Aug 16

Dua tahun lalu, saya mengambil kelas “Effective Business Communication”. Kelasnya required buat kelulusan, makanya saya ambil. Ternyata kelas ini bisa jadi salah satu kelas yang paling saya suka selama kuliah. Jauh dari judulnya yang terdengar formal, di kelas itu kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain.

Buku text yang dipakai pun sangat bagus, buku-nya Dale Carnegie: “How to win friends and influence people“. Jadi dari buku itu ada banyak prinsipnya. Yang lebih menarik lagi, setiap minggu saya harus mengapplikasikan prinsip itu satu per satu, dan menulis jurnal. Read more »

Tagged with:
Aug 13

Terkadang, saya bertanya-tanya pada diri sendiri: Tuhan akan bentuk saya jadi orang seperti apa ya? Ini pertanyaan random yang rasanya saya tidak akan pernah bisa menjawab secara detail. Pas kecil, ngga punya cita-cita khusus. Pelajaran di sekolah selalu pas-pasan (namun anehnya selalu masuk ranking 10 besar). Pas sma ngga suka ngapalin, jadi memutuskan ngambil IPA. Ketika memilih jurusan, cukup bingung, akhirnya (lagi-lagi karena males ngapalin), memutuskan untuk masuk jurusan teknik. Entah teknik apapun ngga masalah, diterima di teknik industri, menclok ke teknik perminyakan, sampai akhirnya sekarang beres kuliah information technology. Saya suka belajar ini itu. Sampai kadang saya sendiri berpikir, saya terlalu easy-going sama interest saya.

Fiuhh, sekarang ngga kerasa udah empat tahun kerja di bidang IT. Lagi-lagi karena interest dan kesempatan yang ada, belum ada posisi yang specific yang saya dalami. Lazimnya, orang kerja di IT mulai di bidang quality analysis (QA), lalu dari situ barulah loncat ke developer, atau ke dunia analyst. Sedangkan saya, kerjaan pertama jadi systems analyst, dari situ malah loncat ke developer, dan sekarang di dunia support engineer. Pengalaman gado-gado ini ada bagusnya, ada jeleknya. Bagusnya, segala bisa. Jeleknya, semua skill gak sampai dalam-dalam banget. Read more »

Tagged with:
Apr 15

Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya.

Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat tulis. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari infrastruktur, teknologi, akses kesehatan, pendidikan yang ada. Dia cerita bagaimana mereka menikmati perubahan yang ada. Anak-anaknya sekolah di rumah (home-schooled). Perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu 10 menit, melewati daerah-daerah super miskin. Atau cerita lucu bagaimana di atap rumahnya ada banyak monyet yang suka nyuri makanan. Read more »

Mar 12

Hari ini saya makan siang “soupe de nouilles avec des boulettes de viande” alias “mie baso”.lol. Temen kantor berceloteh, “wow you always have interesting lunch I wish I could…”. Yah, maklumlah…lunch saya sebenernya biasa-biasa aja tapi mungkin emang keliatan menarik buat coworker bule. Sedangkan dia lunch tiap hari selalu sama (senen-jumat), sandwich. Paling isinya yang beda-beda.

Kejadian di atas contoh mentalitas manusia: membandingkan diri sendiri dan orang lain. Saya juga kadang tanpa sadar bandingkan diri saya dengan orang lain. In a good way ya bisa positif, jadi termotivasi untuk jadi lebih baik. Tapi kalo overdone ya negative, berujung ke rasa iri. Read more »

Tagged with:
Mar 04

Someone said, “Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.”

Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, “Mau punya adik gak?”. Cici jawab, “Mau…mau adik cewe”. Abang jawab, “ga ah, cowo aja”. Mereka ngotot2an ala anak kecil dan kita semua pada akhirnya tau, *jreng2* lahirlah saya. Saya baru ingat lagi sama cerita itu hari ini, hari anniversary mama papa. Beberapa tahun terakhir, terutama setelah kita semua udah tinggal terpencar, saya merasa bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang lebih dari yang saya sebelumnya harapkan. Keluarga bukan sekedar ada karena “request minta adik” di atas. Read more »

Feb 05

Belakangan ini di media lagi rame ngomongin tentang recall Toyota. Sebenernya udah dari Agustus tahun kemarin sih, di San Diego empat orang meninggal yang kemungkinan gara2 pedal gas nyangkut di floor mat. Terus sejak itu, media mulai rame, GM bikin incentive program, Honda yang notabene saingan Toyota pasang iklan yang lumayan “mengejek” Toyota.

