<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gunung batu &#187; Renungan Harian</title>
	<atom:link href="http://gunung-batu.com/tag/renungan-harian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gunung-batu.com</link>
	<description>tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 07:54:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hal-hal kecil</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 20:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[Tawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1980</guid>
		<description><![CDATA[Pengkotbah bilang, untuk segala sesuatu ada masanya. Teman ada yang tanya, &#8220;Kok sibuk melulu sih?&#8221;. Kadang pertanyaan seperti ini menunjukkan keheranan dari yang bertanya. Kalau diparafrasekan pertanyaannya jadi begini, &#8220;Bagaimana mungkin bisa sesibuk ini?&#8221;. Saya sendiri juga heran, kadang emang kalau lagi nganggur, ya bisa nganggur senganggur2nya, hidup rutin, berangkat jam 8, jam 5:30 udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengkotbah bilang, untuk segala sesuatu ada masanya. Teman ada yang tanya, &#8220;Kok sibuk melulu sih?&#8221;. Kadang pertanyaan seperti ini menunjukkan keheranan dari yang bertanya. Kalau diparafrasekan pertanyaannya jadi begini, &#8220;Bagaimana mungkin bisa sesibuk ini?&#8221;. Saya sendiri juga heran, kadang emang kalau lagi nganggur, ya bisa nganggur senganggur2nya, hidup rutin, berangkat jam 8, jam 5:30 udah di rumah. Tapi kadang emang sibuk sesibuk2nya, berangkat jam 8, pulang jam 6 lebih, lalu diterusin kerjain pekerjaan rumah yang lain.</p>
<p>Apapun situasinya, jangan sampai kita melewatkan hal-hal yang patut disyukuri. Bulan lalu saya mampir ke Chapters, ketemu buku judulnya, The Book of Awesome. Isinya, tentang hal-hal kecil yang kita lewati begitu saja. Padahal, hal-hal kecil itu adalah berkat Tuhan yang terjadi dari hari ke hari.</p>
<p>Misalnya, yang saya pernah alami:</p>
<ul>
<li>Melihat foto masa kecil dari tunangan saya. Haha, priceless.</li>
<li>Pas dapet pas spot parkir di mall. Haha, ini juga kita sering lewati begitu saja.</li>
<li>Nyetir mobil sendirian malem-malem. Nah, ini mungkin cuma saya, tapi ini hal yang saya enjoy.</li>
<li>Ketika orang yang kita ajak ngobrol tersenyum.</li>
<li>Anak sekolah minggu bertanya pertanyaan nyeleneh.</li>
<li>Dapet tempat duduk di skytrain jam 8 pagi di Joyce. Haha, ini patut disyukuri.</li>
<li>Mendarat di sofa setelah seharian bekerja</li>
<li>Pas beres-beres buku lama, wangi buku lama itu khas!</li>
<li>Melihat emak2 dan engkong2 jalan pagi gandengan tangan</li>
<li>Mendengar keponakan yang berumur kurang dari 3 thn nyanyi &#8220;bri sukuy, bri sukuy, brilah sukuy, bri sukuy&#8230;susah atau pun senang, bri sukuy&#8221;</li>
</ul>
<p>Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (Efesus 5:20)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/hal-hal-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prioritas</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 06:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1946</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wah, maaf saya tidak ada waktu untuk ____ &#8221; . Silahkan isi bagian yang kosong dengan aktifitas kita yang semakin hari semakin banyak. Tapi apakah iya kita tidak ada waktu? Ini sebenarnya lebih ke arah prioritas. Misalnya, ketika seseorang diminta membantu melakukan kegiatan A, alasan yang sering dilontarkan, wah saya sibuk, tidak ada waktu. Padahal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/09/prioritas.jpg" alt="" title="prioritas" width="296" height="299" class="alignright size-full wp-image-1947" />&#8220;Wah, maaf saya tidak ada waktu untuk ____ &#8221; . Silahkan isi bagian yang kosong dengan aktifitas kita yang semakin hari semakin banyak. Tapi apakah iya kita tidak ada waktu? Ini sebenarnya lebih ke arah prioritas. Misalnya, ketika seseorang diminta membantu melakukan kegiatan A, alasan yang sering dilontarkan, wah saya sibuk, tidak ada waktu. Padahal, orang yang bersangkutan masih ada waktu untuk kegiatan yang lain. Jadi sebenarnya, waktunya sih ada, cuma prioritas untuk kegiatan A lebih rendah dibanding kegiatan lain. <strong>Waktu kalau mau disempat-sempatin, pasti bisa</strong>.</p>
<p>Sekedar berpikir tentang prioritas Tuhan, apakah Tuhan setiap harinya buka Microsoft Outlook atau Google Calendar? Dan isinya ada mungkin jutaan miliar triliun tasks dan meeting appointment. Bagaimana Tuhan mengatur prioritas dari itu semua? Saya tidak tahu, tapi cuma sekedar pemikiran, andaikata urusan dosa bukanlah prioritas, mungkin Tuhan tidak akan repot-repot mengirim Yesus Kristus. Mungkin kalau dosa tidak berujung maut, Tuhan bakalan lebih &#8220;cincai&#8221;. Atau kalau manusia bukanlah prioritas utama Tuhan, tentu kita udah dicuekin dari dulu, dari sejak kejatuhan dalam dosa, atau bahkan kita tidak akan pernah diciptakan? </p>
<p>Pemikiran sekarang, kalau hidup dan keselamatan kita adalah prioritas Tuhan, apa yang jadi prioritas kita sekarang?</p>
<p>Saya belakangan merasa waktu 24 jam itu kurang. Kerja dari jam 9 pagi, baru juga bales-bales email, briefing tugas, eh tau-tau udah jam 12. Demikian seterusnya, bekerja ini itu, tau-tau udah jam 5 lebih. Sepulang kerja, lanjut lagi kegiatan ini itu. Yang paling menyedihkan, kadang tidak ada waktu untuk Tuhan.</p>
<p>Ada ungkapan &#8220;Never make someone your priority, when they only make you an option&#8221;. Kalau Tuhan berpegang pada ungkapan ini, sudah habislah saya. Ah saya perlu belajar mengatur prioritas hidup ini lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/09/prioritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencuri</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 14:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1896</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan: Yohanes 10:1-10 Pencurian merupakan peristiwa kriminal merugikan yang kerap terjadi di sekitar kita. Pencurian uang, kendaraan, dan harta benda lainnya. Akan tetapi, tidak ada pencuri yang lebih profesional dari Iblis. Cara kerjanya sangat halus dan rapi sehingga banyak orang kristiani yang menjadi target Iblis seakan-akan tidak menyadari bahwa ada begitu banyak hal di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bacaan: Yohanes 10:1-10</p>
<p>Pencurian merupakan peristiwa kriminal merugikan yang kerap terjadi di sekitar kita. Pencurian uang, kendaraan, dan harta benda lainnya. Akan tetapi, tidak ada pencuri yang lebih profesional dari Iblis. Cara kerjanya sangat halus dan rapi sehingga banyak orang kristiani yang menjadi target Iblis seakan-akan tidak menyadari bahwa ada begitu banyak hal di dalam hidupnya telah dicuri oleh Iblis. Mereka baru menyadari ketika segala sesuatu sudah habis.</p>
<p><strong>Apa saja yang kerap dicuri oleh Iblis?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Kegembiraan</strong>: Iblis ingin mencuri sukacita kita.</li>
<li><strong>Keyakinan</strong>: Iblis ingin kita meragukan Allah.</li>
<li><strong>Pendirian</strong>: Iblis ingin kita berdiri untuk sesuatu yang kosong.</li>
<li><strong>Belas kasihan</strong>: Iblis ingin kita menjadi egois, tidak memedulikan orang lain.</li>
<li><strong>Komitmen</strong>: Iblis ingin kita menjadi orang yang tidak berketetapan hati.</li>
<li><strong>Damai sejahtera</strong>: Iblis ingin kita hidup dalam kehampaan.</li>
<li><strong>Kepastian</strong>: Iblis ingin kita meragukan keselamatan yang kita terima dari Yesus.</li>
<li><strong>Karakter</strong>: Iblis ingin kita tidak bertumbuh dalam Kristus.</li>
<li><strong>Kekudusan</strong>: Iblis ingin hidup kita tidak layak di hadapan-Nya.</li>
</ul>
<p>Iblis ingin mencuri segala yang baik dari hidup kita dengan cara-cara keji; membunuh dan membinasakan kita (ayat 10)—jasmani dan rohani. Ini sangat kontras dengan tawaran Yesus, Gembala kita. <strong>Dia datang untuk memberikan hidup (ayat 10).</strong></p>
<p>Apakah hari-hari ini kita kehilangan kasih, sukacita, damai sejahtera, komitmen, keyakinan, karakter Allah, dan sebagainya? Bisa jadi Iblis telah memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencurinya. Mintalah kuasa Tuhan untuk merebut kembali semua “kekayaan” surgawi yang sudah dicuri Iblis —PK</p>
