<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung batu &#187; Catatan Singkat</title>
	<atom:link href="http://gunung-batu.com/tag/catatan-singkat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gunung-batu.com</link>
	<description>tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 May 2012 23:54:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hatiku telah mencapai gunung lebih dulu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2012/03/hatiku-telah-mencapai-gunung-lebih-dulu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2012/03/hatiku-telah-mencapai-gunung-lebih-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 09:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=924</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pengembara tua sedang dalam perjalanan menuju pegunungan Himalaya pada musim dingin yang menggigit saat mulai hujan. Seorang pengurus rumah penginapan berkata kepadanya. &#8220;Bagaimana engkau dapat sampai di sana dalam cuaca seperti ini, saudaraku?&#8221; Pengembara tua itu menjawab dengan gembira: &#8220;Hatiku sudah lebih dulu sampai di sana, sehingga mudah bagi saya yang tersisa ini kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pengembara tua sedang dalam perjalanan menuju pegunungan Himalaya pada  musim dingin yang menggigit saat mulai hujan. Seorang pengurus rumah penginapan berkata kepadanya. &#8220;Bagaimana engkau dapat sampai di sana dalam cuaca seperti ini, saudaraku?&#8221;</p>
<p>Pengembara tua itu menjawab dengan gembira:  &#8220;Hatiku sudah lebih dulu sampai di sana, sehingga mudah bagi saya yang tersisa ini kemudian mengikutinya.&#8221;</p>
<p>~ Doa Sang Katak 1 &#8211; Anthony de Mello SJ</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2012/03/hatiku-telah-mencapai-gunung-lebih-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khawatir</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 15:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2007</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya. Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai &#8211; lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit. Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir &#8211; sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja. Maka, marilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya kita lebih khawatir mengenai kesulitan yang kita bayangkan, daripada mengenai masalah yang sebenarnya.</p>
<p>Mungkin itu sebabnya, orang yang tidak suka berhandai-handai &#8211; lebih cepat memulai dan bertahan lebih lama dalam pekerjaan yang sulit.</p>
<p>Dan memang, tenaga yang kita gunakan untuk merasa khawatir &#8211; sering lebih besar daripada yang kita butuhkan untuk bekerja.</p>
<p>Maka, marilah kita lebih sibuk bekerja daripada sibuk gelisah dalam kekhawatiran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/khawatir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegundahan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 15:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2003</guid>
		<description><![CDATA[Engkau yang gundah karena beratnya kehidupan, sini &#8230; duduklah tenang bersamaku &#8230; dan marilah kita berbincang dengan Tuhan &#8230; Sahabat baik hatiku, cobalah kau ingat &#8230; bukankah dulu engkau pernah hidup dalam kedamaian yang penuh harapan baik tentang masa depanmu? Apakah yang telah kau ijinkan mengusik kedamaianmu, dan menjadikanmu pribadi baik yang sulit merasa damai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Engkau yang gundah karena beratnya kehidupan, sini &#8230; duduklah tenang bersamaku &#8230; dan marilah kita berbincang dengan Tuhan &#8230;</p>
<p>Sahabat baik hatiku, cobalah kau ingat &#8230; bukankah dulu engkau pernah hidup dalam kedamaian yang penuh harapan baik tentang masa depanmu?</p>
<p>Apakah yang telah kau ijinkan mengusik kedamaianmu, dan menjadikanmu pribadi baik yang sulit merasa damai hari ini?</p>
<p>Apakah sekarang, engkau terlalu banyak menduga dan sedikit mencoba?<br />
Apakah engkau lebih mudah marah sebelum mengerti, dan tetap marah walau sudah mengerti?<br />
Apakah engkau menuntut orang lain melakukan yang tak kau lakukan?<br />
Apakah lebih mudah bagimu untuk meminta daripada memberi?<br />
Apakah engkau lebih banyak mengeluhkan kesulitanmu daripada bekerja meringankan kesulitan sesamamu?<br />
Apakah hatimu lebih cepat membenci daripada mencintai?<br />
Atau, apakah engkau lebih dekat kepada kebiasaan buruk daripada beribadah?</p>
<p>Hmm &#8230; aku tak harus mendengar jawabanmu, tapi hatimu tahu.</p>
<p>Dikutip dr MTGW.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/11/kegudahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi apa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 20:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1902</guid>
		<description><![CDATA[Pas baca renungan dari ODB edisi hari Sabtu kemaren, saya jadi inget sama si Joshua, keponakan saya yang pinter dan bandel. Seperti anak kecil kebanyakkan, di usia dia sekarang emang lagi banyak belajar tentang hal-hal yang baru. Jadi kalau dia nanya, bisa panjang gak berenti-berenti. Joshua: "Lagi apa poh?" Popoh: "Lagi masak..." Joshua: "Masak apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pas baca renungan dari <a href="http://odb.org/2011/07/02/%E2%80%9Cwhatcha-doin%E2%80%99%E2%80%9D/">ODB edisi hari Sabtu kemaren</a>, saya jadi inget sama si Joshua, keponakan saya yang pinter dan bandel. Seperti anak kecil kebanyakkan, di usia dia sekarang emang lagi banyak belajar tentang hal-hal yang baru. Jadi kalau dia nanya, bisa panjang gak berenti-berenti.</p>
<blockquote><p><code>Joshua: "Lagi apa poh?"<br />
Popoh: "Lagi masak..."<br />
Joshua: "Masak apa poh?"<br />
Popoh: "Masak soto..."<br />
Joshua: "Soto apa poh?"<br />
Popoh: "Soto ayam..."<br />
Joshua: "Ayam apa poh?"<br />
dst</code></p></blockquote>
<p>Kadang, seperti yg dibilang di renungan itu, Tuhan itu nanya sama kita, &#8220;Lagi apa?&#8221;. Jawaban yang kita punya pasti macam-macam, bisa aja kita jawab, &#8220;Lagi cape, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi sedih, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi nonton tv, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi males-malesan, Tuhan&#8221;, &#8220;Lagi males ngomong sama Tuhan, Tuhan&#8221;.<span id="more-1902"></span></p>
<p>Apapun jawabannya, kita dipanggil untuk memperhatikan bagaimana kita menjalani hidup. Ada satu lagu yang menurut saya bagus liriknya, Steve Curtis Chapman &#8211; Do Everything. Liriknya:</p>
<blockquote><p><code>Little stuff big stuff in between stuff<br />
God sees it all the same<br />
And while I may not know you I bet I know you<br />
Wonder sometimes does it matter at all<br />
We’ll let me remind you it all matters just as long as you do</p>
<p>Everything you do to the glory of the One who made you<br />
Cause He made you<br />
To do every little thing that you do to bring a smile to His face<br />
And tell the story of grace with every move that you make<br />
And every little thing that you do</code></p></blockquote>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FEqdDdvFXZ0?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/FEqdDdvFXZ0?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/07/lagi-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertumbuhan rohani?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 18:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1873</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seseorang bilang dia bertumbuh secara rohani, apa sih maksudnya? Rasanya pernyataan pertumbuhan rohani terlalu umum, terlalu luas untuk diartikan. Apakah bertumbuh rohani itu artinya pengetahuan orang tentang Tuhan bertambah? Apakah artinya dia semakin rajin berdoa? Apakah artinya dia semakin banyak aktivitas pelayanan di gereja? Apakah artinya dia jadi hamba Tuhan? Absurd juga ya ukuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/06/measurement-300x225.jpg" alt="" title="measurement" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-1874" />Ketika seseorang bilang dia bertumbuh secara rohani, apa sih maksudnya? Rasanya pernyataan pertumbuhan rohani terlalu umum, terlalu luas untuk diartikan. Apakah bertumbuh rohani itu artinya pengetahuan orang tentang Tuhan bertambah? Apakah artinya dia semakin rajin berdoa? Apakah artinya dia semakin banyak aktivitas pelayanan di gereja? Apakah artinya dia jadi hamba Tuhan? Absurd juga ya ukuran ini.</p>
<p>Rasanya indikator seseorang bertumbuh secara rohani adalah hubungan dia dengan Tuhan. Bagaimana seseorang memandang arti hidup sebagai anugerah, bagaimana seseorang bereaksi terhadap dosa, dan tanpa disadari Tuhan membentuk seseorang menjadi manusia yang baru, yang memuliakan Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/pertumbuhan-rohani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiadaban masih terjadi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 20:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1825</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang Kristen atas setiap bencana yang ada (banjir, kekeringan, kelaparan, wabah, gempa bumi, dll), semuanya adalah salah orang Kristen yang telah menghina pada dewa (baca: berhala) mereka.</p>
<p>Mungkin dalam bayangan kita sekarang, &#8220;Ah, dibunuh itu paling seperti adegan di film-film perang jaman dulu, dibunuh pake pedang&#8221;. Padahal sebenarnya jauh lebih keji. Tercatat di buku sejarah, orang-orang Kristen itu dibakar, dijadikan obor hidup buat jadi penerangan, dijadikan santapan binatang buas di sirkus. Hal ini berlangsung tiga tahun, sampai tahun 67. Cerita ini adalah catatan kelam dalam perjalan orang Kristen.</p>
<p>Yang mengagetkan, hal serupa terjadi di Indonesia belakangan ini. Barusan saya melihat video <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6956899">insiden Cikeusik</a> (catatan: jangan lihat videonya kalo ngga tahan liat kekerasan/darah/mayat). Orang-orang Ahmadiyah dipukulin seperti binatang, orang tak bernyawa pun masih dipukulin. Biadab dan terkutuk! Bagaimana mungkin bisa terjadi, bahkan di video itu ada polisi. Menyedihkan. Tak hanya aparat, tapi rakyat pun mengebiri hak kebebasana beragama. Ahmadiyah dibunuhin, gereja dibakar. Kerusuhan antar umat beragama gak pernah beres di Indonesia. Kayanya kok seperti bom waktu yang tunggu meledak. Dan pada akhirnya bisa ditebak, kaum minoritas yang selalu jadi korban.</p>
<p>Oh Indonesiaku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/kebiadaban-masih-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang dosa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Feb 2011 00:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1815</guid>
		<description><![CDATA[Apakah orang Kristen yang sudah lahir baru, masih berbuat dosa? Jawabannya adalah masih. Lalu apa bedanya sama orang yang belum lahir baru. Dipikir-pikir emang benar. Misalnya, kalau sebelum lahir baru, berbohong itu terasa biasa saja. Kalau sudah lahir baru, pasti Roh Kudus bilang pada hati nurani kita kalau bohong itu dosa. Dengan kata lain, ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apakah orang Kristen yang sudah lahir baru, masih berbuat dosa?</strong></p>
