<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung batu &#187; Kesaksian</title>
	<atom:link href="http://gunung-batu.com/tag/kesaksian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gunung-batu.com</link>
	<description>tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 07:54:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Loving, hopeful and optimistic</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/loving-hopeful-and-optimistic/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/loving-hopeful-and-optimistic/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 15:07:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1937</guid>
		<description><![CDATA[Quoted from Jack Layton&#8217;s last letter before he passed away: “My only other advice is to cherish every moment with those you love at every stage of your journey, as I have done this summer.” “My friends, love is better than anger. Hope is better than fear. Optimism is better than despair. So let us [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Quoted from Jack Layton&#8217;s <a href="http://www.theglobeandmail.com/news/politics/ottawa-notebook/laytons-last-words-love-is-better-than-anger-hope-is-better-than-fear/article2137381/">last letter</a> before he passed away:</p>
<blockquote><p>“My only other advice is to cherish every moment with those you love at every stage of your journey, as I have done this summer.”</p>
<p>“My friends, love is better than anger. Hope is better than fear. Optimism is better than despair. So let us be loving, hopeful and optimistic. And we’ll change the world.”</p></blockquote>
<p>People come and go, life may not go well sometimes, but I am really grateful for I am going through every bit and pieces of life with my LORD and loved ones. Ah&#8230;joy comes in the morning just as sure as the sun rises each and every day.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/loving-hopeful-and-optimistic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak adil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 07:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Bicara Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1931</guid>
		<description><![CDATA[Di Indonesia, menjadi minoritas punya tantangan dan masalah sendiri. Diskriminasi yang sudah menahun sampai mempengaruhi bagaimana saya dibesarkan. Orang tua saya selalu menasihatkan, &#8220;Jangan cari masalah, hindari urusan dengan jaksa dan polisi&#8221;. Maklum, hukum di Indonesia yang amburadul emang menempatkan kaum minoritas di posisi yang tidak berdaya. Akibat dari nasihat di atas, setiap kali saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/08/tidak_adil.jpg" alt="" title="tidak_adil" width="229" height="207" class="alignright size-full wp-image-1933" />Di Indonesia, menjadi minoritas punya tantangan dan masalah sendiri. Diskriminasi yang sudah menahun sampai mempengaruhi bagaimana saya dibesarkan. Orang tua saya selalu menasihatkan, &#8220;Jangan cari masalah, hindari urusan dengan jaksa dan polisi&#8221;. Maklum, hukum di Indonesia yang amburadul emang menempatkan kaum minoritas di posisi yang tidak berdaya.</p>
<p>Akibat dari nasihat di atas, setiap kali saya menyetir, apabila diserempet orang, walaupun bukan salah saya, selalu ujung-ujungnya disuru mengalah. Tapi mungkin saya dari dulu ngga terlalu nurut. Saya masih ingat waktu saya SMP, anak kampung panggil saya &#8220;Cina! Cina!&#8221; dan lalu mulai melempar batu kerikil. Waktu itu saya tidak terima, akhirnya saya kejar dan begitu saya tarik kerah lehernya, anak kampung itu minta ampun. <span id="more-1931"></span></p>
<p>Itu urusan dengan anak kampung. Pernah lagi urusan dengan anak satu komplek. Pernah ketika saya SMA, pulang sekolah, naek motor, mereka sedang main di jalan, saya lewat dengan kecepatan rendah, eh malah diteriakin, maafkan bahasanya, &#8220;Laun saeutik, anjing!&#8221; kalau ditranslate, &#8220;Pelan sedikit, anjing!&#8221;. Helm saya dipukul. Dan berhenti lah saya dan turun dari motor, dan ditahan orang-orang buat berantem. Akhirnya masalah diselesaikan di tingkat orang tua, orang tua saya ngobrol dengan orang tua anak itu. Dan yah&#8230;di tingkat orang tua, masalah gampang aja selesai, masing-masing pihak minta maaf. Saya tetap merasa dongkol.</p>
<p>Dan masih ada beberapa kisah lain dimana saya pernah diludahi orang pas naik motor, tapi orangnya langsung kabur pas saya coba kejar. Pernah juga di tengah macet, mobil saya terus dipepet sampe spion terlipat, malah orang yang salah yang lebih galak. Kisah yang dialami abang saya pun ngga kalah serunya, dia malah pernah hampir dirampas motornya, sampai-sampai sejak itu dia sedia pentungan kayu di motornya.</p>
<p>Dari kisah-kisah ini, pertanyaan yang selalu muncul adalah, <strong>dimanakah keadilan itu</strong>?</p>
<p>Saya merenung, peristiwa-peristiwa yang saya alami di atas, secara tidak sadar, membentuk karakter yang keras dalam diri saya. Sungguh karakter ini <strong>tidak mendatangkan damai sejahtera</strong> di dalam hati saya. Karena hati ini selalu dipenuhi dengan rasa kesal ingin mendapatkan keadilan yang saya layak dapatkan.</p>
<p>Di Canada, syukurnya, masalah lalu lintas tidak separah di Indonesia, dan masalah diskriminasi tidak se-eksplisit seperti di Indonesia. Tetapi tetap saja, ketika diperlakukan tidak adil, rasanya keki bukan main. Beberapa bulan lalu ketika pergi bersama keluarga, ketika mobil kami akan parkir, tahu-tahu diserobot anak muda. Anak muda itu tanpa muka bersalah, berjalan dengan muka yang bikin geram. Saat itu, memori masa lalu kembali, dalam pikiran saya bergumul, ladenin jangan, ladenin jangan, dan akhirnya saya mengalah.</p>
<p>Hari ini pun demikian, saya ceroboh ketika akan belok, saya tidak memperhatikan ada taksi yang akan lewat. Akhirnya supir taksinya, mengumpat dengan keras, &#8220;@#$%^&#038;%&#8221;. Pengennya sih, saya turun dan marahin balik, saya merasa saya salah, tapi saya tidak selayaknya diteriaki seperti itu. Tapi akhirnya saya ingat untuk tidak membalas, akhirnya saya minta maaf sama supir taksi itu.</p>