<p>Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/23/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/pencuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I refuse to be discouraged</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/06/i-refuse-to-be-discouraged/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/06/i-refuse-to-be-discouraged/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 14:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Life Lesson]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1894</guid>
		<description><![CDATA[I refuse to be discouraged, To be sad, or to cry; I refuse to be downhearted, and here&#8217;s the reason why.. I have a God who&#8217;s mighty, Who&#8217;s sovereign and supreme; I have a God who loves me, and I am on His team. He is all wise and powerful, Jesus is His name; Though [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I refuse to be discouraged,<br />
To be sad, or to cry;<br />
I refuse to be downhearted,<br />
and here&#8217;s the reason why..<br />
I have a God who&#8217;s mighty,<br />
Who&#8217;s sovereign and supreme;<br />
I have a God who loves me,<br />
and I am on His team.<br />
He is all wise and powerful,<br />
Jesus is His name;</p>
<p>Though everything is changeable,<br />
My God remains the same.<br />
My God knows all that&#8217;s happening;<br />
Beginning to the end,<br />
His presence is my comfort,<br />
He is my dearest friend.<br />
When sickness comes to weaken me,<br />
To bring my head down low,<br />
I call upon my mighty God;<br />
Into His arms I go.</p>
<p>When circumstances threaten<br />
to rob me from my peace;<br />
He draws me close unto His breast,<br />
Where all my strivings cease.<br />
And when my heart melts within me,<br />
and weakness takes control;<br />
He gathers me into His arms,<br />
He soothes my heart and soul.<br />
The great &#8220;I AM&#8221; is with me,<br />
My life is in His hand,<br />
The &#8220;Son of the Lord&#8221; is my hope,<br />
It&#8217;s in His strength I stand.</p>
<p>I refuse to be defeated,<br />
My eyes are on my God;<br />
He has promised to be with me,<br />
as through this life I trod.<br />
I&#8217;m looking past all my circumstances,<br />
To Heaven&#8217;s throne above;<br />
My prayers have reached<br />
the heart of God,<br />
I&#8217;m resting in His love.</p>
<p>I give God thanks in everything,<br />
My eyes are on His face;<br />
The battle&#8217;s His, the victory is mine;<br />
He&#8217;ll help me win the race. </p>
<p>Author: BJ George</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/06/i-refuse-to-be-discouraged/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memaknai Waktu</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jan 2011 08:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1811</guid>
		<description><![CDATA[Dari status facebook teman: Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2011/01/ilustrasi-negri-tanpa-waktu-300x300.jpg" alt="" title="ilustrasi-negri-tanpa-waktu" width="300" height="300" class="alignright size-medium wp-image-1812" />Dari status facebook teman:</p>
<p>Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas</p>
<p>Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan</p>
<p>Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian</p>
<p>Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya *ihiy*</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta</p>
<p>Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan</p>
<p>Untuk memahami makna SATU MILI DETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade</p>
<p>Ya, marilah kita menghargai setiap detik yang kita miliki <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/memaknai-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Betapa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 16:14:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1803</guid>
		<description><![CDATA[Betapa besarnya uang seratus ribu kalau untuk dimasukkan ke kantong kolekte, namun betapa kecilnya bila dibawa ke mal untuk dibelanjakan. Betapa lamanya mendengarkan firman Tuhan selama satu jam, namun betapa singkatnya waktu tiga jam untuk menonton film di bioskop. Betapa sulitnya mencari kata-kata ketika berdoa, namun betapa mudahnya bergosip dengan teman-teman. Betapa sulitnya membaca satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Betapa besarnya uang seratus ribu kalau untuk dimasukkan ke kantong kolekte, namun betapa kecilnya bila dibawa ke mal untuk dibelanjakan.</p>
<p>Betapa lamanya mendengarkan firman Tuhan selama satu jam, namun betapa singkatnya waktu tiga jam untuk menonton film di bioskop.</p>
<p>Betapa sulitnya mencari kata-kata ketika berdoa, namun betapa mudahnya bergosip dengan teman-teman.</p>
<p>Betapa sulitnya membaca satu perikop Alkitab, namun betapa mudahnya untuk menyelesaikan novel setebal 100 halaman.</p>
<p>Betapa mudahnya mempercayai gosip, namun betapa sulitnya mempercayai firman Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2011/01/betapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>This experience must come</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/07/this-experience-must-come/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/07/this-experience-must-come/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 17:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[It is not wrong for you to depend on your “Elijah” for as long as God gives him to you. But remember that the time will come when he must leave and will no longer be your guide and your leader, because God does not intend for him to stay. Even the thought of that [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It is not wrong for you to depend on your “Elijah” for as long as God gives him to you. But remember that the time will come when he must leave and will no longer be your guide and your leader, because God does not intend for him to stay. Even the thought of that causes you to say, “I cannot continue without my ’Elijah.’ ” Yet God says you must continue.</p>
<p><strong>Alone at Your “Jordan”</strong> ( Kings 2:14  ). The Jordan River represents the type of separation where you have no fellowship with anyone else, and where no one else can take your responsibility from you. You now have to put to the test what you learned when you were with your “Elijah.” You have been to the Jordan over and over again with Elijah, but now you are facing it alone. There is no use in saying that you cannot go— the experience is here, and you must go. If you truly want to know whether or not God is the God your faith believes Him to be, then go through your “Jordan” alone.<span id="more-1550"></span></p>
<p><strong>Alone at Your “Jericho”</strong> ( 2 Kings 2:15  ). Jericho represents the place where you have seen your “Elijah” do great things. Yet when you come alone to your “Jericho,” you have a strong reluctance to take the initiative and trust in God, wanting, instead, for someone else to take it for you. But if you remain true to what you learned while with your “Elijah,” you will receive a sign, as Elisha did, that God is with you.</p>
<p><strong>Alone at Your “Bethel”</strong> ( 2 Kings 2:23 ). At your “Bethel” you will find yourself at your wits’ end but at the beginning of God’s wisdom. When you come to your wits’ end and feel inclined to panic— don’t! Stand true to God and He will bring out His truth in a way that will make your life an expression of worship. Put into practice what you learned while with your “Elijah”— use his mantle and pray (see 2 Kings 2:13-14  ). Make a determination to trust in God, and do not even look for Elijah anymore.</p>
<p>Source: <a href="http://utmost.org/this-experience-must-come/">My Utmost For High Highest &#8211; August 11</a></p>
<p>***</p>
<p>This is not the first time I have to say &#8220;till we meet again&#8221; to my &#8220;Elijah&#8221;. But certainly, it&#8217;s never been easy. God, You are my God and I am thankful for all the people You bring into my life. Things I learn in the past one year:</p>
