Pengkotbah bilang, untuk segala sesuatu ada masanya. Teman ada yang tanya, “Kok sibuk melulu sih?”. Kadang pertanyaan seperti ini menunjukkan keheranan dari yang bertanya. Kalau diparafrasekan pertanyaannya jadi begini, “Bagaimana mungkin bisa sesibuk ini?”. Saya sendiri juga heran, kadang emang kalau lagi nganggur, ya bisa nganggur senganggur2nya, hidup rutin, berangkat jam 8, jam 5:30 udah di rumah. Tapi kadang emang sibuk sesibuk2nya, berangkat jam 8, pulang jam 6 lebih, lalu diterusin kerjain pekerjaan rumah yang lain.
Apapun situasinya, jangan sampai kita melewatkan hal-hal yang patut disyukuri. Bulan lalu saya mampir ke Chapters, ketemu buku judulnya, The Book of Awesome. Isinya, tentang hal-hal kecil yang kita lewati begitu saja. Padahal, hal-hal kecil itu adalah berkat Tuhan yang terjadi dari hari ke hari.
Misalnya, yang saya pernah alami:
- Melihat foto masa kecil dari tunangan saya. Haha, priceless.
- Pas dapet pas spot parkir di mall. Haha, ini juga kita sering lewati begitu saja.
- Nyetir mobil sendirian malem-malem. Nah, ini mungkin cuma saya, tapi ini hal yang saya enjoy.
- Ketika orang yang kita ajak ngobrol tersenyum.
- Anak sekolah minggu bertanya pertanyaan nyeleneh.
- Dapet tempat duduk di skytrain jam 8 pagi di Joyce. Haha, ini patut disyukuri.
- Mendarat di sofa setelah seharian bekerja
- Pas beres-beres buku lama, wangi buku lama itu khas!
- Melihat emak2 dan engkong2 jalan pagi gandengan tangan
- Mendengar keponakan yang berumur kurang dari 3 thn nyanyi “bri sukuy, bri sukuy, brilah sukuy, bri sukuy…susah atau pun senang, bri sukuy”
Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Efesus 5:20)
“Wah, maaf saya tidak ada waktu untuk ____ ” . Silahkan isi bagian yang kosong dengan aktifitas kita yang semakin hari semakin banyak. Tapi apakah iya kita tidak ada waktu? Ini sebenarnya lebih ke arah prioritas. Misalnya, ketika seseorang diminta membantu melakukan kegiatan A, alasan yang sering dilontarkan, wah saya sibuk, tidak ada waktu. Padahal, orang yang bersangkutan masih ada waktu untuk kegiatan yang lain. Jadi sebenarnya, waktunya sih ada, cuma prioritas untuk kegiatan A lebih rendah dibanding kegiatan lain. Waktu kalau mau disempat-sempatin, pasti bisa.
Sekedar berpikir tentang prioritas Tuhan, apakah Tuhan setiap harinya buka Microsoft Outlook atau Google Calendar? Dan isinya ada mungkin jutaan miliar triliun tasks dan meeting appointment. Bagaimana Tuhan mengatur prioritas dari itu semua? Saya tidak tahu, tapi cuma sekedar pemikiran, andaikata urusan dosa bukanlah prioritas, mungkin Tuhan tidak akan repot-repot mengirim Yesus Kristus. Mungkin kalau dosa tidak berujung maut, Tuhan bakalan lebih “cincai”. Atau kalau manusia bukanlah prioritas utama Tuhan, tentu kita udah dicuekin dari dulu, dari sejak kejatuhan dalam dosa, atau bahkan kita tidak akan pernah diciptakan?
Pemikiran sekarang, kalau hidup dan keselamatan kita adalah prioritas Tuhan, apa yang jadi prioritas kita sekarang?
Saya belakangan merasa waktu 24 jam itu kurang. Kerja dari jam 9 pagi, baru juga bales-bales email, briefing tugas, eh tau-tau udah jam 12. Demikian seterusnya, bekerja ini itu, tau-tau udah jam 5 lebih. Sepulang kerja, lanjut lagi kegiatan ini itu. Yang paling menyedihkan, kadang tidak ada waktu untuk Tuhan.
Ada ungkapan “Never make someone your priority, when they only make you an option”. Kalau Tuhan berpegang pada ungkapan ini, sudah habislah saya. Ah saya perlu belajar mengatur prioritas hidup ini lebih baik.
Bacaan: Yohanes 10:1-10
Pencurian merupakan peristiwa kriminal merugikan yang kerap terjadi di sekitar kita. Pencurian uang, kendaraan, dan harta benda lainnya. Akan tetapi, tidak ada pencuri yang lebih profesional dari Iblis. Cara kerjanya sangat halus dan rapi sehingga banyak orang kristiani yang menjadi target Iblis seakan-akan tidak menyadari bahwa ada begitu banyak hal di dalam hidupnya telah dicuri oleh Iblis. Mereka baru menyadari ketika segala sesuatu sudah habis.
Apa saja yang kerap dicuri oleh Iblis?
- Kegembiraan: Iblis ingin mencuri sukacita kita.
- Keyakinan: Iblis ingin kita meragukan Allah.
- Pendirian: Iblis ingin kita berdiri untuk sesuatu yang kosong.
- Belas kasihan: Iblis ingin kita menjadi egois, tidak memedulikan orang lain.
- Komitmen: Iblis ingin kita menjadi orang yang tidak berketetapan hati.
- Damai sejahtera: Iblis ingin kita hidup dalam kehampaan.
- Kepastian: Iblis ingin kita meragukan keselamatan yang kita terima dari Yesus.
- Karakter: Iblis ingin kita tidak bertumbuh dalam Kristus.
- Kekudusan: Iblis ingin hidup kita tidak layak di hadapan-Nya.
Iblis ingin mencuri segala yang baik dari hidup kita dengan cara-cara keji; membunuh dan membinasakan kita (ayat 10)—jasmani dan rohani. Ini sangat kontras dengan tawaran Yesus, Gembala kita. Dia datang untuk memberikan hidup (ayat 10).
Apakah hari-hari ini kita kehilangan kasih, sukacita, damai sejahtera, komitmen, keyakinan, karakter Allah, dan sebagainya? Bisa jadi Iblis telah memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencurinya. Mintalah kuasa Tuhan untuk merebut kembali semua “kekayaan” surgawi yang sudah dicuri Iblis —PK
Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/23/
I refuse to be discouraged,
To be sad, or to cry;
I refuse to be downhearted,
and here’s the reason why..
I have a God who’s mighty,
Who’s sovereign and supreme;
I have a God who loves me,
and I am on His team.
He is all wise and powerful,
Jesus is His name;
Though everything is changeable,
My God remains the same.
My God knows all that’s happening;
Beginning to the end,
His presence is my comfort,
He is my dearest friend.
When sickness comes to weaken me,
To bring my head down low,
I call upon my mighty God;
Into His arms I go.
When circumstances threaten
to rob me from my peace;
He draws me close unto His breast,
Where all my strivings cease.
And when my heart melts within me,
and weakness takes control;
He gathers me into His arms,
He soothes my heart and soul.
The great “I AM” is with me,
My life is in His hand,
The “Son of the Lord” is my hope,
It’s in His strength I stand.
I refuse to be defeated,
My eyes are on my God;
He has promised to be with me,
as through this life I trod.
I’m looking past all my circumstances,
To Heaven’s throne above;
My prayers have reached
the heart of God,
I’m resting in His love.
I give God thanks in everything,
My eyes are on His face;
The battle’s His, the victory is mine;
He’ll help me win the race.
Author: BJ George