<p>Jawabannya adalah masih. Lalu apa bedanya sama orang yang belum lahir baru. Dipikir-pikir emang benar. Misalnya, kalau sebelum lahir baru, berbohong itu terasa biasa saja. Kalau sudah lahir baru, pasti Roh Kudus bilang pada hati nurani kita kalau bohong itu dosa. Dengan kata lain, ketika seseorang lahir baru, dia melihat dosa sebagai sesuatu yang memalukan.</p>
<p>Pas nulis post ini, saya somehow ingat satu teman yang bisa dengan tanpa beban bercerita tentang dosa-dosa yang dia lakuin. Dia sudah dibaptis. Semoga dia ngga ignore ketika Roh Kudus ingatkan dia.</p>
<p><strong>Apakah orang yang dibaptis itu pasti diselamatkan?</strong></p>
<p>Nah. Untuk jelasin ini gampangnya gini. Setiap tanggal 17 Agustus, kita biasa pasang bendera di depan rumah untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Jadi bendera sebagai suatu tanda dari kemerdekaan yang kita punya. Kalau ngga ada kemerdekaan itu sendiri, pasang bendera merah putih gak ada artinya. Nah, baptisan itu sebuah tanda kita percaya pada Tuhan Yesus. Kalau dalam hati sendiri kita ngga percaya Tuhan Yesus, bagaimana kita diselamatkan? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/tentang-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengungsi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2011 00:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1793</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu ada diskusi menarik di suatu forum. Jadi ceritanya ada seorang Indonesia yang punya pemikiran untuk jadi warga negara Kanada. Jadi dia berencana untuk datang ke Kanada dengan visa turis. Lalu sesampai di Kanada, dia mau buang paspornya. Lalu minta perlindungan pemerintah Kanada, dan mengaku kalau dia stateless, gak punya kewarganegaraan. Dia bilang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/pengungsi-300x200.jpg" alt="" title="pengungsi" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-1794" />Beberapa waktu lalu ada diskusi menarik di suatu forum. Jadi ceritanya ada seorang Indonesia yang punya pemikiran untuk jadi warga negara Kanada. Jadi dia berencana untuk datang ke Kanada dengan visa turis. Lalu sesampai di Kanada, dia mau buang paspornya. Lalu minta perlindungan pemerintah Kanada, dan mengaku kalau dia stateless, gak punya kewarganegaraan. Dia bilang dia gak akan ngaku kalau dia berasal dari Indonesia. Dalam pemikirannya, Kanada dengan dasar kemanusiaan akan melindungi dan memberikan kewarganegaraan.<span id="more-1793"></span></p>
<p>Rasanya dia ngga akan dapat kewarganegaraan. Bukan begitu caranya kalau mau jadi pengungsi. Ada proses yang perlu diikuti. Seandainya dia ikuti prosesnya dan bisa dapat PR refugee dari Kanada, ada hal yang mungkin belum terpikir konsekuensinya. Dia ngga akan bisa balik ke Indonesia lagi. Karena definisi pengungsi sejati adalah orang yang meninggalkan negara asalnya karena perang, penganiayaan. Saking merasa teraniaya, lari dari situ dan gak mau kembali lagi.</p>
<p>Pas saat teduh beberapa hari lalu, cerita di atas mengingatkan saya dengan pemazmur. Tagline blog ini: tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Pemazmur merasakan betapa terancam jiwanya sehingga dia minta perlindungan Tuhan. Dan rasanya ngga akan ingin kembali lagi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/pengungsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Naturalisasi hamba Tuhan?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 19:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1786</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena naturalisasi belakangan merebak di dunia persepakbolaan Indonesia. Semenjak pemain-pemain naturalisasi bergabung dengan timnas, prestasi pasukan Garuda (timnas) kian sering mencuat di media. Sebutlah Christian Gonzalez, pemain dari Uruguay yang sudah merumput di lapangan bola tanah air sejak tahun 2003, dan sekarang bermain di Persib Bandung. *Pantesan Persib sekarang jadi jago, padahal biasanya kalah melulu*. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/naturalization-300x199.jpg" alt="" title="naturalization" width="300" height="199" class="alignright size-medium wp-image-1791" />Fenomena naturalisasi belakangan merebak di dunia persepakbolaan Indonesia. Semenjak pemain-pemain naturalisasi bergabung dengan timnas, prestasi pasukan Garuda (timnas) kian sering mencuat di media. Sebutlah Christian Gonzalez, pemain dari Uruguay yang sudah merumput di lapangan bola tanah air sejak tahun 2003, dan sekarang bermain di Persib Bandung. *Pantesan Persib sekarang jadi jago, padahal biasanya kalah melulu*. Tercatat pada November 2010 yang lalu, Gonzalez resmi menjadi WNI. Dengan demikian ia boleh menjadi bagian dari timnas.</p>
<p>Belakangan beredar anekdot untuk melakukan naturalisasi untuk politisi-politisi di Indonesia. Carut marut panggung politik di Indonesia emang menyedihkan. Saking menyedihkannya sampai mungkin saya rasa kita perlu naturalisasi politikus yang lebih handal. Gak melulu ngeributin jalan-jalan studi banding, kasus Susno, Gayus, yang semuanya &#8220;hangat-hangat (maaf) tahi ayam&#8221;. Sekarang rame, paling tar beberapa bulan lagi sepi, tanpa ada penyelesaian tuntas.<span id="more-1786"></span></p>
<blockquote><p>Naturalisasi terlihat sebagai solusi ketika kita memiliki keterbatasan dalam suatu komunitas.</p></blockquote>
<p>Bagaimana dengan pelayanan di gereja? Ketika suatu gereja memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek pelayanan, apakah naturalisasi adalah suatu pilihan? Saya kadang membayangkan bagaimana kalau suatu saat di gereja saya bisa mendengarkan Brooke Fraser (vokalis Hillsong favorit saya :p) sebagai penyanyi, atau John Piper sebagai pengkotbah. Gereja mungkin bisa berisi semua &#8220;superstar&#8221;. Bermimpi!</p>
<p>Atau lebih ekstrim lagi imajinasi saya kalau naturalisasi di dalam berkeluarga. Gimana jadinya kalau ayah saya melihat saya sebagai anak yang kurang baik. Masa ayah saya akan menaturalisasi orang lain buat jadi anaknya. Tidak akan pernah terjadi!</p>
<blockquote><p>Naturalisasi tidak akan pernah menjadi pilihan untuk sesuatu yang melibatkan &#8220;personal relationship&#8221;. </p></blockquote>
<p>Sebagai anak dan ayah, tidak ada yang bisa menggantikan posisi ini walaupun dua-duanya mungkin banyak kekurangan. Saya merasakan hal yang sama dengan pelayanan di gereja. Tidak mungkin kita menaturalisasi orang-orang di luar gereja hanya karena di gereja tidak ada orang yang sanggup melayani. Bagi saya pelayanan di gereja adalah suatu hasil dari hubungan pribadi dengan Tuhan, yang lalu diapplikasikan di suatu komunitas (yakni gereja).</p>
<p>Ketika mengalami &#8220;krisis kekurangan hamba Tuhan&#8221;, biasanya situasi akan menjadi sedikit tidak enak. Pasti muncul kata-kata seperti, &#8220;Apa susahnya sih bilang iya?&#8221;, &#8220;Orang lain aja bisa, masak anda tidak bisa?&#8221;, &#8220;Abraham aja mau dipanggil Tuhan tanpa tau tujuannya kemana&#8221;. Ada sederet kisah di Alkitab yang bisa digunakan sebagai referensi tentang panggilan pelayanan. Tapi bagaimana mungkin suatu yang bersifat personal (apalagi dengan Tuhan) bisa dipaksakan. Biarlah gereja boleh bersama-sama bergumul tentang hal ini, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan gereja-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/naturalisasi-hamba-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angin di 2011</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 15:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1780</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/ship.jpg" alt="" title="ship" width="240" height="161" class="alignright size-full wp-image-1782" />Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. (Mazmur 107:23-30)</p>
<p>Konon dalam dunia berlayar, ada dua kondisi yang tidak enak: angin ribut, dan tidak ada angin sama sekali. Kalau ada angin ribut, kapal diombang-ambing kesana kemari. Semua awak kapal harus bekerja keras agar kapal tidak karam. Dan kondisi kedua, tidak ada angin sama sekali. Kapal tidak bisa bergerak ke tujuan akhir. Emang setau saya ada titik yang dibilang &#8220;equatorial calm&#8221;, jadi di titik itu emang gak ada angin. Kapal gak bisa berlayar.</p>
<p>Selama 2010, rasanya saya mengalami situasi &#8220;angin ribut&#8221; dan juga &#8220;gak ada angin&#8221;. Dan juga tentunya, mengalami situasi angin yang mendukung untuk berlayar, semakin dekat dengan apa yang dituju. Somehow perasaan saya memasuki tahun 2011 ini agak khawatir. Sepertinya tahun ini akan menjadi tahun yang cukup menantang. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, dipersiapkan, dan diputuskan.</p>
<p>Semua lorong di bumi haruslah kau jalani<br />
Bersama dengan sesama menuju pada Bapa</p>
<p>Semua pematang swah menanti telapakmu<br />
Derita ria bersama meringankan langkahmu</p>
<p>Semua roda hidupmu mendambakan imanmu<br />
Di perjamuan abadi Bapa sudah menanti</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/angin-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seseorang tidak dibentuk dalam semalam</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 22:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1662</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang yang kita lihat saat ini adalah hasil penempaan kehidupan terhadap dirinya selama ia hidup, hasil proses pembentukan yang panjang. Seseorang tidak dibentuk dalam semalam. Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk. Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru. Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang yang kita lihat saat ini adalah hasil penempaan kehidupan terhadap dirinya selama ia hidup, hasil proses pembentukan yang panjang. Seseorang tidak dibentuk dalam semalam.</p>
<blockquote><p>Kalau anak-anak banyak dikritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dikasihani dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihani diri sendiri.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajar iri hati.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik.</p>
<p>Kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati.</p>
<p>Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil.</p>
<p>Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati.</p>
<p>Kalau anak-anak merasa tenteram dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya kepada diri sendiri maupun orang-orang di sekeliling mereka.</p>
<p>Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan.</p>