<p>Entahlah, banyak situasi hidup ini yang meneriakan, &#8220;Tidak adil!&#8221;, dan hal ini mungkin sudah membentuk karakter yang keras, karakter yang tidak ingin mengalah malah ingin membalas kejahatan dengan kejahatan. Tapi dalam hati kecil ini saya tahu saya harus kembali pada kebenaran yang mendasar. </p>
<p>Kita ini bukan hakim yang menentukan keadilan. <strong>Allah sendirilah yang menjadi hakim, dan Dia jauh lebih mengerti daripada kita mengenai berbagai rencana dan tujuan-Nya</strong>. Ini bukan masalah keadilan. Pada akhirnya, ini mengenai kepercayaan kepada Allah yang setia, yang benar-benar tahu apa yang sedang dilakukan-Nya. </p>
<blockquote><p>&#8220;Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil&#8221; (Ulangan 32:4).</p></blockquote>
<p>Hidup tak pernah tampak adil. Namun, jika kita memercayai Allah, kita selalu tahu bahwa Dia setia. Tuhan, tolong kami.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/tidak-adil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mentalitas limun</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 06:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1922</guid>
		<description><![CDATA[Papa saya pernah mendidik anak-anaknya dengan suatu ungkapan. Kurang lebih katanya, &#8220;Jangan bermental seperti limun (minuman bersoda)&#8221;. Pas botolnya dibuka, isinya naik terus langsung turun. Maksud papa saya adalah, kalau mengerjakan segala sesuatu, kerjakan sampai tuntas. Nasihat ini sebenarnya diberikan ke abang saya di saat dia menulis skripsi yang lumayan berlarut-larut. Maklum ketika abang saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-1923" title="Soft_Drinks" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/08/Soft_Drinks.jpg" alt="" width="200" height="200" />Papa saya pernah mendidik anak-anaknya dengan suatu ungkapan. Kurang lebih katanya, &#8220;Jangan bermental seperti limun (minuman bersoda)&#8221;. Pas botolnya dibuka, isinya naik terus langsung turun. Maksud papa saya adalah, <strong>kalau mengerjakan segala sesuatu, kerjakan sampai tuntas</strong>. Nasihat ini sebenarnya diberikan ke abang saya di saat dia menulis skripsi yang lumayan berlarut-larut. Maklum ketika abang saya kuliah dulu, dia juga merangkap jadi guru agama di almamaternya, SMUN 3. Salah membagi waktu, bisa ribet jadinya.</p>
<p>Seperti saya ceritakan di beberapa post sebelumnya, sekarang ini saya lagi memfokuskan diri ke persiapan pernikahan, pergumulan gereja, pergumulan pekerjaan, keluarga, dst. <span id="more-1922"></span>Ternyata menikah itu cukup banyak yang perlu diurus. Walaupun masih akan menikah tahun depan, to-do listnya cukup banyak, syukurnya banyak juga yang membantu. Pergumulan di gereja pun cukup besar, sampai sekarang masih mencari calon gembala yang baru, dan juga pergumulan setiap komisi. Pekerjaan pun kadang menguras energi, apalagi kalau lagi handle escalated issues. Segudang masalah, awalnya semangat saya tinggi, lama-lama turun juga seperti limun. Karena hal-hal di atas juga, saya sementara ini memutuskan untuk berhenti ambil kelas di UBC &amp; Willingdon Church. Waktu untuk membaca buku pun berkurang.</p>
<p>Saya merasa tahun ini sangat penting, karena apa yang akan saya jalani di masa depan akan dipengaruhi dari respon yang saya berikan sepanjang tahun ini untuk dengan sekuat tenaga berusaha menyelesaikan segala sesuatu (yang baik dan benar) sampai tuntas. Tahun depan adalah babak baru dalam hidup saya. Puji dan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang mengingatkan kembali untuk memberikan <strong>sense of urgency</strong>:</p>
<blockquote><p><strong>1. Pengkhotbah 9:10</strong> -&gt; Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.</p>
<p><strong>2. Efesus 5:15-16</strong> -&gt; Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.</p>
<p><strong>3. Lukas 13:7-9</strong> -&gt; Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: “Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” Jawab orang itu: “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”</p>
<p><strong>4. Yesaya 59:1-2</strong> -&gt; Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.</p></blockquote>
<p>Dari ayat di atas, saya belajar apa artinya dedikasi. Mungkin sebagian dari kita masih ingat <a href="http://www.titiw.com/2007/06/24/doraemon-ending/">cerita akhir</a> dari komik Doraemon? Doraemon ‘off’ karena kehabisan battery dan jika batterynya diganti, memori Doraemon akan reset sehingga semua memori kebersamaan dengan Nobita cs akan hilang. Nobita tidak rela. Dia sedih. Kesedihan yang mencekam dan menyentuh dasar hati Nobita yang terdalam. Sejak itu, Nobita berusaha keras untuk ‘menghidupkan’ Doraemon kembali sedemikian hingga memori Doraemon tidak lenyap. Nobita mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Doraemon. Kenapa? Karena Nobita sayang sekali Doraemon (seperti dalam lirik lagunya).</p>
<p>Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, hanya Tuhan yang tahu. Tetapi saya ingin mendedikasikan hidup saya untuk Tuhan. Bukan untuk mendapatkan sesuatu, saya sudah mendapatkan segala sesuatu karena saya memiliki Dia. Saya tidak ingin berlama-lama tinggal di masa lalu karena tidak ada gunanya, bahkan merugikan. Mungkin tidak semua yang saya inginkan/rencanakan akan terjadi, tapi setidaknya saya ingin melakukan sesuatu dalam hidup ini. Dua tahun belakangan ini saya sungguh syukuri karena:</p>
<ul>
<li>Saya menemukan jati diri saya yang baru ketika saya &#8220;dipaksa&#8221; pindah ke Vancouver. Ketika pindah, saya memulai hidup dengan ketidakpastian. Tapi justru karena ketidakpastian inilah, saya menemukan kepastian sejati di dalam Tuhan.</li>
<li>Tuhan memberikan teman-teman yang membangun. Tanpa lingkungan yang positif, saya tidak akan pernah bisa seperti saya sekarang.</li>
<li>Saya dipertemukan dengan Loren dan kami akan menikah tahun depan. Puji syukur Tuhan tuntun terus kami dalam persiapan pernikahan</li>
<li>Pemeliharaan yang Tuhan terus berikan dari hari ke hari. Sungguh amazing.</li>
</ul>
