<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung batu &#187; Celoteh</title>
	<atom:link href="http://gunung-batu.com/tag/celoteh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gunung-batu.com</link>
	<description>tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 07:54:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Satu desa sibuk menyelamatkan bayi</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 22:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2026</guid>
		<description><![CDATA[Ada cerita seorang petani di sebuah desa. Suatu hari petani itu pergi ke sungai untuk mengambil air. Di sungai, dia melihat ada bayi yang mau tenggelam, kemudian dia menolong bayi itu. Keesokan harinya, ada dua bayi, dia lagi-lagi menolong. Keesokan harinya, ada lima bayi. Petani ini mengajak teman-temannya untuk menolong bayi-bayi itu. Lambat laun, seisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada cerita seorang petani di sebuah desa. Suatu hari petani itu pergi ke sungai untuk mengambil air. Di sungai, dia melihat ada bayi yang mau tenggelam, kemudian dia menolong bayi itu. Keesokan harinya, ada dua bayi, dia lagi-lagi menolong. Keesokan harinya, ada lima bayi. Petani ini mengajak teman-temannya untuk menolong bayi-bayi itu. Lambat laun, seisi desa setiap hari menghabiskan waktu menyelematkan bayi-bayi di sungai. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang bertanya, &#8220;Kenapa bayi-bayi itu bisa hanyut di sungai?&#8221;</p>
<p>Kira-kira beginilah yang saya rasakan dengan pelayanan di gereja akhir-akhir ini. Di gereja rasanya ada masalah mendasar yang belum terselesaikan. Apapun itu, kiranya Tuhan tolong.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/satu-desa-sibuk-menyelamatkan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi mengubah jaman</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 00:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2018</guid>
		<description><![CDATA[Cloud computing&#8230;artinya kita gak perlu punya komputer yang powerful lagi di rumah, secara &#8220;computing&#8221;-nya berlangsung di server. Cloud gaming&#8230;juga sama, artinya kita gak perlu punya gaming device lagi (semacam playstation, nintendo, etc), selama bisa display dan nyambung internet, android pas2an pun bakalan bisa main high-end video games. Cloud storage model dropbox juga sekarang menjamur, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/12/wall-e-people-300x200.jpg" alt="" title="wall-e-people" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-2019" />Cloud computing&#8230;artinya kita gak perlu punya komputer yang powerful lagi di rumah, secara &#8220;computing&#8221;-nya berlangsung di server. Cloud gaming&#8230;juga sama, artinya kita gak perlu punya gaming device lagi (semacam playstation, nintendo, etc), selama bisa display dan nyambung internet, android pas2an pun bakalan bisa main high-end video games. Cloud storage model dropbox juga sekarang menjamur, saya tidak ada rencana buat beli external HD lagi. Maklum 2 external hd saya tewas walaupun jarang dipakai.</p>
<p>Dari segi kepemilikan, sekarang berjamur bisnis usaha yang bersifat sharing. Jadi dibanding, beli mobil, yang terjadi adalah berbagi mobil. Sebutlah zipcar, car2go, etc. Dibanding tinggal di hotel, yang terjadi adalah tinggal di rumah orang lain (bed &#038; breakfast), selama kita juga mau membuka rumah kita untuk orang lain. Sebutlah airbnb. Tadinya kita beli dvd, sekarang sistemnya berlangganan; sebutlah nextflix.</p>
<p>Jaman berubah cepat. Anak yang belum berumur setahun, lebih lancar pake iPad dibanding lancar ngomong. Apa jangan-jangan di masa depan, seseorang tidak perlu lagi punya kemampuan berbicara? Apa jangan-jangan tidak perlu bisa menulis dengan tangan? Selama bisa ngetik juga udah oke. Jangan-jangan nanti ada alat membaca pikiran manusia, jadi ngga usah ngetik, ngga usah ngomong. Jangan-jangan nanti orang bakalan seperti di film kartun wall-e: gendut2, banyak makan, gak banyak gerak. Ah&#8230;.jangan-jangan.</p>
<p>Teknologi oh teknologi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/teknologi-mengubah-jaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parents</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/05/parents/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/05/parents/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 21:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1870</guid>
		<description><![CDATA[Some nights it would be so forceful to wake up either of them, &#8220;Uh, papa ngorok ya&#8221;, or &#8220;Uh, mama ngorok ya tin&#8221; they said. Ah..these sounds indicate to me that my parents are still with me. Some days, papa would not stop telling stories or expressing his opinions. The topics vary from politics, business, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Some nights it would be so forceful to wake up either of them, &#8220;Uh, papa ngorok ya&#8221;, or &#8220;Uh, mama ngorok ya tin&#8221; they said. Ah..these sounds indicate to me that my parents are still with me.</p>
<p>Some days, papa would not stop telling stories or expressing his opinions. The topics vary from politics, business, my childhood, etc. Ah..I know that when papa talks, it indicates he feels happy.</p>
<p>Some other mornings, before heading off to work/school, mama would squeeze (read: hug) me and tell &#8220;duh, sayangku&#8221; and I&#8217;ll tell her, &#8220;duh, mamaku&#8221;. Ah..she has been doing it since I was still in elementary school.</p></blockquote>
<p>I don&#8217;t get the chance to see them everyday but I&#8217;ll definitely keep them close to my heart.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/05/parents/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keinginan atau harapan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 21:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1853</guid>
		<description><![CDATA[Sambil kerja saya biasa dengerin lagu dari Grooveshark. Di playlistnya ada lagu U2 &#8211; Beautiful Day yang bagian liriknya begini: What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now What you don&#8217;t know you can feel it somehow What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now Don&#8217;t need it now Was a beautiful day [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sambil kerja saya biasa dengerin lagu dari Grooveshark. Di playlistnya ada lagu U2 &#8211; Beautiful Day yang bagian liriknya begini:</p>
<p>What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now<br />
What you don&#8217;t know you can feel it somehow<br />
What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now<br />
Don&#8217;t need it now<br />
Was a beautiful day </p>
<p>Yang kita ngga punya sekarang adalah sesuatu yang tidak kita butuhkan. Masa iya sih bener demikian? Dsini ada dua hal yang dibahas: kebutuhan vs. keinginan. Dua hal ini berbeda, untuk lebih jelasnya, coba deh baca buku Charles Stanley yang judulnya <a href="http://www.amazon.com/Our-Unmet-Needs-Charles-Stanley/dp/0840791437">&#8220;Our Unment Needs&#8221;</a>. Bagus banget. Intinya kan apa yang kita inginkan itu kan belum tentu kita butuhkan. Saya ingin punya uang 1 juta rupiah misalnya, tapi uang itu belum tentu saya butuhkan.<span id="more-1853"></span></p>
<p>Bicara tentang keinginan, kadang agak-agak sulit karena setiap keinginan yang beda. Keinginan seorang jomblo jelas beda dengan keinginan orang yang sudah menikah. Yang jomblo menginginkan dapat jodoh. Yang sudah menikah mungkin menginginkan kehadiran seorang anak. Keinginan juga berganti-ganti dari waktu ke waktu.</p>
<p>Nah, bagaimana kalau kata &#8220;keinginan&#8221; disini kita ganti dengan kata &#8220;harapan&#8221;. Kalimatnya begini jadinya: Yang jomblo mengharapkan dapat jodoh. Yang menikah mengharapkan kehadiran seorang anak. Kalimatnya mendadak berubah menjadi lebih soft. Emang gampang mengatakan apa yang kita harapkan belum tentu kita butuhkan. Tetapi sulit kita mengatakan mempunyai sebuah harapan adalah sesuatu yang salah.</p>
<p>Ketika keinginan kita gak terwujud, kita mungkin masi bisa bilang &#8220;Yah Tuhan, gak apa-apa, mungkin apa yang aku inginkan ini emang tidak aku butuhkan&#8221;. Tapi kalau kita pakai kata &#8220;harapan&#8221;, mungkin kita bisa berdoa, &#8220;Tuhan, masa aku punya harapan ini salah sih sampai Tuhan gak mau beri&#8221;. Lebih lagi kalau pake kata &#8220;sudah&#8221;. &#8220;Saya sudah melakukan A, B, C, tapi harapan saya gak pernah terwujud&#8221;.</p>
<p>Kadang harapan itu cuma versi halus dari keinginan. Bagaimana kita menanggapi harapan/keinginan yang tidak terwujud? C.S. Lewis pernah bilang seperti ini:</p>
<blockquote><p>If you think of this world as a place intended simply for our happiness, you find it quite intolerable: <strong>think of it as a place for correction and it&#8217;s not so bad</strong>. </p>
<p>Imagine a set of people all living in the same building. Half of them think it is a hotel, the other half think it is a prison. Those who think it a hotel might regard it as quite intolerable, and those who thought it was a prison might decide that it was really surprisingly comfortable. </p>
<p>So that what seems the ugly doctrine is one that comforts and strengthens you in the end. The people who try to hold an optimistic view of this world would become pessimists: the people who hold a pretty stern view of it become optimistic</p>
<p>-C.S. Lewis</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reformasi itu mahal</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 05:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1832</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 2004 setelah Micheil Saakashvili menjadi presiden Georgia, dia mereformasi lembaga penegak hukum. Kepala dari semua lembaga penegak hukum dipecat. Polisi lalu lintas menjadi salah satu tujuan utama dari reformasi. Presiden baru memberi ultimatum &#8211; jika setelah dua hari suap tidak berhenti &#8211; semua petugas polisi akan dipecat juga. Dan gimana hasilnya? Setiap polisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/02/georgianpolice-63.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1833" title="georgianpolice-63" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/02/georgianpolice-63-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Pada tahun 2004 setelah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikhail_Saakashvili" target="_blank">Micheil Saakashvili</a> menjadi presiden Georgia, dia mereformasi lembaga penegak hukum. Kepala dari semua lembaga penegak hukum dipecat. Polisi lalu lintas menjadi salah satu tujuan utama dari reformasi. Presiden baru memberi ultimatum &#8211; jika setelah dua hari suap tidak berhenti &#8211; semua petugas polisi akan dipecat juga. Dan gimana hasilnya?</p>
