<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung batu &#187; Kasih &amp; Pengharapan</title>
	<atom:link href="http://gunung-batu.com/tag/kasih-pengharapan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gunung-batu.com</link>
	<description>tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 07:54:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Apakah makna kasih?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 22:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[Seorang kiai datang mengeluh kepada Gus Dur karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai sambat. Dengan enteng, Gus Dur menjawab, &#8220;Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!&#8221; Ya, itulah Tuhan kita: Tuhan Yesus. Ada ayat dari 1 Yohanes 3:16: Demikianlah kita ketahui kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang kiai datang mengeluh kepada Gus Dur karena satu di antara empat anaknya masuk Kristen. Sang kiai sambat. Dengan enteng, Gus Dur menjawab, &#8220;Sampeyan jangan mengeluh kepada Tuhan. Nanti Tuhan akan bilang, saya saja punya anak satu-satunya masuk Kristen!&#8221;</p>
<p>Ya, itulah Tuhan kita: Tuhan Yesus. </p>
<p>Ada ayat dari 1 Yohanes 3:16:</p>
<blockquote><p>Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.</p></blockquote>
<p>Ada juga yang lebih terkenal Yohanes 3:16</p>
<blockquote><p>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.</p></blockquote>
<p>Seberapa nyata ayat itu dalam hidup kita? Belakangan ini saya merasa pertumbuhan rohani saya cukup struggling. Mungkin pertumbuhan rohani setiap orang itu beda-beda caranya ya. Ada yang bisa (sepertinya) bertumbuh rohani dengan mendengar kotbah yang enak-enak, teologi kemakmuran, bicara berkat. Ada yang bisa (sepertinya) bertumbuh dengan mendengar kotbah yang lembut-lembut, bicara tentang hidup yang mengasihi, menolong sesama. Tapi saya (sepertinya) bertumbuh lewat kotbah yang kritis, yang mengupas ayat-ayat Alkitab secara mendalam. Di kalimat-kalimat sebelumnya saya sisipkan kata &#8220;sepertinya&#8221; karena saya sendiri tidak tahu, apakah benar bertumbuh apa tidak.<span id="more-2044"></span></p>
<p>Di penghujung tahun ini, saya ingat dengan <a href="http://vimeo.com/8707046" target="_blank">kotbah</a> Pdt. Stefanus Theophilus. Beliau adalah pendeta, mentor, dan sekaligus sahabat saya selama kurang lebih satu tahun. Di dalam hidup ada beberapa hal, yaitu kesempatan-kesempatan yang <strong>kita harus memilih</strong> salah satu yang kita anggap paling tepat. Ada beberapa ilustrasi yang diambil dari ilustrasinya Michael Sandel, seorang profesor filosofi politik di Harvard. Kalau mau nonton versi panjangnya, klik <a href="http://www.ted.com/talks/michael_sandel_what_s_the_right_thing_to_do.html" target="_blank">disini</a>.</p>
<p><strong>Ilustrasi 1:</strong><br />
Anda menyetir mobil di jalanan yang menurun tapi remnya blong. Di ujung jalan ada lima orang menyebrang jalan. Kalau anda banting setir, ada satu orang di pinggir jalan. Pilihan apa yang akan anda ambil? Secara sederhana, mayoritas dari kita akan memilih tabrak yang satu orang donk ya? Lebih baik satu yang mati daripada lima orang?</p>
<p><strong>Ilustrasi 2:</strong><br />
Anda berdiri di pinggir jalan yang menurun di sebelah jurang. Dari jauh anda melihat ada mobil yang remnya blog. Penumpang mobilnya ada lima orang. Kalau mobil itu menabrak anda, anda akan mati, dan mobil itu akan masuk jurang. Nah, di sebelah anda, ada orang yang besar banget yang andaikata dia ditabrak mobil, mobil itu akan berhenti (gak masuk jurang, penumpangnya selamat), tapi orang yang berbadan besar itu akan mati. Pilihan apa yang akan anda ambil? Lebih baik lima orang selamat yah dibanding satu orang?</p>
<p><strong>Ilustrasi 3:</strong><br />
Anda adalah seorang dokter. Ada lima pasien, korban kecelakaan mobil. Kondisi mereka semua kritis, ada yang gagal jantungnya, livernya, ginjalnya, paru-paru, pankreas. Mereka semua bakal mati kalau ngga ada donor organ. Nah, di ruangan sebelah, ada satu pasien yang sehat, lagi tidur. Anda bisa membunuh satu pasien sehat itu, dan menyelematkan lima pasien lain. Pilihan apa yang akan anda ambil?</p>
<p><strong>Utilitarianisme</strong></p>
<p>Di dalam keadaan demikian, inilah namanya utilitarianisme. Intinya, kalau dihadapkan pada suatu pilihan, seorang utilitarian akan memilih pilihan yang menghasilkan kebahagian untuk orang banyak. Tapi ilustrasi di atas adalah sederhana, kita tidak tahu lima orang itu siapa, satu orang itu siapa, dan lain sebagainya. Kita lanjut lagi ke ilustrasi selanjutnya ya.</p>
<p><strong>Ilustrasi 4:</strong><br />
Sama seperti ilustrasi 3 di atas tapi ternyata yang lima pasien itu adalah tukang sampah. Yang satu orang sehat adalah presiden. Sekarang gimana? Apakah kita biarkan lima orang yang &#8220;ngga penting&#8221; ini tetap mati? Atau bunuh satu orang &#8220;penting&#8221; ini. Atau lebih ekstrim lagi, yang satu orang adalah anak kandung kita. Sekarang kita harus memilih. Bagaimana?</p>
<p>Untuk selamatkan satu, kadang kala harus korbankan yang lain. Seringkali perlu pengorbanan. Dari ilustrasi di atas, kita selalu berpikir sebagai pihak yang selalu ingin diuntungkan. Kita tidak pernah berpikir, kita ada di pihak yang dirugikan. Kita tidak pernah berpikir, &#8220;Kenapa ngga kita aja yang dikorbankan?&#8221;</p>
<p><strong>Bagaimana dengan keselamatan?</strong></p>
<p>Terbayangkah bagaimana perasaan Tuhan ketika dia harus mengutus Yesus ke dunia. Lebih lagi, bagaimana perasaan Tuhan ketika melihat Yesus mati disalib? Kenapa Tuhan ngga biarkan saja semua manusia mati? Dia kan Tuhan, kita ciptaanNya. Disinilah pergumulan kita sebagai orang Kristen. Apakah makna dari anugerah keselamatan? Kita seringkali terbuai dengan lembutnya kasih. Seperti lagu ini:</p>