<ul>
<li> Don&#8217;t ever think to be a hero in serving God</li>
<li>Honor our parents whatever the situation and condition was/is/is going to be.</li>
<li>We just happen to be slaves who were allowed to enjoy the goodness of God.</li>
<li>There is much we can do &#8211; especially for others less than we are and who need our help.</li>
<li> Continue to serve others &#8211; and God will be responsible for all of our lives.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/07/this-experience-must-come/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thy will be done</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/05/thy-will-be-done/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/05/thy-will-be-done/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 08:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya dan abang saya berlibur ke Cameron Highlands, perkebunan teh terletak 3-4 jam perjalanan dari KL. Nah di sepanjang jalan saya perhatiin, ada banyak juga anjing liar, atau mungkin tepatnya anjing hutan. Pas lagi nyetir 120 km/h di jalan tol, 300 meter di depan saya tiba-tiba muncul seekor anjing liar yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya dan abang saya berlibur ke <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cameron_Highlands">Cameron Highlands</a>, perkebunan teh terletak 3-4 jam perjalanan dari KL. Nah di sepanjang jalan saya perhatiin, ada banyak juga anjing liar, atau mungkin tepatnya anjing hutan.</p>
<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/05/Cameron-300x200.jpg" alt="" title="Highway" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-1496" />Pas lagi nyetir 120 km/h di jalan tol, 300 meter di depan saya tiba-tiba muncul seekor anjing liar yang mau menyebrang. Logika pertama di otak otomatis jalan, responnya adalah: liat kaca spion, ada berapa mobil di belakang. Ternyata ada banyak mobil di belakang, jaraknya cukup mepet, jadi kalau saya rem atau banting setir mendadak, yang bakal terjadi adalah tabrakan beruntun. </p>
<p>Logika kedua, oke kalo begitu kudu keputusan kedua: tabrak anjingnya. Ini terdengar kejam, dan sangat berat di hati karena saya sendiri suka memelihara anjing sejak saya masih kecil. Tapi saya lebih memilih mengorbankan seekor anjing dibanding nyawa orang lain.<span id="more-1493"></span></p>
<p>Logika ketiga, kalau saya jadi tabrak anjingnya, gmana handle stir mobil ini, mau saya banting kemana, apa mobil ini bisa terguling, etc. Dalam pikiran saya mikirin banyak strategi. Dan akhirnya, berkonklusi, nabrak anjing ini juga gak aman, tapi okelah saya pilih opsi ini.</p>
<p>Terlepas dari logika-logika di atas, saya berdoa dalam hati, Tuhan jangan biarkan anjing itu nyebrang. &#8220;Jangan nyebrang&#8230;jangan nyebrang&#8230;jangan nyebrang&#8221;. Dalam split second, anjing itu balik badan gak jadi nyebrang. Fiuh!</p>
<p>Saya percaya Tuhan yang bikin anjing itu puter badan gak jadi nyebrang.</p>
<p>***</p>
<p>Cerita di atas menunjukkan contoh kehidupan berdoa kita yang cukup lazim. Kita berpikir secara logika 1, logika 2, logika 3, akhirnya setelah logika gak bisa menyelesaikan masalah, barulah kita berdoa pada Tuhan.</p>
<p>Saya bersyukur diingatkan kembali tentang berdoa kemarin ini di bible study kantornya abang saya. Tahun kemarin pas mampir ke KL, dibawa ke kantornya, ketemu sama bosnya, makan siang sama temen kantornya. Dan tahun ini pun tidak berbeda, malah kemarin jadi ikutan bible study di kantornya. Emang, abang saya bisa dibilang cukup beruntung, di lingkungan kerjanya cukup banyak orang Kristen (baca: yang (mau) bertumbuh).</p>
<p>Kemarin di bible study, mereka pakai workbook dari <a href="http://www.iequip.org/">Equip</a>, ngebahas tentang Christian Leadership karangannya John Maxwell. Topiknya cukup simple dan sering terdengar sepele, yaitu tentang bagaimana berdoa.</p>
<p>Ada beberapa point bagus:</p>
<p><strong>Berdoa bukan karena rutinitas</strong>, tetapi karena hubungan pribadi dengan Tuhan. Seberapa sering doa kita jadi meaningless, mendoakan hal yang sama dari waktu ke waktu. &#8220;Tuhan berkatilah makanan ini. Amin&#8221;. Ini contoh paling gampang sih, soalnya tiap hari kan sebelum makan pasti berdoa. Tapi apa kita benar-benar bersyukur? Umph!</p>
<p><strong>Berdoa untuk supaya kita bisa berpikir seperti Kristus</strong>. Seperti apa sih? Saya sendiri kurang pintar untuk bisa jelasin berpikir seperti Kristus itu seperti apa, tetapi ada cerita yang mungkin bisa membantu menjelaskan. </p>
<p>Tahun 1993, tiga misionaris New Tribes Mission (NTM) diculik di Columbia. Delapan tahun kemudian (tahun 2001), tiga misionaris itu di-declare sudah meninggal. Dan Germann (vice chairman NTM) ditanya, &#8220;Bagaimana doa-doa mereka berubah delapan tahun terakhir ini&#8221;. Berikut responnya:</p>
<blockquote><p>“When the guys were first captured, every one of us was praying, Lord, just bring them out safely. We know You are able”. As time went on we started to pray, “Lord, if they are alive, bring them home safely.  If they are dead, please let us know that as well.”  Eight years later they were praying, “God, if we never know, You’ll still be God.”</p>
<p>&#8220;This was quite a difference from trusting Him to bring them out safely. In the end, God answered our prayers. We found a man in prison who had cared for them. He assured us that they were dead. This was a gift since we&#8217;d come to the place where it was all right ig God chose for us to never know. Somebody looking on might think, &#8220;How can you accept that news?&#8221; <strong>All I can say is God moved us to the place where we could say, &#8220;Lord, we want You to be glorified, even if we never know&#8221;</strong>.</p></blockquote>
<p>Dari waktu ke waktu saya mendoakan untuk orang-orang di sekitar saya, dimulai dengan doain orang tua, pacar, keluarga, teman gereja, teman kantor, dan lain-lain. Doa saya tidak berbeda dengan kebanyakan orang, saya minta pada Tuhan agar orang tua saya sehat, agar relationship dengan pacar semakin mature, agar teman-teman di kantor jadi orang yang mengenal Tuhan, dst.</p>
<p>Hasilnya ya tentu kadang tidak sesuai dengan apa yang saya doakan. Tetapi saya mau belajar tentang <strong>&#8220;Thy will be done&#8221;</strong>. Dalam doa Bapa kami, Tuhan Yesus menempatkan kalimat &#8220;Thy will be done&#8221; sebelum kalimat &#8220;give us today our daily bread&#8221; atau &#8220;forgive us our sins&#8221; atau &#8220;lead us not into temptation&#8221;.</p>
<p><strong>Berdoa untuk orang lain.</strong> Tahun 1993, ada survey terhadap 2000 orang di gereja. Tiga topik utama doa mereka adalah: makanan, personal &#038; family safety, dan minta berkat. Rata-rata orang juga menghabiskan kurang dari 7 menit sehari untuk berdoa. Ketika kita berdoa, cobalah untuk mendoakan orang lain. Ada orang yang terbiasa saat teduh pagi hari, ada yang malam hari, apapun waktunya, sempatkanlah doa dan saat teduh berbicara dengan Tuhan.</p>
<p>Semoga artikel ini menjadi berkat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/05/thy-will-be-done/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat anda jatuh</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/04/saat-anda-jatuh/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/04/saat-anda-jatuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 20:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1469</guid>
		<description><![CDATA[Pada olimpiade musim panas tahun 1992 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redmond melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada olimpiade musim panas tahun 1992 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia. Ketika Derek Redmond melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum perlombaan itu dimulai, ia memandang ke arah deretan kursi penonton, mencari-cari wajah ayahnya. Memang ia ingin meraih kemenangan dalam lomba itu untuk dirinya. Tetapi, lebih dari itu ia ingin memenangkan lomba itu demi ayahnya. Ayahnya, yang telah memberikan dan mengorbankan begitu banyak banyak hal, agar ia dapat masuk menjadi peserta olimpiade itu.</p>