<p>Setiap polisi yang terlihat untuk mengambil suap 50 dolar dikirim ke penjara selama 10 tahun. Untuk hari pertama undang-undang baru tentang 15,000 polisi kehilangan pekerjaan mereka. Setelah beberapa minggu berikutnya &#8211; 15,000 lagi. Sekitar 3 bulan Georgia hidup tanpa polisi lalu lintas. Sekarang, 85% dari semua polisi di Georgia adalah polisi muda yang baru dilatih. Korupsi berhasil diberantas, walaupun dengan harga yang mahal.</p>
<p>Jadi ingat Indonesia, kalau reformasi di atas diterapkan, bisa-bisa Indonesia hanya tinggal rakyatnya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/02/reformasi-itu-mahal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fast-forward moment</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Nov 2010 19:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[Ketika hidup begitu padat dengan aktifitas. Dari rapat yang satu ke rapat yang lain. Dari tugas kuliah yang satu ke tugas yang selanjutnya. Hidup kadang terasa begitu cepat. Seolah-olah saya bergerak tanpa arah yang pasti. Dan lalu kemudian sudah hari Jumat lagi. Entah bagaimana saya jadi ingat film Click, terutama adegan ini. Di film itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika hidup begitu padat dengan aktifitas. Dari rapat yang satu ke rapat yang lain. Dari tugas kuliah yang satu ke tugas yang selanjutnya. Hidup kadang terasa begitu cepat. Seolah-olah saya bergerak tanpa arah yang pasti. Dan lalu kemudian sudah hari Jumat lagi. Entah bagaimana saya jadi ingat film Click, terutama <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Odwi8w_4NrY" target="_blank">adegan ini</a>. Di film itu Adam Sandler punya suatu remote control yang bisa fast-forward hidup sampai-sampai begitu banyak moment berharga lewat begitu saja.</p>
<p>Kemarin malam saya baru beres kelas jam 9:30, cuaca dingin ditambah hujan salju. Badan udah kerasa cape secara udah beraktifitas dari pagi, kerjaan pun cukup banyak tugas yang perlu diselesaikan. Begitu tergoda untuk mengeluh, tapi Tuhan masih mengingatkan untuk menikmati setiap moment hidup. Hati serasa plong, Dia adalah gunung batu-ku!</p>
<p>Semoga tidak banyak hal yang saya &#8220;fast-forward&#8221; dalam hidup ini.</p>
<p><em>Keep us on our knees<br />
Keep our fingers on the pages of The Scriptures</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/fast-forward-moment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Road blocks</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/11/road-blocks/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/11/road-blocks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 00:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1723</guid>
		<description><![CDATA[Whenever road blocks are in the way, the thought of &#8220;what&#8217;s my callingnow&#8221; surfaces&#8230; Ahh, don&#8217;t let &#8220;me&#8221; be the center of this thought.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Whenever road blocks are in the way, the thought of &#8220;what&#8217;s my calling<em>now</em>&#8221; surfaces&#8230;</p>
<p>Ahh, don&#8217;t let &#8220;me&#8221; be the center of this thought.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/11/road-blocks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/10/rencana/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/10/rencana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 00:18:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1694</guid>
		<description><![CDATA[Manusia merencanakan, Tuhan menentukan Tuhan menentukan, manusia merencanakan Kadang bingung giliran siapa Giliran siapapun, Tuhan tetap menentukan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia merencanakan, Tuhan menentukan<br />
Tuhan menentukan, manusia merencanakan<br />
Kadang bingung giliran siapa<br />
Giliran siapapun, Tuhan tetap menentukan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/10/rencana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan rumus</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 20:12:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1619</guid>
		<description><![CDATA[Masih berkaitan dengan post sebelumnya. Saya belajar jalan Tuhan bukan rumus. Bukan: Kalau saya rajin ke gereja, Tuhan jadi senang. Kalau saya berpuasa, saya akan dapat kuasa Kalau saya berdosa, saya gak akan ketemu masalah berarti Kalau saya ngasih perpuluhan, saya akan diberkati lebih lagi Kalau saya berdoa sampai menangis, berarti Tuhan berkenan Melakukan hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih berkaitan dengan post sebelumnya. Saya belajar jalan Tuhan bukan rumus.</p>
<p>Bukan:<br />
Kalau saya rajin ke gereja, Tuhan jadi senang.<br />
Kalau saya berpuasa, saya akan dapat kuasa<br />
Kalau saya berdosa, saya gak akan ketemu masalah berarti<br />
Kalau saya ngasih perpuluhan, saya akan diberkati lebih lagi<br />
Kalau saya berdoa sampai menangis, berarti Tuhan berkenan</p>
<p>Melakukan hal di atas rasanya sia-sia kalau kita tidak punya hubungan yang personal dengan Tuhan. Belajar mengenal Dia melalui hidup hari lepas hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/bukan-rumus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teman yang mau enaknya doank</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 00:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1570</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun lalu, saya mengambil kelas &#8220;Effective Business Communication&#8221;. Kelasnya required buat kelulusan, makanya saya ambil. Ternyata kelas ini bisa jadi salah satu kelas yang paling saya suka selama kuliah. Jauh dari judulnya yang terdengar formal, di kelas itu kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Buku text yang dipakai pun sangat bagus, buku-nya Dale [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun lalu, saya mengambil kelas &#8220;Effective Business Communication&#8221;. Kelasnya required buat kelulusan, makanya saya ambil. Ternyata kelas ini bisa jadi salah satu kelas yang paling saya suka selama kuliah. Jauh dari judulnya yang terdengar formal, di kelas itu kita belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain.</p>
<p>Buku text yang dipakai pun sangat bagus, buku-nya Dale Carnegie: &#8220;<a href="http://www.amazon.ca/How-Win-Friends-Influence-People/dp/0671723650">How to win friends and influence people</a>&#8220;. Jadi dari buku itu ada banyak prinsipnya. Yang lebih menarik lagi, setiap minggu saya harus mengapplikasikan prinsip itu satu per satu, dan menulis jurnal.<span id="more-1570"></span></p>
<p>Jadi misalnya&#8230;prinsip pertama: &#8220;Jangan mengkritik, mengutuk, atau mengeluh&#8221;. Jadi dulu saya ingat bagaimana saya mencoba memberi usulan pada bos untuk suatu solusi. Belum apa-apa udah ditolak mentah-mentah. Bos saya yang dulu sangat konservatif. Sebagai seorang fresh-graduate yang penuh ide, idealisme masih tinggi, banyak hal yang pengen saya perbaiki.haha. Sedangkan bos saya susah menerima ide. Jadi saya memulai dengan &#8220;begin in a friendly way&#8221;, &#8220;start with questions the other person will answer yes to&#8221;, dan akhirnya &#8220;let the other person feel the idea is his/hers&#8221;. Akhirnya sedemikian hingga, saya bisa meyakinkan bos untuk mengadopsi ide saya, walaupun bos saya mengclaim itu sebagai ide dia. Tapi tidak masalah, yang penting goal tercapai. Semuanya jadi lebih baik.</p>
<p>Secara umum <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/How_to_Win_Friends_and_Influence_People">prinsip-prinsip</a> di buku itu baik.</p>
<p>TAPI, dosen saya waktu itu bilang, &#8220;Kalian bisa saja menggunakan prinsip-prinsip ini untuk mendapatkan apa yang kalian mau, tetapi ketika kalian mulai melakukan ini untuk <em>memanipulasi orang lain, jangan</em>, itu mengerikan&#8221;</p>
<p>Dosen saya memberi contoh. Misalnya, waktu itu dia lagi mau membeli sebuah TV plasma seharga $3,000. Sebagaimana umumnya rumah tangga yang baik, dia perlu dapat &#8220;approval&#8221; dulu dari menteri keuangan (baca: istrinya). Jadi pas lagi nonton tv bareng istrinya dia bilang, &#8220;Wah, tv kita kecil yah, agak susah membaca textnya. Kamu kebayang ngga lama kelamaan mata kita bisa rusak&#8221;. Istrinya, &#8220;Oh iya ya?&#8221;. Dia melanjutkan, &#8220;Iya, dibanding mata kita sakit, gimana kalau kita lihat-lihat tv yang lebih besar, di future shop kebetulan lagi ada diskon&#8221;. Haha, dan istrinya setuju untuk membeli tv. Coba bayangkan kalau suaminya out of nowhere tiba-tiba bilang ke istrinya kalau dia mau beli TV plasma segede gaban, tanpa menjelaskan alasannya.</p>
<p>Dosen itu bilang, kita ngga bisa mengganti karakter seseorang tapi bisa mempengaruhinya.</p>
<p>***</p>
<p>Saya hari ini lumayan dibuat kesel sama perilaku satu orang (yang katanya) teman, kita sebut saja si A. Si A cuma mengobrol dengan saya cuma kalau ada perlu, dan yang lebih menjengkelkan, dia biasa memulai dengan lip service. Tetapi ya ujung-ujungnya dia ada maunya. Pernah saya diundang makan malam ulang tahun pacarnya. Dengan senang hati saya datang. Tetapi kemudian dia mengirimkan email yang intinya berkata kalau dia mau memberi sebuah kado untuk pacarnya yang cukup mahal, nah kita diminta berpartisipasi. Wew&#8230;kado untuk pacar sendiri kok pake acara &#8220;nodong&#8221; teman yang diundang. Saya yang diundang jadi merasa kalau dia mengundang itu nggak tulus, cuma sekedar &#8220;fundraising&#8221; untuk supaya dia bisa beliin kado pacarnya. That&#8217;s not nice! That&#8217;s embarassing!</p>
<p>Dan kejadian-kejadian lainnya pun membawa saya kepada kesimpulan, saya sulit untuk berteman dengan orang ini. Phew&#8230;pintar sekali seperti sales obat, membuka pembicaraan dengan sesuatu yang enak dan mengakhiri dengan sesuatu yang bersifat &#8220;mau menang sendiri&#8221;. Cukup gerah juga, cukup terlihat bahwa hubungan pertemanan kita ini tidak tulus. Dulu dalam satu satu kotbahnya Pak Stef pernah bilang tentang hal ini:</p>
<blockquote><p>Kalau dalam suatu hubungan, salah satu pihak mau mengambil keuntungan dari pihak yang lain, hubungan itu tidak akan berkembang jauh.