<blockquote><p>Kasih pasti lemah lembut<br />
Kasih pasti memaafkan<br />
Kasih pasti murah hati<br />
KasihMu, kasihMu Tuhan</p>
<p>Ajarilah kami ini saling mengasihi<br />
Ajarilah kami ini saling mengampuni<br />
Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan<br />
KasihMu Kudus tiada batasnya</p></blockquote>
<p>Lagu di atas ada benarnya. Tapi jauh dari kesan lemah lembut, kasih Tuhan adalah suatu kondisi dimana Tuhan ngotot mengasihi manusia sampai berkorban. Istilah bahasa Inggrisnya, <strong>unwavering God&#8217;s love</strong>. Untuk mengasihi kita, ada pengorbanan yang Tuhan lakukan. Mengasihi itu bukan sesuatu yang mudah, bukan sesuatu yang menguntungkan. Kalau kita mengasihi karena hal itu menguntungkan, rasanya kasih itu cukup dangkal yah.</p>
<p>Kasih adalah adanya kesediaan dimana kita dihadapkan pada dua pilihan, kita memilih pilihan yang tidak menguntungkan. Di Yohanes 3:16, konteksnya artinya Dia memberikan diriNya menjadi korban. Demi manusia yang bisa diselamatkan, Tuhan mau mengaruniakan anakNya yang tunggal.</p>
<p><strong>Keselamatan hanya di dalam Kristus</strong></p>
<p>Hanya Kristus yang berhak mengatakan Dia siap menjadi korban. Kenapa? Semua orang di dunia ini semuanya sama dengan kita. Sama-sama bernafas, makannya sama, bisa sakit, bisa berjuang, bisa gagal. Jadi kalau kita bilang di dalam agama lain juga bisa selamat, sedangkan pendiri, pemimpin agama di dunia adalah manusia. Jadi tidak ada bedanya dengan kita. Kalau kembali ke ilustrasi #1, mereka ada di dalam mobil sama dengan kita, bagaimana mereka bisa bilang mereka akan menyelamatkan kita? Hanya orang di luar mobil lah yang bisa menyelamatkan, yaitu cuma ada satu: Tuhan Yesus. Karena Tuhan berada di luar kendaraan itu, di luar dunia, di luar dosa. Dia datang ke dunia.</p>
<p>Kita tidak bicara pemimpin agama lain itu orang baik atau tidak. Mereka semua adalah orang baik, banyak dari mereka melakukan hal lebih baik daripada orang Kristen sendiri, tapi yang jadi masalah adalah mereka berada di dalam satu kendaraan dengan kita. Di dalam dosa. Yang bisa menyelamatkan kita adalah Tuhan Yesus yang berada di luar dosa.</p>
<p><strong>Tahun 2012</strong></p>
<p>Masuk di tahun yang baru ini, saya diingatkan kembali akan kasih Tuhan. Kasih yang tidak murah. Seperti lagunya Downhere yang judulnya How Many Kings:</p>
<blockquote><p>Follow the star to a place unexpected<br />
Would you believe after all we’ve projected<br />
A child in a manger</p>
<p>Lowly and small, the weakest of all<br />
Unlikeliness hero, wrapped in his mothers shawl<br />
Just a child<br />
<strong>Is this who we’ve waited for?</strong></p>
<p>Cause how many kings, stepped down from their thrones?<br />
How many lords have abandoned their homes?<br />
How many greats have become the least for me?<br />
How many Gods have poured out their hearts<br />
To romance a world that has torn all apart?<br />
<strong>How many fathers gave up their sons for me?</strong><br />
Only one did that for me</p></blockquote>
<p>Semoga Tuhan yang sama yang sudah menyertai saya di tahun 2011, menyertai saudara juga di tahun 2012!</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/5UyiAnUE53U?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/12/apakah-makna-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Were you there when they crucified my Lord</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/were-you-there-when-they-crucified-my-lord/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/were-you-there-when-they-crucified-my-lord/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 22:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1916</guid>
		<description><![CDATA[Can you imagine the scene in Matthew 26:38-42? When Jesus says, &#8220;My soul is exceedingly sorrowful, even to death&#8221;. And when Jesus begged the Father if this cup cannot be taken away. Can you imagine Jesus was praying to the Father and he was literally sweating blood? Is there any way you can take this [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Can you imagine the scene in Matthew 26:38-42? When Jesus says, &#8220;My soul is exceedingly sorrowful, even to death&#8221;. And when Jesus begged the Father if this cup cannot be taken away. Can you imagine Jesus was praying to the Father and he was literally sweating blood? Is there any way you can take this cup from me? How in the world is any dad look at his son who is begging him and begging him so bad that he was sweating blood?</p>
<p><a href=" http://www.youtube.com/watch?v=uuwdYGijCBI">Were you there when they crucified my Lord</a>? Do you remember the moment when you &#8220;got it?&#8221; When you first realized you loved God with your heart, mind, and soul?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/were-you-there-when-they-crucified-my-lord/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panti Roslin</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 15:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan cerita Cpt. Budi Soehardi? Beliau punya channel di youtube: http://www.youtube.com/user/BudiSoehardi Ah, jauh dari hiruk pikuk dunia yang semakin self-centered ini, masih ada orang yang mau melayani dengan tulus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat dengan <a href="http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/">cerita Cpt. Budi Soehardi</a>? Beliau punya channel di youtube: http://www.youtube.com/user/BudiSoehardi</p>