<p>Sekarang ia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sebagai tanda balas budi kepada ayahnya. Inilah saatnya untuk membuat ayahnya bangga padanya. Lalu tembakan ke udara tanda mulai berbunyi. Derek berlari, mengerahkan seluruh kekuatannya. Segalanya tampak baik sampai akhirnya Derek memasuki putaran terakhir. Tiba-tiba terjatuh di tengah lintasan larinya. Ia mengalami kram pada kakinya. Rasa nyeri yang hebat mencengkeramnya. Dia berusaha untuk berdiri; berusaha untuk melompat; namun rasa nyeri itu terlalu menyakitkan baginya. Detik demi detik berlalu, bagai berjam-jam baginya, saat dia rebah menggeliat kesakitan. Dia tidak percaya, beginilah akhir dari perjalanannya selama ini.<span id="more-1469"></span></p>
<p>Mungkin dia khawatir tentang apa yang dipikirkan ayahnya saat itu, apakah ayahnya merasa malu? Apakah ayahnya akan berpaling darinya dan meninggalkannya? Mungkinkah ayahnya berpikir: Oh, bagus sekali. Jadi selama ini waktu terbuang percuma hanya untuk seorang yang bahkan tidak dapat menyelesaikan pertandingan sama sekali?</p>
<p>Ternyata sama sekali bukan itu yang sedang dipikirkan oleh ayahnya. Jauh diatas sana, di antara kursi-kursi penonton, ayahnya melompat berdiri. Segera ia menyelusup di antara kerumunan penonton. Saat itu ada ribuan penonton yang sedang berdiri, melihat anaknya, dan terkejut melihat anaknya sedang menderita di dalam arena. Akhirnya sang ayah berhasil mencapai garis batas lintasan lari itu.</p>
<p>Seorang penjaga keamanan menghentikannya, dan berkata, &#8220;Tidak seorangpun diijinkan masuk ke dalam arena.&#8221;</p>
<p>Ayah Derek menjawabnya dengan kata-kata sederhana, &#8220;Itu anak saya.&#8221;</p>
<p>Maka penjaga itu tidak menghalanginya lagi. Dia melewati para penjaga itu dan masuk ke dalam lintasan lari. Dan sementara ribuan orang bersorak riuh rendah padanya, dia memapah anaknya menuju ke garis finish.</p>
<p>Mungkin sebagian besar Anda merasakan seolah-olah Anda telah jatuh. Anda ingin menyelesaikan perlombaan yang telah Tuhan tetapkan bagi Anda, tetapi rasa nyeri yang menyerang ini terlalu menyakitkan. Tak peduli sekeras apa Anda berusaha, tampaknya Anda tetap tak mampu untuk berdiri dan melangkah lagi. Mungkin Anda khawatir, kalau-kalau Bapa di Sorga kecewa terhadap Anda, kalau-kalau Anda tidak dapat menyenangkan hatiNya.</p>
<p>Tahukah Anda bahwa Tuhan ada di pihak kita?<br />
Tuhan tidak kecewa pada Anda saat Anda jatuh. Anda adalah anakNya yang berharga di mataNya! Anda adalah kesayangan Bapa di Sorga. Oh, betapa sedihnya Dia menyaksikan Anda jatuh. Betapa Dia menaruh belas kasihan bagi Anda. Tuhan ada bagi Anda. Tuhan juga menghendaki agar Anda menyelesaikan perlombaan Anda dan Dia akan melakukan apa saja untuk memapah Anda menuju garis finish. Mungkin ada beberapa orang di antara Anda yang tidak mengenal Bapa di Sorga. Tetapi Dia tetap ada disana menanti Anda. Dia rindu memeluk Anda sebagai seorang anak yang berharga dan melindungi Anda, di setiap langkah, di dalam menjalani perlombaan yang telah ditentukan bagi Anda.</p>
<p>Satu-satunya jalan untuk menghampiri Bapa adalah melalui AnakNya.<br />
Yesus berfirman, &#8220;Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&#8221;</p>
<p>Tidak ada hal lain yang dapat memberikan penghiburan yang lebih besar lagi, selain dari kenyataan bahwa: Dia yang memanggil kita untuk menjalani perlombaan ini adalah juga Dia yang membantu kita untuk sampai ke garis finish.</p>
<p>>Sumber: <a href="http://renungan-harian-kita.blogspot.com/2010/04/saat-anda-jatuh.html">Kumpulan Renungan Harian</a></p>
<p><object width="640" height="385"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/HFKpZnok10s&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/HFKpZnok10s&#038;hl=en_US&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="640" height="385"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/04/saat-anda-jatuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajarlah Kami Berdoa</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/ajarlah-kami-berdoa/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/ajarlah-kami-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1346</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” &#62;&#62; Lukas 11:1 Kita biasanya meminta tips/kiat/saran (terbaik) dari seorang pakar (yang memang ahli di bidangnya), ya kan? Misalnya saja: Kepada Bill Gates (pengusaha yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/Praying-300x198.jpg" alt="" title="Praying" width="300" height="198" class="alignright size-medium wp-image-1347" />Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” &gt;&gt; Lukas 11:1</p>
<p>Kita biasanya meminta tips/kiat/saran (terbaik) dari seorang pakar (yang memang ahli di bidangnya), ya kan? Misalnya saja:</p>
<ul>
<li>Kepada Bill Gates (pengusaha yang sukses), kita meminta, “Ajarkan kami cara berwirausaha.”</li>
<li>Kepada Mozart (musikus legendaries, seandainya masih ada), “Ajarkan kami cara menikmati musik.”</li>
<li>Kepada Peter F. Saerang (salah satu ahli tata rambut terbaik di Indonesia), “Ajarkan kami cara memotong rambut.”</li>
<li> Kepada Janggeum (sekiranya masih hidup, Tabib Agung dinasti Chosun, Korea, perawat perempuan pertama yang melayani kaisar), “Ajarkan kami cara mendiagnosa penyakit.”</li>
</ul>
<p><span id="more-1346"></span><br />
Nah, sekarang kita beralih ke murid-murid Tuhan Yesus. Mereka sudah kurang lebih dua tahun bersama Yesus. Mereka duduk di barisan depan saat Tuhan Yesus mengajar dan berkhotbah. Mereka menyaksikan mujizat yang Ia buat. Namun, sejauh yang kita ketahui, mereka tidak pernah berkata, “Tuhan, ajarkan kami berkhotbah,” atau “Tuhan, ajarkan kami cara melakukan mujizat.” Mereka datang kepada-Nya dan meminta, “Ajarlah kami berdoa.”</p>
<p>Kenapa murid-murid malah meminta, <strong>“Tuhan, ajarlah kami berdoa”?</strong></p>
<p>“Bukankah doa itu sebenarnya mudah? Kan tinggal ngomong langsung ama Tuhan? Beres deh.” Barangkali seperti inilah doa menurut anggapan kita. Mudah sekali. Begitu mudahnya sehingga seringkali dilupakan, bahkan mungkin dianggap tidak perlu, “Ah, kan Tuhan sudah tahu siapa saya, sudah tahu pergumulan saya, ngapain sih mesti doa-doa segala. Resé banget sih?”</p>
<p>Sekali lagi, jika doa memang semudah yang kita bayangkan, ngapain juga murid-murid sampai meminta, “Tuhan, ajarlah kami berdoa”?</p>
<p>Ternyata, doa bukan hanya sekedar ‘kata-kata’ saja. Doa yang sungguh-sungguh itu merupakan hal yang sukar dan berat. F.J. Hugel menulis, “Doa merupakan karya yang begitu agung sehingga melampaui akal pikiran manusia.” Pekerjaan rohani adalah berat dan sukar, orang segan melaksanakannya. Doa yang sesungguhnya menyita perhatian dan waktu kita, dan hal itu tidak disenangi tubuh jasmani kita.</p>
<p>Dalam hidup Yesus, doa adalah pekerjaan dan pelayanan adalah pahala. Bagi kita, doa adalah persiapan untuk perang, tetapi bagi Yesus, doa adalah peperangan itu sendiri. Setelah berdoa, Ia pergi melayani seperti seorang murid teladan yang pergi menerima penghargaan, atau seperti seorang pelari maraton yang telah menyelesaikan pertandingannya dan sedang menantikan upacara pemberian medali emasnya.</p>
<p>Di manakah Yesus meneteskan keringat-Nya seperti tetesan darah? Bukan di ruang sidang Pilatus, bukan pula dalam perjalanan-Nya ke bukit Golgota, tetapi di taman Getsemani. Di sanalah Dia mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut (Ibrani 5:7). Jika kita berada di sana, mungkin kita sangat kuatir akan hari esok. Kita berpikir Yesus sendiri saja ‘tegang’ untuk krisis yang belum terjadi, bagaimana kalau krisis itu benar-benar menimpa-Nya? Mengapa Dia tidak bisa menghadapi cobaan ini dengan perasaan tenang sementara ketiga murid-Nya tertidur? Akan tetapi, sewaktu ujian yang sebenarnya tiba, Yesus berjalan dengan berani menuju salib, sementara ketiga murid-Nya itu lari entah ke mana.</p>
<p style="text-align: center;">Hai kamu yang mengeluh dan merintih&#8230;<br />
Dan meratapi diri tak berdaya.<br />
Dengarkanlah bisikan yang lemah lembut ini,<br />
