Ketika krisis moneter melanda Indonesia tahun 1997, pemerintah Indonesia sempat mendatangkan seorang ahli ekonomi dari Thailand, namanya Prof. Ihiy Dungtakdungdung. Sebelum krisis moneter terjadi, professor ini sudah memprediksi akibat-akibat krismon, serta solusinya. Dia orang yang cukup optimis, jadi ketika dia datang ke Indonesia, dia yakin bisa mengatasi krisis moneter yang ada. Kebetulan Prof Dungtakdungdung adalah seorang Kristen.
Selang bekerja satu bulan, kondisi tak kunjung membaik. Harga dollar menembus Rp. 21.000, rekor tertinggi sepanjang masa. Selang delapan bulan, segala teori ekonomi sudah dia coba terapkan, tapi kondisi juga tidak berbeda, malahan harga sembako melambung. Sampai-sampai saya ingat waktu itu, saya sekeluarga di Bandung, sempat sulit beli beras, karena beras sudah habis dimana-mana. Mungkin orang banyak yang menimbun.
Selang waktu dua tahun, optimisme Prof. Dungtakdungdung sudah pudar. Dia menghadap Presiden Habibie. Dia menyerah. Dia bilang, selama dua tahun di Indonesia, dia sudah berusaha sekuat tenaga, dan juga sudah berdoa. Namun kondisi tidak membaik, jadi Prof. Dungtakdungdung ingin kembali ke Thailand. Lucunya dia bilang begini ke Presiden Habibie, “Pak, mohon kiranya saya diijinkan untuk mengundurkan diri. Sepertinya rencana Tuhan bagi saya bukan di Indonesia. Tapi saya yakin Tuhan pasti punya rencana indah bagi Indonesia. Bapak Presiden imani saja hal itu”
Presiden Habibie bilang sama Prof. Dungtakdungdung, “Prof, kenapa anda minta saya beriman? Kenapa anda tidak melihat membantu Indonesia adalah bagian perjalanan iman anda?”
***
Cerita di atas hanyalah cerita fiksi. Tapi yang saya ingin bagikan adalah, kadang kita sebagai orang Kristen ketika gagal terlalu mudah berkata, “Ah, Tuhan punya rencana lain bagi saya”. Mentalitas gampang menyerah, tapi dilapis pernyataan rohani. Jadi terkesan rohani, padahal sebetulnya tidak. Mentalitas egois memikirkan diri sendiri, tapi dilapis pernyataan manis “Tuhan pasti punya rencana indah buat Indonesia. Saya sih ke Thailand aja deh, lebih enak, gak perlu malu gagal terus-terusan di Indonesia”
Yang kedua, kadang orang Kristen terlalu cepat melihat kegagalan sebagai “bukan rencana Tuhan”. Padahal Tuhan sering membentuk karakter kita ketika kita gagal. Jadi seolah-olah rencana Tuhan selalu dikaitkan dengan kesuksesan dalam karir, kekayaan, dsb.
Sekedar pemikiran random, bagaimana jadinya kalau Abraham cepat berkata, “Ah, mungkin Tuhan lupa akan janjiNya untuk memberi saya keturunan”. Apa kata dunia?
Kiranya Tuhan berkati!
Some nights it would be so forceful to wake up either of them, “Uh, papa ngorok ya”, or “Uh, mama ngorok ya tin” they said. Ah..these sounds indicate to me that my parents are still with me.
Some days, papa would not stop telling stories or expressing his opinions. The topics vary from politics, business, my childhood, etc. Ah..I know that when papa talks, it indicates he feels happy.
Some other mornings, before heading off to work/school, mama would squeeze (read: hug) me and tell “duh, sayangku” and I’ll tell her, “duh, mamaku”. Ah..she has been doing it since I was still in elementary school.
I don’t get the chance to see them everyday but I’ll definitely keep them close to my heart.
Kalau ada penyanyi yang saya kagumi, salah satunya adalah Susan Boyle. Entah mengapa saya sangat suka sama lagu yang dia nyanyiin “I dream a dream”. Secara khusus, saya suka penampilan dia pertama kali di Britains Got Talent (BGT). Dari cuplikan video ini, ada banyak aspek hidup yang kita bisa belajar. Berikut petikan percakapan dia dengan juri-juri BGT.
Simon: What’s the dream? Continue reading »
Susan: I’m trying to be a professional singer
Simon: And why it hasn’t worked so far Susan?
Susan: Because, I haven’t been given a chance before, but here’s, I’m hoping it will all change.
Simon: OK and who would you like to be as successful as?
Susan: Elaine Paige.
Konon katanya, ada tiga macam hal yang menjadi patokan dalam menilai sesuatu:
- Suara terbanyak – kalau suara terbanyak bilang hal itu baik, maka hal itu menjadi baik. Bila kebanyakan orang bilang hal itu buruk, maka hal itu menjadi buruk.
- Tujuan - yang penting adalah tujuannya. Cara gak gitu penting, yang penting tujuannya. Contohnya, Robin Hood itu gak apa-apa, karena dia mencuri dengan tujuan yang baik yaitu untuk berbagi dengan orang miskin. Contoh lain lagi, berbohong itu gak apa-apa, yang penting maksudnya baik. Makanya kadang ada istilah white lies.
- Kebudayaan - kalau nilai budaya bilang baik ya baik, gimana nilai budaya yang dianut aja. Contohnya, pasangan kumpul kebo di Indonesia sih sering dirazia. Kalau di Canada, hal itu udah biasa.
Hal ini terdengar sederhana. Sebagai orang percaya, apakah hal di atas yang jadi kriteria kita? Hmmm…jelas patokan orang percaya adalah cuma satu, yaitu gimana penilaian Tuhan, yang kita kenal melalui firmanNya. Kadang…kita sering terjebak dengan tiga patokan di atas, lupa tanya penilaian Tuhan.
*Semoga keputusan yang saya ambil hari ini berkenan di hadapan Tuhan*
