Tuhan, Tuhan”.

Continue reading »

Tagged with:  
Premium WordPress Themes