<p>Dan ada banyak hal lainnya yang sungguh saya bersyukur. Terima kasih atas doa, kepedulian, motivasi yang teman-teman berikan. Saya semakin percaya bahwa Tuhan mengizinkan kita mengalami kesulitan dan tantangan semata-mata agar kita berpaling kepada Dia dan mengandalkan-Nya!</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/DHj7ejbL9cg?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/DHj7ejbL9cg?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/08/mentalitas-limun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panti Roslin</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 15:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan cerita Cpt. Budi Soehardi? Beliau punya channel di youtube: http://www.youtube.com/user/BudiSoehardi Ah, jauh dari hiruk pikuk dunia yang semakin self-centered ini, masih ada orang yang mau melayani dengan tulus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat dengan <a href="http://gunung-batu.com/2010/04/mereka-yang-terpanggil/">cerita Cpt. Budi Soehardi</a>? Beliau punya channel di youtube: http://www.youtube.com/user/BudiSoehardi</p>
<p>Ah, jauh dari hiruk pikuk dunia yang semakin self-centered ini, masih ada orang yang mau melayani dengan tulus.</p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dO8ENVtKix0?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/dO8ENVtKix0?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/panti-roslin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang dicari?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 20:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih & Pengharapan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1422</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun yang lalu, sepulang kerja seperti biasa saya naik train dari downtown ke rumah. Kebetulan waktu itu satu kereta sama (kita sebutlah) Om A. Saya ingat beliau bilang, &#8220;Tin, kamu liat ini semua orang yang berdiri di kereta ini? Setiap hari mereka pulang ke rumah sambil bawa beberapa lembar dollar. Ada yang bawa satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun yang lalu, sepulang kerja seperti biasa saya naik train dari downtown ke rumah. Kebetulan waktu itu satu kereta sama (kita sebutlah) Om A. Saya ingat beliau bilang, &#8220;Tin, kamu liat ini semua orang yang berdiri di kereta ini? Setiap hari mereka pulang ke rumah sambil bawa beberapa lembar dollar. Ada yang bawa satu lembar, ada yang bawa beberapa lembar.&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-1424" title="train" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/04/train-300x222.jpg" alt="" width="300" height="222" />Sekarang kadang kalau saya pulang kerja naik train, melihat ekspressi macam-macam orang, saya membayangkan semua orang ini lagi perjalanan pulang setelah seharian kerja, masing-masing mengantongi beberapa lembar uang yang dihasilkan hari itu. Ada yang banyak, ada yang sedikit, ada yang tidak sama sekali. Tapi mereka semua melanjutkan hidup mereka, ada yang sebentar lagi akan bertemu keluarganya. Ada yang mungkin masih harus sekolah, atau bekerja. Saya juga mikir, apa orang seumur hidup begini terus ya? Pergi kerja, pulang kerja, weekend santai, atau mungkin ke gereja.</p>
<p><span id="more-1422"></span>Scene di atas jadi mengingatkan saya pada lagu sekolah minggu. Walaupun dulu sekolah minggu jarang perhatiin guru, saya masih ingat lah beberapa lagunya.haha. Lirik lagunya begini:</p>
<p>Apa yang dicari orang? ..uang (2x)<br />
Apa yang dicari orang<br />
Siang malam hari petang<br />
<span style="text-decoration: underline;">Uang uang uang bukan Tuhan Yesus</span></p>
<p>Apa yang dicari Tuhan? ..saya (2X)<br />
Apa yang dicari Tuhan<br />
Siang malam hari petang<br />
<span style="text-decoration: underline;">Saya-saya-saya anak Tuhan Yesus</span></p>
<p>***</p>
<p>Di masa Paskah ini saya merenung. Terutama di tengah-tengah kesibukan yang seolah tidak pernah berkurang, saya merasa perlu menyisihkan waktu untuk merefleksikan arti hidup ini, arti Paskah sendiri. Seorang teman (kita sebutlah) KH, beberapa minggu yang lalu bercerita bahwa di dalam hidup ini, ada tiga &#8220;P&#8221; yang orang selalu kejar:</p>
<p><strong>Possession</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk memiliki sesuatu, mungkin punya rumah bagus, mobil mewah, barang bermerk. Bukannya salah untuk memiliki itu semua, tapi hidup mengejar possession tidak akan pernah selesai.</p>
<p><strong>Pride</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk sebuah kebanggaan, mungkin bangga dengan gelar akademis yang ada. Bangga dengan gaya hidup, bangga dengan karir.</p>
<p><strong>Pleasure</strong> &#8211; orang bisa melakukan apa saja untuk sebuah kesenangan hidup. Setiap minggu party sana sini. Hidup hanyalah mencari kesenangan semata.</p>
<p>Apakah ini semua yang kita kejar? Apakah ini alasan kita hidup? Rasanya ngga.</p>
<blockquote><p>Rumah kita yang terakhir di dunia adalah tanah 1&#215;2 m, yaitu kuburan. Mobil yang akan kita naiki terakhir di dunia adalah mobil jenazah. Gelar yang akan kita raih terakhir adalah almarhum. Ketampanan, kecantikan, dan kelebihan fisik yang kita banggakan pada akhirnya akan menjadi tulang.</p></blockquote>
<p>Disinilah kita butuh &#8220;P&#8221; yang terakhir&#8230;</p>
<p><strong>Purpose</strong> &#8211; apa tujuan hidup ini? Untuk memiliki ini itu? Untuk bisa berbangga hati atas prestasi yang ada? Untuk mencari kesenangan? Faktor purpose ini lah yang membuat seseorang beda dengan yang lain.</p>
<p>Ketika saya memikirkan tujuan hidup, saya mau tidak mau dihadapkan pada kebenaran hidup ini. Balik lagi ke pertanyaan-pertanyaan basic, kenapa kita ada di dunia? Siapa yang menciptakan kita? Untuk apa kita diciptakan oleh Sang Pencipta? Habis mati kita mau kemana?</p>
<p>***</p>
<p>Hari ini adalah hari Jumat Agung. Moment Tuhan Yesus mati di kayu salib. That&#8217;s it. Mati untuk apa? Mati untuk siapa? Kenapa Tuhan mati di kayu salib? Emang Tuhan salah apa? Mengapa Tuhan <span style="text-decoration: underline;">menyerahkan</span> nyawaNya? Allah Bapa bahkan udah tau dari awal, dari sebelum dosa itu ada bahwa Dia akan mengirim Yesus untuk menderita. Saya dulu tidak terlalu peduli.</p>