<p>&#8212; Dorothy Law Nolte &#8212;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/seseorang-tidak-dibentuk-dalam-semalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendeta vs Pemilik Klub Malam</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 23:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1659</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada sebuah gereja yang sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun. Gereja ini cukup berkembang, sampai mereka menambahkan jadwal kebaktian juga hari Sabtu malam. Semua berjalan dengan baik sampai suatu hari tak jauh dari gereja itu berdiri sebuah klub malam. Merasa terganggu dengan aktifitas klub malam di hari Sabtu, orang mabuk, hingar bingar orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah ada sebuah gereja yang sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun. Gereja ini cukup berkembang, sampai mereka menambahkan jadwal kebaktian juga hari Sabtu malam. Semua berjalan dengan baik sampai suatu hari tak jauh dari gereja itu berdiri sebuah klub malam. Merasa terganggu dengan aktifitas klub malam di hari Sabtu, orang mabuk, hingar bingar orang yang ada, sang pendeta mengajak jemaatnya berkumpul dan berdoa agar Tuhan menutup klub malam itu.</p>
<p>Seminggu setelah doa itu, pas hujan lebat, petir menyambar klub malam itu. Klub malam itu terbakar hangus sampai rata dengan tanah. Pemilik klub malam, kemudian mendengar cerita kalau gereja tetangganya itu sebelumnya berdoa agar klub malam miliknya ditutup. Si pemilik klub malam ini menuntut gereja ini di pengadilan.</p>
<p>Ketika hakim menanyakan ke pendeta ini, &#8220;Apakah benar anda dan jemaat anda berdoa agar klub malam ini ditutup?&#8221;, Si Pendeta bilang, &#8220;Iya kami berdoa, tapi kami tidak pernah mengira Tuhan akan mengabulkan doa kami&#8221;. Lucu, yang berdoa tidak percaya kalau doanya akan dikabulkan. Sedangkan si pemilik klub malam, percaya kalau Tuhan yang kirim petir itu karena doa.</p>
<p>***</p>
<p>Doa gak dijawab&#8230;minta dijawab<br />
Doa dijawab&#8230;nggak percaya kalau Tuhan yang jawab.<br />
Percaya Tuhan tapi hidup seolah-olah Tuhan tidak ada? Hmm&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/pendeta-vs-pemilik-klub-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grace vs Karma</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/grace-vs-karma/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/grace-vs-karma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 17:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1623</guid>
		<description><![CDATA[Assayas: I think I am beginning to understand religion because I have started acting and thinking like a father. What do you make of that? Bono: Yes, I think that&#8217;s normal. It&#8217;s a mind-blowing concept that the God who created the universe might be looking for company, a real relationship with people, but the thing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Assayas</strong>: I think I am beginning to understand religion because I have started acting and thinking like a father. What do you make of that?</p>
<p><strong>Bono</strong>: Yes, I think that&#8217;s normal. It&#8217;s a mind-blowing concept that the God who created the universe might be looking for company, a real relationship with people, but the thing that keeps me on my knees is the difference between Grace and Karma.</p>
<p><strong>Assayas</strong>: I haven&#8217;t heard you talk about that.</p>
<p><strong>Bono</strong>: I really believe we&#8217;ve moved out of the realm of Karma into one of Grace.</p>
<p><strong>Assayas</strong>: Well, that doesn&#8217;t make it clearer for me.</p>
<p><strong>Bono</strong>: You see, at the center of all religions is the idea of Karma. You know, what you put out comes back to you: an eye for an eye, a tooth for a tooth, or in physics—in physical laws—every action is met by an equal or an opposite one. It&#8217;s clear to me that Karma is at the very heart of the universe. I&#8217;m absolutely sure of it. And yet, along comes this idea called Grace to upend all that &#8220;as you reap, so you will sow&#8221; stuff. Grace defies reason and logic. Love interrupts, if you like, the consequences of your actions, which in my case is very good news indeed, because I&#8217;ve done a lot of stupid stuff.</p>
<p>Bono: In Conversation with Michka Assayas<br />
Well, despite the clouds, it&#8217;s still <a href="http://www.youtube.com/watch?v=e8w7f0ShtIM" target="_blank">a beautiful day</a> in Vancouver <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/grace-vs-karma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memberi dengan rela</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 19:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1615</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?&#8221; Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?&#8221; Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.&#8221;</p>
<p>Hmmm&#8230;tiga ratus dinar itu seberapa berharga di jaman sekarang? Dari informasi bebas yang saya dapat, pada jaman dulu upah kerja satu hari adalah 1 dinar. Jadi diasumsikan minyak itu setara dengan upah tiga ratus hari. Dengan perhitungan 25 hari kerja per bulan (dengan asumsi hari sabat semua orang tidak bekerja), itu artinya setara dengan gaji bekerja setahun!</p>
<p>Reaksi Yudas adalah reaksi yang jamak kita temui dan cukup masuk di akal (jika kita tidak membaca ayat setelah itu). Udah kerja cape-cape setahun, semua hasilnya dikasi untuk Tuhan. Terbayangkah gaji anda setahun anda kasih semua ke Tuhan? Kenapa Maria melakukan itu? Apa Maria itu kurang pintar (baca: bodoh)?<span id="more-1615"></span></p>
<p>***</p>
<p>Ada macam-macam perspektif untuk menanggapi cerita ini:</p>
<p><strong>Perspektif Pemborosan</strong></p>
<p>Pandangan kita mungkin sama dengan Yudas. Semua dihitung dari perspektif pemborosan dan perbandingan. Saya punya uang 300 dinar, supaya untung bagusnya diapain. Kalau uang sebanyak itu dipakai buat beli minyak narwastu murni dan minyaknya dipakai untuk membasuh kaki satu orang, itu namanya pemborosan.</p>
<p>Misalnya lagi, tabungan saya di bank ada $500, saya harapkan bulan depan udah berbunga jadi $503. Saya punya waktu 2 jam, apakah bagusnya saya datang ke gereja, atau 2 jam itu saya pakai untuk berbuat amal pada sesama? Toh kan sama-sama hal yang baik? Sepintas kalimat-kalimat tersebut benar. Tetapi setelah membaca ayat selanjutnya, kalimat di atas sudah menjadi obsolete, tidak berlaku lagi. Ini ayatnya yang Tuhan bilang, &#8220;&#8230;.Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu&#8221;</p>
<p>Orang miskin selalu ada, tetapi Aku tidak. Yang membuat berbeda adalah &#8220;Aku&#8221;-nya, yaitu Tuhan sendiri. Minyak narwastu bukan dipakai untuk membasuh kaki satu orang, tetapi untuk Tuhan. Berbakti pada Tuhan di hari Minggu tidak bisa disamakan dengan berbakti pada sesama <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Perspektif Berkorban</strong></p>
<p>Jadi orang pelit itu mudah. Belajar memberi itu sulit. Belajar memberi dengan kerelaan itu lebih sulit lagi. Saya pun masih belajar untuk memberi dengan kerelaan. Dulu waktu kecil, saya sempat mikir, kenapa mama kasi saya uang untuk persembahan? Pas masukin uangnya ke kantong persembahan saya sempet mikir, uang ini bisa dijajanin baso.haha.</p>
<p>Nah, kemudian saya masukin uang ke dalam kantong kolekte. Saya (masi) mikir lagi, ah, semoga Tuhan baik, nanti Tuhan gerakan hati mama buat ngasi saya uang jajan.haha. Ini contoh yang ngga baik, memberi tapi ngga rela. Sekarang&#8230;ya mungkin kita masi seperti itu? Mau memberi untuk Tuhan, kadang terpikir akan kebutuhan yang lain. Sudah memberi, merasa sudah berkorban jadi punya hak buat claim ini itu sama Tuhan. Orang merasa berkorban ini bahaya juga sih kalo dipikir-pikir. Kadang, kalau sudah akut, bisa mengasihani diri secara berlebihan.</p>
<p>Yang menarik dari Maria, dia memberi dengan rela. Dia sepertinya asyik-asyik aja meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Dia ngga mengasihani diri atau merasa udah berkorban, &#8220;Aduh&#8230;.saya kan udah memberi barang berharga saya untuk Tuhan, apa yang bisa saya dapatkan ya?&#8221;. Rasanya ngga begitu. Banyak orang mengharapkan sesuatu ketika dia merasa sudah berkorban. Di Indonesia, hal ini jadi hal yang rutin bisa dibaca di koran, entah kadang DPR punya rencana bombastis buat membangun gedung lah, rencana ini itu, mereka selalu beralasan rakyat harus rela berkorban.</p>
<p>Apakah hari ini anda merasa sudah berkorban? Jangan-jangan anda lagi mengharapkan sesuatu terjadi karena pengorbanan anda? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/memberi-dengan-rela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihan Tuhan atau pilihan kita</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/05/pilihan-tuhan-atau-pilihan-kita/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/05/pilihan-tuhan-atau-pilihan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 02:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1502</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin sempat ngobrol tentang ini sama Loren. Kita selalu dihadapkan pada pilihan. Mau makan siang ada pilihan, mau malas-malasan itu pilihan, mau kecewa sama orang pun itu pilihan, bahkan Tuhan mau menyayangi kita pun itu pilihanNya secara kita gak layak. Aspek memilih jadi menarik ketika kita mengikutsertakan Tuhan ketika memilih. Nah, ini bagian menariknya. Kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin sempat ngobrol tentang ini sama <a href="http://binnology8.blogspot.com/">Loren</a>. Kita selalu dihadapkan pada pilihan. Mau makan siang ada pilihan, mau malas-malasan itu pilihan, mau kecewa sama orang pun itu pilihan, bahkan Tuhan mau menyayangi kita pun itu pilihanNya secara kita gak layak. Aspek memilih jadi menarik ketika kita mengikutsertakan Tuhan ketika memilih.</p>
<p>Nah, ini bagian menariknya. Kadang orang sering banget bilang, &#8220;Tuhan bilang sama saya kalau saya harus milih A&#8221;. Apakah iya? Hmmmm&#8230;kalau gak hati-hati, kita cenderung jadi orang yang suka merohanikan segala hal. Saya percaya Tuhan berbicara pada kita melalui Alkitab, atau mengajarkan kepada kita melalui pengalaman di masa lalu.<span id="more-1502"></span></p>
<p>Lima tahun lalu, wrist band karet yang tulisannya WWJD cukup populer. Jadi sekiranya ketika kita membuat keputusan, kita jadi ingat, <strong>What would Jesus do</strong>. Kurang lebih approach seperti ini yang saya coba belajar sekarang. Doakan dan lakukan saja, jangan sampai jadi merohanikan semua pilihan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/05/pilihan-tuhan-atau-pilihan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Lidah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 22:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1475</guid>
		<description><![CDATA[Dalam diskusi singkat sama kontraktor yang bakal di-hire buat project kecil di kantor. Calon Kontraktor: So yeah, I don&#8217;t think it&#8217;s a good idea to delete what you have developed bla bla bla&#8230;I have handle 200+ projects like this&#8230;bla bla bla&#8230;bla bla bla&#8230;Off course I don&#8217;t want to clean up the sh*t you created&#8221; Saya: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam diskusi singkat sama kontraktor yang bakal di-hire buat project kecil di kantor.</p>
<blockquote><p><strong>Calon Kontraktor</strong>: So yeah, I don&#8217;t think it&#8217;s a good idea to delete what you have developed bla bla bla&#8230;I have handle 200+ projects like this&#8230;bla bla bla&#8230;bla bla bla&#8230;Off course I don&#8217;t want to clean up the sh*t you created&#8221;<br />
