Apr 02

Dua tahun yang lalu, sepulang kerja seperti biasa saya naik train dari downtown ke rumah. Kebetulan waktu itu satu kereta sama (kita sebutlah) Om A. Saya ingat beliau bilang, “Tin, kamu liat ini semua orang yang berdiri di kereta ini? Setiap hari mereka pulang ke rumah sambil bawa beberapa lembar dollar. Ada yang bawa satu lembar, ada yang bawa beberapa lembar.”

Sekarang kadang kalau saya pulang kerja naik train, melihat ekspressi macam-macam orang, saya membayangkan semua orang ini lagi perjalanan pulang setelah seharian kerja, masing-masing mengantongi beberapa lembar uang yang dihasilkan hari itu. Ada yang banyak, ada yang sedikit, ada yang tidak sama sekali. Tapi mereka semua melanjutkan hidup mereka, ada yang sebentar lagi akan bertemu keluarganya. Ada yang mungkin masih harus sekolah, atau bekerja. Saya juga mikir, apa orang seumur hidup begini terus ya? Pergi kerja, pulang kerja, weekend santai, atau mungkin ke gereja.

Read more »

Nov 22

Sebuah perenungan minggu pagi…tentang doa, lagu, dan jawaban doa.

Suatu minggu pagi di tahun 2008, saya bangun dengan hati yang letih, gak ada semangat karena lagi ada masalah yang sulit dimengerti, cukup overwhelmed, malas rasanya pergi ke gereja. Tuhan seolah tidak menjawab seruan minta tolong, Tuhan terasa jauh. Saya meneruskan tidur, ambil ipod dan shuffle lagu hymn. Satu jam kemudian, “Ah ya sudah lah, pergi ke gereja aja…masih bisa datang ke kebaktian kedua” pikir saya singkat. Di rumah juga udah sepi, semua housemate dah pada pergi ke gereja masing-masing.

Di gereja pas lagi mulai nyanyi dibikin kagum (juga merinding) ketika semua lagu yang didengar di ipod sebelumnya, semua dinyanyikan di acara kebaktian. Lagu pertama “His eye is on the sparrow”…dalam hati wah ini lagu yang tadi pagi didengerin, trus dilanjutkan lagu “be still my soul”..wah, lagu ini juga, kemudian lagi “how can I keep from singing”. Hah, kok bisa seperti ini? Lagu-lagunya, urutannya…kok bisa sama? Terlepas itu Tuhan yang atur atau sekedar kebetulan, pas perhatiin lirik lagunya ternyata artinya cukup dalam dan menjawab doa waktu itu…”why should I be discouraged?”…cerita di balik lirik itu ada disini. Read more »

Tagged with:
Oct 30


Ordinary people with extraordinary impact.

Kira-kira begitulah slogan dari program CNN Heroes, yaitu program dari CNN untuk menghargai orang-orang yang memberikan kontribusi berarti bagi komunitas. Seorang teman minggu kmrn kirim email pd sy supaya sy ikutan vote utk Capt. Budi Soehardi. Apa yang beliau kerjakan cukup signifikan sampai beliau dinominasikan untuk CNN Heroes. Beliau membuka panti asuhan di Kupang. Btw, beliau orang Indonesia pertama yang masuk nominasi CNN Heroes. Read more »

Tagged with:
Oct 27

friendship1

Life can be very hard. “…no matter how hard we try to bring order and peace into our lives, there are moments when everything seems to be falling apart and times when we not only feel we are drowning but are sure someone or something is holding us under” (Paul J. Wadell, Becoming Friends, 112-113). Already we are seeing increasing incidences of depression, suicide and domestic violence as the global economy continues to tank. A closer look at the stats however, suggests that it is not the blows of life that finally get us. It’s having to face them alone. Read more »

Tagged with:
Oct 23

Nanti malam ada rencana pergi ke OMF Youth Night. Ketika mendengar OMF, yang langsung terlintas dalam pikiran saya adalah Ibu Dorothy Irene Marx. Siapa beliau? Saya pertama kali bertemu dengan Ibu ketika masih kuliah semester satu di Institut Gajah Duduk (IGD) di Bandung. Kebetulan ada tiga pilihan organisasi Kristen di IGD, ada The Navigators, Perkantas, juga LPMI. Read more »

Tagged with:
Oct 15

Secarik kertas tertutup rapat
Ku goreskan segenap harap
juga janji di dalamnya

Badai entah kapan akan berlalu
Langkahku mungkin terseok
Aku tak mau menyerah ya Tuhan
Lindungi aku di bawah sayapMu

~ Manning Park, October 2009

Tagged with:
Sep 17

Ada lima fase yang terjadi ketika kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kehilangan seseorang, patah hati, atau kecewa di tempat kerja.