</p></blockquote>
<p>Ah&#8230;some people are just not sincere&#8230;and cheap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/teman-yang-mau-enaknya-doank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah itu baik, sungguh baik bagiku&#8230;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 23:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang, saya bertanya-tanya pada diri sendiri: Tuhan akan bentuk saya jadi orang seperti apa ya? Ini pertanyaan random yang rasanya saya tidak akan pernah bisa menjawab secara detail. Pas kecil, ngga punya cita-cita khusus. Pelajaran di sekolah selalu pas-pasan (namun anehnya selalu masuk ranking 10 besar). Pas sma ngga suka ngapalin, jadi memutuskan ngambil IPA. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/Thinking.gif"><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/08/Thinking-258x300.gif" alt="" title="Thinking" width="258" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1563" /></a>Terkadang, saya bertanya-tanya pada diri sendiri: Tuhan akan bentuk saya jadi orang seperti apa ya? Ini pertanyaan random yang rasanya saya tidak akan pernah bisa menjawab secara detail. Pas kecil, ngga punya cita-cita khusus. Pelajaran di sekolah selalu pas-pasan (namun anehnya selalu masuk ranking 10 besar). Pas sma ngga suka ngapalin, jadi memutuskan ngambil IPA. Ketika memilih jurusan, cukup bingung, akhirnya (lagi-lagi karena males ngapalin), memutuskan untuk masuk jurusan teknik. Entah teknik apapun ngga masalah, diterima di teknik industri, menclok ke teknik perminyakan, sampai akhirnya sekarang beres kuliah information technology. Saya suka belajar ini itu. Sampai kadang saya sendiri berpikir, saya terlalu easy-going sama interest saya. </p>
<p>Fiuhh, sekarang ngga kerasa udah empat tahun kerja di bidang IT. Lagi-lagi karena interest dan kesempatan yang ada, belum ada posisi yang specific yang saya dalami. Lazimnya, orang kerja di IT mulai di bidang quality analysis (QA), lalu dari situ barulah loncat ke developer, atau ke dunia analyst. Sedangkan saya, kerjaan pertama jadi systems analyst, dari situ malah loncat ke developer, dan sekarang di dunia support engineer. Pengalaman gado-gado ini ada bagusnya, ada jeleknya. Bagusnya, segala bisa. Jeleknya, semua skill gak sampai dalam-dalam banget.<span id="more-1562"></span></p>
<p>Lagi-lagi&#8230;saya kadang bertanya, &#8220;Tuhan, Engkau punya rencana untukku kan? Soalnya aku sendiri rasanya ngga ada yang specific&#8221;. Orang lain sih, udah bikin plan (dan juga ambisi) untuk mencapai posisi tertentu dalam jangka waktu tertentu. Saya sih masih adem ayem (dalam hal ambisi karir), walaupun saya selalu serius dalam apapun yang saya kerjakan.</p>
<p>Kemarin ini ada wacana di kantor untuk career development. Intinya sih, karir kita itu mau dikembangin ke arah apa. Ada beberapa teman kantor yang fokus ke arah sales, project management, developer, atau solution architect, technical writer, atau ke arah business analyst (yup, carreer branch di IT cukup banyak). </p>
<p>Puji Tuhan, pengalaman gado-gado saya cukup membantu, setelah dipikir-pikir, saya paling enjoy ketika saya bisa bekerja sama orang, bukan saya komputer/program. Options yang ada ya ke arah project management, atau ke arah analysis. Dan saya pilih yang options yang kedua. Pucuk dicinta ulam tiba, bos ngasi kesempatan untuk terlibat di project kecil sbg business analyst. Dan juga saya akan mulai ambil kelas business analyst bulan depan. Yombre!</p>
<p>***</p>
<p>Lalu, apa hubungan judul post ini dengan artikelnya? Allah itu baik, sungguh baik bagiku. Semakin saya melihat perjalanan hidup ke belakang, semakin saya melihat saya ini ngga ada apa-apanya. Pas kesulitan, Tuhan yang tolong. Pas bingung, Tuhan juga tuntun untuk mengambil keputusan. Ibaratnya, saya ini cuma melangkahkan kaki, Tuhan yang arahkan.</p>
<p>Sekarang, saya sudah setahun lagi di Vancouver. Ada banyak hal yang sudah berubah dan terjadi. Hidup tidak lepas dari masalah. Pergumulan selalu ada. Yang tidak berubah: Tuhan itu baik. Saya percaya adalah Tuhan akan bentuk kita untuk supaya semakin serupa denganNya, sehingga pada akhirnya bisa memuliakanNya. Kata kuncinya: hidup memuliakan Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/08/allah-itu-baik-sungguh-baik-bagiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup di belahan dunia lain</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 23:08:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1436</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya. Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat tulis. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di belahan dunia lain sangat berbeda satu sama lain. Seminggu belakangan ini cukup banyak peristiwa terjadi di luar Canada. Ada beberapa yang menarik perhatian saya.</p>
<p>Yang pertama, dari Pastor Dan yang tahun lalu saya sempat <a href="http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/" target="_blank">tulis</a>. Dia cerita bagaimana hidup di daerah tertinggal di Afrika sangat beda dengan di North America. Entah itu dari infrastruktur, teknologi, akses kesehatan, pendidikan yang ada. Dia cerita bagaimana mereka menikmati perubahan yang ada. Anak-anaknya sekolah di rumah (home-schooled). Perjalanan dari rumah ke kantor makan waktu 10 menit, melewati daerah-daerah super miskin. Atau cerita lucu bagaimana di atap rumahnya ada banyak monyet yang suka nyuri makanan.<span id="more-1436"></span></p>
<p>Saya jadi berpikir, betapa <span style="text-decoration: line-through;">saya</span> kita di North America ini sangat mudah mengeluh, padahal kondisi secara kasat mata jauh lebih baik dibanding Afrika. Sedikit-sedikit mengeluh, entah mengeluh karena cuaca, karena pekerjaan, karena tugas menumpuk, dan seringkali hal-hal kecil juga bisa bikin kita mengeluh. Juga ternyata, mengeluh itu menular, tinggal di lingkungan yang sering mengeluh itu bikin kita sulit bersyukur.</p>
<p>Cerita lain masih dari Afrika juga. Baru tadi pagi <a href=" http://edition.cnn.com/2010/WORLD/africa/04/15/africa.religion/index.html?hpt=T2" target="_blank">baca di CNN</a>, menurut survey dan studi yang ada, orang Afrika ternyata sangat religius. Hmmm&#8230;mungkin ini akibat situasi yang susah disana. Di sisi lain, ada banyak orang Kristen di North America yang masi percaya sama astrologi. Hmmm&#8230;orang Afrika sungguh-sungguh ikut Tuhan, orang North America malah semakin menurun.</p>
<p>***</p>
<p>Cerita kedua dari Indonesia. Dua minggu lalu saya dibikin miris setelah baca berita di <a href="http://surabaya.detik.com/read/2010/04/15/095011/1338671/475/dikarantina-sw-tak-boleh-menerima-tamu" target="_blank">Detik.com</a> dan nonton video bocah 4 thn yang gemar dan bangga merokok &amp; ngomong kotor. Yang bikin miris, orang di sekitar bocah tsb yang malah mendukung kelakuan seperti itu.</p>
<p>Minggu ini cerita tentang penertiban lahan di <a href="http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/641/1/rusuh%20di%20koja" target="_blank">Tanjung Priok</a> yang makan korban jiwa. Entah siapa yang salah, tapi kekerasan terjadi. Di Indo segitu gampangnya menghilangkan nyawa orang. Yang bikin lebih parah, setelah kerusuhan yang ada, orang-orang menjarah kantor Pelindo di dekat situ, truk-truk polisi yang udah dibakar dipreteli onderdilnya. Bejat. Mungkin hal-hal seperti ini yang bikin saya sulit untuk membayangkan diri saya tinggal di Indonesia. </p>
<p>Belum lagi cerita makelar kasus, pemerasan, korupsi, penyuapan sana sini yang bikin muak. Emang rasanya terlalu absurd jika saya bilang hal itu hanya terjadi di Indonesia. Di North America pun hal seperti ini ada, tetapi mungkin dalam bentuk yang berbeda.</p>
<p>***</p>
<p>Hidup cukup keras di belahan dunia yang lain. Setiap orang punya pergumulan masing-masing, dan gak ada yang salah dengan itu. Namun sebelum kita mulai mengeluh, mungkin ada baiknya kita melihat dulu kesulitan orang lain di belahan dunia lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/hidup-di-belahan-dunia-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Take for granted</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/take-for-granted/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/take-for-granted/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 00:33:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1366</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya makan siang &#8220;soupe de nouilles avec des boulettes de viande&#8221; alias &#8220;mie baso&#8221;.lol. Temen kantor berceloteh, &#8220;wow you always have interesting lunch I wish I could&#8230;&#8221;. Yah, maklumlah&#8230;lunch saya sebenernya biasa-biasa aja tapi mungkin emang keliatan menarik buat coworker bule. Sedangkan dia lunch tiap hari selalu sama (senen-jumat), sandwich. Paling isinya yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya makan siang &#8220;soupe de nouilles avec des boulettes de viande&#8221; alias &#8220;mie baso&#8221;.lol. Temen kantor berceloteh, &#8220;wow you always have interesting lunch I wish I could&#8230;&#8221;. Yah, maklumlah&#8230;lunch saya sebenernya biasa-biasa aja tapi mungkin emang keliatan menarik buat coworker bule. Sedangkan dia lunch tiap hari selalu sama (senen-jumat), sandwich. Paling isinya yang beda-beda.</p>
<p>Kejadian di atas contoh mentalitas manusia: membandingkan diri sendiri dan orang lain. Saya juga kadang tanpa sadar bandingkan diri saya dengan orang lain. In a good way ya bisa positif, jadi termotivasi untuk jadi lebih baik. Tapi kalo overdone ya negative, berujung ke rasa iri.<span id="more-1366"></span></p>
<p>Kapan hari temen kantor yang lain lagi baru pulang dari Vietnam, bawa oleh2 permen duren kelapa. Saya yang suka duren ya asik2 aja makan permennya. Sedangkan si bule, *lol* ya gak suka. Kalo gini kan gak bisa bandingkan diri kita dengan orang lain. Kondisi kita di-set dengan batas yang kita sendiri bisa tolerate. Lewat dr batas itu, kita sebaiknya sadar diri bahwa hal itu gak akan bawa dampak positif buat diri kita (baca: terlalu bermimpi, gak realistis)</p>
<p>***</p>
<p>Beberapa hari lalu berdiskusi dengan teman tentang pendidikan. &#8220;Yah namanya belajar ya lakukan lah dengan maksimal. Masalah kepake atau gak kepake ya gimana nanti. Kepake ya syukur, gak kepake ya gak rugi&#8221;. Prinsip bagus sih, saya ngeliat temen saya yang pas kuliah mikirnya &#8220;ah nanti mau buka usaha&#8221;, jadi kuliahnya gak maksimal (GPA serba pas). Begitu lulus kuliah, ternyata gak jadi buka usaha, pilihan hidup jadi lebih terbatas, cari kerja susah.</p>