<strong>Saya</strong>: &#8230;<br />
<strong>Calon Kontraktor</strong>: I&#8217;m kidding, I&#8217;m just kidding really. Don&#8217;t take it seriously. I&#8217;m kidding, ok?<br />
<strong>Saya</strong>: *diam saja, pandangan tajam &amp; serius*</p></blockquote>
<p>Yah, begitulah highlight hari ini di kantor. Kadang bertemu dengan orang sok asik, yang dia pikir dia pintar, berusaha meyakinkan kalau kita bakalan hire dia. Tapi kata-kata yang keluar, wedew. Hidup mati dikuasai lidah. Enam macam penyakit lidah yang umum menurut Amsal:<span id="more-1475"></span></p>
<p><strong>- Berbicara terlalu banyak</strong><br />
Jangan banyak bicara. Orang yang banyak bicara membuat banyak kesalahan. Karena itu, bersikaplah bijaksana dan kendalikanlah lidahmu (Amsal 10: 19)</p>
<p><strong>- Asal bunyi</strong><br />
Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu. (Amsal 29:20)</p>
<p><strong>- Gosip</strong><br />
Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut. (Amsal 20:19)</p>
<p><strong>- Berbohong</strong><br />
Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. (Amsal 12:22)</p>
<p><strong>- Menjilat</strong><br />
Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya. (Amsal 29:5)</p>
<p><strong>- Sombong</strong><br />
Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu. Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri. (Amsal 27:1-2)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/penyakit-lidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harapan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/harapan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 05:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1459</guid>
		<description><![CDATA[Sesuatu yang sesuai dengan harapan biasanya berujung pada rasa tenang. Di sisi lain sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan biasanya berujung pada rasa kecewa. Kita sering dikondisikan untuk berpikir bahwa hidup ini barulah indah ketika hal-hal yang kita alami sesuai dengan harapan. Jadi ketika hidup ini tidak sesuai dengan harapan, banyak dari kita yang kecewa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesuatu yang sesuai dengan harapan biasanya berujung pada rasa tenang. Di sisi lain sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan biasanya berujung pada rasa kecewa. Kita sering dikondisikan untuk berpikir bahwa hidup ini barulah indah ketika hal-hal yang kita alami sesuai dengan harapan.</p>
<p>Jadi ketika hidup ini tidak sesuai dengan harapan, banyak dari kita yang kecewa. Kecewa tidak selalu ditunjukan, bisa dipendam. Atau kita juga bisa jadi bergumul, pada dasarnya sama yaitu berharap untuk sesuatu yang sekarang belum atau masih jauh dari harapan.</p>
<p>Hidup ini jadi dipusatkan pada satu kata: harapan. Ketika seseorang sudah hilang harapan. Kurang lebih, di situlah akhir hidupnya. Berharap diri sendiri, kita tidak diciptakan untuk itu. Berharap pada manusia, mereka pun tidak diciptakan untuk memberikan harapan sejati. Berharap pada Kristus Yesus, Dia lah sumber pengharapan hidup.</p>
<p><span>*penulis baru saja diingatkan kembali tentang pengharapan hidup yg sejati.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Weird, or just different?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/weird-or-just-different/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/weird-or-just-different/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 21:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/2010/04/weird-or-just-different/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;There&#8217;s a flip side to everything,&#8221; the saying goes, and in 2 minutes, Derek Sivers shows this is true in a few ways you might not expect. Interesting, perhaps you&#8217;re just different depending on where you are?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;There&#8217;s a flip side to everything,&#8221; the saying goes, and in 2 minutes, Derek Sivers shows this is true in a few ways you might not expect. Interesting, perhaps you&#8217;re just different depending on where you are? <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><!--copy and paste--><object width="446" height="326"><param name="movie" value="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf"></param><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="wmode" value="transparent"></param><param name="bgColor" value="#ffffff"></param><param name="flashvars" value="vu=http://video.ted.com/talks/dynamic/DerekSivers_2009I-medium.flv&#038;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/DerekSivers-2009I.embed_thumbnail.jpg&#038;vw=432&#038;vh=240&#038;ap=0&#038;ti=755&#038;introDuration=16500&#038;adDuration=4000&#038;postAdDuration=2000&#038;adKeys=talk=derek_sivers_weird_or_just_different;year=2009;theme=unconventional_explanations;theme=the_power_of_cities;theme=new_on_ted_com;event=TEDIndia+2009;&#038;preAdTag=tconf.ted/embed;tile=1;sz=512x288;" /><embed src="http://video.ted.com/assets/player/swf/EmbedPlayer.swf" pluginspace="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" bgColor="#ffffff" width="446" height="326" allowFullScreen="true" flashvars="vu=http://video.ted.com/talks/dynamic/DerekSivers_2009I-medium.flv&#038;su=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/DerekSivers-2009I.embed_thumbnail.jpg&#038;vw=432&#038;vh=240&#038;ap=0&#038;ti=755&#038;introDuration=16500&#038;adDuration=4000&#038;postAdDuration=2000&#038;adKeys=talk=derek_sivers_weird_or_just_different;year=2009;theme=unconventional_explanations;theme=the_power_of_cities;theme=new_on_ted_com;event=TEDIndia+2009;"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/weird-or-just-different/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup di belahan dunia lain</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 23:08:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1436</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya. Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat tulis. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya.</p>
<p>Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat <a href="http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/" target="_blank">tulis</a>. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari infrastruktur, teknologi, akses kesehatan, pendidikan yang ada. Dia cerita bagaimana mereka menikmati perubahan yang ada. Anak-anaknya sekolah di rumah (home-schooled). Perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu 10 menit, melewati daerah-daerah super miskin. Atau cerita lucu bagaimana di atap rumahnya ada banyak monyet yang suka nyuri makanan.<span id="more-1436"></span></p>
<p>Saya jadi berpikir, betapa <span style="text-decoration: line-through;">saya</span> kita di North America ini sangat mudah mengeluh, padahal kondisi secara kasat mata jauh lebih baik dibanding Afrika. Sedikit-sedikit mengeluh, entah mengeluh karena cuaca, karena pekerjaan, karena tugas menumpuk, dan seringkali hal-hal kecil juga bisa bikin kita mengeluh. Juga ternyata, mengeluh itu menular, tinggal di lingkungan yang sering mengeluh itu bikin kita sulit bersyukur.</p>
<p>Cerita lain masih dari Afrika juga. Baru tadi pagi <a href=" http://edition.cnn.com/2010/WORLD/africa/04/15/africa.religion/index.html?hpt=T2" target="_blank">baca di CNN</a>, menurut survey dan studi yang ada, orang Afrika ternyata sangat religius. Hmmm&#8230;mungkin ini akibat situasi yang susah disana. Di sisi lain, ada banyak orang Kristen di North America yang masi percaya sama astrologi. Hmmm&#8230;orang Afrika sungguh-sungguh ikut Tuhan, orang North America malah semakin menurun.</p>
<p>***</p>
<p>Cerita kedua dari Indonesia. Dua minggu lalu saya dibikin miris setelah baca berita di <a href="http://surabaya.detik.com/read/2010/04/15/095011/1338671/475/dikarantina-sw-tak-boleh-menerima-tamu" target="_blank">Detik.com</a> dan nonton video bocah 4 thn yang gemar dan bangga merokok &amp; ngomong kotor. Yang bikin miris, orang di sekitar bocah tsb yang malah mendukung kelakuan seperti itu.</p>
<p>Minggu ini cerita tentang penertiban lahan di <a href="http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/641/1/rusuh%20di%20koja" target="_blank">Tanjung Priok</a> yang makan korban jiwa. Entah siapa yang salah, tapi kekerasan terjadi. Di Indo segitu gampangnya menghilangkan nyawa orang. Yang bikin lebih parah, setelah kerusuhan yang ada, orang-orang menjarah kantor Pelindo di dekat situ, truk-truk polisi yang udah dibakar dipreteli onderdilnya. Bejat. Mungkin hal-hal seperti ini yang bikin saya sulit untuk membayangkan diri saya tinggal di Indonesia. </p>
<p>Belum lagi cerita makelar kasus, pemerasan, korupsi, penyuapan sana sini yang bikin muak. Emang rasanya terlalu absurd jika saya bilang hal itu hanya terjadi di Indonesia. Di North America pun hal seperti ini ada, tetapi mungkin dalam bentuk yang berbeda.</p>
<p>***</p>
<p>Hidup cukup keras di belahan dunia yang lain. Setiap orang punya pergumulan masing-masing, dan gak ada yang salah dengan itu. Namun sebelum kita mulai mengeluh, mungkin ada baiknya kita melihat dulu kesulitan orang lain di belahan dunia lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perspektif Orang Sukses</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/perspektif-orang-sukses/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/perspektif-orang-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 17:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1411</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana jadi orang sukses? Kalau kita ke toko buku, mungkin ada ribuan buku yang bahas segala macam cara buat sukses. Saking banyaknya, sampai kita bisa bingung sendiri.haha. Di episode Kick Andy, saya belajar ada dua macam perspektif orang sukses. Orang yang suka bikin rencana, dan orang yang spontan. Yang pertama, Ciputra. Apa kiat sukses? Beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana jadi orang sukses? Kalau kita ke toko buku, mungkin ada ribuan buku yang bahas segala macam cara buat sukses. Saking banyaknya, sampai kita bisa bingung sendiri.haha. Di episode Kick Andy, saya belajar ada dua macam perspektif orang sukses. <strong>Orang yang suka bikin rencana, dan orang yang spontan.</strong></p>
<p>Yang pertama, Ciputra. Apa kiat sukses? Beliau bilang bahwa entrepreneur bukan bakat, bukan gen, bukan turunan, itu bisa dipelajari. Ada tiga hal yang kita perlu: keinginan besar, semangat kerja keras, keyakinan.<br />
<span id="more-1411"></span><br />
Yang kedua, Bob Sadino. Apa kiat sukses? Beliau bilang, &#8220;Saya gak tau sukses itu apa. Hidup itu bergulir aja. Anda terbiasa dengan menganalisa macem-macem, mikir macem-macem&#8221;</p>
<p>Hahaha, video wawancaranya menarik dan lucu.</p>