<p>Ah, jauh dari hiruk pikuk dunia yang semakin self-centered ini, masih ada orang yang mau melayani dengan tulus.</p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dO8ENVtKix0?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/dO8ENVtKix0?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belum != tidak</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 21:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Grace]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1888</guid>
		<description><![CDATA[Yang belum TERLIHAT bukan berarti TIDAK ADA Yang belum DITEMUKAN bukan berarti HILANG Yang belum BERHASIL bukan berarti GAGAL Dimana ada DOA di situ pasti ada JAWABAN Dimana ada PENGHARAPAN di situ ada KEKUATAN, dan Dimana ada KASIH di situ ada ANUGERAH dari TUHAN.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/06/rockclimbing-271x300.jpg" alt="" title="rockclimbing" width="180" height="210" class="alignright size-medium wp-image-1890" />Yang belum TERLIHAT bukan berarti TIDAK ADA<br />
Yang belum DITEMUKAN bukan berarti HILANG<br />
Yang belum BERHASIL bukan berarti GAGAL</p>
<p>Dimana ada DOA di situ pasti ada JAWABAN<br />
Dimana ada PENGHARAPAN di situ ada KEKUATAN, dan<br />
Dimana ada KASIH di situ ada ANUGERAH dari TUHAN.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/belum-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keinginan atau harapan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 21:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1853</guid>
		<description><![CDATA[Sambil kerja saya biasa dengerin lagu dari Grooveshark. Di playlistnya ada lagu U2 &#8211; Beautiful Day yang bagian liriknya begini: What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now What you don&#8217;t know you can feel it somehow What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now Don&#8217;t need it now Was a beautiful day [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sambil kerja saya biasa dengerin lagu dari Grooveshark. Di playlistnya ada lagu U2 &#8211; Beautiful Day yang bagian liriknya begini:</p>
<p>What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now<br />
What you don&#8217;t know you can feel it somehow<br />
What you don&#8217;t have you don&#8217;t need it now<br />
Don&#8217;t need it now<br />
Was a beautiful day </p>
<p>Yang kita ngga punya sekarang adalah sesuatu yang tidak kita butuhkan. Masa iya sih bener demikian? Dsini ada dua hal yang dibahas: kebutuhan vs. keinginan. Dua hal ini berbeda, untuk lebih jelasnya, coba deh baca buku Charles Stanley yang judulnya <a href="http://www.amazon.com/Our-Unmet-Needs-Charles-Stanley/dp/0840791437">&#8220;Our Unment Needs&#8221;</a>. Bagus banget. Intinya kan apa yang kita inginkan itu kan belum tentu kita butuhkan. Saya ingin punya uang 1 juta rupiah misalnya, tapi uang itu belum tentu saya butuhkan.<span id="more-1853"></span></p>
<p>Bicara tentang keinginan, kadang agak-agak sulit karena setiap keinginan yang beda. Keinginan seorang jomblo jelas beda dengan keinginan orang yang sudah menikah. Yang jomblo menginginkan dapat jodoh. Yang sudah menikah mungkin menginginkan kehadiran seorang anak. Keinginan juga berganti-ganti dari waktu ke waktu.</p>
<p>Nah, bagaimana kalau kata &#8220;keinginan&#8221; disini kita ganti dengan kata &#8220;harapan&#8221;. Kalimatnya begini jadinya: Yang jomblo mengharapkan dapat jodoh. Yang menikah mengharapkan kehadiran seorang anak. Kalimatnya mendadak berubah menjadi lebih soft. Emang gampang mengatakan apa yang kita harapkan belum tentu kita butuhkan. Tetapi sulit kita mengatakan mempunyai sebuah harapan adalah sesuatu yang salah.</p>
<p>Ketika keinginan kita gak terwujud, kita mungkin masi bisa bilang &#8220;Yah Tuhan, gak apa-apa, mungkin apa yang aku inginkan ini emang tidak aku butuhkan&#8221;. Tapi kalau kita pakai kata &#8220;harapan&#8221;, mungkin kita bisa berdoa, &#8220;Tuhan, masa aku punya harapan ini salah sih sampai Tuhan gak mau beri&#8221;. Lebih lagi kalau pake kata &#8220;sudah&#8221;. &#8220;Saya sudah melakukan A, B, C, tapi harapan saya gak pernah terwujud&#8221;.</p>
<p>Kadang harapan itu cuma versi halus dari keinginan. Bagaimana kita menanggapi harapan/keinginan yang tidak terwujud? C.S. Lewis pernah bilang seperti ini:</p>
<blockquote><p>If you think of this world as a place intended simply for our happiness, you find it quite intolerable: <strong>think of it as a place for correction and it&#8217;s not so bad</strong>. </p>
<p>Imagine a set of people all living in the same building. Half of them think it is a hotel, the other half think it is a prison. Those who think it a hotel might regard it as quite intolerable, and those who thought it was a prison might decide that it was really surprisingly comfortable. </p>
<p>So that what seems the ugly doctrine is one that comforts and strengthens you in the end. The people who try to hold an optimistic view of this world would become pessimists: the people who hold a pretty stern view of it become optimistic</p>
<p>-C.S. Lewis</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/03/keinginan-atau-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Remembering 911</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/09/remembering-911/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/09/remembering-911/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2010 14:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1621</guid>