<p>Ini juga sih yang ditanemin orang tua pada saya tentang pendidikan. Kalo pendidikan itu investasi yang gak akan hilang. Saham bisa habis, usaha bisa bangkrut, tapi pendidikan ya gak ada sapapun yang bisa ambil itu dr kita.</p>
<p>Jangan berhenti belajar.</p>
<p>***</p>
<p>Kapan hari baca kalimat &#8220;Ada sedikit disayang-sayang, ada banyak dibuang-buang&#8221; di suatu blog yang saya subscribe.</p>
<p>Kalo di Bandung, atau mungkin tepatnya di daerah rumah saya, air ledeng pas musim kemarau bisa ngalirnya gak tentu jadwalnya. Alhasil pernah suatu waktu, kita sekeluarga dibikin repot karena air terbatas. Begitu kita tau sisa air di tangki tinggal sedikit, kita semua jadi berhati-hati pakai air, sebisa mungkin dihemat sampai air ledeng ngalir lagi. Mobil gak dicuci, anjing saya pun waktu itu gak mandi dua minggu. Kita cuma pake air buat mandi. Minum ya untungnya ada aqua galon. Itu dulu sih, skrg kita udah nambah tangki air dan bak tampung ditambah ada cadangan air sumur.</p>
<p>Tp yang menarik itu sifat kita ketika air itu terbatas dan ketika air itu tidak terbatas. Ketika air tidak terbatas, mungkin kita gak pernah bersyukur bahwa air itu ada. Tapi ketika air itu terbatas, kita jadi benar-benar menghargai air. Ada pepatah, &#8220;Don&#8217;t take things for granted&#8221;, atau &#8220;You don&#8217;t know what you have until it&#8217;s gone&#8221;. Ujung2nya biasanya ke penyesalan. Andai dulu kita hemat-hemat pakai air, andai dulu kita punya tangki air yang gede, andai ini andai itu.</p>
<p>Itu sama air. Kita kadang tanpa sadar menerapkan mentalitas yang sama terhadap manusia. Bisa jadi itu adalah keluarga, teman, pacar, dst. Kehadiran orang di sekitar kita kadang gak terlalu signifikan sampai kita &#8220;butuh&#8221;. Atau sampai mereka hilang. Kita baru merasa, &#8220;yah&#8230;dulu pas dia ada, kenapa saya bodoh ya gak menghargai dia?&#8221;. Pertanyaannya, apakah kalau air di rumah terus mengalir, maka saya berhak memakai air semau saya? Apa saya berhak pakai air tanpa kesadaran bahwa air itu adalah berkat Tuhan? Apa kita cari teman kalau kita lagi butuh aja?</p>
<p>Seharusnya punya apapun disayang dan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Mari sama-sama belajar menghilangkan mentalitas spt ini. Pertanyaan terakhir, apa kita punya mentalitas seperti ini pada Tuhan sendiri? Hmmmm&#8230;.you yourself know the answer!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/take-for-granted/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada kasih, ada pengorbanan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Someone said, &#8220;Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.&#8221; Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, &#8220;Mau punya adik gak?&#8221;. Cici jawab, &#8220;Mau&#8230;mau adik cewe&#8221;. Abang jawab, &#8220;ga ah, cowo aja&#8221;. Mereka ngotot2an ala anak kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/Puzzle.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1342" title="Puzzle" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/Puzzle-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Someone said, &#8220;Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.&#8221;</p>
<p>Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, &#8220;Mau punya adik gak?&#8221;. Cici jawab, &#8220;Mau&#8230;mau adik cewe&#8221;. Abang jawab, &#8220;ga ah, cowo aja&#8221;. Mereka ngotot2an ala anak kecil dan kita semua pada akhirnya tau, *jreng2* lahirlah saya. Saya baru ingat lagi sama cerita itu hari ini, hari anniversary mama papa. Beberapa tahun terakhir, terutama setelah kita semua udah tinggal terpencar, saya merasa bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang lebih dari yang saya sebelumnya harapkan. Keluarga bukan sekedar ada karena &#8220;request minta adik&#8221; di atas.<span id="more-1341"></span></p>
<p>Lucu kalo ngebayangin jaman masi SD misalnya. Rutinitas pagi, lima orang siap2 di waktu yang sama. Tiga anak masuk pagi semua, sekolahnya beda. Sarapan di mobil sambil ngantuk2. Bikin PR di mobil. Kadang saya terlambat gara2 dianterin paling terakhir. Pake sepatu di mobil. Malah pernah suatu hari, sepatu ketinggalan sebelah di rumah. Haha, hal-hal kaya gini kalo diliat sekarang terasa lucu dan bikin kangen.</p>
<p>Ada kasih, ada pengorbanan. Jaman sekarang ungkapan itu semakin terdengar klise. Apa masih ada orang tulus jaman sekarang ini? Tapi ketika saya ingat orang tua, ungkapan di atas adalah kenyataan hidup. Bagaimana orang tua membesarkan kami semua, mengusahakan yang terbaik untuk kami semua. Untuk apa gitu mereka mau cape-cape mencurahkan kasih, sekarang kita semua udah pada besar dan &#8220;meninggalkan&#8221; mereka untuk memulai hidup masing-masing. Orang tua tidak pernah hitung2an akan pengorbanan mereka.</p>
<p>Pas mama mengandung, dia uda jaga pola makannya. Ketika ngidam, papa bahkan untuk hal yang terlihat konyol selalu usahain, katanya biar anaknya gak ngeces/ngacai terus. Belum lagi proses ngelahirinnya. Belum lagi mendidiknya, kasi makannya. Belum lagi kalo lagi bandel2nya. Lagi gak nurut2nya. Konsep mengasihi yang saya belajar dari orang tua adalah selalu memberi tanpa mengharap balik. Mengasih dengan memberi. Terdengar berlawanan tapi sebenarnya tidak.</p>
<p>Terima kasih Tuhan atas cintaMu, atas berkatMu, dan atas segalanya yang telah Kauberikan padaku.</p>
<p>***</p>
<p>Ada forward2an dari teman beberapa hari lalu&#8230;</p>
<p>10 Tip Pernikahan Bahagia</p>
<ol>
<li>Jangan marah pada waktu yang sama. Kasian tetangga.</li>
<li>Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali ada maling atau kebakaran.</li>
<li>Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. Kan ada pepatah: &#8220;yang waras ngalah&#8221;.</li>
<li>Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. Kalo perlu tegur sambil &#8220;kasih&#8221; cek atau berlian (Hmmm&#8230;mauuu dunk).</li>
<li>Lupakanlah kesalahan masa lalu. Yang perlu diingat tuh: masa2 romantis. Hmmmm&#8230;</li>
<li>Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda. (Tapi jangan lupa mandi, apalagi sampe lupa kasih uang bulanan).</li>
<li>Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. Kecuali kalau anda bisa menahan matahari untuk tidak terbenam.</li>
<li>Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda. Kalau perlu nyanyiin walaupun fals.</li>
<li>Bersedia mengakui kesalahan. (Yah, paling ditempeleng atau di&#8217;ngambek&#8217;in. .. He he)</li>
<li>Dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dia-lah yang salah.(Untuk nutupin kesalahan tuh&#8230;&#8230;. Ha ha ha).</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Japanese Art of Public Apology</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/02/japanese-art-of-public-apology/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/02/japanese-art-of-public-apology/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 19:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini di media lagi rame ngomongin tentang recall Toyota. Sebenernya udah dari Agustus tahun kemarin sih, di San Diego empat orang meninggal yang kemungkinan gara2 pedal gas nyangkut di floor mat. Terus sejak itu, media mulai rame, GM bikin incentive program, Honda yang notabene saingan Toyota pasang iklan yang lumayan &#8220;mengejek&#8221; Toyota. Mungkin karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini di media lagi rame ngomongin tentang recall Toyota. Sebenernya udah dari Agustus tahun kemarin sih, di San Diego empat orang meninggal yang kemungkinan <a href="http://www.nbcsandiego.com/news/local-beat/Deadly-Accident-Prompts-Floor-Mat-Warning-59394687.html">gara2 pedal gas nyangkut di floor mat</a>. Terus sejak itu, media mulai rame, GM bikin incentive program, Honda yang notabene saingan Toyota <a href="http://www.autoblog.com/2010/01/27/new-gm-incentives-aimed-at-stealing-irked-toyota-owners-rental/">pasang iklan</a> yang lumayan &#8220;mengejek&#8221; Toyota.</p>
<p>Mungkin karena peristiwa di atas, semua mata mengarah ke Toyota. Yang pada akhirnya ktemu lagi defects lain. Sekarang, masalahnya bukan cuma floor mat, tapi juga masalah pedal gas, juga masalah rem. Alhasil, 8 juta mobil di-recall, konon biayanya sampai $2 billion. Di Jepang sendiri, hampir setengah penduduknya pakai Toyota. Dari Kaisar, pejabat pemerintah, sampai orang biasa. Perusahaan Jepang terbesar (by market capitalization) ya Toyota.<span id="more-1136"></span></p>
<blockquote><p>Yang menarik buat saya di balik recall ini, efek psikologis: global humiliation of Toyota. Bagaimana perusahaan otomotif terbesar dunia diolok-olok oleh saingannya. Mungkin orang Jepang sendiri lebih terasa bagaimana rasanya. Hmmmm.</p></blockquote>
<p>Saya melihat sisi positifnya sih. Toyota berani ambil langkah buat benerin masalah ini, walaupun menanggung malu. Saya yakin kalau kita mau memberi perhatian yang sama pada GM atau merk lain, kita bisa ketemu defects yang lebih banyak dari Toyota.</p>
<p>Nah, yang menarik dan orang masih menanti. Akan kah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Akio_Toyoda">Akio Toyoda</a> membuat public apology untuk recall ini? Orang Jepang biasanya gak segan untuk mengakui kesalahan. Sifat yang saya kagumi. Berbeda jauh dengan orang US yang paling anti kalo ngomong &#8220;I&#8217;m sorry&#8221;. Seorang teman kerja di perusahaan retail US, salah satu peraturan kerja adalah, apapun yang terjadi walaupun kita salah, jangan bilang &#8220;I&#8217;m sorry&#8221; pada customer. Karena kalo kita bilang itu, artinya kita yang salah, dan mungkin karena terbiasa dengan budaya tuntut menuntut, perusahaan itu bisa dituntut habis2an.</p>
<p>But still&#8230;mengakui kesalahan, minta maaf, dan bayar harga patut diacungin jempol. Yombre!</p>
<p>Links:<br />
<a href="http://online.wsj.com/article/SB10001424052748703357104575044761211965140.html">Toyota&#8217;s Influence Looms Over Japan </a><br />
<a href="http://www.marketwatch.com/story/toyota-chiefs-deep-bow-of-apology-awaited-2010-02-04">Japanese Art of Public Apology</a></p>
<p>Update Jumat Siang setelah artikel ini ditulis (y&#8217;bre!) :<br />