<p><object width="480" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/p/168AFF61B4A3FCC7&#038;hl=en_US&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/p/168AFF61B4A3FCC7&#038;hl=en_US&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/perspektif-orang-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapa kita?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/siapa-kita/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/siapa-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 18:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1385</guid>
		<description><![CDATA[Ide di bawah ini belakangan hilir mudik dalam pikiran sih. Dibilang hilir mudik karena sebentar kepikir, sebentar ngga, terus kepikir lagi, terus ngga. Jadi sekarang lebih baik ditulis aja biar gak lupa. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ide di bawah ini belakangan hilir mudik dalam pikiran sih. Dibilang hilir mudik karena sebentar kepikir, sebentar ngga, terus kepikir lagi, terus ngga. Jadi sekarang lebih baik ditulis aja biar gak lupa.</p>
<blockquote><p>Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)</p></blockquote>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/WhoAmI-300x214.jpg" alt="" title="WhoAmI" width="300" height="214" class="alignright size-medium wp-image-1386" />Dua minggu lalu saya bersama teman-teman nonton film <a href="http://www.imdb.com/title/tt1130884/">Shutter Island</a>. Katanya itu film thriller, oh oke lah saya pikir, tar saya siapkan diri secara saya gak terlalu suka nonton film horor ataupun film sadis berdarah-darah. Ternyata itu film tentang orang sakit jiwa, model-model kaya di film Beautiful Mind. Nama penyakitnya itu Schizophrenia? Filmnya cukup intense. <a href="http://www.imdb.com/title/tt1130884/plotsummary">Intinya</a> sih tentang cerita orang waras yang datang buat menyelidiki kasus pasien jiwa hilang, tapi kemudian dengan konspirasi dan obat-obatan yang ada orang waras ini diyakinkan bahwa dia jadi gila, ujung2nya jadi dirawat di rumah sakit jiwa itu. Gara-gara nonton film ini, sempet bertanya, &#8220;hidup saya sekarang ini real gak ya? apa saya berhalusinasi kekita melihat teman-teman saya?&#8221;. Sedikit serem juga nih film, ngajak penonton jadi berpikir tentang kegilaan. Sedikit banyak, orang itu jadi gila karena lingkungannya yang mengondisikan demikian.<span id="more-1385"></span></p>
<p>Kasus A, ada orang normal. Karena trauma masa lalu, bisa terguncang jiwanya kemudian jadi orang gila. Bisa dimengerti. Kasus B, ada orang normal. Karena semua temannya bilang dia gila, kemudian dia jadi orang gila beneran. Kasus B, secara gak sadar kita sering alami di hidup sehari-hari. Kita punya semangat juang tinggi, tapi di sekeliling kita semua orang malas, ya ujung-ujungnya pasti terpengaruh. Mungkin kita jadi terpengaruh setelah beberapa lama, mungkin beberapa tahun.</p>
<p>Beberapa hari lalu saya juga lagi <a href="http://www.amazon.com/Wives-Their-Husbands-About-Women/dp/0842378960">baca buku</a>, tentang stress ibu rumah tangga. Bukunya bagus. Di buku itu dibilang lagi, kita menilai diri sendiri berdasarkan penilaian orang lain. Jadi orang lain bilang kita apa, ya kita cenderung percaya tentang itu. Apalagi kalo semua orang bilang itu. <strong>Identitas kita sedikit banyak dibentuk dari apa yang orang bilang tentang kita.</strong></p>
<p>***</p>
<p>Ada lagi artikel bagus dari renungan harian hari ini:</p>
<p><a href="http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-03-25">PERCOBAAN ASCH</a></p>
<p>Pada tahun 1950-an, Solomon Asch, seorang psikolog Amerika melakukan percobaan mengenai tekanan lingkungan. Sekelompok orang dikumpulkan dalam satu ruangan. Satu orang dari mereka merupakan sang objek penelitian. Dan tanpa diketahui sang objek, sesungguhnya semua anggota lain dari kelompok tersebut adalah anggota tim Asch sendiri.</p>
<p>Di ruangan itu mereka diminta berpendapat secara bergantian, tentang beberapa ruas garis yang tidak sama panjang. Urutannya diatur sedemikian rupa, sehingga sang objek penelitian menjawab paling akhir. Maka, Asch menemukan bahwa jika semua orang berkata bahwa garis-garis itu sama panjang, walau jawaban itu salah, si objek penelitian cenderung ikut menjawab demikian. Namun, jika setidaknya satu orang menjawab benar, si objek penelitian jadi berani menjawab dengan benar.</p>
<p>Percobaan ini menunjukkan betapa tidak kuatnya seseorang kalau harus melawan arus sendirian. Meskipun ketika ia tahu bahwa mengikuti arus berarti ikut salah, tetapi ketika ada orang lain yang menemaninya, ia akan menjadi jauh lebih berani. Hasil ini membuat kita lebih mengerti mengapa perintah Tuhan untuk kita tidak menjadi serupa dengan dunia disampaikan dalam konteks komunitas. Kata &#8220;kamu&#8221; di Roma 12:2 merujuk kepada komunitas orang percaya, bukan individual. Kita tidak disuruh berjuang sendirian.</p>
<p>Karena itu, penting bagi kita untuk mempunyai dan terus hidup dalam persekutuan-terutama persekutuan yang memiliki relasi dalam, di mana kita bisa berbagi beban dan berjuang bersama sebagai anak Tuhan. Dan bergandengan tangan, kita dapat melawan arus dunia -ALS</p>
<p>***</p>
<p>Nah, klo demikian formulanya. <strong>Selanjutnya yang kita bisa milih adalah, lingkungan sekitar kita seperti apa.</strong> Identitas ada nyangkutnya sama lingkungan. Kalo kita hidup di sekitar orang &#8220;gila&#8221;, lama2 bisa jadi gila beneran. Saya pengen bawa konteks identitas ini ke ayat yang saya sebutkan di awal artikel ini. Janganlah kita jadi serupa dengan dunia yang semakin gila ini. Tetapi carilah kehendak Allah. Jangan berhenti bergumul.</p>
<p>Identitas kita sejati hanyalah Tuhan yang tau secara Tuhan lah yang menciptakan kita. Apa identitas kita sebagai orang Kristen? Saya seringkali ngelihat ada dua ekstrim. </p>
<p>Ekstrim pertama, kita melihat diri kita sebagai orang berdosa, seolah-olah Tuhan Yesus belum pernah mati di kayu salib menebus dosa kita. Kita merasa tidak layak terus menerus, dan ujungnya jadi punya low self-esteem. Kita jadi gak bisa menghargai diri kita sendiri sebagai anak Tuhan yang sudah ditebus dosanya. &#8220;Tuhan siapakah aku ini? Aku orang berdosa, gak layak buat melayaniMu&#8221;</p>
<p>Ekstrim kedua, kita &#8220;agak kelewatan&#8221; melihat diri kita sebagai orang yang sudah ditebus dosanya, jadi punya hak sebagai anak Tuhan. Jadi contoh ekstrimnya, kita merasa eksklusif (Saya sudah menerima Tuhan, jadi saya lebih baik dari anda). Kita menuntut janji-janji Tuhan seolah-olah kita ini punya hak, &#8220;Tuhan aku ini anakMu, berkati aku lah, berkati aku, pokoknya berkati aku&#8221;. &#8220;Tuhan aku ini anakMu, aku lagi sakit, tapi aku percaya kau akan melakukan mukjizat kesembuhan. Aku gak mau ke dokter&#8221;.</p>
<blockquote><p>Beberapa waktu lalu saya dapat email dari teman, intinya bilang begini, &#8220;Satu hal&#8230; kita anak-anak Tuhan ndak ngikutin ekonomi dunia&#8230; lay off boleh jalan terus&#8230; tapi mulut kita harus declaring kalo Tuhan akan membuka tingkap-tingkap langit untuk mengucurkan berkatNya ke kita&#8230;Di Yesaya dikatakan Tuhan akan memindahkan kekayaan bangsa-bangsa dan orang kafir ke tangan anak-anakNya&#8230;. so, apa pun yang terjadi di sekeliling kita&#8230; Tuhan sedang memindahkan kekayaan itu ke tangan anak-anakNya&#8230;. &#8220;</p></blockquote>
<p>Akal sehat kita jadi hilang, &#8220;kegilaan&#8221; kita keluar tapi kita labelkan sebagai iman. Saya kadang jadi mikir, apa ini identitas kita sebagai anak Tuhan? Apakah Tuhan mati buat kita semata-mata agar kita bisa menuntut ini itu sama Tuhan? Ini kah identitas kita yang sejati?</p>
<p>Di dalam perjalanan kita mencari identitas sebagai orang Kristen, marilah kita menempatkan <strong>keselamatan yang kita terima sebagai anugerah dari Tuhan, dan kebenaran Alkitab sebagai pegangan.</strong> Begitu banyak komunitas di sekitar kita yang mengusung nilai identitas diri yang seolah-olah dari Tuhan, padahal mungkin bukan. Semoga kita ditempatkan di lingkungan yang Tuhan inginkan. Jangan berhenti cari kehendak Tuhan dalam hidup.</p>
<p><em>PS: Artikel ini sangat bias, renungkan baik-baik identitas anda di hadapan Tuhan, saya yakin anda semua sudah melalui berbagai macam proses hidup yang jauh berbeda dari apa yang saya alami. Yang saya percaya, Tuhan mengasihi anda apapun yang terjadi dalam hidup ini.</em></p>
<p>Video: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=VU_rTX23V7Q">Who am I &#8211; Casting Crown</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/siapa-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajarlah Kami Berdoa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/ajarlah-kami-berdoa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/ajarlah-kami-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1346</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” &#62;&#62; Lukas 11:1 Kita biasanya meminta tips/kiat/saran (terbaik) dari seorang pakar (yang memang ahli di bidangnya), ya kan? Misalnya saja: Kepada Bill Gates (pengusaha yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/Praying-300x198.jpg" alt="" title="Praying" width="300" height="198" class="alignright size-medium wp-image-1347" />Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” &gt;&gt; Lukas 11:1</p>
<p>Kita biasanya meminta tips/kiat/saran (terbaik) dari seorang pakar (yang memang ahli di bidangnya), ya kan? Misalnya saja:</p>
<ul>
<li>Kepada Bill Gates (pengusaha yang sukses), kita meminta, “Ajarkan kami cara berwirausaha.”</li>
<li>Kepada Mozart (musikus legendaries, seandainya masih ada), “Ajarkan kami cara menikmati musik.”</li>
<li>Kepada Peter F. Saerang (salah satu ahli tata rambut terbaik di Indonesia), “Ajarkan kami cara memotong rambut.”</li>
<li> Kepada Janggeum (sekiranya masih hidup, Tabib Agung dinasti Chosun, Korea, perawat perempuan pertama yang melayani kaisar), “Ajarkan kami cara mendiagnosa penyakit.”</li>
</ul>
<p><span id="more-1346"></span><br />
Nah, sekarang kita beralih ke murid-murid Tuhan Yesus. Mereka sudah kurang lebih dua tahun bersama Yesus. Mereka duduk di barisan depan saat Tuhan Yesus mengajar dan berkhotbah. Mereka menyaksikan mujizat yang Ia buat. Namun, sejauh yang kita ketahui, mereka tidak pernah berkata, “Tuhan, ajarkan kami berkhotbah,” atau “Tuhan, ajarkan kami cara melakukan mujizat.” Mereka datang kepada-Nya dan meminta, “Ajarlah kami berdoa.”</p>
<p>Kenapa murid-murid malah meminta, <strong>“Tuhan, ajarlah kami berdoa”?</strong></p>
<p>“Bukankah doa itu sebenarnya mudah? Kan tinggal ngomong langsung ama Tuhan? Beres deh.” Barangkali seperti inilah doa menurut anggapan kita. Mudah sekali. Begitu mudahnya sehingga seringkali dilupakan, bahkan mungkin dianggap tidak perlu, “Ah, kan Tuhan sudah tahu siapa saya, sudah tahu pergumulan saya, ngapain sih mesti doa-doa segala. Resé banget sih?”</p>
<p>Sekali lagi, jika doa memang semudah yang kita bayangkan, ngapain juga murid-murid sampai meminta, “Tuhan, ajarlah kami berdoa”?</p>
<p>Ternyata, doa bukan hanya sekedar ‘kata-kata’ saja. Doa yang sungguh-sungguh itu merupakan hal yang sukar dan berat. F.J. Hugel menulis, “Doa merupakan karya yang begitu agung sehingga melampaui akal pikiran manusia.” Pekerjaan rohani adalah berat dan sukar, orang segan melaksanakannya. Doa yang sesungguhnya menyita perhatian dan waktu kita, dan hal itu tidak disenangi tubuh jasmani kita.</p>