		<description><![CDATA[Though you have made me see troubles, many and bitter, you will restore my life again; from the depths of the earth you will again bring me up.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Though you have made me see troubles, many and bitter, you will restore my life again; from the depths of the earth you will again bring me up.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/09/remembering-911/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agunglah Kasih Allahku</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 23:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lelah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya; Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah. Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma, Dia mencari yang sesat dan diampuniNya. Reff: O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya! Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya Pabila zaman berhenti dan tahta dunia pun lebur, meskipun orang yang keji telah menjauh dan takabur, namun kasihNya tetaplah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agunglah kasih Allahku, tiada yang setaranya;<br />
Neraka dapat direngkuh, kartikapun tergapailah.<br />
Kar’na kasihNya agunglah, Sang Putra menjelma,<br />
Dia mencari yang sesat dan diampuniNya.</p>
<p>Reff:<br />
O kasih Allah agunglah! Tiada bandingnya!<br />
Kekal teguh dan mulia! Dijunjung umatNya<br />
<span id="more-1546"></span><br />
Pabila zaman berhenti dan tahta dunia pun lebur,<br />
meskipun orang yang keji telah menjauh dan takabur,<br />
<strong>namun kasihNya tetaplah, teguh dan mulia.</strong><br />
Anug’rah bagi manusia, dijunjung umatNya.</p>
<p>Andaikan laut tintanya dan langit jadi kertasnya,<br />
andaikan ranting kalamnya dan insan pun pujangganya,<br />
takkan genap mengungkapkan hal kasih mulia<br />
dan langit pun takkan lengkap memuat kisahnya.</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=d7zXqln5KUo">[Youtube]</a></p>
<p>***<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=Fla6EO07I3E">The Love of God</a></p>
<p>The love of God is greater far<br />
Than tongue or pen can ever tell;<br />
It goes beyond the highest star,<br />
And reaches to the lowest hell;<br />
The guilty pair, bowed down with care,<br />
God gave His Son to win;<br />
His erring child He reconciled,<br />
And pardoned from his sin.</p>
<p>Reff:<br />
Oh, love of God, how rich and pure!<br />
How measureless and strong!<br />
It shall forevermore endure—<br />
The saints’ and angels’ song.</p>
<p>When hoary time shall pass away,<br />
And earthly thrones and kingdoms fall,<br />
When men who here refuse to pray,<br />
On rocks and hills and mountains call,<br />
God’s love so sure, shall still endure,<br />
All measureless and strong;<br />
Redeeming grace to Adam’s race—<br />
The saints’ and angels’ song.</p>
<p>Could we with ink the ocean fill,<br />
And were the skies of parchment made,<br />
Were every stalk on earth a quill,<br />
And every man a scribe by trade;<br />
To write the love of God above<br />
Would drain the ocean dry;<br />
Nor could the scroll contain the whole,<br />
Though stretched from sky to sky.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/07/agunglah-kasih-allahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang dicari?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 20:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun yang lalu, sepulang kerja seperti biasa saya naik train dari downtown ke rumah. Kebetulan waktu itu satu kereta sama (kita sebutlah) Om A. Saya ingat beliau bilang, &#8220;Tin, kamu liat ini semua orang yang berdiri di kereta ini? Setiap hari mereka pulang ke rumah sambil bawa beberapa lembar dollar. Ada yang bawa satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun yang lalu, sepulang kerja seperti biasa saya naik train dari downtown ke rumah. Kebetulan waktu itu satu kereta sama (kita sebutlah) Om A. Saya ingat beliau bilang, &#8220;Tin, kamu liat ini semua orang yang berdiri di kereta ini? Setiap hari mereka pulang ke rumah sambil bawa beberapa lembar dollar. Ada yang bawa satu lembar, ada yang bawa beberapa lembar.&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-1424" title="train" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/04/train-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" />Sekarang kadang kalau saya pulang kerja naik train, melihat ekspressi macam-macam orang, saya membayangkan semua orang ini lagi perjalanan pulang setelah seharian kerja, masing-masing mengantongi beberapa lembar uang yang dihasilkan hari itu. Ada yang banyak, ada yang sedikit, ada yang tidak sama sekali. Tapi mereka semua melanjutkan hidup mereka, ada yang sebentar lagi akan bertemu keluarganya. Ada yang mungkin masih harus sekolah, atau bekerja. Saya juga mikir, apa orang seumur hidup begini terus ya? Pergi kerja, pulang kerja, weekend santai, atau mungkin ke gereja.</p>
<p><span id="more-1422"></span>Scene di atas jadi mengingatkan saya pada lagu sekolah minggu. Walaupun dulu sekolah minggu jarang perhatiin guru, saya masih ingat lah beberapa lagunya.haha. Lirik lagunya begini:</p>
<p>Apa yang dicari orang? ..uang (2x)<br />
Apa yang dicari orang<br />
Siang malam hari petang<br />
<span style="text-decoration: underline;">Uang uang uang bukan Tuhan Yesus</span></p>
<p>Apa yang dicari Tuhan? ..saya (2X)<br />
Apa yang dicari Tuhan<br />
Siang malam hari petang<br />
<span style="text-decoration: underline;">Saya-saya-saya anak Tuhan Yesus</span></p>
<p>***</p>
<p>Di masa Paskah ini saya merenung. Terutama di tengah-tengah kesibukan yang seolah tidak pernah berkurang, saya merasa perlu menyisihkan waktu untuk merefleksikan arti hidup ini, arti Paskah sendiri. Seorang teman (kita sebutlah) KH, beberapa minggu yang lalu bercerita bahwa di dalam hidup ini, ada tiga &#8220;P&#8221; yang orang selalu kejar:</p>