“Tak sanggupkah engkau berjaga sejam jua?”<br />
Untuk mendapatkan hasil dan berkat,<br />
tak tersua jalan yang mudah.<br />
Kekuatan bagi pelayanan yang suci,<br />
diperoleh dalam persekutan dengan Allah<br />
(dari No Easy Road, Dick Eastman)</p>
<p>Ya, ternyata doa yang sungguh-sungguh itu susah ya? Semoga kita termasuk ke dalam bilangan orang-orang rendah hati yang juga mau mengakui ketidaktahuan dan ketidakberdayaan kita dan berseru, “Tuhan, ajarlah kami berdoa.”</p>
<p>***<br />
Sumber: Dari buletin doa SMA3 Bandung thn 2007<br />
Mari bawa pergumulan kita dalam doa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/ajarlah-kami-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengalami Tuhan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2010/03/mengalami-tuhan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2010/03/mengalami-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 16:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gunung-batu.com/?p=1318</guid>
		<description><![CDATA[Hidup beriman saya tuh datar-datar saja. Tidak ada yang istimewa. Sangat biasa. Oleh karena itu, saya ingin sekali mengalami mukjizat. Biar saya bisa merasakan kuasa Tuhan yang nyata, dan sungguh-sungguh mengalami kehadiran-Nya,&#8221; begitu seorang pemuda pernah berkata. Rupanya di benak pemuda itu, yang namanya &#8220;mengalami Tuhan&#8221; mesti melalui kejadian spektakuler; hal-hal di luar jangkauan akal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/03/MengalamiTuhan-300x170.jpg" alt="" title="MengalamiTuhan" width="300" height="170" class="alignright size-medium wp-image-1322" />Hidup beriman saya tuh datar-datar saja. Tidak ada yang istimewa. Sangat biasa. Oleh karena itu, saya ingin sekali mengalami mukjizat. Biar saya bisa merasakan kuasa Tuhan yang nyata, dan sungguh-sungguh mengalami kehadiran-Nya,&#8221; begitu seorang pemuda pernah berkata. Rupanya di benak pemuda itu, yang namanya &#8220;mengalami Tuhan&#8221; mesti melalui kejadian spektakuler; hal-hal di luar jangkauan akal. Bisa jadi tidak sedikit pula orang yang beranggapan seperti itu.</p>
<p>Padahal tidak selalu demikian. Betul, Tuhan bisa menyatakan diri melalui peristiwa yang menakjubkan. Namun, kenyataan menunjukkan, Dia lebih kerap menyatakan diri melalui peristiwa biasa, dalam kejadian sehari-hari; entah udara segar yang kita hirup, hamparan pemandangan yang indah, kicau burung yang merdu di pepohonan, atau juga tawa riang gembira anak-anak yang tengah bermain.<span id="more-1318"></span></p>
<p>Hari ini kita membaca pengalaman Elia di Gunung Horeb, ketika ia melarikan diri dari Ratu Izebel. Ia sangat ketakutan dan putus asa. Tuhan lalu berfirman supaya Elia keluar dari gua tempat persembunyiannya (ayat 11). Awalnya datang angin besar dan kuat; membelah gunung, memecah bukit batu. Namun, tidak ada Tuhan di sana. Lalu datang gempa dan api, juga tidak ada Tuhan di sana. Kemudian datanglah angin sepoi-sepoi basa. Dan Elia merasakan kehadiran Tuhan (ayat 12,13).</p>
<p>Jadi sebetulnya, setiap hari pun kita dapat mengalami Tuhan; merasakan kuasa-Nya, dan menikmati kehadiran-Nya. Asal kita mau keluar dari &#8220;gua persembunyian&#8221; kita; dengan tidak membatasi kuasa dan kehadiran-Nya sebatas yang inginkan -AYA</p>
<p>***</p>
<p><em>Pas banget&#8230;.<br />
Berjalan bersama Tuhan itu dimensinya luas.<br />
Tidak harus melalui sesuatu yang menakjubkan,<br />
Tidak harus selalu melewati masalah berat,<br />
Tapi berjalan bersama Tuhan itu penuh dengan pergumulan.<br />
Di kala susah hati mengenal kepedihannya sendiri,<br />
Di kala senang orang lain tidak dapat turut merasakan kesenangannya.</em></p>
<p>Sumber: <a href="http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-03-02">e-RH</a><br />
Bacaan : 1 Raja-raja 19:9-18</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2010/03/mengalami-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perpisahan</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/11/perpisahan/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/11/perpisahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 07:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Di majalah National Geographic edisi bulan November ini, ada foto sekumpulan simpanse yang terlihat sedih ketika melihat salah satu dari mereka meninggal dan akan dikubur. Wow, simpanse pun bisa merasa kehilangan. Cerita selengkapnya bisa dibaca dsini. Lalu bagaimana dengan manusia? Sejak tinggal di luar negeri enam tahun belakangan ini, airport bukan lah suatu tempat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di majalah National Geographic edisi bulan November ini, ada foto sekumpulan simpanse yang terlihat sedih ketika melihat salah satu dari mereka meninggal dan akan dikubur. Wow, simpanse pun bisa merasa kehilangan. Cerita selengkapnya bisa dibaca <a href="http://blogs.ngm.com/blog_central/2009/10/the-story-behind-our-photo-of-grieving-chimps.html">dsini</a>. Lalu bagaimana dengan manusia?</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-523" title="chimps_grieving" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/11/chimps_grieving-300x199.jpg" alt="chimps_grieving" width="300" height="199" />Sejak tinggal di luar negeri enam tahun belakangan ini, airport bukan lah suatu tempat yang asing, bahkan tidur di kursi airport pun udah dua kali *krn terpaksa*. Saya suka airport, suka duduk2 di airport, sekedar duduk sambil minum kopi atau baca buku sambil melihat pesawat mendarat atau terbang. Di airport ada moment 2-5 menit yang bisa jadi pelajaran berharga, yaitu moment ketika kita harus berpisah dengan orang yang mengantar (biasanya pas kita harus masuk tuk boarding). Gak jarang orang menangis disitu, umumnya orang berpelukan, say good bye. Di situlah paling terasa, betapa kadang kita terlalu sering &#8220;take for granted&#8221; kasih sayang, perhatian, dan keberadaan dari orang2 yang mengasihi kita. Ada rasa sedih atau kehilangan karena kita gak akan merasakan lagi keberadaan mereka secara fisik, tapi di sisi lain selalu ada harapan tuk bertemu kembali. Yang juga menarik untuk diamati ketika kita pergi ke bagian arrival, dmana yang jemput biasanya udah siap menyambut. Ada kebahagiaan di arrival, ada kesedihan di departure.<span id="more-524"></span></p>
<p>Ini baru suasana airport&#8230;dimana kita tau klo kita someday masi ada kesempatan buat ktemu orang itu. Lain cerita kalo kita duduk2 di rumah sakit, di deket ruang ICU dimana orang ada di titik mencari dan berharap pada Tuhan. Emang sih, semua orang cepat atau lambat, pasti akan meninggal dunia. Cuma ya pasti berat aja ketika hal itu datang.</p>
<p>Kembali ke cerita tentang airport&#8230;.ketika saya peluk orang tua saya, bisa jadi itulah salah satu moment terindah dalam hidup. Mungkin terdengar agak sentimental, tapi sincerely I love them! Maka dari itu saya selalu berusaha untuk pulang setahun sekali buat ngunjungin mereka. Ketika saya mendarat di Cengkareng, pasti dijemput, dipeluk, bertukar cerita. Begitu indah.</p>
<p>Jujur, tanpa bermaksud berkata atas sesuatu yang di luar otoritas manusia, sekarang ini saya udah mulai ngitung, mungkin kesempatan saya pulang dan bertemu mereka cuma tersisa 10-15 kali lagi. Papa udah 62. Mama umur 59. Kadang kalo terima sms subuh2, ada rasa cemas kalo2 isi sms ini berita buruk klo mereka kenapa2. Misalnya spt dua tahun lalu mama kena kanker payudara stadium akut, tapi saya gak bisa pulang dan dampingi beliau pas operasi. Puji Tuhan operasinya lancar dan kemoterapi juga lancar. Ada rasa was2 aja sih klo jauh dari ortu. Anyhow&#8230;</p>
<p>Semoga kita bisa lebih menghargai keberadaan orang-orang di sekitar kita. Kalo masih ada kesempatan buat ktemu sama teman, saudara, pacar, suami/istri, anak, rekan kerja, dsb, mari kita pergunakan kesempatan yang ada tuk mengasihi mereka. Biarlah melalui hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita, kasih Tuhan bisa terpancar dan namaNya dimuliakan.</p>