Mungkin karena peristiwa di atas, semua mata mengarah ke Toyota. Yang pada akhirnya ktemu lagi defects lain. Sekarang, masalahnya bukan cuma floor mat, tapi juga masalah pedal gas, juga masalah rem. Alhasil, 8 juta mobil di-recall, konon biayanya sampai $2 billion. Di Jepang sendiri, hampir setengah penduduknya pakai Toyota. Dari Kaisar, pejabat pemerintah, sampai orang biasa. Perusahaan Jepang terbesar (by market capitalization) ya Toyota. Read more »

Tagged with:
Jan 31

Ada beberapa hal yang sedang saya gumulkan beberapa bulan belakangan ini. Seringkali pergumulan itu menghasilkan kebingungan. Katanya, kalau bingung, bawalah hal itu dalam doa. Sesudah berdoa, baca Alkitab untuk mengerti apa kata Tuhan tentang pergumulan itu. Sesudah itu, lakukan lah yang terbaik.

Seperti yang saya sudah pernah tulis beberapa post sebelumnya, salah satu hal yang saya gumulkan adalah tentang “apa” dan “dimana”. Kemarin ini, datang tawaran yang mungkin seolah menjawab pergumulan saya, untuk kedua kalinya ditawari pekerjaan di perusahaan A, di kota B. Apakah ini jawaban doa saya? Cukup membingungkan. Read more »

Tagged with:
Jan 28

Sambil kerja di kantor pas weekend seperti hari ini. Saya menyempatkan diri untuk bengong (baca: menatap langit dengan pandangan jauh menembus cakrawala. halah) tentang kesuksesan. Sukses. Apa arti sukses?

Konon bagi perusahaan saya, kesuksesan adalah kepuasan customer (dan tentunya profit). Konon bagi pelajar, kesuksesan adalah lulus cum laude. Konon bagi orang tua, salah satu kesuksesan hidup adalah menyekolahkan anak, mendidik anak agar bisa jadi “orang” (lah skrg anaknya bukan orang?). Konon bagi orang yang lagi pacaran, kesuksesan adalah menikah. Konon bagi yang baru lulus kuliah, kesuksesan adalah mendapatkan pekerjaan. Konon bagi professional sudah bekerja, kesuksesan adalah mencapai posisi tinggi dalam pekerjaan. Masih banyak patokan kesuksesan di sekitar kita.

Kalo boleh menyimpulkan, sukses artinya mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan ekspektasi terbaik kita (atau orang di sekitar kita). Kesuksesan bersifat subjektif. Tidak ada orang yang ingin disebut gagal. Orang takut gagal. Bisa dibilang, (hampir) semua orang hidup untuk mengejar sukses. Kesuksesan sering jadi motivasi utama hidup. Read more »

Tagged with:
Dec 22

Setiap hari orang melepas kepergiannya. Apakah itu?
Jawaban: Hari kemarin :D

Circa 24 Dec 2008

Circa - Dec 24, 2008

Santai sejenak. Kemarin ngobrol sama temen dia bilang, “Udah Desember lagi, taon kemaren kita hampir tiap hari begadang di apartement Circa”. Haha, dipikir-pikir lucu juga, karena pada waktu yang sama bulan Desember kemarin saya sendiri tinggal di Circa dua mingguan ambil cuti dari kerjaan. Jadi sementara mereka berhaha-hihi di lantai bawah, waktu itu saya sebenernya ada di lantai atas. Cuman yah belum saling kenal. Di penghujung tahun 2009 ini, saya merasa mungkin ada bagusnya untuk melihat sejenak ke belakang, apa yang terjadi di tahun ini, dan kemudian merefleksikan itu semua dan melangkah maju. Read more »

Tagged with:
Nov 03

Santai sejenak di tengah kesibukan…rasanya udah beresin banyak kerjaan tapi hari gak maju-maju, masi hari Selasa juga. Yah biarin begitu, syukurnya masi ada waktu buat break bentar kaya sekarang ini. Read more »

Tagged with:
preload preload preload