<p><strong>Possession</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk memiliki sesuatu, mungkin punya rumah bagus, mobil mewah, barang bermerk. Bukannya salah untuk memiliki itu semua, tapi hidup mengejar possession tidak akan pernah selesai.</p>
<p><strong>Pride</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk sebuah kebanggaan, mungkin bangga dengan gelar akademis yang ada. Bangga dengan gaya hidup, bangga dengan karir.</p>
<p><strong>Pleasure</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk sebuah kesenangan hidup. Setiap minggu party sana sini. Hidup hanyalah mencari kesenangan semata.</p>
<p>Apakah ini semua yang kita kejar? Apakah ini alasan kita hidup? Rasanya ngga.</p>
<blockquote><p>Rumah kita yang terakhir di dunia adalah tanah 1&#215;2 m, yaitu kuburan. Mobil yang akan kita naiki terakhir di dunia adalah mobil jenazah. Gelar yang akan kita raih terakhir adalah almarhum. Ketampanan, kecantikan, dan kelebihan fisik yang kita banggakan pada akhirnya akan menjadi tulang.</p></blockquote>
<p>Disinilah kita butuh &#8220;P&#8221; yang terakhir&#8230;</p>
<p><strong>Purpose</strong> &#8211; apa tujuan hidup ini? Untuk memiliki ini itu? Untuk bisa berbangga hati atas prestasi yang ada? Untuk mencari kesenangan? Faktor purpose ini lah yang membuat seseorang beda dengan yang lain.</p>
<p>Ketika saya memikirkan tujuan hidup, saya mau tidak mau dihadapkan pada kebenaran hidup ini. Balik lagi ke pertanyaan-pertanyaan basic, kenapa kita ada di dunia? Siapa yang menciptakan kita? Untuk apa kita diciptakan oleh Sang Pencipta? Habis mati kita mau kemana?</p>
<p>***</p>
<p>Hari ini adalah hari Jumat Agung. Moment Tuhan Yesus mati di kayu salib. That&#8217;s it. Mati untuk apa? Mati untuk siapa? Kenapa Tuhan mati di kayu salib? Emang Tuhan salah apa? Mengapa Tuhan <span style="text-decoration: underline;">menyerahkan</span> nyawaNya? Allah Bapa bahkan udah tau dari awal, dari sebelum dosa itu ada bahwa Dia akan mengirim Yesus untuk menderita. Saya dulu tidak terlalu peduli.</p>
<p>Ada banyak hal yang saya tidak mengerti mengapa terjadi, baik ataupun buruk, tetapi pengalaman hidup beberapa tahun belakangan ini sangatlah berbeda. Tuhan terus mengarahkan (tapi tidak pernah memaksakan) saya untuk selalu percaya padaNya. Semakin belajar firman Tuhan, saya semakin percaya kalo hidup kita ini untuk memuliakan Tuhan. Tuhan berkarya bukan melalui keajaiban-keajaiban yang menakjubkan, tapi membawa saya pada suatu kesadaran bahwa saya orang berdosa (Yoh 16). Suatu kerinduan untuk mencari dan bergumul tentang tujuan hidup yang sesungguhnya.</p>
<p>Saya percaya hidup lebih dari sekedar possesion, pride, pleasure. Ada tujuan besar mengapa kita masih bernafas pada detik ini. Di dalam perjalanan kita mengerti tujuan hidup ini, ingatlah Tuhan mencintai kita sampai rela mati di kayu salib, dan bangkit ke surga. Dia adalah Tuhan.</p>
<blockquote><p>&#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.&#8221; ~ Yohanes 15:9-10</p>
<p>&#8220;As the Father has loved me, so have I loved you.  Now remain in my love.  If you obey my commands, you will remain in my love, just as I have obeyed my Father&#8217;s commands and remain in his love.&#8221; ~John 15:9-10</p></blockquote>
<p>Selamat Paskah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada kasih, ada pengorbanan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Someone said, &#8220;Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.&#8221; Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, &#8220;Mau punya adik gak?&#8221;. Cici jawab, &#8220;Mau&#8230;mau adik cewe&#8221;. Abang jawab, &#8220;ga ah, cowo aja&#8221;. Mereka ngotot2an ala anak kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/Puzzle.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1342" title="Puzzle" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/Puzzle-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Someone said, &#8220;Life should be lived in a forward motion but can be understood only by looking back.&#8221;</p>
<p>Dua puluh empat atau dua puluh lima tahun yang lalu mama nanya sama cici dan abang saya, &#8220;Mau punya adik gak?&#8221;. Cici jawab, &#8220;Mau&#8230;mau adik cewe&#8221;. Abang jawab, &#8220;ga ah, cowo aja&#8221;. Mereka ngotot2an ala anak kecil dan kita semua pada akhirnya tau, *jreng2* lahirlah saya. Saya baru ingat lagi sama cerita itu hari ini, hari anniversary mama papa. Beberapa tahun terakhir, terutama setelah kita semua udah tinggal terpencar, saya merasa bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang lebih dari yang saya sebelumnya harapkan. Keluarga bukan sekedar ada karena &#8220;request minta adik&#8221; di atas.<span id="more-1341"></span></p>
<p>Lucu kalo ngebayangin jaman masi SD misalnya. Rutinitas pagi, lima orang siap2 di waktu yang sama. Tiga anak masuk pagi semua, sekolahnya beda. Sarapan di mobil sambil ngantuk2. Bikin PR di mobil. Kadang saya terlambat gara2 dianterin paling terakhir. Pake sepatu di mobil. Malah pernah suatu hari, sepatu ketinggalan sebelah di rumah. Haha, hal-hal kaya gini kalo diliat sekarang terasa lucu dan bikin kangen.</p>
<p>Ada kasih, ada pengorbanan. Jaman sekarang ungkapan itu semakin terdengar klise. Apa masih ada orang tulus jaman sekarang ini? Tapi ketika saya ingat orang tua, ungkapan di atas adalah kenyataan hidup. Bagaimana orang tua membesarkan kami semua, mengusahakan yang terbaik untuk kami semua. Untuk apa gitu mereka mau cape-cape mencurahkan kasih, sekarang kita semua udah pada besar dan &#8220;meninggalkan&#8221; mereka untuk memulai hidup masing-masing. Orang tua tidak pernah hitung2an akan pengorbanan mereka.</p>