<p>&#8220;Good bye is only painful when you know you will never say hello again&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/11/perpisahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk apa beriman?</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/11/untuk-apa-beriman/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/11/untuk-apa-beriman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 17:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah renungan bagus dari e-RH hari ini. Untuk apa Anda beriman? &#8220;Supaya saya mengalami mukjizat Tuhan&#8221;, &#8220;Supaya setiap kali berdoa, Tuhan mengabulkan doa saya&#8221;, &#8220;Supaya Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi saya dari bahaya&#8221;, &#8220;Supaya kalau mati saya masuk surga.&#8221; Ungkapan-ungkapan tersebut kedengarannya sangat baik. Namun, sebetulnya itu mencerminkan pendangkalan makna. Kalau kita bekerja supaya mendapatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah renungan bagus dari <a href="http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2009-11-2">e-RH</a> hari ini.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-868" title="Faith" src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2010/01/faith.jpg" alt="Faith" width="160" height="106" />Untuk apa Anda beriman? &#8220;Supaya saya mengalami mukjizat Tuhan&#8221;, &#8220;Supaya setiap kali berdoa, Tuhan mengabulkan doa saya&#8221;, &#8220;Supaya Tuhan senantiasa menjaga dan melindungi saya dari bahaya&#8221;, &#8220;Supaya kalau mati saya masuk surga.&#8221; Ungkapan-ungkapan tersebut kedengarannya sangat baik. Namun, sebetulnya itu mencerminkan pendangkalan makna. Kalau kita bekerja supaya mendapatkan upah, itu wajar. Akan tetapi, kalau kita beriman supaya mendapatkan apa-apa yang kita inginkan, itu menunjukkan iman yang tidak tulus, berpamrih, dan kekanak-kanakan.<span id="more-531"></span></p>
<p>Iman yang dewasa seperti juga cinta yang dewasa selalu berarti tanpa syarat, tanpa pamrih. Bukan supaya; supaya mendapat ini dan itu yang kita mau, tetapi walaupun; walaupun hidup tidak berjalan seperti yang kita harap. Iman yang dewasa ini ditunjukkan oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Ketika Raja Nebukadnezar membuat patung emas besar dan memerintahkan semua orang yang hidup di wilayahnya untuk menyembah patung itu, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menolak mengikuti perintah tersebut.</p>
<p>&#8220;Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu,&#8221; begitu mereka menjawab (ayat 16-18). Akibatnya, mereka harus berhadapan dengan hukuman. Akan tetapi, toh Tuhan tidak meninggalkan mereka</p>
<p>IMAN YANG DEWASA TIDAK TERGANTUNG PADA SITUASI DAN KONDISI</p>
<p>***</p>
<p>Nas: &#8230; bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. (Daniel 3:18)</p>
<p>Renungan ini pas juga sih dengan buku yang saya lagi mulai baca tentang Teologi Kucing &amp; Anjing. Tentang bagaimana dua attitude serupa tapi tak sama dalam relationship dengan Tuhan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/11/untuk-apa-beriman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Detour</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/10/detour/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/10/detour/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 18:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan saya sering berenung, hidup ini mau dibawa kemana. Mungkin tepatnya lebih ke arah reflektif. Ya, hidup ini emang berubah sejak saya mengakui Yesus sebagai juruselamat satu-satunya. Ibarat biji yang jatuh ke tanah dan mengalami masa dormant, baru tahun kemarin lah tunas iman itu tumbuh. Tahun kemarin secara rohani saya merasa capek banget dengan drama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://gunung-batu.com/wp-content/uploads/2009/10/isp2087636_p-300x199.jpg" alt="isp2087636_p" title="isp2087636_p" width="300" height="199" class="alignnone size-medium wp-image-444" /></p>
<p>Belakangan saya sering berenung, hidup ini mau dibawa kemana. Mungkin tepatnya lebih ke arah reflektif. Ya, hidup ini emang berubah sejak saya mengakui Yesus sebagai juruselamat satu-satunya. Ibarat biji yang jatuh ke tanah dan mengalami masa dormant, baru tahun kemarin lah tunas iman itu tumbuh. Tahun kemarin secara rohani saya merasa capek banget dengan drama teologi kemakmuran, praktek doktrin kesembuhan ilahi yang menyimpang, ajaran2 ngaco tentang Roh Kudus. Proses dan pengalaman mengenal Tuhan bener-bener harus selalu diuji dengan terang kebenaran Alkitab, kalo ngga gawat jadinya. Ya, apa yang saya kejar dalam hidup ini perlahan berubah. Sekarang&#8230;walaupun sering jatuh bangun, kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih berharga dari semua &#8220;iming2&#8243; ikut Tuhan. Coba baca <a href="http://www.sabda.org/sabdaweb/passages/?p=Yeremia+9&#038;s=on">Yeremia 9:23-24</a> untuk mengerti lebih lanjut <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <span id="more-443"></span></p>
<p>Tapi&#8230;proses mengenal Tuhan itulah yang sering bikin hidup lebih hidup, deg2an malah iya. Ibarat GPS, saya udah set tujuan akhirnya dimana, insha Allah di surga. Tapi di tengah jalan, selalu ada detour. Detour itu bentuknya macam-macam, bisa dalam bentuk masalah pekerjaan, broken relationship, keluarga, gereja, teman, dll. Gara-gara &#8220;detour&#8221; ini juga iman sering diuji, seolah gak ada habisnya. Semakin hari dibikin semakin ngerasa nothing, ada banyak kekurangan diri. Tapi ya itu yang bikin heran juga, setelah lewat &#8220;detour&#8221; ini ada rasa joy. Oh, Tuhan ternyata ijinkan saya mengenal Dia lebih dalam lagi melalui detour2 itu.</p>
<p>Ada cerita menarik. Tahun 2004 lalu, Jet Li jalan2 ke Maldives sama istri dan dua anaknya yang masi kecil, mereka liburan Christmas. Mereka tinggal di hotel <a href="http://www.fourseasons.com/maldives/">Four Seasons</a>. Tempatnya di pinggir pantai, bagus banget. Tanggal 26 Desember pagi, anaknya minta ditemenin berenang sama main ke pantai. Kira-kira jam 8 pagi, dia ngerasa ada gempa bumi. Jet Li mungkin karena udah terbiasa sama gempa, secara dia tinggal di China &#038; San Francisco (juga di Singapore?), tetep cuek maen di pantai. Kira-kira dua jam kemudian, gelombang tsunami akibat gempa di Aceh nyampe ke Maldives! Yup, kita semua ingat dahsyatnya gelombang tsunami aceh sampai ke Afrika. Jet Li reflek bawa anak-anaknya, tapi ombak segera menelan mereka.</p>
<p>Waktu itu Jet Li diberitain meninggal ditelan ombak. Thank God, staf hotel berhasil menolong Jet Li dan anaknya. Ini peristiwa dahsyat buat Jet Li, bayangin di tempat seindah Maldives, hotel mewah, dia hampir kehilangan anaknya (dan bahkan nyawanya sendiri). Dua tahun kemudian Jet Li mendirikan LSM namanya <a href="http://www.onefoundation.cn/en_index.php">One Foundation</a> untuk membantu orang lain yang terkena bencana alam. Pas gempa di Sechuan tahun lalu, Jet Li langsung turun tangan membantu. Sebelumnya dia fundraising sampai 17 juta dollar.</p>
<p>Btw, Jet Li ini bukan orang Kristen, dia seorang Tibetan Buddhism. Dengan satu &#8220;detour&#8221; yang luar biasa ini, Jet Li melakukan sesuatu yang berguna buat orang lain. Dia bilang, &#8220;philanthropy is my passion and my life now. I wake up and eat and I am thinking about it. I’m still thinking about it in the bath&#8221;. Beut&#8230;.dalem&#8230;</p>
<p>Kita semua punya GPS yang udah kita set tujuan akhirnya, entah tujuan akhirnya itu kemewahan hidup, kekayaan, karir, rumah, mobil, etc. Pasti akan ada detour. Syukurlah kalo dengan detour itu kita bisa sadar tujuan akhir kita yang sesungguhnya dmana. Ataupun bila dengan detour itu kita bisa semakin mengerti betapa berharganya tujuan akhir kita itu <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*akhir kata, saya masih berenung&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/10/detour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Counterfeiter</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/the-counterfeiter/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/the-counterfeiter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 18:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[Movies]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah artikel pengantar menarik dari GRII Sydney.. Baru-baru ini ada satu film yang dibuat di Jerman berjudul “The Counterfeiter” yang dibuat sebagai hasil dari satu program dokumentari CBS tahun 1999 yang menguak rahasia terbesar yang disimpan oleh Nazi. Film ini diangkat dari satu diary dari seorang Yahudi yang bernama Adolf Burger dimana dia terlibat di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah <a href="http://griisydney.org/ringkasan-khotbah/2009/2009/06/14/roh-membedakan-roh-1/">artikel</a> pengantar menarik dari GRII Sydney..</p>