<p>Dalam hidup Yesus, doa adalah pekerjaan dan pelayanan adalah pahala. Bagi kita, doa adalah persiapan untuk perang, tetapi bagi Yesus, doa adalah peperangan itu sendiri. Setelah berdoa, Ia pergi melayani seperti seorang murid teladan yang pergi menerima penghargaan, atau seperti seorang pelari maraton yang telah menyelesaikan pertandingannya dan sedang menantikan upacara pemberian medali emasnya.</p>
<p>Di manakah Yesus meneteskan keringat-Nya seperti tetesan darah? Bukan di ruang sidang Pilatus, bukan pula dalam perjalanan-Nya ke bukit Golgota, tetapi di taman Getsemani. Di sanalah Dia mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut (Ibrani 5:7). Jika kita berada di sana, mungkin kita sangat kuatir akan hari esok. Kita berpikir Yesus sendiri saja ‘tegang’ untuk krisis yang belum terjadi, bagaimana kalau krisis itu benar-benar menimpa-Nya? Mengapa Dia tidak bisa menghadapi cobaan ini dengan perasaan tenang sementara ketiga murid-Nya tertidur? Akan tetapi, sewaktu ujian yang sebenarnya tiba, Yesus berjalan dengan berani menuju salib, sementara ketiga murid-Nya itu lari entah ke mana.</p>
<p style="text-align: center;">Hai kamu yang mengeluh dan merintih&#8230;<br />
Dan meratapi diri tak berdaya.<br />
Dengarkanlah bisikan yang lemah lembut ini,<br />
“Tak sanggupkah engkau berjaga sejam jua?”<br />
Untuk mendapatkan hasil dan berkat,<br />
tak tersua jalan yang mudah.<br />
Kekuatan bagi pelayanan yang suci,<br />
diperoleh dalam persekutan dengan Allah<br />
(dari No Easy Road, Dick Eastman)</p>
<p>Ya, ternyata doa yang sungguh-sungguh itu susah ya? Semoga kita termasuk ke dalam bilangan orang-orang rendah hati yang juga mau mengakui ketidaktahuan dan ketidakberdayaan kita dan berseru, “Tuhan, ajarlah kami berdoa.”</p>
<p>***<br />
Sumber: Dari buletin doa SMA3 Bandung thn 2007<br />
Mari bawa pergumulan kita dalam doa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/ajarlah-kami-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monyetnya kena gak?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/02/monyetnya-kena-gak/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/02/monyetnya-kena-gak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 18:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Tujuh tahun lalu saya ikut ujian saringan masuk (usm) Unpar. Pilihan pertama Teknik Industri, pilihan keduanya Teknik Sipil. Yang diuji sebenarnya cuma dua bidang: matematika sama bahasa inggris. Cuma karena pilihan keduanya itu Teknik Sipil, harus ikut tes fisika juga. Nah, satu soal fisika yang bikin saya penasaran, sampai masi teringat sampai sekarang itu begini: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tujuh tahun lalu saya ikut ujian saringan masuk (usm) Unpar. Pilihan pertama Teknik Industri, pilihan keduanya Teknik Sipil. Yang diuji sebenarnya cuma dua bidang: matematika sama bahasa inggris. Cuma karena pilihan keduanya itu Teknik Sipil, harus ikut tes fisika juga.</p>
<p>Nah, satu soal fisika yang bikin saya penasaran, sampai masi teringat sampai sekarang itu begini:</p>
<blockquote><p>Seorang pemburu membidik seekor monyet yang sedan bergelantungan di dahan pohon. Monyet ini berada di jarak 200 m dari pemburu terhadap horizontal. Ketika pemburu meletuskan senapannya, monyet kehilangan kesetimbangan, kemudian jatuh dari dahan pohon. Apakah peluru dapat mengenai monyet? Jika mengenai monyet, apa yang dapat kamu simpulkan mengenai posisi monyet dan peluru ketika itu?</p></blockquote>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/02/PemburuMonyet1.png" alt="" title="PemburuMonyet" width="327" height="172" class="alignright size-full wp-image-1297" />Hah? Jujur aja waktu itu saya malah ketawa-ketawa, dalam pikiran, ya mana saya tau kena apa kaga, terus posisi monyetnya seperti apa. Haha, saya pikir orang teknik sipil suka guyon juga ya. Tapi karena penasaran saya ikuti nasehat papa. Papa sering bilang, &#8220;Kalo bingung, coba gambar/tulis&#8221;. Ya, papa orang teknik sipil gitu lho, jadi ya emang kalo nanya soal sama papa pasti digambar dulu. Soal matematik, fisika, kimia, semua biasanya digambar dulu. Anyway, kalau digambar ternyata ada perspektif berbeda yang kita bisa dapetin:</p>
<p><span id="more-1295"></span><br />
Kan jaraknya 200m horizontal. Dan itu pasti siku-siku, jadi kita bisa dapetin kalo sudut sisanya (sudut A + sudut B) pasti 90 derajat juga (secara sudut total segitiga itu 180 derajat). Nah dengan konsep phytagoras, kita bisa asumsi dengan logika, kalau tingginya itu 150 m. Contoh sederhananya: segitiga phytagoras sederhana sisinya kan (3,4,5), rumusnya a2 + b2 = c2. Juga, dengan konsep phytagoras, kita bisa ketemu salah satu sudutnya itu 37 derajat.</p>
<p>Oh well&#8230;dengan digambar, ketemu lah situasinya. Tapi, waktu itu tetep aja gak ktemu jawabannya. Bener-bener mana saya tau bakal kena monyetnya apa ngga.haha. Nah, kemarin2 ini somehow saya teringat lagi soal fisika itu. Sebenernya itu gimana sih? Apa monyetnya kena apa ngga. Alhasil saya coba google, dan ketemu jawabannya.</p>
<p>Ternyata soal yang saya dapat waktu itu belum lengkap. Seharusnya dikasi tau berapa kecepatan pelurunya: kalo pelurunya 50 m/s gmana, kalo pelurunya 25 m/s gmana. Barulah kita bisa menjawab monyetnya kenapa apa ngga, gimana posisi monyetnya. <a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/02/Jawaban.png">Berikut</a> ini solusinya kalau penasaran.</p>
<p>Oh well, ajaibnya saya lulus tes usm tersebut.</p>
<p>***</p>
<p>Sebenernya, menambah aspek filosofis (maaf jika terasa agak lebay, tapi ini ada benarnya), hidup juga seperti itu. Kita disodorkan bermacam-macam soal hidup. Ada yang bisa kita jawab dengan mudah. Ada yang kita jawab dengan salah. Ada yang bikin kita ketawa.</p>
<p>Ada soal yang kalau kita gak bisa jawab, masa depan kita bisa berbeda. Kalau cuma soal fisika mungkin sepele, paling berakhir di universitas A atau B. Tapi kadang konsekuensi persoalan hidup bisa lebih eternal dari hal-hal di atas.</p>
<p>Ada soal yang kita gak bisa jawab, bukan karena kita gak mengerti. Tapi karena soalnya tidak lengkap. Mungkin &#8220;Yang memberi soal ujian&#8221; belum selesai memberi informasi, sepintar apapun kita ya gak akan bisa menjawab dengan benar. Soalnya gak lengkap oi.</p>
<p>Ada soal yang kadang dibikin gak lengkap, supaya kita tanya si Pembuat Soal. Mungkin sebenarnya si Pembuat Soal itu cuma mau supaya kita datang dan bertanya minta petunjuk. Juga kalau kasusnya demikian, aspek yang diuji bukan cuma apa yang terpapar di lembar soal, aspek inisiatif untuk menjawab soal juga diuji. </p>
<p>Go the extra mile. Jangan menyerah begitu aja. Kalau bingung, berhenti sejenak, gambar persoalannya. Apa yang kita tahu? Apa tujuan kita? Prinsip-prinsip apa yang kita tahu? Jelas, prinsip-prinsip hidup akan menuntun kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan. Pegang lah &#8220;Prinsip Kebenaran&#8221; yang sejati.</p>
<p>Akhir kata, soal-soal yang diberikan dalam hidup diberikan dengan maksud yang baik, dan ada tujuan yang pasti. Entah itu masuk ke perguruan tinggi, atau tujuan yang lebih kekal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/02/monyetnya-kena-gak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>$3 Gospel</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/02/3-gospel/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/02/3-gospel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 03:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;I would like to buy about three dollars worth of gospel, please. Not too much – just enough to make me happy, but not so much that I get addicted. I don’t want so much gospel that I learn to really hate covetousness and lust. I certainly don’t want so much that I start to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;I would like to buy about three dollars worth of gospel, please.<br />
Not too much – just enough to make me happy, but not so much that I get addicted.<br />
I don’t want so much gospel that I learn to really hate covetousness and lust.<br />
I certainly don’t want so much that I start to love my enemies, cherish self-denial, and contemplate missionary service in some alien culture.<br />
I want ecstasy, not repentance;<br />
I want transcendence, not transformation.<br />
I would like to be cherished by some nice, forgiving, broad-minded people, but I myself don’t want to love those from different races – especially if they smell.<br />
I would like enough gospel to make my family secure and my children well behaved, but not so much that I find my ambitions redirected or my giving too greatly enlarged.<br />
I would like about three dollars worth of the gospel, please.</p>
<p>(D. A. Carson, Basics for Believers: An Exposition of Philippians, pp. 12-13)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/02/3-gospel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keinginan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/01/keinginan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/01/keinginan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 01:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1057</guid>
		<description><![CDATA[Betul, bahwa hidup gak selalu berjalan seperti yang kita ingin, malah gak jarang bertolak belakang. Kita ingin begini yang terjadi begitu. Kita ingin jalan lurus dan mulus, yang kita dapat jalan berbatu dan berliku. Tetapi bukan berarti lalu gak usahlah kita punya keinginan. Hidup mengalir seturut mood, berjalan mengikuti kehendak hati. Jangan. Keinginan tetaplah baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betul, bahwa hidup gak selalu berjalan seperti yang kita ingin, malah gak jarang bertolak belakang. Kita ingin begini yang terjadi begitu. Kita ingin jalan lurus dan mulus, yang kita dapat jalan berbatu dan berliku.</p>
<p>Tetapi bukan berarti lalu gak usahlah kita punya keinginan. Hidup mengalir seturut mood, berjalan mengikuti kehendak hati. Jangan. Keinginan tetaplah baik dan perlu. Sebab keinginan itulah yang mengarahkan langkah kaki kita. Tanpa keinginan kita akan seperti layangan putus; terombang-ambing terbawa angin. Hidup gak ada juntrungnya.<span id="more-1057"></span></p>
<p>Hanya memang janganlah kita ini diperbudak oleh keinginan. Supaya kita gak terseret pada penghalalan segala cara untuk meraihnya, dan gak sampai &#8220;remuk redam&#8221; ketika gak bisa mencapainya. Kita harus jadi tuan atas keinginan kita. Dan mengiringi setiap keinginan dengan penyerahan diri kepada Sang Sumber Hidup.</p>
<p>***</p>
<p>Sumber: <a href="http://ayubyahya.blogspot.com/2009/01/catatan-hari-ini-025.html" target="_blank">Blognya</a> Pak Ayub Yahya.<br />