<p>Pas mama mengandung, dia uda jaga pola makannya. Ketika ngidam, papa bahkan untuk hal yang terlihat konyol selalu usahain, katanya biar anaknya gak ngeces/ngacai terus. Belum lagi proses ngelahirinnya. Belum lagi mendidiknya, kasi makannya. Belum lagi kalo lagi bandel2nya. Lagi gak nurut2nya. Konsep mengasihi yang saya belajar dari orang tua adalah selalu memberi tanpa mengharap balik. Mengasih dengan memberi. Terdengar berlawanan tapi sebenarnya tidak.</p>
<p>Terima kasih Tuhan atas cintaMu, atas berkatMu, dan atas segalanya yang telah Kauberikan padaku.</p>
<p>***</p>
<p>Ada forward2an dari teman beberapa hari lalu&#8230;</p>
<p>10 Tip Pernikahan Bahagia</p>
<ol>
<li>Jangan marah pada waktu yang sama. Kasian tetangga.</li>
<li>Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali ada maling atau kebakaran.</li>
<li>Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang. Kan ada pepatah: &#8220;yang waras ngalah&#8221;.</li>
<li>Tegurlah pasangan Anda dengan kasih. Kalo perlu tegur sambil &#8220;kasih&#8221; cek atau berlian (Hmmm&#8230;mauuu dunk).</li>
<li>Lupakanlah kesalahan masa lalu. Yang perlu diingat tuh: masa2 romantis. Hmmmm&#8230;</li>
<li>Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda. (Tapi jangan lupa mandi, apalagi sampe lupa kasih uang bulanan).</li>
<li>Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam. Kecuali kalau anda bisa menahan matahari untuk tidak terbenam.</li>
<li>Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda. Kalau perlu nyanyiin walaupun fals.</li>
<li>Bersedia mengakui kesalahan. (Yah, paling ditempeleng atau di&#8217;ngambek&#8217;in. .. He he)</li>
<li>Dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dia-lah yang salah.(Untuk nutupin kesalahan tuh&#8230;&#8230;. Ha ha ha).</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/ada-kasih-ada-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: Menuju 31 tahun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/02/menuju-31-tahun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/02/menuju-31-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 18:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1160</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://gunung-batu.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-1160">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-1160" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/02/menuju-31-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Though hope is frail, it&#039;s hard to kill</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/01/though-hope-is-frail-its-hard-to-kill/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/01/though-hope-is-frail-its-hard-to-kill/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 04:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Songs]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1102</guid>
		<description><![CDATA[Many nights we&#8217;ve prayed with no proof anyone could hear. In our hearts a hopeful song, we barely understood. Now we are not afraid, although we know there&#8217;s much to fear. We were moving mountains long before we knew we could. In this time of fear when prayers so often proves in vain. Hope seems [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Many nights we&#8217;ve prayed with no proof anyone could hear. In our hearts a hopeful song, we barely understood. Now we are not afraid, although we know there&#8217;s much to fear. We were moving mountains long before we knew we could.</p>
<p>In this time of fear when prayers so often proves in vain. Hope seems like the summer birds, too swiftly flown away. Yet now I&#8217;m standing here. My heart&#8217;s so full I can&#8217;t explain. Seeking faith and speaking words I never thought I&#8217;d say.</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=CxIN79n4jVo">Though hope is frail, it&#8217;s hard to kill <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/01/though-hope-is-frail-its-hard-to-kill/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shipwrecked, but how can I keep from singing?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/01/shipwrecked-but-how-can-i-keep-from-singing/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/01/shipwrecked-but-how-can-i-keep-from-singing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 06:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[As shipwrecked seamen yearn for morning light And though the storms may come, I will lift my eyes in the darkest night For I know my Savior lives]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1069" title="Shipwrecked" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/01/Shipwrecked.jpg" alt="" width="448" height="296" /></p>
<p>As shipwrecked seamen yearn for morning light<br />
And though the storms may come,<br />
I will lift my eyes in the darkest night<br />
For I know my Savior lives</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/01/shipwrecked-but-how-can-i-keep-from-singing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Journey of Love</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/12/journey-of-love/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/12/journey-of-love/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 18:16:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=764</guid>
		<description><![CDATA[The Christmas celebration was amazing Hosanna in the highest and All glory to the King of kings No words can fully express the journey of Jesus Killed on the cross, and was born in the cradle Savior&#8217;s love for the world&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>T</strong>he Christmas celebration was amazing<br />