<p>Ada banyak hal yang saya tidak mengerti mengapa terjadi, baik ataupun buruk, tetapi pengalaman hidup beberapa tahun belakangan ini sangatlah berbeda. Tuhan terus mengarahkan (tapi tidak pernah memaksakan) saya untuk selalu percaya padaNya. Semakin belajar firman Tuhan, saya semakin percaya kalo hidup kita ini untuk memuliakan Tuhan. Tuhan berkarya bukan melalui keajaiban-keajaiban yang menakjubkan, tapi membawa saya pada suatu kesadaran bahwa saya orang berdosa (Yoh 16). Suatu kerinduan untuk mencari dan bergumul tentang tujuan hidup yang sesungguhnya.</p>
<p>Saya percaya hidup lebih dari sekedar possesion, pride, pleasure. Ada tujuan besar mengapa kita masih bernafas pada detik ini. Di dalam perjalanan kita mengerti tujuan hidup ini, ingatlah Tuhan mencintai kita sampai rela mati di kayu salib, dan bangkit ke surga. Dia adalah Tuhan.</p>
<blockquote><p>&#8220;Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.&#8221; ~ Yohanes 15:9-10</p>
<p>&#8220;As the Father has loved me, so have I loved you.  Now remain in my love.  If you obey my commands, you will remain in my love, just as I have obeyed my Father&#8217;s commands and remain in his love.&#8221; ~John 15:9-10</p></blockquote>
<p>Selamat Paskah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/apa-yang-dicari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa, Lagu, dan Jawaban Doa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/11/ketik-nama-depanku-v3/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/11/ketik-nama-depanku-v3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 19:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah perenungan minggu pagi&#8230;tentang doa, lagu, dan jawaban doa. Suatu minggu pagi di tahun 2008, saya bangun dengan hati yang letih, gak ada semangat karena lagi ada masalah yang sulit dimengerti, cukup overwhelmed, malas rasanya pergi ke gereja. Tuhan seolah tidak menjawab seruan minta tolong, Tuhan terasa jauh. Saya meneruskan tidur, ambil ipod dan shuffle [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah perenungan minggu pagi&#8230;tentang doa, lagu, dan jawaban doa.</p>
<p>Suatu minggu pagi di tahun 2008, saya bangun dengan hati yang letih, gak ada semangat karena lagi ada masalah yang sulit dimengerti, cukup overwhelmed, malas rasanya pergi ke gereja. Tuhan seolah tidak menjawab seruan minta tolong, Tuhan terasa jauh. Saya meneruskan tidur, ambil ipod dan shuffle lagu hymn. Satu jam kemudian, &#8220;Ah ya sudah lah, pergi ke gereja aja&#8230;masih bisa datang ke kebaktian kedua&#8221; pikir saya singkat. Di rumah juga udah sepi, semua housemate dah pada pergi ke gereja masing-masing.</p>
<p>Di gereja pas lagi mulai nyanyi dibikin kagum (juga merinding) ketika semua lagu yang didengar di ipod sebelumnya, semua dinyanyikan di acara kebaktian. Lagu pertama &#8220;His eye is on the sparrow&#8221;&#8230;dalam hati wah ini lagu yang tadi pagi didengerin, trus dilanjutkan lagu &#8220;be still my soul&#8221;..wah, lagu ini juga, kemudian lagi &#8220;how can I keep from singing&#8221;. Hah, kok bisa seperti ini? Lagu-lagunya, urutannya&#8230;kok bisa sama? Terlepas itu Tuhan yang atur atau sekedar kebetulan, pas perhatiin lirik lagunya ternyata artinya cukup dalam dan menjawab doa waktu itu&#8230;&#8221;why should I be discouraged?&#8221;&#8230;cerita di balik lirik itu ada <a href="http://lisariana.blogspot.com/2009/10/his-eyes-is-on-sparrow.html">disini</a>.<span id="more-664"></span></p>
<p>Melalui lagu-lagu di atas diingatkan kembali&#8230;mungkin kalo Tuhan bicara langsung begini, &#8220;<span style="text-decoration: underline;">Aku Tuhanmu ada disini. Janganlah kau khawatir. Walaupun kau jatuh tujuh kali, kau akan bangun kembali. Cukuplah kasih dan anugerahKu bagimu&#8221;</span>. Pagi itu dibuat speechless&#8230;udah setengah hati sama Tuhan, tapi Tuhan gak pernah setengah hati sama kita. Kita merasa Tuhan jauh, walaupun sebenernya Tuhan gak pernah jauh dari kita.</p>
<p>Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, sekarang jadi diingatkan kembali tuk mengikut Tuhan apapun yang terjadi di sekitar saya. Diingatkan kembali tuk janji-janji yang dibuat di hadapan Tuhan. Semakin hari semakin sadar bahwa ikut Tuhan merupakan suatu tantangan. Tuhan tidak pernah menawarkan kebahagiaan di luar diriNya sendiri. Semakin diingatkan bahwa hidup ini bukan tentang diri kita, tapi tentang Dia.</p>
<p>***</p>
<p>ps: ini lagi ngetest pake feature password protected post.<br />
pss: dibikin gak pake password deh.<br />
Notes: Bisa jadi ini post yang paling terasa melankolis (dan sentimental?)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/11/ketik-nama-depanku-v3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lekas bangkit!</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 17:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Ordinary people with extraordinary impact. Kira-kira begitulah slogan dari program CNN Heroes, yaitu program dari CNN untuk menghargai orang-orang yang memberikan kontribusi berarti bagi komunitas. Seorang teman minggu kmrn kirim email pd sy supaya sy ikutan vote utk Capt. Budi Soehardi. Apa yang beliau kerjakan cukup signifikan sampai beliau dinominasikan untuk CNN Heroes. Beliau membuka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/b/b5/CNN_Heroes_logo.svg/324px-CNN_Heroes_logo.svg.png" alt="" /><br />
Ordinary people with extraordinary impact.</p>
<p>Kira-kira begitulah slogan dari program CNN Heroes, yaitu program dari CNN untuk menghargai orang-orang yang memberikan kontribusi berarti bagi komunitas.  Seorang teman minggu kmrn kirim email pd sy supaya sy ikutan vote utk <a href="http://www.cnn.com/2009/WORLD/asiapcf/09/03/cnnheroes.budi.soehardi/index.html">Capt. Budi Soehardi</a>. Apa yang beliau kerjakan cukup signifikan sampai beliau dinominasikan untuk CNN Heroes. Beliau membuka panti asuhan di Kupang. Btw, beliau orang Indonesia pertama yang masuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/CNN_Heroes">nominasi CNN Heroes</a>.<span id="more-508"></span></p>