Ternyata selama ini klo baca <a href="http://www.renunganharian.net/" target="_blank">e-RH</a> suka ada kode &#8220;AYA&#8221; itu artinya yang nulis artikelnya itu Pak Ayub toh&#8230;saya baru tau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/01/keinginan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk apa beriman?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/11/untuk-apa-beriman/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/11/untuk-apa-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 17:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah renungan bagus dari e-RH hari ini. Untuk apa Anda beriman? &#8220;Supaya saya mengalami mukjizat Tuhan&#8221;, &#8220;Supaya setiap kali berdoa, Tuhan mengabulkan doa saya&#8221;, &#8220;Supaya Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi saya dari bahaya&#8221;, &#8220;Supaya kalau mati saya masuk surga.&#8221; Ungkapan-ungkapan tersebut kedengarannya sangat baik. Namun, sebetulnya itu mencerminkan pendangkalan makna. Kalau kita bekerja supaya mendapatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah renungan bagus dari <a href="http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2009-11-2">e-RH</a> hari ini.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-868" title="Faith" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/01/faith.jpg" alt="Faith" width="160" height="106" />Untuk apa Anda beriman? &#8220;Supaya saya mengalami mukjizat Tuhan&#8221;, &#8220;Supaya setiap kali berdoa, Tuhan mengabulkan doa saya&#8221;, &#8220;Supaya Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi saya dari bahaya&#8221;, &#8220;Supaya kalau mati saya masuk surga.&#8221; Ungkapan-ungkapan tersebut kedengarannya sangat baik. Namun, sebetulnya itu mencerminkan pendangkalan makna. Kalau kita bekerja supaya mendapatkan upah, itu wajar. Akan tetapi, kalau kita beriman supaya mendapatkan apa-apa yang kita inginkan, itu menunjukkan iman yang tidak tulus, berpamrih, dan kekanak-kanakan.<span id="more-531"></span></p>
<p>Iman yang dewasa seperti juga cinta yang dewasa selalu berarti tanpa syarat, tanpa pamrih. Bukan supaya; supaya mendapat ini dan itu yang kita mau, tetapi walaupun; walaupun hidup tidak berjalan seperti yang kita harap. Iman yang dewasa ini ditunjukkan oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Ketika Raja Nebukadnezar membuat patung emas besar dan memerintahkan semua orang yang hidup di wilayahnya untuk menyembah patung itu, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menolak mengikuti perintah tersebut.</p>
<p>&#8220;Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu,&#8221; begitu mereka menjawab (ayat 16-18). Akibatnya, mereka harus berhadapan dengan hukuman. Akan tetapi, toh Tuhan tidak meninggalkan mereka</p>
<p>IMAN YANG DEWASA TIDAK TERGANTUNG PADA SITUASI DAN KONDISI</p>
<p>***</p>
<p>Nas: &#8230; bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel 3:18)</p>
<p>Renungan ini pas juga sih dengan buku yang saya lagi mulai baca tentang Teologi Kucing &amp; Anjing. Tentang bagaimana dua attitude serupa tapi tak sama dalam relationship dengan Tuhan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/11/untuk-apa-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lekas bangkit!</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 17:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Ordinary people with extraordinary impact. Kira-kira begitulah slogan dari program CNN Heroes, yaitu program dari CNN untuk menghargai orang-orang yang memberikan kontribusi berarti bagi komunitas. Seorang teman minggu kmrn kirim email pd sy supaya sy ikutan vote utk Capt. Budi Soehardi. Apa yang beliau kerjakan cukup signifikan sampai beliau dinominasikan untuk CNN Heroes. Beliau membuka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/b/b5/CNN_Heroes_logo.svg/324px-CNN_Heroes_logo.svg.png" alt="" /><br />
Ordinary people with extraordinary impact.</p>
<p>Kira-kira begitulah slogan dari program CNN Heroes, yaitu program dari CNN untuk menghargai orang-orang yang memberikan kontribusi berarti bagi komunitas.  Seorang teman minggu kmrn kirim email pd sy supaya sy ikutan vote utk <a href="http://www.cnn.com/2009/WORLD/asiapcf/09/03/cnnheroes.budi.soehardi/index.html">Capt. Budi Soehardi</a>. Apa yang beliau kerjakan cukup signifikan sampai beliau dinominasikan untuk CNN Heroes. Beliau membuka panti asuhan di Kupang. Btw, beliau orang Indonesia pertama yang masuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/CNN_Heroes">nominasi CNN Heroes</a>.<span id="more-508"></span></p>
<p>Setiap orang punya &#8220;hero&#8221; masing-masing. Saya pribadi kalo dibikin daftar hero dari tahun ke tahun, setiap tahun biasanya ada tokoh yang cukup signifikan dalam hidup. Bisa jadi orang tua, teman, kerabat, tetangga, dll. Kontribusinya juga macem2. Ada yang membantu sy utk fokus ttg tujuan hidup, ada yang menolong ketika sy down, ada yang jd pendengar yang baik, dll. Mungkin mereka sendiri gak tau klo mereka sy anggap sebagai hero.</p>
<p>Tahun 2009 ini, tiga orang yang saya anggap hero jatuh. Masing-masing punya masalah sendiri dan mereka semua masi manusia juga. Kisahnya juga beragam. Ada yang lari dari Tuhan karena kecewa dlm karir. Ada yang ternyata punya masalah berat dlm rumah tangganya. Ada yang depressi karena difitnah orang-orang yang dia kasihi dengan tulus.</p>
<p>Gmana ya&#8230;sedih juga sih dengernya, tapi itulah realitanya. Terlepas dari kesulitan yang ada, saya percaya Tuhan adalah Tuhan yang berdaulat atas semua perkara. Tuhan ngga akan berkata &#8220;oopss&#8230;maaf Aku gak menyangka hasilnya akan sepahit ini untukmu&#8221;. Semoga mereka lekas bangkit! There is always hope.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>And hope will rise</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/and-hope-will-rise/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/and-hope-will-rise/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 07:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Secarik kertas tertutup rapat Ku goreskan segenap harap juga janji di dalamnya Badai entah kapan akan berlalu Langkahku mungkin terseok Aku tak mau menyerah ya Tuhan Lindungi aku di bawah sayapMu ~ Manning Park, October 2009]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secarik kertas tertutup rapat<br />
Ku goreskan segenap harap<br />
juga janji di dalamnya</p>
<p>Badai entah kapan akan berlalu<br />
Langkahku mungkin terseok<br />
Aku tak mau menyerah ya Tuhan<br />
Lindungi aku di bawah sayapMu</p>
<p>~ Manning Park, October 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/and-hope-will-rise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life comes down to the 2 dates and 1 dash</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/09/life-comes-down-to-the-2-dates-and-1-dash/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/09/life-comes-down-to-the-2-dates-and-1-dash/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 04:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Every human has two dates and one dash. While I have no control over the family I was born into, the race, the gender, and the day of my death, I know I have a full control over of how I live my life &#8212; which is represented by the dash. Have I spent my [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Every human has two dates and one dash. While I have no control over the family I was born into, the race, the gender, and the day of my death, I know I have a full control over of <em>how</em> I live my life &#8212; which is represented by the dash. Have I spent my time on things that matter? Or is my movement only to fill the hours of my days?</p>
<p>If we know we only have one month to live, will our priorities shift? What matters most in this life? Jobs? Relationship? Family? Fame? Pride? Money? Or will you start thinking of God? Will you still focus on so-you-called God&#8217;s abundant blessings or you will focus on God himself?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/09/life-comes-down-to-the-2-dates-and-1-dash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu kata, satu perbuatan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/09/satu-kata-satu-perbuatan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/09/satu-kata-satu-perbuatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 00:03:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Pada waktu musim kampanye bulan Mei kemarin, setiap capres diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan anggota Ikadin. Yang paling menarik menurut saya, pada waktu Jusuf Kalla berdiskusi. Seorang Ibu bertanya seputar komitment Jusuf Kalla untuk produk dalam negeri dan masalah branding (merk). Jusuf Kalla kemudian menjawab, &#8220;Sekarang pakai sepatu apa?&#8221; Kemudian dia mencopot sepatunya yg bermerk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada waktu musim kampanye bulan Mei kemarin, setiap capres diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan anggota Ikadin. Yang paling menarik menurut saya, pada waktu Jusuf Kalla berdiskusi. Seorang Ibu bertanya seputar komitment Jusuf Kalla untuk produk dalam negeri dan masalah branding (merk). Jusuf Kalla kemudian menjawab, &#8220;Sekarang pakai sepatu apa?&#8221; Kemudian dia mencopot sepatunya yg bermerk &#8220;JK Collection&#8221; asli dari Cibaduyut. Dia tanya lagi, &#8220;Ibu tasnya buatan Indonesia atau bukan?&#8221;. Si Ibu pun sontak malu karena tasnya buatan luar negeri yang berharga jutaan rupiah.<span id="more-339"></span></p>
<p>Begitu banyak masalah ketika perbuatan kita tidak sesuai dengan perkataan kita. Dalam sehari, ada berapa banyak kalimat yang kita ucapkan. Apakah benar perbuatan kita sesuai dengan kata-kata kita?</p>
<p>Muda-mudi yang sedang berpacaran mungkin bisa ratusan kali mengucapkan kata &#8220;I love you&#8221; selama masa pacaran. Tapi apakah benar demikian? Apakah cinta itu sudah benar-benar nyata dalam setiap perbuatan kita? Ketika pasangan beradu pendapat sering terucap kalimat, &#8220;Aku melakukan ini karena aku mencintai engkau&#8221;. Menarik, apakah benar demikian?</p>
<p>Ketika kita mengatakan &#8220;Aku percaya pada Tuhan&#8221;. Apakah benar demikian? Apakah kita masih terus percaya ketika masalah datang? Apakah yang kita lakukan sudah membuktikan bahwa kita percaya? Implikasi satu kalimat di atas berdampak besar.</p>
<p>Integritas terbentuk ketika perbuatan seseorang sama dengan apa yang dia ucapkan. Tidak ada orang yang sempurna untuk selalu berintegritas, tapi tidak ada salahnya melatih diri untuk mengatakan apa yang kita benar-benar maksud, dan melakukan sungguh-sungguh apa yang kita katakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/09/satu-kata-satu-perbuatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A little thought of the day</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/a-little-thought-of-the-day/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/a-little-thought-of-the-day/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 05:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun Yusuf sudah menjadi penguasa di Mesir, hatinya masih berada di Kanaan Kebahagiaan adalah bukanlah perkara &#8220;dimana&#8221; tetapi perkara &#8220;ketika&#8221;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Walaupun Yusuf sudah menjadi penguasa di Mesir, hatinya masih berada di Kanaan</p></blockquote>