Akio Toyoda, president of Toyota Motor Corp., broke his public silence Friday on the safety crisis battering his company, offering a &#8220;<a href="http://online.wsj.com/article/SB10001424052748704533204575046581311548918.html?mod=WSJ_hpp_LEFTWhatsNewsCollection">heartfelt apology</a>&#8221; to customers. Mr. Toyoda said Friday he considers the company&#8217;s priority to be on safety rather than sales and profit. &#8220;Quality is our lifeline,&#8221; he said.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/02/japanese-art-of-public-apology/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bergumul</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/01/bergumul/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/01/bergumul/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 06:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1121</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa hal yang sedang saya gumulkan beberapa bulan belakangan ini. Seringkali pergumulan itu menghasilkan kebingungan. Katanya, kalau bingung, bawalah hal itu dalam doa. Sesudah berdoa, baca Alkitab untuk mengerti apa kata Tuhan tentang pergumulan itu. Sesudah itu, lakukan lah yang terbaik. Seperti yang saya sudah pernah tulis beberapa post sebelumnya, salah satu hal yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa hal yang sedang saya gumulkan beberapa bulan belakangan ini. Seringkali pergumulan itu menghasilkan kebingungan. Katanya, kalau bingung, bawalah hal itu dalam doa. Sesudah berdoa, baca Alkitab untuk mengerti apa kata Tuhan tentang pergumulan itu. Sesudah itu, lakukan lah yang terbaik.</p>
<p>Seperti yang saya sudah pernah tulis beberapa post sebelumnya, salah satu hal yang saya gumulkan adalah tentang &#8220;apa&#8221; dan &#8220;dimana&#8221;. Kemarin ini, datang tawaran yang mungkin seolah menjawab pergumulan saya, untuk kedua kalinya ditawari pekerjaan di perusahaan A, di kota B. Apakah ini jawaban doa saya? Cukup membingungkan.<span id="more-1121"></span></p>
<p>Mulailah, saya menimbang ini itu. Dari segi karir, ok. Dari segi gaji, ok. Tapi dari segi lingkungan, meragukan&#8230;mungkin rasa ragu ini datang karena ada faktor historis. Alhasil, saya pikir, tidak ada alasan solid untuk mengambil kesempatan ini. Melihat hidup ke belakang, 8730 hari (dari sejak saya nongol di dunia) Tuhan selalu mencukupkan apa yang saya butuhkan (baca: needs, bukan desires). Jadi jelas, alasan gaji tidak solid untuk jadi faktor penentu. Lagian, klo yang dikejar cuma gaji &#038; karir sih, rasanya gak ada habisnya, dan gak akan pernah content.</p>
<p>Akhir kata, saya masih bergumul tentang ini itu. Sulit dimengerti (dan juga dikatakan), saya belajar menikmati pergumulan2 yang ada. Setiap pergumulan membawa saya lebih mengenal Tuhan itu seperti apa. Kemarin malam ada yang bilang sama saya, &#8220;jangan terlalu serius jadi orang&#8221;. Sebenernya saya juga gak mau terlalu serius memikirkan ini itu, jujur aja kadang cape. Tapi hati ini terlanjur &#8220;captivated&#8221; ketika Tuhan menyatakan kasihNya. Sola gratia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/01/bergumul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku harus!</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/01/aku-harus-2/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/01/aku-harus-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 16:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1107</guid>
		<description><![CDATA[Sambil kerja di kantor pas weekend seperti hari ini. Saya menyempatkan diri untuk bengong (baca: menatap langit dengan pandangan jauh menembus cakrawala. halah) tentang kesuksesan. Sukses. Apa arti sukses? Konon bagi perusahaan saya, kesuksesan adalah kepuasan customer (dan tentunya profit). Konon bagi pelajar, kesuksesan adalah lulus cum laude. Konon bagi orang tua, salah satu kesuksesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sambil kerja di kantor pas weekend seperti hari ini. Saya menyempatkan diri untuk bengong (baca: menatap langit dengan pandangan jauh menembus cakrawala. halah) tentang kesuksesan. Sukses. Apa arti sukses?</p>
<p>Konon bagi perusahaan saya, kesuksesan adalah kepuasan customer (dan tentunya profit). Konon bagi pelajar, kesuksesan adalah lulus cum laude. Konon bagi orang tua, salah satu kesuksesan hidup adalah menyekolahkan anak, mendidik anak agar bisa jadi &#8220;orang&#8221; (lah skrg anaknya bukan orang?). Konon bagi orang yang lagi pacaran, kesuksesan adalah menikah. Konon bagi yang baru lulus kuliah, kesuksesan adalah mendapatkan pekerjaan. Konon bagi professional sudah bekerja, kesuksesan adalah mencapai posisi tinggi dalam pekerjaan. Masih banyak patokan kesuksesan di sekitar kita.</p>
<p>Kalo boleh menyimpulkan, sukses artinya mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan ekspektasi terbaik kita (atau orang di sekitar kita). Kesuksesan bersifat subjektif. Tidak ada orang yang ingin disebut gagal. Orang takut gagal. Bisa dibilang, (hampir) semua orang hidup untuk mengejar sukses. Kesuksesan sering jadi motivasi utama hidup.<span id="more-1107"></span></p>
<p>Aku harus! Aku harus sukses ini dan itu. Hidup ini bagai sebuah kompetisi untuk mendapatkan kelayakan. Berbagai tuntutan dari berbagai pihak seperti membebani diri. Masih kuliah, dituntut cepat lulus. Udah lulus, dituntut cepat dapat kerja yang mapan. Udah kerja tapi masih single, dituntut cari pacar. Udah pacaran, dituntut cepat menikah. Udah menikah, dituntut cepat punya anak. Hasilnya, seringkali hidup ini gak pernah berhenti dikejar oleh tuntutan2 untuk sukses.</p>
<p>Bahkan mungkin, kita mulai berpikir bagaimana sukses di hadapan Tuhan. Mungkin ini juga penyebab banyak orang melayani Tuhan demi &#8220;merasa layak/sukses&#8221; di hadapan Tuhan. Akan kah kita pernah layak di hadapan Tuhan dengan segenap usaha kita? Hmmm&#8230;topik tentang sukses sebenarnya sangat luas jika mau dibahas. Sangat terbuka banyak celah jika mau didebat.</p>
<blockquote><p>Saya merasa, adalah bagus jika kita punya keinginan untuk melakukan yang terbaik, adalah baik jika ingin sukses di dunia ini. Tapi janganlah hidup dengan attitude &#8220;aku harus sukses&#8221;. Tetapi syukurilah apa yang ada, bertekunlah dalam bekerja.</p></blockquote>
<p>Kalau hidup dengan attitude &#8220;aku harus&#8221;, nilai diri menjadi tak bermakna ketika berhadapan dengan kegagalan. CEO bunuh diri krn gagal mencapai target profit. Orang diputus pacar bisa bilang, &#8220;Untuk apa hidup tanpamu?&#8221;. Karena kita gagal Tidak ada lagi sukacita hidup, tidak adalah damai sejahtera.</p>
<p>Kan sebenarnya tidak demikian&#8230;</p>
<p>Tuhan itu tetap ada. CEO ataupun tukang becak, kasih karunia Tuhan sama. Single ataupun married, Tuhan tetap berdaulat atas apa yang terjadi. Tuhan cinta semua anak di dunia, putih, kuning dan hitam semua dicinta Tuhan.</p>
<blockquote><p>Saya percaya ada yang lebih berharga dari kesuksesan2 yang kita raih di dunia ini, yaitu proses hidup yang kita lalui bersama Tuhan, bagaimana hati kita dibentuk menjadi &#8220;the perfect bride&#8221; untuk &#8220;The Perfect Groom&#8221; di surga kelak.</p></blockquote>
<p>Ahh&#8230;suatu perjalanan panjang untuk memahami bahwa kasih karunia Nya itu cukup, tidak peduli prestasi apa yang kita capai. Pertanyaan dasar dalam hal ini apakah benar saya harus melakukan ini dan itu untuk mendapatkan kasih dan penerimaan? Apakah makna hidup saya berarti ketika saya mampu melakukan ini dan itu?</p>
<p>Ahh&#8230;apakah saya memikirkan sukses karena saya sebenarnya egois? Apakah iman saya didasarkan karena saya mengharapkan sesuatu dari Tuhan? Apakah saya sebenarnya menaruh hati saya pada kesuksesan dunia, lebih dari Tuhan sendiri? Kadang saya lupa kalau hidup ini tentang Tuhan. Mohon diingatkan dari waktu ke waktu.</p>
<p>*kebengongan yang membingungkan, memulai dengan pertanyaan, diakhiri dengan pertanyaan*</p>
<p>~23/01/2010<br />
<object width="400" height="225"><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="movie" value="http://vimeo.com/moogaloop.swf?clip_id=5004562&amp;server=vimeo.com&amp;show_title=0&amp;show_byline=0&amp;show_portrait=0&amp;color=&amp;fullscreen=1" /><embed src="http://vimeo.com/moogaloop.swf?clip_id=5004562&amp;server=vimeo.com&amp;show_title=0&amp;show_byline=0&amp;show_portrait=0&amp;color=&amp;fullscreen=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" width="400" height="225"></embed></object>
<p><a href="http://vimeo.com/5004562">Blessed Be Your Name</a> from <a href="http://vimeo.com/davidjtate">David Tate</a> on <a href="http://vimeo.com">Vimeo</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/01/aku-harus-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaleidoskop 2009</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/12/kaleidoskop-2009/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/12/kaleidoskop-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hari orang melepas kepergiannya. Apakah itu? Jawaban: Hari kemarin Santai sejenak. Kemarin ngobrol sama temen dia bilang, &#8220;Udah Desember lagi, taon kemaren kita hampir tiap hari begadang di apartement Circa&#8221;. Haha, dipikir-pikir lucu juga, karena pada waktu yang sama bulan Desember kemarin saya sendiri tinggal di Circa dua mingguan ambil cuti dari kerjaan. Jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap hari orang melepas kepergiannya. Apakah itu?<br />
Jawaban: <span style="color: #ffffff;">Hari kemarin</span> <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_819" class="wp-caption alignleft" style="width: 277px"><img class="size-full wp-image-819" title="circa-24-dec-2008" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/12/circa-24-dec-2008.jpg" alt="Circa 24 Dec 2008" width="267" height="200" /><p class="wp-caption-text">Circa - Dec 24, 2008</p></div>
<p>Santai sejenak. Kemarin ngobrol sama temen dia bilang, &#8220;Udah Desember lagi, taon kemaren kita hampir tiap hari begadang di apartement Circa&#8221;. Haha, dipikir-pikir lucu juga, karena pada waktu yang sama bulan Desember kemarin saya sendiri tinggal di Circa dua mingguan ambil cuti dari kerjaan. Jadi sementara mereka berhaha-hihi di lantai bawah, waktu itu saya sebenernya ada di lantai atas. Cuman yah belum saling kenal. Di penghujung tahun 2009 ini, saya merasa mungkin ada bagusnya untuk melihat sejenak ke belakang, apa yang terjadi di tahun ini, dan kemudian merefleksikan itu semua dan melangkah maju.<span id="more-900"></span></p>
<div id="attachment_824" class="wp-caption alignright" style="width: 277px"><img class="size-full wp-image-824" title="lebanese-breakfast" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/12/lebanese-breakfast.jpg" alt="Lebanese breakfast" width="267" height="200" /><p class="wp-caption-text">Lebanese breakfast - April 25, 2009</p></div>