<p>Setiap orang punya &#8220;hero&#8221; masing-masing. Saya pribadi kalo dibikin daftar hero dari tahun ke tahun, setiap tahun biasanya ada tokoh yang cukup signifikan dalam hidup. Bisa jadi orang tua, teman, kerabat, tetangga, dll. Kontribusinya juga macem2. Ada yang membantu sy utk fokus ttg tujuan hidup, ada yang menolong ketika sy down, ada yang jd pendengar yang baik, dll. Mungkin mereka sendiri gak tau klo mereka sy anggap sebagai hero.</p>
<p>Tahun 2009 ini, tiga orang yang saya anggap hero jatuh. Masing-masing punya masalah sendiri dan mereka semua masi manusia juga. Kisahnya juga beragam. Ada yang lari dari Tuhan karena kecewa dlm karir. Ada yang ternyata punya masalah berat dlm rumah tangganya. Ada yang depressi karena difitnah orang-orang yang dia kasihi dengan tulus.</p>
<p>Gmana ya&#8230;sedih juga sih dengernya, tapi itulah realitanya. Terlepas dari kesulitan yang ada, saya percaya Tuhan adalah Tuhan yang berdaulat atas semua perkara. Tuhan ngga akan berkata &#8220;oopss&#8230;maaf Aku gak menyangka hasilnya akan sepahit ini untukmu&#8221;. Semoga mereka lekas bangkit! There is always hope.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/lekas-bangkit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life-giving friends</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/life-giving-friends/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/life-giving-friends/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 22:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Life can be very hard. &#8220;&#8230;no matter how hard we try to bring order and peace into our lives, there are moments when everything seems to be falling apart and times when we not only feel we are drowning but are sure someone or something is holding us under&#8221; (Paul J. Wadell, Becoming Friends, 112-113). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/10/friendship1.jpg" alt="friendship1" title="friendship1" width="300" height="198" class="alignnone size-full wp-image-502" /></p>
<p>Life can be very hard. &#8220;&#8230;no matter how hard we try to bring order and peace into our lives, there are moments when everything seems to be falling apart and times when we not only feel we are drowning but are sure someone or something is holding us under&#8221; (Paul J. Wadell, Becoming Friends, 112-113). Already we are seeing increasing incidences of depression, suicide and domestic violence as the global economy continues to tank. A closer look at the stats however, suggests that it is not the blows of life that finally get us. It&#8217;s having to face them alone.<span id="more-496"></span></p>
<p>My fear is that the pace and the structure of modern society leave many of us bereft of even one true friend much less two. Unfortunately the church community can be as lonely as the world. There is a prevalent triumphalism that teaches, or at least implies, that if you are walking right with God, you should have no problems, and that if you do have difficulties, you should be able to overcome them easily. Such an attitude leads to much superficiality in church-based relationships where people hardly know each other much less share their deepest struggles. We note that Jesus, truly God and truly man, and our model of what it means to be truly human, did not shy away from sharing His deepest struggles and His need for community.</p>
<blockquote><p>[Then Jesus went with them to the olive grove called Gethsemane, and he said, "Sit here while I go over there to pray." He took Peter and Zebedee's two sons, James and John, and he became anguished and distressed. He told them, "My soul is crushed with grief to the point of death. Stay here and keep watch with me." (Matthew 26:36-38 NLT)]</p></blockquote>
<p>We need our friends in good times, to share our joys, and we surely need our friends in tough times, to help give us the courage to carry on. Paul J. Wadell cites Aelred on this aspect of friendship.</p>
<p>[A second reason Aelred says we need good friendship is that life is often hard for us, more than any of us can handle alone ... None of us can navigate the perils of life alone, and we shouldn't try to do so. Sometimes we need to be rescued. Sometimes we need others to lean on, someone to take our hand and guide us along when our luck runs out, and this is what friends do for us. At moments of chaos and confusion, suffering and loss in our lives, they do not want us to be alone. They want to be with us and help us though our tribulations. (Becoming Friends, 112-113)]</p>
<p>I say a loud &#8220;amen&#8221; to Aelred and Wadell. As I look back on my life, I note the times of deep brokenness and despair. For each of those moments I can name the names of the friends who were there for me. Without them I would have been lost a long time ago. I cannot thank them enough. I can try to pass it forward. I can try to walk with my friends in their times of &#8220;chaos and confusion, suffering and loss&#8230;&#8221;</p>
<p>Do you have life-giving friends in your life? The thing is, you can&#8217;t treat friends like a fire extinguisher, &#8220;breaking the glass&#8221; to get to them only in times of crisis, when we need them. We value our friends for whom they are and not for what we can get out of them. Therefore in good times or bad we need to make time for our friends. We need to meet up with them regularly to share our lives. In good times we may fool ourselves into thinking that we can go it alone. One of the redeeming features of tough times is that it reminds us that none of us can go it alone.  We need God. And we need our friends.</p>
<p>Book cited. Wadell, Paul J.  Becoming Friends.  Grand Rapids, MI: Brazos Press, 2002. The quotation above I read in a presentation file given by a Navigator last month.</p>
<p>***</p>
