Kelambatan Hidup

On March 7, 2012, in Indonesian, by adimulia

Pas seniman Djaduk Ferianto ditanya, kenapa dia tetap tinggal di Jogja biarin banyak kerjaannya di Jakarta? Dia menjawab, kalau dia masih bisa menikmati kelambatan di Jogja. Lambat itu penting. Lambat itu kan hubungannya dengan waktu. Karena kalau orang menyebut lambat kan terdengar negatif. Padahal di dalam lambat ada energi yang luar biasa. Semakin lambat hidup, semakin banyak waktu yang kita bisa nikmati.

Saya jadi ingat film “Click” yang dulu pernah saya tonton. Nikmatilah kelambatan hidup.

Continue reading »

Tagged with:  

Satu desa sibuk menyelamatkan bayi

On December 11, 2011, in Indonesian, by adimulia

Ada cerita seorang petani di sebuah desa. Suatu hari petani itu pergi ke sungai untuk mengambil air. Di sungai, dia melihat ada bayi yang mau tenggelam, kemudian dia menolong bayi itu. Keesokan harinya, ada dua bayi, dia lagi-lagi menolong. Keesokan harinya, ada lima bayi. Petani ini mengajak teman-temannya untuk menolong bayi-bayi itu. Lambat laun, seisi desa setiap hari menghabiskan waktu menyelematkan bayi-bayi di sungai. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang bertanya, “Kenapa bayi-bayi itu bisa hanyut di sungai?”

Kira-kira beginilah yang saya rasakan dengan pelayanan di gereja akhir-akhir ini. Di gereja rasanya ada masalah mendasar yang belum terselesaikan. Apapun itu, kiranya Tuhan tolong.

Tagged with:  

Teknologi mengubah jaman

On December 8, 2011, in Indonesian, by adimulia

Cloud computing…artinya kita gak perlu punya komputer yang powerful lagi di rumah, secara “computing”-nya berlangsung di server. Cloud gaming…juga sama, artinya kita gak perlu punya gaming device lagi (semacam playstation, nintendo, etc), selama bisa display dan nyambung internet, android pas2an pun bakalan bisa main high-end video games. Cloud storage model dropbox juga sekarang menjamur, saya tidak ada rencana buat beli external HD lagi. Maklum 2 external hd saya tewas walaupun jarang dipakai.

Dari segi kepemilikan, sekarang berjamur bisnis usaha yang bersifat sharing. Jadi dibanding, beli mobil, yang terjadi adalah berbagi mobil. Sebutlah zipcar, car2go, etc. Dibanding tinggal di hotel, yang terjadi adalah tinggal di rumah orang lain (bed & breakfast), selama kita juga mau membuka rumah kita untuk orang lain. Sebutlah airbnb. Tadinya kita beli dvd, sekarang sistemnya berlangganan; sebutlah nextflix.

Jaman berubah cepat. Anak yang belum berumur setahun, lebih lancar pake iPad dibanding lancar ngomong. Apa jangan-jangan di masa depan, seseorang tidak perlu lagi punya kemampuan berbicara? Apa jangan-jangan tidak perlu bisa menulis dengan tangan? Selama bisa ngetik juga udah oke. Jangan-jangan nanti ada alat membaca pikiran manusia, jadi ngga usah ngetik, ngga usah ngomong. Jangan-jangan nanti orang bakalan seperti di film kartun wall-e: gendut2, banyak makan, gak banyak gerak. Ah….jangan-jangan.

Teknologi oh teknologi.

Tagged with:  

Parents

On May 27, 2011, in English, Life Lesson, by adimulia

Some nights it would be so forceful to wake up either of them, “Uh, papa ngorok ya”, or “Uh, mama ngorok ya tin” they said. Ah..these sounds indicate to me that my parents are still with me.

Some days, papa would not stop telling stories or expressing his opinions. The topics vary from politics, business, my childhood, etc. Ah..I know that when papa talks, it indicates he feels happy.

Some other mornings, before heading off to work/school, mama would squeeze (read: hug) me and tell “duh, sayangku” and I’ll tell her, “duh, mamaku”. Ah..she has been doing it since I was still in elementary school.

I don’t get the chance to see them everyday but I’ll definitely keep them close to my heart.

Tagged with:  
Weboy