<p>Awal tahun 2009, masih mengisi hari juggling antara kuliah 4 kelas dan juga kerja 25 jam/minggu. Hari-hari diwarnai rutinitas bangun jam 6 pagi, bermacet-macet nyetir kalo snowing, jam 8 udah di kantor. Dilanjut lagi buru-buru dari kantor di downtown ke kampus buat kuliah jam 1, sampai beres jam 6. Jam 8 malam di rumah udah cape, bikin tugas, tidur. Kalo weekend, setiap sabtu pagi udah harus ke Nexen (kantor temen dengan fasilitas top banget) buat kerjain project kelompok dari jam 10 pagi sampai 6 sore. Kerja kelompok cuma bisa weekend gara-gara semuanya pada kerja. Kita berempat, dua Arab, satu Hongkong, dan saya sendiri. Gara-gara ngabisin waktu tiap sabtu bareng mereka, jadi belajar sedikit tentang kebiasaan orang Arab (juga makanannya). Miss that time (and the food).</p>
<p>Sedangkan hari Minggu akhirnya bisa sedikit santai setelah pulang gereja, biasanya mengisi waktu dengan berenang atau olah raga lain atau bersih-bersih rumah atau sekedar nyetir keluar kota. Satu kata yang mendeskripsikan aktivitas bulan Januari sampai April = sibuk. Dari segi fisik, benar-benar terkuras sih. Tapi dari segi mental jauh lebih terkuras, masa-masa January sampai April ini (terutama awal2nya) masa dimana saya agak kehilangan semangat, masa-masa adaptasi dari hidup yang biasanya ramai ke hidup yang penuh kesendirian (walaupun sibuk setengah ampun). Di sisi lain, puji Tuhan juga, dengan kondisi yang ada, Tuhan ijinkan saya untuk selesaikan kuliah. Juga mungkin ini blessing in disguise, jadi lebih dekat sama Tuhan.</p>
<div id="attachment_829" class="wp-caption alignright" style="width: 277px"><img class="size-full wp-image-829" title="Brothers" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/12/big-brother.jpg" alt="Brothers" width="267" height="200" /><p class="wp-caption-text">KL - May 8, 2009</p></div>
<p>Sebelum kuliah beres, saya minta ijin sama bos buat cuti sebulan. Bos waktu itu bilang, &#8220;Ok tin, km pulang aja. Tar pas balik lagi, km mulai jadi full-timer lagi&#8221;. Oh ok, lega deh kalo gitu. Setelah kuliah beres, langsung malam harinya saya terbang ke Jakarta. Ngabisin dua-tiga hari di Bandung, terus langsung terbang lagi ke KL buat ngunjungin abang. Pas di KL, sama bos disuru telepon ke Calgary katanya urgent. &#8220;We have to let you go&#8221;. Anehnya gak ada rasa sedih sih, walaupun rasanya masalah datengnya kali ini berombongan kaya kloter haji. Di Malay ini saya banyak belajar tentang semangat dan daya juang orang-orang di sekitar abang saya. Sempet ngobrol dan makan siang bareng temen kerjanya, wah ternyata banyak sekali orang yang mengalami masalah lebih berat dari saya, tapi tetap semangat hidup dengan tekun. Kesimpulannya, bulan Mei ini bulan refreshing, ktemu papa mama, cici, koko-koko, juga Joshua, keponakan saya yang lagi suka ngoceh belajar ngomong.heuheuhe.</p>
<p>Tadinya sempet kepikir buat perpanjang liburan di Indo, toh udah nganggur anyway. Tapi gak jadi berhubung ada temen yang &#8220;nitip&#8221; mamanya buat berangkat bareng. Nyampe Calgary sedikit kaget, sebulan ditinggal udah banyak yang berubah. Somehow rasa &#8220;home&#8221; itu agak hilang. Tapi ya terus <a href="http://adimulia.net/blog/2009/06/mengapa-angin-tak-kunjung-datang/">didoain aja</a> sambil terus usaha cari kerja lagi. Sehari kirim tiga-empat application, total dari Juni sampai Juli kalo menurut Gmail sih ada 100+ lamaran. Bikin resume sampe 12 macem. Total <a href="http://adimulia.net/blog/2009/07/if-we-win-we-praise-him-if-we-lose-we-praise-him/">interview mungkin sekitar 5</a>, tapi gak ada yang goal. Padahal pas 2006, kirim 5 lamaran doank, dapet 4 interview, and langsung goal salah satunya. Terus sempet kepikir, oh oke lah coba lamar ke Vancouver sama Edmonton juga. Mungkin sekitar 10 lamaran ke Vancouver, tapi itu pun gak exactly Vancouver, ke Abbotsford ada beberapa, Richmond ada beberapa, Victoria juga. Yang bener-bener ke Vancouver cuma satu, dan yang itulah yang manggil interview. Apakah ini namanya Tuhan buka jalan? Di Calgary yang lebih banyak kerjaan tapi gak dapet-dapet, sedangkan Vancouver cuma lamar satu lalu kemudian dapet? Hmmm&#8230;I wonder <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_830" class="wp-caption alignright" style="width: 238px"><img class="size-full wp-image-830" title="farewell" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/12/farewell.jpg" alt="Farewell - August 8 2009" width="228" height="314" /><p class="wp-caption-text">Farewell - August 8, 2009</p></div>
<p>Uniknya, interview sama tempat kerja sekarang itu udah kaya gak ada ujungnya, dua kali lewat telepon. Trus ketiga kali diminta dateng langsung. Alhasil terbang deh tanggal pertengahan Juli itu cuma buat interview (sama nonton fireworks di English Bay juga sih). Singkat cerita, akhir Juli diterima, dikasi waktu dua minggu buat pindahan. Sempet bergumul juga, apakah pindah ke Vancouver itu kehendak Tuhan apa bukan. Konon katanya kalo gak ada damai, jangan diambil. Tapi waktu itu setelah doa, rasanya bukan damai, tapi lebih ke arah &#8220;oke Tuhan, aku siap&#8221;, saya tau pasti ada challenge sendiri disana nantinya. Dalam dua minggu terakhir di Calgary, <a href="http://adimulia.net/blog/2009/08/penghiburan-di-sela-sela-masalah/">begitu merasa treasured</a>, karena lebih banyak diisi waktu dengan makan bareng dengan temen dan juga orang-orang yang udah seperti keluarga sendiri.</p>
<p>Pas pindahan, ketika harus packing. Ada feeling unik. Dulu datang ke Calgary dengan dua koper, trus lima tahun kemudian tau-tau barang udah ada satu truk sendiri. Sekarang jadi dua koper lagi (yah sama 10 dus pakaian + komputer + buku sih :p). Jadi serasa diingetin klo someday kita semua kalo dipanggil Tuhan pulang gak akan bawa apa-apa dr dunia ini. Harus siap ngelepas apapun di dunia ini.</p>
<div id="attachment_834" class="wp-caption alignright" style="width: 277px"><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/12/lake-minewanka-june-29-2009.jpg" alt="Lake Minnewanka - June 29, 2009" title="lake-minewanka-june-29-2009" width="267" height="200" class="size-full wp-image-834" /><p class="wp-caption-text">Lake Minewanka - June 29, 2009</p></div>
<p>Sampai di Vancouver, roomate kenalin sama temen kuliahnya, yang pada akhirnya menjadi temen satu gereja sekarang. Juga nambah kenal sama teman-teman lainnya di gereja. Dimulai lah hidup dan adaptasi di Vancouver. Mantan bos sempet ngontak dan nawarin lagi buat balik ke Calgary tahun depan, tapi ngga deh. Rasanya saya sudah tutup “chapter” Calgary. Cape juga kalo udah harus pindah kota lagi. Tapi kalo buat liburan dengan tujuan pemandangan, setelah compare BC sama AB, Alberta emang the best. Tapi sejujurnya, perbedaan yang paling kerasa, di Vancouver rasanya hidup lebih enak in term of work-life balance. Atau ini mungkin cuma sugesti saja secara saya masih baru disini? Hmmmm.</p>
<p>Sekarang setelah empat bulan lebih hidup di Vancouver, mulai mengenal secuil karakter dari temen-temen disini. Ada banyak hal juga sih yang saya baru belajar, ada banyak hal yang bisa disyukuri di Vancouver (tapi Vancouverites sendiri sering lupa?). Hmmmm&#8230;mungkin background orangnya juga yang berbeda-beda? Pekerjaan juga relatif lancar, lebih sibuk dan lebih dinamis dibanding kerjaan dulu. Hidup lumayan keliatan tenang2 aja di permukaan, tapi sebenernya gak problem-free. Terus dibawa dalam doa deh, pasti ada sesuatu yang Tuhan mau saya belajar dari masalah atau hambatan yang ada. Semoga pas Tuhan bilang &#8220;maju&#8221; saya akan maju, dan ketika Tuhan bilang &#8220;tunggu&#8221; saya akan tunggu.</p>
<p>Siap gak siap, suka gak suka, ya dihadepin aja deh ^^<br />
Adios 2009, bienvenido 2010! Immanuel!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/12/kaleidoskop-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Santai sejenak</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/11/santai-sejenak/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/11/santai-sejenak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 23:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Santai sejenak di tengah kesibukan&#8230;rasanya udah beresin banyak kerjaan tapi hari gak maju-maju, masi hari Selasa juga. Yah biarin begitu, syukurnya masi ada waktu buat break bentar kaya sekarang ini. Tadi pagi sambil kerja sambil dengerin lagunya Jay Chou. Sebenernya gak ngefans ato gmana sih, cuma kebetulan lagu ini tuh baru dapet dari harddisk temen. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Santai sejenak di tengah kesibukan&#8230;rasanya udah beresin banyak kerjaan tapi hari gak maju-maju, masi hari Selasa juga. Yah biarin begitu, syukurnya masi ada waktu buat break bentar kaya sekarang ini.<span id="more-556"></span></p>
<p>Tadi pagi sambil kerja sambil dengerin lagunya Jay Chou. Sebenernya gak ngefans ato gmana sih, cuma kebetulan lagu ini tuh baru dapet dari harddisk temen. Ada bagian di lagunya yang kaya lagu di pelem silat.lol. Penasaran sama arti liriknya, tadinya mo nanya LG, tetangga satu RT yang bukan cuma ngerti mandarin tapi biasanya lengkap dengan komentar2 aneh &#038; lucu.lol. Untungnya google cukup membantu juga buat translate. Ternyata liriknya mellow2 tentang berpisah.</p>
<p>Inget LG jadi inget hari Jumat kudu perhatiin yang jadi MC. Jadi MC ngapain aja, selama ini gak terlalu perhatiin.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kGbDymJ75PU&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/kGbDymJ75PU&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>Lagu kedua&#8230;baru denger kemaren di utub. Lagu Stand by Me&#8230;versinya so far bisa jadi versi paling bagus&#8230;uhuy!</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Us-TVg40ExM&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Us-TVg40ExM&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>as a note, bisa jadi ini blog post pertama yang isinya agak random. hmmm&#8230;.jarang2 nulis spt ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/11/santai-sejenak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The power of second generation</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/selidiki-aku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/selidiki-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 16:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Second Generation yang gw maksud disini adalah generasi orang tua gw&#8230; Nenek-Kakek gw adalah First Generation, Papa-Mama adlah second generation, dan kita2 adalah third generation&#8230;.. Kebanyakan dari orang tua kita (yg gw maksud kita adalah orang2 yang berumuran antara 17 &#8211; 28 hehe..) hidup pada jaman pasca kemerdekaan, kata org dulu, namanya jaman susah&#8230;. Mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Second Generation yang gw maksud disini adalah generasi orang tua gw&#8230;<br />
Nenek-Kakek gw adalah First Generation,<br />