<p>My brother wrote the above to me when I faced hard times in life. I truly believe that every problem will bring us closer to Lord Jesus, especially the unspeakable problem, it will make us strong. And I am thankful to be able to name the names of friends who were there for me <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/life-giving-friends/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingat OMF, Ingat Ibu Dorothy</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/ingat-omf-ingat-ibu-dorothy/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/ingat-omf-ingat-ibu-dorothy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 23:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=499</guid>
		<description><![CDATA[Nanti malam ada rencana pergi ke OMF Youth Night. Ketika mendengar OMF, yang langsung terlintas dalam pikiran saya adalah Ibu Dorothy Irene Marx. Siapa beliau? Saya pertama kali bertemu dengan Ibu ketika masih kuliah semester satu di Institut Gajah Duduk (IGD) di Bandung. Kebetulan ada tiga pilihan organisasi Kristen di IGD, ada The Navigators, Perkantas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nanti malam ada rencana pergi ke OMF Youth Night. Ketika mendengar <a href="http://www.omf.org/">OMF</a>, yang langsung terlintas dalam pikiran saya adalah Ibu Dorothy Irene Marx. Siapa beliau? Saya pertama kali bertemu dengan Ibu ketika masih kuliah semester satu di Institut Gajah Duduk (IGD) di Bandung. Kebetulan ada tiga pilihan organisasi Kristen di IGD, ada <a href="http://www.navigators.org/">The Navigators</a>, <a href="http://www.perkantas.net/">Perkantas</a>, juga <a href="http://lpmi.org/">LPMI</a>.<span id="more-499"></span></p>
<p>Berhubung abang saya sudah masuk Navigator, saya lebih tertarik mencoba Perkantas atau LPMI. Akhirnya saya putuskan untuk masuk Perkantas, dengan pertimbangan seadanya (baca: asal pilih). Ibu Dorothy lah yang jadi pembina Perkantas. Semua anak Perkantas, terutama Perkantas Bandung, pasti pernah mendengar ato setidaknya bertemu sama Ibu. Bagaimana profil hidup Ibu Dorothy?</p>
<p>Kesan saya pribadi, Ibu Dorothy adalah seorang misionaris sejati. Di usia senja, beliau punya semangat yang luar biasa untuk Tuhan. Saya membaca buku biografi beliau dan tertegun melihat bagaimana Tuhan memanggil Ibu Dorothy untuk pelayanan di Indonesia, terutama di Bandung. Bagaimana Ibu dibentuk melalui berbagai macam peristiwa. Ibu juga orang yang selalu tegas juga humble dan selalu berpegang pada kebenaran Alkitab. Cukup tabah menghadapi berbagai macam orang, mahasiswa, fitnah, dll. Salut untuk Ibu!</p>
<p>Beberapa singkatan Ibu Dorothy yang sering dipakai pengkotbah sekarang ada beberapa, antara lain:<br />
Juplop = Maju dengan Amplop<br />
Jutek = Maju dengan nyontek<br />
BDB : Bohong Demi Bisnis, Bohong Demi keBaikan<br />
MDM : Melicinkan Demi Melancarkan, Magic Demi Maju<br />
Ngakol : Ngakali Orang Lain<br />
Nilai-nilai dunia : is..is..is = egois, sekularis, materialis, dll<br />
Nilai-nilai kerajaan Allah : an..an..an : Kebenaran, kejujuran, kebaikan, belas kasihan, dll</p>
<p>***</p>
<p>Berikut <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=95936527887">profil singkat</a> beliau:</p>
<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/10/5650_1182636530914_1378236354_30501685_1266245_n-266x300.jpg" alt="5650_1182636530914_1378236354_30501685_1266245_n" title="5650_1182636530914_1378236354_30501685_1266245_n" width="266" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-500" /></p>
<p>Dorothy Irene Marx, lahir di Munchen, February 16 1923, adalah pelayan Tuhan yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 50 tahun di Indonesia. Diawali sebagai misionaris OMF, ibu, demikian ia sering disapa, telah melayani gereja, persekutuan mahasiswa, perguruan tinggi di Jakarta maupun Bandung (UI, Maranatha,IKIP Bandung, UKI, ITB, STT Bandung), pendeta (GKI). Ibu meraih gelar Doktor dalam bidang studi teologi dari Universitas Tubingen, Jerman, pada tahun 1988 dengan predikat Cum Laude. Btw, Paus yang sekarang (Pope Benedict XVI) juga lulus dari universitas yang sama dengan Ibu Dorothy.</p>
<p>Hal penting dalam hidup dan pelayanannya adalah ketika ibu &#8220;melepas&#8221; kewarganegaraan Inggris menjadi warganegara Indonesia pada tahun 1983 karena kecintaan dan dedikasinya kepada Indonesia. Saat ini, Ibu tinggal di Bandung. Dalam usia 86 tahun, ibu masih melaksanakan tugasnya sebagai Rektor Kehormatan dan dosen di STT Bandung.</p>
<p><strong>Pendidikan:</strong><br />
L.R.A.M. Royal Academy of Music London<br />
Dip.Th. (B.A. Theology) London Bible College<br />
D.Theol. Eberhard Karls Universität Tübingen, Germany. 1988.<br />
D.D ( Doctor of Divinity ; HC). Louisiana Baptist University, 2005.</p>
<p><strong>Buku-buku karangan:</strong><br />
* Yang Lama yang Baru yang Mana? (BPK)<br />
* Penjelasan Singkat tentang Kitab Yeremia (BPK)<br />
* Pandangan Agaman Kristen Tentang NEW MORALITY (Kalam Hidup)<br />
* Bolehkah Aku Percaya ? (Kalam Hidup)<br />
* Itukan Boleh ? (Kalam Hidup)<br />
* KEBENARAN Meninggikan DERAJAT BANGSA (Perkantas)<br />
* Martin Luther</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/ingat-omf-ingat-ibu-dorothy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>And hope will rise</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/and-hope-will-rise/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/and-hope-will-rise/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 07:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Secarik kertas tertutup rapat Ku goreskan segenap harap juga janji di dalamnya Badai entah kapan akan berlalu Langkahku mungkin terseok Aku tak mau menyerah ya Tuhan Lindungi aku di bawah sayapMu ~ Manning Park, October 2009]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secarik kertas tertutup rapat<br />
Ku goreskan segenap harap<br />
juga janji di dalamnya</p>
<p>Badai entah kapan akan berlalu<br />
Langkahku mungkin terseok<br />
Aku tak mau menyerah ya Tuhan<br />
Lindungi aku di bawah sayapMu</p>
