Kebiadaban masih terjadi

On February 9, 2011, in Events, Indonesian, by adimulia

Dalam sejarah Roma, bisa jadi tahun 64 adalah tahun paling kelam. Kita mungkin sudah pernah baca buku sejarah, orang-orang Kristen pertama di Roma dibunuh dan disiksa. Para rasul dan martir disalibkan terbalik. Apa motif di balik kebrutalan ini? Orang Kristen jaman dulu jumlahnya tidak lah sebesar sekarang, mereka adalah kaum minoritas. Orang-orang pagan menyalahkan orang Kristen atas setiap bencana yang ada (banjir, kekeringan, kelaparan, wabah, gempa bumi, dll), semuanya adalah salah orang Kristen yang telah menghina pada dewa (baca: berhala) mereka.

Mungkin dalam bayangan kita sekarang, “Ah, dibunuh itu paling seperti adegan di film-film perang jaman dulu, dibunuh pake pedang”. Padahal sebenarnya jauh lebih keji. Tercatat di buku sejarah, orang-orang Kristen itu dibakar, dijadikan obor hidup buat jadi penerangan, dijadikan santapan binatang buas di sirkus. Hal ini berlangsung tiga tahun, sampai tahun 67. Cerita ini adalah catatan kelam dalam perjalan orang Kristen.

Yang mengagetkan, hal serupa terjadi di Indonesia belakangan ini. Barusan saya melihat video insiden Cikeusik (catatan: jangan lihat videonya kalo ngga tahan liat kekerasan/darah/mayat). Orang-orang Ahmadiyah dipukulin seperti binatang, orang tak bernyawa pun masih dipukulin. Biadab dan terkutuk! Bagaimana mungkin bisa terjadi, bahkan di video itu ada polisi. Menyedihkan. Tak hanya aparat, tapi rakyat pun mengebiri hak kebebasana beragama. Ahmadiyah dibunuhin, gereja dibakar. Kerusuhan antar umat beragama gak pernah beres di Indonesia. Kayanya kok seperti bom waktu yang tunggu meledak. Dan pada akhirnya bisa ditebak, kaum minoritas yang selalu jadi korban.

Oh Indonesiaku.

Tagged with:  

Tentang dosa

On February 1, 2011, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Apakah orang Kristen yang sudah lahir baru, masih berbuat dosa?

Jawabannya adalah masih. Lalu apa bedanya sama orang yang belum lahir baru. Dipikir-pikir emang benar. Misalnya, kalau sebelum lahir baru, berbohong itu terasa biasa saja. Kalau sudah lahir baru, pasti Roh Kudus bilang pada hati nurani kita kalau bohong itu dosa. Dengan kata lain, ketika seseorang lahir baru, dia melihat dosa sebagai sesuatu yang memalukan.

Pas nulis post ini, saya somehow ingat satu teman yang bisa dengan tanpa beban bercerita tentang dosa-dosa yang dia lakuin. Dia sudah dibaptis. Semoga dia ngga ignore ketika Roh Kudus ingatkan dia.

Apakah orang yang dibaptis itu pasti diselamatkan?

Nah. Untuk jelasin ini gampangnya gini. Setiap tanggal 17 Agustus, kita biasa pasang bendera di depan rumah untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Jadi bendera sebagai suatu tanda dari kemerdekaan yang kita punya. Kalau ngga ada kemerdekaan itu sendiri, pasang bendera merah putih gak ada artinya. Nah, baptisan itu sebuah tanda kita percaya pada Tuhan Yesus. Kalau dalam hati sendiri kita ngga percaya Tuhan Yesus, bagaimana kita diselamatkan? :)

Tagged with:  

Pengungsi

On January 15, 2011, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Beberapa waktu lalu ada diskusi menarik di suatu forum. Jadi ceritanya ada seorang Indonesia yang punya pemikiran untuk jadi warga negara Kanada. Jadi dia berencana untuk datang ke Kanada dengan visa turis. Lalu sesampai di Kanada, dia mau buang paspornya. Lalu minta perlindungan pemerintah Kanada, dan mengaku kalau dia stateless, gak punya kewarganegaraan. Dia bilang dia gak akan ngaku kalau dia berasal dari Indonesia. Dalam pemikirannya, Kanada dengan dasar kemanusiaan akan melindungi dan memberikan kewarganegaraan.

Continue reading »

Tagged with:  

Naturalisasi hamba Tuhan?

On January 10, 2011, in Indonesian, My thought, by adimulia

Fenomena naturalisasi belakangan merebak di dunia persepakbolaan Indonesia. Semenjak pemain-pemain naturalisasi bergabung dengan timnas, prestasi pasukan Garuda (timnas) kian sering mencuat di media. Sebutlah Christian Gonzalez, pemain dari Uruguay yang sudah merumput di lapangan bola tanah air sejak tahun 2003, dan sekarang bermain di Persib Bandung. *Pantesan Persib sekarang jadi jago, padahal biasanya kalah melulu*. Tercatat pada November 2010 yang lalu, Gonzalez resmi menjadi WNI. Dengan demikian ia boleh menjadi bagian dari timnas.

Belakangan beredar anekdot untuk melakukan naturalisasi untuk politisi-politisi di Indonesia. Carut marut panggung politik di Indonesia emang menyedihkan. Saking menyedihkannya sampai mungkin saya rasa kita perlu naturalisasi politikus yang lebih handal. Gak melulu ngeributin jalan-jalan studi banding, kasus Susno, Gayus, yang semuanya “hangat-hangat (maaf) tahi ayam”. Sekarang rame, paling tar beberapa bulan lagi sepi, tanpa ada penyelesaian tuntas.

Continue reading »

Tagged with:  
WordPress主题