Papa-Mama adlah second generation,<br />
dan kita2 adalah third generation&#8230;..<br />
<span id="more-506"></span><br />
Kebanyakan dari orang tua kita (yg gw maksud kita adalah orang2 yang berumuran antara 17 &#8211; 28 hehe..) hidup pada jaman pasca kemerdekaan, kata org dulu, namanya jaman susah&#8230;.<br />
Mereka dulu mau sekolah saja susah&#8230;belum lagi kalo orang tua kita merupakan anak sulung atau anak yg dijadikan sebagai tulang punggung keluarga&#8230;<br />
Dulu nenek kakek kita juga belum semampu orang tua kta di hari ini untuk membiayayi anaknya&#8230;</p>
<p>Jadi kalo kita sekarang sekolah udah enak, naik turun mobil (kalo sue naik turun jemputan yg panas) trus gak perlu mikirin uang sekolah, beda ceritanya sama the second generation.<br />
Mereka harus biayain sekolahnya sendiri&#8230;pulang pergi naik angkot (paling sue jalan kaki ke sekolah dan pulang sekolah)&#8230;lebih sue lagi mereka ada yg tidak bisa meneruskan sekolahnya sampai jenjang tertinggi&#8230;.semua itu terjadi di jaman susah pasca kemerdekaan itu&#8230;.<br />
kemudian orang2 yang tergolong dalam second generation ini mulai bekerja (dengan latar belakang pendidikan yang seadanya (kalo sue pekerjaan mereka ini dijadikan pendapatan inti bagi keluarga mereka)&#8230;.</p>
<p>trus setelah menemukan kekasih hati (cah elahh) mereka menikah&#8230;dimana menikah pun menggunakan biaya sendiri, belum lagi beli rumah dan perabotannya&#8230;.biaya susu bayi kalo udah punya anak, bbiaya ini itu&#8230;.</p>
<p>dan sue&#8217;nya lagi, setelah melangsungkan pesta pernikahan kalo di jaman kita kan dapet angpao yg uang nya bisa digunakan untuk melunasi hutang2 katering, hutang sewa gedung pernikahan, bahkan hutang salon&#8230;kalo aman mereka dapetnya perabotan rumah&#8230;ckckckckkc&#8230;.<br />
mending kalo tuh perabotan isinya AC, Kitchen set, Tipi LCD (tp blun ada juga sih)&#8230;isinya mah gak gitu penting&#8230;antara lain jam dinding2 (sampe berbiji2), tea set(sampe beberapa set dan gak da manfaatnya), seperai, dll,dll&#8230;..</p>
<p>sesudah nikah tau2 punya anak (yah kita2 ini), anaknya bandel, udah punya duid mau disekolahin malah tereak2 ogah sekolah&#8230;..<br />
udah disekolahin sampe SD, SMP, SMA, kuliah (S2 kalo beruntung) tapi nilai tetep pas2an&#8230;.punya pacar yang ganteng, langsung minta kawin&#8230;hahahahaha&#8230;.(lebay ahh)&#8230;<br />
gak berasa waktu udah berjalan berapa puluh tahun&#8230;anak mereka pun tak kunjung sukses (amit2)&#8230;.kembali mereka harus men-support keuangan anak mereka untuk biaya pernikahan (untung yg ini dapetnya angpao)&#8230;biaya DP rumah (kalo lagi sue anaknya dibeliiin rumah sampe lunas)&#8230;.</p>
<p>trus begitu sampe mereka tua&#8230;the second generation is the most powerfull generation, beter than ours&#8230;</p>
<p>akhir kata:<br />
ini hanyalah segelintir cuap2 gw, yang mungkin hanya sesuai hanya dengan kehidupan segelintir orang di Jakarta (Indonesia) &#8230;</p>
<p>Moral of the story:<br />
be the powerfull third generation!!<br />
be inspired instead of be spoiled..=P</p>
<p>****</p>
<p>hari ini hari sumpah pemuda uy!<br />
satu tanah air.<br />
satu bangsa.<br />
satu bahasa.</p>
<p>repost dr <a href="http://anastasiawindy.blogspot.com/">blog tetangga</a>, punyanya si windy&#8230;yang dulu sering mampir ke blog &#8220;the roundedge&#8221; yang lenyap ditelan server&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/selidiki-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joshua is turning one</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/joshua-is-turning-one/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/joshua-is-turning-one/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 23:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[It&#8217;s Friday afternoon, and it is time to wrap things up. Getting ready to go home and off to watch movie and eat pizza *not sure what movie though, LG who sent the sms had no idea either*, hmmm&#8230;.hope it&#8217;s a good movie. It&#8217;s October 17 in Indonesia which means my nephew Joshua is turning [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It&#8217;s Friday afternoon, and it is time to wrap things up. Getting ready to go home and off to watch movie and eat pizza *not sure what movie though, LG who sent the sms had no idea either*, hmmm&#8230;.hope it&#8217;s a good movie.</p>
<p>It&#8217;s October 17 in Indonesia which means my nephew Joshua is turning one today! Time does fly. Last time I saw him, he was 8 months old <a href="http://adimulia.net/blog/2009/06/semua-serba-instant/">inspiring me</a> with everything he does. Now I heard that he has 7 teeth and is learning to express his interest/needs by mumbling. Can&#8217;t wait till next year, I hope I got the chance to see Joshua. I called home the other day and was speaking to Joshua. Though he cannot speak yet, he was just smiling knowing that it&#8217;s my voice. Oh, the beauty of being an uncle.</p>
<p>My brother is also in Bandung for the weekend. Lucky him&#8230;Bandung &#8211; KL is only two hours away. This weekend my family is going to celebrate mom&#8217;s and Joshua&#8217;s birthday. Wish I could join them but oh well&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/joshua-is-turning-one/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emptied Inbox</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/emptied-inbox/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/emptied-inbox/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 20:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Techno]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[For the first time since 2004, my Gmail Inbox is empty! It took me years to realize the &#8220;archive&#8221; function and it took me a year or so to archive the emails. Some emails are important and need to be followed up so I keep them in Inbox. But today I&#8217;ve replied all emails, yay. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>For the first time since 2004, my Gmail Inbox is empty! It took me years to realize the &#8220;archive&#8221; function and it took me a year or so to archive the emails. Some emails are important and need to be followed up so I keep them in Inbox. But today I&#8217;ve replied all emails, yay. Fortunately I only use this email for personal emails, all other emails from mailing lists are securely stored in my secondary email address.</p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/10/emptyinbox2.jpg" alt="emptyinbox2" title="emptyinbox2" width="690" height="313" class="alignnone size-full wp-image-467" /></p>
<p>Realizing that I am currently using 2653 MB (35%) of my 7380 MB, I sometimes wonder what would happen if Gmail crash. So there&#8217;s gotta be disaster recovery plan or some sort :p. There are several ways to back-up your Gmail. Easiest way is to use email client (Outlook, Thunderbird, Mail, etc). Second method is to use <a href="http://www.gmail-backup.com/">Gmail-backup</a> program. And last method is to forward all your emails to secondary email address. I use the latter.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/emptied-inbox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita tentang mobil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/cerita-tentang-mobil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/cerita-tentang-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 15:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu sempet ngobrol sama temen tentang mobil, jadi inget sama mobil-mobil yang selama ini saya pernah pake/punya. Konon pas baru lahir saya pernah dibawa road trip dari Pekanbaru ke Bandung pake Datsun Wagon, gak tau deh tahun berapa and berapa lama perjalanan. Terus pas jaman balita and TK, papa punya Datsun 120Y yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu sempet ngobrol sama temen tentang mobil, jadi inget sama mobil-mobil yang selama ini saya pernah pake/punya. Konon pas baru lahir saya pernah dibawa road trip dari Pekanbaru ke Bandung pake Datsun Wagon, gak tau deh tahun berapa and berapa lama perjalanan. Terus pas jaman balita and TK, papa punya Datsun 120Y yang setiap pagi harus didorong dulu supaya jalan *sweet memories inget sekeluarga dorong mobil tiap pagi.haha* Terus rasanya papa juga pernah pake mobil kantor Land Rover Series I ato II yang dipake buat ke lapangan.</p>
<p><span id="more-407"></span></p>
<p>Terus setelah pindah ke Bandung, era Datsun sudah berlalu. Masuklah jamannya Kijang. Papa pernah punya hampir semua Kijang dari mulai Kijang Doyok, Kijang Kotak Pick-up, Super Kijang, Super Kijang G, Kijang Grand Extra, sampai Kijang capsul. *Hidup Kijang!* Setiap Kijang punya memory masing-masing. Kijang Doyok misalnya, cuma ada tiga gigi, sama remnya masih rem angin jadi harus dikocok dulu. Kijang Pick-up yang dimana kita berlima muat *waktu masi kecil2*. Kijang Grand Extra yang hilang dicuri orang. Sampai Kijang Capsul yang berjasa besar sehingga saya bisa lulus kuliah. Di sela-sela era Kijang, kita sekeluarga sempet pake bbrp mobil lain jg sih, mobil kantor papa yang juga Kijang. Yang bukan kijang paling pernah Toyota Corona jadul, Honda Accord jadul, Timor bobrok, sama Daihatsu Taft.</p>
<p>Pertama kali belajar nyetir pas kelas tiga smp, mulai kebiasaan maju/mundur puterin mobil di halaman rumah. Terus dikasi nyetir ke gereja kalo minggu pagi. Sampe akhirnya bikin sim mobil pas kelas 1 sma. Dan kelas 2 sma dikasi mobil, Datsun SSS thn 1976. Gak kurang tua, tp mobil ini cukup berkesan, namanya juga mobil pertama. Belajar banyak tentang mesin gara-gara mobil ini. Highlights selama pake mobil ini:</p>
<ul>
<li>Pengemis/pengamen jarang dateng&#8230;padahal udah sedian uang receh.</li>
<li>Pernah mogok gara2 abis bensin. Indikator bensinnya misleading.</li>
<li>Pernah menembus banjir and dengan sukses mati mesin.</li>
<li>Kalo ujan atapnya bocor, kaca berembun, gak ada ac, cm ada kipas angin Duh.</li>
<li>Turun mesin, cari-cari spare parts sampe ke pasar loak gara2 udah tergolong mobil langka.</li>
</ul>
<p>Pas di jamannya, Datsun SSS ini tergolong canggih secara mesinnya udah 1.5 liter SOHC, dual carburator, rear whell drive pula. Oh well, begitu pindah ke Canada, udah gak ada yang pake lagi mobil ini, and akhirnya dijual. Mobilnya warna merah PDI sama persis kaya gambar di bawah ini, cuma beda di spion aja.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-406" title="sss" src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/10/sss.jpg" alt="sss" width="698" height="335" /></p>