<p>~ Manning Park, October 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/and-hope-will-rise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SARAH</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/09/sarah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/09/sarah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 00:14:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Ada lima fase yang terjadi ketika kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kehilangan seseorang, patah hati, atau kecewa di tempat kerja. Respon pertama biasanya adalah S (shock). Kaget, tidak pernah membayangkan bahwa hal itu akan/bisa terjadi. Dari kaget, biasanya dilanjutkan dengan A (angry). Marah atas apa yang terjadi, bisa marah terharap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada lima fase yang terjadi ketika kita mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kehilangan seseorang, patah hati, atau kecewa di tempat kerja.</p>
<p>Respon pertama biasanya adalah <strong>S (shock)</strong>. Kaget, tidak pernah membayangkan bahwa hal itu akan/bisa terjadi. Dari kaget, biasanya dilanjutkan dengan <strong>A (angry)</strong>. Marah atas apa yang terjadi, bisa marah terharap diri sendiri, keluarga, teman kerja, dll. Kemudian <strong>R (resist)</strong>, menolak kenyataan dan bertanya-tanya &#8220;kenapa? kok bisa-bisanya? padahal kita kan sudah&#8230;&#8221;.<span id="more-341"></span></p>
<p>Ini tahap krusial. Banyak orang berhenti di tahap ini dan menjadi pahit. Kepahitan bisa menjelma menjadi dendam atau setidaknya mengganggu konsentrasi di pekerjaan.</p>
<p>Fase berikutnya <strong>A (accept)</strong>. Menerima kenyataan akan apa yang sudah terjadi, bahwa kita bisa jadi ikut bersalah akan apa yang sudah terjadi. Ada banyak hal yang berada di luar kendali kita sebagai manusia. Menerima bahwa tidak ada yang sempurna. Menerima bahwa Tuhan tetap berdaulat penuh atas apa yang terjadi dan Dia berkuasa untuk mengubah segala hal menjadi sesuatu yang BAIK bagi kita. Accept the fact that God never makes mistakes.</p>
<p>Fase terakhir, <strong>H (hope)</strong>. Terus percaya sama Tuhan. Mata Tuhan tidak terpejam. Telinga Tuhan sudah mendengar jerit kita minta tolong. Dia tahu dan Dia mengerti. Karena kita berharga di mata-Nya, apa yang merisaukan kita juga merisaukan Tuhan. Tuhan punya rencana indah untuk dan rencana-Nya akan terlaksana.</p>
<p>Ada beberapa peristiwa dalam hidup ini yang sulit untuk dimengerti. Ada waktu di hidup saya dimana pencobaan berat menekan. Ada waktu dimana saya tidak melihat tuntunan tangan Tuhan. Tapi Tuhan sendiri lah yang memberikan iman untuk terus berharap padaNya. Jika saya tidak melihat sinar matahari, bukan berarti matahari tidak ada dan lenyap. Matahari pasti akan bersinar, mungkin sebuah pelangi pun akan tampak <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/09/sarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>R.T. Kendall &#8211; Tuhan Merancangnya Untuk Kebaikan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/rt-kendall-tuhan-merancangnya-untuk-kebaikan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/rt-kendall-tuhan-merancangnya-untuk-kebaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 04:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore di akhir bulan Oktober 2008, saya berjalan pulang dari kampus menuju tempat parkir mobil di Banff Trail. Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil, &#8220;Martin, apa kabar?&#8221;. Rupanya seorang kawan lama. Singkat cerita saya bercerita tentang kondisi dan situasi saya secara umum yang emang lagi banyak beban masalah. Selang beberapa minggu kemudian, beliau kirim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adimulia.net/blog/wp-content/uploads/2009/08/21011.jpg" alt="21011" title="21011" width="112" height="166" class="alignnone size-full wp-image-266" /></p>
<p>Suatu sore di akhir bulan Oktober 2008, saya berjalan pulang dari kampus menuju tempat parkir mobil di Banff Trail. Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil, &#8220;Martin, apa kabar?&#8221;. Rupanya seorang kawan lama. Singkat cerita saya bercerita tentang kondisi dan situasi saya secara umum yang emang lagi banyak beban masalah. <span id="more-265"></span> Selang beberapa minggu kemudian, beliau kirim email kepada saya menanyakan kabar dan kemudian membalas email saya demikian:</p>
<blockquote><p>Saya mengerti perasaan kamu, kandang-kadang kita bingung perjalanan hidup kita, banyak hal sulit dimengerti. tapi satu hal yg pasti: Tuhan tahu apa yg terbaik. <strong>Lihat perjalanan Yusuf, justru pada saat paling gelap (difitnah dan dipenjara), saat itu merupakan titik balik.</strong> Serahkan pada Tuhan dengn penuh penyerahan, minta pengampungan pada Tuhan kalau ada hal yg tidak berkenan padaNya. Pasti dia akan buka jalan.</p></blockquote>
<p>Yup, tentang Yusuf! Selama ini bagian favorit saya tentang Yusuf adalah bagian pembelaan. Bagaimana Tuhan menyertai Yusuf yang mengalami kepahitan. Minggu kemarin saya mendapat hadiah sebuah buku berjudul asli &#8220;God meant it for good&#8221; karangan RT. Kendall. Saya baru mulai membaca buku ini, dan isinya mengupas kisah tentang Yusuf dari awal sampai akhir. Sekilas dan saya kira pada umumnya, kita selalu melihat sosok Yusuf yang mendapat perlakuan tidak adil, sampai-sampai harus difitnah. Tapi pernah kah kita dalami lagi dan melihat sisi Yusuf yang pada awalnya &#8220;sedikit&#8221; pamer akan jubah dan karuniaNya bermimpi?</p>
<p>Buku ini membawa kita lebih dalam memahami lika-liku hidup sebagai orang yang dipanggil untuk pekerjaan Tuhan. Ada banyak hal yang kita bisa belajar dari hidup Yusuf. Secara garis besar, Yusuf bukan orang sempurna namun tetap dipakai Tuhan. Untuk beberapa blog entry ke depan, saya akan berusaha membagikan apa yang saya dapat dari buku ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/rt-kendall-tuhan-merancangnya-untuk-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghiburan di sela-sela masalah</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/penghiburan-di-sela-sela-masalah/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/penghiburan-di-sela-sela-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 21:59:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Numbered like the stars, no matter where we are. Let the tress clap their hands, let the deepest water dance. Beberapa hari lalu saya bilang sama teman saya, &#8220;Perasaan saya aneh, sedikit bingung. Kok rasanya sekarang ini sangat comfort sekali, udah lama sekali gak merasa seperti ini&#8221;. Saya sendiri bingung kenapa hati ini rasanya kok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Numbered like the stars, no matter where we are.<br />