<p>Baru-baru ini ada satu film yang dibuat di Jerman berjudul “The Counterfeiter” yang dibuat sebagai hasil dari satu program dokumentari CBS tahun 1999 yang menguak rahasia terbesar yang disimpan oleh Nazi. Film ini diangkat dari satu diary dari seorang Yahudi yang bernama Adolf Burger dimana dia terlibat di dalam satu operasi penting yang bernama “Operation Bernard.” Dia bersama satu orang Yahudi lain adalah orang yang ahli memalsukan uang dan mencetak uang palsu. Sebenarnya dua orang ini hendak dibunuh di camp contentration di Auschwitz tetapi tidak jadi sebab mereka memberitahu keahlian khusus mereka. Maka Nazi menempatkan mereka ke dalam satu perusahaan rahasia untuk mencetak uang palsu. Tahun 1999 CBS mengadakan satu eksplorasi di danau Toplitz sebab telah beredar satu isu bahwa di dasar danau itu tersimpan harta karun milik Hitler. Danau itu tidak besar, 1600m panjangnya tetapi kedalamannya mencapai 100m lebih, tempat yang paling sempurna untuk menyimpan rahasia. Kemudian CBS menyewa jasa perusahaan eksplorasi laut Oceaneering. Mereka menyelusuri dasar danau itu berbulan-bulan tetapi tidak menemukan apapun. Akhirnya mereka menggunakan sistem teknologi dengan robot penyelam dan kapal selam bermuatan satu orang dan akhirnya menemukan banyak tumpukan kertas di dasar danau. Ketika kertas-kertas itu diangkat, langsung hancur lebur menjadi bubur.<br />
<span id="more-310"></span><br />
Singkat cerita, mereka berhasil mengangkat satu tumpuk kertas ke permukaan. Setelah dibersihkan dengan teliti, di atas kertas itu muncul tulisan “Bank of England.” Ternyata kotak-kotak yang tersimpan di dasar danau itu adalah 180 juta mata uang palsu poundsterling. Di dalam film “The Counterfeiter” sdr akan melihat bahwa sebelum tentara sekutu datang, tempat percetakan uang palsu itu dibersihkan total, itu sebab kenapa rahasia ini tersimpan sampai 50 tahun lebih tanpa ketahuan. Sebenarnya uang poundsterling palsu itu sudah dibuktikan begitu mirip dengan yang asli sebab menurut cerita Adolf Burger agen rahasia Jerman telah pergi ke Bank of England menyetor uang itu dan petugas bank tidak menemukan bahwa uang itu adalah uang palsu. Operation Bernard adalah satu operasi yang berencana untuk membawa uang palsu itu ke Inggris dan melemparkannya dari udara. Tujuannya cuma satu, kalau mata uang palsu itu berhasil bercampur dengan uang asli, maka tidak akan ada transaksi bisnis dan ekonomi akan lumpuh sehingga seluruh perekonomian Inggris akan collapse. Hitler tahu untuk mengalahkan Inggris bukan dengan senjata tetapi dengan kehancuran ekonomi.</p>
<p>Di dalam film itu dikatakan sebenarnya mereka sudah selesai mencetak uang poundsterling dan hendak mulai mencetak dollar Amerika tetapi keburu dikalahkan dengan sekutu. Puji Tuhan, operation Bernard tidak berhasil dijalankan, namun sdr bisa bayangkan kalau itu berhasil, saya percaya sejarah dunia akan berbeda. Adolf Burger melakukan sabotase sehingga men-delayed operasi itu dan saya percaya juga ada tangan Tuhan yang tidak mengijinkan peristiwa itu terjadi. Kalau operasi itu berhasil, dunia akan mengalami perubahan total.</p>
<p>Ini yang saya sebut sebagai kebahayaan di dalam counterfeit. Dia bisa menciptakan sesuatu yang begitu mirip dengan aslinya tetapi sebenarnya palsu adanya. Kalau hal seperti itu terjadi di dalam kehidupan kita beriman, apa jadinya Kekristenan dan apa jadinya iman kita? Itu sebab tidak heran salah satu panggilan hidup orang Kristen yang penting adalah panggilan untuk menjadi orang Kristen yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dan kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah adalah salah satu ciri dari orang Kristen yang dewasa rohaninya.</p>
<p>Trailer film The Counterfeiter<br />
<object width="445" height="364"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qwr9nCurEEQ&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/qwr9nCurEEQ&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/the-counterfeiter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Red Balloon</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/08/red-balloon/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/08/red-balloon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 19:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Balon itu berwarna merah. Balon itu berwarna merah bukan karena anda mengatakan bahwa itu merah. Balon itu berwarna merah bukan karena pengalaman pribadi anda. Balon itu berwarna merah bukan karena anda mempunyai gelar professor ttg warna. Balon itu berwarna merah, karena itulah yang sebenarnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="445" height="364"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/D2Flgdwlqz0&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/D2Flgdwlqz0&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;color1=0x3a3a3a&#038;color2=0x999999&#038;border=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="445" height="364"></embed></object></p>
<p>Balon itu berwarna merah.<br />
Balon itu berwarna merah bukan karena anda mengatakan bahwa itu merah.<br />
Balon itu berwarna merah bukan karena pengalaman pribadi anda.<br />
Balon itu berwarna merah bukan karena anda mempunyai gelar professor ttg warna.<br />
Balon itu berwarna merah, karena itulah yang sebenarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/08/red-balloon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>If we win, we praise Him. If we lose, we praise Him</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/if-we-win-we-praise-him-if-we-lose-we-praise-him/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/if-we-win-we-praise-him-if-we-lose-we-praise-him/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 01:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesian]]></category>
		<category><![CDATA[My thought]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[If we win, we praise Him. If we lose, we praise Him Itulah yang ada di dalam hati the Eagles ketika bertanding di dalam film Facing the Giants. Belakangan ini proses interview agak-agak aneh. Saya dipanggil ke interview bbrp posisi senior, pengalaman 5-10 thn. Sempet bingung juga sih sampai saya tanya manager yang interview saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>If we win, we praise Him. If we lose, we praise Him</p></blockquote>
<p>Itulah yang ada di dalam hati the Eagles ketika bertanding di dalam film Facing the Giants.</p>
<p>Belakangan ini proses interview agak-agak aneh. Saya dipanggil ke interview bbrp posisi senior, pengalaman 5-10 thn. Sempet bingung juga sih sampai saya tanya manager yang interview saya, &#8220;Sir, you know that I only have 3.5 years experience, what interests you to call me for interview&#8221;. Si bapak agak kaget jg pada awalnya. Orang HR udah geleng2, &#8220;orang diinterview kan biasanya berusaha nutupin kekurangan, nih orang kok malah ngebahas kekurangan sendiri&#8221;. Mungkin jarang2 ada orang yang di interview nanya begitu, pertanyaan saya terlalu jujur. Dia bilang dia mau explore personality. Well, di ujung interview dia bilang sih, &#8220;I like you. You are enthusiastic and very positive&#8221;. Yah saya bilang juga, &#8220;Honestly I don&#8217;t have the years but I have the ability to catch up&#8221;. Emang dari job description sih saya udah pernah kerjain hal itu jg.</p>
