Memaknai Waktu

On January 28, 2011, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Dari status facebook teman:

Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas

Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur

Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan

Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian

Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya *ihiy*

Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta

Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan

Untuk memahami makna SATU MILI DETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade

Ya, marilah kita menghargai setiap detik yang kita miliki :)

Tagged with:  

Betapa

On January 22, 2011, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Betapa besarnya uang seratus ribu kalau untuk dimasukkan ke kantong kolekte, namun betapa kecilnya bila dibawa ke mal untuk dibelanjakan.

Betapa lamanya mendengarkan firman Tuhan selama satu jam, namun betapa singkatnya waktu tiga jam untuk menonton film di bioskop.

Betapa sulitnya mencari kata-kata ketika berdoa, namun betapa mudahnya bergosip dengan teman-teman.

Betapa sulitnya membaca satu perikop Alkitab, namun betapa mudahnya untuk menyelesaikan novel setebal 100 halaman.

Betapa mudahnya mempercayai gosip, namun betapa sulitnya mempercayai firman Tuhan.

Tagged with:  

This experience must come

On July 21, 2010, in English, My thought, Renungan Harian, by adimulia

It is not wrong for you to depend on your “Elijah” for as long as God gives him to you. But remember that the time will come when he must leave and will no longer be your guide and your leader, because God does not intend for him to stay. Even the thought of that causes you to say, “I cannot continue without my ’Elijah.’ ” Yet God says you must continue.

Alone at Your “Jordan” ( Kings 2:14 ). The Jordan River represents the type of separation where you have no fellowship with anyone else, and where no one else can take your responsibility from you. You now have to put to the test what you learned when you were with your “Elijah.” You have been to the Jordan over and over again with Elijah, but now you are facing it alone. There is no use in saying that you cannot go— the experience is here, and you must go. If you truly want to know whether or not God is the God your faith believes Him to be, then go through your “Jordan” alone.

Continue reading »

Tagged with:  

Thy will be done

On May 5, 2010, in Indonesian, Renungan Harian, by adimulia

Beberapa hari yang lalu saya dan abang saya berlibur ke Cameron Highlands, perkebunan teh terletak 3-4 jam perjalanan dari KL. Nah di sepanjang jalan saya perhatiin, ada banyak juga anjing liar, atau mungkin tepatnya anjing hutan.

Pas lagi nyetir 120 km/h di jalan tol, 300 meter di depan saya tiba-tiba muncul seekor anjing liar yang mau menyebrang. Logika pertama di otak otomatis jalan, responnya adalah: liat kaca spion, ada berapa mobil di belakang. Ternyata ada banyak mobil di belakang, jaraknya cukup mepet, jadi kalau saya rem atau banting setir mendadak, yang bakal terjadi adalah tabrakan beruntun.

Logika kedua, oke kalo begitu kudu keputusan kedua: tabrak anjingnya. Ini terdengar kejam, dan sangat berat di hati karena saya sendiri suka memelihara anjing sejak saya masih kecil. Tapi saya lebih memilih mengorbankan seekor anjing dibanding nyawa orang lain.

Continue reading »

Tagged with:  
Weboy