<p>Kebahagiaan adalah bukanlah perkara &#8220;dimana&#8221; tetapi perkara &#8220;ketika&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/a-little-thought-of-the-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kungpu Panda</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/kungpu-panda/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/kungpu-panda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 21:37:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Bukannya salah ketik&#8230;tapi emang ala sunda dimana huruf &#8220;F&#8221; sering diucapkan seperti huruf &#8220;P&#8221; Saya suka karakter Po. Bagi saya Po adalah karakter yang tulus, mempunyai cita-cita, bekerja keras. Gambar profile msn saya sering saya ganti menyesuaikan dengan gambar dari msn abang saya. Waktu dia memakai gambar doraemon, saya pun pakai doraemon. Nah waktu dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukannya salah ketik&#8230;tapi emang ala sunda dimana huruf &#8220;F&#8221; sering diucapkan seperti huruf &#8220;P&#8221; <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/08/01082009976.jpg" alt="01082009976" title="01082009976" width="480" height="640" class="alignnone size-full wp-image-241" /></p>
<p>Saya suka karakter Po. Bagi saya Po adalah karakter yang tulus, mempunyai cita-cita, bekerja keras. Gambar profile msn saya sering saya ganti menyesuaikan dengan gambar dari msn abang saya. Waktu dia memakai gambar doraemon, saya pun pakai doraemon. Nah waktu dia pakai Po, saya juga pasang Po. Nah waktu dia ganti lagi, saya belum ganti-ganti lagi sampai sekarang.hehehe.</p>
<p>Mungkin karena gambar Po ini adalah gambar yang paling lama saya pakai, beberapa orang kalo melihat Po, jadi ingat saya. Haha, termasuk kawan yang hari ini baru ngasi kado farewell. Saya kira kadonya apa, besar sekali, begitu saya buka&#8230;.*tadaaa* Mainan Po yang bisa nendang &#038; puter, lengkap sama suara Jack Black sekitar 50 different phrases. Wow, thank you!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/kungpu-panda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Personal relationship with the church</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/personal-relationship-with-the-church/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/personal-relationship-with-the-church/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 17:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[While it is tempting for a church to make all of their programs simply for the purpose of strengthening friendship within the church, without an attempt to build religious understanding and a good relationship with God, such programs will be meaningless. Such fellowship programs become merely a time to hang out and hear the latest [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>While it is tempting for a church to make all of their programs simply for the purpose of strengthening friendship within the church, without an attempt to build  religious understanding and a good relationship with God, such programs will be meaningless. Such fellowship programs become merely a time to hang out and hear the latest gossip. Our Bible clearly emphasizes what it takes to have a good fellowship.<br />
~ Saumiman Saud</p></blockquote>
<p>Quoted from the original <a href="http://www.saumimansaud.org-a.googlepages.com/personal">article</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/personal-relationship-with-the-church/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya percaya manusia bisa berubah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/saya-percaya-manusia-bisa-berubah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/saya-percaya-manusia-bisa-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 03:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[People do mistakes, so do I. People correct mistakes, so do I. People do change, so do I. Mungkin kadang orang bingung, si Martin ini kok sembilan bulan lalu ngomong A, tujuh bulan lalu berubah dari ngomong A ke B, dan tiga bulan lalu berubah lagi dari B ke C. Mungkin lama-lama orang udah sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>People do mistakes, so do I.<br />
People correct mistakes, so do I.<br />
People do change, so do I.</p>
<p>Mungkin kadang orang bingung, si Martin ini kok sembilan bulan lalu ngomong A, tujuh bulan lalu berubah dari ngomong A ke B, dan tiga bulan lalu berubah lagi dari B ke C. Mungkin lama-lama orang udah sampe pada pemikiran, ABCD, aduh bo cape deh! <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kadang jadi sandungan bagi diri sendiri sih, saya dituduh jadi orang yang gak konsisten. Tanpa ada maksud jadi orang yang plin plan, percayalah bahwa saya selalu berusaha menjadi orang yang konsisten. Hence, kadang saya lebih suka untuk mengambil waktu lebih lama dalam mengambil beberapa keputusan, apalagi klo keputusan itu menyangkut emosi saya sebagai manusia. Emang kejadian siginifikan di masa lalu sadar gak sadar mempengaruhi bagaimana saya bertindak di masa sekarang.</p>
<p>Saya percaya manusia bisa berubah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/saya-percaya-manusia-bisa-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Udah tua pun masih ditipu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/udah-tua-pun-masih-ditipu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/udah-tua-pun-masih-ditipu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 04:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira begitulah yang dialami seorang kakek umur 69 tahun yang lagi berlibur di Calgary. Hari ini sehabis olah raga, saya dan teman-teman makan malam di daerah Chinatown. Pas lagi jalan keluar, seorang kakek nanya arah jalan ke hostel di 5 ave se. Ternyata dia lagi backpacking dari Shanghai &#8211; Jepang &#8211; Vancouver &#8211; Kelowna &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kira-kira begitulah yang dialami seorang kakek umur 69 tahun yang lagi berlibur di Calgary. Hari ini sehabis olah raga, saya dan teman-teman makan malam di daerah Chinatown. Pas lagi jalan keluar, seorang kakek nanya arah jalan ke hostel di 5 ave se. Ternyata dia lagi backpacking dari Shanghai &#8211; Jepang &#8211; Vancouver &#8211; Kelowna &#8211; Banff &#8211; Lake Louise &#8211; Edmonton &#8211; Alaska &#8211; Vancouver &#8211; Jepang. Dia udah beli ticket bus Greyhound yang sebulan (sekitar $400 bisa naik sepuasnya kemana aja selama sebulan).</p>
<p>Dari terminal Greyhound Calgary dibawa puter-puter gak jelas sama supir taksi sampai akhirnya ketemu kita di Chinatown. Akhirnya kita anterin ke hostel&#8230;.kasian banget si bapak. Ngobrol punya ngobrol, ternyata di dulunya kerja di Palembang, Aceh. Bisa ngomong Indo juga sedikit-sedikit.</p>
<p>Meeting him just makes my day <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Supir taksi emang keterlaluan banget&#8230;..udah tua pun masi ditipu, dibawa keliling2.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/udah-tua-pun-masih-ditipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It starts with our thoughts?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/it-starts-with-our-thoughts/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/it-starts-with-our-thoughts/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 02:24:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[A thought reaps an action An action reaps a habit A habit reaps our character Our character reaps our destiny *** Is it true? It starts with our thought. I sometimes take this even further to something beyond our thought and ability to think. I don&#8217;t belive that we are what we think, that&#8217;s not [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A thought reaps an action<br />
An action reaps a habit<br />
A habit reaps our character<br />
Our character reaps our destiny</p>
<p>***</p>
<p>Is it true? It starts with our thought. I sometimes take this even further to something beyond our thought and ability to think. I don&#8217;t belive that we are what we think, that&#8217;s not our identity and our thoughts are sometimes incorrect, yet imperfect. The one who best describes a telephone is the inventor, I believe&#8230;.hmmmm.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/it-starts-with-our-thoughts/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Double arch rainbow</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/double-arch-rainbow/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/double-arch-rainbow/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 04:38:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[On the way back to Calgary today, it was the first time I saw a double arch rainbow from end to end. When I see rainbow, I remember the card I always keep in my wallet. The card has Noah&#8217;s ark with rainbow and it&#8217;s written &#8220;God keeps His promises&#8221; The Lord is not slow [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>On the way back to Calgary today, it was the first time I saw a double arch rainbow from end to end. When I see rainbow, I remember the card I always keep in my wallet. The card has Noah&#8217;s ark with rainbow and it&#8217;s written &#8220;God keeps His promises&#8221;</p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/07/01072009772.jpg" alt="Double Arch Rainbow" title="Double Arch Rainbow" width="640" height="480" class="alignleft size-full wp-image-123" /></p>
<p>The Lord is not slow in keeping his promise, as some understand slowness. He is patient with you, not wanting anyone to perish, but everyone to come to repentance. 2 Peter 3:9</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/double-arch-rainbow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It starts with faith</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/06/it-starts-with-faith/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/06/it-starts-with-faith/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 01:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[It starts with faith (inevitable phenomenon in which one is positioned before God and has only one choice to worship/love Him) Add virtue (kebajikan) Add knowledge (pengetahuan) Add self-control (pengendalian diri) Add perseverance (ketekunan) Add godliness (kesalehan) Add brotherly kindness (kasih akan saudara) Add love (kasih akan semua orang) Result: Spiritual growth (2 Peter 1:3-10) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It starts with faith (inevitable phenomenon in which one is positioned before God and has only one choice to worship/love Him)</p>
<ul>
<li>Add virtue (kebajikan)</li>
<li>Add knowledge (pengetahuan)</li>
<li>Add self-control (pengendalian diri)</li>
<li>Add perseverance (ketekunan)</li>
<li>Add godliness (kesalehan)</li>
<li>Add brotherly kindness (kasih akan saudara)</li>
<li>Add love (kasih akan semua orang)</li>
<li>Result: Spiritual growth (2 Peter 1:3-10)</li>
</ul>
<p>Masih banyak yang kurang euy&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/06/it-starts-with-faith/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://stats.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://stats.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