<p>Di Canada, setelah tiga tahun berpetualang dengan public transit, akhirnya beli mobil juga. Honda Civic 1997. Rasanya puas banget secara beli pake duit sendiri sejak saya swasembada beras 2006 *halah*. Mobil ini juga lumayan berkesan.</p>
<ul>
<li>Kalo dipake 3-4 thn lagi, mileage mobil ini sm dengan jarak bumi ke bulan.</li>
<li>Mogok pas winter gara2 alternator mati, untung mogok di dpn gereja.</li>
<li>Mogok lagi gara2 cv joint patah, untung mogok deket rumah.</li>
<li>Mobil bersejarah yang ikut sy landed sbg PR di US-Canada border.</li>
<li>Paling kenceng dibawa jalan 170 km/jam.</li>
<li>Pernah copot knalpot pas lagi sama temen2, malu jg kalo inget.lol.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-409" title="civic" src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/10/civic.jpg" alt="civic" width="640" height="480" /></p>
<p>Orang sering komentar, gila berani juga ya lu pake mobil tua. Yah, abis dr mobil pertama udah terlatih sama mobil yang lebih tua. Jadi kalo mogok ya gak sampe gmana gitu, tinggal kepinggirin, terus panggil derek. Mobil jaman skrg biasanya jarang mogok tiba2 kok secara udah pake ECU, biasanya ada indikator. Paling kalo rusak mechanical udah ada gejala-gejalanya. Kalo rusak electrical yang kadang agak susah.</p>
<p>Sekarang masi carless&#8230;masi berpikir secara belum gtu kerasa perlu. Sayang juga klo mobil cm diparkir depan rumah tiap hari. We&#8217;ll see&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/cerita-tentang-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mama Ulang Tahun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 12:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Semalam ngobrol sama mama. Mama ulang tahun hari ini, gak kerasa beliau udah umur 59 lagi. Somehow semakin hari, mama terlihat semakin content dengan hidupnya. Sulit dibayangin mama bisa jadi ibu rumah tangga udah 30 tahun lebih, gak pernah mengeluh tentang mengurus rumah, apapun kondisinya mama selalu bersyukur. Mungkin rahasia mama, ada di pagi hari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam ngobrol sama mama. Mama ulang tahun hari ini, gak kerasa beliau udah umur 59 lagi. Somehow semakin hari, mama terlihat semakin content dengan hidupnya. Sulit dibayangin mama bisa jadi ibu rumah tangga udah 30 tahun lebih, gak pernah mengeluh tentang mengurus rumah, apapun kondisinya mama selalu bersyukur. Mungkin rahasia mama, ada di pagi hari, setiap pagi dia bangun dia selalu mulai dengan baca Alkitab dan berdoa.<span id="more-426"></span></p>
<p>Kemarin saya bilang sama mama, &#8220;ma, martin belum tahu rencana ke depan seperti apa, mama doakan ya supaya tuntunan Tuhan bisa jelas martin harus ngapain dan dimana&#8221;. Mama bilang, &#8220;iya, mama selalu doain anak-anak semua tiap hari&#8221;. Yup, that my mom. Semua anak udah keluar rumah, tapi doanya tetap setiap hari. Di doa ibuku, namaku disebut! <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nada-nada yang indah<br />
Selalu terurai darimu<br />
Kenakalanku waktu kecil<br />
Tak pernah jadi deritamu</p>
<p>Tangan halus dan suci<br />
Telah kau berikan tuk besarkanku<br />
Hati mulia dan kasih yang tulus<br />
Telah kau curahkah tak habis-habisnya</p>
<p>Selamat ulang tahun mama!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yaletown</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/yaletown/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/yaletown/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 03:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, barang udah diberesin semua. Tinggal kotak gitar sama satu koper aja yang belum dibuka. Hari ini sempet ke Ganache di daerah Yaletown, nemenin temen beli birthday cake. Sepertinya enak, standar european bakery. Trus lanjut jalan ke daerah Yaletown. Nemu tempat favorit baru buat baca buku nih&#8230;sambil menyelam minum air&#8230;.sambil baca buku, sambil jalan kaki. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya, barang udah diberesin semua. Tinggal kotak gitar sama satu koper aja yang belum dibuka. Hari ini sempet ke <a href="http://www.ganacheyaletown.com/">Ganache</a> di daerah Yaletown, nemenin temen beli birthday cake. Sepertinya enak, standar european bakery. Trus lanjut jalan ke daerah Yaletown. Nemu tempat favorit baru buat baca buku nih&#8230;sambil menyelam minum air&#8230;.sambil baca buku, sambil jalan kaki. Dua hobby bisa jalan sekaligus <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/08/12082009988.jpg" alt="Yaletown" title="Yaletown" width="640" height="480" class="alignnone size-full wp-image-261" /></p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/08/12082009989.jpg" alt="Yaletown dockside" title="Yaletown dockside" width="640" height="480" class="alignnone size-full wp-image-263" /></p>
<p>Besok mau kesana lagi, explore.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/yaletown/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya percaya manusia bisa berubah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/saya-percaya-manusia-bisa-berubah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/saya-percaya-manusia-bisa-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 03:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[People do mistakes, so do I. People correct mistakes, so do I. People do change, so do I. Mungkin kadang orang bingung, si Martin ini kok sembilan bulan lalu ngomong A, tujuh bulan lalu berubah dari ngomong A ke B, dan tiga bulan lalu berubah lagi dari B ke C. Mungkin lama-lama orang udah sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>People do mistakes, so do I.<br />
People correct mistakes, so do I.<br />
People do change, so do I.</p>
<p>Mungkin kadang orang bingung, si Martin ini kok sembilan bulan lalu ngomong A, tujuh bulan lalu berubah dari ngomong A ke B, dan tiga bulan lalu berubah lagi dari B ke C. Mungkin lama-lama orang udah sampe pada pemikiran, ABCD, aduh bo cape deh! <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kadang jadi sandungan bagi diri sendiri sih, saya dituduh jadi orang yang gak konsisten. Tanpa ada maksud jadi orang yang plin plan, percayalah bahwa saya selalu berusaha menjadi orang yang konsisten. Hence, kadang saya lebih suka untuk mengambil waktu lebih lama dalam mengambil beberapa keputusan, apalagi klo keputusan itu menyangkut emosi saya sebagai manusia. Emang kejadian siginifikan di masa lalu sadar gak sadar mempengaruhi bagaimana saya bertindak di masa sekarang.</p>
<p>Saya percaya manusia bisa berubah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/saya-percaya-manusia-bisa-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/anjing-menggonggong-kafilah-tetap-berlalu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/anjing-menggonggong-kafilah-tetap-berlalu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 18:31:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokes]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu Hmmmm&#8230;mungkin anjing itu menggongong karena anjing itu&#8230;. Tak bisa menari dikatakan lantai yang berjungkit Andai&#8230;semua orang pintar, dan gak dengerin anjing yang menggonggong itu&#8230;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu</p></blockquote>
<p>Hmmmm&#8230;mungkin anjing itu menggongong karena anjing itu&#8230;.</p>
<blockquote><p>Tak bisa menari dikatakan lantai yang berjungkit</p></blockquote>
<p>Andai&#8230;semua orang pintar, dan gak dengerin anjing yang menggonggong itu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/anjing-menggonggong-kafilah-tetap-berlalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gua denger-denger</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/gua-denger-denger/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/gua-denger-denger/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 05:07:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Gua denger-denger elo lagi deket sama si itu ya? Gua denger-denger elo sekarang pergi ke tempat itu ya? Gua denger-denger elo kemarin jalan sama si itu ya? Begitu saya tanya dengar dari siapa? Cuma ketawa-ketawa. Ayolah&#8230;berhenti bergosip.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gua denger-denger elo lagi deket sama si itu ya?<br />
Gua denger-denger elo sekarang pergi ke tempat itu ya?<br />
Gua denger-denger elo kemarin jalan sama si itu ya?</p>
<p>Begitu saya tanya dengar dari siapa? Cuma ketawa-ketawa.<br />
Ayolah&#8230;berhenti bergosip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/gua-denger-denger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transformers Bumblebee</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/06/transformer-bumblebee/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/06/transformer-bumblebee/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 21:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[For the last three days or so, my friends in facebook are talking about three movies: Transformer, Garuda di Dadaku, and King. My interest is clearly the first one. Being a fan of bumblebee, I bought the first toy last year after seeing Edward&#8217;s (my friend&#8217;s son). And I got the new version of Bumblebee [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>For the last three days or so, my friends in facebook are talking about three movies: Transformer, Garuda di Dadaku, and King. My interest is clearly the first one. Being a fan of bumblebee, I bought the first toy last year after seeing Edward&#8217;s (my friend&#8217;s son). And I got the new version of Bumblebee in February at Walmart. I&#8217;ve been looking for this new Bumblebee since last year. I found one in Crystal Mall Vancouver but it was a bit pricey, $35. The normal price at Walmart is $15, btw. Shortly after, I got one at Walmart Calgary!</p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/06/26062009734.jpg" alt="Bumblebee" title="Bumblebee" width="448" height="336" class="alignleft size-full wp-image-57" /></p>
<p>Oh well, I&#8217;m planning to watch the movie this Saturday in Chinook. Hope it&#8217;s a good one. Other bumblebee fans around the world are so creative. Here is one fan in China who created <a href="http://wonderdasher.blog.sohu.com/59275208.html">the papercraft</a> version from KFC boxes. And also from China, <a href="http://www.autoblog.com/2009/06/22/we-are-all-bumblebee-beijing-transformers-fans-gather-to-celebr/">yellow car owners</a> are dressing their car into &#8220;bumblebee-look&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/06/transformer-bumblebee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