Let the tress clap their hands, let the deepest water dance.</p>
<p>Beberapa hari lalu saya bilang sama teman saya, &#8220;Perasaan saya aneh, sedikit bingung. Kok rasanya sekarang ini sangat comfort sekali, udah lama sekali gak merasa seperti ini&#8221;. Saya sendiri bingung kenapa hati ini rasanya kok plong, released, treasured. Apakah ini sugesti karena dalam beberapa hari saya akan pindah ke Vancouver? Antara iya dan tidak, yang jelas masa setumpuk hal yang masih harus saya urus untuk urusan pindah kota ini. Dari pertama, urusan packing barang2 yang tak terduga banyaknya. Urusan ganti alamat, urusan cari kost, urusan move out dari kost skrg yg baru bbrp hari, urusan makan bertemu teman &#038; kerabat, sampai ke beban-beban pikiran yang sebelumnya sudah ada.</p>
<p>Masalah selalu ada, tapi bagian terpenting adalah bagaimana Tuhan memampukan kita untuk melewati setiap masalah itu. Itulah filosofi saya dalam menghadapi masalah. Saya selalu berusaha bertanya, &#8220;dalam masalahnya ini, apa yang Tuhan mau saya untuk belajar?&#8221;. Syukur2 saya bisa belajar sesuatu. Dengan filosofi demikian, gak jarang muncul rasa sedih, pahit ketika saya harus mengalami sesuatu yang tidak saya harapkan.</p>
<p>Cik Vonny pernah bilang sama saya, &#8220;Kau sedih/stress itu wajar. Tapi setelah itu kau liat, Tuhan sudah bukakan pintu yang lain untuk kau. Kau jangan diam di pintu yang sudah ditutup itu&#8221;. Yah, hal ini benar. Tapi ketika mengalami lagi, tetap saja ada tantangannya. Hmmm&#8230;makanya sdikit aneh saya ketika Tuhan &#8220;menghibur&#8221; saya di sela-sela masalah yang saya hadapi, rasa syukur menghias hati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/penghiburan-di-sela-sela-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>If we win, we praise Him. If we lose, we praise Him</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/if-we-win-we-praise-him-if-we-lose-we-praise-him/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/if-we-win-we-praise-him-if-we-lose-we-praise-him/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 01:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[If we win, we praise Him. If we lose, we praise Him Itulah yang ada di dalam hati the Eagles ketika bertanding di dalam film Facing the Giants. Belakangan ini proses interview agak-agak aneh. Saya dipanggil ke interview bbrp posisi senior, pengalaman 5-10 thn. Sempet bingung juga sih sampai saya tanya manager yang interview saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>If we win, we praise Him. If we lose, we praise Him</p></blockquote>
<p>Itulah yang ada di dalam hati the Eagles ketika bertanding di dalam film Facing the Giants.</p>
<p>Belakangan ini proses interview agak-agak aneh. Saya dipanggil ke interview bbrp posisi senior, pengalaman 5-10 thn. Sempet bingung juga sih sampai saya tanya manager yang interview saya, &#8220;Sir, you know that I only have 3.5 years experience, what interests you to call me for interview&#8221;. Si bapak agak kaget jg pada awalnya. Orang HR udah geleng2, &#8220;orang diinterview kan biasanya berusaha nutupin kekurangan, nih orang kok malah ngebahas kekurangan sendiri&#8221;. Mungkin jarang2 ada orang yang di interview nanya begitu, pertanyaan saya terlalu jujur. Dia bilang dia mau explore personality. Well, di ujung interview dia bilang sih, &#8220;I like you. You are enthusiastic and very positive&#8221;. Yah saya bilang juga, &#8220;Honestly I don&#8217;t have the years but I have the ability to catch up&#8221;. Emang dari job description sih saya udah pernah kerjain hal itu jg.</p>
<p>Interview satu lagi prosesnya agak panjang, udah second round. Mungkin masih ada third round. Tapi dalam hati, saya tahu inilah yang saya mau. Semoga apabila itu yang berkenan, Tuhan akan buka jalan. Walaupun banyak sekali constraintnya: housing, distance, lingkungan baru. I&#8217;m so excited to this opportunity! Kadang kala saya berpikir, jika Tuhan masih inginkan saya di Calgary, misi apa yang harus saya accomplish. Kalaupun ngga ada misi yang jelas, saya kadang berpikir apa saya lagi ada di &#8220;tanah Midian&#8221; yang harus saya hadapi? Tapi saya bersyukur atas tiga minggu belakangan ini, saya belajar banyak dari seorang teman tentang hati yang dipersembahkan untuk Tuhan. Saya juga belajar untuk let go apa yang terjadi di masa lalu, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.</p>
<p>Semoga minggu depan sudah ada sedikit titik terang tentang pekerjaan. Jika dapat, puji Tuhan, klo ngga dapet, puji Tuhan. Gampang diucapin, sulit dilakukan <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/if-we-win-we-praise-him-if-we-lose-we-praise-him/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang lain tidak dapat turut merasakan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/orang-lain-tidak-dapat-turut-merasakan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/orang-lain-tidak-dapat-turut-merasakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 21:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya. Saya belajar banyak tentang hidup belakangan ini, terutama tentang mau dibawa kemana hidup ini, memperbaiki kesalahan, menapakkan langkah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Hati mengenal kepedihannya sendiri, dan orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya.</p></blockquote>
<p>Saya belajar banyak tentang hidup belakangan ini, terutama tentang mau dibawa kemana hidup ini, memperbaiki kesalahan, menapakkan langkah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/orang-lain-tidak-dapat-turut-merasakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