<strong>H</strong>osanna in the highest and<br />
<strong>A</strong>ll glory to the King of kings<br />
<strong>N</strong>o words can fully express the journey of Jesus<br />
<strong>K</strong>illed on the cross, and was born in the cradle<br />
<strong>S</strong>avior&#8217;s love for the world&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/12/journey-of-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang pasangan hidup</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/tentang-pasangan-hidup/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/tentang-pasangan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[A woman without her man, is nothing A woman, without her, man is nothing Di Institut Gajah Duduk (IGD) ada joke ttg gmana attitude cewe IGD mencari jodoh. Tahun pertama biasanya diwarnai pertanyaan ttg jati diri, &#8220;siapa saya?&#8221;. Kemudian tahun-tahun berikutnya sampai ketika lulus, klo ada cowo yang coba deketin biasanya cewe di IGD ngasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://s55.photobucket.com/albums/g148/m61r1/Kaskus2/piccolo_piccolo___by_joolya.jpg" alt="" /></p>
<p>A woman without her man, is nothing<br />
A woman, without her, man is nothing</p>
<p>Di Institut Gajah Duduk (IGD) ada joke ttg gmana attitude cewe IGD mencari jodoh. Tahun pertama biasanya diwarnai pertanyaan ttg jati diri, &#8220;siapa saya?&#8221;. Kemudian tahun-tahun berikutnya sampai ketika lulus, klo ada cowo yang coba deketin biasanya cewe di IGD ngasih respon &#8220;siapa anda?&#8221;. Lol, secara cewe di IGD itu agak kurang jumlahnya. Ditambah dengan pemikiran bahwa IGD adalah institut terbaik bangsa, makin tinggilah jalan pikirnya. Akibat attitude demikian, ketika sudah lulus kuliah status berubah jadi STMJ (sudah tamat masi jomblo), jadi skrg responnya &#8220;siapa aja dah&#8221;<span id="more-504"></span></p>
<p>Bule pun punya joke serupa. Ketika seorang wanita berumur 12, ada 20 kriteria tentang calon pasangan hidupnya kelak. Tapi ketika dia berumur 32, kriterianya jadi cuma dua, &#8220;as long as he is warm and breathing&#8221;.haha.</p>
<p>Terlepas dari dua joke di atas. Bulan Oktober ini udah lebih dari lima orang nanya sy tentang jodoh. Ada yang sekedar bercanda, ada yang mau ngenalin dgn orang lain, ada yang dengan tulus akan mendoakan. Sy jadi sedikit tergerak untuk berpikir, apa sy nantinya akan menurunkan kriteria sy dari 20 jadi 2? Wew&#8230;ya jangan sampe se-ekstrim itu. Atau pertanyaan lebih ekstrim yang setiap kita perlu tanya, apa sih tujuan kita cari jodoh? Apa sih tujuan kita menikah?</p>
<p>Sebelumnya sy orang yang berpikir idealis. Maksudnya sekolah yang rajin, trus masuk kuliah, kuliah ya cari pacar, klo udah lulus kuliah ya cari kerja, terus klo udah cocok ya menikah, menikah ya punya anak, besarkan anak, dst. Tapi sayangnya realita gak pernah sesederhana itu. Kalo dulu ditanya apa tujuan menikah? Paling saya jawab ya karena itulah hidup yang normal. Ini waktu hidup itu masih relatif gak banyak masalah macem2 sih.</p>
<p>Berbagai macam buku Kristen juga coba memberikan suatu &#8220;guideline&#8221; dan konfirmasi dalam mencari pasangan hidup. Ada checklist2 tentang mencari jodoh. Seorang temen coba menjalankan semua di guideline itu, tapi itu bukan jaminan karena akhirnya hubungan itu bisa berakhir juga. Emang buku-buku itu ada baiknya, jangan salah mengerti tapi Tuhan lah yang berdaulat atas apa yang terjadi akhirnya.</p>
<p>Sy pribadi sampai hr ini terus berdoa untuk rencana berkeluarga suatu hari kelak. Jika iya, dengan siapa? blom tau. Apa yang dicari? syukurnya udah tau. Secara mutlak, saya mencari calon pasangan hidup yang mengasihi Tuhan, mengasihi saya, dan terakhir mengasihi dirinya sendiri. Kalo urutannya dibalik, bisa jadi azab dan sengsara&#8230;Juga, jelas sy sendiri berusaha mengasihi dengan urutan yang sama.</p>
<p>Kemudian yah secara praktek, ada bbrp aspek yang perlu dipikirkan, klo boleh menyimpulkan, ada tiga proses untuk menilai tiga kriteria di atas. Kecocokan hidup&#8230;setiap orang punya gaya hidup yang berbeda-beda, dibesarkan di keluarga dengan background dan kebiasaan berbeda, pendidikan mgkn beda, datang dari background sosial ekonomi beda, pasti ada banyak perbedaan. Dsinilah diuji sejauh mana kedua pihak mau &#8220;sacrifice&#8221; dan adjust, ego masing2 diuji. Kedua, Keseriusan hidup&#8230;sejauh mana seseorang menjalani hidupnya, bagaimana dia menghadapi masalah-masalah hidup, apakah mudah menyerah. Apakah dia orang yang mau menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Dan yang terakhir, kekudusan hidup, sedalam apa dia (mau) hidup benar di hadapan Tuhan. Apakah dia mau selalu bersandar pada Tuhan dalam aspek kehidupannya. Gmana hubungan pribadi dia dengan Tuhan.</p>
<p>Oh well&#8230;seindahnya saya menemukan pasangan hidup yang tepat, (idealnya) sesabar itu pun sy untuk menemukan calon yang sepadan. Gak pengen yang aneh2 kaya dongeng sih. Live happily ever after tiu gak realistis, mengingat menikah ngga membuat masalah jadi hilang begitu saja. Tapi salah satu anugerah menikah itu gmana dua orang yang berbeda bisa melewati suatu masalah bersama-sama dan Tuhan menyertai selalu.</p>
<p>Akhir kata&#8230;apabila sudah tiba waktuNya tentang pasangan hidup, sy yakin dan percaya, itulah yang terbaik Tuhan anugerahkan bagi kita. Apabila waktuNya (menurut kita) tak kunjung tiba, Tuhan jugalah yang pasti akan memampukan setiap kita untuk melewatinya.</p>
<p>Letspraytogether.<br />