Respon pertama biasanya adalah S (shock). Kaget, tidak pernah membayangkan bahwa hal itu akan/bisa terjadi. Dari kaget, biasanya dilanjutkan dengan A (angry). Marah atas apa yang terjadi, bisa marah terharap diri sendiri, keluarga, teman kerja, dll. Kemudian R (resist), menolak kenyataan dan bertanya-tanya “kenapa? kok bisa-bisanya? padahal kita kan sudah…”. Read more »

Tagged with:
Aug 12

21011

Suatu sore di akhir bulan Oktober 2008, saya berjalan pulang dari kampus menuju tempat parkir mobil di Banff Trail. Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil, “Martin, apa kabar?”. Rupanya seorang kawan lama. Singkat cerita saya bercerita tentang kondisi dan situasi saya secara umum yang emang lagi banyak beban masalah. Read more »

Tagged with:
Aug 04

Numbered like the stars, no matter where we are.
Let the tress clap their hands, let the deepest water dance.

Beberapa hari lalu saya bilang sama teman saya, “Perasaan saya aneh, sedikit bingung. Kok rasanya sekarang ini sangat comfort sekali, udah lama sekali gak merasa seperti ini”. Saya sendiri bingung kenapa hati ini rasanya kok plong, released, treasured. Apakah ini sugesti karena dalam beberapa hari saya akan pindah ke Vancouver? Antara iya dan tidak, yang jelas masa setumpuk hal yang masih harus saya urus untuk urusan pindah kota ini. Dari pertama, urusan packing barang2 yang tak terduga banyaknya. Urusan ganti alamat, urusan cari kost, urusan move out dari kost skrg yg baru bbrp hari, urusan makan bertemu teman & kerabat, sampai ke beban-beban pikiran yang sebelumnya sudah ada.

Masalah selalu ada, tapi bagian terpenting adalah bagaimana Tuhan memampukan kita untuk melewati setiap masalah itu. Itulah filosofi saya dalam menghadapi masalah. Saya selalu berusaha bertanya, “dalam masalahnya ini, apa yang Tuhan mau saya untuk belajar?”. Syukur2 saya bisa belajar sesuatu. Dengan filosofi demikian, gak jarang muncul rasa sedih, pahit ketika saya harus mengalami sesuatu yang tidak saya harapkan.

Cik Vonny pernah bilang sama saya, “Kau sedih/stress itu wajar. Tapi setelah itu kau liat, Tuhan sudah bukakan pintu yang lain untuk kau. Kau jangan diam di pintu yang sudah ditutup itu”. Yah, hal ini benar. Tapi ketika mengalami lagi, tetap saja ada tantangannya. Hmmm…makanya sdikit aneh saya ketika Tuhan “menghibur” saya di sela-sela masalah yang saya hadapi, rasa syukur menghias hati.

Tagged with:
Jul 14

If we win, we praise Him. If we lose, we praise Him

Itulah yang ada di dalam hati the Eagles ketika bertanding di dalam film Facing the Giants.

Belakangan ini proses interview agak-agak aneh. Saya dipanggil ke interview bbrp posisi senior, pengalaman 5-10 thn. Sempet bingung juga sih sampai saya tanya manager yang interview saya, “Sir, you know that I only have 3.5 years experience, what interests you to call me for interview”. Si bapak agak kaget jg pada awalnya. Orang HR udah geleng2, “orang diinterview kan biasanya berusaha nutupin kekurangan, nih orang kok malah ngebahas kekurangan sendiri”. Mungkin jarang2 ada orang yang di interview nanya begitu, pertanyaan saya terlalu jujur. Dia bilang dia mau explore personality. Well, di ujung interview dia bilang sih, “I like you. You are enthusiastic and very positive”. Yah saya bilang juga, “Honestly I don’t have the years but I have the ability to catch up”. Emang dari job description sih saya udah pernah kerjain hal itu jg.

Interview satu lagi prosesnya agak panjang, udah second round. Mungkin masih ada third round. Tapi dalam hati, saya tahu inilah yang saya mau. Semoga apabila itu yang berkenan, Tuhan akan buka jalan. Walaupun banyak sekali constraintnya: housing, distance, lingkungan baru. I’m so excited to this opportunity! Kadang kala saya berpikir, jika Tuhan masih inginkan saya di Calgary, misi apa yang harus saya accomplish. Kalaupun ngga ada misi yang jelas, saya kadang berpikir apa saya lagi ada di “tanah Midian” yang harus saya hadapi? Tapi saya bersyukur atas tiga minggu belakangan ini, saya belajar banyak dari seorang teman tentang hati yang dipersembahkan untuk Tuhan. Saya juga belajar untuk let go apa yang terjadi di masa lalu, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.

Semoga minggu depan sudah ada sedikit titik terang tentang pekerjaan. Jika dapat, puji Tuhan, klo ngga dapet, puji Tuhan. Gampang diucapin, sulit dilakukan ;)

Tagged with:
preload preload preload