<p>Interview satu lagi prosesnya agak panjang, udah second round. Mungkin masih ada third round. Tapi dalam hati, saya tahu inilah yang saya mau. Semoga apabila itu yang berkenan, Tuhan akan buka jalan. Walaupun banyak sekali constraintnya: housing, distance, lingkungan baru. I&#8217;m so excited to this opportunity! Kadang kala saya berpikir, jika Tuhan masih inginkan saya di Calgary, misi apa yang harus saya accomplish. Kalaupun ngga ada misi yang jelas, saya kadang berpikir apa saya lagi ada di &#8220;tanah Midian&#8221; yang harus saya hadapi? Tapi saya bersyukur atas tiga minggu belakangan ini, saya belajar banyak dari seorang teman tentang hati yang dipersembahkan untuk Tuhan. Saya juga belajar untuk let go apa yang terjadi di masa lalu, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.</p>
<p>Semoga minggu depan sudah ada sedikit titik terang tentang pekerjaan. Jika dapat, puji Tuhan, klo ngga dapet, puji Tuhan. Gampang diucapin, sulit dilakukan <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/if-we-win-we-praise-him-if-we-lose-we-praise-him/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hope for today</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/07/treasured/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/07/treasured/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 15:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Call to Me and I will answer you, and I will tell you great and mighty things, which you do not know. ~Jer 33:3 Life is not getting easier but my joy in knowing You blossoms every day. Simply treasured!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://s55.photobucket.com/albums/g148/m61r1/Kaskus2/protective_by_dorrie.jpg" alt="" /></p>
<p>Call to Me and I will answer you,<br />
and I will tell you great<br />
and mighty things,<br />
which you do not know.<br />
~Jer 33:3</p>
<p>Life is not getting easier but my joy in knowing You blossoms every day.<br />
Simply treasured! <img src='http://gunung-batu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/07/treasured/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>One day I decided to quit</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/06/one-day-i-decided-to-quit/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/06/one-day-i-decided-to-quit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 06:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[One day I decided to quit&#8230;I quit my job, my relationship, my spirituality&#8230;I wanted to quit my life. I went to the woods to have one last talk with God. &#8220;God&#8221;, I said. &#8220;Can you give me one good reason not to quit?&#8221; His answer surprised me&#8230; &#8220;Look around&#8221;, He said. &#8220;Do you see the [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>One day I decided to quit&#8230;I quit my job, my relationship, my spirituality&#8230;I wanted to quit my life. I went to the woods to have one last talk with God.</p>
<p>&#8220;God&#8221;, I said. &#8220;Can you give me one good reason not to quit?&#8221; His answer surprised me&#8230;</p>
<p>&#8220;Look around&#8221;, He said. &#8220;Do you see the fern and the bamboo?&#8221;</p>
<p>&#8220;Yes&#8221;, I replied.</p>
<p>&#8220;When I planted the fern and the bamboo seeds, I took very good care of them. I gave them light. I gave them water. The fern quickly grew from the earth. Its brilliant green covered the floor. Yet nothing came from the bamboo seed. But I did not quit on the bamboo. In the second year the Fern grew more vibrant and plentiful. And again, nothing came from the bamboo seed. But I did not quit on the bamboo.&#8221; He said.</p>
<p>&#8220;In year three there was still nothing from the bamboo seed. But I would not quit. In year four, again, there was nothing from the bamboo seed. I would not quit.&#8221; He said.</p>
<p>&#8220;Then in the fifth year a tiny sprout emerged from the earth. Compared to the fern it was seemingly small and insignificant&#8230;But just 6 months later the bamboo rose to over 100 feet tall. It had spent the five years growing roots. Those roots made it strong and gave it what it needed to survive. I would not give any of my creations a challenge it could not handle.&#8221; He said to me.</p>
<p>&#8220;Did you know, my child, that all this time you have been struggling, you have actually been growing roots?&#8221;</p>
<p>&#8220;I would not quit on the bamboo. I will never quit on you.&#8221;</p>
<p>&#8220;Don&#8217;t compare yourself to others.&#8221; He said. &#8220;The bamboo had a different purpose than the fern. Yet they both make the forest beautiful.&#8221;</p>
<p>&#8220;Your time will come&#8221;, God said to me. &#8220;You will rise high&#8221;</p>
<p>&#8220;How high should I rise?&#8221; I asked.</p>
<p>&#8220;How high will the bamboo rise?&#8221; He asked in return.</p>
<p>&#8220;As high as it can?&#8221; I questioned</p>
<p>&#8220;Yes.&#8221; He said, &#8220;Give me glory by rising as high as you can.&#8221;</p>
<p>I left the forest and bring back this story. I hope these words can help you see that God will never give up on you. He will never give up on you. Never regret a day in your life. Good days give you happiness; bad days give you experiences; both are essential to life.</p>
<p>***</p>
<p>Thanks to whoever wrote this article in the first place.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/06/one-day-i-decided-to-quit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The mule fell into the farmer&#039;s well&#8230;</title>
		<link>http://gunung-batu.com/2009/06/the-mule-fell-into-the-farmers-well/</link>
		<comments>http://gunung-batu.com/2009/06/the-mule-fell-into-the-farmers-well/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 05:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adimulia</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adimulia.net/blog/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[A parable is told of a farmer who owned an old mule. The mule fell into the farmer&#8217;s well. The farmer heard the mule &#8216;braying&#8217; -or- whatever mules do when they fall into wells. After carefully assessing the situation, the farmer sympathized with the mule, but decided that neither the mule nor the well was [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A parable is told of a farmer who owned an old mule.</p>
<p>The mule fell into the farmer&#8217;s well. The farmer heard the mule &#8216;braying&#8217; -or- whatever mules do when they fall into wells.</p>
<p>After carefully assessing the situation, the farmer sympathized with the mule, but decided that neither the mule nor the well was worth the trouble of saving.</p>
<p>Instead, he called his neighbors together and told them what had happened and enlisted them to help haul dirt to bury the old mule in the well and put him out of his misery. Initially, the old mule was hysterical.</p>
<p>But as the farmer and his neighbors continued shoveling and the dirt hit his back a thought struck him. It suddenly dawned on him that every time a shovel load of dirt landed on his back He should shake it off and step up.</p>
<p>This he did, blow after blow. &#8220;Shake it off and step up, shake it off and step up, shake it off and step up,&#8221; He repeated to encourage himself. No matter how painful the blows, or how distressing the situation seemed the old mule fought panic and just kept right on shaking it off and stepping up.</p>
<p>It wasn&#8217;t long before the old mule, battered and exhausted, stepped triumphantly over the wall of that well. What seemed like it would bury him, actually blessed him all because of the manner in which he handled his adversity.</p>
<p>That&#8217;s life. If we face our problems and respond to them positively, and refuse to give in to panic, bitterness, or self-pity.</p>
<p>The adversities that come along to bury us usually have within them the potential to benefit and bless us.</p>
<p>Remember that forgiveness, faith, prayer, praise and hope all are excellent ways to shake it off and step up out of the wells in which we find ourselves.</p>
<p>May this be a blessing to you!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gunung-batu.com/2009/06/the-mule-fell-into-the-farmers-well/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