*nah lho, kalimat di atas mau dibaca seperti apa?*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/tentang-pasangan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mama Ulang Tahun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 12:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Semalam ngobrol sama mama. Mama ulang tahun hari ini, gak kerasa beliau udah umur 59 lagi. Somehow semakin hari, mama terlihat semakin content dengan hidupnya. Sulit dibayangin mama bisa jadi ibu rumah tangga udah 30 tahun lebih, gak pernah mengeluh tentang mengurus rumah, apapun kondisinya mama selalu bersyukur. Mungkin rahasia mama, ada di pagi hari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam ngobrol sama mama. Mama ulang tahun hari ini, gak kerasa beliau udah umur 59 lagi. Somehow semakin hari, mama terlihat semakin content dengan hidupnya. Sulit dibayangin mama bisa jadi ibu rumah tangga udah 30 tahun lebih, gak pernah mengeluh tentang mengurus rumah, apapun kondisinya mama selalu bersyukur. Mungkin rahasia mama, ada di pagi hari, setiap pagi dia bangun dia selalu mulai dengan baca Alkitab dan berdoa.<span id="more-426"></span></p>
<p>Kemarin saya bilang sama mama, &#8220;ma, martin belum tahu rencana ke depan seperti apa, mama doakan ya supaya tuntunan Tuhan bisa jelas martin harus ngapain dan dimana&#8221;. Mama bilang, &#8220;iya, mama selalu doain anak-anak semua tiap hari&#8221;. Yup, that my mom. Semua anak udah keluar rumah, tapi doanya tetap setiap hari. Di doa ibuku, namaku disebut! <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nada-nada yang indah<br />
Selalu terurai darimu<br />
Kenakalanku waktu kecil<br />
Tak pernah jadi deritamu</p>
<p>Tangan halus dan suci<br />
Telah kau berikan tuk besarkanku<br />
Hati mulia dan kasih yang tulus<br />
Telah kau curahkah tak habis-habisnya</p>
<p>Selamat ulang tahun mama!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/mama-ulang-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinethemba</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 01:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Sinethemba simply means We have Hope. Early this morning I received email from the choir &#38; orchestra. It&#8217;s a message from Pastor Dan, my worship pastor who oversee the choir and orchestra I&#8217;m part of. I&#8217;ve got the chance to know Dan in such short time, only few months. He and his family moved to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sinethemba simply means We have Hope.</p>
<p>Early this morning I received email from the choir &amp; orchestra. It&#8217;s a message from Pastor Dan, my worship pastor who oversee the choir and orchestra I&#8217;m part of. I&#8217;ve got the chance to know Dan in such short time, only few months. He and his family moved to South Africa few months ago to be a missionary. He has sold his house, car, and pretty much all of his belongings. So the question is why would a busy pastor in a growing church want to move to South Africa?</p>
<p>He implied that to answer that question he won&#8217;t go into a full theology of worship, but the other side of love is that it’s and action. “Anyone who loves me will obey my teaching,” Jesus said (John 14:23). And we know God’s heart for the poor, the widow, the orphan and the oppressed. In fact, true believers are those who feed the hungry, quench the thirsty, invite the stranger in, clothe the naked, and look after those who are sick or in prison (Matt. 25:41-46). He also implied that singing great songs to God on Sunday doesn’t cut it. His life needs to be an expression of gratitude for what God has done.</p>
<p>Here is his personal story:</p>
<blockquote><p>Almost two years ago, I started reading a book. The title doesn’t matter (although, if you’re interested, it was “Everything Must Change” by Brian McLaren – www.brianmclaren.net). The book didn’t tell me to go to Africa. But I “heard” (it might as well have been audible) God speak to me, while reading. He said, “Dan, when you get a chance to go to Africa, go. There are some things I want to show you.” Shortly after, I learned that my church (Centre Street Church www.cschurch.ca) was putting a team together for a 2-week mission trip to the Durban area of South Africa. Before I knew it, my wife and I were signed up to go.</p>
<p>God showed me some things, all right. He showed me a people, the Zulus, who are beautiful beyond belief. They are relational, incredibly musical, and love to laugh. God loves them deeply. He is “especially fond” of them (www.theshackbook.com .) But they are enslaved to ancestor veneration, they are very, very poor, and many are dying of AIDS. I believe God has prepared the Church for such a time as this. I believe God expects us, as his body, to reach out and minister to these people. All people, obviously, but God has burdened Kerry and I with these people. I can’t show it in a formula, I can’t defend it from scripture, but we are compelled to love God by loving these people, and to declare the coming of the Kingdom among them.</p>
<p>The journey for us began over 18 months ago. It’s heating up, and I hope you’ll join us for an adventure of a lifetime. It won’t be easy. The life we had will become a distant memory. But in losing our lives, we’ll find the ones God intended all along. Joining us is as simple as following our lives through this blog, and praying for us and those we’re ministering to as you read.</p></blockquote>
<p>I&#8217;m always amazed and encouraged every time I see someone answering God&#8217;s call in their life. I hope I will be ready to do the same thing when the time is come for a mission.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/sinethemba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

