Dunia hanya selembar kertas
Masing-masing menulis ceritanya
Ceritakan kisahmu, lupakan menurut siapa
Dan dalam lingkup apa.
Ketika kisah indah tertulis
Haruskah tawa bahagia dibunuh
Ketika tragedi terjadi
Haruskah tangis dilapis senyum
Kedalaman pikiran membuat diri terjebak
Terjebak dalam pencitraan diri
Padahal pena berbeda, jiwa berbeda,
Cerita pun jelas akan berbeda
Apa yang harus disanggah
Ah masalah hati..semua orang
Berusaha melindungi bagian tubuh paling berharga itu
Takut hancur, dikerangkeng lah hati
Ketulusan semakin langka hari demi hari
Satu pena, satu cerita, cukup pakai satu hati
Dua pena, satu cerita, jelas harus pakai dua hati
Menyetir menembus pekatnya gelap malam
Sorot lampu hanya menyinari apa yang di depan
Di belakang gelap gulita adanya
Tak perlu hiraukan yang sudah lalu
Dingin, ya itulah yang dirasakan
Gelap, ya itulah yang dilihat
Sunyi, ya itulah yang didengar
Itulah ketiga indera tuk lewati malam
Lihat…dengar…rasakan. LDR.
Bangun pagi di tengah kesunyian disini
Bangun subuh karena suara mesjid disana
Menikmati jalan di pagi hari disini
Menikmati kemacetan menggila disana
Pas disana kangen yang disini
Pas disini kangen yang disana
Begitu jauh namun begitu dekat
Di dalam hidup ini,
ada baiknya untuk punya suatu tujuan
dimana kita menghargai arti sebuah proses
dimana kata harapan bisa menjadi dorongan
agar kita bisa mencapai garis akhir
Namun ketika kendaraan dijadikan tujuan Continue reading »
kita tidak lagi mampu memaknai hidup
diombang-ambing kesana kemari
yang ada hanya penyelewengan berkelanjutan
